📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 84 dokumen

INVENTARISASI KARBON BERBASIS KADASTER UNTUK ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM

Tidak ada deskripsi.

2025
👤 Penulis: Audelia Wanna Nainggolan
🏷️ Klimatologi 🏷️ Inventarisasi Sumber Karbon 🏷️ Geodesi

PENGEMBANGAN MODEL GEOID UNTUK WILAYAH INDONESIA DENGAN PENDEKATAN REMOVE-COMPUTE RESTORE DAN IMPLEMENTASI PENYAJIAN DALAM WEB INTERAKTIF

Tidak ada deskripsi.

2025
👤 Penulis: Azfa Rihad Fathan
🏷️ Geodesi 🏷️ Model Geoid 🏷️ Interaksi Web

PENGEMBANGAN MODEL GEOID UNTUK WILAYAH INDONESIA DENGAN PENDEKATAN REMOVE-COMPUTE RESTORE DAN IMPLEMENTASI PENYAJIAN DALAM WEB INTERAKTIF

Abstrak Sebagai permukaan referensi yang stabil, geoid memainkan peran krusial dalam penetapan datum vertikal dan menjadi landasan utama bagi pemetaan presisi tinggi serta pembangunan infrastruktur. Di Indonesia, kebutuhan akan model geoid yang akurat semakin meningkat seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan penyediaan peta skala besar. Saat ini, model INAGEOID2020 versi 2.0 masih digunakan secara luas. Namun, tingkat akurasi yang bervariasi antara 5,88 hingga 28,58 cm dinilai belum memadai untuk mendukung penentuan posisi vertikal secara presisi. Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan model geoid baru menggunakan pendekatan Remove-Compute-Restore (RCR) berbasis Fast Fourier Transform melalui tiga skema pemodelan: 2D-Planar, 1D-Spherical, dan Multiband-Spherical. Proses ini menghasilkan model quasigeoid yang kemudian dikoreksi menjadi model geoid melalui perhitungan quasigeoid-to-geoid separation. Ribuan model dievaluasi menggunakan data GNSS/leveling di tiap pulau, dan pendekatan 1D-Spherical terbukti memberikan hasil terbaik, seperti pada Pulau Jawa yang mampu menurunkan standar deviasi dari 11,81 cm menjadi 9,95 cm. Selain itu, model ini dikembangkan dalam platform web interaktif dengan back-end berbasis Firebase dan front-end menggunakan React.js yang memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi undulasi geoid pada titik atau wilayah tertentu dalam format titik maupun poligon.

2025
👤 Penulis: M. Angga Hadi Pratama
🏷️ Geodesi 🏷️ Pemetaan Presisi Tinggi 🏷️ Model Geoid

PERENCANAAN INFRASTRUKTUR DATUM PASUT PERTAMINA OSES-ONWJ DAN DESAIN KRITERIA HIDROGRAFI OPERASIONAL DI BARAT DAYA LAUT JAWA

Ketiadaan sistem referensi vertikal yang seragam di wilayah lepas pantai Indonesia, khususnya di area operasi OSES-ONWJ menyebabkan ketidakakuratan data elevasi yang berdampak pada efisiensi dan keselamatan operasional. Hal ini membuat penyediaan data datum pasut sebagai referensi vertikal diperlukan. Proyek ini bertujuan merancang dan membangun infrastruktur geomatika berupa OSDATUM—Offshore Tidal Datum—yang menyediakan informasi lima jenis datum pasut, yaitu Mean Sea Level (MSL), Highest Astronomical Tide (HAT), Lowest Astronomical Tide (LAT), Mean High Water Spring (MHWS), dan Mean Low Water Spring (MLWS). Website ini dapat diakses pada www.osdatum.vercel.app. Perhitungan datum dilakukan menggunakan data model pasut TPXO yang telah dikoreksi berdasarkan pengamatan lapangan menggunakan LUWES di Pulau Pramuka, serta diproses dengan algoritma UTide. Website dibangun menggunakan ReactJS dan Firebase untuk menyajikan data dalam bentuk grid spasial dengan resolusi (1/12)°. Sistem ini memungkinkan pengguna mengakses informasi datum melalui antarmuka interaktif dengan model bisnis berbasis lisensi institusi dan transaksi per-grid. Validasi terhadap data input prediksi pasut menunjukkan RMSE sebesar 0,0559 meter, mengindikasikan kesesuaian tinggi antara model prediksi dan pengamatan. Selain itu, validasi terhadap datum menunjukkan RMSE sebesar 0,1624 meter. Hasil ini menunjukkan bahwa OSDATUM mampu menjadi solusi referensi vertikal yang efisien, akurat, dan dapat diakses untuk mendukung kegiatan survei dan konstruksi lepas pantai di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Adhima Al Azmy
🏷️ Geodesi 🏷️ Data Geomatika 🏷️ Analisis Pasut

PENGEMBANGAN MODEL GEOID UNTUK WILAYAH INDONESIA DENGAN PENDEKATAN REMOVE-COMPUTE-RESTORE DAN IMPLEMENTASI PENYAJIAN DALAM WEB INTERAKTIF

Abstrak Sebagai permukaan referensi yang stabil, geoid memainkan peran krusial dalam penetapan datum vertikal dan menjadi landasan utama bagi pemetaan presisi tinggi serta pembangunan infrastruktur. Di Indonesia, kebutuhan akan model geoid yang akurat semakin meningkat seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan penyediaan peta skala besar. Saat ini, model INAGEOID2020 versi 2.0 masih digunakan secara luas. Namun, tingkat akurasi yang bervariasi antara 5,88 hingga 28,58 cm dinilai belum memadai untuk mendukung penentuan posisi vertikal secara presisi. Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan model geoid baru menggunakan pendekatan Remove-Compute-Restore (RCR) berbasis Fast Fourier Transform melalui tiga skema pemodelan: 2D-Planar, 1D-Spherical, dan Multiband-Spherical. Proses ini menghasilkan model quasigeoid yang kemudian dikoreksi menjadi model geoid melalui perhitungan quasigeoid-to-geoid separation. Ribuan model dievaluasi menggunakan data GNSS/leveling di tiap pulau, dan pendekatan 1D-Spherical terbukti memberikan hasil terbaik, seperti pada Pulau Jawa yang mampu menurunkan standar deviasi dari 11,81 cm menjadi 9,95 cm. Selain itu, model ini dikembangkan dalam platform web interaktif dengan back-end berbasis Firebase dan front-end menggunakan React.js yang memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi undulasi geoid pada titik atau wilayah tertentu dalam format titik maupun poligon.

2025
👤 Penulis: Zulfia Tri Tungga Dewi
🏷️ Geodesi 🏷️ Model Geoid 🏷️ Pemetaan Presisi Tinggi

PERENCANAAN INFRASTRUKTUR DATUM PASUT PERTAMINA OSES-ONWJ DAN DESAIN KRITERIA HIDROGRAFI OPERASIONAL DI BARAT DAYA LAUT JAWA

Ketiadaan sistem referensi vertikal yang seragam di wilayah lepas pantai Indonesia, khususnya di area operasi OSES-ONWJ menyebabkan ketidakakuratan data elevasi yang berdampak pada efisiensi dan keselamatan operasional. Hal ini membuat penyediaan data datum pasut sebagai referensi vertikal diperlukan. Proyek ini bertujuan merancang dan membangun infrastruktur geomatika berupa OSDATUM—Offshore Tidal Datum—yang menyediakan informasi lima jenis datum pasut, yaitu Mean Sea Level (MSL), Highest Astronomical Tide (HAT), Lowest Astronomical Tide (LAT), Mean High Water Spring (MHWS), dan Mean Low Water Spring (MLWS). Website ini dapat diakses pada www.osdatum.vercel.app. Perhitungan datum dilakukan menggunakan data model pasut TPXO yang telah dikoreksi berdasarkan pengamatan lapangan menggunakan LUWES di Pulau Pramuka, serta diproses dengan algoritma UTide. Website dibangun menggunakan ReactJS dan Firebase untuk menyajikan data dalam bentuk grid spasial dengan resolusi (1/12)°. Sistem ini memungkinkan pengguna mengakses informasi datum melalui antarmuka interaktif dengan model bisnis berbasis lisensi institusi dan transaksi per-grid. Validasi terhadap data input prediksi pasut menunjukkan RMSE sebesar 0,0559 meter, mengindikasikan kesesuaian tinggi antara model prediksi dan pengamatan. Selain itu, validasi terhadap datum menunjukkan RMSE sebesar 0,1624 meter. Hasil ini menunjukkan bahwa OSDATUM mampu menjadi solusi referensi vertikal yang efisien, akurat, dan dapat diakses untuk mendukung kegiatan survei dan konstruksi lepas pantai di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Atha Helmizahran
🏷️ Geodesi 🏷️ Data Geomatika 🏷️ Analisis Pasut

PERENCANAAN INFRASTRUKTUR DATUM PASUT PERTAMINA OSES-ONWJ DAN DESAIN KRITERIA HIDROGRAFI OPERASIONAL DI BARAT DAYA LAUT JAWA

Ketiadaan sistem referensi vertikal yang seragam di wilayah lepas pantai Indonesia, khususnya di area operasi OSES-ONWJ menyebabkan ketidakakuratan data elevasi yang berdampak pada efisiensi dan keselamatan operasional. Hal ini membuat penyediaan data datum pasut sebagai referensi vertikal diperlukan. Proyek ini bertujuan merancang dan membangun infrastruktur geomatika berupa OSDATUM—Offshore Tidal Datum—yang menyediakan informasi lima jenis datum pasut, yaitu Mean Sea Level (MSL), Highest Astronomical Tide (HAT), Lowest Astronomical Tide (LAT), Mean High Water Spring (MHWS), dan Mean Low Water Spring (MLWS). Website ini dapat diakses pada www.osdatum.vercel.app. Perhitungan datum dilakukan menggunakan data model pasut TPXO yang telah dikoreksi berdasarkan pengamatan lapangan menggunakan LUWES di Pulau Pramuka, serta diproses dengan algoritma UTide. Website dibangun menggunakan ReactJS dan Firebase untuk menyajikan data dalam bentuk grid spasial dengan resolusi (1/12)°. Sistem ini memungkinkan pengguna mengakses informasi datum melalui antarmuka interaktif dengan model bisnis berbasis lisensi institusi dan transaksi per-grid. Validasi terhadap data input prediksi pasut menunjukkan RMSE sebesar 0,0559 meter, mengindikasikan kesesuaian tinggi antara model prediksi dan pengamatan. Selain itu, validasi terhadap datum menunjukkan RMSE sebesar 0,1624 meter. Hasil ini menunjukkan bahwa OSDATUM mampu menjadi solusi referensi vertikal yang efisien, akurat, dan dapat diakses untuk mendukung kegiatan survei dan konstruksi lepas pantai di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Moch. Agung Prasetyo Wibowo
🏷️ Geodesi 🏷️ Data Geomatika Laut 🏷️ Analisis Pasut

PENGEMBANGAN MODEL GEOID UNTUK WILAYAH INDONESIA DENGAN PENDEKATAN REMOVE-COMPUTE-RESTORE DAN IMPLEMENTASI PENYAJIAN DALAM WEB INTERAKTIF

Sebagai permukaan referensi yang stabil, geoid memainkan peran krusial dalam penetapan datum vertikal dan menjadi landasan utama bagi pemetaan presisi tinggi serta pembangunan infrastruktur. Di Indonesia, kebutuhan akan model geoid yang akurat semakin meningkat seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan penyediaan peta skala besar. Saat ini, model INAGEOID2020 versi 2.0 masih digunakan secara luas. Namun, tingkat akurasi yang bervariasi antara 5,88 hingga 28,58 cm dinilai belum memadai untuk mendukung penentuan posisi vertikal secara presisi. Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan model geoid baru menggunakan pendekatan Remove-Compute-Restore (RCR) berbasis Fast Fourier Transform melalui tiga skema pemodelan: 2D-Planar, 1D-Spherical, dan Multiband-Spherical. Proses ini menghasilkan model quasigeoid yang kemudian dikoreksi menjadi model geoid melalui perhitungan quasigeoid-to-geoid separation. Ribuan model dievaluasi menggunakan data GNSS/leveling di tiap pulau, dan pendekatan 1D-Spherical terbukti memberikan hasil terbaik, seperti pada Pulau Jawa yang mampu menurunkan standar deviasi dari 11,81 cm menjadi 9,95 cm. Selain itu, model ini dikembangkan dalam platform web interaktif dengan back-end berbasis Firebase dan front-end menggunakan React.js yang memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi undulasi geoid pada titik atau wilayah tertentu dalam format titik maupun poligon.

2025
👤 Penulis: Syifa Kamiliya Rosyad
🏷️ Geodesi 🏷️ Pemetaan Presisi Tinggi 🏷️ Teknologi Informasi Dan Komunikasi

PENGEMBANGAN MODEL GEOID UNTUK WILAYAH INDONESIA DENGAN PENDEKATAN REMOVE-COMPUTE RESTORE DAN IMPLEMENTASI PENYAJIAN DALAM WEB INTERAKTIF

Sebagai permukaan referensi yang stabil, geoid memainkan peran krusial dalam penetapan datum vertikal dan menjadi landasan utama bagi pemetaan presisi tinggi serta pembangunan infrastruktur. Di Indonesia, kebutuhan akan model geoid yang akurat semakin meningkat seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan penyediaan peta skala besar. Saat ini, model INAGEOID2020 versi 2.0 masih digunakan secara luas. Namun, tingkat akurasi yang bervariasi antara 5,88 hingga 28,58 cm dinilai belum memadai untuk mendukung penentuan posisi vertikal secara presisi. Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan model geoid baru menggunakan pendekatan Remove-Compute-Restore (RCR) berbasis Fast Fourier Transform melalui tiga skema pemodelan: 2D-Planar, 1D-Spherical, dan Multiband-Spherical. Proses ini menghasilkan model quasigeoid yang kemudian dikoreksi menjadi model geoid melalui perhitungan quasigeoid-to-geoid separation. Ribuan model dievaluasi menggunakan data GNSS/leveling di tiap pulau, dan pendekatan 1D-Spherical terbukti memberikan hasil terbaik, seperti pada Pulau Jawa yang mampu menurunkan standar deviasi dari 11,81 cm menjadi 9,95 cm. Selain itu, model ini dikembangkan dalam platform web interaktif dengan back-end berbasis Firebase dan front-end menggunakan React.js yang memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi undulasi geoid pada titik atau wilayah tertentu dalam format titik maupun poligon.

2025
👤 Penulis: Rafly Maharazi
🏷️ Geodesi 🏷️ Pemetaan Presisi Tinggi 🏷️ Teknologi Informasi Dan Komunikasi

PERBANDINGAN KOREKSI KEDALAMAN HASIL PEMERUMAN MENGGUNAKAN GPS RTK DAN DATA PASUT

Tidak ada deskripsi.

2025
👤 Penulis: Christon Rinaldy Juniver Butar Butar
🏷️ Geodesi 🏷️ Pemetaan Geografis 🏷️ Teknik Pengawasan Struktur Tanah

PENDEFINISIAN PARAMETER TRANSFORMASI KOORDINAT PADA SEGMEN BATAS NEGARA DARAT INDONESIA-MALAYSIA DI PULAU SEBATIK

Batas darat antara Indonesia dan Malaysia membentang sepanjang 2.062 kilometer, sebagian besar melewati wilayah perbukitan Pulau Kalimantan, dengan titik awal di pantai timur Pulau Sebatik pada garis 4°10' Lintang Utara. Proses demarkasi batas telah berlangsung sejak tahun 1975, berdasarkan kesepakatan dalam 1st Joint Technical Committee Indonesia-Malaysia. Demarkasi ini menggunakan sistem referensi lokal BT68, yang berbasis Datum Timbalai dan sistem proyeksi Rectified Skew Orthomorphic (RSO). Namun, dengan perkembangan teknologi geospasial dan implementasi sistem referensi global seperti WGS84, diperlukan transformasi koordinat untuk menyelaraskan koordinat batas yang ada dengan sistem referensi global yang diakui secara internasional. Pulau Sebatik menjadi salah satu segmen penting dalam batas darat antara Indonesia dan Malaysia, dengan panjang garis batas mencapai 23,8 kilometer. Proses transformasi ini menjadi tantangan karena sebagian besar pilar batas lama tidak terletak tepat pada garis batas yang disepakati, sehingga Pulau Sebatik dikategorikan sebagai Outstanding Boundary Problem (OBP). Resolusi OBP Pulau Sebatik yang disepakati dalam 43rd Joint Border Committee Meeting pada tahun 2018, mencakup pemasangan pilar batas baru menggunakan pengamatan GNSS dan survei terestris. Proses ini menghasilkan koordinat dalam sistem referensi global, yang memerlukan transformasi ke sistem referensi BT68 agar sesuai dengan kesepakatan bilateral. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan parameter transformasi koordinat dari sistem referensi global ke sistem referensi regional BT68, menggunakan model transformasi Bursa-Wolf tiga dimensi dengan tujuh parameter. Pendekatan penelitian ini mencakup analisis data survei GNSS yang dilakukan pada tahun 2019, pengukuran titik sekutu (common points), serta validasi transformasi dengan menghitung residu, standar deviasi parameter, dan uji signifikansi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam penyelesaian teknis dan diplomatik permasalahan batas darat Indonesia- Malaysia, khususnya di Pulau Sebatik

2024
👤 Penulis: Nur Rahman Haris Alfian
🏷️ Geodesi 🏷️ Transformasi Koordinat Geospasial 🏷️ Manajemen Batas Internasional

PENGEMBANGAN METODE PENILAIAN KUALITAS DATA PENGUKURAN BIDANG TANAH DENGAN PARAMETER PENGEMBALIAN BATAS

Pendaftaran tanah di Indonesia merupakan pendaftaran hak yang bertujuan untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan diproyeksikan dapat menerapkan sistem publikasi positif secara penuh. Sebagai upaya untuk mencapai visi tersebut, penilaian kualitas dilakukan agar menghasilkan data pengukuran bidang tanah yang dapat diandalkan. Penilaian dengan metode yang berlaku saat ini masih memiliki kekurangan karena data yang dinilai baik dapat mengalami perubahan letak, batas, maupun luas. Beberapa pendekatan penilaian kualitas telah dikembangkan namun belum ada yang mengkorelasikannya dengan jaminan kepastian hukum, terutama pada yurisdiksi Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan metode penilaian kualitas data pengukuran bidang tanah yang mampu memberikan jaminan kepastian hukum dengan pendekatan pengembalian batas. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode exploratory sequential design yang terdiri dari tahap eksplorasi dan tahap konfirmasi. Pada tahap eksplorasi, simulasi pengukuran dan pengembalian batas bidang tanah dilakukan untuk merumuskan parameter pengembalian batas. Pada tahap konfirmasi, hasil parameter yang diperoleh digunakan sebagai alat untuk menilai kualitas data pengukuran bidang tanah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang terdiri dari data pengukuran bidang tanah hasil simulasi serta data pengukuran bidang tanah sebenarnya pada Kantor Pertanahan Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Analisis data dilakukan melalui analisis konten untuk mengidentifikasi isi dokumen pengukuran serta analisis klasifikasi untuk mengelompokkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan parameter pengembalian batas yang dapat digunakan sebagai komponen penilaian kualitas. Melalui metode penilaian yang dikembangkan dengan mengadopsi konsep tipologi kadaster, data pengukuran bidang tanah dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu dapat dikembalikan batasnya dan tidak dapat dikembalikan batasnya. Berdasarkan pengujian terhadap data pengukuran bidang tanah aktif, hasil penilaian menunjukkan kesesuaian dengan validasi yang dilakukan di lapangan. Pada batas toleransi 30 cm, bidang tanah yang dinilai dapat dikembalikan batasnya memiliki perbedaan sejauh 0,9 cm hingga 7,1 cm saat direkonstruksi. Sementara itu, bidang tanah yang dinilai tidak dapat dikembalikan batasnya memiliki perbedaan yang lebih besar, yaitu antara 2,0 m hingga 6,4 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima faktor yang menyebabkan bidang tanah tidak dapat dikembalikan batasnya, yaitu ketentuan yang berlaku saat pengukuran dilakukan, dokumen GU yang hilang tidak diganti, proses kontrol kualitas yang tidak sesuai ketentuan, penilaian kualitas yang belum memperhitungkan pengembalian batas, serta kurangnya atensi terhadap pengembalian batas.

2024
👤 Penulis: Rudi Herlianto Hapsoro
🏷️ Geodesi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

MODEL RISIKO KEUANGAN NEGARA YANG BERASAL DARI PEMBIAYAAN RISIKO BENCANA

Sebagai perguruan tinggi negeri, Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki misi dalam menciptakan, berbagi, dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kemanusiaan serta menghasilkan sumber daya insani yang unggul untuk menjadikan Indonesia dan dunia lebih baik. Salah satu penerapan dari misi tersebut adalah terciptanya suatu mata kuliah wajib yaitu Kerja Praktik. Laporan ini membahas kerja praktik mahasiswa Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB dalam riset "Penyusunan Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana." Kerja praktik ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan LPDP. Kerja Praktik ini didasari oleh kerja sama antara Kementerian Keuangan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebagai lembaga yang bertugas untuk mengelola dana pendidikan nasional, LPDP memiliki suatu program berupa Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya saing bangsa melalui komersialisasi produk atau implementasi kebijakan/tata kelola atau publikasi. Pada Kerja Praktik ini, mahasiswa membantu dalam riset Penyusunan Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana yang bertujuan untuk mengelompokkan bangunanbangunan baik milik negara maupun daerah sesuai dengan taksonomi bangunannya. Pengelompokan ini dilakukan dalam rangka penyusunan risiko keuangan berdasarkan kerusakan bangunan milik daerah dan negara akibat bencana. Mahasiswa melakukan dua studi terpisah, yakni kerusakan bangunan akibat gempa di Sumedang dan penilaian kerugian bencana di Indonesia Timur. Kegiatan yang dilakukan mencakup pengumpulan data dan pembuatan database dengan metode survei cepat dan studi desktop. Pengelompokkan data dilakukan berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada setiap provinsi di Indonesia Timur. Dalam kegiatan survei Sumedang diperoleh hasil bahwa mayoritas tingkat kerusakan bangunan yaitu rusak ringan dan mayoritas jenis taksonominya yaitu MUR. Taksonomi yang berjenis MUR lebih rentan terhadap pergeseran, dalam hal ini yaitu gempa bumi. Hal tersebut dikarenakan tidak ada tulangan yang menopang bangunan ketika terjadi sedikit pergeseran. Sementara hasil survei menunjukkan bahwa secara umum taksonomi bangunan menguat, mengikuti kenaikan kelas IPM-nya. Pada data sekolah, scatterplot menunjukkan bahwa secara umum taksonomi bangunan menguat seiring dengan naiknya IPM. Sementara itu, data fasilitas kesehatan tidak menunjukkan trendline positif. Sebaliknya, trendline menurun atau negatif. Hasil kerja praktik ini diharapkan dapat membantu Kementerian Keuangan dalam mengelola risiko keuangan negara dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui beasiswa pendidikan tinggi.

2024
👤 Penulis: Thaariq Prayoga
🏷️ Kebijakan Pendidikan Tinggi 🏷️ Analisis Risiko Keuangan 🏷️ Geodesi

MODEL RISIKO KEUANGAN NEGARA YANG BERASAL DARI PEMBIAYAAN RISIKO BENCANA

Sebagai perguruan tinggi negeri, Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki misi dalam menciptakan, berbagi, dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kemanusiaan serta menghasilkan sumber daya insani yang unggul untuk menjadikan Indonesia dan dunia lebih baik. Salah satu penerapan dari misi tersebut adalah terciptanya suatu mata kuliah wajib yaitu Kerja Praktik. Laporan ini membahas kerja praktik mahasiswa Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB dalam riset "Penyusunan Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana." Kerja praktik ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan LPDP. Kerja Praktik ini didasari oleh kerja sama antara Kementerian Keuangan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebagai lembaga yang bertugas untuk mengelola dana pendidikan nasional, LPDP memiliki suatu program berupa Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya saing bangsa melalui komersialisasi produk atau implementasi kebijakan/tata kelola atau publikasi. Pada Kerja Praktik ini, mahasiswa membantu dalam riset Penyusunan Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana yang bertujuan untuk mengelompokkan bangunanbangunan baik milik negara maupun daerah sesuai dengan taksonomi bangunannya. Pengelompokan ini dilakukan dalam rangka penyusunan risiko keuangan berdasarkan kerusakan bangunan milik daerah dan negara akibat bencana. Mahasiswa melakukan dua studi terpisah, yakni kerusakan bangunan akibat gempa di Sumedang dan penilaian kerugian bencana di Indonesia Timur. Kegiatan yang dilakukan mencakup pengumpulan data dan pembuatan database dengan metode survei cepat dan studi desktop. Pengelompokkan data dilakukan berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada setiap provinsi di Indonesia Timur. Dalam kegiatan survei Sumedang diperoleh hasil bahwa mayoritas tingkat kerusakan bangunan yaitu rusak ringan dan mayoritas jenis taksonominya yaitu MUR. Taksonomi yang berjenis MUR lebih rentan terhadap pergeseran, dalam hal ini yaitu gempa bumi. Hal tersebut dikarenakan tidak ada tulangan yang menopang bangunan ketika terjadi sedikit pergeseran. Sementara hasil survei menunjukkan bahwa secara umum taksonomi bangunan menguat, mengikuti kenaikan kelas IPM-nya. Pada data sekolah, scatterplot menunjukkan bahwa secara umum taksonomi bangunan menguat seiring dengan naiknya IPM. Sementara itu, data fasilitas kesehatan tidak menunjukkan trendline positif. Sebaliknya, trendline menurun atau negatif. Hasil kerja praktik ini diharapkan dapat membantu Kementerian Keuangan dalam mengelola risiko keuangan negara dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui beasiswa pendidikan tinggi.

2024
👤 Penulis: Amalia Dwi Rahma
🏷️ Kebijakan Pendidikan Tinggi 🏷️ Analisis Risiko Keuangan 🏷️ Geodesi

PERANCANGAN STUKTUR DERMAGA PETIKEMAS PELABUHAN KUALA TANJUNG, KABUPATEN BATU BARA, SUMATERA UTARA

Kabupaten Batu Bara adalah sebuah kabupaten yang terletak di Pulau Sumatera, tepatnya di wilayah Sumatera Utara. Kabupaten ini memiliki peran yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat di Sumatera, khususnya di Sumatera Utara. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan infrastruktur yang memadai untuk mendukung perkembangan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan membangun Pelabuhan Kuala Tanjung, yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Sumatera. Selain berfungsi sebagai penghubung antar wilayah di Indonesia, Pelabuhan Kuala Tanjung juga dirancang untuk menjadi pelabuhan internasional yang akan menghubungkan logistik Indonesia dengan negara-negara lain. Laporan Tugas Akhir ini membahas perancangan struktur dermaga peti kemas dengan jenis dermaga deck on pile sebagai bagian dari perencanaan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, sesuai dengan kriteria desain yang berlaku. Dalam Tugas Akhir ini, pembahasan mencakup pengolahan data lingkungan, perhitungan beban yang bekerja pada struktur dermaga, penentuan dimensi dermaga dan elemen strukturnya, pemodelan dan analisis struktur dermaga, penulangan elemen struktural, serta analisis daya dukung tanah.Data lingkungan dan operasional diolah untuk menghitung besarnya beban yang bekerja pada struktur dermaga. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SAP2000 untuk mengevaluasi kekuatan struktur dermaga terhadap beban yang diterimanya. Hasil analisis akan menghasilkan nilai Unity Check Ratio (UCR) dan nilai defleksi struktur yang harus memenuhi kriteria desain, yaitu nilai UCR berada dalam rentang 0,8 hingga 1,0, serta defleksi struktur tidak melebihi batas defleksi yang diizinkan. Penulangan elemen struktural dermaga dilakukan berdasarkan gaya dalam yang diperoleh dari hasil pemodelan analisis struktur yang sudah optimal. Analisis daya dukung tanah dilakukan untuk menentukan kedalaman tiang pancang yang diperlukan agar dapat menahan beban reaksi perletakan pada struktur dermaga. Hasil perencanaan desain dermaga menunjukkan bahwa dermaga akan memiliki dimensi panjang 650 meter dengan lebar 50 meter. Dermaga direncanakan memiliki elevasi +5,0 meter dari LWS (Lowest Water Springl) dan kedalaman perairan -15 meter dari LWS (Low Water Spring). Elemen struktural yang direncanakan untuk dermaga mencakup pelat, balok, tiang pancang, dan pile cap. Setelah dilakukan optimasi, dipilih tiang pancang dengan diameter 2540 mm dan ketebalan 90 mm. Berdasarkan analisis daya dukung tanah, tiang pancang ini akan dipasang hingga kedalaman 20,7 meter dari elevasi dasar laut (seabed). Hasil dari Tugas Akhir ini mencakup perencanaan yang meliputi desain dimensi dermaga, fasilitas untuk kapal berlabuh dan bertambat, dimensi elemen struktural dermaga, penulangan elemen struktural, serta kedalaman tiang pancang dermaga.

2024
👤 Penulis: Samuel Nicodemus Dioloi S
🏷️ Geodesi 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 5 dari 6
💬