📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 173 dokumen

ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG TERBUKA MENGGUNAKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS DAN ELEMEN HINGGA PADA AREA PIT X, PROVINSI BANGKA BELITUNG

PT Timah Tbk merupakan perusahaan pertambangan timah yang menggunakan metode pertambangan terbuka. PT Timah memiliki wilayah konsesi tambang primer yang berlokasi di Paku, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kestabilan lereng tambang terbuka pada Pit X dan memberikan rekomendasi desain pada lereng tambang yang belum optimal. Penelitian ini dilakukan menggunakan dua metode, yaitu metode kesetimbangan batas dan metode elemen hingga untuk mengetahui nilai faktor keamanan (FK) dan probabilitas longsor (PL). Nilai Faktor keamanan pada lereng tambang mengacu kepada Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827/K/30/MEM/2018 dan standar geoteknik PT Timah Tbk. Pada daerah penelitian terdapat tiga satuan, yaitu metabatupasir, metabatulempung, dan batupasir yang ditentukan dari log bor geoteknik. Sifat fisik dan mekanik batuan didapatkan dari uji laboratorium intact rock. Pit X dibagi menjadi dua garis penampang yang kemudian dilakukan analisis kestabilan lereng serta perhitungan probabilitas longsor dalam kondisi statis dan dinamis. Pada analisis kesetimbangan batas menggunakan tiga skenario kondisi muka airtanah, serta diberikan beban gempa 0,05g pada kondisi dinamis. Berdasarkan analisis kestabilan lereng menggunakan metode kesetimbangan batas dan metode elemen hingga, penampang 1 dan penampang 2 menunjukkan lereng tambang dalam kondisi stabil ketika diberikan rekomendasi desain geometri lereng. Faktor keamanan yang dimiliki penampang 1 dan penampang 2 bernilai lebih dari 1,3 dan probabilitas longsor 0%, yang berarti dalam kondisi stabil.

2025
👤 Penulis: Olivia Marcellia Limbong
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Kestabilan Lenggara 🏷️ Pertambangan Terbuka

ANALISIS KARAKTERISTIK MEKANIK CLAY SHALE DENGAN STABILISASI GEOPOLIMER (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN JALAN SUMBU KEBANGSAAN IKN)

Selama fase studi awal proyek, ditemukan bahwa kondisi tanah hasil galian di lokasi konstruksi didominasi oleh clay shale dan claystone. Shale sebagian besar terbentuk dari batuan sedimen yang terdiri dari partikel-partikel dengan ukuran dari yang sangat halus hingga berukuran lempung. Sebagian besar shale memiliki lapisan-lapisan dan cenderung untuk membelah atau terpecah sepanjang bidang laminasinya. Batuan ini cenderung membelah di sepanjang permukaan yang halus dan datar yang sejajar dengan lapisan-lapisannya (bidang lapisan). Jika suatu tanah tidak menunjukkan ciri-ciri ini, maka tanah tersebut masuk dalam kategori mudstone atau clayrock (Terzaghi et al., 1996). Beberapa masalah geoteknik yang dihadapi dalam perencanaan dan pelaksanaan pondasi adalah akibat keberadaan lapisan tanah clay shale yang mengandung montmorillonite pada timbunan jalan tol Cipularang yang menghubungkan Jakarta - Bandung (Irsyam, 2007). Sampel tanah yang diuji menunjukkan hasil tanah berbutir halus (fine-grained soils) yang tinggi, bebas bahan organik, dengan batas plastis (plastic limit) 14,6%, batas cair (liquid limit) 26,2%, dan indeks plastisitas (plasticity index) 11,6% serta mengandung lebih dari 35% material yang lolos saringan No. 200, dengan nilai sebesar 90,99%. Oleh karena itu, sampel tanah diklasifikasikan sebagai CL menurut klasifikasi USCS dan sebagai tanah lempung A-6 (A-6 clayey soils) menurut klasifikasi AASHTO. Nilai CBR sekitar 3,02%, yang tidak memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan dalam SNI 03-1744-1989, yaitu setidaknya 6%. Dengan demikian, pemahaman mendalam tentang karakteristik mekanik clay shale, dikombinasikan dengan stabilisasi geopolimer, adalah salah satu pendekatan kunci untuk meningkatkan kualitas tanah dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek konstruksi jalan.

2025
👤 Penulis: Adityo Nugroho
🏷️ Geoteknik 🏷️ Stabilisasi Geopolimer 🏷️ Karakteristik Mekanik Tanah

ANALISIS KESTABILAN LERENG TIMBUNAN IN-PIT DUMP PT ARUTMIN INDONESIA TAMBANG ASAMASAM PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Kajian geoteknik dalam hal kestabilan lereng tambang merupakan aspek yang sangat penting dalam menunjang aktivitas penambangan. Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng timbunan di area in-pit dump PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam dengan menggunakan metode Kesetimbangan Batas (LEM) dan Metode Elemen Hingga (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa desain awal tidak memenuhi nilai minimum Faktor Keamanan (FK), dengan hasil yaitu 1.023 (statis) dan 0.908 (dinamis), serta deformasi yang cukup besar sehingga direkomendasikan modifikasi geometri lereng. Perubahan rancangan berupa penurunan tinggi jenjang menjadi 8 meter pada tiga jenjang terbawah dan pelebaran pada jenjang terbawah terbukti meningkatkan FK dan menurunkan deformasi secara signifikan, dengan nilai FK statis dan dinamis, serta deformasi statis dan dinamis secara berurutan adalah 1.361 dan 1.185; serta 5.7 cm dan 12.4 cm. Desain pengembangan hingga Blok B15 dan B14 juga dievaluasi, menghasilkan rekomendasi lereng yang aman secara teknis dengan FK statis dan dinamis, serta deformasi statis dan dinamis secara berurutan adalah 1.332 dan 1.139; serta 3.8 cm dan 9.3 cm untuk Blok B15, sedangkan pada Blok B14 bernilai 1.319 dan 1.122; serta 2.9 cm dan 4.2 cm. Penyesuaian desain khususnya dilakukan di sekitar zona lumpur sebagai bidang lemah utama dengan pendekatan konservatif untuk menghindari potensi longsor akibat beban vertikal berlebih.

2025
👤 Penulis: Salwa Widiastuti
🏷️ Geoteknik 🏷️ Desain Tambang In-Pit 🏷️ Analisis Kestabilan Lereng

ANALISIS BALIK KESTABILAN LERENG SIDEWALL TAMBANG TERBUKA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI

Kajian geoteknik dalam penelitian ini yaitu analisis balik kondisi longsoran pada tambang terbuka batubara di Kalimantan, Indonesia. Tujuan dilakukan analisis balik adalah untuk mendapatkan parameter sifat fisik penyusun lereng yang diperlukan untuk desain kemajuan tambang selanjutnya. Analisis balik yang dilakukan menggunakan metode kesetimbangan batas 2D maupun 3D dengan pendekatan bishop dan janbu. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa model 3D umumnya menghasilkan nilai FoS yang lebih tinggi daripada model 2D, sementara metode Janbu memberikan hasil yang lebih konservatif daripada metode Bishop. Probabilitas kegagalan meningkat secara signifikan seiring dengan penurunan parameter kekuatan geser. Parameter yang dihitung ulang yang mewakili kondisi kegagalan aktual adalah: untuk claystone, kohesi 80,93 kPa dan sudut gesekan 25,02°; untuk batubara, kohesi 71,74 kPa dan sudut gesekan 54,54°; dan untuk sandstone, kohesi 42,23 kPa dan sudut gesek 21,05°. Nilai-nilai ini jauh lebih rendah daripada nilai laboratorium asli. Temuan ini menyoroti pentingnya analisis balik spesifik lokasi dalam memvalidasi parameter desain lereng dan memastikan keandalan penilaian geoteknik di bawah kondisi lapangan yang sebenarnya.

2025
👤 Penulis: Khurotul A'yunnina
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Lerusan Tambang Terbuka 🏷️ Metode Kesetimbangan

TOMOGRAFI DOUBLE-DIFFERENCE UNTUK KARAKTERISASI ZONA GESER DI TAMBANG BAWAH TANAH “SEVERA”

Underground mines face complex geotechnical challenges, particularly in understanding the role of shear zones on the stability of mining operations. Shear zones are generally formed by geologic-scale tectonic deformation and consist of weakened rock material. Mining activities can trigger stress redistribution that weakens these zones and increases the risk of collapse. This study applies the tomographic double-difference (tomoDD) method to model and analyze the structure of P-wave (Vp), S-wave (Vs), and Vp/Vs ratio in the “SEVERA” underground mine area. Seismic monitoring was conducted from January to May 2024 and recorded 288 seismic events with a total of 1979 P-wave phases and 1979 S-wave phases, with a moment magnitude range from -1.2 Mw to 0.9 Mw. These data were obtained from 34 seismic stations scattered around the study area and used in the tomographic inversion process. The inversion results reveal two main blocks with significant velocity contrasts, a high velocity anomaly block interpreted as massive and compact rocks, and a low velocity anomaly block associated with altered or fractured rocks. Interestingly, within the high velocity anomaly block there is a localized low velocity zone that may be related to the backfill zone which over time the energy released from this activity tends to migrate into the shear zone. The findings provide important insights for mine stability evaluation and geomechanical risk mitigation

2025
👤 Penulis: Illa Fadillah
🏷️ Geoteknik 🏷️ Tomografi Double-Difference 🏷️ Zona Geser Di Bawah Tanah

PERENCANAAN GEOTEKNIK GEDUNG MALL DI MAKASSAR, SULAWESI SELATAN

Tugas akhir desain membahas tentang lingkup perencanaan geoteknik suatu gedung mall di Makassar, Sulawesi Selatan. Perencanaan geoteknik yang dilakukan bertujuan untuk menentukan titik letak investigasi tanah, melakukan pengolahan hasil investigasi tanah, menentukan jenis dan desain fondasi, menentukan jenis dan desain dinding penahan tanah beserta dengan sistem penunjangnya, dan memverifikasi perhitungan dengan menggunakan perangkat lunak untuk analisis dengan metode elemen hingga. Metode yang digunakan dalam perencanaan adalah metode-metode yang umumnya digunakan dan diberikan pada syarat yang berlaku. Dengan berbagai pertimbangan, digunakan kombinasi tiang bor dan dinding diafragma dengan lantai basement sebagai sistem penunjang terpilih pada perencanaan geoteknik.

2025
👤 Penulis: Juan Marvel
🏷️ Geoteknik 🏷️ Desain Gedung Mall 🏷️ Analisis Struktur

ANALISIS STABILITAS LERENG DAN PERKUATAN LERENG GALIAN MENGGUNAKAN METODE SOIL NAILLING PADA PERSIAPAN LAHAN LOKASI ENGINE GENERATOR PLANT

Pembangunan Engine Generator Plant (EGP) sebagai infrastruktur pendukung energi terbarukan memerlukan persiapan lahan yang signifikan, yang pada lokasi studi menghasilkan lereng galian kritis setinggi 14 meter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng galian tersebut dan menentukan konfigurasi perkuatan soil nailing yang paling optimal dari segi keamanan dan biaya. Analisis dilakukan menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method - FEM) dengan model Hardening Soil melalui perangkat lunak MIDAS GTS NX. Tahapan analisis meliputi evaluasi stabilitas lereng pada kondisi awal, kemudian dilanjutkan dengan analisis enam variasi konfigurasi soil nailing dengan memvariasikan panjang nail (8,4 m dan 11,2 m) dan spasi (1,5 m, 1,75 m, dan 2 m). Kestabilan lereng dievaluasi pada kondisi jangka pendek (short term), jangka panjang (long term), serta saat menerima beban gempa pseudostatik, dengan pemeriksaan mencakup stabilitas global, stabilitas internal terhadap cabut (pullout), dan kekuatan tarik material nail. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng pada kondisi awal tidak stabil, dengan nilai Faktor Keamanan (FK) jangka panjang sebesar 1,125, yang berada di bawah syarat minimum SNI 8460:2017 yaitu 1,5. Setelah diperkuat, seluruh variasi konfigurasi soil nailing berhasil memenuhi syarat keamanan global dan cabut. Namun, tidak ada satupun desain awal yang memenuhi syarat keamanan tarik material baja. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pengecilan spasi nail memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap peningkatan Faktor Keamanan dibandingkan dengan penambahan panjang nail. Untuk mengatasi kegagalan tarik, dilakukan optimalisasi dengan meningkatkan diameter baja tulangan menjadi D36. Berdasarkan analisis teknis dan biaya, konfigurasi paling optimal yang terpilih adalah panjang nail 8,4 m, spasi 1,5 m, dan diameter baja D36. Desain ini terbukti memenuhi seluruh kriteria keamanan pada semua kondisi analisis dan merupakan solusi yang paling efisien dari segi biaya.

2025
👤 Penulis: Christophorus Gerard Marvin
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Stabilitas Loker 🏷️ Manajemen Risiko Gempa

STUDI KASUS PERBAIKAN TANAH MENGGUNAKAN KOMBINASI PRELOADING DAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN PADA PROYEK TOL SERANG PANIMBANG: VERIFIKASI ANALITIK DAN NUMERIK BERDASARKAN DATA MONITORING PENURUNAN

Salah satu ruas pada Tol Serang-Panimbang dibangun di atas tanah lunak yang diperbaiki dengan kombinasi Preloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan verifikasi parameter geoteknik laboratorium terhadap kinerja aktual lapangan dengan melakukan kalibrasi model analitik (gabungan Terzaghi & Hansbo) dan model numerik (Metode Elemen Hingga dengan model Soft Soil dan Hardening Soil) berdasarkan data monitoring penurunan. Metode back-analysis diterapkan pada dua lokasi studi untuk menyesuaikan parameter geoteknik pada kedua model hingga sesuai dengan data settlement plate. Hasil awal menunjukkan model dengan parameter laboratorium murni memprediksi penurunan yang berlebihan (overestimate). Proses kalibrasi berhasil menemukan set parameter tervalidasi yang akurat, yang memerlukan reduksi signifikan pada parameter kompresibilitas (???????? dan ????????) serta penyesuaian pada parameter rasio permeabilitas smear ?????/???????? dan permeabilitas ????. Parameter tervalidasi yang diperoleh berbeda untuk setiap lokasi, mengonfirmasi adanya heterogenitas tanah. Analisis lebih lanjut dengan model-model terkalibrasi menunjukkan perbedaan kinerja rekayasa: metode numerik memprediksi peningkatan kuat geser (gain strength) tertinggi dan juga memberikan Faktor Keamanan (SF) yang lebih realistis selama konstruksi. Di antara model numerik, Soft Soil Model menunjukkan gain strength dan SF yang lebih besar dibandingkan Hardening Soil Model, mengonfirmasi bahwa Soft Soil Model lebih representatif untuk kasus ini. Studi ini berhasil menghasilkan parameter desain spesifik lokasi yang andal dan membuktikan pentingnya proses back-analysis untuk desain yang akurat. Hasil perbandingan kinerja juga memberikan panduan dalam pemilihan metode analisis yang paling tepat untuk proyek di atas tanah lunak.

2025
👤 Penulis: Ilham Hadiid Akbar
🏷️ Geoteknik 🏷️ Desain Konstruksi Jalan Tol 🏷️ Analisis Numerik

PENGARUH ENERGI KOMPAKSI DAN STABILISASI KAPUR TERHADAP DERAJAT SATURASI OPTIMUM DAN KARAKTERISTIK GEOTEKNIK TANAH EKSPANSIF DAN TANAH TROPIS DI INDONESIA.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi energi pemadatan dan stabilisasi kapur terhadap derajat saturasi optimum ????????????????????, sifat plastisitas, ekspansivitas, dan karakteristik pemadatan pada berbagai jenis tanah tropis di Indonesia, termasuk tanah ekspansif. Pengujian laboratorium dilakukan terhadap beberapa sampel tanah dengan karakteristik mineralogi dan indeks plastisitas yang berbeda. Variasi energi kompaksi yang digunakan mencakup 1Ec, 4.5Ec, dan 6Ec, sementara stabilisasi dilakukan dengan penambahan kapur (CaO) sebesar 15% dan waktu curing selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan energi pemadatan secara umum meningkatkan berat isi kering maksimum (????????)???????????????? dan menurunkan kadar air optimum. Pendekatan berbasis derajat saturasi optimum terbukti memberikan kontrol yang lebih konsisten dibanding metode konvensional berbasis kadar air. Penambahan kapur secara signifikan menurunkan nilai plastisitas dan ekspansivitas tanah, sebagaimana ditunjukkan oleh penurunan nilai Liquid Limit, Plasticity Index, Methylene Blue Value, dan tekanan mengembang (swelling pressure). Hubungan kuantitatif antara parameter-parameter tersebut dirumuskan untuk memberikan dasar teknis dalam pengendalian kualitas pemadatan dan perbaikan tanah di lapangan. Temuan ini mendukung adopsi pendekatan pemadatan berbasis ???????????????????? sebagai alternatif yang lebih efektif dan adaptif terhadap kondisi tanah tropis dan ekspansif di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Dimas Rizaldy
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pemadatan Tanah 🏷️ Stabilisasi Kapur

ANALISIS SENSITIVITAS MODEL MACHINE LEARNING PREDIKSI KURVA KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG

Pengujian oedometer untuk menentukan parameter konsolidasi tanah, seperti indeks kompresibilitas (Cc) dan tekanan prakonsolidasi (pc), memerlukan waktu yang lama dan sampel tanah tak terganggu yang sulit diperoleh. Sebagai alternatif, Machine Learning (ML) dapat digunakan untuk mempercepat prediksi parameter konsolidasi. Namun, model ML sering kali dianggap sebagai "black box", yang menghambat pemahaman tentang bagaimana prediksi dilakukan. Dalam penerapannya pada bidang rekayasa geoteknik, studi terkini telah menunjukkan keberhasilan model machine learning untuk memprediksi kurva konsolidasi tanah (kurva e-log p) dengan kinerja statistik yang baik. Namun, untuk dapat memahami cara kerja ML dengan baik, diperlukan interpretasi model yang jelas. Interpretasi ini penting agar hasil prediksi dapat dipahami secara transparan dan dapat dipercaya, serta sejalan dengan prinsip-prinsip geoteknik yang ada. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Machine Learning (ML) untuk memprediksi parameter konsolidasi secara akurat dan transparan menggunakan pendekatan Explainable AI (XAI). Dengan XAI, sensitivitas tiap fitur dianalisis agar prediksi selaras dengan prinsip geoteknik. Penelitian ini juga membandingkan model LSTM, RNN, BiLSTM, dan BiRNN untuk menentukan model yang paling andal, serta memberikan pemahaman lebih dalam tentang kontribusi fitur terhadap hasil prediksi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa BiLSTM merupakan model terbaik dengan MAE 0.0258 dan R² 0.888, unggul dalam menangkap pola sekuensial e-log? secara akurat. Untuk prediksi parameter, korelasi Azzouz et al. (1976) memberikan hasil terbaik pada Cc (23.77% ± 20.8), namun BiLSTM menjadi model ML paling akurat untuk Cc (56.74% ± 44.4) dan Pc (61.18% ± 43.86), terutama saat menggunakan metode Boone. Analisis XAI mengungkap fitur penting seperti dry unit weight, depth, dan SQD Ratio, serta menunjukkan keunggulan SHAP dan Integrated Gradients dalam interpretasi temporal, dibandingkan LIME yang cenderung bias pada timestep awal. Validasi interpretasi melalui metode dropout menegaskan perlunya pendekatan kombinatif untuk meningkatkan keandalan model dan mendukung pengambilan keputusan geoteknik berbasis data.

2025
👤 Penulis: Fauzan Khairullah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Interpretasi Model Machine Learning 🏷️ Geoteknik

ANALISIS BALIK LONGSORAN PADA PIT X, DAERAH POMALAA, KABUPATEN KOLAKA, SULAWESI TENGGARA

Pada area penambangan terbuka, stabilitas lereng merupakan faktor krusial yang harus dikelola dengan baik. Longsoran pada tambang terbuka dapat menyebabkan terbuangnya bijih yang ekonomis sehingga berpotensi merugikan perusahaan secara finansial. Longsor terjadi ketika nilai kuat geser tanah menurun karena peningkatan tekanan pori pada lapisan tanah dan kehadiran mineral lempung yang bersifat mengembang-menyusut (swellingshrinkage). Longsoran pada Pit X terjadi pada zona lempung yang mengalami rembesan air pada muka lereng. Dalam memberikan rekomendasi perbaikan lereng, perlu dilakukan analisis balik untuk mengetahui nilai parameter kuat geser aktual, yaitu kohesi dan sudut geser dalam sesaat ketika longsor. Hasil analisis balik menunjukkan nilai kohesi sebesar 18,99 kPa dan sudut geser dalam sebesar 32,33°. Longsoran terjadi pada bagian dengan zona lempung paling tebal dan faktor keamanan semakin besar pada penampang dengan menipisnya zona lempung. Zona lempung kemudian ditinjau komposisinya berdasarkan data XRD (X-ray diffraction). Zona lempung tersusun atas 71% mineral lempung, dengan kaolinit sebesar 43,2%, ilit sebesar 17,73%, dan montmorillonit sebesar 10,07%. Kehadiran montmorillonit yang cukup tinggi mengakibatkan terjadinya swelling pada tanah yang memicu penurunan kuat geser tanah. Perbaikan lereng dilakukan dengan mempertimbangkan analisis kestabilan lereng tunggal dan lereng keseluruhan. Rekomendasi lereng keseluruhan harus memiliki sudut yang lebih landai dibandingkan dengan kondisi lereng keseluruhan sebelum terjadi longsoran. Berdasarkan simulasi geometri dan variasi muka air tanah, didapatkan rekomendasi lereng tunggal dengan tinggi bench 4 meter dan sudut bench 45°. Rekomendasi sudut lereng keseluruhan sebesar 26°.

2025
👤 Penulis: Anandia Muthia Azra
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertambangan 🏷️ Analisis Stabilitas Lokeren

ANALISIS DAYA DUKUNG FONDASI PELIMPAH BENDUNGAN CIBEET, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

Pelimpah Bendungan Cibeet akan dibangun di atas Anggota Batulempung Formasi Subang. Formasi tersebut memiliki batulempung yang bersifat ekspansif dengan kembang-susut yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung tanah terhadap fondasi, menentukan aktivitas tanah, serta memberikan rekomendasi kondisi fondasi yang sesuai untuk menahan beban bangunan di atasnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa 1 data primer dan 7 data sekunder dari perusahaan. Sampel tanah diambil dari tiga titik di sebelah timur laut tubuh bendungan (TP 1, TP 2, dan TP 3), sebagai lokasi konstruksi pelimpah bagian hilir. Penelitian ini menggunakan data hasil uji laboratorium (kohesi, sudut geser dalam, fraksi lempung, berat isi, dan batas-batas Atterberg). USCS digunakan untuk menentukan jenis tanah; metode Terzaghi, Meyerhof, dan Hansen untuk menghitung daya dukung; dan nilai aktivitas tanah untuk mengetahui potensi tanah mengembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel tanah memiliki plastisitas tinggi, namun dengan indeks plastisitas yang berada pada kisaran 27– 28% maka tanah dapat mengembang dengan potensi sedang. Nilai aktivitas tanah berkisar antara 0,43–0,45 menunjukkan tanah bersifat tidak aktif. Melalui nilai aktivitas tanah dan batas-batas Atterberg, dapat diinterpretasikan bahwa kandungan mineral lempung yang terdapat pada tanah di lokasi penelitian adalah kaolinit. Pada kedalaman 2 m, daya dukung izin pada TP 1 sebesar 26–38 t/m2, TP 2 sebesar 16– 23 t/m2, dan TP 3 sebesar 21–31 t/m2. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketiga titik di lokasi penelitian mampu menahan beban bangunan di atasnya sebesar 11,4 t/m2 sehingga tidak memerlukan rekomendasi.

2025
👤 Penulis: Refina Adestya Mei Fhadzillah
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Daya Dukung Tanah 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Konstruksi

PENGEMBANGAN MODUL INVERSI DATA MASW DENGAN METODE GENETIC ALGORITHM UNTUK MENDUKUNG ANALISIS GEOTEKNIK: STUDI KASUS DI KAMPUS GANESHA ITB

Metode Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) merupakan teknik non-destruktif yang digunakan dalam geoteknik untuk mengkarakterisasi tanah berdasarkan kecepatan gelombang geser (Vs). Salah satu tantangan utama dalam implementasi MASW adalah proses inversi data yang kompleks, terutama dalam menentukan profil Vs terhadap kedalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul inversi data MASW berbasis metode Genetic Algorithm (GA) yang kompatibel dengan format file .tdm, yang dihasilkan oleh alat MASW milik Laboratorium Mekanika Tanah ITB. Pengembangan perangkat lunak dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Python, dengan algoritma GA sebagai metode optimasi dalam pencarian model tanah terbaik yang sesuai dengan kurva dispersi hasil pengukuran. Perangkat lunak ini diuji menggunakan data benchmark, serta dibandingkan dengan hasil inversi dari perangkat lunak komersial Seismager. Validasi dilakukan dengan mengukur tingkat kesalahan (misfit) dan parameter Root Mean Squared Error (RMSE) antara hasil inversi perangkat lunak yang dikembangkan dengan perangkat lunak referensi. Studi kasus dilakukan di empat lokasi di Kampus Ganesha ITB, dengan data MASW yang diperoleh dari alat GDS SASW menggunakan konfigurasi 6 geofon dan Seistronix RAS-24 dengan konfigurasi 24 geofon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan mampu menghasilkan profil kecepatan Vs terhadap kedalaman dengan tingkat akurasi yang kompetitif dibandingkan perangkat lunak MASWaves. Dengan keunggulan fleksibilitas, serta kompatibilitas dengan format file .tdm, perangkat lunak ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi akademisi dan praktisi dalam analisis geoteknik berbasis MASW.

2025
👤 Penulis: Gantang Masimuja
🏷️ Geoteknik 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Optimisasi Metode Ga

PERANCANGAN FONDASI DALAM GEDUNG KAMPUS 8 LANTAI DENGAN POTENSI LIKUIFAKSI DI YOGYAKARTA

Likuifasi adalah fenomena yang terjadi dimana lapisan tanah pasir berperilaku seperti cairan. Saat terjadi gempa besar, tekanan air pori berlebih dalam tanah meningkat secara signifikan dalam waktu singkat. Jika permeabilitas pasir tidak mampu mendisipasi tekanan air pori lebih tersebut akan mengakibatkan penurunan drasits tegangan efektif butiran pasir. Ketika tekanan air pori lebih besar dari tegangan efektif, tanah pasir akan mengalami likuifaksi. Potensi likuifaksi dapat dikalkulasi secara kuantitatif dengan metode NCEER. Likuifaksi berdampak negatif pada daya dukung tanah. Lapisan tanah yang mengalami likuifaksi tidak memberikan kontribusi daya dukung pada tiang. Sebaliknya, lapisan tanah yang mengalami penurunan akibat likuifaksi akan memberikan gaya friksi negatif. Gaya friksi negatif berperan sebagai gaya reduksi daya dukung aksial pada tanah. Selain itu, terdapat reduksi daya dukung lateral pada tanah pasir terlikuifaksi yang dianalisis dengan menginput lapisan tanah terlikuifaksi sebagai tanah Liquefied Sand (Rollins) pada perangkat lunak LPile. Reduksi daya dukung digunakan untuk merancang fondasi dalam sebagai struktur bawah gedung. Fondasi tiang dirancang untuk memenuhi kriteria desain berupa syarat kapasitas, syarat penurunan, syarat penurunan berbeda, dan syarat perpindahan lateral.

2025
👤 Penulis: Jeffer Fransisco
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Likuifaksi Pasir 🏷️ Desain Fondasi Gedung

STUDI PARAMETRIK PENGARUH TEKANAN LATERAL TANAH AKIBAT TIMBUNAN DI ATAS TANAH LUNAK TERHADAP PERILAKU FONDASI TIANG TUNGGAL DI DEKATNYA

Pertumbuhan infrastruktur yang pesat di Indonesia khususnya dalam pembangunan jembatan dan jalan tol menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah konstruksi timbunan pada tanah lunak. Hal ini perlu mendapat perhatian, terutama pada kasus timbunan yang berdiri di atas tanah lunak dan berdekatan dengan infrastruktur lain. Sejumlah literatur terdahulu telah melaporkan beberapa kasus dimana timbunan dapat menyebabkan deformasi berlebih pada tiang fondasi di dekatnya. Dalam penelitian ini, akan dilakukan studi parametrik untuk mengevaluasi pengaruh parameter parameter utama pada studi kasus terhadap deformasi lateral dan momen lenturnya. Beberapa parameter utama yang divariasikan meliputi, jenis sambungan kepala tiang, karakteristik fondasi tiang (modulus elastisitas dan diameter) dan jarak fondasi tiang tunggal terhadap timbunan. Model yang digunakan merupakan model finite element method yang divalidasi oleh model centrifuge test dari penelitian yang telah dilakukan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh bahwa pada kondisi fixed head, arah akan menghasilkan momen dan tegangan geser terbesar namun di sisi lain menghasilkan deformasi lateral yang paling kecil. Pada kondisi fixed head dengan perpindahan bebas pada arah x dan juga pada kondisi free head tren distribusi perilaku tiang cukup seragam dengan perbedaan nilai pada elevasi tertentu. Setelah dilakukan analisis variasi pada seluruh jenis kondisi diperoleh bahwa urutan parameter yang paling signifikan adalah diameter tiang, jarak tiang, dan modulus elastisitas tiang.

2025
👤 Penulis: Fakhrur Ismail Hidayat
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Hidrologi
Halaman 5 dari 12
💬