📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5,228 dokumenPENGARUH DINAMIKA TUTUPAN LAHAN TERHADAP FENOMENA URBAN HEAT ISLAND DI KOTA CIREBON
Fenomena Urban Heat Island (UHI) menjadi isu krusial dalam kajian lingkungan perkotaan, dimana peningkatan suhu permukaan kota secara signifikan dipengaruhi oleh perubahan tutupan lahan akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dinamika tutupan lahan dan fenomena UHI di Kota Cirebon selama periode tahun 2003 hingga 2023. Menggunakan pendekatan geospasial dengan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian ini mengolah citra satelit Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS untuk memperoleh parameter suhu permukaan (Land Surface Temperature, LST), indeks vegetasi (Normalized Difference Vegetation Index, NDVI), serta klasifikasi tutupan lahan (Land Cover, LC). Analisis dilakukan melalui menggunakan regresi linear guna memahami keterkaitan antara peningkatan lahan terbangun, penurunan vegetasi, dan perubahan suhu permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama dua dekade terakhir, suhu permukaan Kota Cirebon mengalami kenaikan rata-rata sebesar 4,2°C dengan peningkatan dominasi lahan terbangun dari 51,07% menjadi 65,07%. Sebaliknya, luas vegetasi mengalami penurunan sebesar 4,69% yang secara spasial berbanding terbalik dengan intensitas LST. Nilai korelasi antara NDVI dan LST menunjukkan hubungan signifikan negatif (R2 = 0,73) yang menegaskan bahwa penurunan kerapatan vegetasi berkontribusi terhadap peningkatan suhu permukaan kota. Fenomena UHI paling kuat teridentifikasi di Kecamatan Harjamukti, Kesambi, dan Lemahwungkuk dimana ketiga kecamatan ini mengalami konversi lahan tertinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan tata ruang melalui peningkatan ruang terbuka hijau, pengendalian zonasi pembangunan, serta pemanfaatan teknologi geospasial untuk pemantauan berkelanjutan. Secara akademis, hasil studi ini memperkuat teori hubungan negatif antara perubahan tutupan lahan dan intensitas termal perkotaan, serta memberikan kontribusi praktis dalam penyusunan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan iklim mikro di kawasan urban pesisir.
MENINGKATKAN KINERJA RESTORAN XYZ MELALUI MANAJEMEN OPERASIONAL DAN EFISIENSI PELAYANAN
Industry kuliner skala menengah di Indonesia menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kecepatan pelayanan, kenyamanan, dan kualitas yang konsisten. XYZ, sebuah restoran dengan permintaan tinggi mengalami masalah antrian dan waktu tunggu, terutama pada jam sibuk, yang berpotensi mengurangi kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada identifikasi sumber inefisiensi pelayanan dari perspektif operasional dan merumuskan strategi operasional yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja pelayanan restoran. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh analisis deskriptif dan eksperimental melalui simulasi sistem antrian. Fase penelitian dimulai dengan memetakan alur pelayanan actual dari kedatangan pelanggan, pemesanan hingga aktivitas produksi di dapur. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan pencatatan waktu proses, sedangkan data pendukung dikumpulkan melalui wawancara singkat terkait operasional di Lokasi. Model simulasi dibangun menggunakan Aplikasi Simulasi Arena untuk merepresentasikan kondisi operasional yang ada dan beberapa scenario peningkatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa inefisiensi utama di Restoran XYZ disebabkan oleh ketidakseimbangan kapasitas antara stasiun pemesanan makanan dan proses produksi makanan. Berdasarkan simulasi, strategi operasional yang paling efektif adalah kios layanan mandiri dengan pengurangan waktu layanan memasak. Implementasi strategi ini telah terbukti mengurangi waktu tunggu rata rata dan meningkatkan layanan tanpa secara signifikan meningkatkan biaya operasional. Secara konseptual, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan bagi pemilik bisnis untuk meningkatkan efisiensi pelayanan berdasarkan analisis kuantitatif, khususnya dalam konteks bisnis makan dan minuman yang menghadapi keterbatasan sumber daya tetapi menghadapi dinamika permintaan yang tinggi.
EXPERIMENTAL INVESTIGATION OF ENERGY ABSORPTION IN THIN-WALLED CRASH BOX FILLED WITH LATTICE STRUCTURES
Crashworthiness merupakan aspek krusial dalam keselamatan struktur dan transportasi, di mana kemampuan penyerapan energi dan pengendalian deformasi sangat penting untuk mengurangi risiko cedera selama peristiwa tumbukan. Penelitian ini mengkaji kinerja crashworthiness kolom aluminium berbentuk heksagonal yang diisi dengan struktur kisi (lattice), yaitu pola heksagon standar dan honeycomb re-entrant, yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur aditif. Struktur mikro tersebut dievaluasi melalui pengujian tekan aksial kuasi-statik untuk menilai kemampuan penyerapan energi serta perilaku kegagalannya. Metode eksperimen meliputi pengujian tekan pada kolom aluminium heksagonal, baik tanpa isian maupun dengan berbagai jenis lattice, untuk mengkuantifikasi parameter seperti beban puncak, gaya hancur rata-rata, penyerapan energi spesifik, dan efisiensi penghancuran. Sebuah alat uji yang dirancang khusus digunakan untuk merekam pola deformasi serta respons beban–perpindahan. Isian lattice dirancang dengan massa dan dimensi batas yang identik guna memastikan perbandingan yang terkendali. Penggunaan perangkat uji khusus memungkinkan penangkapan pola deformasi dan respons beban-perpindahan secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengisi lattice secara signifikan meningkatkan stabilitas struktural dengan mengubah mekanisme deformasi dari global buckling menjadi pelipatan progresif lokal (localized progressive folding). Pola hibrida dan re-entrant, yang memiliki jumlah sudut internal dan engsel plastik yang lebih banyak, menghasilkan SEA dan CFE yang lebih unggul dibandingkan kolom kosong atau heksagonal standar. Dengan mempertahankan massa dan dimensi batas yang identik untuk perbandingan terkontrol, temuan ini menunjukkan bahwa pengisi auxetic dan hibrida hasil cetak 3D menawarkan solusi berkinerja tinggi yang dapat disesuaikan untuk mengoptimalkan disipasi energi dalam aplikasi transportasi yang kritis terhadap keselamatan.
PERANCANGAN MODEL KEMITRAAN RANTAI PASOK KENTANG INDUSTRI DENGAN PETANI DI JAWA BARAT (STUDI KASUS: DIVISI SUPPLY CHAIN – PT PQR)
Rantai pasok kentang olahan di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan ketersediaan dan kualitas bahan baku, serta tingginya ketergantungan pada bahan baku impor. Meskipun Jawa Barat diharapkan dapat berperan sebagai lokasi produksi strategis untuk sumber pasokan, rantai pasok tersebut masih sering mengalami gangguan pasokan secara berkala. Temuan lapangan menunjukkan bahwa permasalahan tersebut tidak semata-mata terbatas pada aspek teknis produksi kentang, melainkan lebih dipicu oleh persoalan tata kelola kemitraan dan ketiadaan kerangka manajemen risiko dalam rantai pasok. Oleh karena itu, pengembangan model kemitraan yang terinformasi dan berorientasi pada risiko menjadi isu manajerial yang mendesak bagi PT PQR. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kemitraan strategis antara PT PQR dan petani kentang untuk kentang olahan di Jawa Barat yang mampu meningkatkan keandalan rantai pasok melalui penguatan kelembagaan dan mitigasi risiko sebagai prioritas utama. Secara lebih spesifik, tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi perbedaan utama antara praktik kemitraan yang saat ini diterapkan dengan praktik terbaik (best practices) melalui benchmarking, dan (2) mengembangkan model kemitraan yang berlandaskan pada mitigasi risiko dan perencanaan kontinjensi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan utama di Divisi Rantai Pasok PT PQR, agronom lapangan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam kemitraan dengan petani dan agregator. Data sekunder diperoleh dari dokumen internal perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Analisis Benchmarking, Analisis Kesenjangan (Gap Analysis), serta Analisis Risiko Rantai Pasok dengan menggunakan Risk Priority Index (RPI) dan peta panas risiko (risk heat map). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko paling penting terkonsentrasi pada tiga area utama. Pertama, risiko yang berkaitan dengan aspek kelembagaan, seperti kurangnya mekanisme koordinasi yang baik, kejelasan peran, serta penegakan perjanjian kontrak, merupakan risiko dengan prioritas tertinggi. Kedua, risiko yang berkaitan dengan dukungan terhadap proses produksi disebabkan oleh ketidakkonsistenan kualitas benih serta tingkat dukungan teknis, pengendalian mutu, dan pengelolaan panen. Ketiga, risiko operasional dan finansial meliputi keterlambatan jadwal tanam benih serta ketidakmampuan petani untuk memenuhi kewajiban kemitraan akibat keterbatasan likuiditas. Berdasarkan temuan empiris tersebut, penelitian ini mengusulkan model kemitraan agregator yang disempurnakan, yang ditopang oleh kontrak multi-tahun, pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas, proses dukungan produksi yang terharmonisasi, serta proses koordinasi risiko yang terstruktur. Model yang diusulkan juga mengintegrasikan analisis kinerja yang berfokus pada risiko, yang dilengkapi dengan rencana kontinjensi risiko secara spesifik untuk mengelola risiko kelembagaan, risiko produksi, dan risiko operasional yang diprioritaskan. Model ini bertujuan untuk menyelaraskan struktur kemitraan dengan lingkungan risiko yang ada dalam rantai pasok, sehingga dapat membantu menjamin keandalan pasokan, mengurangi ketergantungan negara terhadap impor kentang, serta memperkuat ketahanan rantai pasok kentang olahan PT PQR. Dari sudut pandang praktis, penelitian ini menunjukkan bagaimana proses benchmarking, analisis kesenjangan, dan analisis risiko dalam rantai pasok dapat dimanfaatkan dalam perancangan model kemitraan agribisnis yang terstruktur dan responsif terhadap risiko.
DAMPAK CUKAI DAN PANDEMI TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN: BUKTI DARI SEBUAH PERUSAHAAN TEMBAKAU INDONESIA
Industri tembakau di Indonesia telah menghadapi tekanan struktural akibat penyesuaian tarif cukai pada periode sebelum dan sesudah COVID?19, yang berdampak pada kinerja industri dari sisi operasional, penetapan harga, dan tingkat keterjangkauan. Skala industri, kontribusi fiskal yang signifikan, serta kompleksitas yang melekat menuntut perlunya identifikasi faktor?faktor yang memengaruhi kinerja industri guna memastikan stabilitas kinerja di tengah seringnya terjadi guncangan non?ekonomi. Penelitian ini mengkaji dampak guncangan fiskal berupa cukai dan guncangan non?fiskal berupa COVID?19 terhadap pendapatan bersih, Harga Pokok Penjualan (HPP), laba, serta pendapatan berdasarkan lini segmen utama, dengan menggunakan data keuangan triwulanan periode 2018 hingga 2025. Tiga spesifikasi model digunakan, yaitu model COVID?19, model cukai, dan model gabungan, yang seluruhnya memasukkan variabel musiman. Variabel?variabel didefinisikan untuk mengukur dampak nominal terhadap pendapatan, biaya, serta stabilitas segmen. Kinerja model dievaluasi berdasarkan hasil absolut (pendapatan, HPP, laba) dan hasil per segmen, dengan fokus pada interpretabilitas untuk kepentingan manajerial. Model ini juga mencakup pengujian stasioneritas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi guna memvalidasi hasil inferensi. Ketiga spesifikasi model diterapkan menggunakan analisis regresi Ordinary Least Squares (OLS) dengan variabel musiman untuk menjaga kejelasan interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan profitabilitas secara bersih, yang secara statistik signifikan dalam hal dampak negatif COVID?19 terhadap laba. Sementara itu, hasil untuk pendapatan bersih dan HPP tidak menunjukkan signifikansi statistik. Namun demikian, dampak COVID?19 terhadap laba terbukti signifikan dan positif pada segmen bisnis SKM, sedangkan pendapatan bersih total, HPP, dan laba secara keseluruhan tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan ketahanan kinerja industri melalui penerapan strategi penetapan harga berjenjang, pengendalian biaya yang sensitif terhadap cukai, sinkronisasi produksi dan peluncuran produk dengan tahapan kenaikan tarif, serta rekayasa kemasan dan bentuk produk untuk menjaga keterjangkauan secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini memberikan masukan penting bagi perumusan kebijakan, khususnya melalui penyediaan peta jalan cukai yang dapat diprediksi, yang akan membantu menjaga stabilitas kinerja industri dalam menghadapi guncangan seperti COVID?19.
STRUKTUR ELEKTRONIK DAN SIFAT OPTIK DARI M2SNO4 (M = MG, ZN) DAN PENGARUH SUBSTITUSI TI4+
Struktur elektronik dan sifat optik Mg2SnO4, Zn2SnO4 tanpa-substitusi dan tersubstitusi Ti4+ telah dihitung menggunakan metode full potential linear augmented plane wave (FP-LAPW) dalam teori kerapatan fungsional (DFT). Potensial korelasi-pertukaran Perdew, Burke dan Ernzerhof (PBE) dan Tran-Blaha modified Becke-Johnson (TB-mBJ) digunakan dalam perhitungan ini. Dengan menganalisis density of states (DOS), terdapat transisi antara pita valensi tertinggi dari orbital 2p O menuju pita konduksi terendah 5s Sn dengan nilai energi 4,26 eV untuk Mg2SnO4 dan 2,72 eV untuk Zn2SnO4. DOS pada pita valensi menunjukkan keadaan defek yang dibangun orbital 2p O. Rapat keadaan 2p O semakin meningkat pada lingkungan Mg2+. Parameter struktur dan celah pita energi material tanpa-substitusi didapat hasil yang sesuai dengan eksperimen. Substitusi dilakukan dengan mengganti posisi Sn4+ menjadi Ti4+. DOS menunjukkan pita baru 3d Ti yang memiliki korelasi pada teori medan kristal oktahedral. Pita energi 3d Ti semakin menurun bila lingkungan Sn4+ meningkat di sekitar Ti4+. Perhitungan konstanta dielektrik riil dan imajiner digunakan untuk menentukan koefisien absorpsi. Zn2SnO4 memiliki absorpsi cahaya lebih tinggi dari Mg2SnO4 pada daerah sinar tampak, serta akan meningkat pada substitusi Ti4+.
STRUKTUR ELEKTRONIK DAN SIFAT OPTIK DARI M2SNO4 (M = MG, ZN) DAN PENGARUH SUBSTITUSI TI4+
Struktur elektronik dan sifat optik Mg2SnO4, Zn2SnO4 tanpa-substitusi dan tersubstitusi Ti4+ telah dihitung menggunakan metode full potential linear augmented plane wave (FP-LAPW) dalam teori kerapatan fungsional (DFT). Potensial korelasi-pertukaran Perdew, Burke dan Ernzerhof (PBE) dan Tran-Blaha modified Becke-Johnson (TB-mBJ) digunakan dalam perhitungan ini. Dengan menganalisis density of states (DOS), terdapat transisi antara pita valensi tertinggi dari orbital 2p O menuju pita konduksi terendah 5s Sn dengan nilai energi 4,26 eV untuk Mg2SnO4 dan 2,72 eV untuk Zn2SnO4. DOS pada pita valensi menunjukkan keadaan defek yang dibangun orbital 2p O. Rapat keadaan 2p O semakin meningkat pada lingkungan Mg2+. Parameter struktur dan celah pita energi material tanpa-substitusi didapat hasil yang sesuai dengan eksperimen. Substitusi dilakukan dengan mengganti posisi Sn4+ menjadi Ti4+. DOS menunjukkan pita baru 3d Ti yang memiliki korelasi pada teori medan kristal oktahedral. Pita energi 3d Ti semakin menurun bila lingkungan Sn4+ meningkat di sekitar Ti4+. Perhitungan konstanta dielektrik riil dan imajiner digunakan untuk menentukan koefisien absorpsi. Zn2SnO4 memiliki absorpsi cahaya lebih tinggi dari Mg2SnO4 pada daerah sinar tampak, serta akan meningkat pada substitusi Ti4+.
PENCUCIAN HIJAU DALAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN: ANALISIS KRITIS TERHADAP KLAIM KEBERLANJUTAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN INDONESIA
Isu mengenai kredibilitas pelaporan keberlanjutan di sektor pertambangan semakin mendapat perhatian, terutama karena meningkatnya indikasi praktik greenwashing dalam pengungkapan CSR dan ESG perusahaan di Indonesia. Berbagai penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara klaim keberlanjutan yang dilaporkan perusahaan dengan dampak lingkungan dan sosial yang dialami masyarakat di sekitar wilayah tambang, sehingga diperlukan suatu pendekatan evaluatif yang lebih kritis dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan bentuk-bentuk greenwashing yang ditemukan dalam studi terdahulu, mengevaluasi tingkat transparansi dan akurasi klaim keberlanjutan, serta memetakan tema dominan dan tren penelitian terkait greenwashing melalui analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer. Metode PRISMA 2020 V2 digunakan untuk menyeleksi 15 literatur yang paling relevan, yang kemudian dianalisis secara mendalam melalui pendekatan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola berulang terkait pengungkapan selektif, CSR simbolis, serta lemahnya akuntabilitas tata kelola dalam pelaporan keberlanjutan perusahaan tambang. Penelitian ini juga mengembangkan sebuah kerangka evaluasi greenwashing yang dirancang khusus untuk konteks pertambangan di Indonesia, yang dapat menjadi dasar teoretis dalam menilai keaslian dan integritas klaim keberlanjutan secara lebih ketat. Kerangka ini diharapkan dapat memperkuat transparansi, meningkatkan akuntabilitas, dan mendorong penelitian lanjutan mengenai pelaporan keberlanjutan dan praktik greenwashing.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PT INDOTEK BUANA KARYA DALAM MENAWARKAN SOLUSI KEAMANAN DATA KEPADA RUMAH SAKIT UNTUK KEPATUHAN TERHADAP UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN DATA PRIBADI (UU PDP)
Sektor kesehatan di Indonesia menghadapi tekanan yang semakin meningkat untuk memperkuat perlindungan data karena implementasi UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan meningkatnya ancaman keamanan siber. Rumah sakit diharuskan untuk melindungi data pasien yang sensitif, namun banyak yang kesulitan dengan anggaran terbatas, kesadaran keamanan siber yang rendah, dan proses pengambilan keputusan yang kompleks. Indoteksaft, sebagai penyedia solusi keamanan data, mengalami penurunan tingkat konversi di segmen rumah sakit meskipun permintaan regulasi yang kuat. Situasi ini menunjukkan kesenjangan antara kebutuhan pasar dan pendekatan pemasaran perusahaan yang ada. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran Indoteksaft dalam menawarkan solusi keamanan data kepada rumah sakit dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan rumah sakit untuk mengadopsi solusi tersebut. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan rumah sakit dan tim internal Indoteksaft, didukung oleh dokumen perusahaan dan data sekunder. Hasil wawancara dianalisis secara tematik untuk menangkap pola-pola kunci yang berkaitan dengan kesadaran, hambatan adopsi, proses pengambilan keputusan, dan harapan terhadap vendor keamanan siber. Temuan menunjukkan bahwa rumah sakit umumnya memiliki urgensi yang rendah dalam menangani kepatuhan keamanan data, meskipun persyaratan regulasi semakin meningkat. Kendala anggaran, proses pengadaan yang birokratis, dan keterbatasan kemampuan internal semakin memperlambat adopsi teknologi. Pada saat yang sama, rumah sakit sangat mementingkan kepercayaan, hubungan jangka panjang dengan vendor, dan panduan praktis dalam mematuhi peraturan perlindungan data. Kondisi ini mengharuskan Indoteksaft untuk beralih dari pendekatan penjualan yang berorientasi produk ke strategi pemasaran yang lebih konsultatif dan berbasis edukasi. Berdasarkan analisis, penelitian ini mengusulkan empat arah strategis utama untuk Indoteksaft di pasar rumah sakit: program edukasi regulasi, penjualan konsultatif, penggabungan solusi berbasis nilai, dan penguatan kemampuan serta kolaborasi tim penjualan. Strategi-strategi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi risiko yang dirasakan, dan menyederhanakan proses pengambilan keputusan bagi rumah sakit, sehingga meningkatkan tingkat konversi. Studi ini menyimpulkan bahwa menyelaraskan pendekatan pemasaran Indoteksaft dengan kebutuhan rumah sakit, realitas regulasi, dan penjualan B2B berbasis hubungan sangat penting untuk meningkatkan kinerjanya di sektor kesehatan. Dengan berfokus pada edukasi, pembangunan kepercayaan, dan penciptaan nilai, Indoteksaft dapat memperkuat posisinya sebagai mitra keamanan siber bagi rumah sakit dan mencapai pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di era regulasi perlindungan data.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PENJUALAN DI NISKALA ART DECORATION
Persaingan yang semakin ketat dalam industri dekorasi pernikahan di Indonesia menuntut pelaku usaha untuk memiliki proposisi nilai yang jelas serta strategi penargetan yang tepat. Meskipun menawarkan desain yang personal dan penggunaan material berkualitas, Niskala Art Decoration mengalami stagnasi pendapatan pada tahun pertama operasinya. Data internal menunjukkan jumlah inquiry pelanggan yang tinggi, namun tingkat konversi yang relatif rendah. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara minat pelanggan dan keputusan pembelian, yang mencerminkan ketidaksesuaian antara ekspektasi pelanggan, persepsi nilai, dan strategi pemasaran yang saat ini diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan bisnis internal dan eksternal, mengidentifikasi preferensi pelanggan terhadap elemen bauran pemasaran, menentukan segmen target yang potensial, serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan konversi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei terhadap calon pelanggan berusia 20–34 tahun di Bandung dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta analisis klaster. Analisis kualitatif meliputi evaluasi internal (STP saat ini, bauran pemasaran yang berjalan, dan VRIO) serta analisis eksternal (PESTEL, Porter’s Five Forces, dan analisis kompetitor). Seluruh temuan kemudian diintegrasikan menggunakan kerangka SWOT dan TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan proses layanan, transparansi nilai harga, dan kemampuan personalisasi produk merupakan faktor utama yang memengaruhi preferensi pelanggan. Segmen pelanggan yang berorientasi pada nilai teridentifikasi sebagai target utama. Berdasarkan temuan tersebut, Niskala disarankan menerapkan strategi focused differentiation melalui standardisasi proses, komunikasi nilai yang jelas, penajaman positioning, serta perbaikan bauran pemasaran untuk meningkatkan konversi dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
VISUALISASI BENTUK BUNGA WIJAYAKUSUMA DENGAN TEKNIK CROCHET PADA BENANG KATUN DENGAN PEWARNAAN ALAMI DARI LIMBAH MINERAL
Kriya tekstil sebagai bagian dari seni rupa terapan memiliki peran penting dalam mengintegrasikan nilai estetika, fungsi, dan keberlanjutan lingkungan. Dominasi bahan sintetis dan pewarna kimia dalam industri tekstil modern menimbulkan berbagai persoalan ekologis, sehingga mendorong eksplorasi material dan teknik alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian tugas akhir ini berfokus pada penciptaan karya kriya tekstil berbasis teknik crochet menggunakan benang katun dan pewarna alami dari limbah mineral, dengan bunga Wijayakusuma sebagai inspirasi visual utama karena nilai simboliknya yang kuat dalam budaya Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode praktik berbasis penciptaan dengan pendekatan eksploratif dan eksperimental, meliputi studi literatur, eksplorasi bentuk, eksperimen teknik crochet, serta pewarnaan alami pada benang katun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik crochet efektif dalam memvisualisasikan bentuk organik bunga Wijayakusuma, sementara pewarna limbah mineral menghasilkan karakter warna yang alami dan khas meskipun memiliki keterbatasan konsistensi. Kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan limbah mineral sebagai sumber pewarna alami dalam kriya crochet serta pengolahan simbolisme Wijayakusuma dalam konteks kriya tekstil kontemporer. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wacana kriya tekstil berkelanjutan dan menjadi referensi bagi praktik seni kriya yang berwawasan lingkungan dan berakar pada nilai budaya lokal.
PERANCANGAN BUSANA BERTEMA DISTOPIA MENGGUNAKAN TEKNIK REKA LATAR TEKSTIL
Penelitian ini mengangkat perancangan busana bertema distopia sebagai refleksi terhadap ketidakpastian, krisis sosial, dan degradasi lingkungan yang dihadapi manusia dalam konteks kehidupan kontemporer. Distopia dipahami sebagai gambaran kondisi masyarakat yang tidak stabil dan sarat kecemasan terhadap masa depan, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk visual busana. Perancangan ini menempatkan busana tidak hanya sebagai objek estetis, tetapi juga sebagai media naratif dan simbolik yang merepresentasikan isu-isu global serta pengalaman adaptasi manusia terhadap perubahan lingkungan dan sistem sosial. Melalui eksplorasi bentuk, siluet, dan detail visual, busana dirancang untuk menyampaikan pesan konseptual sekaligus tetap relevan dengan konteks fesyen kontemporer. Hasil karya ini menunjukkan bahwa busana memiliki potensi sebagai medium refleksi kritis yang mampu mengartikulasikan gagasan distopia secara visual, serta berkontribusi dalam memperluas wacana fesyen sebagai bentuk ekspresi budaya yang responsif terhadap dinamika sosial dan lingkungan.
PENGEMBANGAN HIDROGEL BERBASIS PATI TALAS (COLOCASIA ESCULENTA) YANG TERMUATI BIOFLAVONOID SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
Umbi talas sebagai sumber pangan memiliki kandungan gizi yang tinggi sudah banyak dimanfaatkan terutama di sentra-sentra penghasil talas. Selama ini, umbi talas hanya diolah dari umbi segar kemudian dijadikan tepung, talas kukus, keripik, atau bahan makanan lainnya, tanpa adanya perlakuan-perlakuan secara mikro seperti pemisahan metabolit sekunder atau primer. Padahal selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, umbi talas juga merupakan bahan alam yang potensial untuk dijadikan sumber alternatif polimer alami. Penggunaan polimer sudah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, salah satunya sebagai matriks dalam bentuk hidrogel. Hidrogel merupakan jaringan ikat silang polimer tiga dimensi yang dapat menyerap dan menahan air sekaligus mempertahankan struktur. Polimer sintetis sebagai bahan dasar hidrogel sudah banyak digunakan sejak jaman dahulu. Seiring berkembangnya zaman penggunaan polimer sintetis memiliki efek buruk terhadap lingkungan. Sehingga perlu adanya sumber alternatif polimer alami sebagai bahan dasar pembuatan hidrogel. Pati merupakan salah satu polimer alami sebagai bahan dasar hidrogel. Pada penelitian ini dilakukan isolasi pati talas serta sintesis hidrogel berbasis pati talas menggunakan metode freeze–thaw yang dimodifikasi melalui pembentukan ikat silang ganda (double network, DN). Isolasi pati talas dengan proses sentrifugasi menghasilkan kadar amilosa tertinggi sebesar 21,94%, yang berkontribusi terhadap peningkatan viskositas suspensi pati. Kelayakan pati sebagai bahan pangan ditunjukkan oleh hasil analisis proksimat berupa kadar air rendah, kadar glukosa di bawah ambang batas BPOM, dan tidak terdeteksinya lemak jenuh. Selain itu, keamanan produk dikonfirmasi melalui hasil analisis aflatoksin dan logam berat yang berada di bawah ambang batas regulasi. Penelitian ini secara umum terbagi dalam tiga tahapan utama, yaitu (i) isolasi pati talas, (ii) sintesis hidrogel pati talas dan modifikasi ikat silang melalui pembentukan jaringan ganda (DN), dan (iii) pemuatan bioflavonoid ke dalam hidrogel-DN. Pada tahap sintesis hidrogel, konsentrasi pati 9–14% menghasilkan struktur berpori dan berikat silang sebagaimana teramati melalui citra SEM dan pengukuran derajat pengembangan. Pati talas 14% menghasilkan sifat fisik dan tekstur paling unggul sebagai matriks penghantar. Melalui modifikasi ikat silang DN, pembentukan jaringan interpenetrating polymer network (IPN) antara pati dan glukomanan meningkatkan integritas ikatan silang serta kekuatan tekstur hidrogel yang dikonfirmasi oleh karakterisasi XRD, FTIR, SEM dan TPA. Pada tahap pemuatan bioflavonoid, hidrogel-DN menunjukkan sifat fisikokimia dan tekstur yang sesuai untuk aplikasi sistem penghantaran bioaktif. Hidrogel-bioflavonoid yang dihasilkan memiliki pelepasan senyawa aktif yang terkontrol dengan kapasitas pemuatan sebesar 26% dan efisiensi pemuatan mencapai 73,45%. Aktivitas antioksidan hidrogel sangat kuat, ditunjukkan oleh nilai IC?? sebesar 19,503 µg/mL dan persen inhibisi sebesar 82%. Hidrogel-bioflavonoid juga menunjukkan stabilitas yang baik sebagai pangan fungsional, dengan umur simpan masingmasing 63, 48, dan 44 hari pada suhu penyimpanan 10, 25, dan 35 °C. Temuan ini menunjukkan bahwa hidrogel berbasis pati talas dengan modifikasi ikat silang DN memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sistem penghantaran bioflavonoid dalam produk pangan fungsional yang memiliki aktivitas antioksidan dan berperan dalam peningkatan kesehatan.
PENGEMBANGAN HIDROGEL BERBASIS POLIMER ALAMI GLUKOMANAN DARI UMBI PORANG (AMORPHOPHALLUS MUELLERI BLUME) DAN POTENSI APLIKASINYA SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
Hidrogel berbasis biopolimer menawarkan peluang strategis dalam pengembangan pangan fungsional karena sifatnya yang biokompatibel, kemampuannya menyerap air, serta potensinya sebagai matriks penghantaran senyawa bioaktif. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan produk pangan yang tidak hanya bernilai gizi tetapi juga memiliki efek fisiologis tambahan, glukomanan dari umbi Amorphophallus muelleri Blume (porang) menawarkan prospek yang sangat menjanjikan. Tantangan utamanya terletak pada variasi kualitas bahan baku, mekanisme pembentukan jejaring hidrogel yang memerlukan kontrol presisi, serta kemampuan matriks untuk mempertahankan stabilitas bioaktif alami. Penelitian ini menyajikan suatu strategi terpadu yang mencakup optimasi ekstraksi glukomanan, sintesis hidrogel melalui mekanisme Freeze–Thaw (FT), rekayasa jejaring fisik–ionik–ganda, serta pemuatan ekstrak temulawak untuk menghasilkan sistem penghantaran bioaktif yang stabil, fungsional, dan berpotensi diaplikasikan pada produk pangan modern. Tiga metode ekstraksi diuji secara komprehensif, dan metode multi-tahap etanol menghasilkan glukomanan berkadar tinggi dengan kandungan abu serta kalsium oksalat terendah, viskositas larutan tertinggi, struktur morfologi granula yang lebih seragam dan pola kristalinitas yang konsisten sesuai hasil FTIR dan XRD. Glukomanan ini kemudian digunakan sebagai prekursor utama untuk sintesis hidrogel melalui mekanisme FT. Optimasi proses dilakukan menggunakan desain Box–Behnken yang dikombinasikan dengan model pembelajaran mesin (Gradient Boosting, AdaBoost, dan kNN). Hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi glukomanan, durasi pembekuan, dan jumlah siklus FT merupakan parameter dominan yang menentukan ukuran pori, derajat pengembangan, dan kekuatan mekanik hidrogel. Model statistik menunjukkan kecocokan sangat baik (R² 0,95–0,99), sementara integrasi pembelajaran mesin meningkatkan akurasi prediksi terutama untuk variabel respons yang sangat nonlinear, seperti diameter pori. Variasi jejaring kemudian dianalisis melalui pembentukan tiga tipe matriks: jejaring fisik, jejaring ionik berbasis sodium tripolyphosphate, dan jejaring ganda yang mengombinasikan keduanya. Jejaring tunggal fisik/single network (SN-Fisik) menampilkan pori yang saling terhubung dengan kapasitas pengembangan tinggi karena dominasi ikatan hidrogen. Jejaring tunggal ionik/single network (SN-Ionik) memperlihatkan struktur yang lebih rapat akibat kolaps, derajat pengembangan lebih rendah, dan tekstur yang lebih lembut. Sementara itu, jejaring ganda/double network (DN) menunjukkan stabilitas paling baik, pori lebih teratur, ketahanan mekanik lebih tinggi, dan respons pengembangan yang lebih terkendali. Hasil SEM, FTIR, Raman, dan XRD menunjukkan reorganisasi molekuler dan perubahan kristalinitas yang konsisten dengan mekanisme pembentukan masing-masing jejaring. Fungsionalisasi hidrogel dilakukan melalui pemuatan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) sebagai sumber senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Interaksi non-kovalen antara gugus hidroksil glukomanan dan senyawa bioaktif terdeteksi melalui pergeseran vibrasi pada spektrum FTIR dan Raman. Pemuatan ekstrak terbukti memodifikasi sifat hidrogel, terutama pada morfologi pori, kekuatan gel, dan kapasitas pengembangan. Uji pelepasan menunjukkan profil pelepasan terkontrol, di mana kecepatan difusi dipengaruhi oleh densitas jejaring fisik–ionik dan struktur pori internal. Aktivitas antioksidan dan antibakteri meningkat signifikan setelah pemuatan ekstrak, sementara uji biokompatibilitas in vitro menunjukkan respons yang tetap aman. Analisis fakta nutrisi mengungkap bahwa hidrogel glukomanan–temulawak memiliki kadar air tinggi, karbohidrat, protein dan lemak pada kadar sangat rendah, natrium minimal, serta nilai energi 165,36 kkal per 100 g. Profil ini konsisten dengan karakteristik bahan pangan rendah energi dan mendukung kelayakannya sebagai agen pembawa bioaktif untuk produk pangan fungsional. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi antara optimasi ekstraksi, rekayasa jejaring hidrogel, dan fungsionalisasi bioaktif mampu menghasilkan platform hidrogel glukomanan– temulawak yang stabil, aman, memiliki aktivitas biologis yang meningkat, dan berpotensi kuat untuk diaplikasikan dalam pengembangan pangan fungsional berbasis biomaterial lokal Indonesia.
PENILAIAN KUANTITATIF MANIPULASI LABA DAN KEKUATAN FUNDAMENTAL DI PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK MENGGUNAKAN BENEISH M-SCORE DAN PIOTROSKI F-SCORE (2019–2021; BASELINE 2018)
Tesis ini meneliti apakah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengalami perbaikan dalam pelaporan keuangan dan kondisi keuangan setelah skandal akuntansi tahun 2018. Penelitian ini menggunakan dua model, yaitu Beneish MScore dan Piotroski F-Score, untuk menganalisis periode 2019–2021. Beneish M- Score digunakan untuk melihat risiko manipulasi laba, sedangkan Piotroski FScore digunakan untuk mengukur kekuatan keuangan perusahaan berdasarkan profitabilitas, likuiditas, leverage, dan efisiensi. Penelitian ini menggunakan laporan keuangan yang telah diaudit dan pendekatan studi kasus. Tahun 2018 dijadikan sebagai tahun dasar, dan tiga tahun berikutnya dianalisis untuk melihat perubahan dalam kualitas pelaporan dan kinerja keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Beneish M-Score menurun setelah 2018, yang berarti risiko manipulasi laba menjadi lebih rendah. Namun, nilai tersebut masih tidak stabil pada tahun 2020–2021 karena dampak keuangan dari pandemi COVID-19. Hasil Piotroski F-Score menunjukkan bahwa fundamental keuangan Garuda Indonesia tetap lemah selama 2019–2021. Meskipun ada sedikit perbaikan pada beberapa aspek, seperti likuiditas dan efisiensi, skor keseluruhan tetap rendah. Ini berarti kondisi keuangan perusahaan belum pulih secara kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan pelaporan keuangan tidak diikuti oleh pemulihan kinerja keuangan yang nyata dan menegaskan pentingnya menggunakan kedua model secara bersama-sama untuk memahami kinerja perusahaan.