📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenFAKTOR EMISI PM10 DARI PEMBAKARAN TERBUKA SAMPAH DOMESTIK KOTA BANDUNG
Pembakaran sampah secara terbuka berpotensi memberikan kontribusi sebagai sumber partikulat di atmosfer. Pembakaran sampah secara terbuka terjadi pada temperatur rendah dan akan menghasilkan bermacam-macam polutan, salah satunya adalah partikulat yang berupa asap dan jelaga. Diketahui dari penelitian sebelumnya, 28,84 % dari penduduk kota Bandung melakukan pembakaran sampah secara terbuka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi dan karakteristik sampah yang dibakar, konsentrasi partikulat [PM10] dan kontribusi faktor-faktor pendukung lainnya terhadap konsentrasi [PM10] yang dihasilkan dari pembakaran sampah secara terbuka, mendapatkan faktor emisidan identifikasi awal logam yang dihasilkan dari pembakaran sampah secara terbuka. Sembilan puluh sampel sampah diambil dari tipe rumah berbeda sesuai dengan golongan sosial ekonomi. Pembagian sampel sampah dilakukan dengan menggunakan teknik probabilitas (random sampling dan stratified random sampling). Berdasarkan metode tersebut diperoleh pembagian jumlah sampel yang dibagi atas 23 sampel rumah mewah,32 sampel rumah menengah dan 35 sampel rumah sederhana.Pada penelitian ini dilakukan simulasi pembakaran sampah secara terbuka dengan menggunakan insinerator modular mini. Pembakaran dilakukan dengan dua kondisi temperatur berbeda, yaitu 250°C dan 850°C. Pengukuran emisi [PM10] menggunakan sampling probe. Dari hasil pengukuran, diperoleh konsentrasi [PM10] pada tipe rumah mewah (T250°C = 47,78 mg/m3 dan T850°C =76,87 mg/m3 ), rumah menengah (T250°C = 65,78 mg/m3 dan T850°C 89,62 mg/m3 ), dan rumah sederhana (T250°C = 81,34 mg/m3 dan T850°C = 151,00 mg/m3 ). Konsentrasi [PM10]850°C dari semua tipe rumah lebih besar dari konsentrasi [PM10]250°C karena pembakaran pada temperatur 850°C cenderung menghasilkan ukuran partikel halus (PM10) dibandingkan dengan partikel kasar (TSP). Dari hasil analisis diperoleh bahwa 37,7% [PM10] pada pembakaran sampah terbuka dipengaruhi oleh tipe rumah, temperatur, volume udara dan sampah organik .Faktor emisi yang dihasilkan dari rumah mewah adalah adalah (FE[PM10] 250°C =17,1 mg/kg dan FE[PM10] 850°C =26,5 mg/kg), rumah menengah (FE[PM10] 250°C =26,8 mg/kg dan FE[PM10] 850°C =36,4mg/kg),dan rumah sederhana (FE[PM10] 250°C =47,3 mg/kg dan FE[PM10] 850°C =65 mg/kg). Pada studi ini juga dilakukan identifikasi awal terhadap logam dari pembakaran sampah domestik Kota Bandung. Logam tersebut adalah Mg, Zn, K, Na, Fe,Ca, Al, Cr, Ni, Sb, Co, Pb, As, Cu, Cd, Mn, Hg dan Sn
ESTIMASI CADANGAN KLAIM ASURANSI UMUM MENGGUNAKAN MODEL PAID-INCURRED CHAIN
Penetapan cadangan klaim merupakan salah satu tugas utama aktuaris dalam industri asuransi umum. Metode Chain Ladder (CL) bersifat deterministik dan hanya bertumpu pada satu jenis data, sehingga tidak mampu mengintegrasikan informasi paid losses dan incurred losses secara bersamaan. Keterbatasan ini mendorong penerapan model Paid-Incurred Chain (PIC) dalam kerangka Bayesian stokastik, yang menggabungkan kedua sumber data secara simultan melalui bobot kredibilitas adaptif ???? sehingga estimasi cadangan secara fleksibel menyeimbangkan informasi paid dan incurred sesuai karakteristik data. Implementasi pada segitiga run-off 10×10 menghasilkan total cadangan 10.626.108 CHF dengan ????????????????12 analitik 389.496 CHF dan CV 3,67%. Model PIC terbukti menghasilkan ketidakpastian prediksi yang lebih rendah dibandingkan CL Paid (14,93%) maupun CL Incurred (4,27%), serta analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pendekatan Full Bayesian diperlukan ketika ketersediaan data terbatas.
PEMODELAN DINAMIKA HIPERAKTIVASI OTAK PADA OBSESSIVE-COMPULSIVE DISORDER MENGGUNAKAN MODEL KURAMOTO DAN MODEL WILSON–COWAN
Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) merupakan gangguan mental yang ditandai oleh obsesi (pikiran intrusif berulang) dan kompulsi (perilaku repetitif yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan). Berdasarkan studi neuroimaging, pasien penderita OCD mengalami aktivitas berlebih (hiperaktivasi) dan hipersinkronisasi pada sirkuit Cortico-Striatal-Thalamic-Cortical (CSTC). Tugas Akhir ini memodelkan dinamika patologis tersebut menggunakan dua pendekatan matematis: Model Wilson- Cowan untuk merepresentasikan aktivitas populasi neuron eksitatori dan inhibitori secara lokal, serta Model Kuramoto untuk merepresentasikan sinkronisasi fase antararea otak secara global. Dengan menggabungkan kedua model melalui mekanisme plastisitas sinaptik berbasis aturan Hebbian, diperoleh dua model integrasi, yaitu model efek tidak langsung, di mana perubahan bobot konektivitas memengaruhi kedua model secara terpisah, dan model efek langsung, di mana dinamika aktivitas dan fase saling memengaruhi secara eksplisit melalui siklus umpan balik tertutup. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model efek langsung memberikan representasi yang paling akurat dan relevan secara biologis, karena mampu menghasilkan siklus umpan balik antara hiperaktivasi dan hipersinkronisasi sekaligus mempertahankan osilasi latar belakang yang merepresentasikan aktivitas resting-state pada otak sehat.
PENGUKURAN HIDRO-AKUSTIK UNTUK DETEKSI ARUS DI TERUMBU KARANG PULAU GOSONGONGKAK KEPULAUAN SERIBU
Tugas akhir ini melakukan kajian terhadap hasil pengukuran arus di perairan Pulau Gosongcongkak selama satu siklus pasut pada saat pasang purnama. Pengukuran arus tersebut menggunakan instrumen hidro-akustik, yaitu Aquadopp profiler berfrekuensi 1000 kHz secara stasioner dari wahana apung. Berdasarkan hasil kajian, pola arah arus yang terjadi selama pengukuran cenderung konsisten ke arah tenggara dengan kecepatan sebesar 0.2 – 0.4 m/s. Keseragaman arus diukur berdasarkan perbandingan data arus tiap lapisan menggunakan data arus lapisan atas sebagai data pembanding. Tingkat keseragaman arus semakin rendah jika mendekati dasar perairan. Dominasi arus ke arah tenggara berhubungan erat dengan paparan morfologi terumbu karang yang membentuk saluran yang mengarah ke barat laut dan tenggara. Hasil rekonstruksi sinyal arus menggunakan Fast Fourier Transform menunjukkan bahwa pergerakan arus di stasiun pengamatan pada saat pengukuran didominasi oleh faktor non-pasut.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SISTEM KEPEMILIKAN LAHAN SECARA ADAT( STUDI KASUS : ADAT MINANGKABAU PROPINSI SUMATERA BARAT )
Dalam Keputusan Menteri Negara Agraria Nomor 5 Tahun 1999, hukum pertanahan adat diakui dan dihormati keberadaannya sepanjang pada kenyataannya masih ada dilakukan oleh masyarakat hukum adat yang bersangkutan menurut ketentuan hukum adat setempat. Namun peraturan dan undang-undang pertanahan nasional masih belum mengatur pertanahan adat secara terperinci baik segi legal maupun teknisnya. Mengingat terdapatnya perbedaan-perbedaan tatanan hukum pertanahan adat antara satu wilayah adat dengan wilayah adat lainnya maka diperlukan suatu kajian untuk mengidentifikasi karakteristik dari setiap hukum pertanahan adat. Dengan teridentifikasinya karakteristik dari hukum adat diharapkan dapat diformulasikan hukum pertanahan nasional yang berbasiskan hukum pertanahan adat yang dapat mengakomodir dan mewakili seluruh adat di Indonesia. Penelitan ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi aturan kepemilikan lahan berdasarkan hukum pertanahan adat yang berlaku menurut adat Minangkabau di Sumatra Barat. Kemudian dilakukan perbandingan karakteristik aturan kepemilikan lahan adat dengan menggunakan parameter karakteristik sistem kepemilikan lahan yang diadopsi dari sistem hukum pertanahan nasional.
PEMANFAATAN FILTER GAUSS UNTUK STUDI SPASIO TEMPORAL GEOID DARI DATA SATELIT GRACE
Satelit GRACE dapat mengamati variasi spasio temporal (bulanan) geoid, meskipun demikian data dari satelit GRACE tersebut masih mengandung kesalahan sehingga perlu dilakukan pereduksian noise atau gangguan sinyal. Pada tugas akhir ini, pereduksian noise tersebut dilakukan melalui proses filtering dalam domain spasial menggunakan Gaussian filter. Setelah dilakukan proses filtering menggunakan Gaussian filter, didapatkan bahwa fenomena variasi spasio-temporal geoid yang akan terungkap dari pemanfaatan Gaussian filter adalah akibat siklus hidrologi. Perubahan efek curah hujan terhadap perubahan undulasi geoid salah satunya dapat terlihat jelas pada wilayah Amazon.
PERBANDINGAN METODE INTERPOLASI SPASIAL UNTUK DATA KUALITAS UDARA
Kualitas udara dipengaruhi oleh sumber emisi. Salah satu contoh sumber emisi adalah kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor tersebut mengemisikan gas nitrogen dioksida (NO2) di jalan raya. Pengukuran kualitas udara dilakukan dengan menyebarkan alat-alat sampler konsentrasi kualitas udara di sepanjang jalan yang diamati. Penyebaran alat sampler tersebut dilakukan secara acak. Karena penyebaran alat sampler yang acak, data kualitas udara tersebut berupa data diskrit dan acak. Untuk mendapatkan informasi distribusi kualitas udara yang lengkap dan teratur secara spasial, diperlukan suatu metode interpolasi spasial. Sedangkan untuk memperoleh informasi kualitas udara menyerupai keadaan udara yang sebenarnya, diperlukan suatu metode interpolasi spasial terbaik. Metode interpolasi spasial terbaik didapatkan dengan membandingkan beberapa metode interpolasi spasial. Metode interpolasi yang dibandingkan adalah metode kriging, radial basis function, inverse distance to power, dan moving average. Hasil interpolasi dari keempat metode tersebut dibandingkan lewat uji ketelitian dan uji perbandingan dengan data hasil ukuran.. Dari hasil penelitian diperoleh metode interpolasi terbaik untuk mendapatkan informasi kualitas udara adalah metode kriging dan metode inverse distance to power.
STUDI INTRUSI AIR LAUT PADA PESISIR KOTA CIREBON DENGAN PENDEKATAN HIDROGEOKIMIA-ISOTOP DAN PEMODELAN HIDROGEOLOGI
Akuifer di wilayah pesisir Kota Cirebon memiliki kerentanan tinggi terhadap intrusi air laut akibat karakter material aluvial yang permeabel, tekanan pemanfaatan air tanah, serta pengaruh perubahan iklim berupa kenaikan muka air laut dan penurunan recharge. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keberlanjutan sumber daya air tanah pesisir sehingga perlu dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrogeokimia dan isotop akuifer tak tertekan di pesisir Kota Cirebon serta mengevaluasi dinamika intrusi air laut akibat pengaruh kenaikan muka air laut (sea level rise) dan perubahan recharge. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis hidrogeokimia dan isotop stabil (?¹?O dan ?²H) berdasarkan data sampling air tanah, air sungai, dan air laut, serta pemodelan numerik intrusi air laut menggunakan MODFLOW–SEAWAT. Pemodelan dilakukan dalam kerangka aliran air tanah bergantung densitas dengan klorida (Cl?) sebagai zat terlarut konservatif, melalui simulasi kondisi eksisting, skenario kenaikan muka air laut, pengurangan recharge, dan kombinasi keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air tanah akuifer tak tertekan di pesisir Kota Cirebon didominasi oleh fasies Mg–HCO?, dengan sebagian sampel menunjukkan fasies Na–Cl atau tipe campuran. Analisis isotop stabil mengindikasikan sumber air meteoritik dengan indikasi pencampuran air laut pada beberapa sampel, yang ditunjukkan oleh fraksi air laut sebesar 1,06–47,16%. Pemodelan numerik berhasil merepresentasikan kondisi intrusi air laut dengan baik (r = 0,992; R² = 0,976), menunjukkan jarak maksimum intrusi mencapai 1,1 km di permukaan dan 1,2 km pada kedalaman 150 m dengan pola saltwater wedge. Simulasi tahun 2050 menunjukkan bahwa penurunan recharge dan kenaikan muka air laut sebesar 0,55 m mendorong perluasan intrusi air laut hingga 402–452 m di permukaan dan mencapai 650 m pada kedalaman 150 m. Luas area terdampak intrusi meningkat dari 5,66 km² menjadi 6,65–6,72 km² (17,53–18,77%), yang menunjukkan meningkatnya kerentanan akuifer pesisir Kota Cirebon terhadap penurunan recharge dan kenaikan muka air laut.
DAMPAK FISIK DAN LINGKUNGAN WISATA KULINER LENGKONG STREET FOOD BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT SEKITARNYA DENGAN PENDEKATAN IMPORTANCE - PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)
Wisata Kuliner Lengkong Street Food terletak pada Jalan Lengkong Kecil, Kelurahan Paledang, Kota Bandung, berkembang pesat sejak 2020, pedagang memanfaatkan trotoar dan bahu jalan sebagai lapak berjualan. Perkembangan masif ini berpotensi menimbulkan dampak fisik dan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar, namun belum ada penelitian yang mengidentifikasinya secara komprehensif berdasarkan persepsi masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak fisik dan dampak lingkungan akibat Wisata Kuliner Lengkong Street Food berdasarkan persepsi masyarakat sekitarnya, sekaligus menyusun arahan pengembangan kawasan. Metode yang dipilih terdiri dari mixed methods bersifat deskriptif serta pendekatan demand-oriented. Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 111 responden warga Kelurahan Paledang dan wawancara dengan pihak kelurahan. Analisis dilakukan menggunakan Importance - Performance Analysis (IPA), statistik deskriptif, serta kualitatif deskriptif. Keluaran dari penelitian memperlihatkan jika dampak fisik adalah mayoritas yang menempati kategori memerlukan penanganan prioritas, terutama terkait gangguan fungsi trotoar dan badan jalan akibat lapak pedagang, ketidaktersediaan area parkir, serta rendahnya kenyamanan pejalan kaki. Sebaliknya, seluruh indikator dampak lingkungan dinilai sudah ideal sehingga perlu untuk dipertahankan, mencakup tata kelola persampahan, kebersihan setelah operasional dan kenyamanan tinggal, yang terjaga karena koordinasi dengan Dinas terkait serta kepatuhan pedagang terhadap batas jam operasional. Temuan ini menjadi kebaruan penelitian karena berbeda dari dampak lingkungan yang umumnya terjadi pada wisata kuliner perkotaan. Penelitian ini ikut memengaruhi pada ilmu perencanaan wilayah dan kota dalam memahami transformasi ruang jalan akibat pertumbuhan ekonomi informal berbasis persepsi masyarakat
EVALUASI PERAN TANAH PENUTUP TERHADAP RISIKO KONTAMINAN AIRTANAH DI TPPAS SARIMUKTI, KABUPATEN BANDUNG BARAT
TPPAS Sarimukti memiliki proses penimbunan sampah dengan sistem open dumping yang pada umumnya menghasilkan pencemar berupa air lindi sehingga dapat menyebabkan pencemaran air di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konduktivitas hidrolik dan kualitas airtanah serta air permukaan di sekitar TPPAS Sarimukti serta mengevaluasi efektivitas lapisan tanah penutup dalam menekan potensi pembentukan dan pergerakan lindi berdasarkan data kimia air dan pola aliran airtanah. Data yang digunakan merupakan data primer berupa data infiltrasi yang diolah menjadi konduktivitas hidrolik dan data kimia air berupa nilai konsentrasi total dissolved solid (TDS) dan klorida (Cl-). Berdasarkan hasil interpolasi nilai konduktivitas hidrolik, sampel airtanah pada titik SP2 berada pada zona dengan nilai konduktivitas hidrolik tanah yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan titik airtanah lainnya (SP1 dan SP3). Begitupun dengan nilai konsentrasi TDS dan Cl- pada titik SP2. Sehingga, adanya kecenderungan awal yang mengindikasikan adanya hubungan potensial peningkatan nilai konsentrasi TDS dan Klorida seiring meningkatnya nilai konduktivitas hidrolik tanah. Selain itu, lapisan tanah penutup dengan ketebalan yang relatif terbatas yaitu sebesar 50 cm yang dikombinasikan dengan nilai konduktivitas hidrolik sebesar 10-5 – 10-4 cm/detik sehingga masih memungkinkan air hujan berpotensi meresap ke dalam timbunan sampah dan membentuk lindi. Peningkatan konsentrasi TDS dan klorida pada airtanah serta pola aliran airtanah dari TPPAS menuju titik pengamatan menunjukkan adanya potensi pergerakan lindi menuju sistem airtanah. Selain itu, kontribusi dari air sungai perlu dipertimbangkan, mengingat hasil pengolahan lindi dialirkan ke badan sungai yang berpotensi berinteraksi dengan sistem airtanah.
PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO CURUG CINULANG
Pertumbuhan penduduk Provinsi Jawa Barat yang mencapai 1,83% per tahun mendorong peningkatan kebutuhan energi listrik yang signifikan, sementara Indonesia berkomitmen memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 51,6% pada 2030 berdasarkan RUPTL PLN 2021–2030. Curug Cinulang di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, yang terletak pada elevasi 815–1.099 m dpl dengan populasi sekitar 121.813 jiwa, memiliki potensi hidrologis yang belum dimanfaatkan sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Penelitian ini bertujuan merancang komponen sipil PLTMH yang memenuhi standar teknis serta layak secara ekonomi. Metodologi yang diterapkan meliputi analisis hidrologi menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III dan metode F.J. Mock untuk mendapatkan debit banjir rencana dan debit andalan, perancangan komponen bangunan sipil (bendung, intake, kantong lumpur, saluran pembawa, kolam penenang, pipa pesat, saluran pembuang), serta analisis kelayakan ekonomi menggunakan parameter NPV, IRR, BCR, dan payback period. Tiga alternatif skema tata letak dievaluasi secara teknis dan ekonomis. Hasil analisis hidrologi menghasilkan debit banjir rencana Q??? sebesar 49,98 m³/s dan debit andalan Q?? sebesar 0,281 m³/s. Skema 1 dipilih sebagai skema terpilih dengan head efektif 17,74 m, menghasilkan daya sebesar 37,69 kW dan produksi energi tahunan 231.085 kWh. Bendung direncanakan dengan lebar efektif 21,6 m dan terbukti aman terhadap geser dan guling pada kondisi normal maupun banjir. Turbin terpilih adalah tipe Cross-Flow dengan efisiensi 77%. Biaya konstruksi Skema 1 sebesar Rp1.731.424.144,07 dengan net cashflow Rp277.799.075,21 per tahun, menghasilkan NPV positif sebesar Rp480.781.042,55, IRR 15,08%, BCR 1,28, dan payback period 6,23 tahun, sehingga proyek dinyatakan layak secara ekonomi.
DESAIN KONSEPTUAL BAHAN BAKAR PWR THO2UO2 HOMOGEN BERUMUR PANJANG DENGAN RACUN BAKAR PA231 DAN NP237 MENGGUNAKAN KODE OPENMC
Penelitian ini mengevaluasi desain konseptual neutronik bahan bakar untuk PWR modular kecil dengan siklus torium menggunakan simulasi Monte Carlo OpenMC. Model yang digunakan adalah sel pin tak hingga pada kisi persegi berbasis geometri PWR, dengan bahan bakar homogen ThO2UO2 yang merepresentasikan Th232 sebagai isotop fertil dan U233 sebagai isotop fisil utama. Racun bakar homogen Pa231 dan Np237 juga diuji masingmasing dalam bentuk PaO2 dan NpO2. Simulasi pembakaran dilakukan selama 3600 hari pada rapat daya volumetrik konstan 50 kW/L dengan temperatur dan densitas material tetap. Survei parametrik mencakup fraksi volume bahan bakar 33,2 %–60,0 %, fraksi atomik awal UO2 4,0 ao%–6,0 ao%, fraksi atomik awal PaO2 0,5 ao%–2,0 ao%, dan fraksi atomik awal NpO2 0,5 ao%–1,0 ao%. Hasil menunjukkan bahwa fraksi volume bahan bakar yang lebih besar menurunkan faktor multiplikasi awal, mendatarkan evolusi faktor multiplikasi selama pembakaran, mengeraskan spektrum neutron, dan meningkatkan kecenderungan konversi Th232 menjadi U233. Fraksi awal UO2 yang lebih tinggi meningkatkan faktor multiplikasi, tetapi tidak selalu mendukung konservasi U233 ataupun rasio konversi yang lebih tinggi. Penambahan Pa231 ataupun Np237 menurunkan reaktivitas awal dan dapat meningkatkan rasio konversi U233, dengan Pa231 menunjukkan penyerapan yang lebih kuat dan kecenderungan yang lebih besar untuk meningkatkan konversi dalam rentang yang diuji. Dalam keterbatasan model sel pin tak hingga, temperatur tetap, serta ketiadaan analisis teras penuh dan termalhidraulik, hasil ini memberikan landasan neutronik awal bagi kajian lanjutan mengenai bahan bakar homogen ThO2UO2 dengan racun bakar untuk aplikasi PWR dengan pembakaran panjang.
ANALISIS STRUKTUR-SIFAT FOTOLUMINESENSI CARBON DOTS (CDS) MELALUI MACHINE LEARNING BERBASIS LITERATURE MINING TERINTEGRASI LARGE LANGUAGE MODELS (LLMS)
Studi ini menggabungkan literature mining berbasis large language models (LLMs) GPT-5 Mini dan pendekatan rule-based (regex) dengan pemodelan Artificial Neural Network (ANN) untuk menganalisis N-CDs sebagai struktur utama dengan variasi co-dopan heteroatom. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan literature mining ini sangat efektif, mencapai akurasi 91,73%. Kumpulan data yang telah diseleksi tersebut dimanfaatkan dalam kerangka kerja machine learning (ML) untuk menyelidiki hubungan struktur-sifat yang mengatur perilaku fotoluminesensi, yaitu warna emisi sebagai deskriptor praktis dalam aplikasi CDs. Hasil ANN menunjukkan bahwa pergeseran warna emisi terutama ditentukan oleh parameter yang berkaitan dengan carbon, khususnya komposisi karbon (%C), yang secara tidak langsung mencerminkan fitur struktural seperti konjugasi dan delokalisasi elektron ???? yang terkait dengan modulasi celah pita dan pergeseran emisi. Selain itu, nitrogen memodulasi perilaku emisi melalui fungsionalitas dan konfigurasinya pada permukaan, yang memengaruhi keadaan surface states serta jalur rekombinasi elektron-hole. Sementara itu, co-dopan tambahan juga memengaruhi pergeseran emisi, namun hanya bersifat sebagai modulator. Pendekatan ini menekankan potensi strategi berbasis data dalam menghubungkan informasi eksperimental dari literatur dengan pemahaman fisik terhadap material.
ANALISIS DERET WAKTU DARI DATA PENGAMATAN DEFORMASI KERAK BUMI MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE MOVING AVERAGE (ARMA)
Secara umum data deret waktu GPS mempunyai bentuk pola berupa pola linier, musiman, dan irregular (tidak beraturan). Pola musiman dan irregular tersebut harus dieliminasi sehingga data yang dihitung hanya merupakan pola dari pergerakan lempeng bumi. Metoda Autoregressive moving average (ARMA) diaplikasikan untuk memodelkan pola irregular deret waktu koordinat stasiun GPS. Sebelum proses ARMA, perlu dilakukan reduksi terhadap komponen linier (trend) dan musiman (seasonal). Reduksi komponen trend menggunakan regresi linier sederhana, sedangkan reduksi komponen seasonal menggunakan polinomial trigonometri. Dari hasil hitungan vektor kecepatan horizontal menggunakan data mentah dan improved ARMA diperoleh selisih pergeseran antara 0,0006 m sampai 0,0023 m, kecuali untuk stasiun JAMB selisih mencapai 0,008 m dan mengalami penurunan simpangan baku sebesar 0,0035 m sampai 0,0044 m. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode ARMA berpengaruh signifikan dalam pereduksian noise dan tidak berpengaruh signifikan dalam hitungan vektor kecepatan horizontal.
STUDI PENGARUH PANJANG BASELINE TERHADAP KETELITIAN SURVEI BATIMETRI MENGGUNAKAN METODA GPS REAL TIME
Survei batimetri merupakan salah satu dari pekerjaan hidrografi untuk keperluan kerekayasaan ataupun keperluan praktis. Ketelitian suatu survei batimetri tidak terlepas dari peranan GPS yang dapat mencatat suatu titik koordinat posisi dengan tingkat akurasi cukup tinggi. Alat GPS merupakan alat yang paling sesuai untuk digunakan dalam kegiatan survei batimetri karena sistemnya dapat menerima data posisi secara real-time dengan diterapkannya metode differential positioning. Dengan menggunakan metode diferensial ini, GPS membutuhkan suatu acuan stasiun referensi dengan jarak baseline yang sesuai agar ia dapat memberikan ketelitian posisi yang baik pada saat dilakukan kegiatan survei secara real time di mana data koordinat yang diperoleh harus bisa digunakan seketika itu juga. Dengan adanya variasi lokasi stasiun referensi dari area survei, maka akan bisa dianalisis pengaruh jarak baseline terhadap ketelitian pengamatan dengan GPS. Di dalam tugas akhir ini akan dianalisis mengenai ketelitian komponen posisi horizontal, yaitu standar deviasi arah timur-barat dan standar deviasi arah utara-selatan terhadap panjang baseline. Baseline yang diteliti memiliki panjang 100 km, 76 km, 51 km, 34 km, dan 9 km. Skenario pengolahan data yang dilakukan ada dua, yaitu melakukan pengolahan data titik diam secara kinematik dan pengolahan data titik yang bergerak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa perubahan tingkat ketelitian yang diberikan oleh masing-masing pengamatan cenderung bervariasi seiring dengan pertambahan jarak baseline karena disimulasikan dalam keadaan real time. Dengan menggunakan pemodelan secara matematis, yaitu pendekatan regresi linier dan eksponensial, perubahan tingkat ketelitian itu bisa digambarkan dan nantinya dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk melakukan survei batimetri secara real time.