📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

MENINGKATKAN KINERJA PENJUALAN MELALUI SEGMENTASI PELANGGAN BERBASIS DATA: PENDEKATAN K-MODES DI DEALER SEPEDA MOTOR INDONESIA

Salah satu dealer motor Honda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah kesulitan memenuhi target penjualan yang fluktuatif, karena hanya dua dari sepuluh bulan yang mencapai target pada tahun 2025. Segmentasi pasar yang buruk menyebabkan strategi penjualan yang tidak berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan segment pasar yang berbeda berdasarkan transaksi bisnis mereka, (2) menemukan segmen pasar yang berdasarkan beberapa kriteria, yang meliputi profitabilitas, pangsa pasar, dan pertumbuhan, dan (3) merumuskan rencana penjualan yang efektif untuk setiap segmen pasar sehingga dapat meningkatkan kinerja penjualan mereka saat ini. Pendekatan CRISP-DM denan metode analisis dua fase digunakan pada 4,289 data penjualan dari januari 2022 hingga Oktober 2025. Fase pertama melibatkan algoritma K-Modes pada enam variable kategorikal, mengidentifikasi nilai K optimal (K=3), menggunakan Teknik triangulasi Elbow Method, Silhouette Score, dan Davies-Bouldin Index dilanjutkan dengan fase kedua melibatkan MCDM-TOPSIS. Kerangka validasi berlapis diterapkan yang mencakup analisis pra-cluster (Cramér's dan Chi Square), stabilitas algoritma (Bootstrap ARI 0.489), uji signifikansi statisti (Kruskal-Wallis p<0.0001), analisis diskriminan (LDA), penilaian profitabilitas, temporal analysis (MAPE 6,93%), analisis sensitivitas TOPSIS (6 skenario). Analisis tersebut menemukan 3 kluster pelanggan yang berbeda: Klaster 0 (Pembeli Tunai Scoopy, pangsa pasar 63,3%, keuntungan Rp 629,000 per pelanggan, CAGR -1.4%), Klaster 1 (Pembeli Kredit Scoopy, pangsa pasar 21.9%, keuntungan Rp 596,000 per pelanggan, CAGR +3.8%), dan Klaster 2 (Pembeli Tunai Beat, pangsa pasar 14.8%, keuntungan Rp 367,000 per pelanggan, CAGR +31.4%). TOPSIS mengidentifikasi Klaster 2 sebagai segmen prioritas tertinggi (Skor 0.565, Peringka 1) meskupun keuntungan per pelanggan rendah. Analisis sensitivitas mengkonfirmasi kekokohan peringkat dengan stabilitas 66.7% (bobot scenario 4/6). Dealer sepeda motor disarankan untuk mengadopsi pendekatan alokasi sumber daya yang tersegmentasi, dengan investasi 60% pada segmen pertumbuhan tertinggi (Klaster 0) melalui penetrasi pasar yang agresif, 30% pada segmen dengan margin tinggi (Klaster 0) untuk pemeliharaan defensive, dan 10% pada segment stabil (Klaster 1).

2026
👤 Penulis: Adelia Azka Sofia
🏷️ Segmentasi Pasar 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KUANTIFIKASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FENOLIK PADA PAKCOY (BRASSICA RAPA L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK WICK SYSTEM MENGGUNAKAN LARUTAN NUTRISI AB-MIX, EMULSI IKAN, DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC)

Peningkatan jumlah penduduk, alih fungsi lahan, dan urbanisasi membawa dampak buruk yang nyata terhadap kehidupan masyarakat perkotaan. Terbatasnya ruang budidaya pertanian yang menyebabkan keterbatasan bahan pangan dan peningkatan penggunaan kendaraan bermotor menghasilkan radikal bebas yang berbahaya bagi lingkungan. Inovasi pertanian seperti sistem hidroponik mampu menjawab tantangan tersebut karena mampu memanfaatkan lahan sempit masyarakat perkotaan. Namun, penggunaan pupuk sintetis yang umum digunakan pada system hidroponik seperti AB-mix menimbulkan isu keberlanjutan dan Kesehatan. POC NASA dan pupuk emulsi ikan hadir sebagai alternatif organic yang kaya nutrisi, mendukung pengelolaan limbah pertanian, dan mampu memproduksi tanaman yang lebih kaya akan antioksidan. Pakcoy (Brassica rapa L. Var. Nauli F1) dipilih sebagai komoditas karena nilai gizinya yang tinggi, permintaan konsumsi besar, dan waktu produksi yang singkat. Untuk mengetahui jumlah kapasitas antioksidan yang dihasilkan, dilakukan pengujian terhadap aktivitas antioksidan dan kadar total fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaplikasi AB-mix, POC NASA, dan Pupuk Emulsi Ikan terhadap aktivitas antioksidan dan total senyawa fenolik tanaman pakcoy (Brassica rapa L. Var. Nauli F1) pada sistem hidroponik wick system. Penelitian dilakukan di Screenhouse, Laboratorium Rekayasa Sistem Produksi dan Biomassa dan Laboratorium Isolasi dan Analisis Bahan Alam Labtek IA ITB Jatinangor sejak Juni hingga Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yaitu P1 (Ab-mix), P2 (POC NASA), dan P3 (Pupuk Emulsi Ikan) yang diulang sebanyak enam kali. Dosis POC NASA dan pupuk emulsi ikan yang digunakan, telah dilakukan pendekatan terhadap larutan AB-mix 1300 ppm dengan cara menyetarakan kandungan nitrogen pada larutan tersebut. Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji homogenitas. Data yang tidak homogen akan dilanjutkan dengan pengujian Welch ANOVA dan uji lanjut Games-Howell pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter total senyawa fenolik menunjukkan hasil terbaik pada perlakuan pupuk emulsi ikan yaitu 547,9 ± 275,28 GAE/100g, hasil tersebut berbeda nyata terhadap perlakuan AB-mix dan berbeda tidak nyata terhadap perlakuan POC NASA. Hasil pengujian aktivitas antioksidan pada perlakuan AB-mix menunjukkan hasil IC50 terbaik yaitu 50,4 ?g/ml, hasil tersebut berbeda tidak nyata terhadap kedua perlakuan lainnya. Penggunaan alternatif nutrisi AB-mix yaitu POC NASA dan pupuk emulsi ikan menghasilkan total kandungan senyawa fenolik yang lebih tinggi namun hasil aktivitas antioksidan yang lebih rendah. Penerapan sistem hidroponik dengan menggunakan larutan organik perlu disesuaikan dengan kondisi larutan nutrisi organik yang memerlukan oksigen dan proses mineralisasi untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal.

2026
👤 Penulis: Mohammad Prakarsa Hidayatullah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STRATEGI PENINGKATAN AKSES AIR MINUM PERPIPAAN DI DKI JAKARTA MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS

Untuk mendukung ketercapaian target 100% akses air minum perpipaan di Kota Jakarta, pemerintah telah menetapkan berbagai strategi. Namun, aksesibilitas air perpipaan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari aspek teknis maupun nonteknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor- faktor tersebut sehingga dapat memberikan intervensi yang tepat sasaran sesuai keadaan aktual Kota Jakarta. Pendekatan sistem dinamik digunakan untuk mensimulasikan dan memodelkan interaksi antara variabel-variabel utama selama periode 10 tahun (2028-2038) menggunakan diagram lingkaran sebab-akibat dan diagram aliran-stok, yang diikuti dengan validasi statistik. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario strategi intervensi yang berdiri sendiri menghasilkan tingkat efektivitas yang bervariasi, dengan skenario optimalisasi sistem penyaluran mencapai persentase pelanggan tertinggi (85%), diikuti oleh skenario aspek ekonomi (56%), skenario aspek lingkungan (55%), dan pengembangan sumber daya manusia (53%). Kombinasi skenario menunjukkan dampak yang lebih kuat melalui sinergi lintas sektor. Kombinasi aspek teknis dan sosial menghasilkan persentase pelanggan 86% pada tahun 2038, sementara kombinasi aspek lingkungan dan ekonomi mencapai 61%. Skenario yang mengintegrasikan empat aspek mencapai 98% persentase pelanggan pada mulai tahun 2038. Hasil ini menyoroti pentingnya peran kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat perluasan jaringan air pipa. Studi ini menyediakan skenario intervensi yang dapat mendukung pemerintah daerah Jakarta dalam meningkatkan konektivitas masyarakat ke jaringan air pipa.

2026
👤 Penulis: Inayah Wiji Utami
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

DIVERSIFIKASI DANVALIDASIPREDIKSISERTA PERHITUNGAN VALUE-AT-RISK BESAR KLAIM ASURANSI KESEHATAN

Akurasi modelrisikountukprediksibesarklaimdapatditingkatkandenganproses diversifikasidanvalidasi.Diversifikasimodeldilakukandenganmelibatkan sejumlah parameteryangmemengaruhibesarklaimmelaluimodellinearterampat. Model yangterdiversifikasidibangunberdasarkandatahistorisuntukklaim asuransi dandapatdivalidasimenggunakandatalainnya.Hasilpenelitian menunjukkan bahwamodelterdiversifikasidapatmemprediksiaspek-aspek tertentu denganlebihbaikdibandingkanmodelhomogen(sebelumdiversifikasi). Value-at-Risk (VaR)digunakansebagaiukuranrisikodarimodel.Karenasebagian besar klaimbernilainol,ukuranVaRdimodifikasi.Selainitu,nilaiinijuga dinyatakanbergantungbeberapaparameteruntukVaRpadamodelrisiko terdiversifikasidanyangtelahdiverifikasi.

2026
👤 Penulis: Dean Hartono
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

HYBRID MARKETPLACE: REINVENTING PASAR TANAH ABANG DENGAN PENDEKATAN CROSS CHANNEL BEHAVIOUR

Di era digital, pasar tekstil konvensional menghadapi kesulitan untuk mempertahankan relevansinya karena perubahan perilaku belanja produk fashion masyarakat yang beralih ke platform online. Online shop menawarkan kemudahan dan kenyamanan yang membuat pasar tekstil konvensional terabaikan karena pedagang pasar memiliki keterbatasan dalam mengembangkan kapabilitas bisnis, terutama terkait kemampuan digital, yang menghambat kemampuan mereka untuk beradaptasi dan bersaing secara efektif. Pasar Tanah Abang, pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara yang memiliki nilai sejarah dan identitas yang kuat, juga menghadapi tantangan besar dari perubahan perilaku masyarakat tersebut. Sehingga dalam konteks perancangan ini, Pasar Tanah Abang menjadi model bagaimana pasar tekstil konvensional dapat berkembang dengan memanfaatkan identitasnya untuk menjembatani kesenjangan antara keahlian pedagang dan perubahan perilaku berbelanja masyarakat di era modern. Tesis ini mengusulkan transformasi radikal bagi eksistensi pasar secara fisik dengan mendefinisikan ulang bahwa pasar bukan hanya sebagai ruang transaksi jual-beli, namun juga sebagai ruang sosial yang memfasilitasi interaksi dan transfer pengetahuan. Tesis ini berusaha untuk menunjukkan bahwa kerentanan pasar tekstil konvensional tidak hanya berkaitan dengan elemen spasial, tetapi juga dipengaruhi oleh praktik ekonomi dan sosial yang menuntut pedagang untuk menjadi agen yang aktif berperan terhadap perubahan perilaku belanja di pasar. Hybrid Marketplace berperan sebagai katalis yang mendukung pengembangan literasi digital dan kemampuan adaptasi pedagang dalam menghadapi industri fashion yang fast-paced dan trend-driven. Untuk menciptakan pengalaman belanja yang baru, Hybrid Marketplace menggunakan cross-channel behavior sebagai pendekatan desain dengan interaksi sosial dipahami sebagai manifestasi integrasi antara pengalaman digital dan fisik dalam penciptaan lingkungan pasar yang baru. Pasar direkonseptualisasikan sebagai integrasi antara dimensi fisik dan digital, di mana arsitektur bertindak sebagai hasil translasi perilaku pasar secara virtual ke dalam pengalaman spasial dalam lingkungan fisik. Tesis ini merumuskan tipologi pasar tekstil konvensional yang selama ini dipahami sebagai ruang dengan fungsi tunggal, dengan mengusulkan sebuah ruang multifungsi di mana dimensi ekonomi, sosial, dan edukasi informal memproduksi ruang pasar yang kolaboratif. Pendekatan ini memungkinkan pasar tekstil tetap eksis dan relevan dalam lingkungan industri fashion yang dinamis, sekaligus menciptakan pengalaman hybrid yang merekonfigurasi relasi antar pelaku usaha, memperluas ekosistem komunitas, selagi menjaga identitas budaya dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dan perubahan kebutuhan masyarakat.

2026
👤 Penulis: Akira Nuril Shafira
🏷️ Hybrid Marketplace 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Digitalisasi Pasar

INTEGRASI PERAMALAN PERMINTAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL PADA DISTRIBUTOR MRO: STUDI KASUS PADA PT LIMA PUTRA JAYA

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor Pemeliharaan, Perbaikan, dan Operasi (MRO), seperti PT Lima Putra Jaya, sering mengalami inefisiensi operasional akibat manajemen inventaris yang berbasis intuisi. Praktik ini menyebabkan kerugian finansial yang signifikan akibat kelebihan stok (overstock), stok mati (deadstock), dan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan kerangka kerja manajemen inventaris yang sistematis dan berbasis data. Menggunakan metodologi studi kasus kuantitatif dengan data historis perusahaan selama 32 bulan, penelitian ini mengklasifikasikan pola permintaan menggunakan Matriks Kategorisasi Syntetos-Boylan dan mengevaluasi berbagai model peramalan deret waktu (time-series forecasting) serta Metode Croston dan Metode SBA (Syntetos-Boylan Approximation) untuk memprediksi permintaan produk. Model dengan error terkecil kemudian digunakan untuk menghitung parameter pengendalian inventaris yang optimal, termasuk Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), dan Safety Stock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan menawarkan peningkatan finansial yang signifikan dibandingkan pendekatan berbasis intuisi saat ini. Implementasi parameter yang dioptimalkan diperkirakan dapat melepaskan modal kerja yang tertahan (frozen working capital) sebesar Rp 604,328,150. Angka ini merepresentasikan jumlah kas yang dapat dilepaskan dari penghapusan inventaris berlebih ke tingkat yang optimal. Selain itu, sistem ini diproyeksikan dapat menghemat Rp 113,555,196 setiap tahun dalam biaya inventaris, yang merupakan pengurangan biaya operasional rutin yang mencerminkan peningkatan efisiensi sebesar 85.7 persen..

2026
👤 Penulis: Mateo Nathaniel Tarigan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Peramalan

BAGAIMANA AKTIVITAS PEMASARAN MEDIA SOSIAL DI INSTAGRAM MEMBENTUK PERCEIVED VALUE, PERCEIVED QUALITY, DAN KEPERCAYAAN UNTUK MENDORONG NIAT PEMESANAN: STUDI KASUS DESIGN THINKING PADA GRADBYAUNEE DI BANDUNG

Industri fotografi wisuda outdoor di Indonesia berkembang sebagai ekosistem jasa kreatif berbasis freelance yang sangat bergantung pada media sosial sebagai saluran utama untuk penemuan, evaluasi, dan inisiasi transaksi. Untuk jasa berbasis pengalaman seperti fotografi wisuda, Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media portofolio, tetapi juga sebagai ruang evaluasi tempat calon pelanggan menilai kualitas layanan, kredibilitas, dan nilai yang dirasakan sebelum memutuskan untuk melakukan kontak. Gradbyaunee, penyedia jasa fotografi wisuda outdoor yang beroperasi di Jakarta, Bandung, dan Semarang, mengalami penurunan kinerja pemesanan yang signifikan di pasar Bandung selama periode 2024-2025, meskipun kinerja di kota lain relatif stabil. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan tingkat inquiry yang masih cukup tinggi, sehingga mengindikasikan adanya kesenjangan antara eksposur media sosial dan konversi pemesanan yang aktual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengapa aktivitas pemasaran media sosial Gradbyaunee belum mampu membentuk perceived value, perceived quality, dan trust yang kuat di kalangan audiens Bandung, serta bagaimana persepsi tersebut memengaruhi kepuasan pelanggan dan niat pemesanan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi elemen aktivitas pemasaran media sosial yang paling berpengaruh dalam membentuk persepsi tersebut sepanjang perjalanan pelanggan dari Instagram hingga keputusan pemesanan. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan dengan mengadopsi metodologi Design Thinking yang diintegrasikan dengan kerangka Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Aktivitas pemasaran media sosial diposisikan sebagai stimulus, perceived value, perceived quality, dan trust sebagai organism, serta booking intention sebagai response. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan calon pelanggan dan pelanggan terbaru di Bandung, dengan fokus pada persepsi mereka terhadap konten Instagram Gradbyaunee, pengalaman inquiry, dan proses pengambilan keputusan. Temuan wawancara tersebut kemudian dilengkapi dengan sesi pengujian prototipe untuk mengevaluasi perubahan persepsi sebelum dan sesudah penerapan intervensi desain yang ditujukan untuk meningkatkan kejelasan komunikasi dan kesiapan pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya konversi pemesanan tidak terutama disebabkan oleh sensitivitas harga atau keraguan terhadap kualitas layanan, melainkan oleh komunikasi proposisi nilai yang kurang jelas, lemahnya isyarat lokalisasi, serta terbatasnya konten interaktif di media sosial. Meskipun portofolio visual dan konsistensi konten Gradbyaunee berkontribusi positif terhadap perceived quality dan pembentukan trust awal, elemen tersebut belum cukup untuk mendukung kesiapan pemesanan. Audiens sering mengalami ketidakpastian terkait prosedur pemesanan, ruang lingkup deliverables, serta relevansi lokal, yang pada akhirnya melemahkan trust dan menurunkan kepercayaan untuk melakukan pemesanan. Elemen social proof seperti testimoni dan tag klien terbukti meningkatkan kredibilitas, namun dampaknya terbatas akibat kurangnya narasi kontekstual dan pendekatan lokal yang relevan dengan audiens Bandung. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan strategi pemasaran media sosial yang terlokalisasi, khususnya melalui komunikasi nilai yang lebih jelas, penguatan isyarat lokal, dan pemanfaatan format konten yang lebih interaktif untuk mendukung pembentukan trust dan peningkatan konversi. Secara akademik, penelitian ini memperluas penerapan kerangka S-O-R dengan mengintegrasikannya ke dalam pendekatan Design Thinking pada konteks jasa kreatif berbasis pengalaman, serta menunjukkan bagaimana insight kualitatif dan prototyping iteratif dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan persepsi dalam perjalanan pelanggan digital.

2026
👤 Penulis: Muhammad Amien Jauhari
🏷️ Design Thinking 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI ADOPSI MYRENTOKIL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SERVICE PROFIT CHAIN DI PT RENTOKIL INITIAL INDONESIA

Teknologi digital di sektor jasa sangat penting untuk meningkatkan efisiensi, kepatuhan, dan kualitas. MyRentokil berbasis cloud dari PT Rentokil Initial Indonesia menyederhanakan pelaporan teknisi dan memperluas akses data pelanggan. Keterbatasan konsistensi internal dan penolakan yang cukup besar terhadap perubahan prosedur kerja telah membatasi profitabilitas platform tersebut. Masalah-masalah ini telah menimbulkan kekhawatiran manajerial tentang tata kelola digital dan integrasi loyalitas serta kinerja layanan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara infrastruktur teknologi dan layanan pelanggan di lapangan. Studi ini meneliti determinan adopsi MyRentokil oleh supervisor dan teknisi serta pengaruhnya terhadap kualitas layanan dan loyalitas pengguna. Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) dan Service Profit Chain digunakan untuk memetakan perilaku penggunaan sistem digital dan produktivitas layanan pelanggan. Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk mengevaluasi model prediksi eksploratif pada variabel laten meskipun ukuran sampel terbatas. Di tempat kerja, ekspektasi upaya, kondisi pendukung, dan kebiasaan mendorong kontak staf dengan sumber daya operasional. Karena Ekspektasi Kinerja tidak memengaruhi pengguna sistem, ekspektasi profesional dan rutinitas harian mendorong adopsi teknologi baru. Intensitas penggunaan aplikasi yang berkelanjutan meningkatkan Kepuasan Kerja, yang membantu membangun persepsi kualitas layanan. Karena kontak langsung yang lemah, transformasi digital membutuhkan dukungan tata kelola yang stabil dan implementasi praktis untuk memuaskan pelanggan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi tetapi juga oleh tata kelola digital, kesiapan organisasi, dan integrasi antara sistem, proses, dan perilaku manusia. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan berbasis peran, standardisasi proses layanan berbasis data digital, dan penguatan peran pengawasan dari para supervisor untuk memastikan bahwa adopsi MyRentokil menghasilkan dampak manajerial yang berkelanjutan bagi perusahaan.

2026
👤 Penulis: Lutfhi Chairul Alam
🏷️ Teknologi Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

SINTESIS DAN KARAKTERISASI MOF-303 SEBAGAI ADSORBEN AIR PADA PROSES ADSORPTION HEAT TRANSFORMATION (AHT)

Adsorption Heat Transformation (AHT) merupakan teknologi penyimpanan energi yang memanfaatkan proses adsorpsi-desorpsi, dengan sumber energi berasal dari panas limbah domestik dan panas limbah industri. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi proses adsorpsi-desorpsi pada teknologi AHT dengan meningkatkan kapasitas adsorpsi (?q) material adsorben. Pada penelitian ini dilakukan sintesis MOF-303 menggunakan metode solvotermal dengan variasi jenis basa (trietilamina, NaOH, dan tanpa penambahan basa) serta variasi penambahan basa NaOH (1,5 mmol dan 3 mmol), yang selanjutnya diaplikasikan sebagai material adsorben pada teknologi AHT. Struktur dan kristalinitas MOF-303 dianalisis menggunakan Powder X-Ray Diffraction (PXRD), gugus fungsi yang ada pada MOF-303 dianalisis menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR), stabilitas termal dianalisis dengan menggunakan Thermogravimetric Analysis (TGA), sedangkan suhu desorpsi, entalpi penguapan, dan kapasitas panas (Cp) ditentukan menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC). Hasil analisis menggunakan PXRD menunjukkan MOF-303 dengan penambahan jumlah basa NaOH 1,5 mmol dan 3 mmol berhasil terbentuk dengan persen kristalinitas berturut-turut 61 dan 59%. Hasil analisis menggunakan FTIR menunjukkan bahwa pada MOF-303 dengan penambahan jumlah basa NaOH 1,5 mmol dan 3 mmol teridentifikasi puncak baru pada panjang gelombang 1600 cm-1 dan 1392 cm-1 yang merupakan karakteristik dari ikatan -COO-Al, serta pada panjang gelombang 620 cm-1 juga teridentifikasi puncak yang menunjukkan adanya ikatan Al-O pada ligan H2PZDC dengan ion logam Al3+. Hasil analisis menggunakan TGA, MOF-303 memiliki stabilitas termal hingga 420 °C dan dapat menyerap hingga 30% air. Berdasarkan karakterisasi menggunakan DSC, MOF-303 mengalami proses endotermik pada suhu 27 – 192 °C dengan tiga puncak endotermik pada suhu 108, 123, dan 145 °C serta entalpi penguapan 1,386 kJ/g. Pengukuran terhadap kapasitas panas (Cp) mengindikasikan nilai Cp meningkat pada rentang 0,007 – 3,890 J/g°C pada rentang suhu 20 – 95 °C. Berdasarkan analisis stabilitas termal, suhu endotermik, entalpi penguapan, dan kapasitas panas (Cp) yang telah dilakukan pada penelitian ini, MOF- 303 memiliki potensi untuk diterapkan sebagai adsorben air pada proses adsorpsi-desorpsi pada teknologi AHT.

2026
👤 Penulis: M. Yogik Margareta
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KUANTIFIKASI PERTUMBUHAN DAN HASIL BIOMASSA PADA TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPA. L) DENGAN HIDROPONIK SUMBU (WICK SYSTEM) MENGGUNAKAN LARUTAN NUTRISI AB-MIX, PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DAN PUPUK CAIR EMULSI IKAN (FISH EMULSION) KOMERSIAL

Ketersediaan lahan pertanian semakin berkurang seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Budidaya non lahan (soil less) seperti sistem hidroponik sumbu diperlukan sebagai alternatif budidaya pada lahan sempit. Budidaya secara hidroponik masih sangat bergantung pada input pupuk anorganik seperti AB mix, yang tidak berkelanjutan. Pendekatan organik seperti penggunaan pupuk organik cair (POC) dan emulsi ikan (fish emulsion) merupakan solusi alternatif menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan pupuk yang rendah residu, kaya nutrisi dan mikroba, sekaligus mendukung pertanian zero waste. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan AB-Mix, POC Nasa, dan pupuk emulsi ikan Grow Quick Ultra terhadap pertumbuhan dan hasil biomassa tanaman pakcoy (Brassica rapa L. Var. Nauli F1) pada sistem hidroponik sumbu (wick system). Penelitian dilaksanakan di Screen house 1B ITB Jatinangor, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Dosis POC dan emulsi ikan disetarakan berdasarkan kandungan nitrogen total yang setara dengan larutan AB-Mix konsentrasi 1300 ppm. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah, bobot kering, serta rasio tajuk-akar selama empat minggu masa tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan AB-Mix memberikan pertumbuhan dan hasil biomassa yang paling tinggi secara signifikan dibandingkan dua perlakuan lainnya. Pada akhir pengamatan (4 MST), tinggi ratarata tanaman dengan perlakuan AB-Mix mencapai 20,85 cm dengan bobot basah sebesar 17,05 g per tanaman. Sementara itu, perlakuan POC dan emulsi ikan hanya menghasilkan tinggi rata-rata 10,22 cm dan 11,49 cm dengan bobot basah 1,39 g dan 2,08 g. Kondisi larutan nutrisi organik yang memiliki konduktivitas listrik (EC) rendah dan pH basa (alkali) menyebabkan ketersediaan hara makro dan mikro menjadi terbatas, sehingga pertumbuhan tanaman tidak optimal. Substitusi langsung pupuk organik cair ataupun emulsi ikan komersial terhadap pupuk anorganik AB-Mix pada sistem hidroponik sumbu belum efektif dalam mendukung pertumbuhan dan produksi biomassa tanaman pakcoy. Penerapan sistem hidroponik organik memerlukan penyesuaian formulasi nutrisi, proses mineralisasi, serta pengendalian pH yang lebih baik agar ketersediaan unsur hara dapat mendukung pertumbuhan optimal.

2026
👤 Penulis: Yokie Lidiantoro
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGARUH KOMBINASI LINGKUNGAN CAHAYA DAN MEDIA BELAJAR TERHADAP VISUAL WELL-BEING BERBASIS HUMAN-CENTRIC LIGHTING DI RUANG KELAS

Peningkatan penggunaan media belajar digital menambah kompleksitas lingkungan pencahayaan di ruang kelas. Kondisi ini perlu dikaji lebih lanjut terkait efeknya pada siswa. Perkembangan penelitian selama 10 tahun terakhir berfokus pada pencahayaan yang berpusat pada manusia atau Human-centric Lighting (HCL). HCL adalah semua jenis cahaya yang meningkatkan aspek visual, biologis, dan emosional manusia. Penelitian terdahulu di bidang HCL belum banyak yang mengevaluasi melalui pengukuran subjektif dari manusia terutama di fasilitas edukasi. Sehingga penelitian ini penting dilakukan untuk mengisi research gap tersebut. Indikator keberhasilan HCL yaitu peningkatan visual, biologikal, dan emosional digunakan untuk mengungkap visual well-being dari siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun teori tentang pengaruh dari faktor lingkungan cahaya dan media belajar terhadap visual well-being berbasis HCL di ruang kelas. Penelitian disertasi ini menggunakan metode eksperimental dengan 24 setting eksperimen yang merupakan kombinasi dari tipe jendela (bukaan samping dan bukaan belakang), bukaan tirai (tirai tertutup, tirai terbuka setengah, dan tirai terbuka penuh), dan jenis media belajar (whiteboard, glassboard, proyektor, dan smart TV). Penelitian ini melibatkan 45 siswa sebagai responden pada ruang kelas tipe bukaan belakang dan 25 siswa pada tipe bukaan samping dengan keseluruhan responden memiliki kronotipe menengah dan refraksi visual normal ataupun telah dikoreksi. Indikator yang akan dinilai pada penelitian ini adalah respons kejelasan visual, kelelahan visual, dan kenyamanan visual. Penelitian ini mengungkap bahwa visual well-being siswa terbentuk melalui interaksi dinamis antara respons kejelasan, kelelahan, dan kenyamanan visual yang saling memengaruhi, dengan kenyamanan visual sebagai faktor yang paling mendominasi visual well-being. Faktor-faktor yang membentuk visual well-being dapat diungkap melalui pemahaman mendalam terhadap respons-respons tersebut. Respons kejelasan visual terbentuk oleh dua indikator, yaitu performa dan persepsi kejelasan visual, yang dipengaruhi oleh kontras tugas, luminans media belajar, serta posisi duduk siswa. Karakteristik teks sebagai faktor yang berhasil diidentifikasi di luar hipotesis, menjadi salah satu faktor dominan dalam membentuk kejelasan visual siswa. Sedangkan kelelahan visual terbentuk dari lingkungan pencahayaan baik pada posisi duduk siswa maupun pada media belajar, faktor risiko flicker dari media belajar, dan efek non-linear dari jarak duduk. Faktor manusia juga berhasil diidentifikasi sebagai faktor yang turut memengaruhi kelelahan visual. Walaupun kelainan refraksi mata telah dikoreksi menggunakan lensa atau kacamata, efeknya tetap signifikan pada kelelahan visual. Persepsi kejelasan visual menjadi faktor kunci yang tidak hanya memengaruhi kenyamanan visual secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung melalui pengurangan kelelahan visual. Selain faktor yang diduga pada hipotesis, penelitian ini juga mengungkap faktor gangguan visual turut memengaruhi respons HCL dan persepsi keseragaman cahaya sebagai faktor yang dominan dalam membentuk kenyamanan visual. Bila kejelasan visual dapat terbentuk dengan menetapkan kontras luminans yang tinggi (dapat dicapai dengan mengatur white luminance dan warna konten), kelelahan visual terjadi akibat ketidakseragaman cahaya pada posisi duduk dan kecerahan bidang tugas. Kecerahan bidang tugas perlu lebih tinggi dibandingkan dengan cahaya pada posisi duduk yang dapat dicapai dengan mengatur white luminance melalui penggunaan luminous device ataupun melalui penambahan luminer pada saat menggunakan non-lit device. Karakteristik lingkungan cahaya di ruang kelas dan media belajar telah berhasil diidentifikasi sebagai faktor yang membentuk visual well-being. Lebih dalam, penelitian ini berhasil mengungkap adanya faktor spasial dan manusia dalam membentuk respons tersebut. Dengan demikian, visual well-being tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh respons individu yang bersifat subjektif dan kompleks. Penelitian ini menekankan pentingnya kesesuaian konfigurasi ruang kelas, persentase bukaan cahaya dan karakteristik media belajar dalam mendukung visual well-being siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa non-lit device memerlukan pencahayaan ruang yang cukup, sehingga ruang kelas dengan jendela samping menjadi lebih tepat. Sebaliknya, luminous device (reflected- dan self-lit device) membutuhkan stabilitas luminans layar, sehingga ruang kelas dengan jendela belakang lebih optimal. Proporsi bukaan cahaya diantara 59–64% dari luas dinding fasad interior saat menggunakan luminous device terbukti memberikan kondisi visual well-being terbaik. Sedangkan saat menggunakan non-lit device dibutuhkan bukaan yang lebih besar yaitu 73%. Secara keseluruhan, penggunaan self-lit device terbukti memberikan kondisi optimal melalui high clarity-low fatigue yang akhirnya mampu meningkatkan kenyamanan visual dan mencapai visual well-being. Temuan ini menjadi acuan penting dalam desain ruang kelas yang menyeimbangkan distribusi cahaya dan kesejahteraan visual. Kontribusi ini memberikan dasar teoretis dan praktis bagi perancangan ruang kelas dan ruang sejenis yang lebih adaptif dan mendukung kesehatan visual.

2026
👤 Penulis: Christy Vidiyanti
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

DESIGNING A FUNCTIONAL ORGANIZATIONAL STRUCTURE FOR BUSINESS SUSTAINABILITY IN A FAMILY-OWNED GARMENT SME: A CASE STUDY OF RAGAM JAYA GARMENT HOUSE

Ragam Jaya Garment House merupakan UKM garmen milik keluarga berbasis di Bandung yang berdiri pada tahun 1997 dan menjalankan model bisnis made-toorder untuk produk apparel dan merchandise institusi. Walaupun perusahaan telah beroperasi dalam jangka panjang, koordinasi kerja harian masih sangat bergantung pada kebiasaan informal dan pengawasan langsung dari owner. Isu utama yang ditemukan meliputi tidak adanya struktur organisasi tertulis dan kejelasan kepemilikan peran, pengambilan keputusan yang terpusat pada owner pada aktivitas operasional, serta meningkatnya risiko keberlanjutan dan kesinambungan bisnis ketika perusahaan mulai memasuki fase transisi generasi. Kondisi ini menimbulkan bottleneck koordinasi, meningkatkan risiko miskomunikasi dan rework ketika terjadi perubahan pesanan, serta membuat alur operasional kurang stabil saat owner tidak selalu tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif interpretif melalui wawancara semi terstruktur dengan owner, generasi kedua, admin, dan senior produksi, didukung observasi langsung serta telaah dokumen internal. Data dianalisis menggunakan thematic coding dan kemudian dipetakan dengan alat desain organisasi seperti Porter Value Chain, APQC Process Classification, matriks RACI, archetype organisasi Mintzberg, Span of Control serta Galbraith Star Model. Solusi yang diusulkan adalah struktur fungsional berbasis peran yang didukung batasan decision rights dan minimum process controls pada titik handoff dan persetujuan, sehingga pekerjaan rutin tidak selalu menunggu persetujuan owner. Studi ini memberikan kontribusi praktis tentang bagaimana desain organisasi dapat dikontekstualisasikan untuk UKM bisnis keluarga di Indonesia dengan memperkuat akuntabilitas, menurunkan ketergantungan pada figur kunci, dan meningkatkan kesiapan keberlanjutan operasi pada masa suksesi tanpa menghilangkan fleksibilitas kerja.

2026
👤 Penulis: Avan Farel Al Falah
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PRICING SYSTEM UNTUK INDUSTRI FREIGHT FORWARDING INDONESIA: STUDI KASUS PT ADHI SURYA AMANAH

PT Adhi Surya Amanah (ASA Trans), perusahaan pengiriman barang B2B domestik di Indonesia, mengalami inefisiensi yang konsisten dalam proses penetapan harga yang menghambat pelaksanaan yang tepat waktu dan akurat yang diperlukan untuk tetap kompetitif di pasar. Perusahaan sebagian besar bergantung pada metode manual untuk persiapan penawaran, di mana informasi diperoleh secara terfragmentasi dan tersebar di berbagai spreadsheet, email, dan catatan tulisan tangan. Konsekuensi dari metode ini adalah keputusan penetapan harga yang fluktuatif, proses penawaran yang panjang, dan ketergantungan yang berlebihan pada interpretasi staf, yang membatasi kemampuan perusahaan untuk merespons dengan cepat permintaan pelanggan dalam lingkungan logistik yang semakin padat. Inefisiensi ini juga menghadirkan tantangan ilmiah dan manajerial, karena penetapan harga yang akurat dan tepat waktu sangat penting untuk profitabilitas dan kinerja pasar bagi perusahaan pengiriman barang. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji, dan membangun infrastruktur peramalan harga berbasis data yang akan membantu memaksimalkan efisiensi, meminimalkan kesalahan manusia, dan memberdayakan ASA Trans untuk membuat keputusan strategis yang lebih baik. Studi ini menganalisis alur kerja ASA Trans, membantu mengidentifikasi akar penyebab inefisiensi tersebut. Penilaian ini mengidentifikasi empat kelemahan utama: informasi harga yang terfragmentasi dan tidak terstruktur, verifikasi manual, kurangnya akses ke informasi biaya dan pasar terkini, dan peningkatan ketergantungan pada penilaian subjektif. Semua ini berkontribusi pada penurunan keandalan operasional dan membatasi pertumbuhan perusahaan. Untuk mengatasi tantangan ini, studi ini mengusulkan model peramalan berdasarkan asumsi bahwa informasi historis tentang biaya, tarif angkutan, dan harga ASA Trans dapat memberikan tren operasional yang diperlukan untuk peramalan yang akurat. Studi ini juga mengasumsikan bahwa tren pasar seperti harga bahan bakar dan tol dapat diprediksi dan spesifik. Penelitian ini akan mengidentifikasi persyaratan data untuk prediksi harga, metodologi peramalan acuan, mengembangkan sistem prediksi harga yang layak, dan mengintegrasikannya ke dalam alur kerja ASA Trans. Untuk mencapai tujuan ini, para peneliti melakukan proses multi-tahap. Untuk memperoleh data primer, mereka mengumpulkan data tarif angkutan internal, catatan biaya operasional, dan harga historis, sementara data sekunder dikumpulkan melalui perbandingan tarif angkutan dan kartu tarif pesaing. Tahapan ini meliputi pembersihan data, standardisasi data, analisis data eksplorasi, pembuatan model, dan validasi proses pembelajaran mesin. Secara spesifik, tiga model digunakan: Regresi Linier Berganda, Random Forest, dan LightGBM untuk mengidentifikasi pendekatan mana yang memberikan prediksi paling akurat dan operasional. Evaluasi model dilakukan menggunakan MAE, RMSE, dan MAPE bersama dengan kriteria validasi bisnis seperti kecepatan penawaran, kemudahan penggunaan, dan keselarasan dengan tujuan keuangan. Hasil menunjukkan bahwa model Random Forest mencapai kesalahan terendah dan konsistensi hasil tertinggi di berbagai situasi pengiriman. Model ini dapat memodelkan asosiasi nonlinier dan oleh karena itu berpotensi menjadi solusi yang baik untuk struktur multidimensional dan berbasis biaya dari industri angkutan domestik Indonesia. Model Random Forest diimplementasikan melalui Sistem Peramalan Harga berbasis web yang dikembangkan di ASA Trans. Pada fase pertama implementasi, model tersebut diimplementasikan sebagai alat kerja yang memungkinkan pengguna untuk memasukkan perkiraan biaya pengiriman, biaya operasional, dan waktu tunggu. Hasil uji menunjukkan bahwa waktu penyelesaian penawaran telah berkurang dari beberapa jam menjadi beberapa menit, menunjukkan peningkatan efisiensi operasional yang signifikan. Umpan balik pengguna selama proses pelatihan dan orientasi menunjukkan bagaimana sistem tersebut meningkatkan konsistensi, mengurangi beban kerja administratif, dan menghasilkan keputusan penetapan harga yang lebih akurat.

2026
👤 Penulis: Shofi Rafiiola
🏷️ Pengiriman Barang 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMANFAATAN MOLASE TEBU YANG DIBERI PERLAKUAN INVERTASE SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER KARBON UNTUK PRODUKSI ENZIM REVERSE TRANSCRIPTASE REKOMBINAN OLEH ESCHERICHIA COLI BL21 (DE3)

Reverse transcriptase (RT) merupakan enzim yang berperan dalam mengkatalis reaksi konversi RNA menjadi complementary DNA (cDNA). Pada penelitian sebelumnya telahdilakukan pengembangan enzim rekombinan RT dengan menggunakan sistemekspresi bakteri E. coli BL21 dalam medium Luria Bertani (LB). Namun, hasil tersebut dianggapbelum optimal karena penggunan media LB dinilai kurang efisien secara ekonomi dansebagian besar protein diekspresikan pada inclusion body. Sehingga penelitianini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan molase tebu yang diberi perlakuan invertase(Invertase Treated Molasses, ITM) sebagai sumber karbon alternatif dalamproduksi enzim RT rekombinan. Pada penelitian ini, Sumber karbon molase diberi perlakuaninvertase selama 24 jam pada suhu 50 oC, selanjutnya, komponen gula dikuantifikasi dengan metode HPLC. Transformasi plasmid yang berisi gen pengkode enzimRTdilakukan pada sel E. coli DH5? dan E. coli BL21 (DE3), keberhasilan transformasi dikonfirmasi menggunakan metode PCR koloni. Keberhasilan dari ekspresi enzimRTrekombinan dikonfirmasi menggunakan metode SDS-PAGE. Berikutnya dilakukanpembuatan kurva standar E. coli BL21 (DE3) menggunakan suspensi sel yang berasal dari kultur padat yang telah diinkubasi overnight pada suhu 37 oC. Dilanjutkan denganpembuatan kurva tumbuh pada media minimal dengan variasi konsentrasi ITM(1%dan2%) dan konsentrasi garam (1 dan ½). Media dengan kinetika pertumbuhan terbaikdilanjutkan sebagai media produksi pada suhu 25 oC dan 37 oC dengan (A) dan tanpaaktivasi (TA). Analisis ekspresi protein dilakukan dengan metode SDS-PAGEdenganbantuan software ImageJ. Uji aktivitas dilakukan menggunakan metode two step RT- qPCR dengan membandingkan nilai Ct perlakuan terhadap nilai Ct RT komersial (?Ct). Pada hasil PCR koloni diperoleh pita DNA berukuran ~2.5 kb dan konfirmasi ekspresi diperoleh pita protein berukuran ~82 kDA. Hasil HPLC menunjukkan terjadi peningkatankonsentrasi fruktosa dan glukosa sebesar 137% dan 158% serta penurunan konsentrasi sukrosa sebesar 75% pada molase dengan perlakuan invertase jika dibandingkan denganmolase tanpa perlakuan invertase. Secara keseluruhan laju pertumbunan pada keempat variasi media molase jika dibandingkan dengan LB secara statistik tidak menunjukkanperbedaan yang signifikan. Kinetika pertumbuhan terbaik ditunjukkan oleh variasi medium 1,1 dan 1,½ dengan laju pertumbuhan (µ) 0.537 dan 0.542 jam-1 tanpa adanyafase lag di awal pertumbuhan. Berdasarkan hasil analisis ekspresi, protein RTdengantingkat ekspresi tertinggi pada media ITM diperoleh pada variasi 1,1 yang diinkubasi pada suhu 37°C dengan perlakuan aktivasi (1,1-37A). Hasil ini sejalan dengan hasil uji aktivitas, variasi ini memiliki rata-rata ?Ct paling rendah yaitu 2.56. Oleh karena itudapat disimpulkan molase yang diberi perlakuan invertase dapat digunakan sebagai sumber karbon dalam produksi enzim RT rekombinan tetapi perlu dioptimasi lebih lanjut. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penggunaan metode RSM(Response SurfaceMethodology) untuk mengoptimasi komponen media dan scale-up produksi ke volumeyang lebih tinggi.

2026
👤 Penulis: Lili Fatri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EKSPRESI DAN KARAKTERISASI REKOMBINAN SPIDROIN AMPULAT UTAMA SUBTIPE-2 (MASP2 N-R12-C) PADA PICHIA PASTORIS

Sutra dragline disekresikan oleh kelenjar spesifik laba-laba untuk membentuk rangka dari jaring laba-laba sebagai mobilitas dan perlindungan diri. Sutra ampulat utama terdiri dari gabungan berbagai subtipe sehingga dapat menyusun sutra yang memiliki kekuatan dan elastisitas lebih tinggi dibandingkan dengan sutra baja. Secara umum, sutra laba-laba disusun oleh spidroin, polipeptida besar yang terbagi menjadi tiga bagian utama, terdiri dari: bagian tengah yang berulang serta dua bagian ujung globular kecil yang lestari. Spidroin ampulat utama subtipe-2 (MaSp2) adalah salah satu subtipe spidroin ampulat utama yang memiliki urutan poli-alanin dan kaya akan residu glisin pada daerah perulangan dan motif GPGQQ sehingga dapat membentuk struktur belokkan pada lembaran-? untuk meningkatkan elastisitas sutra laba-laba. Selain komposisi asam amino serta motif pada daerah perulangan, modifikasi pascatranslasi menjadi peran penting lainnya dalam memodulasi konformasi tingkat struktur sekunder dan proses pembentukan serat sutra, yang melibatkan perubahan gugus fosfor dan hidroksil pada residu asam amino tertentu. Untuk memahami peran modifikasi pascatranslasi dalam proses pelipatan dan pembentukan sutra, strategi yang dapat dilakukan adalah mengekspresikan gen pengkode MaSp2 pada mikroorganisme yang memiliki sistem modifikasi pasca-translasi salah satunya adalah ragi. Penelitian ini bertujuan untuk mengekspresikan gen sintetik MaSp2 pada ragi P. pastoris serta mengkarakterisasikan MaSp2 rekombinan yang telah dimurnikan. Sekuens MaSp2 merupakan gabungan sekuens MaSp2 domain ujung N dan 12 perulangan pada daerah perulangan dari Trichonephila clavipes dan domain ujung C berasal dari sekuens MaSp2 Latrodectus hesperus. Plasmid rekombinan pPICZA- MaSp2 yang membawa gen sintetik MaSp2 (N-R12-C) telah dikonstruksikan secara komersial serta digunakan dalam konstruksi P. pastoris X-33-MaSp2. Hasil analisis PCR transforman ragi menunjukkan pita DNA berukuran ~1,8 kpb yang mengkonfirmasi gen MaSp2 dan pita DNA berukuran ~2,1 kpb yang memverifikasi gen MaSp2 mengandung promotor dan terminator AOX1. P. pastoris X-33 ditransformasikan dengan plasmid linear pPCIZA-MaSp2 dan diseleksi pada media yang mengandung Zeocin. Ekspresi MaSp2 (N-R12-C) dilakukan dengan induksi metanol 2% (v/v) selama 24 jam. Profil SDS-PAGE ekstrak kasar menunjukkan perbedaan profil 60 – 72 kDa serta diatas 72 kDa. Hasil Western Blot mengkonfirmasi berat molekul rekombinan MaSp2 (N-R12-C) berkisar ~74 kDa atau lebih tinggi dari hasil perhitungan teoritikal yang dimungkinkan adanya modifikasi pasca-translasi. Pemurnian rekombinan dilakukan menggunakan resin Ni-NTA dengan peningkatan konsentrasi imidazol. Profil SDS-PAGE hasil pemurnian tanpa agen pereduksi menunjukkan pita multimer >180 kDa dan monomer sekitar ~74 kDa, yang telah divalidasi dari hasil pemetaan fragmen peptida UPLC-HRMS sesuai dengan konstruksi peptida terutama pada domain ujung N. Rekombinan MaSp2 (N-R12-C) diduga mampu membentuk homodimer yang dimediasi Cys560 pada domain ujung C. Interaksi jembatan garam antara Asp38 dan Lys63 pada ujung N berperan dalam mengarahkan orientasi pembentukan homodimer MaSp2. Di sisi lain, protein rekombinan ditemukan dalam bentuk fragmentasi sekitar ~43 kDa yang mengarah pada domain ujung C.

2026
👤 Penulis: Tamamal Afiah Purnomo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 56 dari 349
💬