📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

MODEL PENENTUAN KEBIJAKAN INVENTORI DAN PEMELIHARAAN TERINTEGRASI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BIAYA REVIEW INVENTORI UNTUK SUKU CADANG SLOW MOVING

Pemeliharaan preventif pembangkit listrik diperlukan untuk menjaga keandalan dan keberlanjutan operasi pembangkit. Wang (2012) memperkuat dengan menyatakan persediaan suku cadang memegang peranan penting dalam menjamin kelangsungan operasi pabrik, karena keberadaannya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan rutin maupun penggantian komponen yang mengalami kerusakan. Akan tetapi terdapat ketidaktersediaan suku cadang saat pemeliharaan preventif, yang dapat menimbulkan kerugian berupa lost KWH. Kondisi ini terjadi karena kebijakan dan manajemen inventori suku cadang untuk penggantian suku cadang cacat pada pemeliharaan preventif dan penggantian suku cadang gagal untuk pemeliharaan korektif belum terintegrasi. Oleh karena itu, integrasi antara kebijakan inventori dan pemeliharaan perlu dilakukan, karena apabila interval pemeliharaan ditentukan tanpa mempertimbangkan kebijakan inventori akan menyebabkan penumpukan persediaan, sedangkan sebaliknya penetapan kebijakan inventori tanpa memperhatikan jadwal pemeliharaan akan meningkatkan risiko ketidaktersediaan suku cadang yang berdampak pada tingginya biaya penalti. Penelitian ini mengembangkan model penentuan kebijakan inventori dan pemeliharaan terintegrasi dengan mempertimbangkan biaya review inventori untuk manajemen inventori suku cadang. Model ini mengacu pada penelitian Yu dkk (2022) sebagai acuan utama dengan pengembangan penambahan biaya review inventori. Pengembangan lain yang dilakukan pada penelitian ini adalah kebijakan inventori dijadikan variabel keputusan bersamaan dengan kebijakan pemeliharaan. Kemudian penelitian ini akan mengembangkan algoritma untuk menyelesaiankan permasalahan integrasi kebijakan inventori dan kebijakan pemeliharaan. Model yang dikembangkan mampu memberikan solusi yang lebih baik dari sisi total biaya yang dibandingkan dengan solusi yang dihasilkan oleh kombinasi sistem aktual sebesar 45,77% dengan pengurangan terjadi pada biaya pemesanan sebesar 52,49%, biaya pembelian 56,94%, biaya penyimpanan 45,97% dan biaya review 95,83%. Kemudian model juga dibandingkan dengan model Yu dkk (2022) dengan hasil pengembangan memberikan penuruhan total biaya dibandingkan dengan model Yu dkk (2022) sebesar 3,06%.

2026
👤 Penulis: Ardian Angga Pramono
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KARAKTERISASI RESERVOIR MENGGUNAKAN INVERSI EXTENDED ELASTIC IMPEDANCE (EEI), BESERTA PENDEKATAN TRIGONOMETRI ATRIBUT PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE-LITHOLOGY (PEI-L) DAN FLUID-RHO (FR), PADA FORMASI MENGGALA, LAPANGAN

Lapangan “Al-Andalus” berada di Cekungan sumatra tengah yang merupakan cekungan potensial penghasil hidrokarbon yang dimiliki oleh Indonesia. Formasi Menggala yang menjadi target penelitian didominasi oleh litologi batupasir yang menjadi target reservoir, dengan sisipan tipis berupa serpih yang terbentuk dalam lingkungan pengendapan fluvial channel (braided river). Dengan adanya perselingan tersebut menjadikan penelitian yang saya lakukan mengejar suatu objektif untuk pemisahan litologi dengan optimal, yang sulit dibedakan hanya dengan menggunakan metode kualitatif. Objektif tersebut saya jawab dengan melakukan karakterisasi reservoir mengunakan inversi seismik Linear Programming Sparse Spike (LPSS) untuk memperoleh hasil inversi deterministik dengan resolusi yang cukup baik, perhitungan log petrofisika, beserta penerapan metode Extended Elastic Impedance untuk memperoleh rotasi sudut terbaik (sensitif) untuk mengindikasi keberadaan hidrokarbon, melalui parameter elastik rasio Vp/Vs. Hasil Inversi yang saya lakukan berdasarkan analisis sensitivitas parameter elastik AI dan rasio Vp/Vs menunjukkan keterbatasan dalam memisahkan variasi litologi dan fluida secara optimal, serta adanya bias pada nilai AI dan rasio Vp/Vs yang tidak dominan. Hubungan linear hasil regresi tersebut tidak sepenuhnya merepresentasikan perilaku non-linear parameter petrofisika berdasarkan konsep rock physics template. Maka dari itu, diperlukannya pendekatan trigonometri atribut Pseudo Elastic Impedance – Lithology (PEI-L) guna menganalisis tren kompaksi batuan dan variasi litologi, dengan hasil akhir berupa volume densitas dan porositas. Atribut Fluid-Rho juga digunakan untuk mencoba memperkirakan tren dari fluida, dengan hasil akhir berupa volume saturasi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi nilai AI dan rasio Vp/Vs yang di transformasi menjadi atribut FR dan PEI-L berhasil membedakan zona Reservoir produktif dari zona non-produktif pada Lapangan “Al-Andalus”, serta berkorelasi tinggi dengan hasil perhitungan log petrofisika. Hasil akhir yang diperoleh berupa persebaran zona dengan indikasi kuat akan keberadaan Reservoir berupa shally sandstone yang porous dan terisi fluida hidrokarbon.

2026
👤 Penulis: Muhammad Aufar Al Ghiffary
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

INTEGRASI REGRESI MULTI-LINEAR DAN PARAMETER ELASTIK UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR BATUPASIR

Rock Physics Template (RPT) banyak digunakan sebagai penghubung antara parameter petrofisik dan parameter elastik dalam interpretasi seismik, khususnya untuk keperluan deteksi fluida. Penelitian sebelumnya oleh Pranatikta menunjukkan potensi RPT sebagai metode deteksi fluida, namun masih menyisakan dua celah penelitian utama, yaitu belum adanya prosedur yang jelas dalam penentuan parameter matriks batuan dan kecepatan gelombang P (Vp), serta belum tersedianya tata cara pemanfaatan RPT secara langsung pada hasil inversi seismik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kedua celah tersebut dengan mengembangkan pendekatan sistematis dalam penentuan parameter matriks batuan dan Vp sebagai dasar konstruksi RPT, serta merumuskan alur pemanfaatan RPT pada domain hasil inversi seismik. Selain itu, dilakukan perbandingan antara hasil RPT metode Pranatikta dengan beberapa metode deteksi fluida lainnya untuk mengevaluasi kinerjanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode RPT Pranatikta memberikan performa yang lebih baik dalam mengidentifikasi keberadaan fluida dibandingkan metode pembanding. Penerapan RPT pada hasil inversi seismik juga menunjukkan hasil yang konsisten dan interpretatif, yang mengindikasikan bahwa metode ini efektif sebagai pendekatan integratif antara data petrofisika dan seismik dalam karakterisasi reservoir.

2026
👤 Penulis: Muhammad Alif Fahrizi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SINTESIS RAMAH LINGKUNGAN MEMBRAN ZEOLIT CHA MELALUI METODE TRAPPED-GEL UNTUK CARBON CAPTURE

Pemanasan global akibat emisi karbon dioksida (CO2) menuntut pengembangan teknologi penangkapan karbon yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Membran zeolit CHA, khususnya SSZ-13, dikenal memiliki stabilitas tinggi dan selektivitas yang baik terhadap CO2, namun metode sintesis konvensional masih menghadapi kendala berupa konsumsi bahan baku yang besar, penggunaan organic structure-directing agents (OSDA) berbahaya, serta produksi limbah signifikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pendekatan sintesis hijau berbasis trapped-gel (TG) untuk intensifikasi proses carbon capture. Metodologi penelitian meliputi sintesis seed zeolit, deposisi seed pada penyangga alumina, fabrikasi membran dengan konfigurasi TG di lumen penyangga, serta integrasi cross-linker untuk meningkatkan keseragaman lapisan. Karakterisasi dilakukan menggunakan SEM, XRD, dan FTIR, sedangkan uji permeasi gas CO2/N2 dilakukan dengan gas permeation unit pada berbagai kondisi operasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan TG berbasis lumen yang dikombinasikan dengan cross-linker, sehingga mampu menghemat hingga 80% bahan baku, meningkatkan keseragaman lapisan zeolit, dan tetap mempertahankan kinerja permeabilitas CO2 yang kompetitif. Hasil menunjukkan membran SSZ-13 TG memiliki permeabilitas CO2 lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, meskipun selektivitas CO2/N2 menurun (3,42 vs 6,78). Diskusi menekankan adanya trade-off antara permeabilitas dan selektivitas, serta peluang optimasi melalui kontrol waktu sintesis dan pemilihan OSDA ramah lingkungan. Penelitian ini membuktikan TG sebagai jalur sintesis hijau yang hemat biaya dan berorientasi green chemistry, dengan kemanfaatan praktis berupa peluang penerapan membran CHA dalam modul CCS skala industri, khususnya di PLTU Indonesia, untuk mendukung target net zero emission.

2026
👤 Penulis: Widda Rahmah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS INSTALASI DAN BENTANG BEBAS PIPA BAWAH LAUT PADA PROYEK AR DI PERAIRAN LAUT UTARA JAWA

Minyak dan gas bumi hingga kini masih menjadi pilar utama dalam menopang kebutuhan energi nasional dan bahan baku industri di Indonesia. Dengan konsumsi minyak mencapai 1,6 juta barel per hari sementara produksi domestik hanya 600 ribu barel, eksploitasi wilayah lepas pantai (offshore) menjadi solusi strategis untuk menutupi defisit energi. Keberhasilan monetisasi cadangan lepas pantai ini sangat bergantung pada sistem perpipaan bawah laut (subsea pipeline) sebagai moda transportasi fluida yang paling efisien, aman, dan berkelanjutan dibandingkan kapal tanker. Penelitian ini mengkaji perancangan sistem pipa bawah laut melalui rangkaian analisis teknis yang komprehensif guna menjamin integritas struktur. Tahapan desain dimulai dengan perhitungan tebal dinding pipa berdasarkan standar DNV-ST-F101 dan ASME B31.8 untuk menahan tekanan internal serta eksternal. Kestabilan pipa di dasar laut (on-bottom stability) turut dianalisis untuk memastikan posisi pipa aman dari gaya hidrodinamika arus dan gelombang. Selain itu, dilakukan evaluasi bentang bebas (free span) merujuk pada DNVRP- F105 guna memitigasi risiko kegagalan fatigue akibat Vortex-Induced Vibration (VIV) pada topografi laut yang tidak rata. Terakhir, analisis instalasi dilakukan untuk memastikan tegangan pada bagian overbend dan sagbend tidak melampaui batas aman material. Integrasi seluruh analisis ini bertujuan menghasilkan infrastruktur transportasi migas yang andal untuk mendukung kemandirian energi nasional secara jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Alvin Reynaldi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Teknik Pipa Bawah Laut

TRAJECTORY CORRECTION SYSTEM DESIGN FOR A CANARD-BASED BALLISTIC MISSILE

Tesis ini menyajikan desain, implementasi, dan evaluasi komprehensif dari suatu sistem panduan, navigasi, dan kendali untuk misil balistik. Diawali dengan pengembangan model dinamik nonlinier enam-derajat-kebebasan (6-DOF) untuk menganalisis kinerja dasar serta pengaruh parameter peluncuran. Model linearisasi kemudian diturunkan untuk fase-fase penerbangan kunci—terbang menanjak, apogee, dan terbang menurun—yang mengungkap ketidakstabilan terutama pada modus lateral-direksional yang memerlukan stabilisasi aktif. Sebuah Sistem Penambah Kestabilan berbasis Linear Quadratic Regulator (LQR) dirancang untuk menstabilkan misil. Selanjutnya, Sistem tracking controller dirancang untuk melakukan pelacakan perintah percepatan, dengan gain scheduling yang diimplementasikan untuk menjaga kinerja konsisten di seluruh selang operasi. Sistem panduan Proportional Navigation (PN) kemudian diintegrasikan untuk membentuk pengendali pelacak lengkap guna mengoreksi lintasan. Kinerja sistem diuji secara ketat melalui simulasi sistematis, termasuk pelacakan perintah untuk target jarak jauh dan lintas-jarak, penolakan gangguan pada berbagai intensitas angin (dimodelkan dengan turbulensi Dryden), serta pengujian ketahanan terhadap kehilangan sinyal GPS sementara. Analisis stokastik dengan metode Monte Carlo mengukur kinerja statistik sistem, menunjukkan kemampuannya dalam mengurangi Circular Error Probability (CEP) dari 581 meter (tak-terkendali) hingga serendah 0,52 meter dalam kondisi terkendali. Presisi tinggi ini dipertahankan di bawah tekanan operasional gabungan, dengan CEP tetap di bawah 1 meter di semua skenario uji kegagalan GPS dan gangguan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan sinyal GPS paling berdampak pada akurasi lateral, sementara kondisi paling menantang bagi presisi terminal muncul dari gabungan tiupan angin sedang dan kehilangan GPS. Tesis ini menyimpulkan dengan mengonfirmasi validitas arsitektur GNC yang diusulkan serta menguraikan arahan penelitian lanjutan, termasuk analisis ketangguhan di bawah ketidakpastian parameter dan implementasi teknik kendali adaptif mutakhir.

2026
👤 Penulis: Azizul Hanif
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KERANGKA MANAJEMEN STRATEGIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN DESIGN THINKING UNTUK MEMBANGUN EKUITAS MEREK DAN KEPERCAYAAN TERHADAP IP BERBASIS KARAKTER DI INDONESIA

Meningkatnya tren "Healing Economy" dan "Kidult" membantu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, namun merek Kekayaan Intelektual (IP) seperti ChasingDreams masih berjuang menghadapi angka cart abandonment yang mencapai 91,4%. Angka ini menjadi indikasi nyata adanya celah (gap) antara sekadar menyukai sebuah karakter dengan benar-benar memercayai sebuah brand. Penelitian ini mengeksplorasi "Execution Gap" tersebut untuk memahami mengapa daya tarik visual saja tidak cukup untuk membangun nilai bisnis yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan Design Thinking serta metode studi kasus kualitatif yang didukung oleh triangulasi metodologi mencakup VRIO, RBV, McKinsey 7S, SLEPT, dan Customer Journey Mapping akar permasalahan berhasil diidentifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki nilai kreatif yang tinggi, brand ini masih berstatus "Unexploited Competitive Advantage" karena belum adanya sistem organisasi yang mumpuni untuk melakukan skalasi. Untuk menjembatani celah tersebut, peneliti mengembangkan Strategic Management Framework yang menempatkan Kapasitas Organisasi sebagai fondasi utamanya, guna mengubah model kerja "artisan" yang bersifat individual menjadi sistem yang lebih profesional. Di atas fondasi ini, dibangun tiga pilar Brand Equity: (1) Memperdalam Brand Meaning melalui Transmedia Storytelling untuk menciptakan kedalaman emosional; (2) Memperkuat Brand Response untuk membangun kepercayaan yang interaktif; dan (3) Menumbuhkan Brand Resonance untuk mengubah audiens biasa menjadi komunitas yang loyal. Hasil uji validasi membuktikan bahwa pilar-pilar narasi ini berfungsi sebagai "emotional anchors" yang mampu menurunkan sensitivitas harga dan mendorong keputusan pembelian. Tesis ini menyimpulkan bahwa organisasi yang profesional adalah mesin utama yang memungkinkan cerita bermakna dan berbasis kepercayaan untuk mengubah aset kreatif menjadi Brand Equity yang berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Tengku Salwa Nabila Johan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

OPTIMASI KATALIS FILM NIKEL PADA SUBSTRAT KACA MELALUI VARIASI WAKTU DEPOSISI DAN ANNEALING UNTUK PENUMBUHAN GRAFENA TEMPERATUR RENDAH DENGAN HOT WIRE-IN PLASMA-VERY HIGH FREQUENCY-PECVD

Penumbuhan material karbon berbasis sp² pada substrat dielektrik temperatur rendah menuntut rekayasa katalis yang mampu menyediakan situs aktif yang merata sekaligus menjaga kontinuitas pertumbuhan domain sp². Penelitian ini mengkaji optimasi katalis film nikel (Ni) pada substrat kaca Corning 2948 melalui variasi waktu deposisi dan perlakuan annealing untuk mendukung penumbuhan material graphene-like menggunakan metode Hot Wire-in Plasma Very High Frequency-PECVD (HW-IP-VHF-PECVD) pada temperatur substrat 170?C. Film Ni dideposisikan menggunakan evaporasi termal dengan variasi waktu deposisi 1- 7 menit, kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM (permukaan dan penampang lintang) dan EDS untuk memetakan morfologi, cakupan permukaan, serta kecenderungan ketebalan. Hasil karakterisasi awal menunjukkan bahwa lapisan Ni yang terbentuk bersifat kasar dan granular dengan heterogenitas ketebalan yang signifikan, sehingga lebih tepat dipahami sebagai lapisan granular daripada thin film planar klasik. Berdasarkan indikator cakupan permukaan dan dominasi sinyal Ni, sampel dengan deposisi 6 dan 7 menit dipilih untuk tahap annealing pada 400?C dan 500?C dengan durasi 2 dan 4 jam. Secara fisis, annealing meningkatkan mobilitas atom Ni dan mendorong restrukturisasi morfologi melalui mekanisme dewetting padat, koalesensi, serta pematangan partikel, sehingga permukaan berevolusi menuju sebaran fitur yang lebih diskret. Variasi temperatur dan durasi menghasilkan respons morfologi yang berbeda, yang menegaskan bahwa kondisi awal film berperan sebagai pengarah lintasan evolusi mikrostruktur selama perlakuan termal. Katalis Ni teroptimasi selanjutnya digunakan sebagai substrat penumbuhan menggunakan HW-IP-VHF-PECVD dengan sumber karbon CH?. Evaluasi hasil dilakukan melalui Raman sebagai indikator utama pembentukan jaringan sp², serta didukung oleh SEM-EDS dan UV-Vis. Spektrum Raman memperlihatkan kemunculan pita D, G, dan 2D pada seluruh sampel, dengan rasio intensitas yang lebih konsisten dengan material karbon sp² berkarakter graphene-like daripada grafena monolayer ideal. Keterkaitan katalis dan hasil pertumbuhan menunjukkan bahwa kualitas graphene-like tidak ditentukan semata oleh ukuran fitur dominan, tetapi terutama oleh homogenitas distribusi partikel dan minimnya aglomerasi besar yang mengendalikan pemerataan nukleasi serta koalesensi domain sp². Secara keseluruhan, optimasi deposisi dan annealing Ni terbukti memengaruhi keteraturan morfologi katalis dan, pada gilirannya, kualitas relatif material graphene-like yang ditumbuhkan pada temperatur rendah.

2026
👤 Penulis: Adinda Mahdhury Salsabillah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMANFAATAN DATA BATIMETRI DARI HAMBUR BALIK ACOUSTIC DOPPLER CURRENT PROFILER (ADCP) UNTUK ZONA PERIKANAN DI CIREBON

Penelitian dilaksanakan untuk mengkaji pemanfaatan data hambur balik Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) dalam mengidentifikasi perubahan batimetri serta keterkaitannya dengan karakteristik arus dan distribusi sumber daya perikanan di Perairan Cirebon. Kajian terdahulu umumnya masih memisahkan analisis oseanografi fisik dan perikanan, sehingga hubungan antara kedalaman perairan, dinamika arus, dan preferensi habitat spesies perikanan belum terjelaskan secara terintegrasi. Permasalahan penelitian mencakup pengaruh perubahan batimetri dan karakteristik arus terhadap distribusi spasial spesies perikanan dominan. Data yang digunakan meliputi data kedalaman dan arus hasil pengukuran ADCP tahun 2022 dan 2024 serta data perikanan, yang dianalisis menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA), Principal Component Analysis (PCA), Correspondence Analysis (CA), dan Canonical Correspondence Analysis (CCA). Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pendangkalan dan pendalaman yang bervariasi antar stasiun, dengan pendangkalan paling signifikan teridentifikasi di beberapa stasiun pesisir, mengindikasikan dinamika sedimentasi aktif. Analisis CA menunjukkan belanak berasosiasi kuat dengan perairan dangkal, peperek dan rajungan cenderung berasosiasi dengan kedalaman menengah, sedangkan udang krosok lebih dominan pada perairan lebih dalam. Hasil CCA pada tahun 2022 dan 2024 secara konsisten menunjukkan bahwa gradien kedalaman merupakan faktor utama yang mengontrol distribusi spasial spesies perikanan, sementara karakteristik arah arus berperan sebagai faktor pendukung dalam memperkuat pola sebaran antar stasiun. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi data batimetri dan arus berbasis ADCP mampu menjelaskan keterkaitan antara kondisi fisik perairan dan distribusi sumber daya perikanan di Perairan Cirebon secara lebih terstruktur.

2026
👤 Penulis: Putri Diniaty Komariah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

SEKAT: MEREPRESENTASIKAN BAYANGAN DIRI MELALUI SEKAT CAHAYA DALAM MENGGAMBARKAN KETERSENDIRIAN :

Praktik penciptaan seni rupa ini berangkat dari urgensi personal mengenai kondisi ketersendirian yang dijabarkan sebagai ruang mediatif untuk menghadapi persoalan diri. Masalah utama yang diteliti adalah visualisasi proses psikologis dalam menghadapi sisi gelap atau shadow melalui media lukis, yang berakar pada kegelisahan akan bagian kepribadian yang tertekan di alam bawah sadar. Sebagai pemantik dalam mengenali bayangan tersebut, penulis menggunakan medium film yang dipilih karena kekuatan visual dan atmosfernya mampu merefleksikan kembali ingatan atau trauma personal. Lingkup permasalahan difokuskan pada transformasi respons emosional menjadi elemen visual abstrak, dengan penekanan bahwa lukisan tidak bertujuan menceritakan narasi film, melainkan film berfungsi sebagai pemicu (trigger) yang membangkitkan getaran emosional. Dari keterpatikan visual tersebut, penulis menghadirkan subjek berupa "sebuah batas" sebagai representasi sekat psikologis antara kesadaran dan ketidaksadaran melalui permainan ruang dan kontras cahaya. Proses kreasi menggunakan metode triangulasi reflektif antara film, persoalan diri, dan teori shadow work Jungian. Secara teknis, penulis menggunakan medium cat minyak dengan teknik pewarnaan berlapis melalui konsep visual tenebrism, di mana kegelapan mendominasi ruang untuk menggambarkan bawah sadar sementara cahaya hadir sebagai simbol kesadaran. Analisis karya menunjukkan pergeseran dari sekadar persepsi visual menjadi upaya menghadirkan kembali (presence) pengalaman psikologis melalui elemen abstrak seperti sequence dan pembatasan ruang. Kesimpulannya, praktik melukis ini berfungsi sebagai instrumen teraputik yang membuktikan bahwa menghadapi bayangan diri dalam ketersendirian dapat mencapai pemahaman diri yang utuh. Hasil akhir tugas akhir ini merupakan pembuktian bahwa seni rupa mampu mengintegrasikan bagian diri yang terpecah melalui eksplorasi kontras cahaya dan bayangan.

2026
👤 Penulis: Sheilla Usa Damarty S. Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI POTENSI KARAKTERISTIK BATUBARA INDONESIA DENGAN PENAMBAHAN FE?O? UNTUK PRODUKSI DME DALAM PERSPEKTIF EKONOMI DAN LINGKUNGAN

Kebutuhan Indonesia untuk menurunkan ketergantungan LPG impor sambil Kebutuhan Indonesia untuk menurunkan ketergantungan terhadap LPG impor sambil menjaga keterjangkauan energi mendorong pengembangan hilirisasi batubara menjadi dimetil eter (DME). Namun, penilaian kelayakan sering kali terfragmentasi karena aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan dibahas secara terpisah, sehingga menyulitkan pengambilan keputusan secara terintegrasi. Penelitian ini menyajikan studi pendahuluan yang menggabungkan evaluasi proses pirolisis–gasifikasi, keekonomian berbasis perusahaan, dan emisi gas rumah kaca dalam satu kerangka analisis terpadu. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis pengaruh penambahan Fe?O? terhadap proses pirolisis dan gasifikasi batubara dalam menghasilkan syngas untuk produksi DME pada lignit dan sub-bituminous; (2) membandingkan keekonomian relatif dari keempat skenario; dan (3) menilai intensitas emisi gas rumah kaca secara komprehensif. Metode yang digunakan meliputi eksperimen pirolisis pada rentang suhu 400–900 °C, pemodelan gasifikasi uap pada 900 °C dengan pendekatan minimisasi energi Gibbs, serta estimasi sintesis DME melalui rute metanol dua tahap. Inventaris emisi disusun secara berbasis proses, mencakup CO? langsung, oksidasi CO, pembakaran CH?, dan konversi slip CH? menjadi CO?e. Analisis keekonomian menggunakan metode benefit-to-cost ratio (BCR) relative. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Fe?O? secara konsisten meningkatkan kandungan H? dan CO dalam gas hasil pirolisis, serta memperbesar potensi pembentukan DME melalui gasifikasi. Yield DME meningkat dari 0,35 menjadi 0,39 kg/kg batubara untuk lignit, dan dari 0,33 menjadi 0,40 kg/kg batubara untuk sub-bituminous. Penambahan Fe?O? juga memperbaiki keekonomian relatif, dengan BCR meningkat dari 1,91 menjadi 2,10 untuk lignit, dan dari 1,60 menjadi 1,91 untuk sub-bituminous. Dari sisi lingkungan, nilai emisi menurun pada lignit dari 3,47 kg CO2eq/ kg DME menjadi 3,11 kg CO2eq/ kg DME setelah penambahan Fe?O?, dan pada sub-bituminus dari 4,22 kg CO2eq/ kg DME menjadi 3,58 kg CO2eq/ kg DME. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi proses dengan penambahan Fe?O? mampu meningkatkan performa teknis, ekonomi, dan lingkungan secara simultan dalam konversi batubara menjadi DME.

2026
👤 Penulis: Tomi Nugroho
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERHITUNGAN DANA PENSIUN DOSEN PNS DI PERGURUAN TINGGI NEGERI DENGAN PENERAPAN IMBAL HASIL SYARIAH BERBASIS MODEL VASICEK

Penelitian ini mengkaji proyeksi kewajiban aktuaria dan pembiayaan dana pensiun dengan menilai pengaruh metode aktuaria, dasar penentuan manfaat, serta penggunaan data imbal hasil syariah terhadap besaran iuran normal, kewajiban aktuaria, dan keberlanjutan pendanaan jangka panjang. Kajian difokuskan pada pegawai tetap yang diasumsikan mulai bekerja pada usia 26–27 tahun dan pensiun pada usia 70 tahun, dengan dua skema manfaat, yaitu berbasis gaji terakhir dan berbasis rata-rata gaji sepuluh tahun terakhir (Final Average Salary/FAS). Nilai diskonto kewajiban masa depan dimodelkan menggunakan model suku bunga stokastik Vasicek yang dikalibrasi dengan data aktual imbal hasil sukuk pemerintah berakad Ijarah dan Mudharabah sebagai alternatif syariah terhadap suku bunga konvensional. Estimasi kewajiban dilakukan menggunakan Projected Unit Credit (PUC) dan Entry Age Normal (EAN). Simulasi pada horizon jangka panjang menghitung Present Value of Future Benefits (PVFB), Normal Cost (NC), Actuarial Liability (AL), dan Unfunded Actuarial Liability (UAL) dengan basis mortalitas TMI IV 2019. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi diskonto berbasis imbal hasil sukuk syariah ke dalam model Vasicek serta evaluasi aktuaria berbasis TMI IV 2019 untuk proyeksi pendanaan pensiun jangka panjang. Hasil menunjukkan skema manfaat berbasis gaji terakhir menghasilkan PVFB dan AL lebih tinggi dibandingkan FAS. Dari sisi pembiayaan, metode PUC cenderung meningkatkan iuran menjelang pensiun, sementara EAN menghasilkan profil iuran yang lebih stabil sepanjang masa kerja. Analisis UAL mengindikasikan bahwa pada periode awal sistem berpotensi mengalami overfunding, namun pada periode berikutnya UAL dapat bergerak positif yang menandakan risiko underfunding; dalam hal ini, EAN menghasilkan dinamika UAL yang relatif lebih stabil dibandingkan PUC.

2026
👤 Penulis: Hari Julian Putra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SINTESIS HIDROGEL SUPERABSORBEN BERBASIS KARBOHIDRAT ALAM TERFUNGSIONALISASI BIO-NANOMATERIAL UNTUK APLIKASI PADA TANAH PERTANIAN

Hidrogel superabsorben (HSA) berbahan dasar hayati, khususnya pati, banyak digunakan sebagai pengkondisi tanah untuk meningkatkan retensi air pada sistem pertanian. Namun, sebagian besar HSA masih memanfaatkan pati pangan yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini mengembangkan HSA berbahan dasar pati non-pangan dari Manihot glaziovii (singkong karet). Sintesis dilakukan melalui kopolimerisasi cangkok dalam kondisi bebas oksigen, dengan memvariasikan perbandingan pati terhadap monomer asam akrilat, derajat netralisasi monomer, dan penambahan nanopartikel silika. Pengaruh variabel tersebut dievaluasi melalui uji penyerapan air ekuilibrium, kinetika pembengkakan (swelling), perilaku penyusutan (deswelling), kekuatan mekanis, dan kemampuan penggunaan kembali. Karakteristik struktur dan morfologi hidrogel dianalisis menggunakan FTIR, XRD, dan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan derajat netralisasi monomer sebanding dengan peningkatan kapasitas penyerapan air HSA. Kapasitas penyerapan maksimum sebesar 725,2 g/g dicapai pada derajat netralisasi 70% dengan perbandingan pati terhadap monomer sebesar 1:3. Nilai ini melampaui kinerja HSA berbahan dasar pati komersial (Manihot esculenta). Penambahan nanopartikel silika menunjukkan pengaruh yang bergantung pada komposisi. Kapasitas penyerapan air menurun hingga 459 g/g pada kadar nanopartikel silika 1%. Namun, pada kadar nanopartikel silika optimum sebesar 2%, kapasitas penyerapan air meningkat secara signifikan hingga 919,68 g/g disertai peningkatan kekuatan tekan sebesar 42%. Penelitian ini berhasil mengonversi pati singkong karet yang bersifat non-pangan dan kurang dimanfaatkan menjadi HSA bernilai tinggi dengan kinerja yang dapat disesuaikan. Hidrogel ini berpotensi diaplikasikan sebagai material pengkondisi tanah untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan efisiensi penggunaan air.

2026
👤 Penulis: Fitra Yurid
🏷️ Hidrologi 🏷️ Bio-Nanomaterial 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT JAMUR ASAL LAUT PENICILLIUM CITRINUM TERHADAP BAKTERI PATOGEN

Meningkatnya resistensi antibiotik, khususnya pada bakteri patogen prioritas global seperti kelompok ESKAPE, menegaskan urgensi pengembangan antibiotik baru yang lebih efektif. Salah satu sumber yang berpotensi menghasilkan kandidat antibiotik baru adalah jamur asal laut, mengingat kondisi ekosistem laut yang bersifat ekstrem dan dinamis mendorong organisme tersebut untuk mensintesis senyawa dengan struktur molekul yang unik, yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi jamur asal laut dari perairan di Provinsi Bali, Indonesia, yang berpotensi menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen, khususnya yang termasuk dalam kelompok ESKAPE. Perairan Bali dipilih karena wilayah ini merupakan bagian dari Coral Triangle, yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut global. Penelitian ini mencakup tahapan peremajaan isolat jamur asal laut, karakterisasi morfologi makroskopis dan mikroskopis, fermentasi, ekstraksi, identifikasi spesies berbasis DNA barcoding, analisis filogenetik, fraksinasi dan subfraksinasi, penentuan aktivitas antibakteri secara kualitatif dan kuantitatif, serta analisis profil metabolit dari subfraksi terpilih. Sebanyak sepuluh isolat jamur asal laut digunakan sebagai sumber ekstrak, yang diuji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus ATCC 6538, Klebsiella pneumoniae ATCC 13883, Acinetobacter baumannii ATCC 19606, Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027, Enterobacter aerogenes, serta methicillinsensitive S. aureus (MSSA) yang berasal dari methicillin-resistant S. aureus (MRSA) ATCC BAA-44. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat (EtOAc) hasil fermentasi skala kecil dari isolat FSB 31A, khususnya yang berasal dari media fermentasi, memperlihatkan aktivitas antibakteri paling kuat. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) yang diperoleh sebesar 200 µg/mL terhadap S. aureus dan 25 µg/mL terhadap MSSA, yang masing-masing dikategorikan sebagai aktivitas sedang dan kuat, sementara nilai konsentrasi bunuh minimum (KBM) masih berada di atas 200 µg/mL. Identifikasi spesies berbasis DNA barcoding wilayah internal transcribed spacer (ITS) mengonfirmasi bahwa isolat FSB 31A merupakan Penicillium citrinum, yang konsisten dengan berbagai laporan terdahulu mengenai aktivitas antibakteri P. citrinum terhadap S. aureus dan MRSA, serta keberadaan metabolit aktif seperti penicitol D, 1-epi-citrinin H1, dan penicitrinol J. Fermentasi skala besar terhadap isolat P. citrinum menghasilkan ii penurunan aktivitas antibakteri, yang diduga berkaitan dengan penambahan media fermentasi selama proses fermentasi, sehingga kultur cenderung bertahan lebih lama pada fase eksponensial dan mengalami perubahan komposisi maupun rasio metabolit sekunder yang dihasilkan. Dugaan tersebut diperkuat oleh hasil kromatografi lapis tipis (KLT) yang menunjukkan perbedaan profil bercak senyawa antara ekstrak hasil fermentasi skala kecil dan skala besar. Meskipun demikian, proses fraksinasi dan subfraksinasi terhadap ekstrak fermentasi skala besar berhasil menghasilkan subfraksi 14–16 (S14–16) dengan nilai KHM sebesar 100 µg/mL terhadap S. aureus dan 200 µg/mL terhadap MSSA, meskipun nilai KBM pada kedua bakteri uji masih berada di atas 200 µg/mL. Analisis profil metabolit menggunakan liquid chromatography–high resolution mass spectrometry (LC– HRMS) terhadap subfraksi S14–16 mengungkap keberadaan sitrinin dan 8- hydroxyquinoline (8-HQ), dua senyawa yang berdasarkan laporan terdahulu diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Selain kedua senyawa tersebut, masih dimungkinkan adanya metabolit sekunder lain, baik yang belum terelusidasi strukturnya maupun yang belum dilaporkan aktivitas biologisnya, yang berpotensi berkontribusi terhadap aktivitas antibakteri terhadap S. aureus maupun MRSA. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa jamur asal laut P. citrinum yang berasal dari perairan di Provinsi Bali, Indonesia, mampu menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Meskipun senyawa aktif yang teridentifikasi hingga tahap ini bukan merupakan senyawa baru, temuan ini menegaskan potensi jamur laut sebagai sumber kandidat antibiotik. Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada isolasi dan karakterisasi senyawa tunggal dengan aktivitas paling kuat, sehingga kontributor utama aktivitas antibakteri dapat diidentifikasi dan tingkat kekuatan aktivitas senyawa tunggal dapat diklasifikasikan secara lebih akurat.

2026
👤 Penulis: Zahir Thoriq
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STRATEGI OPTIMALISASI KINERJA ESG PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA DENGAN KOMPARASI PENDEKATAN ANALISIS LINEAR DAN NON-LINEAR

Perkembangan bisnis secara global mengarah kepada bisnis yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan tata laksana perusahaan yang baik (good corporate governance). Ketiga aspek sentral ini termuat dalam aspek ESG. Kinerja ESG dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dengan memberikan pengurangan risiko bisnis dan menciptakan peluang dalam mendapatkan keuntungan (return) sehingga berdampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan. Akan tetapi, dampaknya tidaklah selalu positif dan linear. Terdapat variasi hasil hubungan ESG dengan kinerja keuangan perusahaan seperti linear – negatif , non – linear dan netral. Adanya kemungkinan kondisi tersebut mendorong manajemen perusahaan untuk menentukan kinerja ESG yang lebih optimal. Model hubungan ESG dengan kinerja keuangan perusahaan dibuat dalam persamaan regresi linear dengan mempertimbangkan variabel kontrol yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Selanjutnya, dilakukan pengujian asumsi dari model seperti multikolinearitas, autokorelasi, linearitas dan pengujian asumsi lainnya pada persamaan. Untuk melihat adanya efek non-linear pada model hubungan, dilakukan pengujian metode non-linear seperti threshold analysis, non-parametric analysis dan analisis Nonlinear – Structere Equation Model. Hasil pemodelan menunjukkan adanya model non-linear yang memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan model linear dan signifikansi statistik lebih tinggi. Hal ini membuat model hubungan positif linear tidak berlaku untuk selamanya dan terdapat titik optimal dalam kinerja ESG yang dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan (CFP) sebelum berdampak negatif bagi keuangan perusahaan. Titik optimal dalam model hubungan dapat berubah akibat adanya perubahan eksternal seperti kondisi pasar dan perekonomian suatu negara. Interpretasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tinjauan bagi perusahaan tambang dalam mengatur strategi terkait ESG pada bisnis pertambangan di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Mohammad Ikhwanul Yogaswara
🏷️ Analisis Non-Linear 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 58 dari 349
💬