📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 124 dokumen

KELAYAKAN EKONOMI DAN MANAJEMEN RISIKO PENAMBANGAN AUGER DI PT BORNEO INDOBARA DENGAN MENGGUNAKAN REAL OPTION VALUATION DALAM KONDISI PASAR YANG VOLATIL

Batu bara adalah salah satu komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, begitu pula dengan negara-negara pengekspor batu bara lainnya seperti Australia, China, India, dan lainnya. Saat ini, banyak perusahaan batu bara di Indonesia menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan cadangan batu bara mereka untuk meningkatkan profitabilitas. Salah satu metode yang terbukti efektif dari perspektif teknis dan ekonomis adalah auger mining. Namun, dengan tren penurunan harga batu bara pada tahun 2024, kelayakan ekonomi auger mining bagi perusahaan, khususnya dalam jangka panjang, menjadi tanda tanya Penelitian ini merupakan studi pertama yang bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi auger mining dengan menggunakan simulasi DCF (Discounted Cash Flow), Monte Carlo, dan metode ROV (Real Option Valuation) Binomial Lattice berdasarkan kasus nyata dalam kondisi pasar batu bara saat ini, serta mengevaluasi risiko implementasinya dengan mempertimbangkan berbagai ketidakpastian di masa depan seperti harga batu bara, volume produksi, dan faktor biaya operasional lainnya. Studi ini bertujuan untuk menilai kelayakan auger mining berdasarkan tiga skenario: Auger Tipe A (Pemanfaatan Agresif dan Standar) dan Auger B (Implementasi Lokal). Berdasarkan analisis menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF), ketiga skenario menghasilkan nilai ekonomi positif (NPV, IRR, dan PI). Namun, skenario Auger A Standard Utilization dipilih untuk analisis lebih lanjut menggunakan simulasi Monte Carlo (MCS) dan metode ROV Binomial Lattice, karena skenario ini dianggap paling realistis secara teknis dan memiliki valuasi ekonomi menengah dibandingkan dua skenario lainnya. Berdasarkan analisis DCF, skenario Auger A Standard Utilization memiliki NPV sebesar $1,71 juta dengan titik impas yang relatif dekat dengan harga dasar batu bara ($52,24/ton), hanya menurun sebesar $5,27 (10,08%). Risiko proyek memiliki NPV negatif di masa depan adalah 25% (MCS) dan 38% (ROV). Analisis ROV Binomial Lattice memberikan nilai opsi tambahan sebesar $0,16 juta jika proyek dihentikan pada titik waktu tertentu di masa depan. Berdasarkan hasil ini, proyek auger memang memiliki NPV positif, tetapi dianggap cukup berisiko. Oleh karena itu, beberapa rekomendasi diperlukan untuk meningkatkan valuasi proyek dan meminimalkan risiko, seperti mengurangi biaya operasional, memasukkan harga impas batu bara ke dalam kontrak kerja, mengoptimalkan nilai Physical Availability (PA) dan Utilization Availability (UA), serta menegosiasikan fleksibilitas untuk menghentikan proyek di masa depan jika NPV berubah menjadi negatif.

2025
👤 Penulis: Abdullah Alghani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

STRATEGI PT PYM CHEMICAL INDONESIA PADA PASAR ETILENA SAAT TERJADI GEJOLAK HARGA BAHAN BAKU MELALUI PERENCANAAN SKENARIO

Tesis ini mengeksplorasi strategi PT Pym Chemical Indonesia dalam menghadapi pasar etilena di tengah fluktuasi harga bahan baku dengan menggunakan metode perencanaan skenario. Penelitian dimulai dengan analisis dinamika dalam industri etilena dan berbagai faktor yang mendorong volatilitas harga, seperti masalah geopolitik, gangguan dalam rantai pasokan, dan pergeseran permintaan. Untuk mendapatkan wawasan tentang tanggapan strategis PT Pym Chemical Indonesia, penelitian ini menerapkan perencanaan skenario sebagai metode untuk mengantisipasi dan mempersiapkan berbagai skenario pasar di masa depan. Pembuatan berbagai skenario berbeda, dapat mengungkap berbagai potensi risiko dan peluang yang timbul karena volatilitas harga bahan baku. Temuan penelitian tersebut menyarankan penekanan pada fleksibilitas dan kemampuan beradapatasi dalam strategi bisnis perusahaan, serta keefektifan manajemen risiko. Tesis ini diakhiri dengan rekomendasi untuk PT PYM Chemical Indonesia, yang menekankan perlunya pengawasan pasar yang berkelanjutan dan tindakan strategis yang proaktif untuk meningkatkan daya saing dalam lingkungan yang tidak pasti. Penelitian ini menambah pemahaman keseluruhan tentang manajemen strategis dalam sektor kimia, memberikan wawasan yang berharga bagi para profesional yang menghadapi masalah serupa.

2025
👤 Penulis: Petrus Yanto
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Hidrologi Industri Kimia 🏷️ Analisis Risiko

PERANCANGAN PIPA PESAT MENGGUNAKAN SISTEM PROTEKSI KATUP BYPASS DI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO KEMBANG LANGIT

Bisa dilihat di file

2025
👤 Penulis: Roqib Hamdani
🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Desain Teknis Pipa

PERAN PEMBIAYAAN PROYEK DALAM MEMASTIKAN KEBERLANJUTAN DAN MENGELOLA RISIKO: PELAJARAN DARI PROYEK RAJAMANDALA

Indonesia tengah berjuang untuk beralih dari penambangan batu bara dan beralih ke energi terbarukan. Transisi ke energi terbarukan telah menjadi tujuan PT Perusahaan Listrik Negara untuk mencapai Indonesia yang mengurangi emisi karbon dan memastikan pembangkitan listrik yang berkelanjutan. Namun, PLN menghadapi kesulitan dalam pendanaan keuangan untuk energi terbarukan, terutama pada tenaga air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan pembiayaan proyek sebagai alat untuk membantu proyek mengoptimalkan profitabilitas, mengurangi risiko, dan menarik investor. Menggunakan kasus pembangkit listrik tenaga air yang ada dari PLN yang disebut pembangkit listrik tenaga air Rajamandala sebagai contoh untuk menilai kinerja keuangan selama studi kelayakan, penyelesaian, dan tahap operasi & pemeliharaan. Penelitian ini menghasilkan bahwa proyek Rajamandala menghadapi masalah profitabilitas karena kelebihan biaya, keterlambatan konstruksi, dan produksi listrik yang rendah. Selama tahap kelayakan, proyek menghasilkan hasil yang menjanjikan dari ekuitas IRR sebesar 12,25% dan proyek IRR sebesar 7,95%, hasil yang lebih besar daripada proyek WACC sebesar 7,52%. Hasil menurun pada tahap penyelesaian akibat keterlambatan konstruksi yang mengakibatkan proyek mengalami kelebihan biaya operasional dan mengakibatkan turunnya IRR ekuitas sebesar 7,82% dan IRR proyek sebesar 3,68% serta menyebabkan kinerja NPV menjadi negatif -39,6234 MUSD. Pada tahap O&M, model keuangan memasukkan pendapatan kredit karbon untuk mendukung kinerja proyek, yang mengakibatkan peningkatan IRR ekuitas sebesar 8,20% dan IRR proyek sebesar 4,21% serta peningkatan NPV -34,8530 MUSD. Namun proyek masih berjuang untuk melampaui biaya modal rata-rata tertimbang (WACC). Untuk menghindari kesulitan keuangan, penelitian ini merekomendasikan untuk membangun kembali struktur keuangan yang lebih fleksibel, melakukan analisis risiko, dan strategi penetapan harga yang adaptif. Dengan memasukkan rekomendasi ini, PLN pasti dapat meningkatkan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang dan meningkatkan daya tarik bagi investor. Aspek-aspek kunci ini penting sebagai pendukung rencana aksi peningkatan proyek EBT di Indonesia, mengurangi emisi, membantu transisi menuju energi hijau, dan berfungsi sebagai panduan referensi untuk pembangkit listrik tenaga air di masa mendatang.

2025
👤 Penulis: Anggita Tri Ayuningtyas
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Manajemen Keuangan Proyek 🏷️ Analisis Risiko

ESTIMASI FRAGILITY CURVE DAN KERUGIAN EKONOMI UNTUK KERUSAKAN BANGUNAN AKIBAT BANJIR

Banjir merupakan bencana dengan frekuensi tertinggi di Indonesia, mencakup 43,1% dari total kejadian bencana nasional pada 2022. Mitigasi yang selama ini dilakukan lebih berfokus pada perlindungan struktural, seperti pembangunan tanggul, yang bertujuan untuk mengurangi probabilitas bahaya banjir. Namun, pendekatan ini memiliki keterbatasan karena tidak mempertimbangkan aspek paparan, kerentanan, serta risiko kegagalan infrastruktur. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai risiko kerusakan bangunan akibat banjir adalah fragility curve, yaitu pendekatan berbasis probabilistik yang menggambarkan hubungan antara intensitas banjir dan probabilitas kerusakan bangunan. Meskipun fragility curve telah banyak diterapkan secara global, penelitian terkait penerapannya dalam konteks banjir di Indonesia masih sangat terbatas akibat keterbatasan data empiris menyebabkan kesulitan dalam membangun fungsi yang terlokalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan fragility curve yang sesuai dengan karakteristik bangunan di Indonesia, dengan fokus pada studi kasus kejadian banjir akibat runtuhnya tanggul Sungai Cikapundung di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada 11 Januari 2024. Dengan pendekatan probabilistik, penelitian ini menganalisis tingkat ketahanan bangunan terhadap banjir berdasarkan data empiris. Analisis peta bahaya menunjukkan bahwa Kampung Lamajang Peuntas memiliki tingkat ancaman banjir tertinggi. Kerusakan ringan (DS 1) paling dominan, menyebabkan akumulasi kerugian lebih tinggi dibandingkan kerusakan sedang (DS 2) atau berat (DS 3). Probabilitas kegagalan mencapai 50% pada kedalaman genangan >1,2 m untuk DS 1, >1,4 m untuk DS 2, dan >1,5 m untuk DS 3. Jika tanggul gagal, gaya hidrodinamis dan material bawaan mempercepat kerusakan, meningkatkan risiko runtuhnya bangunan, terutama pada genangan ?2 m. Mitigasi difokuskan pada pengurangan kerusakan ringan, yang memiliki dampak finansial jangka panjang paling signifikan. Pemeliharaan rutin menjadi strategi utama untuk mengurangi risiko kerusakan akumulatif. Penelitian ini mengisi kesenjangan dalam literatur mengenai fragility curve untuk banjir di Indonesia dan menjadi langkah awal dalam pengembangannya sesuai tipologi bangunan lokal. Hasilnya diharapkan menjadi dasar bagi penelitian lanjutan, analisis risiko kerusakan bangunan, serta strategi mitigasi yang lebih efektif untuk mengurangi dampak banjir di masa depan.

2025
👤 Penulis: Nadira Tsamara Dewi
🏷️ Banjir 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko

EKSPLORASI FAKTOR RISIKO PADA KETERGANTUNGAN IMPORT UNTUK PASOKAN BAHAN BAKU OBAT: SEBUAH PENDEKATAN DELPHI-AHP DAN SISTEM PEMODELAN PADA RANTAI PASOK FARMASI DI INDONESIA

Sektor farmasi Indonesia sangat bergantung pada China untuk pasokan bahan baku obat, dimana sektor ini mengimpor sekitar 95% bahan baku. Ketergantungan ini menciptakan situasi yang tidak menguntungkan karena dapat mengganggu sektor industri farmasi di Indonesia jika China berhenti memasok bahan baku obat ke Indonesia. Mempertimbangkan keberlangsungan pasokan bahan baku obat semakin penting dalam industri farmasi, Rantai Pasok Farmasi (Pharmaceutical Supply Chains - PSCs) menghadapi berbagai risiko karena strukturnya yang kompleks. Studi literatur yang ada saat ini belum cukup komprehensif dalam hal penilaian faktor risiko di industri farmasi, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko serta mengusulkan model analisis keputusan berdasarkan kombinasi pendekatan Delphi-Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Pemodelan Sistem dalam konteks PSCs Indonesia. Metode Delphi akan digunakan untuk memeriksa data kualitatif dari kompilasi hasil wawancara pakar dan studi literatur. AHP akan berkontribusi pada analisis risiko dan proses prioritas faktor risiko. Pemodelan sistem dengan menggunakan causal loop diagram akan digunakan untuk mengetahui hubungan keterkaitan antar faktor dan mengidentifikasi intervensi yang diperlukan. Data akan dikumpulkan dari berbagai pemangku kepentingan dalam manajemen PSCs di Indonesia, termasuk manufaktur, distributor, dan pembuat kebijakan. Studi ini diharapkan dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko PSC Indonesia, untuk membantu pemangku kepentingan dalam mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengatasi faktor risiko.

2025
👤 Penulis: Gidion Krisnadi Yoseph
🏷️ Rantai Pasok Farmasi 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Model Keputusan

PENGEMBANGAN KERANGKA KERJA PENENTUAN INDIKATOR KINERJA PROSES BISNIS SEBAGAI DASAR UNTUK IDENTIFIKASI RISIKO DI PT PLN (PERSERO)

PT PLN (Persero) adalah BUMN di yang bergerak dibidang ketenagalistrikan memiliki peran strategis dalam menyediakan pasokan listrik yang andal di seluruh Indonesia. Namun, kompleksitas proses bisnis dan tantangan dalam pengelolaan risiko memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengembangkan kerangka kerja untuk menentukan indikator keberhasilan proses bisnis yang terintegrasi dengan sasaran strategis, Key Performance Indicators (KPI), proses bisnis, identifikasi indikator, dan manajemen risiko di tiga fungsi yaitu distribusi, transmisi, dan proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi distribusi pola pembentuk indikator kinerja proses bisnis adalah kombinasi proses- output dan input-proses-output dengan dimensi waktu, kuantitas, dan kualitas. Fungsi transmisi pola pembentuk indikator kinerja proses bisnis adalah kombinasi input-proses-output dan input-proses dengan dimensi waktu, kualitas, dan fleksibilitas. Fungsi proyek pola pembentuk indikator kinerja proses bisnis adalah kombinasi input-proses-output dan proses-output dengan dimensi biaya, waktu, kualitas, dan kuantitas. Identifikasi risiko menemukan empat risiko pada fungsi distribusi, lima risiko pada fungsi transmisi, dan enam risiko pada fungsi proyek. Penelitian yang dilakukan memberikan empat kontribusi utama. Pertama, mengembangkan kerangka kerja integrasi sasaran strategis, KPI, indikator kinerja proses bisnis, dan identifikasi risiko berbasis proses bisnis. Kedua, menjelaskan cara menentukan indikator kinerja proses bisnis yang selaras dengan strategi organisasi dan KPI pada rantai nilai ketenagalistrikan. Ketiga, penelitian yang dilakukanmenjadi pedoman bagi pengambil keputusan di PLN untuk mengidentifikasi risiko operasional berdasarkan informasi indikator kinerja proses bisnis. Keempat, penelitian yang dilakukan menyediakan acuan kerangka kerja bagi pengambil keputusan perusahaan ketenagalistrikan dalam menetapkan indikator kinerja proses bisnis dan risiko operasional secara terintegrasi, dengan mempertimbangkan sasaran srategis dan KPI organisasi.

2025
👤 Penulis: Fadhil Aswin Pradipta
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko

STRATEGI KETAHANAN BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCENARIO PLANNING: STUDI KASUS PERUSAHAAN SEMEN

Industri semen, meskipun adalah pemasok utama bahan konstruksi, menghadapi tantangan yang semakin meningkat seperti perubahan regulasi, persaingan pasar, dan tuntutan keberlanjutan. Kelebihan pasokan, perang harga, perubahan kebutuhan konsumen, serta tekanan untuk menurunkan emisi CO2 dan mengadopsi energi terbarukan menjadikan perumusan dan implementasi strategi menjadi semakin kompleks. Penelitian ini berfokus pada PT Cimento, salah satu perusahaan semen terkemuka di Indonesia, untuk merumuskan strategi yang memungkinkan perusahaan ini bertahan, meningkatkan profitabilitas, dan tetap berkelanjutan, atau menjadi resilien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi Exploratory Scenario Planning (XSP). Data dikumpulkan melalui kombinasi Focus Group Discussion (FGD), wawancara dengan para ahli, dan lokakarya perencanaan skenario bersama karyawan perusahaan. Hasil penelitian mengidentifikasi dua pendorong utama ketidakpastian, “Persaingan Industri” dan “Perubahan Regulasi”, yang menjadi dasar pembentukan empat skenario: Market Disaster, Competition War, Peace Ocean, dan Opportunist Surfing. Menghadapi skenario-skenario ini, strategi PT Cimento saat ini diuji menggunakan metodologi scenario stress-testing untuk menilai ketahanan (kemampuan untuk bekerja efektif di semua skenario) dan kontinjensi strategi (kecocokan dengan skenario tertentu). Hasilnya mengidentifikasi strategi yang menunjukkan resiliensi, menyoroti strategi yang membutuhkan penyesuaian, serta mengungkap area untuk potensi perbaikan. Penelitian ini berkontribusi pada manajemen strategis dengan menunjukkan bagaimana bisnis di industri yang tidak stabil dapat menggunakan kerangka kerja berbasis skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. Penelitian ini juga menjadi studi kasus praktis bagi perusahaan semen dan industri lain yang menghadapi dinamika pasar yang menantang.

2025
👤 Penulis: Andi Rahmat Dinata
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Hidrologi Industri Semen 🏷️ Analisis Risiko

EVALUASI PENYEBAB KECELAKAAN KERJA PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI YANG TERSERTIFIKASI ISO 45001:2018 DENGAN METODE HYBRID FMEA (STUDI KASUS: PT GRAMA PRAMESI SIDDHI)

Kecelakaan kerja di sektor konstruksi menjadi salah satu permasalahan utama di Indonesia. Berdasarkan teori domino dan ILCI, kecelakaan disebabkan oleh unsafe act dan unsafe condition akibat adanya kelalaian yang dilakukan oleh pihak manajemen di lingkungan kerja. Penelitian ini secara khusus mengevaluasi faktor penyebab kecelakaan kerja pada proyek konstruksi Pakuwon Residences, PT Grama Pramesi Siddhi (GPS). Metode yang digunakan adalah metode hybrid FMEA yang menggabungkan FMEA, FTA dan ETA. Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa kecelakaan dengan risiko (RPN) tertinggi adalah jatuh ke dalam lubang pondasi, tertimpa puing dari lantai atas, jari terjepit mesin bar bending, tertusuk paku, dan tertimpa bentonite borpile. Analisis kualitatif FTA terhadap lima kecelakaan prioritas dengan RPN tertinggi menunjukkan bahwa 73% basic events merupakan kondisi tidak aman (unsafe condition). Analisis ETA membuktikan bahwa jika tindakan perbaikan dilakukan terhadap setiap kejadian utama penyebab kecelakaan, maka potensi terjadinya kecelakaan dapat berkurang secara signifikan. Hasil analisis regresi sederhana kuisioner self-assessment ISO 45001 yang dibagikan pada manajemen menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen keselamatan kerja berpengaruh 0,19 poin (koefisien regresi : -0.15) terhadap penurunan kecelakaan, sementara penerapan sistem OSHA for construction yang dibagikan pada pekerja berpengaruh 0,062 poin (koefisien regresi : -0.062) dalam menurukan kecelakaan kerja apabila diterapkan. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua sistem tersebut belum tentu optimal dalam mencegah kecelakaan kerja

2025
👤 Penulis: Ratu Avior Rastinov Hutajulu
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Keselamatan Kerja 🏷️ Analisis Risiko

MODEL RISIKO KEUANGAN NEGARA YANG BERASAL DARI PEMBIAYAAN RISIKO BENCANA

Sebagai perguruan tinggi negeri, Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki misi dalam menciptakan, berbagi, dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kemanusiaan serta menghasilkan sumber daya insani yang unggul untuk menjadikan Indonesia dan dunia lebih baik. Salah satu penerapan dari misi tersebut adalah terciptanya suatu mata kuliah wajib yaitu Kerja Praktik. Laporan ini membahas kerja praktik mahasiswa Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB dalam riset "Penyusunan Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana." Kerja praktik ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan LPDP. Kerja Praktik ini didasari oleh kerja sama antara Kementerian Keuangan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebagai lembaga yang bertugas untuk mengelola dana pendidikan nasional, LPDP memiliki suatu program berupa Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya saing bangsa melalui komersialisasi produk atau implementasi kebijakan/tata kelola atau publikasi. Pada Kerja Praktik ini, mahasiswa membantu dalam riset Penyusunan Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana yang bertujuan untuk mengelompokkan bangunan-bangunan baik milik negara maupun daerah sesuai dengan taksonomi bangunannya. Pengelompokan ini dilakukan dalam rangka penyusunan risiko keuangan berdasarkan kerusakan bangunan milik daerah dan negara akibat bencana. Mahasiswa melakukan dua studi terpisah, yakni kerusakan bangunan akibat gempa di Sumedang dan penilaian kerugian bencana di Indonesia Timur. Kegiatan yang dilakukan mencakup pengumpulan data dan pembuatan database dengan metode survei cepat dan studi desktop. Pengelompokkan data dilakukan berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada setiap provinsi di Indonesia Timur. Dalam kegiatan survei Sumedang diperoleh hasil bahwa mayoritas tingkat kerusakan bangunan yaitu rusak ringan dan mayoritas jenis taksonominya yaitu MUR. Taksonomi yang berjenis MUR lebih rentan terhadap pergeseran, dalam hal ini yaitu gempa bumi. Hal tersebut dikarenakan tidak ada tulangan yang menopang bangunan ketika terjadi sedikit pergeseran. Sementara hasil survei menunjukkan bahwa secara umum taksonomi bangunan menguat, mengikuti kenaikan kelas IPM-nya. Pada data sekolah, scatterplot menunjukkan bahwa secara umum taksonomi bangunan menguat seiring dengan naiknya IPM. Sementara itu, data fasilitas kesehatan tidak menunjukkan trendline positif. Sebaliknya, trendline menurun atau negatif. Hasil kerja praktik ini diharapkan dapat membantu Kementerian Keuangan dalam mengelola risiko keuangan negara dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui beasiswa pendidikan tinggi.

2025
👤 Penulis: Fahrul Rozi Subekti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

ANALISIS RISIKO BANJIR AKIBAT DAM BREAK BENDUNGAN BILI-BILI KAB. GOWA, SULAWESI SELATAN BERDASARKAN PEMODELAN MATEMATIK HEC-RAS

Penelitian ini untuk menganalisis risiko banjir akibat keruntuhan Bendungan Bili-bili dengan tujuan untuk memprediksi dampak yang ditimbulkan ketika terjadi, serta memberikan rekomendasi untuk mengurangi risiko. Metode yang digunakan adalah permodelan menggunakan HEC-HMS untuk routing debit keruntuhan bendungan dan HEC-RAS untuk memodelkan genangan yang terbentuk. Hasil yang diperoleh adalah peta indeks risiko dimana terdapat 11 kecamatan di kota makassar, 9 kecamatan di Kabupaten Gowa, 2 Kecamatan di Kabupaten Takalar, dan 1 kecamatan di Kabupaten Maros. Berdasarkan hasil analisis indeks risiko mengaju pada Perka BNPB Tahun 2012 diperoleh 1 kecamatan yang termasuk dalam kategori indeks risiko rendah, 21 kecamatan masuk dalam kategori indeks risiko sedang, 1 kecamatan masuk dalam kategori indeks risiko tinggi.

2025
👤 Penulis: Agusman
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Model Matematika

DESAIN PROTOTIPE MESIN PENGUPAS NANAS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI UKM PENGOLAHAN NANAS

UKM X merupakan salah satu tempat produksi makanan dan minuman kemasan berbahan dasar nanas di Kabupaten Subang. Terdapat delapan jenis varian produk yang dibuat oleh UKM X, yaitu wajit, dodol, keripik, kerupuk, cokelat, sirop, sari buah, dan manisan nanas. Meski skala produksi di UKM X cukup besar, tetapi keterbatasan mesin yang tersedia, mengakibatkan belum optimalnya produktivitas dan tingginya risiko ergonomis di tempat kerja. Oleh karena itu, pengembangan mesin yang dapat menunjang aktivitas produksi di UKM X menjadi sangat dibutuhkan. Sebelum menentukan pengalokasian aktivitas produksi yang akan diotomatisasi, terlebih dahulu dilakukan evaluasi sistem produksi secara keseluruhan dengan menggunakan Hierarchical Task Analysis (HTA). Tujuan akhir yang ingin didapat dari analisis HTA yaitu penentuan task yang paling berisiko dalam sistem produksi. Penilaian tingkat risiko dilakukan dengan menggunakan lima kriteria performansi, yaitu pemborosan, efisiensi, kualitas, aspek ergonomi, dan aspek keselamatan kerja. Setelah didapatkan satu aktivitas yang memiliki tingkat risiko paling tinggi, dilakukan observasi teknologi yang selama ini masih digunakan berserta penggunanya di UKM X. Berdasarkan hasil pengamatan, kemudian dilakukan identifikasi kebutuhan konsumen dengan menggunakan metode Ulrich dan Eppinger untuk dapat mengakomodasi kebutuhan konsumen yang kemudian diterjemahkan ke dalam spesifikasi produk. Dengan mempertimbangkan batasan teknis, waktu, dan biaya, dibuat desain prototipe mesin beserta berbagai fungsionalitasnya. Desain yang sudah jadi lalu direalisasikan dalam bentuk prototipe untuk dapat diujicobakan secara internal (alpha testing) dan eksternal (beta testing) dengan pengguna. Uji coba pengguna dilakukan dengan menggunakan metode retrospective probing.

2025
👤 Penulis: Karimatukhoirin
🏷️ Mesin Pengupas Nanas 🏷️ Produksi Ukm 🏷️ Analisis Risiko

PERANCANGAN FASILITAS PERLALULINTASAN DI KOTA CIREBON BERDASARKAN EVALUASI ERGONOMI

Kota Cirebon sebagai kota berkembang di Jawa Barat, memiliki rencana untuk memajukan bidang pariwisata. Dalam memajukan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan, perlu diperhatikan aspek lalu lintas. Oleh karena itu keselamatan dan kenyamanan berlalulintas harus selalu ditingkatkan. Berdasarkan data dari Satlantas Polresta Cirebon Kota, 70% kecelakaan lalu lintas yang terjadi berkaitan dengan Human Error. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah unsafe condition. Hal ini didasari pada studi pendahuluan kepada 40 responden yang menyatakan bahwa fasilitas perlalulintasan menjadi aspek yang penting terhadap keselamatan berlalulintas. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi fasilitas perlalulintasan yang sudah baik dilihat dari sudut pandang ergonomi dan memberikan rekomendasi pada fasilitas perlalulintasan yang belum memperhatikan aspek ergonomi dalam perancangannya. Penelitian dilakukan dengan observasi secara langsung pada salah satu kecamatan disetiap kelompok kecamatan. Permasalahan-permasalahan yang terjadi di salah satu kecamatan tersebut, diasumsikan terjadi juga di kecamatan lainnya. Penelitian ini dibantu dengan diskusi bersama Dinas Perhubungan yang bertujuan untuk menentukan prioritas permasalahan yang harus diperbaiki. Berdasarkan observasi langsung, terdapat 7 subjek permasalahan pada kelompok kecamatan A, dan 8 subjek permasalahan pada kelompok kecamatan B, dengan setiap kelompok terdapat 15 jenis permasalahan. Permasalahan tersebut dikelompokkan dalam 3 prioritas yaitu, prioritas satu, dua dan tiga. Pengelompokkan ini menggunakan Hazard Risk Assessment Matrix yang didasarkan pada frekuensi kejadian dan dampak yang ditimbulkan. Setiap rekomendasi dilengkapi dengan estimasi biaya yang sebagai salah satu aspek pertimbangan dalam pengelompokkan permasalahan. Setelah dikelompokkan, 5 jenis permasalahan masuk dalam prioritas 1, 7 jenis permasalahan masuk dalam prioritas 2 dan 8 jenis permasalahan masuk dalam prioritas 3. Total estimasi biaya untuk mengimplementasikan rekomendasi penyelesaian prioritas satu Rp 588.692.981 hingga Rp 616.025.927, prioritas 2 Rp 2.362.521.553 hingga Rp 2.367.188.983, dan prioritas 3 Rp 208.994.630 hingga Rp 212.076.500.

2025
👤 Penulis: Muhammad Syifa Nurrahman
🏷️ Ergonomi 🏷️ Manajemen Lalu Lintas 🏷️ Analisis Risiko

IMPLEMENTING RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE – REENGINEERED TO A BALL MILL EQUIPMENT WITHIN A MINING FACILITY

The mining industry is vital in securing Indonesia’s energy security and economic growth. Within these facilities there exist many pieces of equipment that require maintenance. To ensure the safety, operational performance, and cost-effectiveness of this facility, proper maintenance management is crucial, one of them being Reliability Centered Maintenance (RCM), which is used due to its comprehensive and detailed approach to improving the maintenance strategy tasks. However, the reference documents for traditional RCM are highly outdated. For this reason, the objective of this paper is to analyze the maintenance strategy using an optimized version of RCM, which is Reliability Centered Maintenance – Reengineered ® (RCM-R). This version is more structured and complete, including analysis from Asset Criticality Analysis, FMEA, RAM, and Weibull Distributions through a 10-step process. By doing so, this paper optimizes PTFI’s maintenance strategy for their Ball Mill equipment using industrial data, which includes reviewing the existing preventive maintenance (PM) task list. The results of this paper reveal that 8 of the existing PM tasks must be modified, which allows a target reduction in total maintenance time by 14.07%. This gives PTFI a target of 1.59% increase in availability per year, which is equivalent to a potential profit increase estimate of around Rp. 96.9 billion, or $6.0 million annually.

2024
👤 Penulis: Adam Rushdain Putrayando
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko

PENGEMBANGAN ALGORITMA FLISR DENGAN MEMPERTIMBANGKAN INDEKS KEANDALAN, SUSUT TEKNIS, DAN PREDIKSI BEBAN STUDI KASUS PADA PLN DISTRIBUSI JAWA TENGAH

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem Fault Location, Isolation, and Service Restoration (FLISR) dalam proses pemulihan jaringan yang mengalami pemadaman akibat gangguan di seksi lain dalam satu penyulang. FLISR merupakan salah satu implementasi dari Distribution Management System (DMS) yang diterapkan di wilayah Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jawa Tengah. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menambahkan beberapa variabel baru ke dalam algoritma kerja FLISR, yaitu historis gangguan, hasil inspeksi jaringan, prediksi beban dan susut teknis. Variabel-variabel tersebut dihitung menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) guna menentukan opsi terbaik berdasarkan data yang tersedia. Studi kasus dilakukan pada penyulang KDS15 dan hasilnya menunjukkan bahwa algoritma baru ini menghasilkan keputusan yang lebih baik dalam hal keandalan dan efisiensi, ditandai dengan potensi gangguan berulang yang lebih kecil dan penurunan susut teknis. Sebagian besar data yang digunakan untuk algoritma FLISR dapat diakses melalui sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), sehingga mendukung efisiensi kerja sistem. Kebaruan penelitian ini terletak pada penambahan variabel historis gangguan, Hasil Inspeksi, prediksi beban dan susut teknis, yang sebelumnya tidak dipertimbangkan dalam algoritma FLISR. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi variabel-variabel baru tersebut berkontribusi pada peningkatan keandalan dan efisiensi jaringan distribusi.

2024
👤 Penulis: Afid Ridhoaji
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko
Halaman 6 dari 9
💬