📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 91 dokumen

EFEK GALIAN EARTH PRESSURE BALANCE (EPB) MASS RAPID TRANSIT JAKARTA (MRTJ) TERHADAP PERILAKU DEFORMASI DAN BANGUNAN SEKITAR

Jakarta sebagai salah satu kota terpadat mengalami permasalahan seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk yang signifikan. Hal ini menuntut adanya solusi dari tantangan mobilitas yang terjadi untuk meningkatkan kualitas hidup serta pertumbuhan ekonomi kota. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi peningkatan pembangunan terowongan untuk MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta. Namun, Pembangunan MRT ditengah area perkotaan yang padat bangunan juga dapat mengganggu fungsi tiang pondasi disekitar konstruksi terowongan, Oleh karena itu, perlu untuk dilakukan peninjauan mengenai pengaruh konstruksi terowongan terhadap pondasi sekitar. Pada studi ini, dilakukan analisis pengaruh jarak dan kedalaman terowongan terhadap pondasi sekitar dan dilakukan juga analisis pengaruh perubahan kelas situs tanah dan bentuk pondasi terhadap nilai gaya dalam tiang eksisting. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan gaya dalam seiring dengan semakin dekatnya jarak antara pondasi eksisting dengan terowongan. Dari hasil juga dapat terlihat peningkatan bending momen yang dapat mencapai 15% , juga peningkatan deformasi lateral yang dapat mencapai dua kali lipat dari nilai awal. Konstruksi terowongan kedua juga akan memberikan pengaruh yang lebih besar apabila pondasi yang digunakan untuk bangunan Tingkat tinggi dan tidak akan terlalu berpengaruh untuk pondasi dengan konfigurasi 2x2. Selain itu, kondisi tanah yang semakin lunak akan meningkatkan perubahan gaya dalam yang terjadi. Dari hasil yang didapatkan, interaksi antara terowongan dan pondasi eksisting perlu untuk dipertimbangkan pada desain untuk mencegah adanya pengurangan fungsi tiang atau kerusakan tiang eksisting lainnya.

2024
👤 Penulis: Antasya Lunaristri M
🏷️ Geoteknik 🏷️ Transportasi Udara 🏷️ Analisis Struktur

STUDI KETAHANAN GEMPA DARI STRUKTUR SRPMK GEDUNG BERTINGKAT RENDAH YANG DIRANCANG BERDASARKAN GAYA GRAVITASI DENGAN ANALISIS LTHA DAN NLTHA

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak penelitian dan studi yang dilakukan mengenai risiko kegempaan di Indonesia dan diperoleh risiko kegempaan yang terus meningkat. Oleh karena itu perlu perancangan yang baik untuk membuat bangunan tahan gempa. Salah satu tantangannya adalah proses perancangan bangunan tahan gempa yang memerlukan analisis yang cukup kompleks menggunakan perangkat lunak dimana diperlukan keahlian khusus untuk mengoperasikannya dan juga nilai investasi yang relatif mahal bagi praktisi konstruksi di Indonesia. Bangunan yang dirancang terhadap gaya gravitasi memiliki kapasitas tertentu untuk menahan gaya gempa. Pada bangunan bertingkat rendah umumnya beban gravitasi lebih dominan dibanding beban gempa dan dapat menahan gempa pada taraf tertentu. Dikarenakan perancangan berdasarkan gaya gravitasi sudah cukup dikenal dan proses perancangan yang lebih mudah, maka perancangan bangunan bertingkat rendah tahan gempa dapat dilakukan dengan mempertimbangkan gaya gravitasi saja namun tetap memenuhi persyaratan detailing SRPMK sehingga dapat menambah ketahanan gempa bangunan pada lokasi dengan risiko gempa yang tinggi. Pada kajian ini digunakan perangkat lunak berbasis spreadsheet yang penggunaanya lebih mudah, murah, dan popular digunakan. Penggunaan speadsheet dapat membantu proses perancangan bangunan bertingkat rendah yang lebih sederhana. Untuk memastikan ketahanan gempa dari struktur tersebut maka dilakukan juga kajian dengan analisis LTHA dan NLTHA dengan berbagai taraf gempa yang mungkin terjadi di Indonesia. Diperoleh pada kajian ini bahwa struktur bertingkat rendah yang dirancang berdasarkan beban gravitasi saja namun tetap memenuhi syarat SRPMK memiliki ketahanan akan gempa dengan berbagai beban gempa yang mungkin terjadi di Indonesia.

2024
👤 Penulis: William Ansel
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Manajemen Risiko Gempa

PERANCANGAN FONDASI PILED RAFT PADA GEDUNG AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD

Institut Teknologi Bandung sedang melaksanakan proses pembangunan Gedung Akademik. Perancangan fondasi piled raft pada bangunan tersebut perlu dilakukan dengan matang. Maka dari itu, perlu dilakukan analisis dan desain sehingga didapatkan jenis fondasi yang mampu menahan beban struktur. Perancangan ini bertujuan untuk menentukan daya dukung tiang dan raft yang menghasilkan konfigurasi dan dimensi dari fondasi piled raft. Selain itu, perancangan ini juga meninjau nilai penurunan total yang dihasilkan dari desain fondasi piled raft serta distribusi beban yang ditanggung oleh tiang dan raft. Perncangan fondasi piled raft dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga yang memodelkan fondasi piled raft serta melakukan simulasi terhadap beban yang dipikul oleh fondasi piled raft. Berdasarkan pemodelan tersebut diperoleh jumlah tiang yang digunakan sebanyak 110 tiang dengan spasi 1,5 m dengan penurunan total sebesar 2,63 cm. Distribusi beban yang dihasilkan adalah sebesar 84% dipikul oleh tiang sedangkan 16% dipikul oleh raft.

2024
👤 Penulis: Gibran Kastara Pandega Pragata
🏷️ Konstruksi 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Metode Elemen Terbentuk

PERANCANGAN JEMBATAN KERETA API RANGKA BAJA JALUR JAKARTA - BANDUNG

Kereta api adalah moda transportasi massal yang telah digunakan sejak lama. Kereta api saat ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Moda transportasi kereta api tidak lepas dari prasarana perkeretaapian, seperti jembatan. Jembatan mengatasi permasalahan alam di Indonesia yang cukup beragam. Terkadang keadaan alam menghambat perhubungan dua daerah, termasuk kereta api. Keberadaan jembatan dapat menghubungkan kedua daerah tersebut dan kereta api dapat melintas di atasnya. Tugas akhir ini berisi mengenai perancangan struktur jembatan kereta api untuk jalur Jakarta-Bandung dan sebaliknya. Perancangan jembatan dimulai dari perencanaan dan pemodelan hingga analisis pembebanan, kapasitas, lendutan, sambungan baut, dan fatigue. Jembatan didesain dengan menggunakan jembatan rangka baja atau truss. Perancangan struktur jembatan ini dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SAP2000. Jembatan dirancang dan dianalisis dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Peraturan Pemerintah terkait.

2024
👤 Penulis: Dave Theopilus Soegiharto
🏷️ Konstruksi Jalan Raya 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Teknologi Informasi Dalam Teknik

PERANCANGAN FONDASI PILE-RAFT RUMAH SUSUN 1 SEMPER (CAKUNG DRAIN), JAKARTA UTARA

Rumah Susun 1 Semper (Cakung Drain) merupakan rumah susun yang dibangun di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Kota Administrasi Jakarta Utara. Rumah susun ini terdiri dari 8 gedung dengan masing-masing gedung memiliki 16 lantai tanpa basemen. Tugas Akhir ini memiliki tujuan untuk menentukan parameter tanah pada lokasi proyek dan merancang sistem fondasi yang dapat memikul beban dari struktur. Pada lokasi proyek terdapat lapisan tanah lempung lunak di dekat permukaan dengan rata-rata nilai N-SPT sebesar 2 – 3 hingga kedalaman 14,5 meter. Penentuan parameter tanah dilakukan menggunakan korelasi N-SPT. Fondasi yang digunakan adalah fondasi rakit bertiang (pile-raft) dengan tebal raft sebesar 1,6 meter, diameter tiang sebesar 1 meter, dan panjang total tiang 34 meter. Jenis tiang yang digunakan adalah tiang bor. Beban yang digunakan untuk analisis fondasi merupakan joint reaction kolom hasil dari pemodelan struktur. Proses perancangan fondasi dilakukan dengan perhitungan manual untuk analisis daya dukung aksial tiang tunggal dan menggunakan bantuan perangkat lunak Ensoft LPILE untuk analisis daya dukung lateral tiang tunggal serta Ensoft GROUP untuk analisis kelompok tiang. Dilakukan juga analisis penurunan fondasi dengan bantuan perangkat lunak MIDAS GTS NX. Penulangan tiang bor dimodelkan dengan perangkat lunak SpColumn, sedangkan penulangan raft dimodelkan dengan perangkat lunak CSI SAFE.

2024
👤 Penulis: Danar Adilaksono
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Fondasi Pile-Raft

ANALISIS DISTRIBUSI TEGANGAN RESTORASI KOMPOSIT DIREK DENGAN PITA FIBER PASCA PERAWATAN ENDODONTIK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

Perawatan endodontik dapat menyebabkan pelemahan struktur gigi secara signifikan. Restorasi gigi pasca perawatan endodontik bertujuan untuk melindungi jaringan gigi yang tersisa, mencegah infeksi berulang pada sistem saluran akar, mengganti struktur gigi yang hilang, dan mengurangi tegangan yang terjadi pada gigi. Restorasi gigi pasca perawatan endodontik terbagi menjadi restorasi direk dan restorasi tidak langsung. Restorasi direk adalah restorasi yang paling sering digunakan dan prosesnya langsung dilakukan pada rongga gigi. Material yang dipilih untuk restorasi direk adalah material komposit. Komposit memiliki sifat material yang paling menyerupai sifat gigi. Komposit akan diperkuat dengan fiber untuk meningkatkan kekuatannya. Kekuatan dari komposit dan keberhasilan dari restorasi direk dengan pita fiber pasca perawatan endodontik akan dianalisis dengan pemodelan model 3D dari gigi dan restorasinya. Model gigi akan dimodifikasi dengan menghilangkan dinding mesial dan lingual pada sisi mesial dan tersisa enamel di lingual untuk model 1 dan 2. Modifikasi pada model 3 dan 4 dengan menghilangkan enamel dan dentin pada sisi mesial, lingual, setengah mahkota bukal, dan setengah mahkota distal. Analisis pemodelan tersebut dilakukan dengan metode elemen hingga untuk memprediksi potensi terjadinya debonding dan kegagalan material. Hasil analisis ini dapat menjadi alternatif untuk para dokter gigi dalam memprediksi kegagalan material dan potensi debonding pada restorasi pasca perawatan endodontik selain dengan penelitian in vitro. Analisis kegagalan dilakukan dengan melihat distribusi tegangan tarik maksimum, tegangan tekan minimum, dan nilai ikatan antarmuka yang terjadi pada model. Model 1 dan model 2 berpotensi untuk mengalami kegagalan terhadap tegangan tarik akibat pembebanan ekstrem. Beberapa ikatan antarmuka pada komponen model 1 dan model 2 mengalami debonding. Model 3 dan model 4 tidak mengalami kegagalan material dan debonding akibat pembebanan vertikal (720 N) dan lateral (200 N) pada permukaan oklusal.

2024
👤 Penulis: April Selina
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Restorasi Endodontik

ANALISIS RESPONS STRUKTUR DAN MOORING STRUKTUR DERMAGA TERAPUNG DI LAUT NATUNA

Data yang didapatkan dari buku Statistik Ekspor Hasil Perikanan Tahun 2017-2021 menunjukan nilai-nilai ekspor ke Negara- Negara di Asia. Indonesia memiliki hasil ekspor dengan total 751641.572 ton. Dengan rincian angka China (422564.85 ton), Thailand (98332.047 ton), Jepang (99767 ton), Vietnam (41510.166 ton), Taiwan (40908.27 ton), Korea (27406.916 ton), Filipina (10817.325 ton), Hongkong (10230.052 ton), dan Cambodia (104.946 ton). Pembangunan dermaga yang layak harus dilakukan untuk turut serta mendukung jumlah ekspor perikanan yang dibutuhkan. Dermaga terapung yang dimaksud menggunakan pontoon dengan ukuran yang besar untuk tempat berlabuh kapal dan aktivitas dermaga. Untuk menahan dermaga agar tidak bergerak, akan digunakan mooring yang menahan dermaga. Lokasi dernaga terapung berada di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Lokasi dermaga berada pada 3.300000° LU dan 108.400000° BT. Tugas Akhir ini membahas analisis respons struktur dan analisis pemilihan mooring struktur. Struktur dermaga terapung didesain sesuai dengan kondisi lingkungan pada lokasi dermaga dan pembebanan struktur dermaga. Pembebanan dermaga terdiri dari beban berthing, beban mooring, beban mati, beban manusia, beban aspal, beban operasi, dan beban lingkungan. Analisis respons struktur dibagi menjadi 2, yaitu analisis kestabilan struktur (statis dan dinamis). Analisis kestabilan dinamis akan membahas mengenai heave dan roll struktur. Analisis mooring yang dilakukan merupan iterasi untuk mendapatkan mooring yang sesuai dengan struktur, pemilihan mooring akan bergantung pada gaya lingkungan yang terjadi pada struktur. Tugas Akhir ini akan menghasilkan dimensi dermaga dan elemen struktural dermaga, Respons struktur, dan mooring struktur.

2024
👤 Penulis: Stephen Sanjaya Prischou
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Mooring Struktur 🏷️ Dermaga Terapung

FINITE ELEMENT MODEL DEVELOPMENT OF AIRCRAFT AFT FUSELAGE STRUCTURE FOR STRUCTURAL ANALYSIS

The certification process for aircraft is a meticulous procedure aimed at ensuring the safety and reliability of a new aircraft type before it can be mass-produced. One of the primary aspects evaluated is the structural integrity, particularly the aft fuselage, which connects the aircraft's body to the vertical and horizontal tail planes. The Finite Element Method (FEM) is a valuable tool in supporting the structural assessment and optimization of the design. In this initial stage of model development, several simplifications are applied to streamline the computational process. These simplifications include converting the 3D model into shell elements and modeling fastener components into connector interactions. However, these simplifications must be calculated carefully to ensure the analysis results accurately represent real-world scenarios. This research focuses on the development of a finite element model for the aft fuselage structure, highlighting the methodology and considerations involved in maintaining analytical precision despite necessary model simplifications. In the final analysis, aspects that need further development in the existing model are identified and discussed.

2024
👤 Penulis: Adrian Wafi Elhaq
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Metode Finite Element 🏷️ Kecerdasan Buatan

STUDI RESPONS DINAMIK STRUKTUR PORTAL DI ATAS PONTON AKIBAT BEBAN HARMONIK SEBAGAI PENDEKATAN SIMULASI RESPONS RUMAH TERAPUNG TERHADAP GELOMBANG AIR

Peningkatan jumlah populasi secara pesat serta krisis iklim yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut menyebabkan peningkatan permasalahan kebutuhan rumah hunian. Analisis respons dinamik struktur rumah terapung di atas ponton akibat gelombang air yang diidealisasikan sebagai struktur portal di atas balok dengan pemodelan fondasi elastis dan ditinjau dalam dua dimensi dianalisis. Beban gelombang air dimodelkan sebagai beban eksternal harmonik terdistribusi yang diturunkan dari Teori Gelombang Linear Airy dan Froude-Krylov. Analisis respons dinamik struktur dilakukan dengan analisis numerik domain waktu dengan menggunakan Metode Newmark dan struktur dianalisis dengan Metode Elemen Hingga dengan menggunakan bantuan bahasa pemrograman Julia. Studi parametrik dilakukan terhadap perubahan sudut fase beban harmonik, panjang gelombang, kekakuan, panjang elemen, dan kekangan dilakukan untuk membandingkan respons dinamik struktur. Hasil yang didapatkan yaitu respons perpindahan pada studi kasus menunjukkan nilai 35.587 mm untuk drift kolom maksimum, 60.621 mm untu heave maksimum, dan 0.408o untuk pitch maksimum. Gaya dalam yang didapatkan memiliki nilai yang lebih besar pada struktur bawah daripada struktur atas dengan rasio gaya dalam aksial, geser, dan momen untuk struktur atas terhadap struktur bawah sebesar 1.87%, 0.42%, dan 0.51%. Variasi sudut fase beban menunjukkan nilai respons perpindahan dan gaya dalam maksimum yang tidak berubah secara signifikan, variasi respons dan tipe struktur bawah yang menghasilkan respons lebih baik untuk respons fleksibel dan tipe rigid, variasi balok tepi yang memberikan respons perpindahan maksimum struktur atas lebih baik setiap kenaikan panjang, variasi tinggi kolom yang tidak berpengaruh pada respons struktur bawah, dan variasi kekangan horizontal yang menyebabkan penurunan gaya dalam aksial dan kenaikan perpindahan horizontal maksimum pada struktur tanpa kekangan.

2024
👤 Penulis: Anggito Tri Agastya
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

STUDI DESAIN BASEMENT DAN FONDASI TAHAN GEMPA UNTUK PROYEK MURAI TOWER DI JAKARTA UTARA

Proyek Murai Tower merupakan proyek pembangunan gedung yang terdiri atas tower office dan basment dua tingkat. Tower office terdiri dari 56 lantai struktural yang dibangun dengan sistem struktursistem rangka pemikul momen khusus (SPRMK). Pembanguan proyek ini berlokasi di Jakarta Utara sehingga gempa perlu dipertimbangkan terhadap desain bangunan yang akan dibangun. Untuk perancangan basement, akan dilakukan pemasangan diaphragm wall yang diikuti dengan penggalian secara bertahap. Penggalian untuk setiap tahapan akan dipasangkan dengan ground anchor untuk menjaga stabilitas galian. Preliminary design dari ground anchor akan dilakukan secara konvensional. Kemudian, analisis untuk setiap tahap galian dalam akan dilakukan dengan program MIDAS GTS NX. Sistem pondasi yang digunakan berupa sistem pondasi tiang bor yang disatukan oleh raft. Sistem pondasi ini dipilih karena proyek ini berada di Kota Jakarta yang padat sehingga getaran yang dihasilkan oleh tiang pancang beresiko dapat memberikan dampak kepada gedung-gedung eksisting di sekitar. Dalam menentukan daya dukung pondasi, preliminary design akan dilakukan dengan berbagai korelasi-korelasi dari data N-SPT yang dimiliki. Selanjutnya, digunakan aplikasi LPILE dan GROUP untuk mendapatkan kapasitas batas aksial, lateral, dan momen. Pemeriksaan akhir akan dilakukan dengan memodelkan menggunakan aplikasi MIDAS GTS NX untuk memastikan bahwa gaya yang terjadi masih berada pada kapasitas syarat.

2024
👤 Penulis: Andreas Setiawan
🏷️ Geoteknik 🏷️ Desain Bangunan 🏷️ Analisis Struktur

TOTAL LAGRANGIAN SMOOTHED PARTICLE HYDRODYNAMICS WITH MIXED FORMULATION FOR THREE DIMENSIONAL ELASTIC SOLID AND BIMATERIAL VARIATION

In engineering, the necessity of constructing simulations to study real-life basic loading cases is paramount. Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH) emerges as a meshfree method offering versatility in computational physics and engineering, particularly in fluid dynamics and solid mechanics. SPH exhibits reduced sensitivity to mesh quality issues, making it an invaluable tool for capturing complex physical phenomena. This research endeavours to propose a numerical simulation method for elastic solid simulations over extended periods, eliminating the need for lengthy physical simulations. The study initiates with constructing a numerical simulation to solve partial differential equations (PDEs) and advances to address practical issues such as energy and stress intensity. Initial simulation results successfully reconstruct the solution to a 1D PDE, marking a promising start to the research. The thesis "Total Lagrangian Smoothed Particle Hydrodynamics with Mixed Formulation for Three-Dimensional Elastic Solids and Bimaterial Variation", reflecting a comprehensive approach to addressing elastic static problems in structures.

2024
👤 Penulis: Kezia Nathania Novaleni
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Hidrologi

EVALUASI KINERJA STRUKTUR MODULAR TIPIKAL DI INDONESIA TERHADAP BEBAN GEMPA

Struktur modular tipikal di Indonesia menggunakan sistem sambungan petikemas atau biasa disebut dengan corner fittings. Penentuan tipe sambungan pada struktur modular di Indonesia sangat perlu mempertimbangkan kondisi dan potensi gempa, mengingat Indonesia termasuk negara yang rawan gempa. Berkaitan dengan hal tersebut, melalui penelitian ini, akan ditentukan tipe sambungan struktur modular tipikal di Indonesia berdasarkan parameter penentu kinerja serta akan dilakukan evaluasi kinerja dari keseluruhan struktur modular tipikal di Indonesia dengan diberikan pembebanan gempa. Secara garis besar, pada studi ini, dilakukan evaluasi terhadap struktur modular dengan sistem sambungan intermodule tipikal di Indonesia berkaitan dengan kinerja dan respons struktur dalam memikul beban gempa yang didesain berdasarkan SNI 2847:2019 dan menggunakan analisis spektrum respons ragam berdasarkan SNI 1726:2019 serta menentukan jumlah tingkat maksimum yang dapat didesain untuk struktur modular dengan sistem sambungan petikemas.

2024
👤 Penulis: Darell Averyll Kurniawan
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Manajemen Risiko Gempa

KAJIAN ANALISIS STRUKTURAL PADA TEROWONGAN SEGMENTAL LINING MENGGUNAKAN METODE ANALITIS DAN METODE NUMERIK

Terowongan segmental lining dengan metode konstruksi Tunnel Boring Machine terdiri dari beberapa segmen beton yang digabungkan dengan sambungan memanjang dan sambungan melingkar. Terdapat beberapa metode analisis struktural dengan solusi analitis dan pendekatan numerik yang dikembangkan untuk desain semental lining pada terowongan. Akan tetapi, kondisi di Indonesia saat ini adalah belum terdapatnya kode atau standar yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mendesain terowongan. Selain itu, belum banyak studi yang membahas terkait penggunaan metode dan pendekatan desain terowongan secara komperhensif untuk studi kasus di Indonesia. Analisis pengaruh kegempaan pada struktur bawah tanah seperti terowongan berbeda dengan struktur permukaan, mengingat struktur bawah tanah terbatasi oleh media sekitarnya (tanah atau batuan). Tujuan dari studi ini adalah mendapatkan respon/perilaku terowongan akibat beban – beban yang bekerja dengan metode analitis dan metode numerik. Studi ini juga akan memberikan pengaruh kegempaan pada terowongan. Dalam studi ini, metode analisis yang berbeda digunakan untuk mengetahui perilaku terowongan, yaitu Conventional Calculation Method, Curtis Muir Wood, dan Beam – Spring Model. Untuk analisis pengaruh kegempaan, digunakan pendekatan free – field dan pendekatan interaksi, baik untuk analisis longitudinal maupun transversal terowongan. Secara garis besar, studi ini memberikan hasil perilaku terowongan dengan metode – metode yang berbeda berdasarkan beban yang dimodelkan. Komparasi metode menunjukkan bahwa metode analitis memberikan hasil gaya dalam dan deformasi yang lebih besar dibandinkan dengan metode numerik, dikarenakan asumsi pemodelan yang lebih detil pada metode numerik. Analisis kegempaan pada terowongan didasarkan pada deformasi free – field yang terjadi pada tanah. Studi ini juga memberikan pengaruh kegempaan pada kedua kondisi ODE dan MDE. Studi ini menunjukkan bahwa selain karakteristik segmen beton, sifat mekanik dan geometri sambungan segmen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku struktural lapisan terowongan segmental.

2024
👤 Penulis: Fikri Baihaqy Noor
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Desain Terowongan Segmental 🏷️ Tekanan Gempa

PEMODELAN NUMERIK DINDING PASANGAN BATA TERKEKANG YANG DIRETROFIT MENGGUNAKAN FEROSEMEN TERHADAP PEMBEBANAN SIKLIK IN-PLANE

<p align="justify">Penelitian ini berfokus pada pengembangan model numerik untuk dinding bata yang diretrofit menggunakan ferosemen dalam menilai kekuatan dan perilakunya selama gempa bumi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model numerik dinding bata retrofit menggunakan perangkat lunak LS-DYNA, menilai dampak parameter material pada model dinding bata retrofit, serta mengevaluasi perilaku dinding bata retrofit melalui parameter-parameter seperti kurva histeresis dan pola keretakan. Analisis menggunakan LS-DYNA akan dibandingkan dengan data eksperimen untuk mengisi kesenjangan dalam penelitian sebelumnya mengenai pemodelan numerik dinding pasangan bata. Pemodelan ini mengevaluasi Concrete Damage Plastic Model (CDPM) untuk merepresentasikan beton, batu bata, dan mortar, serta mengeksplorasi detail micro modeling dalam menganalisa perilaku dinding batu bata dengan ferosemen. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun model numerik memberikan gambaran yang cukup akurat tentang perilaku struktur, terdapat perbedaan signifikan antara hasil simulasi dan eksperimen. Model numerik cenderung menghasilkan degradasi kekakuan yang lebih rendah dan tingkat disipasi energi yang lebih tinggi dibandingkan hasil uji eksperimental, mengindikasikan fenomena kompleks seperti pinching sulit direplikasi dalam simulasi numerik ideal. Faktor-faktor seperti ketidaksempurnaan material, variasi dalam kondisi uji, dan interaksi kompleks antara komponen struktur sulit dimodelkan secara akurat, menekankan pentingnya interpretasi hati-hati dari hasil model numerik. Pemodelan numerik juga menunjukkan bahwa lapisan ferosemen meningkatkan kekakuan struktur, namun dapat menyembunyikan kerusakan internal seperti retakan antara bata dan mortar, serta potensi buckling out of plane. Kedua fenomena ini berkontribusi pada terjadinya pinching yang ekstrem pada spesimen uji. Metode contact base diterapkan untuk memperbaiki akurasi model, namun masih belum sepenuhnya berhasil memodelkan fenomena pinching yang mencolok.<p align="justify">

2024
👤 Penulis: Willy Susanto
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Hidrologi

REDESAIN GUDANG PENYIMPANAN BATU BARA (COAL SHED) PADA PROYEK JAWA 9 & 10 COAL FIRED STEAM POWER PLANT

Pada sektor konstruksi, bangunan sipil digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai infrastruktur pendukung untuk memanfaatkan sumber daya alam. Salah satu sumber daya alam yang penting adalah batu bara, yang kini sangat diperlukan sebagai sumber energi listrik. Redesain gudang penyimpanan batu bara (coal shed) pada Proyek Jawa 9 & 10 Coal Fired Steam Power Plant ini penting untuk memperoleh suatu acuan alternatif desain struktural untuk mendukung pemanfaatan batu bara. Dalam proses desain, langkah diawali dengan perencanaan awal untuk menentukan sistem, konfigurasi, dan material struktur yang digunakan berdasarkan analisis pembebanan & standar acuan. Setelah melakukan perencanaan awal, dilakukan verifikasi perhitungan perangkat lunak dengan menggunakan perhitungan manual untuk mengecek mode kegagalan dari elemen struktur & sambungan berdasarkan standar acuan yang ada. Gudang ini direncanakan menggunakan sistem struktur rangka batang baja lengkung karena efisiensinya yang baik untuk bangunan gudang bentang panjang (96 m). Sebagai sistem struktur penahan gaya seismik, digunakan sistem rangka batang baja pemikul momen khusus dan sistem rangka baja pemikul momen biasa. Desain dilakukan berdasarkan desain kapasitas sesuai standar acuan yang ada. Perhitungan struktur baja dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak dan perhitungan manual untuk mengecek mode kegagalan pada struktur berdasarkan standar acuan yang ada. Keluaran dari hasil desain ini yaitu berupa dimensi, jenis, dan spesifikasi elemen struktur & sambungan. Keseluruhan hasil akhir desain ini akan terepresentasi melalui visualisasi gambar teknik keseluruhan struktur. Harapannya, karya tulis ini bisa menjadi suatu acuan dalam alternatif-alternatif selanjutnya terkait hal-hal yang relevan dalam karya tulis ini.

2024
👤 Penulis: Muhammad Alfarazi
🏷️ Konstruksi Bangunan Sipil 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktur
Halaman 6 dari 7
💬