π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 113 dokumenPROPOSAL STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA JUAL DI RUMAH SAKIT SWASTA DI INDONESIA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi pemasaran untuk menembus rumah sakit swasta di Indonesia dengan peralatan medis berbasis onkologi. Tujuan utamanya adalah untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan rumah sakit swasta sebelum keputusan dibuat. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, dengan menggabungkan data primer dari responden yang bekerja di rumah sakit swasta dengan pengalaman yang luas. Temuan penelitian ini menyoroti isu-isu utama terkait kualitas produk, strategi penetapan harga, proses pembelian, dan dukungan purna jual. Studi ini mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pasar melalui kerangka kerja yang komprehensif seperti analisis VRIO, Five Forces Porter, dan analisis SWOT. Penelitian ini menekankan pentingnya produk berkualitas tinggi dan kebutuhan untuk proses yang efisien guna meningkatkan kepuasan pelanggan. Rekomendasi untuk PT Sehat Healthcare Indonesia mencakup fokus pada diferensiasi produk, peningkatan dukungan purna jual, adopsi strategi penetapan harga yang fleksibel, dan peningkatan partisipasi dalam acara medis lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa dengan mengatasi area-area ini, perusahaan dapat memperkuat posisi pasar dan meningkatkan penjualan dalam lanskap kompetitif rumah sakit swasta di Indonesia.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK SOLUSI PEMANTAUAN KONDISI DARING (STUDI KASUS: NANOPRECISE MACHINE DOCTOR)
Industri saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat. Untuk tetap kompetitif, sebuah perusahaan perlu menjaga keandalan dan produktivitas asetnya agar tetap tinggi. Perusahaan harus berinvestasi dalam program pemeliharaan untuk mencegah rusaknya mesin yang tidak terencana sehingga tercapai keandalan mesin atau instalasi yang optimal. Pemeliharaan prediktif atau pemeliharaan berbasis kondisi merupakan aspek penting dari program pemeliharaan untuk menjaga keandalan aset. Salah satu alat pemeliharaan prediktif yang berkembang, didorong oleh disrupsi digital, adalah pemantauan kondisi daring. Pemantauan kondisi daring mampu melakukan diagnostic mesin dengan interval yang lebih pendek daripada analisis survei konvensional dengan penganalisis portabel, sehingga beberapa kerusakan yang tidak dapat dideteksi oleh metode pemantauan kondisi lain, dapat dideteksi oleh solusi tersebut. Adikari Wisesa Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di pemeliharaan mesin, telah menjalin kerjasama dengan Nanoprecise Sci Corp dan telah ditunjuk sebagai distributor tunggal sensor Machine Doctor di Indonesia dalam upaya perusahaan meningkatkan kualitas pelayanan. Namun, penjualan Machine Doctor masih belum optimal. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah bisnis, memberikan analisis, dan memberi usulan solusi untuk masalah bisnis tersebut. iv Studi ini dimulai dengan tinjauan pustaka tentang strategi pemasaran terintegrasi. Kemudian, analisis pasar dilakukan dengan segmentasi, penargetan, dan positioning yang didukung oleh penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif terdiri dari pengumpulan data primer melalui wawancara pelanggan dan observasi langsung, serta pengumpulan data sekunder yaitu analisis dokumen dan penelitian perusahaan. Kemudian, pasar disegmentasi ke dalam segmen yang relevan terkait dengan penjualan dan adopsi sensor Machine Doctor. Beberapa parameter segmen teridentifikasi sebagai parameter yang sangat relevan dengan kemungkinan suksesnya Solusi Machine Doctor, salah satunya berkaitan dengan tingkat kematangan pemeliharaan prediktif perusahaan. Analisis internal dan eksternal dilakukan untuk memodelkan situasi bisnis Adikari Wisesa. Analisis internal dilakukan dengan basis teori Resource-Based View, Value Chain Activity, and analisis VRIO. Analisis eksternal dilakukan menggunakan analisis lingkungan makro (kerangka kerja PESTEL) & lingkungan industri (Five Forces Model) dan analisis competitor. Analisis internal dan eksternal dirangkum menggunakan kerangka kerja SWOT. Setelah itu, Solusi bisnis dibuat dengan menggunakan kerangka matriks TOWS. Dengan menganalisis elemen-elemen pada matriks TOWS, didapat solusi-solusi bisnis yang dapat diimplementasikan sebagai proposal untuk menyelesaikan permasalahan bisnis PT Adikari Wisesa Indonesia
PENINGKATAN KINERJA CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) UNTUK MENINGKATAN LOYALITAS KONSUMEN (STUDI KASUS: PROGRAM LOYALTI MILKY CRM)
Di era saat ini, Customer Relationship Management (CRM) berperan penting bagi bisnis seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan konsumen yang terus meningkat. Namun, ada beberapa tantangan berkaitan dengan implementasi CRM, baik dari faktor eksternal maupun internal dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertahankan kinerja CRM yang kuat. Melalui penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan program CRM dan peluang untuk meningkatkan program loyalitas CRM MILKY. Hal ini akan mendukung perusahaan untuk secara efektif beradaptasi dengan dinamika pasar yang berubah dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi akar masalah utama dan solusi alternatif, serta menentukan alternatif terbaik untuk meningkatkan Program Loyalitas CRM MILKY. Metodologi penelitian meliputi wawancara mendalam dan analisis menggunakan kerangka kerja Kepner-Tregoe, yang melibatkan analisis masalah, analisis keputusan, dan analisis masalah potensial. Analisis masalah didukung oleh analisis eksternal dan internal, seperti Porter's Five Forces, Customer Journey Mapping, dan CRM Scorecared. Hasil dari analisis tersebut kemudian digunakan untuk melakukan analisis SWOT. Dari bagian analisis masalah menunjukkan bahwa terdapat 4 atribut yang berkontribusi sebagai faktor penyebab utama terhadap kinerja program loyalitas CRM MILKY. Atributatribut tersebut adalah Dinamika Pasar & Pelanggan, Inisiatif Berpusat pada Pelanggan, Kemampuan Sistem & Proses CRM, dan Kendala Keuangan & Operasional. Pada bagian analisis keputusan, solusi alternatif dihasilkan melalui analisis TOWS, dan solusi alternatif terbaik ditentukan dengan menggunakan alat bantu Analytical Hierarchy Process (AHP). Strategi teratas yang dipilih adalah Strategi #2: Mengoptimalkan CRM & Strategi Organisasi untuk Meningkatkan Customer Engagement & Efisiensi Operasional (Strategi W/O). Rekomendasi untuk perbaikan di masa depan adalah fokus pada komunikasi, sumber daya, teknologi, dan metrik KPI untuk mengurangi potensi masalah yang mungkin timbul.
MEMPRIORITASKAN INISIATIF STRATEGIS PRODUK DAN LAYANAN MELALUI ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DI SEKTOR LAYANAN TI INDONESIA
Perkembangan pesat transformasi digital telah berdampak signifikan pada sektor layanan TI, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia. Tesis ini mengeksplorasi tantangan strategis yang dihadapi oleh penyedia layanan TI di Indonesia saat mereka menavigasi lanskap persaingan yang ditandai oleh perubahan permintaan pelanggan, kemajuan teknologi, dan dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan untuk memprioritaskan inisiatif strategis yang selaras dengan kebutuhan pasar dan meningkatkan posisi kompetitif penyedia layanan TI tersebut. Dengan mengintegrasikan kerangka kerja manajemen strategis seperti Porterβs Five Forces, Analisis Rantai Nilai, dan Analisis SWOT dengan Analytic Hierarchy Process (AHP), studi ini menangani masalah stagnasi pendapatan di PT ABC, salah satu penyedia layanan TI terkemuka di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk berbasis AI dan pengembangan solusi lowcode merupakan strategi penting untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memenuhi permintaan yang semakin meningkat akan solusi teknologi canggih. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan yang berpusat pada pelanggan dan adaptasi yang terus-menerus untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di lingkungan yang volatile, uncertain, complex, and ambiguous (VUCA). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur manajemen strategis dengan mendemonstrasikan penerapan praktis AHP dalam konteks transformasi digital di sektor layanan TI dan memberikan wawasan praktis bagi penyedia layanan TI di pasar berkembang yang menghadapi tantangan serupa.
ANALISA STRATEGI TERKAIT TENAGA KERJA DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR UNTUK MENINGKATKAN NILAI PIMS
Tenaga kerja merupakan sumber daya yang penting bagi perusahaan manufaktur untuk tetap kompetitif. Namun, perusahaan menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengelola jumlah tenaga kerja yang besar dan meningkatnya pengeluaran, yang bertumbuh setiap tahunnya karena inflasi, undang-undang mengenai upah minimum, dan pertumbuhan ekonomi. Kekhawatiran ini menjadi dasar untuk penelitian karena berdampak pada keunggulan kompetitif perusahaan, pengambilan keputusan strategis, perencanaan anggaran, dan pengendalian biaya. Profit Impact Marketing Strategy (PIMS) adalah metrik yang digunakan oleh bisnis manufaktur pelumas untuk mengukur daya saing masing-masing lini bisnis. Perusahaan diharapkan untuk meningkatkan tingkat persaingannya setiap tahun dengan mencapai nilai PIMS, yang dinyatakan dalam satuan total volume blending per total pengeluaran. Biaya pengeluaran tahunan merupakan komponen utama yang dapat dikendalikan perusahaan untuk meningkatkan nilai PIMS-nya. Saat ini, gaji, upah, dan tunjangan merupakan bagian terbesar dari komponen biaya, yang mencakup lebih dari setengah dari total pengeluaran tahunan. Oleh karena itu, studi komprehensif tentang manajemen tenaga kerja dan tren biaya tenaga kerja sangat penting. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan strategi yang efektif untuk efisiensi tenaga kerja, yang penting untuk memastikan daya saing dan pertumbuhan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah tenaga kerja dan menentukan strategi tenaga kerja untuk meningkatkan nilai PIMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah tenaga kerja dan menentukan strategi tenaga kerja untuk meningkatkan nilai PIMS. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang manajemen tenaga kerja dan tren biaya tenaga kerja dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur terhadap lima responden manajerial untuk memberikan gambaran aspek-aspek yang relevan dengan indikator yang digunakan. penelitian. Selain itu, penelitian ini juga menerapkan pengumpulan data kuantitatif dari laporan internal perusahaan seperti jumlah tenaga kerja, pengeluaran tenaga kerja dan efisiensi operasional yang akan dilakukan secara internal. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan Business Model Canvas (BMC) internal dengan menilai sembilan vi elemen seperti Customer Segment, Value Proposition, Channel, Customer Relationship, Revenue Stream, Key Resources, Key Activity, Key Resources, Key Partnerships, labor stewardship tools untuk data kuantitatif guna mengevaluasi proses pengelolaan tenaga kerja dan struktur biaya; dan analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman (SWOT) untuk menentukan strategi efisiensi tenaga kerja. Studi ini memberikan gambaran komprehensif tentang tenaga kerja saat ini dan biaya terkait dalam perusahaan. Hal ini juga mengidentifikasi area fokus untuk mengembangkan strategi tenaga kerja yang bertujuan untuk meningkatkan nilai PIMS perusahaan. Studi tersebut mengungkapkan model bisnis saat ini yang menekankan pada daya saing perusahaan sebagai tujuan perusahaan, menyoroti tiga pilar utama seperti efisiensi operasional, kemitraan pihak ketiga, dan optimalisasi tenaga kerja yang secara khusus berfokus pada peningkatan nilai PIMS. Analisis studi ini juga mengungkapkan wawasan berikut mengenai tenaga kerja perusahaan dan biaya tenaga kerja terkait, termasuk komposisi tenaga kerja, biaya tenaga kerja, dan komponen biaya utama. Komposisi tenaga kerja di perusahaan terdiri dari 80% Pekerjaan Teknis Profesional Non Manajemen (NMPT) dan 20% Pekerjaan Teknis Profesional Manajemen (MPT). Estimasi biaya tenaga kerja adalah 1,07 juta US$ untuk periode year-to-date (YTD) yang berakhir Juni 2024 yang mewakili 64% dari total pengeluaran untuk periode enam bulan. Komponen biaya utama terdiri dari gaji, upah, tunjangan (SWB), dan lembur. Strategi perusahaan dibangun berdasarkan analisis SWOT dan matriks TOWS. Ada tiga strategi utama yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai PIMS seperti berinvestasi pada alat teknologi untuk Otomatisasi penuh (SO), mengurangi kenaikan biaya tenaga kerja dengan outsourcing dan otomatisasi (WO) dan mempertahankan daya saing melalui peningkatan efisiensi operasional (ST) yang berkelanjutan. Dengan memperoleh hasil tersebut, perusahaan dapat menentukan strategi tenaga kerja dengan memahami posisinya, menyelaraskan tenaga kerja dengan rencana bisnis selama tiga hingga lima tahun ke depan, mengoptimalkan ukuran dan komposisi tenaga kerja dengan kebutuhan bisnis, meningkatkan kuantitas tenaga kerja melalui manajemen tenaga kerja, otomatisasi dan outsourcing. kegiatan noninti. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman ilmiah tentang manajemen tenaga kerja di perusahaan manufaktur. Laporan ini memberikan analisis komprehensif mengenai komposisi tenaga kerja dan biaya tenaga kerja, mengintegrasikan metrik PIMS untuk menghubungkan efisiensi tenaga kerja dengan kinerja bisnis. Dengan menerapkan analisis Business Model Canvas (BMC) dan SWOT, studi ini menawarkan wawasan strategis untuk mengoptimalkan ukuran, kualitas, dan biaya tenaga kerja. Hal ini menekankan pengambilan keputusan berdasarkan data dan mengatasi dampak faktor ekonomi seperti inflasi dan undang-undang upah. Kerangka metodologi penelitian ini berfungsi sebagai model untuk perbaikan berkelanjutan dalam strategi ketenagakerjaan dan mendorong pengembangan praktik terbaik di lapangan.
PENGUSULAN STRATEGI BISNIS UNTUK STARTUP SOLUSI ENTERPRISE GENERATIVE AI PADA PASAR B2B DI INDONESIA
Kecerdasan Buatan Generatif merupakan terobosan terkini dalam disiplin Kecerdasan Buatan yang mengacu pada sistem AI yang dapat menciptakan konten baru, seperti teks, gambar, audio, atau video. Perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia menginvestasikan sumber daya untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi ini dalam proses bisnis mereka. Sebuah laporan dari Forbes menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AI di seluruh dunia telah mengumpulkan sekitar $354 miliar untuk teknologi Kecerdasan Buatan Generatif. Salah satu pendorong utama pendanaan tersebut adalah untuk memanfaatkan permintaan pasar yang terus berkembang. Perusahaan-perusahaan Indonesia juga berada pada tahap awal penerapan teknologi ini. Bahasa.ai sebagai perusahaan Indonesia dengan pengalaman 7 tahun dalam menyediakan solusi AI untuk perusahaan, berupaya untuk menyediakan solusi kecerdasan buatan generatif untuk memenuhi permintaan pasar yang berkembang di perusahaan-perusahaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna perusahaan Indonesia dalam mengadopsi kecerdasan buatan generatif dalam bisnis mereka, serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi Bahasa.ai di pasar kecerdasan buatan generatif. Hasil penelitian kemudian digunakan untuk menentukan strategi bisnis bagi Bahasa.ai. Analisis kuantitatif menggunakan PLS-SEM untuk menguji hipotesis dari data kuesioner digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh. Persepsi kemudahan penggunaan ditemukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat pengguna untuk mengadopsi kecerdasan buatan generatif. Selanjutnya, studi kualitatif dengan wawancara komprehensif dilakukan menggunakan kerangka Lima Kekuatan Porter dan 7S McKinsey untuk menciptakan analisis SWOT bagi Bahasa.ai. Strategi-strategi diturunkan dari matriks TOWS dan rencana implementasi dikembangkan. Sebagai kesimpulan, dengan kombinasi analisis kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini menawarkan wawasan kepada Bahasa.ai mengenai solusi kecerdasan buatan generatif untuk perusahaan-perusahaan Indonesia dari sudut pandang pengguna, internal, dan eksternal.
USULAN STRATEGI BISNIS DI AREA SULAWESI DAN MALUKU (STUDI KASUS: PT MAJU TERUS SEJAHTERA)
Berbasis di Finlandia, PT MAJU TERUS SEJAHTERA adalah perusahaan Original Equipment Manufacturer (OEM) global yang beroperasi di seluruh dunia. Perekonomian dunia mengalami kontraksi karena perang dan inflasi yang meluas. Namun, perekonomian Indonesia masih tumbuh lebih cepat dibandingkan rata-rata duniaβkira-kira 5β6% lebih cepat. Akibatnya, pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan di Indonesia bergantung pada rencana pertumbuhannya. Services dan Consumables merupakan area bisnis PT MAJU TERUS SEJAHTERA di Indonesia. Meskipun PT MAJU TERUS SEJAHTERA sudah menjadi pemain kunci dalam industri Services dan Consumables, agar tetap sejalan dengan strategi perusahaan, PT MAJU TERUS SEJAHTERA harus tumbuh di wilayah Sulawesi dan Maluku. Berdasarkan pemahaman pasar saat ini, pertambangan merupakan industri yang berkembang pesat di Indonesia. Oleh karena itu, pertambangan merupakan industri terbaik untuk diteliti untuk jasa dan barang habis pakai PT MAJU TERUS SEJAHTERA, serta rencana pertumbuhan terbaik di sektor ini untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Untuk melakukan studi ini, dibuatlah kerangka kerja untuk penelitian strategi bisnis, data dikumpulkan, dan penelitian ditinjau. Wawancara terstruktur dengan responden dari seluruh Indonesia digunakan untuk mengumpulkan data. Pertanyaan diajukan ke banyak departemen di dalam organisasi responden, termasuk departemen manajemen, penjualan, layanan pelanggan, operasi, perbaikan, dan logistik. Metode VRIO, PESTEL, PORTER Five Forces, dan SWOT akan digunakan untuk menganalisis keadaan internal dan eksternal yang relevan dengan investigasi ini. Memilih pendekatan terbaik untuk mengembangkan wilayah Sulawesi dan Maluku sangat penting untuk meningkatkan pendapatan PT MAJU TERUS SEJAHTERA di Indonesia. Menggunakan kerangka Diamond Strategy adalah salah satu metode untuk merumuskan strategi mereka untuk mencapai tujuan. ii Kerangka ini dapat mendefinisikan setiap elemen Arenas, Vehicles, Differentiators, Staging, dan Economic Logic Terakhir, PT MAJU TERUS SEJAHTERA mengantisipasi akan mencakup rencana implementasi yang jelas untuk menjalankan strategi yang diusulkan ini. Dengan ini, PT MAJU TERUS SEJAHTERA akan dapat lebih meningkatkan pendapatan mereka di Indonesia.
USULAN PENINGKATAN STRATEGI PEMASARAN DAN PENJUALAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PERUMAHAN SYNTHESIS HUIS OLEH PT SYNTHESIS KARYA PRATAMA (PERUSAHAAN PENGEMBANG PROPERTI)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Strategi Pemasaran dan Penjualan serta menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi kinerja penjualan proyek Synthesis Huis oleh PT Synthesis Karya Pratama. Hingga Oktober 2023, hanya 64 dari 211 unit yang terjual, atau 19,6% dari target. Survei terhadap 221 responden dan wawancara dengan delapan karyawan perusahaan mengidentifikasi lima faktor utama penyebab target penjualan tidak tercapai: Produk, Harga, Orang (SDM), Promosi, dan Tempat. Masalah yang terungkap meliputi kinerja tim penjualan dan pemasaran yang kurang optimal, harga lebih tinggi dibandingkan pesaing, serta anggaran pemasaran yang terbatas. Hasil kuesioner memberikan wawasan penting tentang profil demografis, preferensi, dan persepsi calon pembeli, yang menekankan pentingnya lokasi strategis, fasilitas, tata letak ruang, legalitas, dan reputasi pengembang dalam keputusan pembelian. Wawancara dengan personel kunci menunjukkan perlunya peningkatan dalam praktik manajemen proyek, komunikasi dengan pemangku kepentingan, serta pengembangan strategi pemasaran yang lebih kuat dan efektif. Analisis eksternal menggunakan kerangka kerja seperti PESTEL, Porterβs Five Forces, dan Analisis Pesaing mengungkapkan pengaruh signifikan dari kondisi ekonomi, kebijakan regulasi, dan dinamika persaingan terhadap kinerja proyek. Sementara itu, analisis internal melalui Resource-Based View dan VRIO mengidentifikasi kekuatan seperti lokasi strategis, desain inovatif, dan budaya organisasi yang kuat, namun juga mengungkap kelemahan seperti kemacetan lalu lintas, ketidaksesuaian dengan preferensi pelanggan, dan komunikasi pemasaran yang tidak konsisten. Analisis SWOT menekankan pentingnya memanfaatkan kekuatan dan mengatasi kelemahan ini, yang membentuk dasar untuk formulasi strategi yang lebih baik menggunakan Strategi Berlian dan Business Model Canvas. Strategi yang diusulkan mencakup tindakan jangka pendek seperti peningkatan riset pasar dan manajemen proyek, serta tindakan jangka panjang seperti pengembangan komunitas dan layanan purna jual untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan keunggulan kompetitif
USULAN RENCANA PERBAIKAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KEUANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH: STUDI KASUS ORBIT
Tesis ini menyajikan analisis komprehensif dan usulan rencana perbaikan untuk Orbit, sebuah perusahaan desain interior yang didirikan pada tahun 2020 di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Sebagai usaha kecil dan menengah (UKM), Orbit menghadapi tantangan yang signifikan dalam manajemen keuangan, efisiensi operasional, dan persaingan pasar. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi praktik-praktik manajemen keuangan tertentu yang menyebabkan masalah keuangan Orbit dan mengusulkan langkah-langkah untuk mengoptimalkan kinerja keuangannya. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja analisis internal dan eksternal, termasuk Resource-Based View (RBV), Analisis VRIO, Analisis PESTEL, Porter's Five Forces, dan Analisis SWOT, untuk menilai situasi Orbit saat ini secara komprehensif. Kinerja keuangan dievaluasi dengan menggunakan rasio likuiditas, aktivitas, utang, dan profitabilitas, sedangkan kinerja non-keuangan dinilai melalui indikator pemasaran, sumber daya manusia, tata kelola, dan operasional. Temuan utama menunjukkan bahwa Orbit mengalami kesulitan dalam manajemen arus kas, terutama karena piutang yang tinggi dan proses penagihan yang tidak efisien. Selain itu, fluktuasi ekonomi berdampak buruk pada efisiensi operasional dan stabilitas keuangan. Rencana perbaikan yang diusulkan merekomendasikan untuk menerapkan kebijakan kredit yang lebih ketat, meningkatkan proses penagihan, menetapkan batas anggaran yang jelas, Memperluas jangkauan pasar dengan menargetkan segmen baru dan membentuk kemitraan strategis, memperkuat pemasaran dan upaya pemasaran dengan menampilkan kemampuan desain yang unik dan mempertahankan hubungan klien yang kuat sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN INSTAGRAM UNTUK SEMUDAH HEALTH
Penelitian ini mengeksplorasi strategi pemasaran Instagram Semudah Health sebagai perusahaan rintisan kesehatan tahap awal yang saat ini tengah mengembangkan produknya, NIRGOMO, alat pengukur glukosa non-invasif untuk mengatasi masalah yang dihadapi penderita diabetes dalam memantau kadar glukosa darah mereka. Proses pengurusan izin yang rumit dan memakan waktu menjadi salah satu ancaman terbesar dalam peluncuran produk tersebut. Namun terlepas dari tantangan yang melekat pada industri ini, Semudah Health memanfaatkan Instagram sebagai platform pemasaran utama untuk mengumpulkan calon pelanggannya. Namun, Semudah Health memiliki masalah dengan konten Instagram yang tidak efektif karena kurangnya rencana konten serta permasalahan internal. Dengan kondisi ini, perlu disusun rencana konten Instagram dan menata ulang struktur organisasi menggunakan metode pemecahan masalah dalam mengevaluasi faktor eksternal dan internal yang memengaruhi strategi pemasaran Instagram Semudah Health, yang termasuk dalam analisis SWOT dan merangkum temuan sebagai analisis akar penyebab. Hasil analisis struktural akan menjadi dasar untuk membangun solusi bisnis alternatif, implementasi, dan rencana aksi untuk konten pemasaran Instagram Semudah Health. Implikasi lebih lanjut dari penelitian ini mencakup pertumbuhan kinerja pemasaran Instagram berdasarkan tingkat keterlibatan, konten yang interaktif, dan kesadaran merek
PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM MENGUSULKAN STRATEGI PEMASARAN BARU UNTUK ORCA POWERGEAR MENGGUNAKAN TOWS-AHP
Studi ini menyelidiki strategi pemasaran saat ini yang diterapkan oleh ORCA Powergear, sebuah merek yang menjual pakaian dan perlengkapan motocross di Indonesia, dengan fokus pada penyelesaian masalah seperti fluktuasi penjualan dan tingginya permintaan yang terkonsentrasi pada beberapa kategori produk tertentu. Melalui kombinasi analisis internal dan eksternal menggunakan kerangka kerja seperti STP (Segmentasi, Targeting, dan Positioning), bauran pemasaran 4P, dan Lima Kekuatan Porter, penelitian ini mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) utama dalam pendekatan pemasaran ORCA. Strategi pemasaran ORCA Powergear memanfaatkan keberagaman produk, standar kualitas tinggi, dan sponsor aktif pada acara motocross, didukung oleh identitas merek lokal yang kuat dan keterlibatan komunitas melalui ORCA Legion. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk kehadiran fisik yang terbatas, penetrasi pasar internasional yang kurang memadai, dan promosi yang kurang efektif untuk lini produk kasual. Perusahaan menghadapi persaingan yang signifikan dari merek internasional tetapi memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan partisipasi dalam acara komunitas, dan berkolaborasi dengan atlet profesional. Menyikapi perubahan preferensi konsumen, penurunan ekonomi, dan perubahan regulasi akan menjadi hal penting untuk keberhasilan yang berkelanjutan. Hasil analisis SWOT kemudian dikembangkan lebih lanjut menjadi matriks TOWS untuk mengembangkan alternatif strategis. Dalam studi ini, matriks TOWS membantu mengidentifikasi empat alternatif strategis utama yaitu StrengthOpportunity (SO), Weakness-Opportunity (WO), Strength-Threat (ST), dan Weakness-Threat (WT), masing-masing dengan tiga sub-alternatif. Untuk memprioritaskan strategi-strategi ini, penelitian menggunakan Proses Hierarki Analitik (AHP). Analisis AHP dalam penelitian ini berfokus pada tiga kriteria utama yaitu Perluasan Pasar, Inovasi Produk, dan Kepuasan Pelanggan. Kriteriakriteria ini dievaluasi terhadap alternatif-alternatif strategis dari matriks TOWS. Analisis tersebut mengungkapkan bahwa Inovasi Produk adalah faktor yang paling penting, diikuti oleh Perluasan Pasar, dan kemudian Kepuasan Pelanggan. Kombinasi penggunaan matriks TOWS dan analisis AHP mengidentifikasi strategi alternatif terbaik untuk ORCA Powergear sebagai peningkatan inovasi pada produk kasual (WT3) untuk menghadapi ancaman perubahan preferensi konsumen. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk ORCA Powergear, termasuk melakukan survei pelanggan yang komprehensif, menginovasi lini produk kasual, dan melaksanakan peluncuran produk yang strategis.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK VAKSIN DENGUE (QDENGA) (CASE STUDY: PT. BF)
Mengingat vaksin Qdenga baru saja diluncurkan, ada kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran dan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi. PT BF menghadapi tantangan untuk meningkatkan target 10% dalam penjualan vaksin Qdenga. Selain itu, upaya pemasaran perusahaan belum secara efektif menjangkau target audiens, yang berkontribusi terhadap tantangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan strategi pemasaran untuk PT. BF yang efektif untuk vaksin Qdenga. Data dikumpulkan menggunakan survey dengan 390 responden kemudian data yang dianalisis lebih lanjut sebanyak 308 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode STP (Segmenting, Targeting, Positioning), marketing mix 4P (Product, Price, Place, Promotion), PESTLE analysis, dan SWOT analysis yang diintegrasikan ke dalam TOWS matrix untuk menghasilkan rekomendasi strategi pemasaran yang tepat. Berdasarkan hasil analisis 10.7% tidak mengetahui tentang vaksin qdenga, sebagian besar responden telah mengetahui mengenai demam berdarah, namun masih ada gap pengetahuan terkait vaksin demam berdarah, 72.7% responden lebih memilih untuk melihat promosi di media sosial dengan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin. Rekomendasi yang diberikan meliputi kolaborasi dengan influencer dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan promosi kesehatan, membuat konten media sosial yang menarik, dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam memasukkan vaksin ke dalam program pemerintah.
STRATEGI PIVOT YANG DIUSULKAN UNTUK SISTEM POINT OF SALES MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS: STUDI KASUS UR POS (PT. RAHMAT TUHAN LESTARI)
Sistem Point of Sale (POS) telah berevolusi menjadi alat yang sangat diperlukan bagi bisnis modern, mengintegrasikan fungsi-fungsi seperti penjualan, manajemen inventaris, dan manajemen hubungan pelanggan ke dalam antarmuka yang terpadu. Evolusi ini tidak hanya menyederhanakan operasi bisnis tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang perilaku konsumen dan tren penjualan. Wawasan ini memungkinkan bisnis untuk membuat keputusan berbasis data yang tepat, meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi operasional. Pentingnya sistem POS ditekankan oleh proyeksi pertumbuhan industri Infrastruktur Pembayaran Indonesia, yang diperkirakan akan berkembang dari USD 98,30 miliar pada tahun 2024 menjadi USD 218,56 miliar pada tahun 2029, mencerminkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 17,33%. Pertumbuhan substansial ini menyoroti peran penting sistem POS yang canggih dalam lanskap bisnis yang terus berkembang. Pandemi COVID-19 semakin mempercepat adopsi metode pembayaran digital, memaksa bisnis untuk beradaptasi dengan cepat. Akibatnya, permintaan akan infrastruktur pembayaran digital yang canggih melonjak. Perilaku konsumen baru, seperti transaksi online, konsultasi virtual, pembayaran tanpa kontak, dan perdagangan sosial, diperkirakan akan terus berlanjut, mendorong perbaikan terus-menerus dalam solusi pembayaran digital. Perubahan ini sangat terlihat di kalangan UMKM Indonesia, di mana jumlah pengguna digital meningkat dari 7 juta pada tahun 2020 menjadi perkiraan 30 juta pada tahun 2024. UR POS, unit bisnis di bawah PT. Rahmat Tuhan Lestari, berada di persimpangan penting di mana model bisnis tradisional perusahaan kesulitan untuk mengikuti perubahan pasar yang cepat, menyebabkan ketidaksesuaian antara penawarannya dan permintaan pasar saat ini. Meskipun menyadari peran penting sistem POS dalam meningkatkan layanan pelanggan dan efisiensi operasional, UR POS menghadapi kesulitan dalam terus-menerus mendefinisikan ulang dan memahami kebutuhan segmen pelanggannya yang beragam. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini dilakukan untuk membantu UR POS mengubah strategi bisnisnya guna meningkatkan akuisisi pelanggan dan beradaptasi dengan tren pasar serta kebutuhan pelanggan saat ini. Penelitian dimulai dengan analisis bisnis UR POS menggunakan Business Model Canvas. BMC dipilih karena dianggap efektif untuk menggambarkan, memvisualisasikan, dan menilai model bisnis. Setelah itu, dilakukan analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman) menggunakan SPACE Matrix, metode untuk menganalisis posisi kompetitif suatu organisasi. Analisis tersebut mengidentifikasi 23 kekuatan dan 16 kelemahan secara internal, serta 36 peluang dan 21 ancaman secara eksternal. Analisis SWOT yang dipetakan dalam SPACE Matrix mengungkapkan bahwa UR POS memiliki postur competitive strategy. Postur ini mengharuskan UR POS untuk memanfaatkan kekuatannya dan mengurangi ancaman untuk mengembangkan bisnisnya. Berdasarkan postur strategis ini, dua pivot yang sesuai diidentifikasi: customer need pivot, yang melibatkan pemenuhan kebutuhan pelanggan yang berubah tanpa menghilangkan solusi sebelumnya, dan engine of growth pivot, yang berfokus pada perolehan pelanggan baru. Pivot-pivot ini kemudian dipetakan ke dalam alternatif BMC baru, menyediakan pondasi bagi UR POS untuk beradaptasi dan berkembang di pasar yang berubah dengan cepat.
FORMULASI STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN EFE, IFE, IE, TOWS, DAN QSPM PADA PT REASURANSI NUSANTARA MAKMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi internal dan eksternal PT Reasuransi Nusantara Makmur, dengan fokus pada identifikasi strategi bisnis yang paling tepat untuk meningkatkan akuisisi pelanggan dan kinerja secara keseluruhan. PT Reasuransi Nusantara Makmur menghadapi tantangan yang signifikan dalam akuisisi pelanggan, dengan hanya mencapai 17 dari 60 perusahaan yang ditargetkan pada tahun 2024. Kekurangan ini menunjukkan kelemahan dalam strategi pemasaran saat ini dan keselarasan yang tidak memadai antara kemampuan internal perusahaan dengan peluang pasar eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan utama dan studi pustaka. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti perlunya perumusan strategi proaktif yang selaras dengan sumber daya internal perusahaan dan lanskap persaingan. Analisis SWOT, matriks IFE, dan EFE digunakan untuk menilai kondisi internal dan eksternal PT Reasuransi Nusantara Makmur. Analisis SWOT mengidentifikasi basis modal perusahaan yang kuat, jaringan bisnis yang luas di dalam Grup Sinar Mas, dan karyawan yang kompeten sebagai kekuatan utama. Namun, kelemahan seperti integrasi teknologi yang tidak memadai, kurangnya produk yang inovatif, dan strategi pemasaran yang tidak efektif juga ditemukan. Analisis eksternal menunjukkan adanya peluang dalam pertumbuhan jumlah perusahaan asuransi di Indonesia dan peningkatan literasi asuransi, sementara juga mencatat ancaman yang ditimbulkan oleh pengetatan pasar dan persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini juga menggunakan Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) untuk memprioritaskan alternatif-alternatif strategis yang dihasilkan dari analisis SWOT. Alat ini memungkinkan penilaian objektif terhadap strategi terbaik berdasarkan faktor internal dan eksternal yang diidentifikasi. Analisis ini menunjukkan bahwa dengan menyempurnakan dan memperluas strategi pemasaran untuk mencakup pasar lokal dan internasional, PT Reasuransi Nusantara Makmur dapat menyelaraskan kekuatan internalnya dengan peluang eksternal dengan lebih baik. Selain itu, perusahaan harus fokus pada pengembangan strategi pemasaran yang lebih komprehensif dan terdiversifikasi, berinvestasi dalam teknologi, dan mendorong inovasi. Sebagai kesimpulan, penelitian ini memberikan kerangka kerja strategis bagi PT Reasuransi Nusantara Makmur untuk meningkatkan posisi pasarnya dengan mengatasi kelemahan yang teridentifikasi dan memanfaatkan kekuatannya. Strategi yang direkomendasikan berfokus pada penyempurnaan dan perluasan strategi pemasaran untuk mencakup pasar lokal dan internasional. Dengan mengadopsi strategi ini, perusahaan dapat meningkatkan akuisisi pelanggan, meningkatkan pangsa pasar, dan memastikan keberlanjutan jangka panjang dalam industri yang kompetitif.
USULAN STRATEGI BISNIS UNTUK SEKOLAH RENANG INTERNASIONAL JOGJA RENANG
Pengenalan renang sejak usia dini memberikan manfaat yang signifikan bagi keterampilan fisik dan motorik anak, serta meningkatkan kepercayaan diri dan keselamatan mereka di dalam dan sekitar air. Tingginya kesadaran dan antusiasme orang tua terhadap renang, ditambah dengan kurangnya kurikulum pendidikan renang yang terstruktur di tingkat sekolah dasar, mendorong para pengusaha, terutama di sektor olahraga, untuk mengeksplorasi potensi bisnis sekolah renang. Kondisi ini menghadirkan peluang ekonomi yang menjanjikan dengan memenuhi kebutuhan pendidikan renang bagi anak-anak. Jogja Renang International Swimming School memanfaatkan peluang ini dengan menawarkan program sekolah renang yang khusus dirancang untuk anak-anak dari berbagai usia. Didirikan pada tahun 2020 dan di Kota Yogyakarta, Jogja Renang menyediakan program kelas berenang untuk bayi dan anak-anak dengan menggaplikasikan kurikulum yang diakui secara internasional, Swim School International (SSI). Awalnya, hanya ada dua sekolah yang menawarkan program serupa, namun saat ini keadaan menjadi lebih kompetitif dengan hadirnya beberapa pendatang baru yang mengadopsi kurikulum internasional maupun nasional. Peningkatan persaingan ini menuntut pendekatan strategis bagi Jogja Renang untuk meningkatkan daya saing dan profitabilitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif. Metode kualitatif melibatkan observasi, wawancara dan kuesioner. Faktor eksternal dianalisis melalui analisis PESTLE, analisis Lima Kekuatan Porter, dan analisis pesaing, sementara faktor internal dinilai menggunakan analisis rantai nilai dan kerangka kerja VRIN. Kemudian factor internal dan eksternal yang didapatkan dianalisis menggunakan Analisa SWOT, diikuti dengan matriks TOWS, untuk menghasilkan rekomendasi strategi bisnis. Analisis ini mengidentifikasi kekuatan inti Jogja Renang, seperti pengajar yang kompeten, berpengalaman, dan bersertifikat, serta reputasi pemilik yang telah berkiprah selama satu dekade dalam pengajaran renang. Namun, tantangan seperti kesulitan dalam memperluas jumlah instruktur, keterbatasan aset fisik, dan waktu tunggu pelanggan yang tidak konsisten menjadi kelemahan internal. Secara eksternal, meningkatnya kesadaran akan pentingnya renang dan dukungan peraturan pemerintah menawarkan peluang, sementara persaingan yang semakin intensif menjadi ancaman. Dari Analisa SWOT dapat diketahui bahwa saat ini Jogja Renang di kuadran II yang menunjukkan ddibutuhkan strategi untuk mendukung stabilitas, di mana Jogja Renang harus meningkatkan kemampuan internalnya untuk memanfaatkan peluang yang ada. Dari analisis TOWS, diidentifikasi 15 alternatif strategi, dengan empat strategi sebagai prioritas yang berada pada matriks W-O. Strategi-strategi ini disusun dalam rencana implementasi selama 24 bulan yang disajikan dalam bentuk diagram Gantt. Rencana ini bertujuan untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk mengurangi kelemahan internal, serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan pengembangan jangka panjang bagi Jogja Renang International Swimming School.