πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 173 dokumen

STUDI EKSPERIMENTAL PROPERTI MATERIAL PASANGAN BATA DI INDONESIA

Indonesia adalah daerah rawan gempa, akan tetapi mayoritas bangunan yang ada di Indonesia adalah bangunan nir-rekayasa yang berisiko tinggi, biasanya adalah bangunan dengan dinding bata tidak terkekang, akibat kualitas material dan pengerjaan yang bervariasi. Keterbatasan waktu dan biaya untuk pengujian lapangan mendorong penelitian ini untuk menguji properti material penyusun (bata dan mortar) dan menentukan persamaan empiris yang mengestimasi kekuatan pasangan bata secara keseluruhan. Studi eksperimental pada penelitian ini meliputi uji kuat tekan unit bata, mortar, prisma pasangan bata, diagonal pasangan bata, dan geser hubungan bata-mortar. Hasil menunjukkan kuat tekan prisma berbanding lurus dengan kuat tekan bata dan mortar. Kuat tekan diagonal berbanding lurus dengan kuat tekan prisma, sedangkan kuat geser hubungan bata-mortar berbanding lurus dengan kuat tekan mortar saja. Modulus elastisitas juga berbanding lurus dengan kuat tekan mortar dan unit bata. Analisis regresi menghasilkan persamaan kuat tekan prisma fm?=0.72Γ—fb0.64Γ—fcm0.19 , menunjukkan dominasi kuat tekan bata. Untuk kuat tekan diagonal, vm=0.13Γ—fm?0.82. Kuat geser hubungan bata-mortar dimodelkan oleh ?m=0.0038Γ—fcm1.49. Modulus elastisitas Em=100Γ—fm? mengindikasikan kekakuan yang lebih rendah dibanding referensi.

2025
πŸ‘€ Penulis: Mohamad Haikal Mahadana
🏷️ Geoteknik 🏷️ Material Bangunan 🏷️ Analisis Struktur

PERANCANGAN FONDASI TIANG BOR PADA TANAH DENGAN POTENSI LIKUIFAKSI UNTUK BANGUNAN HOTEL 9 LANTAIΒ DI JAKARTA

Proyek Pembangunan Hotel Hitam Putih merupakan proyek konstruksi hotel 9 lantai yang berlokasi di Kemayoran Lama, Jakarta Selatan. Terletak di daerah yang rawan gempa dan berpotensi likuifaksi, proyek ini membutuhkan perancangan fondasi yang mampu menahan beban gempa serta pengaruh dari likuifaksi. Oleh karena itu, tugas akhir ini bertujuan untuk merancang fondasi tiang bor pada tanah pasir yang berpotensi mengalami likuifaksi berdasarkan hasil penentuan parameter tanah dan analisis potensi likuifaksi. Fondasi tiang bor dipilih untuk menjangkau lapisan tanah yang lebih stabil dan tidak terdampak likuifaksi serta meminimalkan gangguan terhadap lingkungan, terutama dalam hal kebisingan, mengingat proyek terletak di kawasan padat penduduk. Perancangan dilakukan melalui pengolahan data penyelidikan tanah menjadi parameter tanah desain. Potensi likuifaksi dianalisis menggunakan metode simplifikasi dan ditentukan excess pore pressure, p-y curve, dan p-multiplier sebagai pereduksi daya dukung tiang. Daya dukung aksial tiang dihitung secara manual menggunakan Ms. Excel sedangkan daya dukung lateral tiang dianalisis dengan aplikasi LPILE. Konfigurasi kelompok tiang ditentukan dan dianalisis dengan aplikasi GROUP. Penurunan fondasi kemudian ditentukan secara manual. Penulangan tiang bor dimodelkan dengan aplikasi SpColumn serta dilakukan perhitungan manual. Fondasi yang digunakan bervariasi dengan diameter 0.8 dan 1 m serta panjang tiang mulai dari 24 m hingga 45 m.

2025
πŸ‘€ Penulis: Naomi Callula Prakosa
🏷️ Geoteknik 🏷️ Konstruksi Bangunan 🏷️ Analisis Likuifaksi

STUDI ALGORITMA OPTIMASI PARAMETER REGRESI KURVA KARAKTERISTIK TANAH-AIR (SOIL-WATER CHARACTERISTIC CURVE/SWCC) UNTUK SHALE TERHANCURKAN TERKOMPAKSI DI DAERAH CISOMANG DENGAN METODE STEEPEST DESCENT

Kurva Karakteristik Tanah-Air (Soil-Water Characteristic Curve/SWCC) merupakan komponen penting dalam analisis geoteknik untuk menggambarkan hubungan antara kadar air tanah dan nilai hisapan (suction). Persamaan empiris Fredlund & Xing (1994) secara luas digunakan untuk memodelkan SWCC, namun proses kalibrasi parameter kurva (???????????????????? dan ????) sering kali bergantung pada tebakan awal dan cenderung menghasilkan solusi lokal yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode optimasi parameter SWCC yang lebih stabil dan efisien, dengan memadukan algoritma pencarian global dan lokal. Langkah pertama dilakukan dengan pendekatan Grid Search untuk menjelajahi ruang parameter secara menyeluruh dan menentukan kombinasi awal parameter dengan nilai galat terkecil berbasis fungsi objektif Sum of Squared Error (SSE). Parameter inisial terbaik tersebut kemudian disempurnakan menggunakan metode Steepest Descent, yang memanfaatkan gradien fungsi SSE serta pencarian panjang langkah optimal melalui metode backtracking line search. Pendekatan ini menghasilkan parameter kurva SWCC yang lebih konsisten, tidak terlalu sensitif terhadap variasi nilai awal, serta mampu meminimalkan galat antara prediksi model dan data pengamatan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Grid Search dan Steepest Descent mampu mengoptimalkan parameter model Fredlund & Xing dengan baik pada jenis tanah shale terhancurkan di daerah Cisomang. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi kadar air tanah, tetapi juga memperkuat kestabilan algoritma optimasi untuk aplikasi regresi kurva nonlinier dalam bidang geoteknik.

2025
πŸ‘€ Penulis: Jovan Novianto Sumanta
🏷️ Geoteknik 🏷️ Metode Steepest Descent

PERANCANGAN DINDING DIAFRAGMA PADA PROYEK MRT FASE 2A STASIUN KOTA MENGGUNAKAN PARAMETER TANAH LOWER BOUND, UPPER BOUND, DAN BEST ESTIMATE

Pembangunan Stasiun Kota sebagai bagian dari proyek MRT Jakarta dirancang berupa struktur bawah tanah untuk mengatasi keterbatasan lahan di kawasan dengan kepadatan infrastruktur tinggi. Dinding diafragma digunakan sebagai elemen penahan tekanan tanah dan air tanah, serta memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan mengendalikan deformasi serta penurunan tanah selama proses konstruksi. Penurunan tanah khususnya diamati pada bangunan eksisting yang berjarak sekitar 4–4,5 meter dari tepi galian. Salah satu tantangan utama dalam desain geoteknik adalah adanya ketidakpastian parameter tanah. Untuk mengatasi tantangan tersebut sekaligus menjaga keseimbangan antara faktor keamanan dan efisiensi biaya, analisis dilakukan dengan mempertimbangkan tiga kondisi parameter tanah, yaitu lower bound, best estimate, dan upper bound. Metode konstruksi yang diterapkan adalah metode top-down, menggunakan strut sebagai elemen perkuatan yang sekaligus berfungsi sebagai lantai stasiun. Analisis stabilitas dan deformasi dilakukan dengan pendekatan pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D, dengan spesifikasi panjang dinding 39,81 meter, tebal 1,2 meter, kedalaman galian 23,45 meter, dan lebar galian 20,3 meter. Hasil analisis pemodelan menunjukkan bahwa skenario lower bound menghasilkan desain yang tidak memenuhi standar. Hal ini ditunjukkan oleh stabilitas basal heave (SF = 1,17) yang tidak mencapai batas aman, serta prediksi deformasi lateral (Β±131 mm) yang melampaui batas izin. Sebaliknya, kondisi Best Estimate berhasil memenuhi seluruh kriteria stabilitas (SF > 1,5) dan deformasi (Β±69 mm), sekaligus menawarkan efisiensi material yang signifikan. Adapun skenario Upper Bound juga memenuhi kriteria keamanan, tetapi cenderung menghasilkan estimasi yang kurang konservatif (underestimate). Dengan demikian, pendekatan Best Estimate direkomendasikan sebagai pilihan desain yang paling seimbang antara keamanan dan efisiensi. Namun, direkomendasikan agar penerapannya di lapangan harus didukung oleh program monitoring instrumentasi yang komprehensif sebagai langkah mitigasi.

2025
πŸ‘€ Penulis: Nabila Putri Azaria Tsany
🏷️ Geoteknik 🏷️ Desain Struktur Bawah Tanah 🏷️ Analisis Numerik

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN SECANT PILE DAN ROCK BOLT DENGAN SOLDIER PILE DAN GROUND ANCHOR TERHADAP STABILITAS LERENG

Abstrak dapat dilihat di File nya

2025
πŸ‘€ Penulis: James Nathaniel Surya
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Teknik Sipil

ANALISIS KONDISI BOREPILE DAN PILECAP AKIBAT LONGSORAN MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) PADA DAERAH TOL CISUMDAWU SEKSI II, SUMEDANG, JAWA BARAT

Longsoran yang terjadi di daerah Tol Cisumdawu Seksi II, Sumedang, Jawa Barat, telah menyebabkan kerusakan pada struktur pondasi borepile dan pilecap. Untuk menilai kondisi struktur tersebut, metode Ground Penetrating Radar (GPR) digunakan sebagai teknik pencitraan bawah permukaan yang berbasis gelombang elektromagnetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi letak dan kondisi rekahan akibat longsoran, menganalisis kondisi borepile dan pilecap, serta menentukan batas lapisan dan bidang gelincir di area terdampak. Data yang digunakan meliputi hasil akuisisi GPR yang dilakukan oleh Tim LAPI ITB, serta data penunjang dari borehole dan inklinometer. Pengolahan data dilakukan dengan berbagai tahap, seperti dewow, time-zero correction, gain, background removal, bandpass filter, moving average, dan topographic correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode GPR efektif dalam mendeteksi rekahan baru, mengidentifikasi kondisi struktur pondasi, serta memberikan gambaran bawah permukaan yang dapat digunakan dalam upaya mitigasi dan perbaikan struktur terdampak.

2025
πŸ‘€ Penulis: Tri Satrio Cahya Surya
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur Bumi 🏷️ Penggunaan Teknologi Gpr

ANALISIS PARAMETRIK PENGARUH BENTUK TUNNEL TERHADAP KAPASITAS LINING TUNNEL

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam kondisi geografis yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Hal ini merupakan salah satu penghambat pembangunan infrastruktur transportasi dan infrastruktur pengelolaan sumber daya air. Permasalahan ini sedikit demi sedikit dapat teratasi dengan pembangunan tunnel. Pembangunan tunnel di Indonesia masih cukup tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dengan kondisi geografis yang mirip dengan Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan pembangunan tunnel di Indonesia melalui proyek MRT Jakarta dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Peningkatan yang terjadi bertujuan untuk mengatasi permasalahan mobilitas dan kepadatan yang terjadi di Indonesia terutama di kota besar seperti Jakarta. Desain bentuk tunnel sangat berpengaruh dalam menentukan kapasitas dan efisiensi dari tunnel. Dalam perencanaan tunnel tentunya tidak dapat terlepas dari faktor-faktor geologis yang dapat mempengaruhi stabilitas dari struktur tunnel. Pemilihan bentuk tunnel harus mempertimbangangkan faktor-faktor tersebut. Dalam praktik di dunia nyata, terdapat beberapa bentuk lining tunnel yang umum digunakan, mulai dari lingkaran, horseshoe, dan persegi. Belum banyak studi yang mempelajari pengaruh bentuk tunnel terhadap kapasitas dari lining tunnel terutama untuk bentuk horseshoe dan rectangular. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai perbandingan kapasitas dari tunnel dengan variasi bentuk horseshoe dan rectangular terhadap bentuk circular, variasi rasio ukuran B/H untuk bentuk rectangular, dan variasi rasio ukuran R/r untuk bentuk horseshoe dengan membandingkan Demand-Capacity Ratio dari masing-masing variasi melalui analisis kapasitas penampang. Dalam studi ini, akan digunakan metode analitik, yaitu Conventional Calculation Method dan pemodelan dengan Beam-Spring Method. Hasil perbandingan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Bentuk Circular memiliki nilai Demand-Capacity Ratio paling rendah yang menunjukkan bahwa bentuk ini lebih efektif disbanding bentuk lainnya. Selain itu, pada studi ini juga dapat dilihat nilai pengali/shape factor antar bentuk ataupun antar variasi dari bentuk lining tunnel.

2025
πŸ‘€ Penulis: Fernando Noverio
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktur

STUDI RESPONS TANAH POTENSI LIKUEFAKSI DENGAN PERBAIKAN TANAH DEEP SOIL MIXING SECARA ANALISIS DINAMIK RIWAYAT WAKTU

Deep Soil Mixing (DSM) tipe grid adalah metode perbaikan tanah yang umum digunakan dalam dunia praktis untuk memitigasi potensi likuefaksi. Metode ini sudah terbukti mampu memitigasi potensi likuefaksi, salah satunya pada saat gempa Hyogo-ken Nanbu pada tahun 1995. Saat ini, praktisi menggunakan persamaan empiris rasio reduksi tegangan geser siklik dengan perbaikan tanah DSM tipe grid yang dikembangkan oleh Nguyen et al. (2013) yang berbasis pada model tanah linear elastic. Akan tetapi, perilaku tanah bersifat non-linear dan pada saat terjadi gempa mampu mengenerasi tegangan air pori berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persamaan empiris oleh Nguyen et al. (2013) dengan memodelkan tanah secara non-linear dan mampu mengenerasi tegangan air pori secara dinamik 3D untuk dapat mengakomodasi distribusi tegangan tanah dalam grid. Tanah potensi likuefaksi dikalibrasi terhadap pengujian centrifuge yang dilakukan oleh Cao et al. (2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa DSM dalam memitigasi likuefaksi dipengaruhi oleh rasio spasi terhadap panjang DSM. Hasil menunjukkan bahwa dengan menggunakan pemodelan replacement ratio yang sama dengan Nguyen et al. (2013), rasio reduksi tegangan geser siklik mendekati atau penurunan 15% untuk replacement ratio diatas 33% dan terjadi peningkatan 22% untuk replacement ratio dibawah 33%. Akan tetapi, dengan spasi yang besar dengan tetap mempertahankan replacement ratio, diperoleh rasio reduksi tegangan geser siklik meningkat 60% untuk seluruh replacement ratio. Selain itu, diperoleh juga bahwa meskipun terjadi penurunan tegangan geser siklik, hal tersebut tidak menutup potensi terjadinya likuefaksi yang bergantung pada spasi terhadap panjang DSM. Oleh karena itu, dikembangkan design chart yang baru dengan mempertimbangkan efek rasio spasi terhadap panjang DSM terhadap rasio reduksi tegangan geser siklik dan rasio tegangan air pori berleih untuk masing-masing rasio tegangan geser dan direkomendasikan menggunakan rasio spasi terhadap panjang DSM dibawah 0.3 dengan rasio tegangan geser diatas 13.5 agar memitigasi likuefaksi secara maksimal untuk konfigurasi DSM grid persegi.

2025
πŸ‘€ Penulis: Rio Leandro
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Dinamik Tegangan 🏷️ Perbaikan Tanah

PERANCANGAN STRUKTUR TEROWONGAN YOGYAKARTA-BAWEN DENGAN PEMODELAN ELEMEN HINGGA

Perencanaan terowongan menghadapi tantangan utama dalam merepresentasikan beban tanah dan interaksi struktur-tanah secara akurat, mengingat kompleksitas kondisi geoteknik dan sifat material. Untuk mengatasi hal ini, tersedia dua metode analisis utama, yaitu metode konvensional dan metode numerik berbasis Finite Element Method (FEM). Dalam tugas akhir ini, FEM akan digunakan karena kemampuannya yang lebih dapat memodelkan tanah sebagai elemen non-elastis, serta dapat memperkirakan distribusi gaya dan respons struktur terhadap kondisi geoteknik yang kompleks. Studi ini berfokus pada perencanaan Terowongan Yogyakarta – Bawen sebagai solusi konektivitas pada jalur tol yang melewati perbukitan. Terowongan ini terletak di Seksi 5, tepatnya pada STA 20+273 hingga STA 20+679 di Dusun Kragan, Desa Losari, Kabupaten Magelang, dan akan dibangun sebagai sepasang terowongan kembar berpenampang tapal kuda. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menentukan metode konstruksi dan sistem perkuatan pada tahap penggalian, mengevaluasi desain seismik terowongan pada STA 20+435, serta merencanakan desain sistem penyangga terowongan sementara (initial lining) dan desain struktur final lining pada STA 20+435. Seluruh proses perencanaan akan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO) untuk memastikan struktur yang dirancang aman.

2025
πŸ‘€ Penulis: Rasendriya Prabaswara
🏷️ Geoteknik 🏷️ Perencanaan Terowongan 🏷️ Analisis Numerik

ANALISIS STABILITAS GALIAN TERHADAP VARIASI DIMENSI DIAPHRAGM WALL PADA PROYEK STASIUN BAWAH TANAH

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dimensi diaphragm wall, yaitu ketebalan dan kedalaman penetrasi, terhadap keamanan dan stabilitas galian. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi desain diaphragm wall yang optimal dan efisien. Metodologi penelitian menggunakan pemodelan numerik PLAXIS 2D, dengan pendekatan hardening soil dan soft soil untuk merepresentasikan perilaku tanah secara akurat. Sembilan variasi dimodelkan yang merupakan kombinasi dari tiga ketebalan (800 mm, 1000 mm, dan 1200 mm) dan tiga panjang dinding (29 m, 30 m, dan 37 m). Analisis difokuskan pada basal heave, upheaval, floatation, dan stabilitas global sesuai dengan berbagai kriteria standar nasional dan internasional. Deformasi lateral dan gaya dalam juga digunakan untuk analisis perilaku dan merekomendasikan dimensi optimal. Hasil analisis dan desain menunjukan bahwa seluruh variasi dimensi yang diuji memenuhi kriteria keamanan yang digunakan. Peningkatan ketebalan dan kedalaman penetrasi terbukti mengurangi deformasi lateral namun meningkatkan gaya dalam pada struktur. Stabilitas terhadap upheaval menjadi faktor paling kritis dalam menentukan desain. Dengan pertimbangan keamanan dan efisiensi, direkomendasikan dimensi optimal dengan ketebalan 800 mm dan panjang dinding 29 m. Desain ini tidak hanya aman, namun juga lebih efisien dari segi penggunaan material dibanding desain eksisting.

2025
πŸ‘€ Penulis: Marcelino Anditya Triatmojo
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KAJIAN ZONA NILAI TANAH BERBASIS 3D MODEL PADA PENILAIAN PAJAK TANAH DAN PROPERTI DI KAWASAN WISATA BRAGA, KOTA BANDUNG

Dalam beberapa dekade terakhir, sektor pariwisata menjadi bagian penting dalam keberlanjutan ekologi dan ekonomi. Jumlah wisatawan terus meningkat setiap tahunnya terutama pada aktivitas lokal budaya setempat. Hal ini menjadi salah satu daya tarik pada perkembangan permukiman sekitar kawasan wisata yang meningkatkan nilai tanah dan pajak tanah. Namun demikian, penaksiran tanah yang bersifat massal cenderung memunculkan resiko bias harga tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Zona Nilai Tanah dalam penilaian pajak tanah dan properti di Kawasan Wisata Braga, Kota Bandung. Melalui metode Hedonic Price Model, ditemukan 19 variabel bebas yang mempengaruhi variabel Y (ZNT). Pendekatan penelitian menggunakan mixed method dengan analisis menggunakan regresi linear berganda. Terhadap 9.237 titik penelitian, hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,643 yang berarti model memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap nilai tanah. Uji validitas nilai tanah dilakukan melalui uji asumsi klasik pada data statistik dengan nilai signifikansi 0,011<0,05 dan uji Moran's I pada data spasial dengan nilai 0,41. Interpretasi uji validitas mencapai Goodness of Fit untuk menggambarkan nilai tanah. Disamping itu, terjadi potential loss pajak tanah sebesar 21% dari kondisi eksisting. Uji validitas PBB-P2 dilakukan melalui uji MAPE dengan error 7,12% yang berarti model cukup aktual dalam menilai pajak tanah. Nilai kebaruan penelitian ini berupa implementasi variabel 3D model dan Urban Vibrancy yang memberikan hasil optimal di Kawasan Wisata Braga, Kota Bandung.

2025
πŸ‘€ Penulis: Wahyu Hidayat
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Geoteknik

STUDI KASUS EVALUASI DEFORMASI LATERAL DINDING PENAHAN TANAH AKIBAT KONSTRUKSI GALIAN TEROWONGAN PEJALAN KAKI PADA TANAH LUNAK DI WILAYAH PADAT PENDUDUK

Pembangunan terowongan pejalan kaki bawah tanah di wilayah urban padat penduduk seperti Jakarta menimbulkan tantangan geoteknik yang kompleks, terutama pada kondisi tanah lempung lunak yang dominan. Penelitian ini berfokus pada evaluasi deformasi lateral dinding penahan tanah dan penurunan tanah di belakangnya akibat galian terowongan pejalan kaki yang menghubungkan UOB Plaza - Stasiun MRT Dukuh Atas. Selain itu, analisis pengaruh efek tiga dimensi dikaji secara kuantitatif menggunakan parameter Plane Strain Ratio (PSR). Analisis numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D dan PLAXIS 3D. Variasi rasio lebar terhadap panjang galian (B/L = 0,3 dan 0,5) diterapkan pada beberapa section untuk memahami pengaruh geometri. Parameter tanah diperoleh dari data uji Standard Penetration Test (SPT) dan pengujian laboratorium, dengan mengadopsi model konstitutif Hardening Soil serta pendekatan analisis Fully Coupled Flow-Deformation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan 2D secara konsisten menghasilkan prediksi deformasi lateral dinding dan penurunan tanah yang lebih besar dibandingkan model 3D. Perbedaan signifikan ini terutama terlihat pada galian dengan panjang relatif pendek, mengindikasikan dominasi efek sudut (corner effect) yang meningkatkan kekakuan lateral pada model tiga dimensi. Nilai PSR yang diperoleh dari analisis berkisar antara 0,045 hingga 0,644, menegaskan adanya pengaruh kuat dari efek sudut dan geometri galian terhadap redistribusi tegangan lateral. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan pemodelan 3D untuk menghasilkan prediksi deformasi yang lebih realistis dan akurat pada proyek galian dalam di lingkungan yang padat.

2025
πŸ‘€ Penulis: Sky Lee
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Numerik 🏷️ Model Geometri Terowongan

PERANCANGAN STRUKTUR BAWAH GEDUNG 10 LANTAI PADA TANAH BERPOTENSI LIKUEFAKSI

Gedung 10 lantai yang berada di Jakarta dengan profil tanah berupa tanah pasiran yang berpotensi terlikuefaksi. Tujuan tugas akhir ini adalah mendesain struktur bawah berupa fondasi yang dapat memikul beban struktur atas dalam kondisi likuefaksi. Hasil analisis potensi likuefaksi menunjukan bahwa tanah berpotensi likuefaksi di kedalaman 0 hingga 15 meter. Tiang didesain untuk menahan efek downdrag dan serakan lateral yang terjadi pada kondisi likuefaksi. Daya dukung aksial tiang tunggal dianalisis untuk kondisi tekan dan tarik, analisis menggunakan perangkat lunak Ms. Excel. Kombinasi pembebanan yang diperhitungkan meliputi beban layan, gempa nominal, gempa kuat, dan downdrag. Pada kondisi gempa, tanah yang terlikuefaksi dianggap tidak memberi tahanan friksi. Gaya downdrag dihitung dari kedalaman terdalam tanah yang terlikuefaksi hingga permukaan. Gaya downdrag dihitung menggunakan friksi negatif tiang. Daya dukung lateral tiang tunggal dianalisis untuk kondisi likuefaksi, dengan modifikasi kurva p-y untuk memperhitungkan tahanan lateral kondisi likuefaksi. Defleksi lateral pada kondisi likuefaksi diizinkan hingga sendi tiang berdeformasi plastis. Analisis daya dukung lateral menggunakan perangkat lunak Ensoft LPILE. Daya dukung kelompok tiang dianalisis dengan perangkat lunak Ensoft Group. Pada Ensoft Group, dimasukan beban serakan lateral yang terjadi pada tiang. Pengecekan keruntuhan blok juga dianalisis menggunakan perangkat lunak Ms. Excel. Dari analisis Ensoft Group didapatkan hasil berupa beban maksimum tiang, gaya geser, momen, dan defleksi tiang. Jenis tiang fondasi yang digunakan berupa tiang bor dengan kedalaman 26 meter. Penurunan tanah dihitung untuk penurunan elastis dan penurunan likuefaksi. Penurunan tanah dicek terhadap beda penurunan dan penurunan total. Penulangan fondasi dihitung berdasarkan gaya geser dan momen dari Ensoft Group. Penulangan longitudinal dianalisis dengan perangkat lunak spColumn dan penulangan transversal menggunakan Ms. Excel.

2025
πŸ‘€ Penulis: Airlangga Aufar Sain
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Hidrologi

ANALISIS ANCAMAN BANJIR AKIBAT PENURUNAN MUKA TANAH DI SUB SISTEM DRAINASE LOJI, KOTA PEKALONGAN

Kota Pekalongan merupakan wilayah dataran rendah yang sangat rentan terhadap banjir akibat curah hujan ekstrem dan penurunan muka tanah. Penelitian ini dilakukan di Sub Sistem Drainase Loji untuk mengevaluasi pengaruh kedua faktor tersebut terhadap karakteristik banjir serta kinerja sistem drainase eksisting. Metode yang digunakan adalah pemodelan hidrologi dan hidraulika dua dimensi berbasis perangkat lunak PCSWMM 2D. Skenario pemodelan dibangun dengan kombinasi curah hujan periode ulang (2, 5, dan 10 tahun) serta kondisi topografi eksisting dan proyeksi 20 tahun mendatang berdasarkan data deformasi dari citra satelit Sentinel-1. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, kenaikan curah hujan dari Tr = 2 ke Tr = 10 tahun meningkatkan kedalaman genangan sebesar 43%, kecepatan aliran 27%, dan durasi genangan 5%. Sementara itu, pada kondisi proyeksi dengan penurunan muka tanah, kenaikan yang sama menghasilkan peningkatan kedalaman sebesar 33%, penurunan kecepatan sebesar 11%, dan durasi tetap stagnan. Jika dibandingkan langsung, kedalaman genangan pada proyeksi meningkat 18%–20% dibanding eksisting untuk Tr yang sama. Sebaliknya, kecepatan aliran menurun 11%–12%, dan durasi genangan hanya sedikit berbeda (turun Β±2%). Kapasitas saluran sekunder tampak meningkat secara semu pada proyeksi (naik 4% pada Tr = 2 tahun) karena air tertahan di lahan akibat deformasi. Saluran tersier tetap menunjukkan performa buruk dengan kenaikan efektivitas hanya 2%. Beban kerja pompa meningkat lebih dari 30% karena air harus diangkat dari elevasi yang lebih rendah, sementara efektivitas kolam retensi turun 20–25% akibat terputusnya aliran permukaan menuju kolam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem drainase eksisting belum adaptif terhadap perubahan iklim dan geoteknik jangka panjang. Perencanaan ke depan perlu mencakup desain saluran berbasis perubahan elevasi, peningkatan kapasitas pompa, dan pemulihan konektivitas hidrologi kolam retensi.

2025
πŸ‘€ Penulis: Gilang Alfajar
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Geoteknik

EVALUASI KEANDALAN STRUKTUR MODULAR TIPIKAL DI INDONESIA TERHADAP BEBAN GEMPA KUAT

Struktur modular tipikal di Indonesia menggunakan sistem sambungan petikemas atau biasa disebut dengan corner fittings. Penentuan tipe sambungan pada struktur modular di Indonesia sangat perlu mempertimbangkan kondisi dan potensi gempa, mengingat Indonesia termasuk negara yang rawan gempa. Berkaitan dengan hal tersebut, melalui penelitian ini, akan ditentukan tipe sambungan struktur modular tipikal di Indonesia berdasarkan nilai kekakuan rotasional sistem sambungan corner-fittings yang dievaluasi secara lokal menggunakan metode finite element analysis. Di samping itu, dengan menggunakan finite element analysis, harapannya dapat dilakukan studi parametrik terkait perolehan parameter pada pemodelan sambungan yang sangat memengaruhi kinerja sambungan pada struktur modular. Pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi keandalan struktur modular terhadap variasi beban gempa yang dianalisis dengan nonlinear time history untuk nantinya dapat diperoleh kemungkinan kegagalan atau keruntuhan struktur modular tipikal berdasarkan SNI 1726:2019.

2025
πŸ‘€ Penulis: Darell Averyll Kurniawan
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktural 🏷️ Hidrologi
Halaman 6 dari 12
πŸ’¬