πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4,000 dokumen

PENGEMBANGAN DAN EVALUASI SISTEM PENGUKURAN TRANSEPITHELIAL ELECTRICAL RESISTANCE SEDERHANA BERBASIS ARDUINO UNTUK KARAKTERISASI INTEGRITAS BARIER SEL IN VITRO

Integritas barier sel epitel merupakan parameter fisiologis penting dalam berbagai studi in vitro, termasuk penelitian farmakologi, toksikologi, dan pemodelan jaringan. Pengukuran Transepithelial Electrical Resistance (TEER) merupakan metode non-destruktif yang banyak digunakan untuk mengevaluasi fungsi barier sel, karena mencerminkan hambatan listrik yang dihasilkan oleh tight junction pada monolayer sel. Meskipun instrumen TEER komersial tersedia, harganya yang tinggi menjadi hambatan bagi banyak laboratorium dengan sumber daya terbatas. Penelitian ini bertujuan membuktikan konsep (proof of concept) bahwa karakterisasi integritas barier sel in vitro dapat dilakukan menggunakan perangkat pengukuran sederhana berbasis mikrokontroler Arduino. Sistem yang dikembangkan menggunakan prinsip pembagi tegangan dengan eksitasi bipolar terpulsa berfrekuensi rendah, dua elektroda platina (Pt) pada sistem dua kompartemen berbasis insert Transwell, dan antarmuka berbasis web untuk akuisisi serta pemrosesan data. Penekanan diletakkan pada kemampuan sistem mendeteksi perubahan relatif kondisi barier dan pada kesesuaian pembacaan terhadap instrumen TEER komersial yang tersedia. Validasi sistem dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama, kalibrasi terhadap beban resistif standar untuk memverifikasi linearitas respons sistem pada rentang resistansi yang relevan secara biologis. Kedua, pengujian pada kultur sel Caco-2 dengan membandingkan nilai TEER yang diperoleh terhadap instrumen komersial Millicell sebagai cross-check kualitatif untuk menilai konsistensi pembacaan sistem.

2026
πŸ‘€ Penulis: Prajnagastya Adhyatmika
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERBANDINGAN KINERJA DAN OPTIMASI DESAIN INJEKSI POLIMER SALINITAS RENDAH MENGGUNAKAN PEMODELAN RESERVOIR NUMERIK

Waterflooding in mature reservoirs is usually limited by unfavorable mobility ratios, early water breakthroughs, and bypassed oil, leaving much of the oil in place. Low Salinity Polymer Flooding (LSPF) is a hybrid enhanced oil recovery method that combines microscopic displacement improvement from low salinity with macroscopic sweep improvement from polymer mobility control. However, systematic guidance on the optimal combination of injection water salinity, polymer concentration, and injection rate at the field model scale is still lacking. So, this study compares four injection scenarios and determines the best LSPF design. Numerical simulation was conducted in tNavigator, representing the low salinity effect through salinity dependent relative permeability shifting and the polymer effect through viscosity and mobility control functions. Waterflooding, low salinity water injection (LSWI), polymer flooding, and LSPF were simulated on the same line drive model, with sensitivities on salinity (35,000, 5,000, 120 ppm), polymer concentration at 5.75 cP (2,000, 1,250, 450 ppm), and injection rate (200 to 500 STBD). LSPF yielded the highest recovery factor of 29.68% to 51.11% with cumulative production of 4.89 to 8.42 MMSTB, exceeding waterflooding (25.31% to 34.66%), LSWI (29.01% to 49.17%), and polymer flooding (27.44% to 40.79%). An injection rate of 300 STBD was selected because the 400 and 500 STBD cases at 120 ppm showed injection rate decline and plugging signs from adsorbed polymer accumulation. At this rate, the 120 ppm case with 450 ppm polymer achieved a 38.97% recovery factor, 6.42 MMSTB cumulative production, and delayed water breakthrough relative to waterflooding, and was therefore determined as the best LSPF design

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Vianda Pratama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN TERINTEGRASI DAN STUDI KOMPARATIF KORELASI KECEPATAN KRITIS LIQUID LOADING UNTUK OPTIMASI CONTINUOUS GAS LIFT GUNA MEMITIGASI LIQUID LOADING PADA RESERVOIR TUA DENGAN LUBANG SUMUR BERARAH

Liquid loading represents a major operational challenge in mature gas field developments, depleting well productivity as natural reservoir pressure declines. This study presents an integrated modeling approach and a comparative analysis of five critical velocity correlations, namely Turner et al., Coleman et al., Nossier et al., Li et al., and Belfroid et al., to optimize continuous gas lift (CGL) design across various deviated wellbore trajectories (0Β°, 15Β°, 30Β°, and 45Β°). The evaluation reveals that the Nossier et al. correlation establishes the highest critical velocity (vcrit) of 2.29 m/s at the surface, whereas the Li et al. correlation yields the lowest value of 0.75 m/s. Crucially, the determination of the gas lift injection rate is conducted by increasing the superficial gas velocity to exceed the critical liquid loading velocity. CGL sensitivity analysis indicates minimum injection rate requirements of 6,040–6,848 smΒ³/day (Li et al.), 24,082–36,830 smΒ³/day (Belfroid et al.), 24,843–25.721 smΒ³/day (Coleman et al.), 31,746–32.619 smΒ³/day (Turner et al.), and 38,350–39,204 smΒ³/day (Nossier et al.). Implementing these rates enhances the total cumulative gas production (production gain) by 1.1040%–1.2570% (Li et al.), 4.3935%–6.7320% (Belfroid et al.), 4.5315%–4.7085% (Coleman et al.), 5.7855%–5.9655% (Turner et al.), and 6.9840%–7.1640% (Nossier et al.).

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhamad Adam
🏷️ Hidrologi 🏷️ Optimasi Sistem Produksi Migas 🏷️ Analisis Sensitivitas

TEOREMA MODULARITAS KURVA ELIPTIK: SIFAT LOKAL SKEMA MODULI

Teorema Modularitas mengatakan bahwa setiap kurva eliptik rasional modular, dengan kata lain ia memiliki ruang deformasi dari representasi Galois yang isomorfik dengan ruang aljabar Hecke dari suatu form modular. Kasus khusus dari teorema ini digunakan oleh Andrew Wiles dan Richard Taylor untuk membuktikan Teorema Terakhir Fermat. Bukti dari Teorema Modularitas membutuhkan alat-alat modern dari geometri aljabarik untuk membangun ruang moduli. Dalam karya ini, akan dilakukan eksposisi dari alat-alat modern tersebut dan akan diberikan sketsa dari bukti Teorema Terakhir Fermat.

2026
πŸ‘€ Penulis: Fadhlannafis Khawarizmi K
🏷️ Geometri Aljabar 🏷️ Teori Galois 🏷️ Hidrologi

KUANTIFIKASI PERTUMBUHAN, HASIL BIOMASSA, DAN NERACA MASSA DAN ENERGI BUDIDAYA PAKCOY (BRASSICA RAPA SUBSP. CHINESIS.) DENGAN MEDIA TANAM KOMBINASI KOMPOS LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM (PLEUROTUS OSTREATUS) DAN PUPUK ORGANIK CAIR

Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan, hasil biomassa, serta neraca massa dan energi budidaya pakcoy (Brassica rapa subsp. chinensis) pada media tanam berbasis kompos limbah baglog jamur tiram dengan aplikasi pupuk organik cair (POC). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap nonfaktorial dengan empat perlakuan dan enam ulangan, yaitu P0: tanah + POC; P1: kompos baglog 100% + POC; P2: kompos baglog 60% + tanah 40% + POC; dan P3: kompos baglog 40% + tanah 60% + POC. Data dianalisis menggunakan one-way ANOVA dan DMRT pada taraf 5%, sedangkan neraca massa dan energi dihitung per polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P0 menghasilkan pertumbuhan dan biomassa tertinggi, dengan tinggi tanaman 24,77 cm, jumlah daun 13,89 helai, luas daun 73,94 cm2, bobot segar 69,50 g, bobot kering 10,09 g, dan nilai SPAD 44,45. Di antara perlakuan berbasis kompos baglog, P3 memberikan hasil paling mendekati kontrol. Total input massa seluruh perlakuan sebesar 17.750,001 g/polibag dan total input energi sebesar 45.145,568 kJ/polibag. Kompos baglog lebih sesuai digunakan sebagai campuran media tanam daripada sebagai media tunggal.

2026
πŸ‘€ Penulis: Zavira Yemima Nugrahandi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kebun Sayur 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN ORGANISASI PT RAVELWARE TECHNOLOGY INDONESIA DALAM MENDUKUNG STRATEGI PERUSAHAAN MENJADI PRODUSEN GRAPHENE

PT Ravelware Technology Indonesia merupakan perusahaan start-up yang bergerak di bidang solusi Internet of Things (IoT) dan rekayasa nanomaterial, tetapi perusahaan melihat adanya peluang pasar terkait dengan material graphene. Oleh karena itu, perusahaan melakukan riset untuk menghasilkan metode dan mesin pengolahan limbah plastik dan FABA (fly ash and bottom ash) menjadi material green graphene. Riset yang dilakukan PT Ravelware Technology Indonesia menjadikan perusahaan sebagai produsen green graphene pertama di Indonesia dengan harga pokok penjualan terendah secara global. Perubahan model bisnis ini menuntut adanya peningkatan kapabilitas organisasi serta penyesuaian struktur, sistem, sumber daya manusia, dan budaya kerja agar perusahaan mampu beroperasi secara efektif sebagai perusahaan yang menjalankan lini manufaktur. Oleh karena itu, diperlukan suatu perancangan organisasi sehingga struktur yang dimiliki oleh perusahaan dapat selaras dengan strategi yang menjadi arah pengembangan perusahaan. Metodologi penelitian mengacu pada Model STAR sebagai kerangka besar penelitian yang akan didetailkan lebih lanjut menjadi tahapan sistematis perancagan organisasi. Perancangan organisasi dimulai dengan menentukan tujuan organisasi yang lebih menekankan pada efektivitas dan efisiensi. Setelah itu, dilakukan identifikasi kondisi internal perusahaan dengan menggunakan analisis rantai nilai, serta identifikasi lingkungan eksternal dengan kerangka yang dikembangkan oleh Daft, menghasilkan 7 poin kelebihan, 5 poin kelemahan, 8 poin peluang, serta 6 poin ancaman. Berdasarkan kondisi internal dan eksternal perusahaan, dirumuskan strategi korporasi dan strategi bisnis prioritas PT Ravelware Technology Indonesia dengan menggunakan QSPM yang bobot setiap faktornya dihasilkan menggunakan AHP, menghasilkan strategi intensif sebagai strategi korporasi dan strategi bestvalue sebagai strategi bisnis perusahaan. Selanjutnya, dirumuskan strategi fungsional menggunakan matriks TOWS yang menghasilkan 19 alternatif strategi fungsional yang diagregasikan menjadi 6 strategi fungsional yang relevan dengan kebutuhan perusahaan terkait dengan pengembangan produk graphene. Strategi fungsional selanjutnya dipetakan menjadi kapabilitas organisasi yang dibutuhkan perusahaan atau kriteria desain organisasi, menghasilkan 5 departemen, dan 17 divisi dengan keterangan 6 divisi usulan baru dan 11 divisi aktual perusahaan. Selanjutnya, setiap divisi dipetakan proses bisnis yang relevan dengan kerangka Process Classification Framework cross-industry. Terakhir, ditentukan pihak penanggung jawab dari setiap aktivitas, serta key performance indicators untuk mengontrol setiap aktivitas dapat mendukung ketercapaian strategi perusahaan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Yosafat Yavier Moses Sirait
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

DYNAMIC MODEL DEVELOPMENT OF A COAL?FIRED POWER PLANT WITH GAS TURBINE REPOWERING FOR FLEXIBILITY OPERATION

Meningkatnya energi terbarukan yang intermiten menjadikan dekarbonisasi sektor kelistrikan sambil menjaga keandalan jaringan sebagai prioritas yang mendesak. Hal ini menuntut fleksibilitas yang lebih tinggi dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang secara tradisional dirancang untuk operasi beban dasar yang stabil dan hanya mampu melakukan ramp sekitar 1%/menit di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan memvalidasi model dinamik PLTU subkritis, menganalisis perilaku transiennya, dan mengevaluasi pengaruh repowering pemanasan air umpan dengan turbin gas (TG) terhadap fleksibilitas ramp-up-nya. Repowering TG merupakan retrofit yang memanfaatkan panas gas buang TG untuk memanaskan air umpan sekaligus menambah keluaran listrik. Model dinamik Plant Tanjung Jati B, PLTU subkritis 695,7 MW, dikembangkan dalam Aspen HYSYS dan divalidasi terhadap data operasi nyata, dengan mereproduksi variabel utama pada rata-rata galat di bawah 10%. Model TG berbasis Siemens SGT5-2000E, diverifikasi terhadap spesifikasi pabrikan, diintegrasikan dengan model PLTU melalui kopling panas air umpan dan keluaran listrik. Plant baseline (Skenario A) dan plant dengan repowering (Skenario B) kemudian dibandingkan pada variasi fraksi beban TG, waktu penghentian TG, dan beban awal PLTU. Plant dengan repowering mampu mengikuti permintaan ramp 8%/menit, melampaui target fleksibilitas 6%/menit yang tidak dapat dipenuhi oleh plant baseline. Manfaat terbesar diperoleh pada ramp beban rendah, dengan menurunkan rata-rata galat beban dari 19,56% menjadi 2,29% pada beban awal 40%, dengan manfaat kecil pada beban awal 80%. Waktu penghentian TG optimal meningkat seiring beban awal, bukan bernilai tetap. Repowering TG memperbaiki akurasi pengikutan beban dan mengurangi kedalaman penurunan tekanan uap utama, dengan biaya sekunder berupa waktu penetapan tekanan yang lebih lama.

2026
πŸ‘€ Penulis: Lanang Zaid Ibrahim
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PREMI ASURANSI PRODUKSI KELAPA SAWTI BERBASIS VARIABEL AGROKLIMAT

Asuransi indeks cuaca merupakan instrumen mitigasi risiko iklim yang semakin relevan bagi perkebunan kelapa sawit, tetapi pengembangannya di Indonesia belum mengakomodasi heterogenitas kondisi agroklimat antarwilayah dan antarmusim. Penelitian ini mengembangkan kerangka penentuan premi asuransi indeks cuaca kelapa sawit melalui penjabaran matematis model PalmSim, dengan kebaruan utama berupa segmentasi simultan menurut wilayah (Sumatra dan Kalimantan) dan musim (hujan dan kemarau). Kerangka pemodelan disusun dalam lima tahap: penentuan musim secara deterministik berdasarkan pola curah hujan aktual, disagregasi produktivitas tahunan ke resolusi bulanan dengan metode Chow-Lin multivariat (indikator dipilih per pulau berdasarkan korelasi empiris atau relevansi agronomis, tanpa reduksi dimensi), estimasi regresi panel ordinary least squares dengan koreksi Newey-West HAC, penetapan distribusi Normal sebagai konsekuensi langsung asumsi galat regresi, dan perhitungan premi analitik disertai selang kepercayaan bootstrap. Data mencakup 21 kota di Sumatra dan Kalimantan periode 2012–2016, dengan produktivitas bersumber dari Ditjenbun serta variabel agroklimat dari NASA POWER. Regresi panel diestimasi langsung pada level kota-bulan (n = 250–385 observasi per segmen), dan keempat segmen dinyatakan sesuai pada uji-F (? = 0,10), dengan R2 berkisar 3–22%. Premi kotor untuk keempat segmen berkisar antara Rp 338.691 hingga Rp 997.974/ha/musim, berada 25–270% di atas premi Asuransi Usaha Tani Padi (Rp 45.000/bulan) sebagai konsekuensi variabilitas produksi yang lebih tinggi pada resolusi kota-bulan dibanding estimasi agregat. Analisis sensitivitas menunjukkan premi murni menurun 57–72% ketika ambang trigger dinaikkan dari rata-rata historis ke persentil ke-80. Kerangka ini menyediakan dasar kuantitatif bagi perancangan produk asuransi indeks cuaca kelapa sawit yang tersegmentasi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nabiilah Galuh Janisa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KUANTIFIKASI NITROGEN PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DENGAN SISTEM RESIRKULASI BERBASIS DARAT

Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia dengan produksi mencapai 10,8 juta ton pada tahun 2024. Eucheuma cottonii merupakan komoditas rumput laut paling dominan karena kandungan kappa-karagenan yang tinggi sebagai bahan baku industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Namun, sistem budidaya konvensional di laut terbuka seperti long line dan rakit apung menghadapi tantangan berupa fluktuasi suhu, serangan penyakit ice-ice, biofouling epifit, serta cuaca ekstrem akibat perubahan iklim yang menyebabkan fluktuasi produksi dan penurunan kualitas hasil budidaya. Kondisi ini mendorong pengembangan budidaya menggunakan sistem resirkulasi berbasis darat sebagai alternatif yang mampu mengendalikan parameter lingkungan secara real-time, meningkatkan biosekuriti, dan mengurangi ketergantungan pada kondisi iklim dan lokasi budidaya. Dalam sistem tersebut, nitrogen merupakan unsur hara pembatas yang secara langsung menentukan pertumbuhan biomassa, sintesis klorofil, dan kandungan fikobiliprotein pada E. cottonii sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara tepat dan terukur. Meskipun demikian, kajian kuantitatif mengenai dinamika aliran nitrogen dan neraca massa pada budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan kadar nitrogen dan menentukan neraca massa nitrogen pada budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat. Penelitian dilaksanakan di Screen House B3 dan Laboratorium Teknik 1A ITB Kampus Jatinangor pada September 2025–Februari 2026. Sistem budidaya menggunakan dua ulangan sistem yang masing-masing terdiri dari tiga tangki dalam konfigurasi resirkulasi yang dilengkapi filtrasi, sterilisasi UV, dan aerasi. Sebanyak 96 sampel E. cottonii yang terdiri dari 64 sampel destruktif dan 32 sampel non destruktif berbobot awal seragam 50 gram dibudidayakan pada media air laut dengan konsentrasi NO3-N terkontrol sebesar 0,1–0,5 mg L ?1 melalui pemupukan NaNO3 . Parameter yang diamati meliputi konsentrasi NO3?-N pada media budidaya, kandungan nitrogen jaringan rumput laut, kualitas air, kelimpahan mikroba total, dan bakteri penambat nitrogen. Konsentrasi nitrat ditentukan menggunakan metode kolorimetri brusin, kandungan nitrogen jaringan dianalisis menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan kelimpahan mikroba total dan bakteri penambat nitrogen dikuantifikasi menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Neraca massa nitrogen disusun berdasarkan kesetimbangan kuantitatif antara total nitrogen masukan, akumulasi nitrogen pada biomassa, nitrogen tersisa dalam media air, dan nitrogen yang tidak terukur dari sistem budidaya. Seluruh data dinyatakan sebagai rerata Β± simpangan baku dan dianalisis secara deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat selama 64 hari memiliki laju laju rata-rata perubahan nitrogen tersedia dalam media air sebesar 242,56 Β± 63,57 mg hari?1, laju akumulasi nitrogen pada jaringan E. cottonii sebesar 0,29 Β± 0,27 mg-N g DW?1 hari?1, dan rata-rata kelimpahan bakteri pemfiksasi nitrogen sebesar 1.922,96 Β± 260,53 CFU mL?1. Neraca massa nitrogen menunjukkan total input nitrogen sebesar 16.301,25 mg NO3-N yang berasal dari stok awal media air laut sebesar 4.245,0 mg NO3-N dan penambahan pupuk NaNO3 sebesar 12.056,25 mg NO3-N. Dari total masukan tersebut, 6.793,8 mg-N (41,68%) terasimilasi ke dalam jaringan E. cottonii, 777,5 mg NO3-N (4,77%) tersisa dalam media air, dan 8.729,95 mg NO3-N (53,55%) merupakan nitrogen tidak terukur. Budidaya E. cottonii dalam sistem resirkulasi berbasis darat menunjukkan peningkatan penyerapan nitrogen jaringan seiring pertambahan biomassa. Namun, sebagian besar nitrogen masukan belum termanfaatkan menjadi biomassa. Oleh karena itu, optimalisasi manajemen nutrien dan pengendalian epifit diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nutrien. Temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan sistem budidaya makroalga berbasis darat yang lebih efisien dan berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Tania Sofiani
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI ANOTASI DAN KARAKTERISASI IN SILICO KANDIDAT GEN DELTA-GUAIENE SYNTHASE DARI TRANSKRIPTOM DE NOVO TANAMAN GAHARU GYRINOPS VERSTEEGII (GILG.) DOMKE PASCAINOKULASI JAMUR FUSARIUM SOLANI

Agarwood merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomis. Resin agarwood dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum dan obat tradisional karena aroma khasnya yang berasal dari kandungan metabolit sekunder. Resin ini dihasilkan oleh tanaman dari famili Thymelaeaceae, khususnya genus Aquilaria dan Gyrinops, sebagai respons terhadap infeksi mikroba. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa seskuiterpen merupakan komponen utama penyusun resin agarwood. Pendekatan bioteknologi memungkinkan pemahaman proses pembentukan metabolit tersebut melalui kajian ekspresi gen dan karakterisasi enzim yang terlibat. Studi sebelumnya pada semai Gyrinops versteegii yang diinokulasi dengan jamur Fusarium solani menunjukkan perubahan pola ekspresi gennya. Peningkatan ekspresi teramati pada gen-gen yang berperan dalam mekanisme pertahanan tanaman, seperti gen-gen pada jalur asam mevalonat dan jalur metileritritol fosfat yang terlibat dalam biosintesis senyawa terpenoid. Penelitian tersebut juga mengidentifikasi dua gen dengan peningkatan ekspresi relatif tertinggi, yaitu germacrene-? synthase dan deltaguaiene synthase (DGS). Penelitian ini difokuskan pada evaluasi dan karakterisasi gen DGS berdasarkan data transkriptom de novo. Sebanyak sembilan sekuen yang dianotasi sebagai DGS dievaluasi menggunakan database NCBI. Analisis filogenetik awal menunjukkan bahwa hanya Sekuen 8 dan 9 berkelompok dengan referensi DGS, sementara sekuen lainnya berada pada kelompok berbeda. Hasil BLAST-n dan BLAST-x menunjukkan bahwa beberapa sekuen memiliki kemiripan lebih tinggi dengan gen alpha-humulene synthase (AHS) yang juga berasal dari keluarga gen sesquiterpene synthase. Analisis lanjutan dengan referensi terpilih mengonfirmasi pengelompokan dua sekuen sebagai DGS dan tiga sekuen sebagai AHS, sementara sekuen lainnya membentuk klaster tersendiri. Analisis conserved motif melalui multiple sequence alignment menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki motif DDxxD yang identik, namun berbeda pada motif RRx?W. Perbedaan pada motif ini diduga menjadi faktor penentu spesifisitas produk seskuiterpen, yaitu delta-guaiene atau alpha-humulene. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan strategi molekuler untuk optimalisasi produksi resin agarwood.

2026
πŸ‘€ Penulis: Afandi Faris Aiman
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Biokimia

ANALISIS PERSEPSI RISIKO KESEHATAN MASYARAKAT DAN FAKTOR PENENTUNYA TERHADAP AKTIVITAS PERTAMBANGAN NIKEL DI KECAMATAN BAHODOPI, KABUPATEN MOROWALI

Ekspansi industri nikel global yang didorong oleh transisi energi telah mempercepat intensifikasi aktivitas pertambangan di Indonesia, khususnya di Morowali. Meskipun memberikan kontribusi ekonomi signifikan, aktivitas ini menimbulkan dampak kesehatan dan lingkungan yang kompleks, sementara kajian mengenai persepsi risiko masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi risiko kesehatan dan lingkungan masyarakat, variasinya secara spasial dan demografis, serta faktor-faktor yang membentuk persepsi dan respons masyarakat di kawasan industri nikel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis survei terhadap 384 responden di Kecamatan Bahodopi, Morowali. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang dikembangkan dari integrasi place attachment theory, classical risk perception theory, dan political ecology of health, serta dianalisis menggunakan CB-SEM, uji t, dan ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi risiko yang relatif tinggi, terutama terhadap paparan debu dan penurunan kualitas udara. Persepsi risiko bervariasi signifikan berdasarkan kedekatan spasial terhadap sumber industri, lama tinggal, status lokalitas, dan pengalaman kesehatan, namun tidak dipengaruhi secara signifikan oleh karakteristik demografis umum. Secara struktural, kepercayaan terhadap institusi terbukti menurunkan persepsi risiko dan meredam respons masyarakat, sementara keterikatan tempat meningkatkan persepsi risiko dan mendorong respons yang lebih aktif. Ketergantungan ekonomi tidak berpengaruh signifikan, sedangkan ekologi politik kesehatan berperan secara tidak langsung melalui mekanisme struktural. Persepsi risiko juga berfungsi sebagai mediator utama yang mendorong respons psikososial dan perilaku masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi risiko di kawasan industri ekstraktif bersifat multidimensional dan tidak dapat dijelaskan oleh pendekatan ekonomi semata. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui integrasi perspektif psikologis, sosial, dan politik dalam memahami persepsi risiko.

2026
πŸ‘€ Penulis: Shintya Firna Ningsih
🏷️ Kesehatan Masyarakat 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS VALUASI SAHAM BRMS MERESPONS REKOR TERTINGGI HARGA EMAS DUNIA

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui valuasi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di tengah reli harga emas global pada tahun 2025. Kenaikan signifikan harga emas dunia secara global menciptakan kondisi yang menguntungkan terhadap perusahaan tambang emas dan mendorong peningkatan valuasi pasar BRMS secara signifikan. Namun, kenaikan harga saham tersebut menimbulkan pertanyaan apakah valuasi perusahan telah menggambarkan kinerja fundamental atau lebih dipengaruhi oleh ekspektasi pasar yang bersifat spekulatif. Penelitian ini menggunakan metode valuasi kuantitatif berupa DCF dengan pendekatan FCFF serta metode relative valuation menggunakan PER dan PBV. Analisis kinerja keuangan juga dilakukan meliputi rasio profitabilitas, efisiensi, leverage, dan indikator berbasis pasar. Penelitan ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan BRMS dan berbagai database keuangan yang relevan selama periode 2021-2025. Hasil penelitian menunjukan BRMS perbaikan kinerja keuangan secara bertahap selama periode pengamatan khususnya pada profitabilitas, efesiensi operasional, dan kierja laba yang didukung oleh kenaikan tren harga emas serta kondisi baik terhadap sektor pertambangan emas. Namun, hasil dari valuasi konsisten menunjukan bahwa saham BRMS diperdagangkan diatas harga nilai intrinsiknya. Valuasi DCF menghasilkan nilai intrinsik Rp43.05 per saham, pendekatan relative valuation dengan menghasilkan nilai estimasi wajar Rp609.59 per saham berdasarkan PBV dan Rp96.28 berdasarkan PER yang seluruhnya berada dibawah harga pasar sebesar Rp1,100 per saham. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukan bahwa saham BRMS overvalued selama periode reli harga emas tahun 2025. Peningkatan valuasi pasar menggambarkan ekspektasi pasar terhadap performa perusahaan di masa depan dan prospek terhadap pasar emas.

2026
πŸ‘€ Penulis: Fadhil Dzaki Mulia
🏷️ Hidrologi 🏷️ Valuta Asing (Valuta Asing) 🏷️ Manajemen Keuangan

KAJIAN PENCEMARAN LOGAM BERAT DAN RISIKO EKOLOGIS AKIBAT AKTIVITAS PERTAMBANGAN NIKEL DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BAHODOPI, SULAWESI TENGAH

Aktivitas pertambangan nikel laterit di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, memberikan tekanan signifikan terhadap ekosistem perairan di sekitarnya. Limpasan tambang terbuka, erosi lahan, serta buangan domestik berpotensi meningkatkan konsentrasi logam berat dan mengubah karakteristik fisika-kimia air sungai. Sungai Bahodopi merupakan lokasi utama aliran dari kawasan tambang aktif dan berfungsi sebagai sumber air bagi masyarakat serta aktivitas industri, sehingga perlu dievaluasi kondisi lingkungan dan potensi risiko ekologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter fisika-kimia air, konsentrasi logam berat, dan respons komunitas makrozoobentos guna menilai pengaruh aktivitas pertambangan nikel terhadap kondisi kualitas lingkungan dan bioavailabilitas logam berat di ekosistem sungai. Penelitian dilakukan pada dua sungai, yaitu Sungai Bahodopi (terdampak tambang) dan Sungai Makarti (kontrol alami). Sampel air dan sedimen dikumpulkan di beberapa titik sepanjang gradien jarak dari sumber tambang. Analisis meliputi parameter fisika-kimia (pH, suhu, DO, TDS, DHL, salinitas, ORP, kecepatan arus), pengujian logam berat menggunakan ICP-OES, serta penilaian biologi menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan EPT. Risiko ekologis dihitung menggunakan Risk quotient (RQ) untuk air dan Potential ecological risk index (PERI) untuk sedimen. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara Sungai Bahodopi dan Sungai Makarti. Sungai Bahodopi memiliki nilai TDS, DHL, dan salinitas yang lebih tinggi serta DO lebih rendah dibanding sungai kontrol, menunjukkan kondisi reduktif yang mendukung peningkatan kelarutan logam berat.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nadaa Afririzka Manova
🏷️ Pertambangan Nikel 🏷️ Ekoindustri 🏷️ Hidrologi

ANALISIS FLOW ASSURANCE DALAM PERANCANGAN SISTEM PIPA PENYALUR WAXY LIGHT CRUDE OIL DI WILAYAH KERJA COASTAL PLAIN PEKANBARU

Transportasi waxy light crude oil dari Gathering Station (GS) Zamrud menuju North Booster Station (NBS) Minas di Wilayah Kerja Coastal Plain Pekanbaru menghadapi tantangan akibat kandungan wax yang tinggi (15,71 %wt.), dengan Wax Appearance Temperature (WAT) sebesar 58 Β°C dan Pour Point Temperature (PPT) sebesar 36 Β°C. Karakteristik tersebut menyebabkan fluida rentan mengalami deposisi wax dan congealing akibat penurunan temperatur selama transportasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pipa penyalur baru sepanjang 87 km yang layak secara teknis dan operasional, menentukan batas operasi aman pada kondisi tunak dan transien, serta mengevaluasi kebutuhan sistem pemanas untuk menjamin keteraliran fluida selama operasi. Karakterisasi fluida dilakukan menggunakan Multiflash untuk memperoleh model Pressure-Volume-Temperature (PVT) dan karakteristik pembentukan wax, kemudian dikembangkan model termohidrolik sistem pipa menggunakan OLGA yang diverifikasi terhadap perhitungan analitik. Simulasi dilakukan pada tiga variasi laju alir (17.850, 8.000, dan 3.887 BOPD) dan tiga alternatif diameter pipa (Nominal Pipe Size (NPS) 8, 10, dan 12 inci), serta mencakup analisis deposisi wax, kinerja sistem pemanas, kegagalan pemanas, shutdown, restart, dan surging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa pemanas, temperatur fluida pada seluruh kandidat diameter turun di bawah WAT sebelum mencapai NBS Minas, dengan viskositas efektif meningkat hingga 85.796 cP dan kebutuhan tekanan meningkat lebih dari satu orde di atas batas operasi, sehingga sistem tidak layak dioperasikan tanpa pemanas. Risiko dominan adalah hilangnya kemampuan alir akibat lonjakan viskositas, bukan hanya penyempitan penampang aliran, karena tebal deposit wax selama satu bulan operasi hanya berkisar 1,09–2,78 mm. Dengan penerapan sistem Skin Effect Current Tracing (SECT) yang terbagi menjadi sembilan segmen dengan masukan kalor desain 20 W/m, temperatur fluida terjaga di atas WAT sehingga viskositas efektif turun menjadi 6–9 cP. Pada kondisi tersebut, pipa NPS 12 API 5L Grade B Schedule 20 yang mampu memenuhi batas Maximum Operating Pressure (MOP) sebesar 300 psig pada seluruh variasi laju alir, dengan tekanan maksimum sebesar 247 psig. Batas operasi aman yang diperoleh meliputi Maximum Allowable Downtime pemanas selama 4 hari apabila lebih dari tiga segmen pemanas tidak beroperasi, serta durasi shutdown pompa maksimum 8 hari apabila maksimal tiga segmen pemanas tidak beroperasi. Apabila seluruh pemanas tetap menyala, shutdown aman hingga lebih dari 30 hari dengan tekanan restart sebesar 157 psig. Pada skenario isolasi river crossing, tekanan puncak surging sebesar 320,78 psig masih berada di bawah batas tekanan transien 330 psig (110% internal design pressure). Dengan demikian, rancangan sistem pipa memenuhi aspek hidraulik, termal, dan operasional sehingga layak diterapkan sebagai alternatif penyaluran minyak mentah menggantikan moda trucking.

2026
πŸ‘€ Penulis: Sandrina Agatha Sinaga
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN BOARD GAME TEKNOLOGI ANTARIKSA BERBASIS DISEMINASI STEAM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI TEKNOLOGI SISWA SMA GENERASI Z

Pesatnya perkembangan teknologi belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan literasi teknologi pada generasi muda. Meskipun Generasi Z, khususnya siswa SMA, merupakan pengguna aktif teknologi digital, pemahaman mereka terhadap prinsip kerja, fungsi, serta implikasi teknologi secara konseptual masih terbatas, termasuk dalam bidang teknologi antariksa yang memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan modern. Perancangan ini bertujuan mengembangkan board game bertema teknologi antariksa berbasis diseminasi STEAM sebagai media pembelajaran alternatif untuk meningkatkan literasi teknologi siswa SMA Generasi Z. Metode perancangan meliputi studi literatur, observasi, wawancara dengan ahli teknologi antariksa, praktisi board game, dan siswa SMA, serta proses perancangan dan playtesting. Board game dirancang dengan menggabungkan mekanik worker placement, technology development, spacecraft development, dan mission progression yang mengadaptasi konsep sistem wahana antariksa serta fenomena Kessler Syndrome sebagai representasi pentingnya keberlanjutan aktivitas antariksa. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konsep dan peran strategis teknologi antariksa dapat disampaikan melalui pendekatan subliminal education dan experiential learning, sehingga pemain memperoleh pemahaman mengenai pengembangan teknologi, pembangunan wahana antariksa, serta dampak space debris melalui pengalaman bermain yang interaktif. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi media diseminasi STEAM yang menarik sekaligus meningkatkan literasi teknologi dan kesadaran siswa terhadap pentingnya keberlanjutan eksplorasi antariksa.

2026
πŸ‘€ Penulis: Hana Kaori Salsabila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 6 dari 267
πŸ’¬