📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

PRINSIP TATA KELOLA INTEGRASI KPBU DALAM KERANGKA P3NK UNTUK PENGEMBANGAN TOD DI KAWASAN METROPOLITAN INDONESIA

Abstrak bisa dilihat di filenya

2026
👤 Penulis: Bariq Akmal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN PERANGKUMAN PERTEMUAN OTOMATIS DENGAN PENDEKATAN ABSTRAKTIF MENGGUNAKAN SISTEM CASCADING

Dalam era komunikasi digital, kebutuhan akan efisiensi dalam pengelolaan informasi rapat semakin mendesak. Karyawan dalam proyek global rata-rata menghabiskan lebih dari 16 jam per minggu dalam rapat, sehingga rekaman dan transkrip menjadi sumber penting bagi pengambilan keputusan. Namun, analisis manual terhadap transkrip rapat sering kali tidak efisien. Penelitian ini mengusulkan pendekatan cascading system yang mengintegrasikan Automatic Speech Recognition (ASR) Whisper dengan Large Language Model (LLM) Deepseek untuk menghasilkan ringkasan abstraktif. Proses ini diperkuat dengan Voice Activity Detection (VAD) serta fine-tuning Sentence Transformer (MiniLM). Metodologi penelitian meliputi persiapan data, pembangunan sistem, dan evaluasi. Dataset yang digunakan berasal dari MeetingBank dan AMI Corpus dengan sebagai data uji pertemuan. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik Word Error Rate (WER) untuk transkripsi dan ROUGE Score untuk ringkasan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penerapan VAD mampu menurunkan WER dari 11,75% menjadi 6,07%. Fine-tuning MiniLM meningkatkan F1-score dari 0,72 menjadi 0,84 dengan akurasi 0,87. Pada tahap peringkasan, kombinasi VAD + MiniLM (fine-tuned) + Deepseek few-shot prompting menghasilkan skor ROUGE-1 sebesar 0,71, ROUGE-2 sebesar 0,53, dan ROUGE-L sebesar 0,57, mendekati ringkasan manual (0,65/0,49/0,55). Dengan demikian, sistem cascading terbukti meningkatkan akurasi transkripsi sekaligus kualitas ringkasan abstraktif.

2026
👤 Penulis: Kenneth Dave Bahana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

EFEKTIVITAS MATERIAL ZEOLIT DAN KARBON AKTIF SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PENYISIHAN NUTRIEN PADA SEDIMEN TERKONTAMINASI (STUDI KASUS DI DANAU BATUR, BALI)

Danau merupakan perairan air tawar yang terletak di Bali dan memiliki peran serta fungsi penting dalam mendukung sektor pariwisata, pertanian, budidaya perikanan, holtikultira dan konservasi lingkungan di Bali. Namun, aktivitas di sekitar danau telah menyebabkan penurunan kualitas air akibat eurtrofikasi yang disebabkan oleh beban internal dan eksternal. Beban ekternal berasal dari masuknya limbah antropogenik dari kegiatan disekitar danau dan beban internal berasal dari pelepasan kembali nutrien terutama ortofosfat (PO4) dan Amonium (NH4) dari sedimen ke kolom air yang dapat menyebabkan eutrofikasi memicu alga bloomning serta kematian masal ikan endemik di danau Batur Bali. Teknologi sediment capping merupakan metode yang dapat digunakan dengan meletakan lapisan material capping diatas berupa adsorben yang mampu menyerap dan menahan pelepasan kembali kontaminan anorganik penyebab eutrofikasi berupa (PO4) dan (NH4). Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan, kemampuan adsorpsi dan efektivitas zeolit dan karbon aktif sebagai material capping dalam teknologi sediment capping pada skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit memiliki struktur kristalin berpori dengan rasio Si/Al yang mendukung kemampuan adsorpsi nutrien. Pada varisi pH zeolit mampu menyisihkan ortofosfat sebesar 67,50% pada pH 4 dan amonium sebesar 79,71% pada pH 8. Pada variasi dosis optimum 0,3 gr zeolit mampu menyisihkan 72,66% ortofosfat dan 79,71% amonium. Proses adsorpsi pada zeolit mengikuti model isoterm Freundlich dengan nilai R²= 0,9859 untuk ortofosfat dan R² = 0,9244 untuk amonium. Kinetika adsorpsi ortofosfat dan amonium menggunakan zeolit paling sesuai mengikuti model psedou orde dua dengan R 2 =0.9993 dan R2 = 0.9626. Karbon aktif memiliki struktur amorf berpori dan menunjukkan kemampuan penyisihan ortofosfat sebesar 72,04% pada pH 4 dan amonium sebesar 38,49% pada pH 8. Pada variasi dosis karbon aktif mampu menyisihkan 68,07% ortofosfat dengan dosis optimal 0,4 gr sedangkan penyisihan amonium lebih rendah yaitu 23,67% pada dosis optimal 0,3 gr. Adsorpsi ortofosfat pada karbon aktif mengikuti model isoterm Freundlich dengan R² = 0,8596 sedangkan adsorpsi amonium mengikuti model isoterm Temkin dengan R² = 0,9775. Kinetika adsorpsi ortofosfat dan amonium menggunakan karbon aktif paling sesuai mengikuti model psedou orde dua dengan R 2 =0.9999 dan R2 = 0.9409. Pada percobaan reaktor sediment capping zeolit menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan karbon aktif. Efektivitas zeolit pada ketebalan 1 cm dan 3 cm masing-masing sebesar 52,91% dan 64,40% untuk ortofosfat serta 39,96% dan 47,52% untuk amonium. Sementara itu karbon aktif menunjukkan efektivitas sebesar 17,07% dan 27,57% untuk ortofosfat serta 36,95% dan 33,87% untuk amonium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zeolit lebih efektif dan cocok dibandingkan karbon aktif sebagai material capping dalam upaya mengendalikan eutrofikasi di danau Batur Bali.

2026
👤 Penulis: Rosalina almalia
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM POSISI DEWAN DIREKSI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN: BUKTI DARI BADAN USAHA MILIK NEGARA DI INDONESIA

Penelitian ini menganalisis bagaimana representasi perempuan yang menduduki posisi sebagai dewan direksi dapat memengaruhi kinerja keuangan 32 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia yang terdaftar di situs resmi Kementrian BUMN Indonesia selama periode 2020 hinga 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dua faktor utama. Pertama, penelitian mengenai keberagaman gender dan kinerja perusahaan selama ini lebih banyak dilakukan di negara maju, sehingga bukti empiris dari konteks negara berkembang, termasuk Indonesia, masih relatif terbatas. Kedua, tingginya kesenjangan gender serta temuan empiris yang belum konsisten dalam konteks BUMN di Indonesia menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana representasi perempuan dalam posisi direksi berkontribusi terhadap kinerja perusahaan. Secara teoritis, penelitian ini berdasar pada Resource Dependence Theory dan Agency Theory dalam menjelaskan hubungan antara keberadaan dan komposisi direksi perempuan dengan kinerja perusahaan. Selain itu, Stakeholder Theory juga digunakan untuk memahami peran BUMN yang beroperasi dalam lingkungan tata kelola yang kompleks, mengingat karakteristik BUMN yang memiliki fungsi ekonomi sekaligus sosial. Representasi direksi perempuan diukur melalui proporsi perempuan dalam dewan direksi serta variable dummy yang menunjukkan keberadaan direksi perempuan. Adapun kinerja keuangan perusahaan diukur menggunakan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) yang diperoleh dari laporan tahunan tiap perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode regresi Pooled Ordinary Least Squares (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam dewan direksi memiliki hubungan negatif yang tidak signifikan. Temuan ini menghasilkan kesimpulan bahwa praktik GCG dan struktur kepemilikan serta fungsi ganda pada BUMN memengaruhi dinamika tata Kelola perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dan pimpinan perusahaan dalam merumuskan strategi peningkatan keberagaman gender di sektor public.

2026
👤 Penulis: Puti Lenggogeni
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI KEBIJAKAN OPERASIONAL SISTEM PRODUKSI SEPABLOCK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIMULASI

Sepablock merupakan salah satu produk diversifikasi non semen dari PT Semen Padang. Sistem produksi Sepablock dijalankan dengan memaksimalkan kapasitas mesin pada setiap shift, tanpa penyesuaian terhadap fluktuasi permintaan. Berdasarkan data historis, rata-rata produksi harian sebesar 2.080 unit, sedangkan rata-rata permintaan harian hanya sebesar 990 unit, sehingga terbentuk inventori harian dengan rata-rata 1.090 unit. Kondisi ini menunjukkan terjadinya overproduction akibat kebijakan operasional yang tidak selaras dengan kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kebijakan operasional terhadap terjadinya overproduction serta menyusun kebijakan operasional yang lebih selaras dengan permintaan guna menurunkan tingkat overproduction. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah simulasi yang digunakan untuk memodelkan kondisi aktual sistem produksi dan menguji beberapa skenario alternatif dengan konfigurasi jumlah shift dan mesin. Evaluasi dilakukan berdasarkan indikator total produksi, tingkat persediaan, lost sales, utilisasi sumber daya, dan total biaya yang terdiri atas biaya simpan dan biaya kehilangan penjualan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi satu shift dan satu mesin menghasilkan produksi sebesar 376.000 unit dalam setahun dengan inventori akhir tahun sebesar 2.260 unit dan total biaya terendah sebesar Rp67.849.375,08, meskipun terdapat lost sales sebesar 11.934 unit namun menurunkan akumulasi persediaan dan total biaya secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyesuaian kebijakan operasional berbasis permintaan lebih efektif dalam menekan overproduction dibandingkan pendekatan berbasis kapasitas maksimum. Konfigurasi satu shift direkomendasikan sebagai kebijakan operasional yang paling efisien dalam menyeimbangkan produksi dan permintaan serta meminimalkan total biaya sistem.

2026
👤 Penulis: Jasmine Khairina H. W.
🏷️ Simulasi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS KEBUTUHAN UNTUK MENENTUKAN BENTUK PRODUK MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT: STUDI KASUS CASHEWAST

Pertumbuhan pasar snack bar di Indonesia menunjukkan tren yang positif seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan konsumsi makanan praktis. Kondisi ini memberikan peluang strategis bagi bisnis lokal seperti Cashewest untuk membuat produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan. Namun, membuat produk yang tepat sasaran memerlukan pemahaman yang mendalam tentang pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kebutuhan pelanggan dan menerjemahkannya ke dalam spesifikasi teknis produk. Metode Quality Function Deployment (QFD) dari House of Quality membantu dalam merancang bentuk produk snack bar Cashewast yang lebih sesuai dengan harapan pelanggan. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok dengan tim internal perusahaan dan wawancara dan kuesioner dengan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur utama yang diinginkan pelanggan termasuk ukuran produk, apakah sudah memenuhi kebutuhan pelanggan atau tidak. Dengan menggunakan QFD, kebutuhan pelanggan dapat dikategorikan ke dalam komponen teknis seperti ukuran besar atau kecil, maupun dari segi packaging. Penelitian ini membantu Cashewest mengembangkan produk yang lebih kompetitif yang berfokus pada kepuasan pelanggan. Ini juga menjadi referensi dalam pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dalam industri makanan ringan.

2026
👤 Penulis: Jean Pierre Enos Putra Maniagasi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERAN SISTEM PERDAGANGAN EMISI DALAM MENDORONG TRANSISI KENDARAAN LISTRIK: BUKTI EMPIRIS DARI YURISDIKSI MAJU DENGAN PASAR KARBON

Sektor transportasi adalah kontributor utama emisi CO2 global, dan banyak pemerintah mengandalkan sistem perdagangan emisi (ETS) untuk mendukung peralihan dari kendaraan bermesin pembakaran internal ke kendaraan listrik (EV). Tesis ini menyelidiki apakah ETS mempengaruhi tingkat adopsi EV nasional di negara-negara maju melalui dampaknya terhadap harga bensin. Sebuah dataset panel untuk sembilan yurisdiksi ETS berpendapatan tinggi selama 2015–2024 dibangun, menggabungkan data tahunan tentang harga izin ETS, harga bensin eceran, pangsa pasar EV, serta variabel sosial ekonomi, politik, dan kebijakan. Analisis ini menerapkan regresi efek tetap negara dan tahun serta kerangka mediasi dua tahap untuk menguji jalur teoretis dari harga ETS ke harga bahan bakar dan dari harga bahan bakar ke adopsi EV. Hasilnya menunjukkan bahwa harga izin ETS yang lebih tinggi secara signifikan terkait dengan harga bensin yang lebih tinggi, mengonfirmasi sebagian transfer dari pasar karbon ke biaya bahan bakar ritel. Namun, harga bensin hanya menunjukkan asosiasi positif tetapi secara statistik tidak tepat dengan adopsi EV, dan harga ETS tidak memiliki efek langsung yang kuat pada pangsa pasar EV. Temuan ini menunjukkan bahwa, di negara-negara kaya ETS selama satu dekade yang ditandai oleh guncangan global dan paket kebijakan EV yang kuat, harga bahan bakar bukanlah pendorong utama elektrifikasi, dan penetapan harga karbon paling efektif ketika tertanam dalam strategi dekarbonisasi transportasi yang lebih luas.

2026
👤 Penulis: Anya Rachma Biasuri
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK, LUARAN KLINIS, DAN ANALISIS BIAYA PENYAKIT (COST OF ILLNESS) PADA INFEKSI SEKUNDER COVID-19 DI DUA RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG

Penggunaan antibiotik secara luas pada pasien COVID-19 di masa pandemi sering kali tanpa konfirmasi infeksi bakteri, meningkatkan risiko resistensi terhadap antimikroba serta beban biaya pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pola penggunaan antibiotik, faktor klinis yang yang berhubungan dengan penulisan resep, dampaknya terhadap luaran klinis, serta analisis beban biaya langsung medis pada pasien COVID-19 dengan infeksi sekunder di dua rumah sakit di kota Bandung. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional retrospektif terhadap 376 pasien COVID-19 dengan infeksi sekunder yang dirawat di RSUP. Dr. Hasan Sadikin dan RS. Paru dr. H.A. Rotinsulu, Bandung. Pola penggunaan antibiotik dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) dan Drug Utilization 90% (DU 90%), berdasarkan jenis, golongan, interval, dan dosis antibiotik. Faktor klinis yang dianalisis meliputi status patogen bakteri terkonfirmasi, jumlah leukosit, riwayat tuberkulosis, komorbiditas, dan lama rawat inap. Luaran klinis utama adalah normalisasi jumlah leukosit. Analisis lanjutan dilakukan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi konsumsi antibiotik, dengan menggunakan data demografis dan klinis pasien. Uji chi-quare dan odds ratio digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel dan faktor yang memengaruhi penulisan resep. Analisis biaya dilakukan dengan menghitung beban biaya langsung medis (direct medical cost) melalui pendekatan Cost of Illness selama pasien menjalani pengobatan COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik spektrum luas kategori WATCH (WHO-AWaRe) mendominasi segmen DU 90% di kedua rumah sakit uji, meliputi levofloksasin, azitromisin, sefiksim, amikasin, meropenem, dan seftazidim, dominasi antibiotik kategori ini menunjukkan tingginya potensi risiko resistensi antimikroba serta pentingnya penguatan pemantauan dalam praktik klinis. Analisis faktor klinis menunjukkan bahwa konfirmasi patogen bakteri dan riwayat tuberkulosis di RSUP Dr. Hasan Sadikin, serta normalisasi jumlah leukosit di RS Paru dr. H.A. Rotinsulu, berkaitan dengan kecenderungan penggunaan lebih dari satu antibiotik. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara penggunaan antibiotik dengan pencapaian normalisasi jumlah leukosit. Pasien COVID-19 di RSHS, faktor patogen bakteri terkonfirmasi (OR: 1,912) serta riwayat TBC positif (OR: 2,5) menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi untuk menerima dua atau lebih jenis antibiotik. Sedangkan, pada pasien COVID-19 di RS Paru H.A. Rotinsulu, penurunan jumlah leukosit ke nilai normal (OR: 1,212) cenderung meningkatkan pemberian dua atau lebih antibiotik. Berdasarkan hasil analisis penggunaan antibiotik, levofloksasin sebagai antibiotik dengan jumlah penggunaan tertinggi diketahui dipengaruhi secara signifikan oleh faktor demografi, yaitu usia (OR=1,910), jenis kelamin (OR=1,672), dan lama rawat inap/length of stay (LOS) (OR=0,001), serta faktor klinis berupa penggunaan antibiotik lain (OR=0,238). Sejalan dengan analisis tersebut, evaluasi terhadap luaran klinis pasien berdasarkan nilai leukosit menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan antibiotik dan penurunan leukosit, meskipun sebanyak 68,1% pasien mencapai nilai leukosit dalam batas normal. Evaluasi Cost of Illness menunjukkan bahwa komponen biaya terbesar berasal dari jasa pelayanan medis (46%) sebesar Rp.636.050.000, dan rawat inap (54%) sebesar Rp.153.416.531, menekankan pentingnya efisiensi pengelolaan sumber daya klinis. Penelitian ini berkontribusi pada evaluasi luaran klinis penggunaan antibiotik pasien COVID-19 guna menghindari resiko terjadinya resistensi pada pasien (keamanan penggunaan obat), hasil penelitian ini juga berkontribusi pada penyusunan roadmap penggunaan antibiotik yang tepat, khususnya pada infeksi sekunder COVID-19, serta mendukung pengembangan pedoman terapi berbasis bukti. Selain itu, analisis biaya menunjukkan komponen utama beban finansial, termasuk biaya antibiotik, perawatan rumah sakit, komplikasi, dan perawatan jangka panjang. Temuan ini penting bagi pembuat kebijakan dalam merancang intervensi yang mengoptimalkan penggunaan antibiotik dan efisiensi sumber daya kesehatan.

2026
👤 Penulis: Pricella Aqwilla Br. Ginting
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MODEL MATEMATIS DAN GENETIC ALGORITHM UNTUK MASALAH PENENTUAN JARINGAN RANTAI PASOK KOMODITAS BERAS SUBSIDI DENGAN INTEGRASI PASOKAN DOMESTIK DAN IMPOR

Perancangan jaringan rantai pasok beras subsidi merupakan permasalahan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di Provinsi Jawa Barat yang memiliki volume distribusi besar, cakupan wilayah yang luas, serta keterbatasan kapasitas fasilitas logistik. Sistem distribusi yang tidak terkoordinasi secara optimal berpotensi menimbulkan pemborosan biaya, ketidakseimbangan aliran pasokan, serta keterlambatan pemenuhan permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang jaringan rantai pasok beras subsidi dengan menentukan variabel keputusan utama berupa aliran produk antar fasilitas, keputusan biner pembukaan gudang, serta frekuensi pengiriman produk guna meminimalkan biaya total sistem. Metode penelitian dilakukan melalui pengembangan model matematis berbasis Mixed Integer Linear Programming (MILP) yang diselesaikan menggunakan metode exact dengan perangkat lunak Gurobi serta pendekatan heuristik Genetic Algorithm (GA). Model optimisasi diformulasikan dalam kerangka multi-periode dengan fungsi tujuan meminimasi biaya tetap pengoperasian gudang, biaya transportasi, dan biaya pembelian produk dari pemasok. Evaluasi kinerja dilakukan melalui analisis kualitas solusi, waktu komputasi, serta analisis sensitivitas terhadap parameter sistem dan parameter algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GA mampu menghasilkan solusi dengan kualitas mendekati metode exact pada kasus verifikasi serta tetap memberikan solusi layak pada permasalahan berskala besar dengan waktu komputasi yang lebih efisien. Implementasi solusi usulan pada data aktual menunjukkan penurunan total biaya sistem sebesar 36,36%, terutama berasal dari efisiensi distribusi gudang– konsumen serta penurunan biaya operasional fasilitas. Selain itu, konfigurasi jaringan usulan meningkatkan utilisasi gudang terpilih hingga mendekati kapasitas optimal dan menghilangkan pengoperasian fasilitas dengan tingkat pemanfaatan rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi pendekatan MILP dengan Gurobi dan GA efektif digunakan untuk menentukan konfigurasi jaringan dan kebijakan distribusi beras subsidi. Penelitian lanjutan disarankan untuk memasukkan unsur ketidakpastian permintaan dan dinamika operasional guna meningkatkan realisme model.

2026
👤 Penulis: FELIA DEVINA AMADEA
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI KETERLAMBATAN KONTAINER DAN DETEKSI RISIKO RANTAI SUPPLY DI PT X

PT X adalah perusahaan manufaktur otomotif yang menerapkan sistem Just-In-Time, sehingga keterlambatan kedatangan komponen impor melalui jalur laut berpotensi menghentikan lini produksi dan memicu kebutuhan Critical Part Order (CPO) melalui kargo udara berbiaya tinggi. Penelitian ini mengidentifikasi dua kesenjangan eksekusi pada proses pengadaan impor: (1) belum tersedianya alat prediksi keterlambatan berbasis data historis untuk penetapan parameter shipping delay, dan (2) belum tersedianya alat pendukung keputusan berbasis sinyal dini berita untuk justifikasi CPO preventif. Untuk menjawab kedua permasalahan tersebut, dikembangkan prototipe alat pendukung keputusan dua modul menggunakan metodologi CRISP-DM. Modul 1 membangun model prediksi keterlambatan pengiriman berbasis machine learning pada 420 data historis pengiriman dari delapan rute menuju Tanjung Priok (periode Juni 2023 sampai Mei 2024). Lima model kandidat dievaluasi menggunakan time-series cross-validation dengan embargo terhadap baseline statistik Weighted Historical Average (WHA). Modul 2 mengadaptasi konsep Contributing Event-based Risk Identification and Assessment (CERIA) untuk merancang pipeline analisis berita maritim berbasis Large Language Model (LLM) dengan GPT-4o-mini yang menghasilkan informasi risiko terstruktur dan dapat ditelusuri. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model ExtraTrees menghasilkan Mean Absolute Error (MAE) 1,588 hari, yaitu perbaikan sebesar 35,5% dibandingkan baseline WHA (MAE 2,462 hari), dan perbedaan tersebut signifikan secara statistik (Wilcoxon p = 0,006; Friedman p < 0,001). Pipeline Modul 2 menghasilkan 25 risk events terstruktur dari 10 artikel unik yang memuat komponen audit utama berupa sumber, event, risk level, rute terdampak, dan reasoning. Backtesting timeliness pada skenario Red Sea Crisis menunjukkan sinyal berita tersedia 68 hari sebelum spike keterlambatan pertama teramati (first spike arrival 24 Januari 2024), dengan actionable window +29 hari terhadap decision proxy pemesanan. Integrasi kedua modul dirancang sebagai kerangka pelaporan yang menyatukan prediksi keterlambatan internal dengan evidence risiko eksternal untuk mendukung keputusan CPO dan penetapan parameter shipping delay secara lebih transparan dan dapat diaudit.

2026
👤 Penulis: Andy Harits Adnyana Tangkas
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

ESTIMASI MODULUS ELASTIK DAN INDEKS KERAPUHAN PADA BATU PASIR BERBASIS FISIKA BATUAN DIGITAL MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING METODE SEGMENTASI K-MEANS DAN FINITE ELEMENT ALGORITMA GARBOCZI

Batuan merupakan material alami yang tersusun atas agregat mineral dan sistem pori dengan tingkat heterogenitas struktural yang sangat kompleks. Aktivitas pembebanan di kerak bumi menghasilkan distribusi tegangan yang direspons batuan dalam bentuk regangan. Pemahaman mendalam mengenai properti mekanis ini, khususnya parameter brittleness index, sangat penting dalam studi geomekanika guna memprediksi secara akurat kapan batuan akan mengalami kegagalan akibat tekanan. Mengingat metode karakterisasi melalui pengujian laboratorium konvensional umumnya memakan waktu lama, berbiaya tinggi, serta bersifat destruktif terhadap fisik sampel, penelitian ini menerapkan pendekatan digital rock physics berbasis komputasi machine learning. Citra digital CT-scan batuan pasir disegmentasi menggunakan machine learning algoritma k-means clustering guna memisahkan ruang pori dan fraksi mineral berdasarkan intensitas densitasnya. Model komputasi ini berhasil menghasilkan nilai porositas sebesar 19,71% yang terbukti sangat selaras dengan data well log sebesar 18%, serta persentase komposisi mineralogi yang tervalidasi kesesuaiannya dengan data x-ray diffraction. Hasil segmentasi tersebut kemudian diintegrasikan sebagai parameter input simulasi numerik elemen hingga garboczi. Berdasarkan komputasi algoritma tersebut, properti elastik sampel berhasil diestimasi dengan perolehan modulus bulk 20,28 GPa, modulus shear 14,69 GPa, modulus young 35,50 GPa, serta poisson's ratio pada angka 0,21. Selanjutnya, perhitungan brittleness index yang dinormalisasi menghasilkan angka sebesar 0,43. Nilai tersebut menempatkan sampel batuan pada kategori less brittle, mengindikasikan bahwa batuan cenderung mengakomodasi tegangan melalui fase deformasi plastis secara terbatas sebelum akhirnya pecah. Secara keseluruhan, metode komputasi ini menawarkan alternatif karakterisasi mekanis yang efisien dan bersifat non destruktif terhadap fisik sampel batuan.

2026
👤 Penulis: Bagas Prakasa Akbar
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Mekanik Batu Pasir 🏷️ Digital Rock Physics

HIDROGEN YANG DIHASILKAN DARI ASAM FORMAT MENGGUNAKAN KATALIS BIMETALIK DENGAN DUKUNGAN

Penelitian ini mengevaluasi kinerja katalitik dari katalis monologam (Au) dan bimetalik (AuPt) yang didukung oleh Al?O? dan karbon (C) untuk produksi hidrogen melalui dekomposisi asam format pada berbagai konsentrasi (0,1 M, 1 M, 4 M) dan suhu (60°C, 80°C, 110°C). Di antara semua katalis yang diuji, AuPt/C menunjukkan hasil produksi hidrogen tertinggi, dengan urutan aktivitas katalitik sebagai berikut: AuPt/C > AuPt/Al?O? > Au/Al?O?, Au/C. Analisis kromatografi gas menunjukkan selektivitas hidrogen yang lebih tinggi pada katalis berbasis karbon. Hasil XRD menunjukkan dispersi logam yang lebih baik pada karbon, sementara XRF mengonfirmasi pemuatan logam yang konsisten. Aktivitas AuPt yang lebih tinggi dikaitkan dengan efek sinergis antara Au dan Pt, dan kinerja unggul dari penyangga karbon berasal dari luas permukaan yang lebih tinggi dan interaksi logam-penyangga yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan potensi AuPt/C sebagai katalis yang efisien untuk produksi hidrogen bersih dari asam format.

2026
👤 Penulis: Nasywa Rahma Fatiha
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

HIDROGEN YANG DIHASILKAN DARI ASAM FORMAT MENGGUNAKAN KATALIS BIMETALIK DENGAN DUKUNGAN

Penelitian ini mengevaluasi kinerja katalitik dari katalis monologam (Au) dan bimetalik (AuPt) yang didukung oleh Al?O? dan karbon (C) untuk produksi hidrogen melalui dekomposisi asam format pada berbagai konsentrasi (0,1 M, 1 M, 4 M) dan suhu (60°C, 80°C, 110°C). Di antara semua katalis yang diuji, AuPt/C menunjukkan hasil produksi hidrogen tertinggi, dengan urutan aktivitas katalitik sebagai berikut: AuPt/C > AuPt/Al?O? > Au/Al?O?, Au/C. Analisis kromatografi gas menunjukkan selektivitas hidrogen yang lebih tinggi pada katalis berbasis karbon. Hasil XRD menunjukkan dispersi logam yang lebih baik pada karbon, sementara XRF mengonfirmasi pemuatan logam yang konsisten. Aktivitas AuPt yang lebih tinggi dikaitkan dengan efek sinergis antara Au dan Pt, dan kinerja unggul dari penyangga karbon berasal dari luas permukaan yang lebih tinggi dan interaksi logam-penyangga yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan potensi AuPt/C sebagai katalis yang efisien untuk produksi hidrogen bersih dari asam format.

2026
👤 Penulis: Aurumita Maritza
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

ANALISIS RISIKO KEGAGALAN PIPA BAWAH LAUT PENYALUR MINYAK MENGGUNAKAN METODE FUZZY FAULT TREE ANALYSIS (FFTA)

Pipa bawah laut merupakan infrastruktur yang sangat krusial dalam sistem transportasi minyak, khususnya pada kegiatan produksi minyak dan gas di wilayah lepas pantai, karena berfungsi sebagai sarana utama untuk menyalurkan fluida hidrokarbon dari fasilitas produksi menuju fasilitas pemrosesan atau fasilitas darat. Keandalan sistem pipa bawah laut ini menjadi aspek yang sangat penting mengingat potensi kegagalan pipa dapat menimbulkan dampak signifikan baik dari sisi keselamatan, lingkungan, maupun kerugian ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan analisis risiko yang mampu merepresentasikan kondisi sistem secara lebih realistis, termasuk dalam menghadapi keterbatasan data kegagalan yang sering terjadi pada sistem perpipaan bawah laut. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Fuzzy Fault Tree Analysis (FFTA), yang memungkinkan integrasi antara data kuantitatif dan penilaian pakar dalam bentuk linguistik untuk mengatasi ketidakpastian pada metode fault tree analysis konvensional. Dalam penelitian ini, metode FFTA diterapkan pada enam pipa minyak bawah laut yang beroperasi di wilayah Northwest Java dengan memanfaatkan data inspeksi dan operasional yang tersedia, serta mempertimbangkan interval inspeksi selama empat tahun dalam perhitungan laju kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa estimasi probabilitas kegagalan top event berupa kegagalan pipa berada pada rentang sekitar 0,01 hingga 0,06, yang mencerminkan perbedaan kondisi operasional, riwayat kebocoran, serta tingkat degradasi masing-masing pipa. Selain itu, hasil analisis juga mengindikasikan bahwa faktor riwayat kebocoran merupakan kontributor paling dominan terhadap potensi kegagalan pipa, diikuti oleh lamanya umur operasional pipa, dan kerusakan dinding pipa, sedangkan faktor tindakan pengendalian integritas preventif memiliki pengaruh yang relatif lebih kecil. Secara keseluruhan, penerapan metode FFTA menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan estimasi probabilitas kegagalan yang lebih berbasis kondisi aktual (condition-based), sehingga dapat mendukung proses prioritisasi risiko dan pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam pengelolaan integritas pipa minyak bawah laut.

2026
👤 Penulis: Alyana Fathira Kaysandini S
🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS AIR DASCISADANE

Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane merupakan sumber daya air penting bagi wilayah Bogor dan Tangerang yang mengalami tekanan akibat perubahan tutupan lahan dan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan tutupan lahan terhadap kuantitas dan kualitas air di DAS Cisadane selama periode 2017–2024. Analisis kuantitas air dilakukan menggunakan Soil and Water Assessment Tool (SWAT) dengan tiga skenario tutupan lahan, yaitu Skenario-0 (kondisi eksisting/baseline), Skenario-1 (pengelolaan berbasis konservasi), dan Skenario-2 (perubahan tutupan lahan yang didominasi kawasan permukiman). Kualitas air dianalisis menggunakan regresi linier berganda berdasarkan parameter Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan nitrat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan luas kawasan permukiman sebesar 10.645,39 ha (8,50%), yang diikuti oleh penurunan tutupan hutan sebesar 4.997,9 ha (?3,99%) dan lahan pertanian sebesar 5.162,56 ha (?4,12%). Simulasi SWAT+ menunjukkan bahwa Skenario-2 menghasilkan limpasan permukaan tertinggi (1263,2 mm) dan aliran dasar terendah (749,22 mm), yang mengindikasikan penurunan kapasitas infiltrasi DAS, sedangkan Skenario-1 meningkatkan kontribusi aliran bawah permukaan dan air tanah. Hasil regresi menunjukkan bahwa kawasan permukiman dan lahan pertanian berhubungan positif dengan peningkatan beban pencemar, sedangkan tutupan hutan berperan dalam menekan degradasi kualitas air. Temuan ini menegaskan bahwa rehabilitasi dan perlindungan hutan terutama di bagian hulu yang memiliki kelerengan >45% dan pengendalian ekspansi permukiman merupakan kunci untuk menurunkan limpasan pembawa pencemar sekaligus menjaga ketersediaan aliran musim kering.

2026
👤 Penulis: Mutiara Saraswati
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 60 dari 418
💬