📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

DESAIN SGRNA DAN UJI AKTIVITAS ENDONUKLEASE CRISPR-CAS9 RNP YANG MENARGETKAN GEN PENGKODE DOMAIN KINASE ERBB2

Ekpresi protein ERBB2 yang berlebih merupakan salah satu pemicu kanker payudara agresif melalui aktivasi jalur MAPK dan PI3K/Akt. Meskipun terapi anti-HER2 telah dikembangkan, resistansi dan kekambuhan masih menjadi kendala sehingga diperlukan pendekatan yang lebih spesifik dan presisi. Teknologi CRISPR-Cas9 menawarkan strategi menjanjikan untuk menonaktifkan gen penyebab kanker secara terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain gRNA spesifik terhadap domain kinase gen ERBB2 serta menentukan efisiensi pemotongan kompleks CRISPR-Cas9 RNP terhadap domain tersebut secara in vitro. Pada penelitian ini dirancang sgRNAexon25, yang menargetkan exon 25 pengkode domain kinase ERBB2, dan menguji aktivitas pemotongannya secara in vitro. Validasi in vitro sangat perlu dilakukan untuk menilai efisiensi sgRNA. Fragmen exon 25 sepanjang 933 bp berhasil diamplifikasi dari sel SKOV3 dan digunakan sebagai target uji. Desain sgRNA dengan menggunakan program CHOPCHOP menghasilkan sgRNA dengan GC 60% dan efisiensi prediksi 69,79%, sementara analisis RNAfold menunjukkan tiga stem-loop stabil yang penting bagi pengikatan Cas9. Berdasarkan hasil Electrophoretic Mobility Shift Assay EMSA, Cas9 mampu mengenali dan mengikat sgRNAexon25, yang ditunjukkan oleh pergeseran mobilitas elektroforetik sebagai indikasi terbentuknya kompleks RNP. Uji endonuklease kompleks Cas9-RNP menunjukkan bahwa kontrol positif (sgRNA196) berhasil memotong target, tetapi sgRNAexon25 tidak menunjukkan pemotongan. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya GC pada wilayah PAM-proximal, penggunaan PAM CGG yang kurang optimal, serta potensi misfolding sgRNA. Dapat disimpulkan bahwa sgRNAexon25 berhasil dirancang dan mampu membentuk kompleks RNP dengan Cas9 (dibuktikan melalui EMSA).

2026
👤 Penulis: Via Susana Gunsi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

A HISTORICAL DATA-DRIVEN APPROACH FOR PRELIMINARY WORKOVER ASSESSMENT IN MATURE OIL FIELDS USING AN INTEGRATED LSTM-BASED MODEL AND SUPERVISED CLASSIFICATION

X Field is a mature oil field that has been producing since 1972 and now requires extensive workover activities to maintain and improve production efficiency. Although a significant volume of hydrocarbons remains unrecovered, declining well performance makes it increasingly important to identify workover candidates in a timely and systematic manner. This study proposes a data-driven framework to support workover planning using limited historical production data. The proposed framework integrates production forecasting and supervised classification into a single workflow. Long Short-Term Memory (LSTM) models are employed to forecast future oil and water production. The forecasted outputs are then used as inputs for a supervised classification model to determine the required workover type. The study focuses on five representative wells (XX003, XX004, XX015, XX016, and XX017) which are selected based on data quality, data quantity, and monthly average production. Meanwhile, there are four types of workover job incorporated, including re-perforation, revised packer, water shut off, and open new zone which will divided into Water shut off (WSO) and Perforation job. These jobs are selected based on the effectiveness to increase oil production rate and its operational frequency. This paper is divided into three main parts. First, the data is prepared by cleaning and selecting the most relevant features. Second, an LSTM-based model is developed to predict future oil and water production. Finally, a classification model is built and combined with the forecasting model to support decision making. Data involved encompassing monthly production data, workover history, and reservoir properties which proceed to create a unified and standardized data set for further analysis. In addition, the feature selection results indicate that future oil production is predicted using the most recent oil rate from well tests together with porosity, while water production is predicted to be using only the latest water rate from well tests. For the classification task, the model uses the predicted oil and water rates, as well as the most recent oil and water gradients to classify the data into “WSO”, “Perforation” and “NO” labels. The forecasting models are evaluated using MAPE, MAE, and RMSE metrics. A detailed error analysis is also conducted to distinguish error patterns between high and low target values. The results show that the forecasting model provides reliable predictions for up to three months ahead. For wells with high production rates, the average prediction error ranges from 0.1% to 9% for oil and 0.1% to 7% for water. For moderate to low-rate wells, the deviations are approximately 20 STBD for oil and between 138 and 300 STBD for water. The classification model was developed using a wrapper approach, in which multiple algorithms were evaluated. Based on the performance metrics—accuracy, precision, recall, and F-score. The Extra Trees Classifier achieved the best results, with an overall accuracy of up to 80.3%. on both the training and validation datasets. It successfully predicts the required workover type for wells XX003, XX004, XX015, and XX016, while it shows limitations in identifying water shut-off requirements for well XX017 when using forecasted inputs because the data availability to train “WSO” class is much lower than the other class. This means with larger number of sample and training data, it can robust the model’s performance. Overall, the proposed framework demonstrates strong potential as a practical and efficient decision-support tool for optimizing workover planning in mature oil fields, while reducing human intervention and maintaining consistent decision quality.

2026
👤 Penulis: Nadya Aurelya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

STUDI KELEMBAGAAN PENGELOLAAN WILAYAH PERI URBAN WAY HUWI SEBAGAI KAWASAN CEPAT TUMBUH

Perluasan pertumbuhan kawasan perkotaan yang melampaui batas administratif mendorong terbentuknya wilayah transisi yang berkembang cepat dengan dinamika spasial, sosial, dan ekonomi yang kompleks. Wilayah tersebut kerap menghadapi persoalan pengelolaan karena mekanisme perencanaan dan kelembagaan yang ada masih berorientasi pada batas kewenangan formal, sementara aktivitas dan keterkaitan wilayah bersifat lintas sektor dan lintas wilayah. Kondisi ini menjadikan wilayah pinggiran kota rentan terhadap alih fungsi lahan yang tidak terkendali, tekanan terhadap lingkungan, serta keterbatasan layanan dasar. Fenomena tersebut terlihat pada Desa Way Huwi di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang berkembang pesat seiring keterkaitannya secara fungsional dengan Kota Bandar Lampung dan keberadaan infrastruktur strategis di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi pengelolaan wilayah yang tumbuh cepat serta memahami bentuk dan dinamika kelembagaan yang terlibat dalam pengelolaannya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan aktor kunci yang terlibat dalam pengelolaan wilayah. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi pengelolaan wilayah, serta analisis isi untuk mengidentifikasi pola kelembagaan dan hubungan antar aktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah studi mengalami perubahan signifikan yang ditandai oleh alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan terbangun, berkembangnya aktivitas perdagangan dan jasa, munculnya bangunan informal, serta meningkatnya permasalahan lingkungan. Namun, pengelolaan wilayah masih didominasi oleh pendekatan normatif dan sektoral yang bertumpu pada pembagian kewenangan administratif. Koordinasi antar aktor belum terbangun secara efektif dan belum didukung oleh mekanisme pengelolaan kawasan yang terintegrasi.

2026
👤 Penulis: Afifah Fadia Rasman
🏷️ Wilayah Transisi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

APLIKASI NANOPARTIKEL PERAK HASIL GREEN SYNTHESIS YANG DIMEDIASI OLEH FUSARIUM SOLANI PADA SEMAI GAHARU GYRINOPS VERSTEEGII (GILG.) DOMKE

Gaharu merupakan tumbuhan penghasil resin aromatik dengan nilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri terutama industri farmasi dan parfum. Resin gaharu terbentuk karena adanya induksi berupa stres fisik yang diikuti oleh infeksi mikroba. Metode induksi resin gaharu yang ada saat ini seperti metode konvensional (perlukaan fisik) dan non-konvensional (kimia dan biologi) masih memiliki beberapa keterbatasan seperti risiko terjadinya kerusakan jaringan, kematian tanaman, kualitas resin yang tidak konsisten, serta terbatasnya mobilitas senyawa penginduksi. Salah satu alternatif penginduksi yang berpotensi digunakan adalah nanopartikel karena lebih mudah ditransportasikan dan dapat memicu respons fisiologis tanaman. Pada penelitian ini, digunakan nanopartikel perak (AgNP) sebagai marker translokasi yang secara alami tidak terdeteksi pada gaharu. AgNP dapat diproduksi melalui metode green synthesis dengan menggunakan Fusarium solani yang merupakan endofit alami gaharu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisikokimia AgNP hasil green synthesis oleh Fusarium solani serta mengevaluasi distribusi dan pola translokasinya dalam jaringan gaharu. AgNP diaplikasikan dengan cara injeksi pada batang semai gaharu dengan beberapa variasi konsentrasi (5%, 25%, 50%, dan 100%) dan variasi durasi paparan (6, 12, 18, dan 24 jam). Pengambilan sampel dilakukan pada 4 titik yaitu titik injeksi (5cm diatas tanah) dan 10, 20, dan 30 cm diatas titik injeksi. Selain itu dilakukan pengamatan pengaruh aplikasi AgNP terhadap perubahan visual struktur interxylary phloem batang gaharu sebagai indikasi awal terjadinya pembentukan resin gaharu. Hasil karakterisasi fisikokimia menunjukkan bahwa AgNP yang disintesis memiliki stabilitas koloid yang baik dengan distribusi ukuran hidrodinamik dalam rentang cukup luas yaitu 171,65–244,53 nm dan zeta potential berada dalam rentang -33,17 sampai -38,33 mV yang menunjukkan stabilitas nanopartikel yang baik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa distribusi dan translokasi AgNP hingga batang atas gaharu berlangsung secara sistemik melalui xilem. Selain itu, peningkatan konsentrasi AgNP dan durasi paparan menimbulkan gradien konsentrasi Ag yang semakin tinggi di batang gaharu. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa aplikasi AgNP pada batang gaharu memicu terjadinya perubahan visual pada interxylary phloem sehingga tampak lebih banyak dan tegas dibandingkan kontrol. Hal ini kemungkinan mengindikasikan adanya aktivasi awal sistem pertahanan gaharu berupa produksi senyawa resin gaharu.

2026
👤 Penulis: Minarti Eka Putriani
🏷️ Fusarium Solani 🏷️ Resin Gaharu 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN DAN KARAKTERISASI SNEDDS BERBASIS EKSTRAK ORYZA SATIVA VAR. GLUTINOSA BLANCO SEBAGAI KANDIDAT NUTRASETIKAL: EVALUASI AKTIVITAS HEPATOPROTEKTIF DAN BIODISTRIBUSI IN VIVO-EX VIVO

Ekstrak beras ketan hitam (EKH; Oryza sativa var. glutinosa Blanco) diketahui kaya akan senyawa bioaktif, terutama polifenol, flavonoid, dan antosianin, yang berperan sebagai antioksidan dan memiliki potensi hepatoprotektif. Namun, keterbatasan kelarutan air, stabilitas, dan bioavailabilitas oral menjadi kendala utama dalam pengembangan ekstrak ini sebagai produk nutrasetikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi sistem penghantaran berbasis Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dan bentuk padatnya (Solid-SNEDDS/S-SNEDDS) guna meningkatkan kinerja biofarmasetika dan efektivitas hepatoprotektif ekstrak ketan hitam. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi etanol dan dilakukan metabolite profiling menggunakan Ultra Performance Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (UPLC- MS/MS), yang mengidentifikasi sianidin-3-o-glukosida (13,87 ± 0,12 mg/g) dan kuersetin (24,10 ± 1,34 mg/g) sebagai senyawa penanda utama. Formulasi SNEDDS dikembangkan menggunakan minyak jagung, Tween® 80, dan propilen glikol, kemudian dioptimalkan melalui diagram fase pseudoternary dan disolidifikasi dengan Neusilin® US2 untuk menghasilkan S-SNEDDS. Karakterisasi meliputi ukuran droplet, waktu emulsifikasi, potensial zeta, stabilitas termodinamik, serta analisis fisikokimia menggunakan TEM, SEM, FTIR, DSC, dan XRD. Hasil menunjukkan bahwa SNEDDS menghasilkan nanoemulsi dengan ukuran droplet sekitar 15 nm, emulsifikasi cepat, dan peningkatan kelarutan serta laju disolusi pada berbagai kondisi pH (1,2; 4,5; dan 6,8). Aktivitas antioksidan meningkat secara signifikan pada formulasi SNEDDS-EKH (IC??32,6 ????g/mL) dibandingkan EKH (IC??47,4 ????g/mL). Evaluasi in vivo pada model cedera hati yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl?) menunjukkan bahwa SNEDDS EKH pada dosis 100 dan 200 mg/kg BB secara signifikan menurunkan kadar ALT, AST, ALP, GGT, dan bilirubin total, serta menormalkan kadar albumin. Pemeriksaan histopatologi mengonfirmasi perbaikan struktur jaringan hati melalui penurunan nekrosis hepatosit dan infiltrasi inflamasi. Studi biodistribusi in vivo dan ex vivo menggunakan In Vivo Imaging System (IVIS) dan Ex Vivo Imaging System (EVIS) menunjukkan bahwa SNEDDS EKH terdistribusi secara cepat dan selektif ke jaringan hati setelah pemberian oral, dengan intensitas sinyal fluoresens tertinggi pada fase awal dan penurunan progresif seiring waktu. Pola biodistribusi ini mengkonfirmasi sifat hepatoselektif sistem SNEDDS tanpa adanya akumulasi persisten pada organ nontarget, sehingga mendukung aspek keamanan sistem penghantaran. Secara keseluruhan, integrasi standarisasi ekstrak, formulasi SNEDDS dan S-SNEDDS, serta evaluasi aktivitas hepatoprotektif dan biodistribusi in vivo-ex vivo membuktikan bahwa sistem SNEDDS merupakan pendekatan yang efektif dan rasional untuk meningkatkan bioavailabilitas, efikasi, dan keamanan ekstrak ketan hitam sebagai kandidat nutrasetikal hepatoprotektif berbasis teknologi nano.

2026
👤 Penulis: Anggun Hari Kusumawati
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB UNSAFE ACTION PEKERJA KONSTRUKSI GEDUNG PADA PERUSAHAAN ”PT X” BUMN JASA KONSTRUKSI

Industri konstruksi gedung bertingkat merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja tertinggi, di mana berbagai insiden yang tercatat di lapangan menunjukkan bahwa perilaku tidak aman (unsafe action) menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan. Pada proyek konstruksi gedung PT “X”, pola kecelakaan yang berulang selama beberapa tahun terakhir mengindikasikan bahwa tindakan tidak aman masih muncul dalam berbagai bentuk, meskipun perusahaan telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK). Fakta ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengaturan keselamatan dalam dokumen formal dan perilaku aktual pekerja. Kondisi tersebut menegaskan perlunya kajian komprehensif untuk memahami bentuk unsafe action yang terjadi serta faktor-faktor penyebab yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi unsafe action yang sering muncul pada proyek konstruksi gedung skala besar, menentukan indikator penyebab dominan berdasarkan empat perspektif utama: kondisi objektif, manajemen keselamatan, persepsi individu, dan pengaruh kelompok, serta merumuskan rekomendasi penguatan RKK melalui optimasi program yang sudah berjalan dan pengembangan program baru agar lebih efektif dalam mengendalikan risiko perilaku pekerja. Rumusan tujuan ini disusun untuk menjawab kebutuhan industri konstruksi akan pemahaman yang lebih mendalam terkait akar penyebab perilaku tidak aman, sehingga upaya mitigasi risiko dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Metode penelitian meliputi studi literatur, validasi indikator oleh lima ahli K3 konstruksi, kuesioner pilot study, dan pengumpulan data utama melalui kuesioner. Responden terdiri dari 178 pekerja yang mengisi kuesioner cetak dan 119 personel manajemen proyek yang mengisi melalui Google Forms. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen layak digunakan dengan nilai Cronbach’s Alpha >0,7. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan analisis deskriptif untuk unsafe action yang sering dilakukan pekerja dan Relative Importance Index (RII) untuk faktor-faktor penyebab unsafe action, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui focus group discussion (FGD) dengan para ahli K3 PT “X” untuk memvalidasi prioritas unsafe action dan menilai hubungan temuan dengan riwayat kecelakaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsafe action pada proyek tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran prosedural seperti ketidakpatuhan penggunaan APD atau penempatan material yang tidak sesuai, tetapi juga dipengaruhi oleh tekanan pekerjaan, beban target waktu, kondisi fisik dan mental pekerja, serta keterbatasan pemahaman terhadap prosedur keselamatan. Selain itu, norma kelompok kerja termasuk keteladanan mandor, pola interaksi antar pekerja, dan kebiasaan kerja yang terbentuk secara informal terbukti memiliki pengaruh terhadap munculnya tindakan tidak aman. Faktor manajerial seperti kurangnya konsistensi pengawasan, tidak optimalnya koordinasi, serta keterbatasan penyediaan sarana keselamatan turut memperkuat kecenderungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa unsafe action dalam konteks proyek gedung bersifat multidimensi dan dipengaruhi interaksi antara faktor teknis, sosial, psikologis, dan manajerial. Kebaruan penelitian ini terletak pada tahapan tiga sumber data hasil survei berskala besar, validasi ahli melalui FGD, dan pemetaan historis kecelakaan kerja yang menghasilkan prioritas unsafe action berbasis bukti empiris yang kuat. Selain itu, penelitian ini menghadirkan orisinalitas melalui pemetaan langsung antara penyebab unsafe action dan kesenjangan implementasi RKK, sehingga rekomendasi yang disusun dapat diimplementasikan secara operasional oleh kontraktor. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi ilmu keselamatan konstruksi dengan menyajikan kerangka analisis perilaku tidak aman secara lebih menyeluruh. Temuan penelitian ini memperkuat pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pekerja pada proyek gedung bertingkat, serta memberikan dasar empiris untuk merancang intervensi berbasis perilaku yang lebih efektif. Intervensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan penerapan RKK dan mengurangi kecelakaan kerja yang disebabkan oleh unsafe action di sektor konstruksi.

2026
👤 Penulis: Markus Abu Bagyo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Keselamatan Konstruksi 🏷️ Hidrologi

MITIGASI PERUBAHAN KUALITAS FISIK-KIMIAWI AIR TANAH DALAM POTENSI KEBOCORAN CO2 PADA APLIKASI CARBON CAPTURE, UTILIZATION & STORAGE (CCUS) MELALUI REKAYASA ADSORBEN PENGHALANG

Implementasi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) menyimpan resiko alterasi kualitas air tanah dangkal akibat potensi kebocoran CO2 pada penyimpanan onshore, formasi storage geologi heterogen dan injeksi tekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisa proses mitigasi perubahan fisikkimiawi air tanah terhadap kebocoran CO? melalui adsorbsi kation. Simulasi uji kebocoran CO2 sistem batch selama 14 hari dengan laju aliran CO2(g) 100 mL/menit dan dilanjutkan uji adsorbsi menggunakan 3 adsorben (sekam padi, zeolit dan bentonite clay). Hasil uji kebocoran menunjukkan penurunan pH menuju 6.5, ORP menuju -39,5 mV, DO menuju 2 mg/L dan peningkatan parameter ionic strength (TDS, salinity dan EC) 33,2 – 34,5 %. Di sisi lain, peningkatan signifikan terhadap Fe, Mn, Al, Mg dan Zn terjadi, namun berdasarkan kecenderungan mobilisasi pada pH 6,5 ditetapkan fokus studi ini pada kation Fe+2 dengan peningkatan 22 kali lipat dan Mn+2 6 kali lipat. Pemilihan adsorben didasarkan pada karakterististik inert dan performa pemulihan berupa potensi adsorpsi dan kestabilan pH. Analisis kualitatifkuantitatif dilakukan dengan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan Cation Exchange Capacity (CEC) yang menunjukkan bahwa tiap adsorben berpotensi menjadi adsorben berdasarkan kehadiran situs aktif dan rentang CEC 15,75-99,67 meq/100g. Uji adsorpsi menunjukkan rentang efisiensi optimum 47 – 55 % (sekam padi), 90–97% (zeolit) dan 91-93% (bentonite clay), uji kinetika menunjukkan kapasitas adsorpsi optimum kation Fe+2 0,40 mg/g (bentonit), 0,47 mg/g (sekam padi), 11,18 mg/g (zeolit) serta untuk kation Mn+2 1,81 mg/g (sekam padi), 3,42 mg/g (bentonite clay) dan 11,29 mg/g (zeolit). Hasil tersebut digunakan untuk menetapkan ketebalan lapisan adsorben dalam sistem barrier berdasarkan nilai kontribusi. Analisa performa barrier dengan menggunakan air destilasi dan air tanah sintetik jenuh CO2 menunjukkan adsorpsi tidak dapat dijelaskan dengan baik pada kation Fe+2 dengan analisa Model Thomas Non Linear. Analisa keandalan model tersebut iv menghasilkan nilai koefisien determinasi (R 2 ) -0,821dan 0,458 serta Overall Relative Error 4,958 – 40,357. Di sisi lain, adsorpsi kation Mn+2 dapat dijelaskan dengan lebih baik dengan model tersebut sehingga menghasilkan nilai keandalan model berupa nilai R 2 0,910 dan 0,536 serta Overall Relative Error 3,578 – 12,540. Selanjutnya, terkait performa penyisihan didapatkan rentang laju adsorpsi (Kth) Fe+2 pada tiap variasi air kontaminan adalah 0,00013 mL/min/g serta laju adsorpsi Mn+2 dalam rentang 0,0019 mL/min/g. Kapasitas adsorpsi maksimum (qth) Fe+2 pada tiap variasi air kontaminan adalah 0,119 mg/g serta pada Mn+2 0,229 dan 0,273 mg/g. Selanjutnya, pendekatan beban kation (time series-cation load) juga dilakukan untuk melihat persentase penyisihan Fe+2 dan Mn+2 pada masing-masing kondisi air. Efisiensi penyisihan kation Mn+2 jauh lebih baik dibandingkan Fe+2 dengan rentang 40,78 % - 53,58 % sedangkan Fe+2 bernilai -9,37 % - 3,33 % akibat masifnya proses leaching Fe+2 dari adsorben. Fenomena leaching kation Fe+2 dapat dijelaskan dengan pengukuran AAS (Atomic Adsorption Spectrophotometry) yang memvalidasi kehadiran kation Fe pada adsorben senilai 1,973 mg/L jika terlarut sempurna di sepanjang kontak. Analisa diagram solubility menghasilkan kesimpulan dengan rentang pH 6-7 dan kondisi suboksik Fe masih dapat hadir dalam fase terlarut sebelum perlahan teroksidasi jika nilai potensi reduksi fuktuatif. Pengaruh nilai teknis yang didapat juga disebabkan oleh nilai (EBCT/Empty Bed Contact Time) berada dalam rentang 2,8 – 22,7 menit. Jika dianalisa lebih lanjut dengan pendekatan volume pori, waktu kontak aktual hanya 5-20 detik per adsorben yang mengindikasikan bahwa sebaran kontak tidak merata (chanelling). Kesimpulan yang dapat disusun dari semua analisa kuantitatif dan kualitatif pada barrier elementer ini, barrier yang dikembangkan belum optimal menahan lonjakan fisik-kimawi secara umum namun dapat memitigasi lonjakan konsentrasi Mn+2 agar tidak melewati baku mutu dengan umur teknis singkat yaitu 92 hari (konversi pada skala lapangan). Oleh sebab itu, barrier adsorben berikutnya yang akan dikembangkan perlu kajian teknikal-normatif terkait potensi leaching, aktivasi lanjuta dan rekayasa stabilisasi bed mencegah chanelling sehingga mengoptimalkan kapasitas adsorpsi dan waktu kontak polutan dengan barrier.

2026
👤 Penulis: Herland Triadi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

HUBUNGAN PAJANAN KEBISINGAN TERHADAP PENURUNAN FUNGSI PENDENGARAN DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS PEKERJA INDUSTRI PVC COMPOUND (STUDI KASUS: PT.X KOTA TANGERANG)

Kebisingan merupakan faktor bahaya fisik yang umum dijumpai di lingkungan kerja industri dan dapat menimbulkan dampak auditif maupun non-auditif. Industri PVC compound menggunakan mesin yang beroperasi secara kontinu sehingga berpotensi menghasilkan kebisingan melebihi Nilai Ambang Batas (NAB). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pajanan kebisingan dengan penurunan fungsi pendengaran dan gangguan psikologis pada pekerja industri PVC compound di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 40 responden yang terdiri atas 30 orang pekerja kelompok terpapar dan 10 pekerja kelompok kontrol. Kebisingan tempat kerja diukur menggunakan Sound Level Meter sedangkan pajanan kebisingan personal diukur menggunakan noise dosimeter. Fungsi pendengaran dinilai melalui audiometri nada murni (Pure Tone Average/PTA), dan gangguan psikologis dinilai menggunakan General Health Questionnaire (GHQ-28). Analisis data dilakukan secara deskriptif, bivariat, serta multivariat dengan bantuan RStudio dan Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di area produksi berkisar antara 66–103 dB(A). Analisis bivariat menunjukkan bahwa lingkungan tempat tinggal dekat sumber bising berhubungan signifikan dengan penurunan fungsi pendengaran pekerja (p < 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa usia dan tempat tinggal berpengaruh signifikan terhadap penurunan fungsi pendengaran setelah dikontrol oleh variabel intensitas kebisingan, masa kerja, penggunaan alat pelindung telinga, hobi terkait kebisingan, dan riwayat bekerja di tempat bising (p < 0,05). Intensitas kebisingan kerja hanya menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan psikologis pada aspek disfungsi sosial (p < 0,05). Dapat disimpulkan, variabel tempat tinggal berhubungan secara signifikan terhadap penurunan pendengaran dan intensitas bising berpengaruh signifikan pada disfungsi sosial pekerja.

2026
👤 Penulis: Oriza Aprieni
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PENGARUH PEMBUBUHAN MIKRONUTRIEN PADA PENGOLAHAN LIMBAH POME TERHADAP PEMBENTUKAN BIOETANOL : METAANALISIS

Peningkatan kebutuhan energi yang terus meningkat dari sektor industri maupun sektor domestik, telah mendorong penelitian terkait sumber energi alternatif yang bisa digunakan menjadi energi terbarukan dan lebih ramah lingkungan. Bioetanol dapat menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang dihasilkan dari pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Salah satu usaha dalam optimalisasi pembentukan bioetanol adalah dengan penambahan mikronutrien sebagai kofaktor enzim untuk meningkatkan efisiensi pengolahan limbah secara anaerob. Penelitian dilakukan dalam rangka melakukan analisis pengaruh penambahan mikronutrien terhadap penyisihan senyawa organik (Chemical Oxygen Demand), pembentukan Total Asam Volatil (TAV), dan produksi bioetanol dari limbah POME. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara variabel tersebut berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dalam sepuluh tahun terakhir sehingga dapat menjadi rekomendasi berdasarkan hasil meta-analisis yang dilakukan. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dilanjutkan dengan analisis meta-analisis korelasional. Data diperoleh dari literatur yang relevan dan telah memenuhi kriteria inklusi, seperti kesamaan substrat, metode anaerobik, serta tersedianya data kuantitatif mengenai mikronutrien dan hasil fermentasi etanol. Dalam proses analisis, data yang diperoleh diekstraksi untuk kemudian dihitung persentase pengurangan COD, pembentukan TAV, dan produksi bioetanol. Selanjutnya, dilakukan uji korelasi dan perhitungan effect size yang ditransformasikan menggunakan metode Fisher’s z untuk mengevaluasi hubungan antar variabel. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara penambahan mikronutrien terhadap pembentukan etanol. Nilai summary effect yang didapatkan pada meta analisis adalah sebesar 0,1 dan model effect size adalah fixed effect model. Hasil meta-analisis tersebut dilakukan uji verifikasi di laboratorium dengan dosis optimum pembentukan etanol. Pada pengujian laboratorium terdapat dua variasi yakni kombinasi Fe2+ dengan Zn2+ dan kombinasi antara Cu2+, Mn2+, dan Mg2+ . Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kombinasi Fe2+ dengan Zn2+ meningkatkan nilai etanol sebesar 94% pada jam ke-72 dengan konsentrasi etanol sebesar 180,96 mg/L. Sedangkan kombinasi antara Cu2+, Mn2+, dan Mg2+ memberikan peningkatan pembentukan etanol sebesar 96% pada jam ke-72 yakni sebesar 120,81. Sedangkan pada reaktor kontrol hanya memberikan peningkatan sebesar 39%.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ikrar Lalijo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMODELAN DAN KARAKTERISASI SEL BATERAI LITHIUM-ION NMC811 21700 MENGGUNAKAN ELECTROCHEMICAL IMPEDANCE SPECTROSCOPY

Baterai lithium-ion dengan katoda NMC811 banyak digunakan pada kendaraan listrik karena densitas energi yang tinggi. Namun, karakteristik impedansi dan dinamika elektrokimia internal sel sangat dipengaruhi oleh kondisi operasi, khususnya state of charge (SOC) dan laju pengosongan (C-rate). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik impedansi sel lithium-ion NMC811 tipe silinder 21700 menggunakan metode electrochemical impedance spectroscopy (EIS) pada rentang SOC 20–90% dan variasi C-rate 0,2C hingga 3C pada suhu ruang. Hasil pengujian EIS menunjukkan bahwa variasi SOC dan C-rate berpengaruh signifikan terhadap karakteristik impedansi sel, yang tercermin pada perubahan resistansi ohmik, respon charge transfer, serta perilaku difusi ion lithium. Respon impedansi tersebut dimodelkan menggunakan pendekatan Equivalent Circuit Model (ECM) yang terdiri atas elemen induktansi, resistansi ohmik, jaringan paralel resistansi charge transfer dan constant phase element, serta elemen Warburg. Parameter model diekstraksi melalui proses fitting terhadap data EIS, dengan nilai RMSE rata-rata sebesar 4,89×10?? ?. Hasil validasi menunjukkan bahwa variasi parameter ECM terhadap SOC dan C-rate mampu merepresentasikan karakteristik utama respon impedansi sel pada berbagai kondisi operasi, dengan nilai RMSE berada pada orde 10?? ? dan rata-rata sebesar 3,26×10?? ?. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pemodelan berbasis EIS–ECM mampu merepresentasikan perilaku listrik sel NMC811 secara konsisten pada kondisi pengujian yang dilakukan.

2026
👤 Penulis: Nurul Fitri Muthmainnah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH GANGGUAN ELEKTRIK ARCING TERHADAP TEGANGAN TEMBUS DAN ANALISIS GAS TERLARUT PADA BERBAGAI JENIS ISOLASI MINYAK TRANSFORMATOR

Transformator merupakan komponen penting dalam sistem tenaga listrik yang keandalannya sangat bergantung pada kualitas minyak isolasi sebagai media isolasi dan pendingin. Gangguan elektrik arcing dapat mempercepat degradasi minyak dan memicu kegagalan transformator, sehingga diperlukan kajian komparatif terhadap ketahanan berbagai jenis minyak transformator terhadap pengaruh elektrik arcing. Metode yang digunakan adalah dengan pengujian pemberian gangguan arcing dengan berbagai parameter seperti durasi, tegangan dan jarak elektroda untuk menguji tegangan tembus dan analisis gas terlarut dengan beberapa metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan arcing menyebabkan penurunan signifikan nilai tegangan tembus pada seluruh jenis minyak isolasi. Minyak natural ester mengalami penurunan terbesar dari 52,35 kV menjadi 27,10 kV, diikuti minyak GTL dari 43,20 kV menjadi 23,28 kV dan minyak mineral dari 38,20 kV menjadi 22,33 kV, yang menunjukkan ketahanan sedang terhadap stres arcing. Sebaliknya, minyak sintetik ester mengalami penurunan paling kecil dari 39,87 kV menjadi 26,47 kV, menandakan stabilitas dielektrik terbaik. Analisis gas terlarut mengonfirmasi terjadinya arcing pada seluruh minyak melalui dominasi gas asetilena (C?H?) dan hidrogen (H?), dengan kemunculan gas minor seperti etilena (C?H?) dan karbon monoksida (CO). Hasil Segitiga Duval menunjukkan mayoritas sampel berada pada zona D1, sementara metode TDCG mengindikasikan tingkat keparahan tinggi akibat dominasi C?H? dan H2. Temuan ini menegaskan hubungan langsung antara intensitas arcing yang semakin besar dengan penurunan nilai tegangan tembus dan peningkatan gas terlarut.

2026
👤 Penulis: Pebi Wahyudin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI EFEKTIVITAS KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PERENCANAAN TATA RUANG PADA RTRW KOTA MANADO

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) merupakan instrumen kebijakan yang dirancang untuk mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam proses perencanaan tata ruang. Namun, dalam praktiknya, efektivitas KLHS sering kali dipertanyakan, terutama terkait sejauh mana rekomendasinya benar-benar memengaruhi substansi teknis Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas KLHS dalam meningkatkan kualitas perencanaan tata ruang pada RTRW Kota Manado. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen KLHS dan RTRW Kota Manado, perbandingan substansi RTRW sebelum dan sesudah integrasi KLHS, serta wawancara mendalam dengan aktor kunci yang terlibat dalam proses penyusunan KLHS dan RTRW. Analisis data dilakukan menggunakan analisis konten dan analisis tematik untuk menilai efektivitas proses dan efektivitas produk (outcome) KLHS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KLHS pada RTRW Kota Manado tergolong efektif secara prosedural. Seluruh tahapan penyusunan KLHS telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan dilakukan secara paralel dengan proses penyusunan RTRW. Namun demikian, dari sisiiii efektivitas substantif, integrasi rekomendasi KLHS ke dalam substansi RTRW masih bersifat parsial dan cenderung normatif. Rekomendasi KLHS lebih banyak memengaruhi arah kebijakan umum, seperti pengendalian intensitas pemanfaatan ruang, tetapi belum secara konsisten diterjemahkan ke dalam ketentuan teknis tata ruang yang operasional dan terdiferensiasi secara spasial, khususnya pada pengaturan struktur ruang dan pola ruang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan KLHS tidak dapat diukur hanya berdasarkan kepatuhan prosedural, melainkan harus dinilai dari kemampuannya mengarahkan pengambilan keputusan spasial secara strategis. Oleh karena itu, penguatan peran KLHS sebagai instrumen substantif diperlukan agar dapat berfungsi tidak hanya sebagai prasyarat perencanaan, tetapi sebagai pengendali utama kualitas kebijakan tata ruang yang berkelanjutan dan adaptif terhadap risiko lingkungan.

2026
👤 Penulis: Dwight V A Mambu
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kebijakan

DESAIN DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA PATHFINDING UNTUK AI MONSTER PADA GIM HOROR

Algoritma pathfinding A* merupakan salah satu algoritma pencarian jalur paling berpengaruh dalam bidang kecerdasan buatan, terutama pada pengembangan video gim dan sistem navigasi virtual. Namun, implementasi A* secara tradisional pada gim horor sering menghasilkan perilaku musuh yang terlalu deterministik, mudah diprediksi, dan kurang mendukung atmosfer ketegangan yang menjadi inti pengalaman bermain. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah tersebut dengan memodifikasi algoritma A* tradisional menjadi weighted A* yang menambahkan komponen bobot (weight) pada fungsi evaluasi Fcost, hal ini dilakukan untuk menciptakan jalur yang lebih adaptif terhadap lingkungan gim. Selain itu modifikasi lainnya dilakukan dengan mengoptimalkannya menggunakan struktur data binary heap pada saat pencarian titik atau node dalam pembuatan jalur A* guna mempercepat proses pencarian jalur. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan engineering design process berbasis rekayasa perangkat lunak, mencakup tahapan identifikasi masalah, perumusan tujuan, pengumpulan dan analisis informasi, desain sistem, pengujian, dan evaluasi. Studi kasus dilakukan pada prototipe gim horor yang dibuat dalam game engine Unity, dengan integrasi sistem AI monster yang memanfaatkan A* termodifikasi untuk navigasi pengejaran atau pembuatan jalur menuju target selain itu AI monster akan dibuat dengan memiliki beberapa state seperti chase, patrol, dan idle. Selanjutnya dalam tahap pengujian akan meliputi functional testing, behavioural testing, pathfinding testing, dan beta testing. Dimana pada functional testing akan menilai fungsi sistem apakah sudah bekerja dengan semestinya, pada behavioural testing menguji perilaku dari monster itu sendiri dalam gim, pada pathfinding testing akan melakukan percobaan terhadap skenario berbeda dengan hasil berupa panjang jalur mempengaruhi node yang terdeteksi dan akan mempengaruhi lamanya mencari jalur, lalu pergerakan pemain sesuai posisi mereka saat pemain dikejar AI monster akan mempengaruhi nilai data (panjang jalur, node yang dicek, hingga waktu pembuatan jalur), posisi dan radius penglihatan dari sentry dan lamanya AI berpatroli berpengaruh pada panjang jalur, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh nilai penalti sangat terasa dan dari pengujian pada pathfinding testing pergerakan pemain, posisi dan radius sentry dan area yang sudah terbuka selama patrol mempengaruhi jalur yang dibuat oleh algoritma A*. Pada uji user experience pertama dengan melibatkan 25 dan 19 responden dimana 19 diambil dari 25 responden tersebut. Hasil menunjukkan bahwa modifikasi algoritma berhasil meningkatkan kualitas perilaku AI dalam mendukung atmosfer horor, dengan evaluasi pergerakan monster berbasis A* modifikasi memperoleh rata-rata nilai 71,8% (kategori baik) sedangkan untuk A* tradisional memperoleh 63,29% (kategori baik). Aspek horor untuk A* modifikasi memperoleh 73,3% (kategori baik) dan pada aspek horor A* tradisional memperoleh 70,26% (kategori baik). Dan juga pada pengujian user experience kedua yang di uji oleh 4 orang dengan urutan bermain dari A* tradisional menghasilkan nilai untuk uji pergerakan AI berbasis A* modifikasi memperoleh rata-rata nilai 70,625% (kategori baik) sedangkan untuk A* tradisional memperoleh 61,875% (kategori baik). Aspek horor untuk A* modifikasi dan juga A* tradisional keduanya memiliki nilai yang sama yaitu pada 69,375% (bernilai baik). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan weighted A dan optimisasi binary heap dalam modifikasi A* untuk gim horor berhasil menjawab permasalahan utama algoritma A* tradisional dalam konteks gim horor. Modifikasi yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas perilaku AI, mempercepat proses komputasi, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan suasana horor. Hasil pengujian membuktikan keberhasilan implementasi secara fungsional dan pengalaman pengguna, sekaligus membuktikan tujuan penelitian telah tercapai. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk penerapan pada jenis gim lain, peningkatan kompleksitas desain agen AI terutama yang menggunakan suatu jalur pathfinding sebagai basisnya.

2026
👤 Penulis: Risaldi Angga Buana Putra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Desain Rantai Pasok Game 🏷️ Analisis User Experience

STUDI EKSPERIMENTAL DAN ANALISIS NUMERIK TERHADAP PERILAKU STRUKTURAL DINDING BETON 3D PRINTING MENGGUNAKAN SIMULASI LS-DYNA

Perkembangan teknologi beton cetak tiga dimensi (3D printing concrete) memberikan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan inovasi pada industri konstruksi. Namun demikian, penerapannya pada elemen struktural masih menghadapi keterbatasan, terutama terkait perilaku mekanik dan kapasitas struktural akibat lemahnya ikatan antar lapisan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku struktural dinding beton 3D printing melalui pendekatan eksperimental dan numerik, dengan menitikberatkan pada pengaruh konfigurasi angkur terhadap kapasitas dan mekanisme kegagalan dinding. Program eksperimental mencakup pengujian sifat mekanik material beton cetak 3D yang meliputi kuat tekan, kuat tarik langsung, kuat tarik belah, kuat lentur, dan kuat geser. Nilai hasil pengujian tersebut digunakan sebagai dasar penentuan parameter material dalam analisis numerik. Pengujian struktural dinding dilakukan terhadap beberapa variasi, yaitu dinding tanpa angkur, dinding dengan angkur slip, dan dinding dengan angkur berikatan penuh (full bond), yang dibebani secara lateral hingga mencapai kondisi runtuh. Analisis numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak LS-DYNA dengan pemodelan material nonlinier dan interaksi antar lapisan. Parameter material pada model numerik dikalibrasi berdasarkan hasil pengujian eksperimental. Proses validasi model dilakukan melalui perbandingan respons numerik dan eksperimental yang meliputi hubungan beban–perpindahan, kapasitas maksimum, kekakuan awal, serta pola kerusakan dan mekanisme kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan angkur memberikan peningkatan signifikan terhadap kapasitas lateral dan kestabilan struktural dinding beton 3D printing. Dinding dengan konfigurasi angkur berikatan penuh menunjukkan kinerja struktural terbaik, sedangkan dinding tanpa angkur didominasi oleh kegagalan geser antar lapisan. Secara keseluruhan, hasil analisis numerik menunjukkan kesesuaian yang baik dengan hasil eksperimen. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain, pemodelan numerik, dan penerapan struktural dinding beton 3D printing, khususnya untuk bangunan di wilayah rawan gempa.

2026
👤 Penulis: Ekky Setia Fani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Numerik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN PLATFORM KANAL FLUIDA GRAVITATIONAL FLOW CELL BERBASIS CETAK 3 DIMENSI

Mikrofluida merupakan teknologi pengendalian fluida skala mikro yang banyak dikembangkan pada aplikasi biosensor karena efisiensi penggunaan sampel, kecepatan reaksi, serta sensitivitas dan reprodusibilitas pengukuran yang baik. Integrasi mikrofluida dalam platform flow cell berbasis lab-on-chip memungkinkan aliran fluida yang terkontrol, stabil, dan meminimalkan risiko kontaminasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan platform mikrofluida flow cell gravitasi berbasis pencetakan 3D yang terintegrasi dengan sensor elektrokimia Screen Printed Carbon Electrode (SPCE) serta mengevaluasi performa pengukuran elektrokimianya dibandingkan metode droplet. Platform dirancang menghasilkan aliran gravitasi dinamis tanpa injeksi eksternal dan diuji menggunakan metode Cyclic Voltammetry, Differential Pulse Voltammetry, serta amperometri dengan larutan ferro-ferricyanide. Hasil pengujian menunjukkan platform memiliki akurasi dimensi yang baik tanpa kebocoran, mampu menghasilkan aliran fluida stabil dengan debit 0,417–1,104 L/jam, serta menunjukkan aliran laminar dengan bilangan Reynolds di bawah 2100 sehingga sesuai untuk aplikasi mikrofluida. Hasil pengujian menunjukkan bahwa single channel tipe II memiliki performa elektrokimia setara dengan kondisi droplet pada CV dan DPV, sedangkan tipe I dipengaruhi oleh geometri kanal pada konsentrasi tertentu; pada amperometri sebagian besar desain menunjukkan hubungan linear arus–konsentrasi, sementara dual channel inlet dipengaruhi proses pengenceran dan pencampuran, sehingga penelitian ini menegaskan kebaruan platform mikrofluida flow cell gravitasi hasil cetak 3D yang mampu menghasilkan aliran gravitasi dinamis tanpa injeksi eksternal dengan performa setara droplet.

2026
👤 Penulis: Putri Alfiyyahdianti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 65 dari 418
💬