📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5,228 dokumenANALISIS PRODUKSI RADIOISOTOP MO-99 DARI MOO3 PADA REAKTOR RISET IAEA 10 MW
Molibdenum-99 (Mo-99) merupakan radioisotop penting yang banyak digunakan dalam kedokteran nuklir sebagai prekursor Teknesium-99m (Tc-99m), yang berperan signifikan dalam pencitraan dan diagnosis medis. Studi ini menganalisis potensi MoO? sebagai material target untuk produksi Mo-99 menggunakan reaktor acuan 10 MW yang dikembangkan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA). Simulasi Monte Carlo dilakukan menggunakan kode OpenMC, dengan data nuklir ENDF/B-VIII.0 untuk menghitung aktivitas Mo-99 yang dihasilkan sekaligus mengevaluasi karakteristik local heating dalam target. Analisis dilakukan untuk Mo alami serta Mo-98 yang diperkaya dalam bentuk target MoO3, dengan tingkat pengayaan antara 25% hingga 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengayaan Mo-98 menghasilkan aktivitas Mo-99 yang lebih tinggi, sementara distribusi pemanasan pada target MoO? menunjukkan pola daya yang konsisten di semua tingkat pengayaan, yang mengindikasikan bahwa pengayaan yang lebih tinggi tidak secara signifikan memengaruhi beban termal target. Dengan demikian, sistem pendingin yang ada tidak perlu mengalami modifikasi besar untuk mendukung target Mo dengan pengayaan tinggi. Di sisi lain, durasi iradiasi optimal ditemukan antara 7 hingga 10 hari, dengan aktivitas Mo-99 mendekati titik jenuh setelah sekitar 12 hari. Temuan ini dapat dipertimbangkan untuk mempersiapkan jadwal operasi reaktor sekaligus mengoptimalkan produksi Mo-99 di dalam teras reaktor.
STRATEGI PEMASARAN TERPADU MENGHADAPI MEREK MURAH DI PASAR SEMEN RITEL INDONESIA YANG KELEBIHAN PASOKAN: KASUS SIG
Di pasar semen ritel Indonesia yang kelebihan pasokan, SIG harus bersaing dengan merek-merek yang menawarkan harga dengan lebih rendah meski hal ini berpotensi merusak profitabilitas serta melemahkan pemosisian sebagai merek premium. Selama ini SIG telah berstrategi multi merek yang cukup berimbang, oleh karena itu di bagian produk dan harga, penjualan dan distribusi, serta komunikasi merek, harus segera diatasi agar strategi perusahaan bisa lebih berfungsi. Pada penelitian ini, penulis menyusun strategi untuk mempertahankan nilai merek premium disertai dengan perolehan brink pertumbuhan yang berkelanjutan. Riset ini menggunakan metode kombinasi, dalam hal ini, primer melalui wawancara dengan manajemen dan sekunder dari banyak sumber. Analisis menggunakan Porter’s Five Forces, Marketing Mix, Brand Equity, Customer Path, dan matriks TOWS guna menggabungkan perspektif internal dan eksternal. Temuan menunjukkan SIG unggul dalam skala distribusi, namun SIG terkesan pasif dalam merespons persaingan harga dengan peran merek yang kurang jelas. Konsumen mengkategorikan produk sebagai barang yang mudah diganti sementara mitra ritel mengalami konflik. Rekomendasi mencakup tata kelola harga, segmentasi toko, harmonisasi skema insentif dan distribusi, pemantauan real-time, diferensiasi dan aktivasi merek terarah, serta pembangunan ekosistem kontraktor-toko.
BILANGAN RAMSEY UNTUK GRAF POHON VERSUS GRAF YANG MEMUAT TITIK DOMINASI
Bilangan Ramsey R(a, b) untuk bilangan asli a, b ? 2 didefinisikan sebagai bilangan bulat terkecil r sedemikian sehingga setiap pewarnaan-2 pada graf lengkap Kr memuat subgraf monokromatik Ka atau Kb. Karena kompleksitas dalam menentukan nilai eksak bilangan Ramsey klasik, para peneliti memperkenalkan konsep bilangan Ramsey graf untuk graf sebarang. Diberikan dua graf sederhana G dan H, bilangan Ramsey R(G,H) adalah bilangan bulat terkecil r sedemikian sehingga setiap graf F berorde r memenuhi kondisi F ? G atau F ? H. Batas bawah bilangan Ramsey telah ditetapkan menggunakan bilangan kromatik ?(H) dan surplus kromatik s(H), yaitu R(G,H) ? (?(H) ? 1)(n ? 1) + s(H). Penelitian ini memfokuskan kajian pada penentuan bilangan Ramsey R(Tn,H) untuk pohon Tn berorde n versus graf H yang memuat titik dominasi, yaitu titik yang bertetangga dengan seluruh titik lainnya. Kelas graf H ini meliputi graf roda Wn, graf kipas F1,n, dan graf kupu-kupu diperumum B(k, n ? k). Meskipun nilai bilangan Ramsey untuk graf pohon yang berbentuk bintang versus graf roda berorde kecil telah diketahui, akan tetapi untuk graf pohon secara umum versus graf roda atau graf dengan titik dominasi lainnya seperti graf kipas dan graf kupu-kupu diperumum masih menjadi permasalahan. Dalam studi ini, kami telah menentukan nilai eksak R(Tn,H) di mana H merupakan graf kipas atau graf kupu-kupu diperumum dengan orde tertentu, khususnya dengan meninjau pohon Tn yang memiliki derajat maksimum tertentu. Lebih lanjut, pekerjaan ini telah menetapkan batas bawah yang lebih ketat untuk bilangan Ramsey graf pohon terhadap graf roda, R(Tn,Wm), dan graf pohon terhadap graf kipas, R(Tn, F1,m), untuk nilai m dan n tertentu. Selain itu, pada penelitian ini juga telah diturunkan hubungan antara R(G1,H) dan R(G2,H) untuk suatu graf G1,G2, dan H apabila G1 dan G2 memenuhi kondisi tertentu berdasarkan keterkandungan atau derajat maksimum dari G1 dan G2. Hasil-hasil ini berkontribusi pada teori Ramsey dalam hal menambahkan nilai eksak bilangan Ramsey yang diketahui, mempertajam batas bawah bilangan Ramsey untuk graf roda dan graf kipas tertentu, serta mengetahui hubungan antara dua bilangan Ramsey yang memenuhi kondisi tersebut di atas.
MENINGKATKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN OPERASI PENGAPALAN PADA PERUSAHAAN PUPUK MELALUI DASHBOARD DINAMIS: SEBUAH ANALISIS KUALITATIF
Proyek akhir ini mempelajari bagaimana para pemangku kepentingan di PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil keputusan selama fase pelaksanaan distribusi kapal melalui kapal di Lini I ke II dan mengidentifikasi kebutuhan dukungan pengambilan Keputusan yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas manajerial. Alih-alih membangun system operasional lengkap, studi ini mengambil pendekatan yang lebih praktis dan berorientasi pada pengambilan Keputusan dengan mengumpulkan informasi tentang tantangan operasional harian, memeriksa sistem informasi saat ini, dan mengidentifikasi kesenjangan dukungan pengambilan keputusan yang akan menentukan fitur dari system tersebut. Fokus proyek akhir ini adalah memahami bagaimana informasi yang ada dimanfaatkan untuk pengambilan Keputusan dan bagaimana informasi tersebut dapat disusun ulang dengan lebih baik untuk mendukung intervensi manajerial yang lebih cepat dan proaktif. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, penulis melakukan tiga wawancara semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan utama di Kompartemen Distribusi yang bertanggung jawab atas perencanaan dan perutean operasional pengiriman. Transkrip wawancara mereka diproses dengan pengodean dua siklus dari Saldaña (2009) untuk mengidentifikasi masalah pada pola yang berulang. Analisis kualitatif menerjemahkan tantangan operasional ke kriteria pengambilan Keputusan terstruktur yang mewakili kebutuhan informasi dari pemangku kepentingan.selama proses pelaksanaan distribusi. Temuan dari proyek akhir ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan saat ini bergantung pada sumber informasi yang terfragmentasi, seperti laporan terpisah, grup WhatsApp, dan spreadsheet. Fragmentasi ini memperlambat respons manajerial dalam situasi operasional seperti keterlambatan kapal, kekurangan stok, atau deviasi pelaksanaan. Sistem digital saat ini menyediakan fungsi transaksional dan pelaporan dasar tetapi kurang memiliki visibilitas operasional untuk mendukung pengambilan keputusan yang efektif. Pastisipan juga menyoroti tidak adanya Key Performance Indocator (KPI) operasional yang terstandardisasi untuk kontrol pelaksanaan. Studi ini mengusulkan dasbor pendukung Keputusan sebagai Solusi bisnis. Desain dasbor didasarkan pada kriteria pengambilan Keputusan dari analisis kualitatif dan turunan dari House of Quality (HOQ). Adapun solusi yang ditawarkan meningkatkan visibilitas operasional, deteksi resiko dini, dan rensponsivitas pengambilan keputusan.
SINYAL SEMG UNTUK KLASIFIKASI PENILAIAN FUNGSI MOTORIK EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN STROKE MENGGUNAKAN MODEL RANDOM FOREST
Stroke masih menjadi salah satu penyebab disabilitas jangka panjang dengan 77% penyintas mengalami gangguan pada fungsi motorik ekstremitas atas. Penilaian klinis seperti Muscle Manual Testing (MMT) dilakukan untuk menilai kondisi kekuatan motorik penyintas. Kelemahan dari penilaian ini adalah sulit untuk membedakan perubahan kekuatan yang kecil sehingga dibutuhkan metode kuantifikasi untuk menjawab tantangan ini. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk proses kuantifikasi adalah dengan menggunakan sinyal sEMG (surface-electromyography). Sinyal sEMG memberikan gambaran mengenai kondisi otot melalui fitur-fitur yang ada di dalamnya, sehingga sinyal sEMG memiliki potensi untuk kuantifikasi kekuatan. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai fitur pada sEMG untuk kuantifikasi kekuatan otot dan mengklasifikasikan fitur-fitur tersebut menjadi kategori penilaian MMT menggunakan random forest. Studi ini melibatkan partisipasi 14 pasien stroke akut yang diperoleh melalui kerja sama dengan Prodi Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Rumah Sakit Hasan Sadikin, subjek penelitian dipilih dengan metode consecutive sampling dengan kriteria tertentu. Pengukuran sEMG dilakukan di lima otot besar pada area bahu, lengan dan tangan dengan pengukuran dilakukan sebanyak 5 kali sejak 3 hari – 3 bulan pasca stroke. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sinyal sEMG dapat menunjukkan progres pemulihan motorik subjek secara objektif. Berdasarkan pada tren pada fitur RMS tiap sesi menunjukkan pemulihan paling signifikan terdapat pada grup MMT < 3 sebesar 3,82 kali lebih besar relatif terhadap sesi pertama. Selanjutnya, hasil klasifikasi dari model random forest menunjukkan bahwa fitur power bin 50-75 Hz, power bin 75-100 Hz, power bin 100-125 Hz, power bin 125-150 Hz dan coefficient of variation (ZC) merupakan fitur yang paling efektif dalam mengklasifikasikan kekuatan otot ke dalam kategori penilaian MMT.
KONTROL STRUKTUR DAN INTERAKSI FLUIDA-BATUAN PADA MINERALISASI BESI-TIMAH DI WILAYAH BATUBESI, KABUPATEN BELITUNG TIMUR
Cebakan skarn Fe-Sn polimetalik merupakan salah satu cebakan timah primer yang cukup penting karena banyak timah terkandung dalam tipe cebakan tersebut. Cebakan skarn tersebut secara umum mirip dengan cebakan tipe skarn lainnya, yaitu adanya penggantian batuan asal menjadi batuan lain melalui proses ubahan hidrotermal. Cebakan Batubesi yang terletak di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka dan Belitung merupakan salah satu cebakan tipe Fe-Sn polimetalik. Meskipun sudah ditemukan dalam waktu yang lama, penelitian mengenai cebakan tersebut masih sangat terbatas. Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian komperhensif untuk mengetaui karakteristik cebakan tersebut, khususnya kontrol struktur dan interaksi fluida-batuan pada saat pembentukan cebakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pemetaan struktur di lapangan, pengamatan komposisi mineral dan unsur, serta inklusi fluida untuk mengetahui pola struktur rekahan yang berkembang pembentukan cebakan skarn Fe-Sn pol imetalik. Data inti bor terorientasi dan pengamatan singkapan di lapangan digunakan sebagai pendekatan dalam memahami pola struktur rekahan dan urat yang berkembang di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola struktur sesar normal dan sesar mendatar di wilayah penelitian. Sesar normal berperan sebagaijalan masuk magma di wilayah penelitian. Selain itu, ditemukan juga beberapa domain berbeda pada cebakan, diantaranya adalah domain batuan sedimen, magnetit-klorit, magnetit, batutanduk, dan granit. Mineralisasi urat yang terjadi di wilayah penelitian terdiri dari tiga episode, yaitu skarn prograde, skarn retrograde I, retrograde II. Rekahan pada skarn prograde dinggantikan oleh mineral-mineral dari skarn retrograde II. Selanjutnya, kedua tahap mineralisasi skarn tersebut dipotong oleh tahap retrograde II. Selain itu, ditemukanjuga indikasi mineralisasi greisen yang ditandai batuan kaya kuarsa-muskovit pada rekahan-rekahan sekitar granit.
PERANCANGAN SISTEM PENGONTROL PENGONDISI UDARA TIPE VARIABLE REFRIGERANT FLOW (VRF) BERBASIS EDGE DEVICE PADA LABTEK XIX ITB
Pemanfaatan fitur dari pengondisi udara tipe variable refrigerant flow atau VRF perlu didalami lebih lanjut agar memungkinkan adanya penjadwalan yang lebih efektif dari yang sebelumnya masih dijadwalkan menurut penggunaan ruangan dan terkadang tidak sesuai dengan kondisi aktual yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan energi akibat dari energi yang terbuang sia-sia. Oleh karena itu, pada penelitian ini telah dikembangkan sistem pemantauan dan pengontrolan (supervisory control) dengan menggunakan sensor suhu dan kelembapan untuk menghasilkan keluaran berupa rekomendasi kontrol suhu setpoint yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh operator sebagai bentuk respon. Tahapan awal penelitian dilakukan dengan perancangan sistem pemantauan dengan menggunakan data dari sensor edge device yang mengukur besaran suhu dan kelembapan yang kemudian diakuisisi datanya ke tampilan antarmuka. Dalam tahapan ini, mikrokontroler digunakan untuk menampilkan visualisasi dari akuisisi data yang ada ke dalam monitor eksternal. Tahapan selanjutnya dilakukan perancangan sistem pengontrol pengondisi udara menggunakan modul yang dipasang pada AC VRF. Dari akuisisi data sensor yang didapat, kemudian dilakukan pembuatan supervisory control dengan acuan data tersebut. Dalam hal ini, data suhu dapat digunakan dalam feedback loop pada supervisory control yang dibuat. Untuk sistem pemantauan dilakukan di setiap lorong atau ruangan dan untuk sistem pengontrol dilakukan melalui ruang kontrol dengan metode pengendalian jarak jauh atau remote. Hasil perancangan sistem pemantauan dan pengontrolan pengondisi udara menggunakan data suhu edge device yang memiliki coefficient of variation (CV) di bawah 5% didapat mendekati suhu setpoint dengan selisih sebesar 1,5 ?, 1,75 ?, dan 2,89 ? serta menggunakan perangkat pengontrolan yang andal dengan rata-rata latensi di bawah 5 ms dan data loss mendekati 0%.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PENGUKURAN TEKANAN DAN LAJU ALIRAN FLUIDA DALAM PEMBULUH DARAH SEBAGAI SALURAN TERTUTUP DENGAN PROBE KATETER BERBASIS TABUNG PITOT
Tubuh manusia sebagian besar tersusun atas air, dengan kandungan sekitar 70% dari total massa tubuh, yang mengalir melalui aliran darah dalam sistem kardiovaskular. Parameter kondisi aliran, seperti kecepatan aliran dan tekanan merupakan representasi dari kondisi fisiologis seseorang. Kemampuan untuk melakukan pengukuran kondisi aliran dalam pembuluh menjadi kebutuhan dalam pendekatan klinis, baik untuk evaluasi diagnostik ataupun mendukung proses pengambilan keputusan klinis. Pengukuran kondisi aliran lokal secara in situ diperlukan karena kompleksitas dinamika fluida dalam pembuluh perlu untuk dievaluasi secara langsung untuk mendapatkan informasi detail terkait hemodinamika aliran yang sebenarnya. Perangkat pengukuran aliran secara in situ yang tersedia saat ini masih memiliki berbagai keterbatasan, seperti penggunaan komponen elektronik yang diletakkan pada saluran pengukuran yang secara langsung meningkatkan resiko dan tantangan terkait biokompatibilitas. Selain itu, pengukuran dengan perangkat seperti kateter masih terbatas pada pengukuran tekanan statis, dan tidak dapat memberikan informasi profil kecepatan aliran. Pengembangan sistem dengan probe kateter berbasis mekanisme tabung Pitot, memungkinkan pengukuran kondisi aliran secara lokal tanpa menempatkan komponen elektronik di dalam saluran pengukuran. Pada penelitian ini, dilakukan pengembangan sistem pengukuran dengan probe kateter berbasis tabung Pitot untuk mengukur laju aliran lokal dan tekanan statis dalam model pembuluh sebagai saluran tertutup dengan variasi diameter sebesar 6, 7 dan 10 mm yang merepresentasi pembuluh darah arteri berukuran sedang. Sistem pengukuran menggunakan mekanisme tabung Pitot dengan sensor tekanan yang ditempatkan di luar jalur fluida, sehingga tidak memerlukan komponen elektronik di dalam jalur fluida dan kompatibel untuk aplikasi biomedis. Validasi pola aliran dan distribusi tekanan pada sekitar probe, evaluasi pengaruh diameter probe dan diameter model, serta penentuan posisi pengukuran efektif dilakukan dengan simulasi dinamika fluida komputasional. Pengukuran proof-of-concept dilakukan untuk verifikasi mekanisme dan akurasi pengukuran dari sistem yang dikembangkan. Hasil menunjukkan bahwa tekanan dinamik dan kecepatan aliran rata-rata yang terukur menggunakan sistem pengukuran sesuai dengan model teoretis tabung Pitot, dengan koefisien determinasi sebesar 87.36% pada persamaan kalibrasi untuk seluruh diameter model pembuluh. Validasi sistem pengukuran dilakukan dengan membandingkan hasil eksperimen dan simulasi untuk mengevaluasi distribusi kecepatan dan tekanan di sekitar probe tabung Pitot, dan hasil menunjukkan posisi pengukuran efektif pada jarak 1.5 mm di depan permukaan tabung Pitot dengan deviasi kurang dari 10% antara data eksperimen dan simulasi untuk seluruh diameter model. Pengaruh perbedaan ukuran diameter probe dan diameter model terhadap distribusi tekanan dan kecepatan tidak signifikan, sehingga dapat diabaikan terhadap akurasi keseluruhan pengukuran. Melalui pengukuran proof-of- concept sistem pengukuran memberikan akurasi yang baik dalam mengukur volume aliran dengan deviasi kurang dari 20% dibandingkan data referensi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pengukuran yang dikembangkan dalam penelitian ini mampu mengukur kondisi aliran intravaskular secara minimal invasif dengan baik serta memiliki potensi untuk diterapkan dalam aplikasi biomedik.
ADSORPSI SENYAWA KETOPROFEN MENGGUNAKAN POLIMER BERCETAKAN MOLEKUL BERBASIS SILIKA TERMODIFIKASI AMINOPROPIL
Obat anti-inflamasi non steroid (NSAID) termasuk kelompok sediaan obat yang banyak ditemukan dalam air lingkungan sebagai pencemaran lingkungan. Limbah obat ini banyak terdeteksi di air permukaan, air tanah, dan efluen instalasi pengolahan air limbah (IPAL). NSAID memberikan efek ekotoksik kronis pada biota akuatik yang berdampak pada krustasea, komposisi spesies dan fungsi ekosistem. Ketoprofen merupakan salah satu NSAID yang ditemukan di perairan yang berasal dari limbah farmasi dan domestik. Ketoprofen di lingkungan air mencapai 3.15 µg/L – 209 µg/L dapat menyebabkan kerusakan ekosistem air, genotoksisitas, dan toksisitas akuatik serta kesehatan manusia. Adsorpsi memiliki beberapa keuntungan untuk menghilangkan ketoprofen dalam limbah air. Metode adsorpsi memiliki efisiensi yang cukup tinggi, luas permukaan dan porositas bahan seperti karbon aktif yang memungkinkan untuk menangkap kontaminan secara efektif. Polimer bercetak molekul (MIP) digunakan sebagai adsorben karena tingkat selektivitas tinggi dan dapat digunakan berulang. MIP konvensional memiliki aksesibilitas situs pengenal rendah karena tertutup dalam matriks polimer. Diperlukan modifikasi imprinting molekul dipermukaan untuk meningkatkan efisiensi adsorpsi dan desorpsi serta mengurangi kebocoran residu templat dengan mengurangi panjang difusi. Silika mesopori sebagai basis MIP karena luas permukaan besar dan difusi molekul yang mudah. Penelitian ini bertujuan mengadsorpsi ketoprofen dengan MIP berbasis silika termodifikasi aminopropil. Ketoprofen sebagai molekul cetakan, asam metakrilat sebagai monomer fungsional, etilen glikol dimetakrilat (EDGMA) sebagai pengikat silang, pelarut porogen asetonitril:toluene dengan komposisi templat:monomer fungsional:pengikat silang 1:8:20 menggunakan polimerisasi presipitasi. Struktur dan komposisi material hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan beberapa teknik analisis. Spektrum FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi khas pada puncak regangan Si-O-Si pada 1085-800 cm-1, pergeseran dan pengurangan intensitas pada puncak pita serapan regangan ikatan O-H pada bilangan gelombang 3435-3626 cm-1 dan regangan asimetris ikatan Si-O-Si pada pita serapan 1082-800 cm-1 karena proses modifikasi APTES, gugus amina dari APTES pada rentang 1482-1562 cm?¹, spektrum polimer NIP dan MIP pada pita serapan gugus fungsi C=O dan C-O dari EGDMA, MIP setelah leaching, terjadi penurunan intensitas pita serapan gugus-gugus tersebut, mengkonfirmasi bahwa molekul templat (ketoprofen) telah berhasil dilepaskan dari matriks polimer. Difraktogram XRD mengonfirmasi Tidak terdapat puncak tajam pada rentang 20-80°, menandakan tidak terbentuk fase kristalin baru selama proses modifikasi maupun proses polimerisasi saat pembuatan NIP dan MIP. Hasil SEM- EDS menunjukkan NIP dan MIP berbentuk spheric dengan silika termodifikasi aminopropil lebih bertekstur. Citra TEM menunjukkan silika termodifikasi APTES terlapisi didalam NIP maupun MIP. Distribusi ukuran partikel NIP lebih kecil dan seragam sedangkan MIP menunjukkan ukuran lebih besar dan beragam. Hasil Potensial zeta menunjukkan MIP memiliki permukaan bermuatan negatif pada pH 3. Adsorpsi KET dengan Non-imprinted Polymer (NIP) dan MIP mencapai kondisi optimal pada pH 3 dengan waktu kontak 45 menit, massa adsorben NIP dan MIP 70 mg dan konsentrasi NIP dan MIP sebesar 100 mg/L. Proses adsorpsi KET mengikuti model kinetika adsorpsi orde dua semu dan isoterm adsorpsi non-linier model Sips Qmax sebesar 51,2 mg/g. Nilai ?G° pada 298K, 313K, dan 328K menunjukkan proses adsorpsi berlangsung spontan dan adsorpsi bersifat endotermik. Adsorben MIP lebih selektif terhadap KET dibanding DCF dilihat dari kapasitas adsorpsi yag tinggi terhadap KET. Uji keberulangan menunjukkan KET stabil dan mampu mempertahankan kapasitas adsorpsi hingga tiga siklus adsorpsi-desorpsi. MIP berbasis silika termodifikasi aminopropil sebagai adsorben memiliki potensi yang besar untuk alternatif dalam pemisahan KET dalam limbah medis.
EVALUASI PENCEMARAN LOGAM BERAT, HIDROKARBON AROMATIK POLISIKLIK DAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN PANTAI DARI PESISIR BALONGAN INDRAMAYU
Balongan, Indramayu merupakan daerah di pesisir utara Jawa Barat yang perairannya beresiko tercemar akibat aktivitas antropogenik, terutama dari transportasi laut, kilang minyak, pertanian, pemukiman dan pariwisata. Zat pencemar seperti logam berat, hidrokarbon aromatik polisiklik (HAP) dan mikroplastik yang dihasilkan dari aktivitas tersebut, berbahaya bagi kesehatan lingkungan. Sedimen berperan sebagai indikator tingkat pencemaran perairan karena berbagai polutan dapat terakumulasi di dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengarakterisasi sifat fisikokimia serta menguantifikasi kandungan logam berat (Pb, Cd, Cu, Zn, Cr dan Ni), HAP (Nap, Acy, Ace, Fl, Phe, An, Fla, Py, BaA, Chry, BbF, BkF, BaP, IP, BghiP, dan DbahA) dan mikroplastik pada sedimen pantai dari pesisir Balongan Indramayu, (2) mengidentifikasi tingkat, sumber, sebaran dan risiko ekologi pencemaran pada sedimen pantai dari pesisir Balongan Indramayu, dan (3) menganalisis keterkaitan antarparameter uji, kemiripan lokasi dan faktor dominan dalam variasi pola pencemaran melalui pendekatan kemometrik. Metode pengujian meliputi uji logam berat secara AAS- nyala, uji HAP secara GC-MS dan uji mikroplastik (bentuk, ukuran dan jenis polimer) secara mikroskop optik dan FT-IR. Pengolahan data pengujian melibatkan uji statistik (uji normalitas Ryan-Joiner, uji korelasi Pearson/Spearman, uji ANOVA one-way/Kruskal-Wallis dan Principal Component Analysis) dan perhitungan matematis (Indeks Geoakumulasi (Igeo), Faktor Pengayaan (EF), Indeks Potensi Resiko Ekologi (PERI), Indeks Bahaya Polimer (PHI) dan rasio diagnostik) untuk menginterpretasikan tingkat, sumber, sebaran dan risiko pencemaran polutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen didominasi fraksi pasir dengan kadar air: 31,4% b/b; porositas: 44,7% v/v; pH: 8,4; bahan organik: 4,9% b/b dan karbonat: 5,9% b/b. Kandungan logam berat Pb, Cd, Cu, Zn, Ni dan Cr total berturut-turut adalah 18,04; 3,99; 6,53; 86,4; 33,28 dan 19,00 mg/kg bk. Kandungan HAP total adalah 64,37 ?g/kg bk yang terdiri dari HAP dengan bobot molekul rendah (BMR) sebesar 58,05 ?g/kg bk dan bobot molekul tinggi (BMT) sebesar 5,84 ?g/kg bk. Kelimpahan mikroplastik adalah 7,5 partikel/kg bk, didominasi bentuk serat, berukuran 101?700 ?m, dan jenis polipropilena (PP). Kadar Pb, Cu, Zn, Cr, HAP total dan mikroplastik masih dalam kondisi aman. Sedangkan Cd dan Ni teridentifikasi melebihi ambang batas, logam berat Cd diduga berasal dari aktivitas antropogenik, sementara logam berat Ni berasal dari proses alamiah. Meski masih di bawah ambang batas, kadar logam berat Pb, Cu, Zn, Ni dan HAP BMR lebih tinggi di lokasi dekat kilang minyak, kondisi ini diduga berasal dari tumpahan dan pembakaran minyak. Hal ini didasarkan pada rasio diagnostik yang menunjukkan nilai D3>0,1 dan D5<0,4. Selain itu, berdasarkan karakteristik fisikokimia sedimen, lokasi dekat kilang yaitu Pantai Cemara Indah dan Balongan Kesambi diduga mendapat masukan bahan organik, karena fraksi kasar dan bahan organiknya tinggi, padahal fraksi kasar tidak memiliki kemampuan berasosiasi dengan bahan organik. Logam berat (Pb, Cu, Zn dan Ni) dan HAP BMT diduga terikat dalam bahan organik atau memiliki kemiripan sumber pencemar dengan bahan organik, karena ditunjukkan dari korelasi positif antara polutan tersebut dengan fraksi lempung dan bahan organik. Sedangkan logam berat Cd, Cr dan HAP BMR cenderung tidak berkorelasi kuat dengan bahan organik, sehingga diduga utamanya bukan berasal dari tumpahan minyak. Begitupun dengan mikroplastik yang tidak berkorelasi dengan sifat fisikokimia dan polutan lain (logam berat dan HAP). Hal ini diduga bahwa mikroplastik dengan logam berat dan HAP berasal dari sumber pencemar yang berbeda. Dengan demikian, faktor dominan dalam variasi pola pencemaran adalah kemiripan sumber pencemar dan sifat fisikokimia sedimen seperti fraksi lempung dan bahan organik.
PENINGKATAN STABILITAS PEROVSKIT ?-CSPBI3 MELALUI STRATEGI CO-DOPING ATOM LOGAM BIVALEN UNTUK APLIKASI SEL SURYA: STUDI DFT DAN SCAPS-1D
Perovskit CsPbI3 merupakan kandidat material yang memiliki potensi unggul dalam aplikasi sel surya karena kemampuan penyerapan cahaya yang tinggi dan celah pita sempit (~1,49 eV) yang mendekati batas efisiensi teoritis ShockleyQueisser (SQ). Namun, tantangan utama dari material ini adalah kestabilan fasa perovskit kubik (?) yang secara termodinamika tidak stabil pada suhu ruang dan mudah bertransformasi menjadi fasa ? non-perovskit. Dalam penelitian ini, pengaruh doping dan co-doping atom logam bivalen (yaitu Mn2+, Zn2+ , dan Mg2+) terhadap stabilitas fasa ?-CsPbI3 dievaluasi menggunakan perhitungan Density Functional Theory (DFT). Perhitungan dilakukan menggunakan perangkat lunak VASP (Vienna Ab-initio Simulation Package) dan fungsi pertukaran-korelasi GGA-PBE (Generalized Gradient Approximation Perdew-Burke-Ernzerhof). Analisis difokuskan pada perubahan parameter struktural, energi pembentukan transisi fasa ?–?, serta sifat elektronik dan optik untuk mengevaluasi kestabilan struktur dan potensi kinerja optoelektronik material hasil doping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi co-doping dengan kombinasi atom logam Mn dan Mg mampu menekan transformasi fasa ? ke ? secara signifikan dibandingkan struktur lainnya. Struktur co-doping Mn-Mg–CsPbI3 memiliki celah pita sebesar 1,31 eV yang mendekati nilai optimal SQ (1,34 eV). Analisis terhadap sifat optik menunjukkan bahwa doping dan co-doping tidak memberikan perubahan secara signifikan terhadap kemampuan absorpsi cahaya. Simulasi numerik menggunakan Solar Cell Capacitance Simulator–1 Dimensional (SCAPS-1D) dengan konfigurasi ITO/TiO2/?-CsPbI3/CuO/Au menunjukkan bahwa perangkat sel surya berbasis Mn-Mg–CsPbI3 memiliki performa paling optimal dengan nilai Jsc 33,93 mA/cm2 , Voc 0,84 V, FF 81,97%, dan PCE mencapai 23,27%. Dengan demikian, strategi codoping Mn-Mg terbukti efektif dalam meningkatkan stabilitas fasa ?-CsPbI3 sekaligus mampu menghasilkan karakteristik optoelektronik yang unggul, sehingga menjadikannya kandidat material yang potensial untuk aplikasi sel surya berbasis perovskit yang efisien dan stabil.
OPTIMASI SINTESIS ADSORBEN FE3O4@GELATIN MENGGUNAKAN CENTRAL COMPOSITE DESIGN UNTUK ADSORPSI KRISTAL VIOLET
Kristal violet merupakan salah satu limbah pewarna sintetis yang bersifat toksik sehingga dapat mengganggu kesehatan manusia dan menurunkan kualitas ekosistem akuatik. Keberadaan kristal violet di lingkungan perairan dapat menyebabkan iritasi kulit, mata, gangguan pernapasan, dan gangguan pencernaan. Selain itu keberadaan di perairan dapat menghambat proses fotosintesis. Oleh karena itu dibutuhkan metode yang dapat digunakan untuk mengurangi kadar kristal violet. Metode adsorpsi merupakan teknik yang umum digunakan untuk mengurangi kadar zat warna di perairan karena proses yang sederhana, efisien dan tidak membutuhkan biaya yang banyak. Kinerja adsorpsi sangat ditentukan oleh jenis dan karakteristik adsorben yang digunakan. Salah satu yang mempengaruhi proses adsorpsi adalah adsorben yang digunakan. Gelatin sebagai biomaterial ramah lingkungan memiliki potensi sebagai adsorben karena memiliki gugus fungsional seperti -NH dan -COOH yang dapat berinteraksi dengan kristal violet. Namun, gelatin memiliki kecenderungan menyerap air yang mengakibatkan penurunan stabilitas mekaniknya. Oleh karena itu, gelatin diperkuat menggunakan pengikat silang glioksal untuk meningkatkan stabilitas struktur dan dikompositkan dengan Fe?O? yang bersifat paramagnetit untuk memudahkan pemisahan secara magnetik untuk penggunaan kembali. Penelitian ini bertujuan menentukan komposisi optimum gelatin dan glioksal pada massa magnetit tetap dalam sintesis Fe?O?@Gelatin untuk memperoleh kapasitas adsorpsi maksimum, serta menentukan kondisi adsorpsi kristal violet yang optimum. Optimasi komposisi adsorben dilakukan menggunakan metode Central Composite Design (CCD) berbasis perangkat lunak Minitab. CCD merupakan salah satu metode dalam Response Surface Methodology (RSM) yang dapat mengetahui pengaruh masing-masing variabel serta interaksi antarvariabel secara efisien melalu kombinasi titik pusat, titik aksial, dan titik faktorial. Metode ini dapat meminimalkan jumlah percobaan yang diperlukan dan dapat memprediksikan data sehingga sangat sesuai untuk optimasi komposisi material. Sedangkan penentuan kondisi adsorpsi dilakukan secara batch untuk mengevaluasi pengaruh pH, massa adsorben, waktu kontak, konsentrasi awal, suhu dan pengaruh konsentrasi NaCl terhadap kapasitas adsorpsi kristal violet. Hasil penelitian mengenai optimasi komposisi gelatin dan glioksal dalam pembuatan adsorben Fe?O?@Gelatin dengan metode CCD menunjukkan nilai R²-pred sebesar 0,8873 dan R²-adj sebesar 0,9822. Selisih antara R²-pred dan R²-adj kurang dari 0,2 yang menunjukkan model yang dibuat memiliki kemampuan prediksi yang sangat baik. Kondisi optimum pada perbandingan massa gelatin dan glioksal adalah 4,567 : 0,4271 dengan kapasitas adsorpsi sebesar 9,63 mg/g. Setelah disintesis dan dilakukan adsorpsi diperoleh rata-rata kapasitas adsorpsi dari lima eksperimen yang dilakukan yaitu sebesar 9,4562 mg/g. Hasil Uji T dari kapasitas adsorpsi eksperimen dan kapasitas adsorpsi yang diramalkan oleh minitab menunjukkan kapasitas adsorpsi tidak berbeda signifikan. Karakterisasi FTIR, XRD, SEM-EDS, dan TEM mengkonfirmasi keberhasilan sintesis Fe?O?@Gelatin dan keberhasilan adsorpsi kristal violet. Kondisi adsorpsi optimum diperoleh pada pH 8, massa adsorben 75 mg, dan waktu kontak 30 menit. Adsorpsi kristal violet mengikuti kinetika orde dua semu dan isoterm Langmuir. Secara termodinamika, proses berlangsung endoterm (?H = 24,18 kJ/mol), spontan (?G < 0), dan disertai peningkatan ketidakteraturan (?S = 185,84 J/mol·K) dengan qmaks 20,78 mg/g. Fe?O?@Gelatin menunjukkan kinerja adsorpsi-desorpsi yang baik hingga tiga siklus penggunaan. Untuk mengetahui pengaruh keberadaan ion-ion kompetitor terhadap kinerja adsorpsi kristal violet, dilakukan pengujian pengaruh penambahan NaCl. Hasil yang diperoleh menunjukkan, kapasitas adsorpsi menurun seiring bertambahnya konsentrasi NaCl. Penurunan ini disebabkan oleh kompetisi antara Na+ dengan kristal violet yang bermuatan positif untuk mengisi situs aktif di permukaan adsorben Fe?O?@Gelatin.
SINTESIS PARASETAMOL MELALUI PENATAAN ULANG BECKMANN DALAM REAKTOR ALIRAN MIKRO
Parasetamol merupakan obat esensial dengan kebutuhan nasional lebih dari 9.000 ton per tahun, sementara Indonesia masih bergantung sekitar 90% pada bahan baku obat impor. Ketergantungan ini menimbulkan kerentanan terhadap gangguan rantai pasok global. Dalam upaya mendukung kemandirian bahan baku obat, penelitian ini mengembangkan rute sintesis alternatif parasetamol dari p-hidroksiasetofenon oksim (4-HAPO) melalui reaksi penataan ulang Beckmann menggunakan katalis asam trifluoroasetat (TFA) dalam sistem reaktor aliran. Prekursor 4-HAPO berhasil disintesis dengan rendemen sebesar 92% dan struktur molekulnya dikonfirmasi melalui analisis ¹H-NMR dan ¹³C-NMR. Pergeseran kimia khas oksim (–NOH) serta sinyal aromatik muncul sesuai dengan literatur. Setelah mengalami penataan ulang Beckmann, spektrum NMR menunjukkan hilangnya sinyal oksim dan munculnya sinyal amida yang mengkonfirmasi terbentuknya parasetamol. Penggunaan TFA sebagai katalis berperan dalam memfasilitasi tahap protonasi oksim dan pembentukan intermediet nitrilium, yang merupakan tahap kunci dalam penataan ulang Beckmann. Sintesis parasetamol dilakukan menggunakan sistem pompa suntik dan pompa peristaltik dengan melakukan optimasi kondisi reaksi meliputi suhu, laju alir, ekivalensi TFA, konsentrasi, dan panjang selang reaktor. Kondisi optimum diperoleh pada suhu 100 °C, laju alir 0,3 mL/menit, 1,1 ekivalen TFA, konsentrasi 0,05 M, dan panjang selang 3 m. Pada kondisi tersebut, rendemen reaksi mencapai 58%, sedangkan reaksi kontinu selama 24 jam menghasilkan rendemen hingga 82% dengan produk berwarna krem pucat. Untuk memenuhi persyaratan mutu farmakope, produk hasil sintesis dimurnikan melalui proses penghilangan warna menggunakan karbon aktif. Konsentrasi karbon aktif dioptimasi pada variasi 5, 10, 15, 25, dan 30% terhadap massa teoritis produk. Hasil optimasi menunjukkan bahwa proses penghilangan warna efektif dalam menurunkan intensitas warna produk. Produk hasil penghilangan warna direkristalisasi dan diperoleh rendemen akhir sebesar 48% berupa padatan berwarna putih. Padatan yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi menggunakan FTIR, 1H- NMR dan 13C-NMR yang menunjukkan bilangan gelombang dan geseran kimia yang sesuai dengan literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sintesis parasetamol menggunakan reaktor aliran dengan katalis TFA berpotensi menghasilkan produk dengan konversi tinggi dan kemurnian yang baik, serta menjadi jalur sintesis yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif teknologi dalam pengembangan produksi bahan baku parasetamol dalam negeri.
SINTESIS TURUNAN FURFURAL SEBAGAI PREKURSOR SENYAWA BIOAKTIF BERBASIS BAHAN HAYATI
Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku obat (BBO) masih berada pada tingkat yang sangat tinggi, sehingga menimbulkan kerentanan terhadap gangguan rantai pasok global. Salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan tersebut adalah pengembangan prekursor untuk sintesis senyawa farmasi berbasis sumber daya hayati lokal. Furfural merupakan senyawa platform penting yang dapat dihasilkan dari biomassa lignoselulosa dan memiliki potensi untuk ditransformasikan menjadi turunan bernilai tambah, termasuk sebagai prekursor senyawa bioaktif. Namun demikian, pemanfaatan furfural dalam sintesis organik masih menghadapi tantangan berupa selektivitas reaksi yang rendah, ketidakstabilan intermediat, serta pembentukan produk samping yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan transformasi furfural melalui reaksi Cannizzaro serta proteksi gugus hidroksil pada furfuril alkohol untuk menghasilkan turunan yang lebih stabil. Pemurnian furfural komersial dilakukan menggunakan natrium karbonat yang diikuti dengan distilasi vakum untuk menghilangkan pengotor dan produk degradasi. Reaksi Cannizzaro menggunakan larutan kalium hidroksida dalam medium air untuk menghasilkan asam furoat dan furfuril alkohol. Selanjutnya, furfuril alkohol diproteksi menggunakan tert- butildimetilsilil klorida (TBSCl) dan basa imidazol. Pemurnian furfural komersial dihasilkan furfural murni sebesar 84,9% yang dikonfirmasi melalui spektrum 1H- NMR dengan kemunculan sinyal khas proton aldehida pada ? 9,52 ppm serta tiga sinyal proton cincin furan pada daerah aromatik. Reaksi Cannizzaro menghasilkan asam furoat dan furfuril alkohol dengan rendemen masing-masing sebesar 23,1% dan 26,9%. Transformasi ini ditandai oleh hilangnya sinyal proton aldehida, munculnya sinyal metilena (-CH?OH) pada ? 4,59 ppm untuk furfuril alkohol serta pergeseran sinyal proton furan akibat pengaruh gugus karboksilat pada asam furoat. Proteksi gugus hidroksil pada furfuril alkohol berhasil mendapatkan furfuril TBS eter dengan rendemen 82,5%, yang dikonfirmasi melalui munculnya sinyal khas gugus tert-butildimetilsilil pada daerah medan tinggi (? 0,9-0,0 ppm) serta hilangnya sinyal proton hidroksil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa furfural dapat ditransformasikan secara sistematis menjadi turunan yang lebih stabil sebagai furfuril alkohol dan asam furoat. Turunan furfural yang dihasilkan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai prekursor dalam sintesis senyawa bioaktif berbasis kerangka sikloheksena.
ANALISIS DAMPAK KEUANGAN DARI RESTRUKTURISASI ORGANISASI: STUDI EVALUATIF PADA META
Penelitian ini menyelidiki dampak keuangan dari penyusutan tenaga kerja (corporate downsizing) pada Meta Platforms Inc., dengan menganalisis periode dari 2018 hingga 2025, yang mencakup fase ekspansi agresif dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) "Year of Efficiency" yang dimulai pada akhir 2022. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menerapkan Analisis Deret Waktu Terinterupsi (ITSA) dan model regresi berganda pada data triwulanan untuk menilai perubahan dalam metrik keuangan dan operasional utama sebelum dan setelah intervensi downsizing. Temuan mengungkapkan "efek riak" yang kompleks. Di satu sisi, downsizing menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap profitabilitas dan efisiensi biaya dalam jangka menengah. Metrik seperti Return on Assets (ROA) dan Operating Margin (OPM) menunjukkan tren peningkatan yang nyata pasca-downsizing, dan Pendapatan Operasi per Karyawan (OIPE) meningkat, yang mengindikasikan efisiensi laba per pekerja yang lebih baik terutama melalui pengurangan biaya. Sebaliknya, strategi ini berdampak buruk pada produktivitas operasional. Penjualan per Karyawan (SPE) secara konsisten menurun, menunjukkan bahwa pengurangan tenaga kerja mengganggu kapasitas output dan berpotensi merusak moral karyawan. Lebih lanjut, downsizing tidak menunjukkan efek yang signifikan terhadap Return on Equity (ROE) atau Rasio Arus Kas Operasi terhadap Aset (OCF), yang mengindikasikan bahwa imbal hasil untuk pemegang saham dan likuiditas jangka pendek tidak membaik secara langsung karena PHK. Hasil ini tetap kuat setelah mengontrol faktor internal (intensitas R&D, leverage) dan kondisi makroekonomi eksternal (pertumbuhan PDB, inflasi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun downsizing berfungsi sebagai alat yang efektif untuk rekayasa keuangan dan optimasi biaya jangka pendek hingga menengah di Meta, strategi ini menciptakan trade-off kritis dengan melemahkan produktivitas operasional. Hasil ini mendukung peringatan dari Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholder Theory) dan Resource-Based View, yang menyoroti risiko pengikisan modal manusia dan kapasitas inovasi jangka panjang untuk keuntungan finansial jangka pendek.