📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenPENINGKATAN WAKTU UNTUK MEMPEROLEH WAWASAN ANALITIK DATA MELALUI SOLUSI AGENTIC AI: STUDI KASUS PT DOMPET MASA DEPAN
Sebagai perusahaan rintisan di industri yang berkembang, PT Dompet Masa Depan (“Dompet”) menghadapi masalah berupa lonjakan tingkat pelanggaran Service Level Agreement (SLA) hingga hampir 60% dan waktu perolehan wawasan (time-to-insight) yang melambat dua kali lipat dalam satu tahun terakhir. Meskipun volume data tumbuh lebih dari 25 kali lipat, Root Cause Analysis (RCA) mengungkap bahwa penurunan kinerja ini bukan semata masalah kapasitas, melainkan akibat tingginya permintaan manual yang repetitif (“toil”). Hal ini disebabkan oleh ketergantungan pemangku kepentingan pada tim data akibat ketiadaan konteks data yang mudah dipahami, yang mendesak adanya kebutuhan akan solusi analitik mandiri (self-serve) yang cerdas berbasis Agentic AI. Studi ini menerapkan metodologi Riset Ilmu Desain (DSR) untuk mengembangkan solusi yang terukur. Penilaian faktor Teknologi-Organisasi-Lingkungan (TOE) mengonfirmasi kelayakan adopsi AI agen, dengan menunjukkan keunggulan relatif yang tinggi serta dukungan manajemen yang kuat. Kedua, studi ini menerapkan Teori Batasan Objek dan Prinsip Desain dalam IS untuk menyintesis kerangka kerja Masukan-Agen-Keluaran (IAO) dalam merancang platform analitik data mandiri berbasis Agentic AI. Artefak ini mengusung arsitektur multi-agen yang terdiri dari agen Supervisor, Query, Visualization, Analyst, Reviewer, dan Responder. Agen-agen tersebut mampu memproses permintaan dalam bahasa alami, menjalankan kueri SQL, dan menghasilkan wawasan yang penuh konteks. Solusi yang diusulkan dievaluasi terhadap 22 kebutuhan pengguna dan sistem yang telah ditetapkan, serta divalidasi melalui enam skenario penggunaan komprehensif, dengan mencapai tingkat pemenuhan 100%. Terakhir, menggunakan metode Metode Jalur Kritis (CPM) dan analisis PERT, studi ini menyajikan rencana implementasi konkret dengan estimasi waktu penyelesaian selama 47 hari kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa solusi Agentic AI ini memungkinkan Dompet untuk mengalihkan beban tugas analitik repetitif, sehingga dapat mengurangi waktu perolehan wawasan dan memungkinkan tim data analitik untuk kembali fokus pada inisiatif strategis.
KALIBRASI NUMERIK SISTEMATIS KOEFISIENPERPINDAHAN PANAS MENYELURUH (HTC) BERBASISMULTI-DATASET UNTUK MODEL MEKANISTIK DEPOSISIWAX DI ASPEN HYSYS
Deposisi parafin (wax deposition) merupakan salah satu tantangan utama dalam jaminan aliran (flow assurance) industri minyak dan gas. Model mekanistik yang ada sering kali menghasilkan prediksi kurang akurat karena sensitivitas tinggi terhadap parameter yang sulit ditentukan, khususnya koefisien perpindahan panas menyeluruh (HTC). Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi model simulasi mekanistik deposisi wax di Aspen HYSYS melalui prosedur kalibrasi numerik sistematis HTC berbasis Multi-Dataset eksperimen flow loop dari literatur. Metodologi meliputi: (1) implementasi model mekanistik yang mengintegrasikan termodinamika presipitasi wax, perpindahan panas, difusi massa, dan dinamika fluida; (2) kalibrasi/tuning HTC menggunakan dataset Makwashi, Singh, Al- Theyab, dan Zheng; (3) pengembangan korelasi empiris HTC sebagai fungsi kondisi operasi (temperatur pendingin, laju alir, dan waktu deposisi); serta (4) validasi model pada berbagai konfigurasi untuk menilai akurasi dan generalisasi. Hasil menunjukkan bahwa model yang dikalibrasi mampu memprediksi ketebalan deposit wax dengan akurasi tinggi (MAPE <0,01%, R² ?0,999) pada beragam fluida dan kondisi operasi. Korelasi empiris HTC yang diperoleh memperlihatkan pola konsisten: meningkat dengan laju alir dan menurun seiring waktu akibat pertumbuhan serta aging deposit. Temuan ini menegaskan bahwa HTC dapat dijadikan parameter tuning utama yang praktis, dan korelasi yang dikembangkan dapat dimanfaatkan sebagai kerangka kerja desain serta evaluasi eksperimen flow loop maupun prediksi risiko deposisi wax dalam skenario operasional nyata.
PENANGANAN LUMPUR TINJA TOILET DARURAT DI KAWASAN TERKENA BENCANA PADA FASE INTERMEDIATE (STUDI KASUS: KABUPATEN CIANJUR)
Risiko kesehatan lingkungan yang persisten akibat ketergantungan berkepanjangan pada solusi sanitasi darurat pasca-gempa Cianjur 2022 mendesak adanya transisi strategis menuju manajemen sanitasi yang aman dan berkelanjutan (Safely Managed Sanitation) di Kecamatan Cugenang. Melalui pendekatan mixed-methods, penelitian ini melibatkan 110 responden rumah tangga di 16 desa di Kecamatan Cugenang, yang ditentukan melalui rumus Yamane dan teknik disproportional stratified random sampling, serta 11 informan kunci yang dipilih secara purposive sampling dari unsur pemerintah dan non-pemerintah. Penelitian ini mengintegrasikan analisis risiko sanitasi (EHRA), evaluasi teknis Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) terhadap Sphere Standards, serta pemetaan pemangku kepentingan dengan matriks Power vs. Interest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun wilayah berada pada kategori risiko "Sedang", sektor Air Limbah Domestik (ALD) merupakan kontributor risiko terbesar dengan rata-rata skor IRS mencapai 0,78. Temuan ini divalidasi oleh adanya Shit Flow Diagram (SFD) yang mengonfirmasi kondisi Unsafely Managed akibat kelemahan aspek penampungan (tangki septik tidak kedap) serta ketiadaan layanan penyedotan dan pengolahan lumpur tinja yang berfungsi. Analisis pemangku kepentingan mengidentifikasi hambatan kritis (bottleneck) pada Bappeda sebagai aktor dengan kekuatan tinggi namun memiliki kepentingan rendah (Keep Satisfied) terhadap isu manajemen lumpur tinja, yang berpotensi menghambat keberlanjutan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P). Sebagai solusi, penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pengembangan "Model Kelembagaan Kolaboratif" yang mentransformasi jaringan tata kelola dari kondisi terfragmentasi (fragmented) menjadi terintegrasi (integrated). Secara praktis, model kolaboratif yang dihasilkan dapat diadopsi sebagai kerangka acuan kebijakan bagi pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan dalam merancang program pemulihan sanitasi pascabencana yang lebih tangguh, inklusif, dan memenuhi standar keselamatan internasional.
RELOKASI HIPOSENTER DENGAN METODE DOUBLE DIFFERENCE MENGGUNAKAN DATA KATALOG DAN KORELASI SILANG WAVEFORM PADA LAPANGAN PANAS BUMI
Lapangan Panas Bumi “Severa” berada pada wilayah yang memiliki potensi energi panas bumi dengan aktivitas seismik yang signifikan. Penentuan hiposenter seringkali berbeda dari lokasi sebenarnya karena dipengaruhi oleh penentuan waktu tiba gelombang, model kecepatan, dan nonlinearitas gempa sehingga perlu dilakukan relokasi hiposenter. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi hiposenter melalui relokasi hiposenter dengan metode doubledifference serta mengidentifikasi keberadaan klaster event mikroseismik dan keterkaitannya dengan mekanisme sumber dan struktur geologi Lapangan Panas Bumi ”Severa”. Korelasi silang waveform diterapkan pada 80 event mikroseismik yang tersebar pada bagian Barat (injeksi) dan Timur (produksi) area penelitian untuk memperbaiki waktu tiba gelombang berdasarkan kesamaan gelombang. Relokasi hiposenter dilakukan dengan menggunakan data katalog dan korelasi silang untuk menentukan posisi relatif dari hiposenter. Prinsip metode double difference adalah dengan membandingkan dua hiposenter yang berdekatan terhadap stasiun perekaman dengan asumsi bahwa jarak kedua hiposenter yang berdekatan harus lebih dekat daripada jarak hiposenter ke stasiun perekaman. Pasangan beda waktu tiba katalog dibentuk pada program ph2dt, korelasi silang waveform diterapkan dengan kriteria CC > 0.7, dan relokasi hiposenter dilakukan pada perangkat lunak hypoDD. Relokasi hiposenter dengan kombinasi data katalog dan korelasi silang berhasil dilakukan pada 78 event. Distribusi hiposenter yang telah direlokasi menunjukkan pola yang lebih mengelompok dibandingkan hiposenter awal serta kedalaman event menjadi lebih dangkal yaitu pada kedalaman 0-4 km. Parameter yang digunakan pada relokasi hiposenter sudah sesuai dengan menghasilkan nilai ketidakpastian pada komponen horizontal menjadi 300 m dan vertikal menjadi 400 m. Klaster Timur membentuk tren hiposenter dengan orientasi Timur Laut-Barat Daya yang menunjukkan bahwa klaster tersebut dipengaruhi oleh struktur yang berorientasi Timur Laut-Barat Daya dengan kemiringan ke arah Utara. Klaster Barat menunjukkan persebaran hiposenter yang lebih acak yang dipengaruhi oleh terbentuknya zona depresi akibat aktivitas injeksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan korelasi silang waveform dapat meningkatkan kualitas relokasi secara signifikan dan mendukung interpretasi bawah permukaan lebih detail
FABRIKASI LAPISAN FECONIP SEBAGAI ELEKTROKATALIS PROSES PRODUKSI HIDROGEN MENGGUNAKAN METODE ONE-STEP ELECTRODEPOSITION
Ketergantungan penggunaan energi fosil sebagai sumber utama listrik global telah memberikan dampak signifikan terhadap kerusakan lingkungan, terutama akibat peningkatan emisi karbon dan efek rumah kaca. Kondisi krisis energi ini mendesak percepatan transisi menuju sumber energi terbarukan, di mana hidrogen yang diproduksi melalui metode elektrolisis air menjadi salah satu solusi energi bersih yang potensial karena tidak menghasilkan emisi karbon dioksida. Namun, penerapan teknologi ini secara komersial masih terkendala oleh penggunaan elektrokatalis berbasis logam mulia (Platinum Group Metals) yang memiliki ketersediaan terbatas dan biaya tinggi. Sebagai alternatif yang lebih ekonomis, material Transition Metal Phosphides (TMPs), khususnya paduan besi-kobaltnikel- fosfor (FeCoNiP), menawarkan aktivitas katalitik yang unggul melalui efek sinergis antarlogam transisi dan atom fosfor. Penelitian ini bertujuan untuk memfabrikasi lapisan elektrokatalis FeCoNiP menggunakan metode one-step electrodeposition yang dinilai lebih efisien, aman, dan sederhana dibandingkan metode termal konvensional. Fokus utama studi ini adalah mengevaluasi pengaruh variasi parameter rapat arus, konsentrasi fosfor, dan duty cycle terhadap kinerja reaksi evolusi hidrogen (hidrogen evolution reaction, HER), serta memodelkan optimasi prosesnya menggunakan pendekatan statistik Box-Behnken. Serangkaian percobaan dilakukan untuk menyelidiki pengaruh berbagai parameter proses pada fabrikasi lapisan FeCoNiP melalui metode elektrodeposisi, yang terdiri dari rapat arus (J = 1 – 10 amps-per-squared-decimeter, ASD), konsentrasi fosfor ([P] = 0 – 0,5 M), dan duty cycle (D = 50 – 100) terhadap kinerja elektrokatalitik FeCoNiP dalam reaksi HER. Percobaan dimulai dengan perancangan eksperimen menggunakan metode Box-Behnken Design (BBD) untuk mengidentifikasi faktor yang signifikan, dan memodelkan hubungan kompleks antarvariabel yang digunakan dalam proses elektrodeposisi FeCoNiP. Selanjutnya, dilakukan preparasi substrat, kemudian proses elektrodeposisi sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Pengujian elektrokimia yaitu Linear Sweep Voltammetry (LSV) dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dengan menggunakan sistem tiga elektroda dalam larutan elektrolit kalium hidroksida (KOH 1 M). Data LSV dan EIS kemudian diolah dengan perangkat lunak ZView versi 4 dan Microsoft Excel 365 untuk menentukan nilai overpotential dan kemiringan Tafel, yang berfungsi sebagai data yang dianalisis lebih lanjut menggunakan Minitab versi 22 untuk memprediksi parameter optimum percobaan. Setelah prediksi analisis ditentukan, uji validasi dilakukan untuk memverifikasi hasil prediksi optimum. Setelah terverifikasi, parameter optimum kemudian divariasikan terhadap rapat arus dan konsentrasi fosfor. Pengujian kinerja elektrokatalitik lapisan FeCoNiP dilakukan dengan pengujian LSV, EIS, Cyclic Voltammetry (CV), dan Chonopotentiometry (CP). Karakterisasi lapisan FeCoNiP berupa Difraksi Sinar-X (X-ray Diffraction, XRD), Field Emission Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (FESEM-EDS), dan X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS) dilakukan untuk menganalisis karakteristik lapisan FeCoNiP. Parameter optimum pada variasi percobaan diperoleh pada kondisi dengan rapat arus 6,09 ASD, konsentrasi fosfor sebesar 0,28 molar, dan duty cycle sebesar 76%. Respons pada parameter tersebut diperoleh nilai overpotential sebesar 41,90 mV dan kemiringan Tafel sebesar 50,63 mV/dekade. Analisis statistik menunjukkan bahwa parameter rapat arus dan konsentrasi fosfor berkontribusi signifikan terhadap kinerja elektrokatalitik HER, sedangkan duty cycle hanya berkontribusi signifikan pada kuadratik respons overpotential. Lapisan FeCoNiP terbentuk dari larutan padat (solid solution) FeCoNi dengan atom fosfor yang terinkorporasi masuk ke dalam kisi logam atau terlarut ke dalam fasa amorf dengan morfologi nodular. Inkorporasi fosfor ke dalam kisi logam menciptakan situs ganda yang meningkatkan kinerja elektrokatalitik lapisan FeCoNiP. Selain unggul pada kinerja elektrokatalitik, lapisan FeCoNiP menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan kestabilan pada proses HER selama 20 jam.
PENGARUH MODAL SOSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN EVAKUASI BENCANA TSUNAMI (STUDI KASUS : DESA GALALA, KOTA AMBON)
Penelitian ini mengkaji pengaruh modal sosial dalam pengambilan keputusan evakuasi tsunami pada masyarakat pesisir Desa Galala. Desa Galala telah diakui Tsunami Ready oleh UNESCO–IOC melalui pemenuhan 12 indikator kesiapsiagaan, yang menandai kematangan kapasitas prabencana komunitas. Namun pengakuan formal sebagai wilayah Tsunami Ready tidak serta-merta menjamin efektivitas respons masyarakat dalam situasi nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan pemgumpulan data primer melalui wawancara semi terstruktur, observasi lapangan, dan telaah dokumen kemudian analisis dengan metode grounded theory. Hasil menunjukkan bahwa input berupa kesiapsiagaan berbasis partisipasi dan solidaritas komunitas, termasuk jejaring kepercayaan, praktik gotong royong, dan pengalaman simulasi menjadi fondasi prabencana. Pada process, keputusan dibentuk oleh tiga mekanisme yang saling menguatkan: (i) kepatuhan terhadap arahan tim siaga bencana desa yang berlandaskan legitimasi lokal; (ii) proses evakuasi keluarga yang dipicu emosi protektif dan dibingkai norma sosial (persuasi,otoritatif); dan (iii) pengambilan Keputusan evakuasi karena di dorong oleh nilai nilai praktik/ritual keagamaan serta memori kolektif. Output yang dihasilkan ialah evakuasi kolektif yang cepat dan tertib, termasuk kepatuhan rute dan dukungan antartetangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengambilan keputusan evakuasi di Desa Galala tidak semata ditentukan oleh faktor struktural dan informasi formal, melainkan secara kuat dibentuk oleh modal sosial yang mencakup dimensi afektifii kolektif. Modal sosial yang terejawantahkan melalui jejaring bonding, bridging, dan linking berfungsi sebagai mekanisme aktif yang memfasilitasi penyebaran informasi, memperkuat legitimasi keputusan, dan mengonsolidasikan tindakan kolektif saat darurat. Dimensi afektif dalam modal sosial, yang bersumber dari pengalaman traumatis masa lalu, memori kolektif, kasih sayang keluarga, serta kepercayaan spiritual, menjadi energi sosial yang menghidupkan jaringan lintas generasi untuk bertindak cepat dan saling menolong. Dengan demikian, keputusan evakuasi di Desa Galala lahir dari interaksi erat antara struktur jejaring sosial dan daya afektif yang tertanam di dalamnya, menjadikan modal sosial sebagai fondasi kunci dalam kesiapsiagaan dan resiliensi bencana.
ANALISIS FITNESS-FOR-SERVICE PADA PIPA PENYALUR DENGAN CACAT RETAK DAN PENYOK STUDI KASUS : FASILITAS HULU MINYAK DAN GAS SUMATRA
Pentingnya industri minyak dan gas untuk energi Indonesia membuat perawatan ageing facility menjadi aktivitas yang krusial. Dua kerusakan yang kerap ditemukan pada pipeline adalah cacat retak dan penyok dimana pembahasan mendalam asesmen FFS sudah banyak dilakukan. Akan tetapi belum ada pembahasan FFS ketika retak dalam pipa terkena penyok. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan asesmen FFS pada pipeline 18 inci yang memiliki retak dan penyok dilokasi yang sama. Pipeline dinyatakan layak beroperasi dengan retak sedalam 2,54 mm karena panjang retak 12,7 mm tidak melebihi batas kritikal level 1. Selain itu titik asesmen (????????,????????) tidak melebihi kurva FAD pada level 2 maupun 3. Sama halnya, pipeline dinyatakan aman beroperasi dengan cacat penyok 3,81 mm karena semua kriteria pada level 1 dan 3 cacat penyok dipenuhi. Ditemukan pula bahwa tegangan sisa akibat pengelasan dapat diabaikan karena jarak cacat jauh dengan sambungan las pada 500 mm. Pengenalan penyok dengan retak membuat regangan plastik ekuivalen 0,1765 melebihi batas triaxial strain pipa pada 0,1304 yang menandakan local failure. Titik asesmen yang dihasilkan juga melewati kurva FAD yang menandakan pipeline mengalami fracture. Ditemukan kedalaman maksimum penyok yang diperbolehkan hanya 1,36 mm. Variasi retak dengan rasio a/t 0,2, 0,5, dan 0,8 dilakukan pada tekanan operasi sampai desain yang tidak cukup kuat untuk menggagalkan pipeline. Akan tetapi penambahan penyok menyebabkan pipeline gagal untuk semua ukuran. Pipeline dengan a/t 0,2 gagal karena indentasi membuat crack front membuka dan fracture terjadi. Sedangkan pipa dengan a/t 0,5 dan 0,8 mengalami local failure karena ukuran retak memperbolehkan regangan plastik mencapai batas triaxial strain sebelum cacat retak gagal. Terakhir, kedalaman maksimum penyok untuk tiap ukuran retak juga telah ditemukan sebagai referensi inspeksi selanjutnya.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP GERMINASI, BIOMASSA, DAN KANDUNGAN VITAMIN E, FE, K, ZN PADA MICROGREENS BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS ANNUUS L.)
Indonesia mengalami urbanisasi yang pesat, dengan proyeksi 66,6% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan pada tahun 2035. Penduduk perkotaan lebih rentan terjangkit penyakit terkait gaya hidup tidak sehat. Konsumsi sayuran yang cukup dapat mengurangi resiko seseorang menderita penyakit-penyakit tersebut. Di daerah perkotaan dengan lahan yang terbatas, microgreens menjadi alternatif pangan fungsional untuk memenuhi gizi dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh komposisi media tanam terhadap kualitas dan kuantitas hasil panen microgreens bunga matahari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kelompok dan 5 perlakuan media tanam. Perlakuan terdiri atas cocopeat 100% (P1), cocopeat 60% dan tanah 40% (P2), cocopeat 60% dan vermiculite 40% (P3), cocopeat 60% dan vermicompost 40% (P4), serta cocopeat 60% dan perlite 40% (P5) berdasarkan rasio bobot per bobot. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi kondisi mikroklimat dan edafik selama penelitian, tinggi tanaman, bobot panen, rasio tajuk-akar, germination index, germination percentage, serta kandungan vitamin E, Fe, K, dan Zn. Microgreens bunga matahari dipanen 10 hari setelah tanam. Analisis data dilakukan dengan uji homogenitas Saphiro-Wilk dan normalitas Levene, kemudian dilanjutkan dengan uji ANOVA two way factors dan uji lanjut Tukey-b. Data yang tidak homogen diuji dengan Welch ANOVA dan uji Post-Hoc Games Howell. Data dengan penyimpangan tinggi diuji dengan uji non-parametrik Kruskal-Wallis dengan uji post-hoc Dunn. Hasil analisis menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang akar, bobot panen, germination percentage, germination index, kandungan Fe dan Zn. P2 menghasilkan microgreens bunga matahari dengan tinggi tanaman, bobot panen, dan kandungan Fe tertinggi. P3 menghasilkan microgreens bunga matahari dengan panjang akar, germination index, dan kandungan Fe tertinggi. P4 menghasilkan microgreens bunga matahari dengan kandungan Zn tertinggi. Media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, rasio tajuk-akar, kandungan vitamin E dan kandungan K pada microgreens bunga matahari. Media tanam terbaik untuk microgreens bunga matahari adalah P3 dengan bobot panen 0,28 g/tanaman, panjang akar 11,26 cm, germination index 51,744, germination percentage 93%, kadar air 90,12%, kandungan vitamin E 7,83 mg/100 g bobot basah, kandungan Fe 69,48 mg/100 g bobot basah, kandungan K 0,41 mg/100 g bobot basah, dan kandungan Zn 16,80 mg/g bobot basah. Oleh karena itu, media tanam P3 menjadi media tanam yang cocok digunakan dalam budidaya microgreens bunga matahari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat kota.
DEVELOPMENT OF AN N-LINKED GLYCOSYLATED HEMAGGLUTININ EXPRESSION STRATEGY IN ESCHERICHIA COLI FOR A POULTRY VACCINE CANDIDATE AGAINST HIGHLY PATHOGENIC AVIAN INFLUENZA (HPAI) H5N1 AND CAMPYLOBACTER JEJUNI
Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N1 dan Campylobacter jejuni masih menjadi ancaman signifikan bagi kesehatan unggas. Vaksin glikokonjugat multivalen yang secara simultan menargetkan H5N1 dan C. jejuni menawarkan strategi yang menjanjikan untuk perlindungan jangka panjang melalui induksi respons imun yang bergantung pada sel T. Protein Glycan Coupling Technology (PGCT) memungkinkan produksi vaksin tersebut melalui sintesis glikoprotein secara rekombinan di Escherichia coli dengan memanfaatkan sistem N-glikosilasi milik C. jejuni (lokus pgl). Hemaglutinin (HA), antigen permukaan utama H5N1, berfungsi sebagai protein pembawa yang sesuai untuk dikonjugasikan dengan N-glikan antigenik C. jejuni yang juga berlimpah. Namun, ekspresi HA di E. coli terhambat oleh banyaknya ikatan disulfida yang menyebabkan agregasi, karena E. coli memiliki kapasitas terbatas untuk mendukung pembentukan ikatan disulfida yang kompleks akibat lingkungan sitoplasmanya yang bersifat reduktif. Keterbatasan ini mengakibatkan rendahnya produksi protein dan efisiensi glikosilasi, mengingat glikosilasi yang dimediasi PGCT memerlukan protein yang larut dan telah ditranslokasikan ke ruang periplasmic. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan dan N-glikosilasi protein HA H5N1 rekombinan yang terkonjugasi dengan N-glikan C. jejuni (rH5-GT) melalui evaluasi kombinasi strain E. coli dan peptida sinyal (SP), serta kondisi kultur. Dua kombinasi strain–peptida sinyal E. coli dievaluasi untuk mengarahkan HA melalui jalur translokasi dan lingkungan pelipatan yang berbeda, yaitu SCM6–PelB yang mendukung ekspor bergantung Sec dalam strain yang mendorong transfer N-glikan (?wecA, ?waaL), serta SHuffle-TorA yang memungkinkan pembentukan ikatan disulfida di sitoplasma (?gor, ?trxB, cdsbC) sebelum ekspor bergantung Tat. Selain itu, pengaruh penurunan suhu kultivasi (25°C dan 30°C) serta rentang konsentrasi IPTG (0-0,5 mM) dievaluasi untuk mengidentifikasi kondisi ekspresi yang mendukung produksi glikoprotein. Protein total, protein larut, dan protein terglikosilasi yang diekspresikan kemudian dianalisis menggunakan Western blot dengan antibodi primer anti-His tag (1:3000) dan lektin soybean agglutinin (SBA) (1:500). Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. coli SHuffle-TorA hanya menghasilkan rH5 non-glikosilasi (~68,8 kDa), yang kemungkinan disebabkan oleh hambatan sterik pada situs glikosilasi ketika HA yang telah terlipat sempurna memasuki periplasma, sehingga menghalangi akses oligosakariltransferase (OTase) pglB. Sebaliknya, E. coli SCM6-PelB(SP) memungkinkan produksi rH5-GT (~84,4 kDa), yang menunjukkan bahwa translokasi dalam keadaan terlipat sebagian atau tidak terlipat sepenuhnya sangat penting untuk glikosilasi rH5-GT. Penurunan suhu inkubasi (25 °C) dengan durasi inkubasi yang sama (4 jam) menghasilkan peningkatan efisiensi glikosilasi sebesar ~2 kali lipat yang bersifat signifikan (P < 0,05; uji t Welch). Sementara itu, tidak diberikannya IPTG justru menghasilkan peningkatan efisiensi glikosilasi yang lebih signifikan (P < 0,01; uji t Welch) sebesar ~3 kali lipat, dengan tingkat protein total yang tetap serupa di seluruh kondisi. Hal ini menunjukkan bahwa ekspresi basal yang lambat memungkinkan pelipatan protein dan transfer glikan yang lebih baik. Secara keseluruhan, penelitian ini mengidentifikasi E. coli SCM6-PelB(SP) dengan jalur Sec, penurunan suhu, serta ekspresi basal tanpa IPTG sebagai parameter optimal untuk produksi rH5-GT dalam sistem PGCT.
KAJIAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI BATANG TIMPEH KABUPATEN DHARMASRAYA
Sungai Batang Timpeh merupakan salah satu sungai utama yang berada di Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, dan merupakan bagian penting dari sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Sungai ini memiliki panjang alur sekitar 57,62 km dengan luas DAS sekitar 236,36 km², serta berperan strategis dalam proses hidrologi regional dan mendukung berbagai aktivitas sosial ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor perkebunan dan permukiman. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian banjir di sepanjang Sungai Batang Timpeh terjadi dengan frekuensi dan luasan genangan yang semakin meningkat, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi ini mengindikasikan adanya penurunan kapasitas pengaliran sungai dan menunjukkan perlunya perencanaan pengendalian banjir yang komprehensif. Banjir di Sungai Batang Timpeh dipengaruhi oleh kombinasi faktor hidrologi, hidraulika, dan morfologi sungai. Keterbatasan kapasitas alur sungai, perubahan tutupan lahan di wilayah DAS, serta dinamika proses transport sedimen berkontribusi terhadap perubahan morfologi sungai yang selanjutnya memengaruhi karakteristik aliran dan stabilitas alur. Upaya pengendalian banjir yang hanya berfokus pada peningkatan kapasitas hidraulika cenderung memberikan manfaat jangka pendek dan berpotensi menimbulkan permasalahan lanjutan apabila respon morfologi sungai tidak diperhitungkan secara memadai. Oleh karena itu, strategi pengendalian banjir perlu dikembangkan melalui pendekatan terpadu yang mempertimbangkan karakteristik hidrologi, kinerja hidraulika, fungsi konservasi air, serta dinamika morfologi sungai sebagai satu kesatuan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrologi, hidraulika, dan morfologi Sungai Batang Timpeh sebagai dasar dalam penyusunan alternatif pengendalian banjir yang berkelanjutan dan terpadu. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan selama 13 tahun yang diperoleh dari empat stasiun hujan yang tersebar di dalam dan sekitar DAS. Pemodelan hujan–aliran dilakukan menggunakan metode GR4J untuk menghasilkan debit harian, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan debit banjir rencana pada beberapa kala ulang, dengan penekanan pada debit banjir kala ulang 25 tahun (Q25). Selain itu, pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap debit puncak banjir dianalisis sebagai bagian dari pendekatan non-struktural untuk mengevaluasi sensitivitas respon banjir terhadap pengelolaan DAS. Analisis hidraulika dan genangan banjir dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS melalui pemodelan aliran tidak tunak satu dimensi dan dua dimensi. vi Beberapa skenario penanganan dikembangkan dan dievaluasi, meliputi kondisi eksisting, normalisasi sungai, pembangunan dan peninggian tanggul, serta penerapan kolam retensi dengan sistem outlet gravitasi dan pompa. Setiap skenario dianalisis berdasarkan kemampuannya dalam menurunkan muka air banjir, mengurangi luas genangan, dan meningkatkan kapasitas pengaliran sungai pada kondisi debit banjir rencana Q25. Kajian morfologi sungai dilakukan melalui pemodelan transport sedimen satu dimensi menggunakan persamaan Meyer–Peter Müller (MPM). Debit harian hasil pemodelan GR4J digunakan sebagai input simulasi transport sedimen untuk periode 2026–2035. Analisis difokuskan pada identifikasi kecenderungan perubahan elevasi dasar sungai akibat proses agradasi dan degradasi, serta implikasinya terhadap kapasitas alur sungai dan risiko banjir dalam jangka menengah hingga panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Sungai Batang Timpeh belum mampu mengalirkan debit banjir rencana Q25 secara aman, sehingga menyebabkan limpasan dan genangan banjir di wilayah sekitar sungai. Normalisasi sungai dan pembangunan tanggul mampu mereduksi genangan secara signifikan, namun masih terdapat potensi limpasan pada beberapa segmen sungai akibat keterbatasan kapasitas lokal dan perbedaan elevasi puncak tanggul. Dari seluruh alternatif yang dikaji, penambahan kolam retensi dengan kapasitas tampungan efektif sekitar 441.223 m³ terbukti paling efektif dalam menurunkan debit puncak dan muka air banjir. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kolam retensi tersebut juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana konservasi air untuk mendukung kebutuhan air perkebunan pada musim kemarau. Analisis morfologi menunjukkan kecenderungan agradasi yang dominan selama periode simulasi, yang berpotensi menurunkan kapasitas alur sungai secara bertahap apabila tidak disertai dengan pengelolaan sedimen yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil kajian tersebut, pengendalian banjir Sungai Batang Timpeh direkomendasikan untuk dilaksanakan melalui kombinasi pendekatan struktural dan non-struktural secara terpadu dengan mempertimbangkan keterkaitan antara proses hidrologi, kinerja hidraulika, dan dinamika morfologi sungai. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengendalian banjir sekaligus menjamin keberlanjutan fungsi sungai dalam jangka panjang.
POTENSI PENERAPAN METODE PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS DIGITAL DENGAN PENDEKATAN GAMIFIKASI BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT DI KECAMATAN JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG
Permasalahan sampah menjadi isu yang semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, khususnya di kawasan strategis yang berfungsi sebagai kawasan pendidikan seperti di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang yang memiliki berbagai perguruan tinggi utama seperti IKOPIN, IPDN, UNPAD, dan ITB. Hal ini menuntut adanya sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pendekatan gamifikasi hadir menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah yang dapat mendukung perwujudan ekonomi sirkular sekaligus kota cerdas pada pilar lingkungan. Gamifikasi merupakan penerapan elemen permainan di luar aktivitas non permainan yang berguna untuk mendorong motivasi dan keterlibatan individu dalam suatu kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi penerapan metode pengelolaan sampah berbasis digital dengan pendekatan gamifikasi berdasarkan persepsi dan preferensi masyarakat di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif (mix method) sebagai pendekatannya. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu penyebaran kuesioner, wawancara, serta observasi. Metode analisisnya meliputi statistik deskriptif tabulasi silang, uji chi square, serta uji korelasi koefisien kontingensi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kondisi sosial ekonomi di Kecamatan Jatinangor didominasi oleh kelompok usia 39-49 tahun dengan dominasi respondennya berjenis kelamin perempuan. Tingkat pendidikan terakhir respoden didominasi oleh SMA/SMK/sederajat, sedangkan jenis pekerjaannya didominasi oleh wiraswasta. Apabila dilihat dari jumlah pendapatan diketahui bahwa sebagian besar responden masih memiliki upah di bawah UMK Kabupaten Sumedang dan dilihat dari jumlah pengeluaran tergolong masyarakat Menuju Kelas Menengah. Hasil analisis kondisi pengelolaan sampah di Kecamatan Jatinangor menunjukkan bahwa pengelolaan sampah eksisting masih mengandalkan metode konvensionalii dengan cara membakar sampah maupun menyetorkan sampah kepada petugas pengangkutan. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis pengaruh kondisi sosial ekonomi terhadap persepsi pengelolaan sampah diketahui bahwa tingkat pendidikan membuktikan adanya hubungan paling signifikan terhadap variabel persepsi berdasarkan sikap, kepentingan, serta pengalaman. Hal ini mengonfirmasi bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka sikapnya akan semakin baik juga terhadap pengelolaan sampah. Pada hasil analisis lainnya diketahui bahwa terdapat potensi penerapan metode pengelolaan sampah berbasis digital dengan pendekatan gamifikasi berdasarkan persepsi dan preferensi masyarakat di Kecamatan Jatinangor. Kondisi tersebut tercermin dari preferensi responden sebesar 56% dalam memilih metode pengelolaan sampah berbasis digital melalui penyetoran sampah menggunakan aplikasi. Selain itu, potensi penerapan metode pengelolaan sampah berbasis digital ini memiliki dukungan yang kuat dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa untuk dikembangkan karena akan membantu mewujudkan penerapan kota cerdas di Kabupaten Sumedang, khususnya Kecamatan Jatinangor sebagai bagian dari kawasan pendidikan. Secara keseluruhan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait persepsi dan preferensi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan gamifikasi. Dalam menerapkan konsep tersebut, maka dibutuhkan kerja sama antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
DAMPAK SALURAN KOMUNIKASI DIGITAL TERHADAP EFISIENSI RANTAI PASOKAN DAN KEPUASAN PELANGGAN BMW
Transformasi digital industri otomotif semakin cepat dan telah menyebabkan perubahan dalam cara produsen beroperasi dan bagaimana pelanggan berinteraksi dengan mereka. Perkembangan luar biasa ini berkat kecerdasan buatan, Internet of Things, big data, dan realitas virtual, di antara teknologi lain yang berperan penting dalam perubahan ini. Dalam penelitian ini, kami meneliti penggunaan saluran komunikasi digital untuk mendapatkan manfaat dari efisiensi rantai pasokan yang lebih besar dan kepuasan pelanggan dalam kasus BMW Group, salah satu produsen otomotif premium terkemuka. Dengan menerapkan metodologi penelitian kualitatif, studi ini menggunakan tinjauan pustaka yang menyeluruh bersama dengan analisis studi kasus tunggal. Temuan didukung oleh literatur akademis, laporan industri, dan publikasi perusahaan BMW. Data yang diproses menunjukkan bahwa teknologi komunikasi digital seperti platform cloud, analitik AI, blockchain, AR/VR, dll., meningkatkan visibilitas, koordinasi, dan responsivitas rantai pasokan secara keseluruhan, dan pada saat yang sama pengalaman pelanggan menjadi lebih baik melalui personalisasi, transparansi, dan keterlibatan digital interaktif.
KAJIAN GEOLOGI DAN HIDROGEOLOGI TERHADAP KONTAMINASI FOSFAT DI CEKUNGAN AIR TANAH SURABAYA-LAMONGAN
Air tanah memiliki peranan vital sebagai sumber air bersih bagi kebutuhan manusia dan lingkungan, namun eksploitasi berlebihan telah menimbulkan penurunan muka air tanah dan degradasi kualitas yang signifikan. Dampak tersebut terutama terlihat pada fenomena penurunan muka air tanah dengan sangat cepat, serta terjadinya pencemaran air tanah. Penelitian Disertasi ini mengkaji lebih detil karakteristik kualitas air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Surabaya-Lamongan dengan metode komparasi pada senyawa fosfat (senyawa utama) dan komponen lainnya yakni nitrat, nitrit, amonia, sulfat, fluoride, kromium, kadmium, mangan, pH di tahun 2022 terhadap hasil amatan di tahun 2025 (fase yang sama di musim penghujan). Selain itu juga dilakukan analisis terhadap hasil uji pemompaan (pumping test) terhadap 25 (dua puluh lima) sumur sampel di lapangan dengan 2 (dua) metode yakni pengujian sumur dengan step draw down test dan pengujian akuifer melalui long periode test. Kemudian hasil analisis pumping test tersebut dilanjutkan dengan analisis penentuan parameter kuantitatif berupa storativitas (S), transmisivitas (T), dan konduktivitas hidrolik (K) dari seluruh titik sampel pumping test tadi. Hasil analisis tersebut selanjutnya dijelaskan dalam bentuk spasial berupa peta isopach yang menunjukkan bahwa terdapat 4 (empat) formasi litologi yang berada pada Cekungan Air Tanah Surabaya-Lamongan yakni formasi batupasir lempungan (clayey sandstone), batulempung pasiran (sandy claystone), tuf pasiran (sandy tuff), dan tuf (tuff). Berdasarkan hubungan antara hasil uji pemompaan dan peta isopach ini dapat dianalisis lebih lanjut mengenai karakteristik sistem hidrostratigrafi dan keterkaitannya dengan distribusi lapisan akuifer, akuitar, dan tanah (soil) pada sistem akuifer bebas (unconfined aquifer). Sistem akuifer di wilayah studi dicirikan dengan komposisi lapisan clayey sandstone yang berpotensi sebagai akuifer produktif. Ketebalan lapisan berkisar antara 8 hingga 24 meter dan mendukung kapasitas penyimpanan air tanah yang baik. Sistem akuitar di wilayah studi dicirikan dengan lapisan sandy claystone, sandy tuff, dan tuff berfungsi sebagai akuitar. Ketebalan lapisan berkisar antara 2 hingga 16 meter. Pemodelan numerik SWAT+ digunakan untuk mengkaji dinamika hidrologi, interaksi air permukaan–air tanah, serta dampak penggunaan lahan terhadap distribusi fosfat. Meskipun model baseline menunjukkan performa kalibrasi yang masih lemah, pemodelan ini memberikan kerangka kerja penting untuk pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan mitigasi pencemaran di wilayah tersebut. Aktivitas domestik, industri, dan pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap pencemaran fosfat. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan dasar ilmiah penting bagi pengelolaan sumber daya air tanah berkelanjutan dan mitigasi pencemaran di CAT Surabaya–Lamongan.
PEMODELAN INTRUSI DAN SALINITAS TANAH BERBASIS MACHINE LEARNING DENGAN DATA GEOSPASIAL, PEDOLOGI, DAN METEOROLOGI DI PESISIR INDRAMAYU DAN LAMPUNG TIMUR
Deteksi salinitas tanah menggunakan data citra satelit perlu dilakukan untuk melihat adanya kerusakan ekosistem pesisir. Investigasi secara spasio-temporal perlu dilakukan, karena distribusi dan tingkat paparannya akan bervariasi di banyak tempat. Penelitian ini bertujuan memetakan salinitas tanah melalui pemodelan berbasis machine learning menggunakan Landsat 8/9 operational land imager and thermal infrared sensor (OLI-TIRS), Landsat 7 enhanced thematic mapper plus (ETM+), Landsat 5 thematic mapper (TM), Sentinel 1 synthetic aperture radar (SAR), dan Sentinel 2 multispectral imager (MSI). Data tersebut digunakan untuk mendapatkan perubahan luas tutupan mangrove, area tanah kosong, dan tentunya salinitas pada kedalaman tanah 0-3 cm, 3-6 cm, dan 24 cm. Random forest classifier (RFC), random forest regressor (RFR), tasseled cap transformation (TCT), modified bare soil index (MBI), soil adjusted vegetation index (SAVI), normalized difference vegetation index (NDVI), soil band ratio (SBR), dan indeks spektral penting lainnya, serta backscatter (????????????????) dan local incidence angle (????) terlibat dalam keseluruhan proses. Parameter oseanografi dan meteorologi juga diperoleh dari Landsat 8/9 OLI-TIRS, seperti evapotranspirasi hasil analisis surface energy balance algorithm for land (SEBAL), sea surface salinity (SSS), sea surface temperature (SST), land surface temperature (LST) dan pasang surut (pasut) air laut diharapkan mampu menjelaskan karakteristik spatio-temporal salinitas tanah di Indramayu dan Lampung Timur yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Hasil studi menunjukkan nilai salinitas tanah di permukaan tanah berkurang 27 %, ketika mangrove bertambah luas dari 345 hektar (ha) pada tahun 1990 menjadi 1586,2 ha pada tahun 2023. Namun, peningkatan salinitas tanah menjadi 50 %, terjadi pada waktu luas tanah kosong bertambah. Hasil prediksi RFR dari beragam citra satelit dapat mengkonfirmasi salinitas tanah pada kedalaman 0-3 cm < 3-6 cm < 25 cm, dengan akurasi di 0,25 %. Disamping itu, RFR dan Pearson menempatkan SSS, evapotranspirasi, dan tinggi pasut sebagai variabel terpenting dalam pendugaan salinitas tanah.
MODEL PENENTUAN KEBIJAKAN INVENTORI DAN PEMELIHARAAN TERINTEGRASI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BIAYA REVIEW INVENTORI UNTUK SUKU CADANG SLOW MOVING
Pemeliharaan preventif pembangkit listrik diperlukan untuk menjaga keandalan dan keberlanjutan operasi pembangkit. Wang (2012) memperkuat dengan menyatakan persediaan suku cadang memegang peranan penting dalam menjamin kelangsungan operasi pabrik, karena keberadaannya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan rutin maupun penggantian komponen yang mengalami kerusakan. Akan tetapi terdapat ketidaktersediaan suku cadang saat pemeliharaan preventif, yang dapat menimbulkan kerugian berupa lost KWH. Kondisi ini terjadi karena kebijakan dan manajemen inventori suku cadang untuk penggantian suku cadang cacat pada pemeliharaan preventif dan penggantian suku cadang gagal untuk pemeliharaan korektif belum terintegrasi. Oleh karena itu, integrasi antara kebijakan inventori dan pemeliharaan perlu dilakukan, karena apabila interval pemeliharaan ditentukan tanpa mempertimbangkan kebijakan inventori akan menyebabkan penumpukan persediaan, sedangkan sebaliknya penetapan kebijakan inventori tanpa memperhatikan jadwal pemeliharaan akan meningkatkan risiko ketidaktersediaan suku cadang yang berdampak pada tingginya biaya penalti. Penelitian ini mengembangkan model penentuan kebijakan inventori dan pemeliharaan terintegrasi dengan mempertimbangkan biaya review inventori untuk manajemen inventori suku cadang. Model ini mengacu pada penelitian Yu dkk (2022) sebagai acuan utama dengan pengembangan penambahan biaya review inventori. Pengembangan lain yang dilakukan pada penelitian ini adalah kebijakan inventori dijadikan variabel keputusan bersamaan dengan kebijakan pemeliharaan. Kemudian penelitian ini akan mengembangkan algoritma untuk menyelesaiankan permasalahan integrasi kebijakan inventori dan kebijakan pemeliharaan. Model yang dikembangkan mampu memberikan solusi yang lebih baik dari sisi total biaya yang dibandingkan dengan solusi yang dihasilkan oleh kombinasi sistem aktual sebesar 45,77% dengan pengurangan terjadi pada biaya pemesanan sebesar 52,49%, biaya pembelian 56,94%, biaya penyimpanan 45,97% dan biaya review 95,83%. Kemudian model juga dibandingkan dengan model Yu dkk (2022) dengan hasil pengembangan memberikan penuruhan total biaya dibandingkan dengan model Yu dkk (2022) sebesar 3,06%.