đ Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 192 dokumenUSULAN PENERAPAN PENILAIAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK TERINTEGRASI DI SUB HOLDING COMMERCIAL & TRADING PERTAMINA
Penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) merupakan suatu kebutuhan bagi perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk memastikan penerapan prinsip GCG berjalan efektif dan konsisten serta untuk mengetahui tingkat penerapan GCG, perlu dilakukan asesmen GCG. Saat ini asesmen GCG terhadap perusahaan-perusahaan di bawah Sub Holding Commercial & Trading Pertamina dilakukan secara tersendiri-sendiri dan terpisah, bahkan belum diterapkan pada beberapa perusahaan. Sesuai Peraturan Menteri BUMN 02/2023, sebagai organ manajemen risiko Sub Holding Commercial & Trading Pertamina sebagai suatu kelompok Perusahaan/konglomerasi, telah dibentuk Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) yang mempunyai tugas utama antar lain melakukan evaluasi pelaksanaan tata kelola terintegrasi dalam group. Untuk melaksanakan tugas utama tersebut, KTKT membutuhkan data hasil asesmen GCG dari seluruh entitas dalam group yang dapat diperbandingkan satu dengan yang lain sebagai dasar yang valid untuk melakukan evaluasi tata kelola terintegrasi. Studi ini membahas tentang penerapan konsep asesmen GCG terintegrasi sebagai sebagai perbaikan dan pengembangan proses asesmen GCG saat ini. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan para pemegang peranan kunci dalam proses asesmen GCG di Sub Holding Commercial & Trading Pertamina sebagai sumber data primer. Pengumpulan data dari sumber sekunder juga dilakukan melalui penelaahan literatur dan dokumen terkait. Teori tentang Business Process Reengineering dan Business Process Integration juga digunakan sebagai dasar teori dalam studi ini. Hasil penelitian ini berupa konsep asesmen GCG terintegrasi dan bagaimana konsep tersebut dapat dilaksanakan di Sub Holding Commercial & Trading Pertamina. Dengan implementasi asesmen GCG terintegrasi, proses asesmen akan terlaksanaka secara terstandarisasi dan akan menghasilkan data yang dapat diperbandingankan yang kemudian dapat menjadi dasar untuk evaluasi pelaksanaan tata kelola di Sub Holding Commercial & Trading Pertamina.
NIAT BERHENTI PELANGGAN DAN STRATEGI RETENSI DALAM PROGRAM LOYALITAS DIGITAL. STUDI KASUS ERASPACE
-
NIAT BERHENTI PELANGGAN DAN STRATEGI RETENSI DALAM PROGRAM LOYALITAS DIGITAL. STUDI KASUS ERASPACE
-
NIAT BERHENTI PELANGGAN DAN STRATEGI RETENSI DALAM PROGRAM LOYALITAS DIGITAL. STUDI KASUS ERASPACE
-
EVALUASI MODEL DARI ATTRITION PREDICTIVE MODEL DI PERSEROAN LUAR NEGERI LTD
Peningkatan tingkat atrisi yang konsisten selama tiga tahun terakhir di lima anak Perusahaan Perseroan Luar Negeri Ltd. yang berbasis di Singapura melampui rata-rata tahunan industry menimbulkan kekhawatiran dan mendorong perlunya pencegahan yang mumpuni. Oleh karena itu, Tim Grup meluncurkan model machine learning yang dapat mendeteksi potensi karyawan mengundurkan diri dalam enam bulan kedepan. Model ini menggunakan data yang diambil dari HRIS Internal, yaitu Data Keikutsertaan (Engagement Data), Data Tekanan Internal (Internal Pressure Data), Data Tekanan Eksternal (External Pressure Data), Data Kesesuaian Budaya (Cultural Fit Data), Data Perilaku (Behaviour Data), dan Data Lingkungan Internal (Internal Environment Data). Studi ini mengevaluasi satu tahun penerapan model dan merancang roadmap untuk mengintegrasikan hasil analisa prediktif ke dalam pengambilan keputusan di HR. Studi ini menggabungkan hasil evaluasi awal (pengecekan precision-recall dari enam alternatif model) pada tahap pengembangan model dengan evaluasi pada masa penerapan model menggunakan Wilson-scored recall/precision, uji penyimpangan (drift) Population-Stability-Index dan Linear Four-Rate, serta dua indikator bisnis: voluntary turnover delta dan tingkat keberhasilan retensi. Hasil studi menunjukkan bahwa hanya model yang mengoptimalkan recall saja yang berhasil mencapai target bisnis. Covariate drift menjadi penyebab utama penurunan recall score, yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh penghentian perhitungan performa sementara dan pelatihan wajib secara tiba-tiba. Sementara itu, uji concept drift menunjukan hasil negatif yang mengindikasikan bahwa logika model telah terkonfirmasi telah sesuai. Studi ini kemudian mengusulkan solusi jangka pendek, menengah, dan panjang dengan melakukan pelatihan ulang untuk model sebagai solusi jangka pendeknya. Sementara itu, analisa exit-interview, perancangan basis atrisi industri, pembangunan panel kendali (dashboard) pengendalian mutu, membangun model alternatif serta penyesuaian metode perhitungan voluntary turnover delta menjadi target jangka menengah. Terakhir, target jangka panjang difokuskan pada tata kelola risiko talenta yang berkelanjutan melalui pelatihan dan dokumentasi di seluruh lini organisasi.
COGNITIVE CITY PLATFORM UNTUK PENGEMBANGAN KOTA SMART, SUSTAINABLE DAN RESILIENT
Platform smart city di berbagai negara telah dikembangkan dengan tujuan mengintegrasikan layanan perkotaan dan mengoptimalkan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, setiap platform yang diterapkan di suatu kota sering kali memiliki spesifikasi dan keterbatasan tersendiri dalam analisis data perkotaan. Beberapa platform difokuskan pada manajemen data sensor perkotaan, tetapi menghadapi tantangan dalam mengolah data heterogen yang berasal dari berbagai sumber seperti transportasi, lingkungan, dan sosial. Platform lain mengutamakan analisis mobilitas dan lalu lintas, namun kurang mampu dalam mendeteksi dan memprediksi kejadian anomali yang terjadi di luar domain transportasi. Ada pula platform yang dirancang untuk pemantauan kualitas lingkungan, tetapi tidak memiliki kemampuan integrasi dengan sistem peringatan dini atau analisis prediktif yang lebih luas. Tantangan utama dari berbagai pendekatan ini adalah kurangnya fleksibilitas dalam menangani data yang terus berkembang, keterbatasan dalam deteksi anomali, serta ketidakmampuan untuk menghasilkan wawasan terhadap dinamika perkotaan yang kompleks. Oleh karena itu, diperlukan arsitektur yang mampu mengatasi keterbatasan ini dengan pendekatan yang lebih cerdas dan adaptif untuk memastikan kota dapat merespons perubahan kondisi dengan lebih cepat dan efisien. Penelitian ini mengusulkan Cognitive City Platform (CCP) sebagai arsitektur sistem yang dirancang untuk mendukung pengembangan kota yang cerdas (smart), berkelanjutan (sustainable), dan tangguh (resilient). Platform ini dilengkapi dengan analisis deteksi anomali yang dapat diterapkan pada berbagai kota dengan karakteristik yang berbeda, memungkinkan identifikasi pola tidak normal dalam data perkotaan secara lebih adaptif. Untuk membuktikan efektivitasnya, implementasi dan evaluasi CCP dilakukan di salah satu kota di Indonesia, dengan fokus pada pengukuran performa subsistem dan pengujian berbagai algoritma deteksi anomali dalam pengelolaan data kota. Pengujian ini bertujuan untuk menilai keandalan sistem dalam menangani data, serta mengevaluasi keakuratan algoritma yang digunakan dalam mendeteksi anomali, guna memastikan bahwa platform ini dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan berbasis data dalam tata kelola perkotaan. 2 Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cognitive City Platform (CCP) dapat beroperasi secara stabil dan berkelanjutan, bahkan ketika jumlah permintaan (request) meningkat secara bertahap, memastikan bahwa sistem tetap responsif dalam menangani beban kerja yang dinamis. Keandalan ini berkontribusi pada aspek sustainability, di mana platform mampu mempertahankan efisiensi pemrosesan data tanpa mengorbankan performa, sehingga mendukung pengelolaan kota yang lebih adaptif terhadap pertumbuhan populasi dan peningkatan permintaan layanan. Selain itu, algoritma deteksi anomali yang diterapkan dalam CCP dapat disesuaikan, memungkinkan fleksibilitas dalam pemilihan metode analisis melalui sistem berbasis web. Kemampuan ini memperkuat aspek resilience dalam mengidentifikasi pola anomali, seperti potensi kebencanaan. CCP tidak hanya memastikan operasional yang efisien dan berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan ketahanan kota dalam menghadapi tantangan perkotaan melalui sistem berbasis data.
ANALISIS KAPABILITAS DAN VALIDITAS KLAIM ADOPSI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA INFRASTRUKTUR JALAN TOL DI INDONESIA (STUDI KASUS: JORR-S)
Penelitian ini mengevaluasi kapabilitas dan validitas klaim mengenai adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam infrastruktur jalan tol di Indonesia dengan fokus pada seksi tol JORR-S. Penelitian ini menggunakan MITRE AI Maturity Model untuk menilai tingkat kematangan adopsi AI berdasarkan enam pilar utama: Penggunaan yang Etis, Adil, dan Bertanggung Jawab; Strategi dan Sumber Daya; Organisasi; Teknologi Pendukung; Data; serta Kinerja dan Aplikasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa AI telah berhasil melakukan peningkatan dalam pemantauan lalu lintas dan deteksi insiden melalui sistem Integrated Traffic System (ITS) dan Smart CCTV. Namun, adopsi AI masih terbatas dalam mendukung pemeliharaan infrastruktur karena tugas seperti deteksi lubang (pothole) masih dilakukan secara manual. Tingkat kematangan AI rata-rata berada pada skor 2,15 dari 5, menunjukkan bahwa meskipun beberapa inisiatif AI telah memberikan dampak positif, terdapat aspek seperti manajemen data dan otomatisasi yang masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun PT X, operator JORR-S, telah membuat kemajuan signifikan dalam adopsi AI, diperlukan strategi yang lebih komprehensif untuk memaksimalkan potensi AI dalam operasi dan pemeliharaan jalan tol. Penelitian ini dapat memberikan panduan strategis untuk pengembangan dan implementasi AI yang efektif dalam infrastruktur jalan tol Indonesia.
PEMBANGUNAN APLIKASI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PROSES BISNIS PENGHITUNGAN POIN OUTSIDE PLANET TOURNAMENT
Berbagai jenis olahraga harus memiliki proses yang efisien dalam menghasilkan klasmen untuk menjaga antusiasme terhadap ajang kompetisi yang ada. Di era teknologi yang berkembang pesat, teknologi digunakan dalam pengolahan informasi klasmen dan poin yang krusial. Saat ini, Outside Planet Tournament sudah memiliki aplikasi untuk mendukung keberjalanan proses bisnis penghitungan poin. Namun, aplikasi yang dimiliki belum sepenuhnya mendukung kebutuhan yang diperlukan oleh proses bisnis sehingga proses bisnis penghitungan poin OPT belum efektif dan efisien. Proses bisnis masih memerlukan pengecekan input secara manual, serta memiliki penyimpanan data yang terpisah dan tidak konsisten sehigga menimbulkan kendala efisiensi. Tujuan utama dari penelitian tugas akhir ini adalah membuat usulan aplikasi pada OPT sesuai dengan kebutuhan OPT untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis penghitungan poin. Pembangunan aplikasi dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan waterfall dengan optimisasi proses bisnis menggunakan business process improvement. Pada tahap evaluasi, keberjalanan proses bisnis yang telah ditingkatkan dengan aplikasi baru dibandingkan dengan proses bisnis lama dengan menggunakan aplikasi sebelumnya untuk memberikan kesimpulan bahwa aplikasi yang diusulkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis penghitungan poin. Selain itu, dilakukan penilaian oleh pihak OPT untuk memastikan aplikasi yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan OPT.
RANCANG BANGUN MODUL PEMODELAN KUANTITATIF SIMULASI SISTEM KARDIOVASKULAR PRAKTIKUM ANATOMI DAN FISIOLOGI
Anatomi dan fisiologi memiliki konsep dan istilah yang rumit sehingga sulit dimengerti tanpa tambahan media ajar. Biasanya pembelajaran sains berjalan serentak dengan praktikum di laboratorium agar mahasiswa lebih paham mengenai konsep yang dipelajari di kelas. Tapi tidak semua orang memiliki akses memadai ke laboratorium yang lengkap sehingga dibuatlah laboratorium virtual. Laboratorium virtual dibuat memiliki alur yang mirip dengan kegiatan di laboratorium normal, dengan adanya materi pendahuluan, pre-test, eksperimen, lalu post-test. Terdapat dua eksperimen dalam laboratorium virtual ini yaitu modul olahraga dan zat yang mempengaruhi kerja jantung. Di modul pertama dipelajari pengaruh olahraga terhadap heart rate dan cardiac output. Di modul kedua dipelajari faktor lain misal hormon, penyakit, dan rokok serta bagaimana efeknya ke sistem kardiovaskular, khususnya ke jantung. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan blueprint di Unreal Engine dan dapat diakses lewat website. Setelah selesai praktikum, data nilai pre-test dan post-test diambil untuk dianalisis, apakah laboratorium virtual efektif untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa. Analisis dilakukan dengan metode paired T-test dan hasilnya memang terdapat perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa sebelum dan sesudah melakukan eksperimen. Selain dari nilai nilai pre-test dan post-test ada juga pengujian usability dan persepsi mahasiswa terhadap laboratorium virtual yang hasilnya cukup baik. Laboratorium virtual dianggap sudah dapat diterima secara usability dan dianggap membawa kesenangan serta penting dan tidak menekan mahasiswa.
PERANCANGAN SISTEM PENJADWALAN PRODUKSI JOB SHOP BERDASARKAN ATURAN FIRST COME FIRST SERVED
PT Burangkeng Maju Tehnik (BMT) adalah perusahaan manufaktur baja yang menerapkan sistem produksi make-to-order (MTO) dengan sistem penjadwalan produksi job shop untuk menghasilkan peralatan support tambang. Salah satu permasalahan utama dalam sistem produksi PT BMT adalah keterlambatan penyelesaian pesanan yang sering melewati tenggat waktu yang telah dijadwalkan. Pesanan yang tidak selesai tepat waktu menyebabkan terbitnya nota denda yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi perusahaan dan berdampak negatif pada kepuasan pelanggan serta reputasi perusahaan. Rendahnya tingkat ketepatan waktu pengiriman yang hanya mencapai 31,4%, menjadi indikator utama dari permasalahan ini. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa akar penyebab keterlambatan tersebut adalah metode penjadwalan produksi tidak memiliki aturan yang baku. Sehingga, tujuan penelitian ini yaitu merancang penjadwalan produksi yang memiliki aturan baku untuk meningkatkan ketepatan waktu pengiriman. Untuk mengatasi permasalahan, penelitian ini menerapkan algoritma berbasis priority dispatching rules dengan aturan first come, first served (FCFS) guna menghasilkan penjadwalan yang mengoptimalkan work in progress (WIP) dan backlog, sehingga dapat mengurangi keterlambatan produksi. Analisis dilakukan berdasarkan data produksi historis dari bulan April hingga Juni 2024. Algoritma penjadwalan disusun dalam kode pemrograman VBA di Microsoft Excel yang tidak memerlukan perangkat lunak tambahan serta lebih mudah untuk dipahami dan digunakan. Hasil penerapan aturan FCFS dievaluasi menggunakan throughput diagram untuk mengetahui performansi penjadwalan. Hasil yang didapatkan menunjukkan peningkatan performa penjadwalan, dengan penurunan rata-rata WIP hingga barang menjadi finished good sebesar 36,03% serta penurunan rata-rata WIP hingga barang dikirim sebesar 22,32% dibandingkan kondisi eksisting. Selain itu, rata-rata backlog juga berkurang sebesar 5,78%. Secara keseluruhan, aturan FCFS mampu mengurangi keterlambatan produksi sebesar 4,65% dibandingkan dengan sistem penjadwalan sebelumnya.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN JADWAL KERJA SHIFT YANG IDEAL DAN EFISIEN DI PT PGE AREA KARAHA
PT. Pertamina Geothermal Energy area karaha merupakan perusahaan energi hijau di Indonesia yang bergerak dalam pengelolaan dan operasi pembangkit listrik tenaga panas bumi. Berlokasi di hutan lindung wilayah Tasikmalaya dan Garut pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, perusahaan ini beroperasi selama 24 jam penuh dengan sistem kerja shift. Pengelolaan jadwal kerja shift menjadi elemen penting untuk menjaga kesinambungan operasi, meningkatkan produktivitas, dan mendukung kesejahteraan karyawan. Saat ini, PT. PGE area karaha menerapkan sistem kerja shift 3-1 (3 hari kerja dan 1 hari libur). Namun, hasil survei kepuasan karyawan pada Oktober 2024 menunjukkan bahwa sistem ini memiliki dampak signifikan terhadap keseimbangan kerja-hidup, kesehatan, dan produktivitas karyawan. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi kurangnya waktu istirahat yang memadai, tingkat kelelahan fisik dan mental yang tinggi, gangguan tidur, serta keterbatasan waktu untuk keluarga dan aktivitas pribadi. Seluruh responden survei (100%) menginginkan perubahan sistem kerja shift yang ada, mengindikasikan bahwa sistem saat ini tidak lagi relevan dan perlu dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang jadwal kerja shift yang ideal dan efisien menggunakan pendekatan sistematis berbasis data. Pendekatan ini menggabungkan metode NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk menganalisis beban kerja, Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria, serta Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk memilih jadwal kerja shift yang optimal. Metode ini diterapkan melalui kuesioner, wawancara, dan analisis data untuk menghasilkan rekomendasi jadwal kerja shift yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional dan kesejahteraan karyawan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan jadwal kerja shift yang lebih ideal bagi area karaha, meningkatkan produktivitas operasional, mengurangi risiko human error, serta menciptakan keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Rekomendasi dari penelitian ini akan diajukan kepada manajemen PT. PGE area karaha untuk pertimbangan implementasi yang lebih baik.
ASSOCIATION RULE MINING OF PRODUCTION PERFORMANCE ON WORKOVER RESULT USING APRIORI ALGORITHM
The Indonesian government has set a target to reduce the consumption-production gap by increasing national oil production to 1 million barrels of oil per day (BOPD) and 12 billion standard cubic feet per day (BSCFD) of gas. Amongst several ap-proaches, the optimization of mature fields offers a significant opportunity for quick production gains. However, analyzing these fields presents challenges due to the complexity, incompleteness, and poor quality of historical data. Heterogeneity Index (HI) is one of the methods that quickly measure well perfor-mance. This method is as simple as measuring a certain well as compared to the average performance at certain time. The parameter being used might vary, but production data is the most frequent one given its availability. Despite simple and practical, skepticism on the reliability of this method is still questionable. This work revisited âXYZâ field consisting of 47 wells producing more than 32 years with hundreds of workovers. We brought evidences and insights on how Het-erogeneity Index leads to the workover success. Other key factors such as well positioning, workover type and EUR analysis are also considered. Apriori algo-rithm, an Association Rule Mining (ARM) technique, is employed to uncover rules from the data. The results show that workover on wells with low HI mostly leads to success. Proper treatment and volume analysis is other key factors one should consider.
EVALUASI SISTEM PENGUKURAN DAN ESTIMASI TONASE BATUBARA, STUDI KASUS FLUKTUASI METODE TRUCK COUNT TERHADAP METODE SURVEI DI PIT KGB PT. BORNEO INDOBARA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan deviasi metode truck count terhadap metode survei, dan untuk mengidentifikasi cara mengoptimalkan keakuratan data truck count. Analisis statistik deskriptif dan regresi linier digunakan untuk mengetahui variasi dan korelasi antara metode truck count dengan metode survei. Melalui analisis tersebut, dapat diketahui bahwa metode truck count memiliki variasi yang lebih besar daripada metode survei. Hal ini memberikan arahan untuk perbaikan yang ditujukan pada metode truck count. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kerangka kerja DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) untuk mengetahui penyebab penyimpangan dan memberikan usulan solusi untuk perbaikan. Hasil penelitian membuktikan bahwa penyebab terjadinya penyimpangan estimasi tonase batubara metode truck count terhadap metode survei terletak pada ketidaksesuaian faktor muatan, variasi muatan truk, dan faktor sistem pencatatan manual pada saat proses pelaporan dan pengelolaan data. Diperlukan pengujian berkala terhadap nilai faktor muatan truk dan standarisasi proses pemuatan ke dalam alat angkut untuk meminimalisir variasi muatan. Sehingga diharapkan estimasi dapat mendekati keadaan sebenarnya. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan berkontribusi terhadap terjadinya penyimpangan antara metode truck count dengan metode survei. Standardisasi prosedur dan penerapan Fleet Management System (FMS) merupakan usulan solusi yang diberikan dan diharapkan dapat mengurangi terjadinya penyimpangan yang signifikan sehingga dapat mengoptimalkan keakuratan estimasi tonase batubara. Melalui evaluasi berkala dan proses perbaikan berkelanjutan, para pemangku kepentingan dapat menggunakan data estimasi tonase batubara untuk memprediksi, merencanakan, dan mengimplementasikan strategi produksi secara lebih optimal.
ANALISIS PROSES KONVERSI KONSENTRASI OZON PADA SENSOR BERBASIS GAS-SENSITIVE SEMICONDUCTOR
Ozon troposferik merupakan salah satu polutan sekunder yang dapat berdampak buruk terhadap manusia dan lingkungan apabila tingkat konsentrasinya di udara ambien melebihi batas tertentu. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan konsentrasi ozon troposferik Salah satu metode alternatif untuk mengukur konsentrasi ozon adalah low-cost sensor. Low-cost sensor yang digunakan pada penelitian ini adalah sensor ozon Aeroqual S500 yang memiliki basis metal oxide semiconductor. Data konsentrasi sensor akan disimpan dalam sebuah perangkat penyimpanan yang ada di dalam alat sensor Aeroqual S500 tersebut. Hal ini mengharuskan peneliti untuk mengambil data yang ada pada sensor secara berkala apabila penyimpanan sudah penuh. Maka dari itu, dilakukan pendekatan alternatif yang memanfaatkan fitur analog yang terdapat pada sensor Aeroqual S500 di mana pengukuran dan pengumpulan data dapat dilakukan secara jarak jauh melalui transmisi. Berdasarkan hasil penelitian ini, hasil pengukuran angka tegangan via sistem analog Aeroqual S500 memiliki akurasi dan presisi yang cukup baik jika dibandingkan dengan hasil pengukuran Aeroqual S500 secara langsung. Hasil pengukuran tegangan listrik via sistem analog Aeroqual S500 memiliki korelasi (r = 0,971) dengan p-value = 0,000 dan regresi (R2 = 0,943) dengan nilai konsentrasi ozon hasil pengukuran sensor Aeroqual S500.
PERANCANGAN INDIKATOR KINERJA DAN DASHBOARD PEMANTAUAN PROSES OPERATIONS SHKKEVA INDONESIA
SHKKeva adalah perusahaan multinasional yang bergerak di industri fragrance dan flavour. Saat ini SHKKeva akan mendirikan pabrik baru di Indonesia dan menghadapi permasalahan berupa tidak adanya sistem pengukuran kinerja yang sesuai untuk operasional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang indikator kinerja dan sistem pendukung keputusan berupa dashboard pemantauan kinerja proses operations di pabrik baru SHKKeva Indonesia. Penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu perancangan indikator kinerja dan perancangan dashboard pemantauan. Bagian pertama, perancangan indikator kinerja, dimulai dengan identifikasi tujuan strategis SHKKeva Indonesia melalui wawancara dengan stakeholder dan analisis dokumen perusahaan. Tujuan strategis ini kemudian diturunkan menjadi Critical Success Factors (CSF) dan diidentifikasi melalui wawancara serta pemetaan hubungan dengan rancangan proses bisnis. Dari CSF tersebut, dilakukan perancangan indikator kinerja dengan melakukan pencarian berdasarkan literatur dan pemetaan hubungan dengan CSF. Setelah itu, dilakukan evaluasi relevansi indikator kinerja dengan CSF dan mengategorikan indikator berdasarkan hubungannya dengan CSF. Bagian kedua penelitian, perancangan dashboard pemantauan, dilakukan dengan menggunakan metodologi Pureshare yang terdiri dari beberapa tahap: identifikasi kebutuhan pengguna, analisis sistem dan data, lalu dibatasi sampai perancangan prototipe dashboard sesuai dengan kebutuhan pengguna serta sistem dan data yang telah dianalisis. Hasil dari penelitian ini adalah 20 indikator kinerja berdasarkan perspektif Safety & Environment, Quality, Delivery, Cost, dan Morale & Capability serta dashboard pemantauan kinerja yang diharapkan dapat membantu manajemen SHKKeva Indonesia dalam memastikan pemahaman yang sama terkait indikator kinerja di seluruh pabrik, membangun landasan untuk perbaikan berkelanjutan, dan mematuhi aturan perusahaan induk serta pemerintah setempat.