📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 110 dokumen

STUDI KELAYAKAN FINANSIAL TERHADAP CABANG BARU KLINIK GIGI FDC

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial pembukaan cabang baru Klinik Gigi FDC di Samarinda, Lampung, dan Balikpapan. Metode yang digunakan meliputi analisis Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas dan Monte Carlo untuk mengukur risiko terkait. Hasil menunjukkan bahwa ketiga proyek memiliki metrik finansial positif, dengan IRR melebihi biaya modal dan PP dalam batas yang dapat diterima. Lampung muncul sebagai lokasi paling menguntungkan dengan IRR tertinggi sebesar 54%, NPV tertinggi, dan PP terpendek. Samarinda dan Balikpapan juga menunjukkan hasil positif dengan NPV dan IRR yang mengindikasikan kelayakan investasi. Risiko utama yang diidentifikasi meliputi tingkat okupansi, harga layanan, dan pengaturan pembagian keuntungan dengan dokter gigi. Untuk mitigasi risiko ini, disarankan strategi pemasaran yang ditargetkan untuk meningkatkan tingkat okupansi, adopsi harga kompetitif untuk mempertahankan permintaan, serta efisiensi operasional yang optimal. Studi ini mendukung ekspansi FDC dengan Lampung sebagai prioritas utama, diikuti oleh Samarinda dan Balikpapan. Dengan fokus pada implementasi strategis dan mitigasi risiko yang tepat, FDC dapat meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan cabang baru, mengukuhkan posisinya sebagai jaringan klinik gigi terkemuka di Indonesia.

2024
👤 Penulis: Abdul Mughny Dita Kurniawan
🏷️ Ekspansi Bisnis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan

ANALISIS INVESTASI PENGEMBANGAN FASILITAS PENYIMPANAN LNG DI INDONESIA

Industri gas mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh peningkatan permintaan akan sumber energi yang menawarkan pembakaran yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya. LNG berada di puncak industri gas karena fleksibilitas dan kemampuan pengangkutan, menjadikannya opsi yang menarik bagi negara-negara yang ingin memenuhi kebutuhan gas mereka. Permintaan LNG yang terus meningkat untuk penggunaan global dan domestik mendorong kebutuhan pengembangan Infrastruktur LNG di Indonesia, terutama fasilitas penyimpanan LNG. Indonesia, yang memiliki keunggulan geografis dengan lokasi strategisnya di sepanjang jalur pelayaran utama, memberikan keuntungan alami untuk menjadi pemain utama dalam pasar LNG global. Fasilitas penyimpanan LNG meningkatkan keamanan energi dengan memastikan pasokan gas alam yang andal dan mengurangi risiko terkait dengan fluktuasi tingkat produksi dan ketergantungan impor. Namun, keputusan investasi terkait fasilitas penyimpanan LNG baru dihadapkan pada ketidakpastian dan tantangan. Tantangan-tantangan ini meliputi pasar energi yang tidak stabil, harga LNG yang fluktuatif, risiko geopolitik, peraturan lingkungan yang berkembang, dan perubahan teknologi. Ada beberapa tantangan keuangan untuk mengevaluasi proyek konstruksi Fasilitas Penyimpanan LNG, seperti pengeluaran modal awal yang signifikan, ketidakpastian parameter input, dan proyeksi pendapatan jangka panjang yang membuat perlunya evaluasi dan justifikasi yang cermat untuk memastikan keuntungan dan keberlanjutan jangka panjang. Studi ini mengevaluasi kelayakan pengembangan fasilitas penyimpanan LNG di Indonesia. Secara komersial, investasi ini layak karena permintaan LNG yang terus meningkat dan keunggulan strategis Indonesia. Biaya penyimpanan yang diperlukan agar layak secara ekonomi adalah US$ 15,03/m³/bulan. Fasilitas penyimpanan LNG dengan kapasitas 180.000 m³ layak dilanjutkan, menunjukkan NPV sebesar $33.706.123,46, IRR sebesar 10,96%, periode pengembalian 14,61 tahun, dan Indeks Profitabilitas 1,26. Peningkatan kapasitas menjadi 200.000 m³ meningkatkan kelayakan dengan NPV sebesar $44.299.887,60, IRR sebesar 11,61%, periode pengembalian 13,67 tahun, dan Indeks Profitabilitas 1,32. Mengintegrasikan dengan infrastruktur yang telah ada lebih meningkatkan kelayakan, menghasilkan NPV sebesar $77.722.965,99, IRR sebesar 14,10%, periode pengembalian 11,04 tahun, dan Indeks Profitabilitas 1,56.

2024
👤 Penulis: Bayu Rachmat Utama
🏷️ Investasi Pengembangan Fasilitas Penyimpanan Lng 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi

STUDI KELAYAKAN PROJECT PENINGKATAN FASILITAS PRODUKSI SEMEN UNTUK MENDUKUNG BISNIS EKSPOR STUDI KASUS DI PT PEMBANGUNAN INDONESIA

Persaingan pasar semen Indonesia semakin agresif dengan bermunculannya beberapa perusahaan semen baru sejak tahun 2013 dan saat ini kondisi pasar dalam negeri dapat dikategorikan kelebihan pasokan. Akibat situasi tersebut, utilisasi pabrik industri semen dalam negeri turun hingga menyentuh 50 - 60 %. Untuk mengatasi situasi kelebihan pasokan di pasar domestik, studi kelayakan proyek ini mengkaji potensi peningkatan fasilitas PT Pembangunan Indonesia untuk memfasilitasi ekspor semen ke Amerika Serikat. Dalam penelitian ini, latar belakang bisnis dinilai secara komprehensif dengan kerangka analisis PESTEL, Five Porter, dan SWOT. Metodologi penelitian kuantitatif yang diterapkan menggunakan teknik penganggaran modal, analisis sensitivitas dan analisis Monte Carlo. Proyek ini mencakup biaya investasi dan operasional yang signifikan, seperti perluasan dermaga dan pembangunan fasilitas produksi baru. Secara umum, proyek ini layak secara ekonomi dan berpotensi meningkatkan kinerja keuangan PT PI. Hasil penelitian menunjukkan NPV 898 milyar IDR, IRR lebih tinggi 16,16%, Payback Period terdiskonto 13,2 tahun dan dapat diterima oleh management, Indeks Profitabilitas baik sekitar 1,64. Berdasarkan analisis sensitivitas, harga semen menjadi faktor dominan yang mempengaruhi profitabilitas proyek. Kesimpulan yang sama juga diperoleh dari analisis Monte Carlo dengan input variable sebanyak 10.000 kali secara acak, hasilnya proyek ini memiliki probabilitas NPV positif 86,15%, dan probabilitas IRR lebih besar dari WACC yaitu 87,93%.

2024
👤 Penulis: Nurul Aulia Amirudin
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Keuangan

EVALUASI KINERJA SAHAM PT GMF AEROASIA TERHADAP STANDAR INDUSTRI

PT. GMF AeroAsia sebagai salah satu perusahaan perawatan pesawat terbesar di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik, mengalami penurunan kinerja saham sejak Penawaran Umum Perdana Saham pada tanggal 10 Oktober 2017. Penawaran pertama di harga 364 rupiah mengalami penurunan kinerja menjadi 80 rupiah per lembar saham pada tanggal 29 Desember 2023. Penelitian ini akan menggunakan analisis internal dan eksternal yang bertujuan untuk mengungkap alasan yang mendasari penurunan nilai perusahaan dan merekomendasikan pandangan yang dapat ditindaklanjuti yang akan meningkatkan kinerja saham dan kesehatan keuangan secara keseluruhan. Penelitian ini akan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tinjauan kinerja keuangan GMF AeroAsia selama sepuluh tahun dari 2014 hingga 2023 akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kinerja perusahaan dan bertindak sebagai dasar untuk menentukan pertumbuhan untuk laporan laba rugi dan neraca yang diproyeksikan, sambil menghindari kinerja outlier selama pandemi COVID-19. Rasio keuangan seperti rasio lancar, rasio cepat, tingkat pengembalian aset, tingkat pengembalian ekuitas, rasio marjin laba operasional, dan rasio marjin laba bersih dianalisa untuk menilai stabilitas keuangan GMF, efisiensi operasional, dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Selain itu, dalam menentukan nilai wajar saham perusahaan, digunakan penilaian intrinsik dengan menggunakan model arus kas diskonto. Selain itu, perbandingan industri terhadap Triumph Group, Inc, Allen Aircraft Radio Corp, dan SIA Engineering Company melalui beberapa pendekatan pasar dilakukan untuk mendapatkan tidak hanya wawasan mengenai praktik terbaik di industri MRO atau kebutuhan kinerja yang perlu ditingkatkan, tetapi juga kinerja keuangan saat ini dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi kinerja GMF AeroAsia juga dievaluasi melalui kerangka kerja PESTEL yang mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum. Selain itu, analisis Porter’s Five Forces juga dilakukan untuk memahami dinamika persaingan di industri perawatan pesawat dan sejauh mana dampaknya terhadap GMF AeroAsia. Beberapa temuan pada GMF AeroAsia menunjukkan bahwa kinerja yang kurang baik tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya marjin profitabilitas, pemanfaatan aset yang kurang efisien, biaya operasional yang tinggi, dan kondisi ekonomi eksternal yang kurang menguntungkan. Analisis rasio keuangan GMF iv dibandingkan dengan rata-rata industri menunjukkan bahwa kinerja GMF secara signifikan menyimpang dari rata-rata industri, di mana terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan manajemen likuiditas, pengendalian biaya, dan meningkatkan efisiensi operasional. Valuasi intrinsik menunjukkan bahwa saham GMF AeroAsia dinilai terlalu murah oleh pasar, dimana harga pasar saat ini pada tanggal 29 Desember 2023 berada pada level 80 rupiah dan hasil valuasi intrinsik menunjukkan angka 207.60 rupiah, di atas harga pasar. Selain itu, rasio-rasio valuasi perusahaan seperti P/E ratio, M/B ratio, dan EV/EBITDA, jika dibandingkan dengan rata-rata industri melalui pendekatan pasar berganda, berada di bawah standar, yang lebih lanjut mengindikasikan bahwa saham GMF AeroAsia dinilai terlalu rendah oleh pasar. Hal ini mengindikasikan bahwa GMF AeroAsia masih memiliki prospek investasi yang menarik bagi investor dengan perspektif jangka panjang. Analisis yang diberikan menyarankan beberapa rekomendasi untuk meningkatkan kinerja saham dan stabilitas keuangan GMF AeroAsia secara keseluruhan. Rekomendasi tersebut antara lain mengoptimalkan proses operasional melalui penerapan prinsip-prinsip lean manufacturing, yang akan membantu mengurangi biaya yang tidak perlu. Selain itu, penelitian ini juga mengusulkan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan, serta menerapkan praktik manajemen keuangan yang kuat. Selain itu, kemitraan strategis dan perluasan pasar juga disarankan untuk mendiversifikasi aliran pendapatan dan memperkuat penetrasi pasar. Rekomendasi-rekomendasi ini tidak hanya meningkatkan metrik keuangan perusahaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor dan penilaian pasar.

2024
👤 Penulis: Ryan Salim
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Perawatan Pesawat

ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG DENGAN RUANG PAPAN REKLAME DI SURABAYA: STUDI KASUS PT. XYZ

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Surabaya yang mencapai 5 juta unit terdaftar membuat pejalan kaki semakin rentan menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, lebih dari 54% kecelakaan pejalan kaki disebabkan oleh menyeberang di sembarang tempat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah Surabaya berencana bekerjasama dengan PT. XYZ, perusahaan media periklanan, akan membangun jembatan penyeberangan dengan ruang papan reklame. Kerja sama ini akan menggunakan sistem bagi hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan proyek pembangunan jembatan penyeberangan dengan papan reklame ruang angkasa. Analisis dimulai dengan menganalisis proyek dari faktor internal dan eksternal dengan matriks TOWS, framework VRIO, Porter’s 5 Forces, dan PESTEL. Kemudian, kondisi keuangan PT. XYZ akan diproyeksikan untuk masa depan. Metode analisis penganggaran modal kemudian digunakan untuk menentukan kelayakan proyek menggunakan metode seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, dan Profitability Index. Selain itu, analisis sensitivitas juga dilakukan untuk mengetahui variabel mana yang mempunyai dampak terbesar terhadap NPV proyek ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pembangunan jembatan penyeberangan dengan space billboard layak untuk dilaksanakan. Indikator NPV positif, IRR melebihi WACC, Payback Period kurang dari 10 tahun, dan Profitability Index lebih dari 1,0 menunjukkan bahwa proyek ini menguntungkan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa bagi hasil, tingkat perumahan, dan total penjualan/harga reklame merupakan tiga variabel yang paling sensitif terhadap keberhasilan suatu proyek.

2024
👤 Penulis: Syaumi Indah Syafitri
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENDEKATAN EXPLORATORY DATA ANALYSIS (EDA) UNTUK ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN FARMASI MENGGUNAKAN METODE MACHINE LEARNING

Penelitian ini mengkaji penerapan Exploratory Data Analysis (EDA) dan teknik Machine Learning untuk menganalisis laporan keuangan perusahaan farmasi. Studi ini berfokus pada tiga perusahaan farmasi besar di Indonesia, yaitu Kimia Farma, Kalbe Farma, dan Indofarma. Dengan memanfaatkan EDA, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pola dan wawasan dalam data keuangan, seperti Earning Per Share (EPS), Debt-to-Equity Ratio (DER) Return on Capital Employed (ROCE), Net Profit Margin (NPM), dan Inventory Turnover Ratio. Selain itu, penelitian ini menggunakan model Machine Learning, termasuk Linear Regression, K-Nearest Neighbor (KNN), Support Vector Machine (SVM), dan Decision Tree, untuk memprediksi metrik dan tren kinerja keuangan. Kinerja dari model-model ini dievaluasi menggunakan metrik seperti Root Mean Squared Error (RMSE), Mean Squared Error (MSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Di antara model yang diuji, model Decision Tree menunjukkan kinerja yang paling unggul, dengan nilai R2 sebesar 0,998, MAPE sebesar 4,8%, MAE sebesar 4,8 x 1010, dan MSE sebesar 7,76 x 1021, menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dan kesesuaian yang kuat dengan data. Hasil ini menyoroti potensi pendekatan berbasis data dalam meningkatkan efisiensi operasional dan stabilitas keuangan di industri kesehatan

2024
👤 Penulis: Cahya Mega Panji Santosa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI KELAYAKAN FINANSIAL BISNIS F&B: STUDI KASUS SATE XX EXPRESS

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial dari pendirian Sate XX Express, konsep baru layanan bawa pulang dari restoran Sate XX di Jl. Gatot Subroto, Bandung. Analisis ini menggunakan metrik keuangan seperti Nilai Bersih Sekarang (NPV), Tingkat Pengembalian Internal (IRR), Periode Pengembalian, dan Indeks Profitabilitas untuk menentukan kelayakan proyek. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta analisis skenario dilakukan untuk mempertimbangkan risiko potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sate XX Express layak secara finansial, dengan NPV positif sebesar Rp240,305,914, IRR sebesar 33%, periode pengembalian selama 3,04 tahun, dan indeks profitabilitas sebesar 1,81. Temuan ini menyarankan bahwa PT XYZ sebaiknya melanjutkan proyek ini untuk memanfaatkan permintaan yang terus tumbuh di pasar F&B di Bandung, dengan memastikan langkah-langkah strategis diterapkan untuk menjaga tingkat pelanggan dan mengelola pengeluaran secara efektif.

2024
👤 Penulis: Muhammad Rio Fernanda
🏷️ Keuangan Bisnis 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Manajemen Risiko Pasar F&B

STUDI KELAYAKAN KONSEP BARU TOKO “WARUNG MIE” RESTORAN XYZ DI AMSTERDAM

Restoran XYZ adalah restoran siap saji yang menawarkan masakan rumahan khas Indonesia yang berlokasi di Amsterdam. Setelah 3 tahun beroperasi, restoran XYZ menyadari bahwa sebagian besar pelanggan memilih mie sebagai hidangan favorit mereka, yang cenderung habis setiap hari. Restoran ini mengidentifikasi peluang untuk fokus pada hidangan berbasis mie dengan mendirikan toko konsep Warung Mie di Amsterdam. Keputusan ini didukung oleh status Amsterdam sebagai kota internasional dengan beragam masakan serta potensi pertumbuhan pasar mie di Belanda. Selain itu, banyak orang Belanda yang telah familiar dengan masakan Indonesia. Proyek ini memerlukan investasi awal sebesar €154,062. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan proyek, pemilik ingin menganalisis kelayakannya dan risiko terkait, yang menjadi tujuan studi ini. Ada lima tahap dalam menyusun studi kelayakan: menyusun laporan keuangan pro forma, menghitung weight average cost of capital, menghitung arus kas bebas untuk perusahaan, melakukan analisis kelayakan finansial, dan penilaian risiko. Metode yang digunakan untuk menilai kelayakan mencakup periode pengembalian (PP), net present value (NPV), tingkat pengembalian internal (IRR), dan indeks profitabilitas (PI). Selain itu, analisis sensitivitas digunakan untuk melakukan analisis risiko. Berdasarkan analisis pasar dan keuangan, proyek ini layak dan diperkirakan akan menghasilkan keuntungan di masa depan. Periode pengembalian adalah 5 tahun, 1 bulan, dan 3 hari; NPV sebesar €210,176; IRR sebesar 19.5%; dan PI sebesar 2.4. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa variasi dalam total penjualan adalah variabel yang paling berdampak pada NPV, diikuti oleh gaji dan upah. Oleh karena itu, restoran XYZ disarankan untuk fokus pada peningkatan total penjualan. Selain itu, penerapan sistem pemantauan dan pengendalian keuangan yang efektif akan membantu mengelola pengeluaran untuk penjualan dan gaji secara efisien, serta memitigasi risiko potensial terkait fluktuasi variabel-variabel ini

2024
👤 Penulis: Felicia Hana
🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Restoran Siap Saji 🏷️ Pasar Mie Di Belanda

STUDI KELAYAKAN RENCANA INVESTASI KANDANG AYAM PETELUR TERTUTUP CV SURYA MAS

Penelitian ini berfokus pada kelayakan finansial penerapan sistem kandang tertutup untuk produksi telur di CV Surya Mas. Studi ini mengatasi kekurangan pasokan dan permintaan dalam produksi dan konsumsi telur di Sumatera Selatan dan perusahaan mengusulkan kandang kandang ayam petelur tertutup sebagai metode perluasan karena kelebihan yang dimilikinya dibandingkan kandang terbuka. Analisis keuangan, termasuk capital budgeting techniques, weighted average cost of capital (WACC), dan analisis risiko, telah dilakukan. Analisis sensitivitas mengidentifikasi variabel-variabel sensitif yang mempengaruhi Net Present Value (NPV), sedangkan simulasi Monte Carlo menunjukkan risiko kerugian proyek yang moderat. Temuan menunjukkan bahwa, meskipun terdapat risiko yang melekat, proyek ini layak secara finansial dan direkomendasikan untuk dilaksanakan. Strategi mitigasi untuk variabel berisiko tinggi, seperti biaya pakan dan harga ayam dara, dibahas untuk memastikan keberhasilan proyek.

2024
👤 Penulis: Suryawijaya Putera Perdana
🏷️ Kepatuhanan 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Manajemen Risiko

KELAYAKAN FINANSIAL VARIAN PRODUK BARU DALAM BISNIS CAMILAN SEHAT UNTUK ANAK: STUDI KASUS LIL’BITES

Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022, 21,6% anak di Indonesia mengalami stunting, dan 7,7% mengalami wasting. Stunting terjadi akibat malnutrisi kronis yang menyebabkan tinggi badan di bawah rata-rata, sedangkan wasting menyebabkan berat badan di bawah standar normal. Kondisi ini disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak mencukupi. Memastikan nutrisi yang baik bagi anak di bawah lima tahun memerlukan tiga kali makan teratur dan dua camilan setiap hari. Lil'Bites adalah startup FnB yang berfokus pada penyediaan camilan bergizi untuk anak-anak dengan memprioritaskan bahan baku yang sehat dan berkualitas tinggi. Saat ini dalam tahap penjualan produk, Lil'Bites berencana untuk memperluas varian rasa produk, namun belum melakukan studi kelayakan finansial untuk ekspansi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan finansial pengembangan rasa camilan baru menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan data perusahaan sebagai data primer dan data dari perusahaan serupa sebagai data sekunder. Studi ini akan mengevaluasi periode pengembalian modal, nilai bersih sekarang (NPV), dan tingkat pengembalian internal (IRR), serta menilai risiko melalui analisis sensitivitas. Hasilnya, berdasarkan skenario realistis, menunjukkan bahwa proyek Lil'Bites layak secara finansial, dengan periode pengembalian modal selama 1,7 tahun, NPV sebesar Rp166.428.592, dan IRR sebesar 47,96%, yang signifikan lebih tinggi dari WACC sebesar 7,39%.

2024
👤 Penulis: Michael Arvan Loekito
🏷️ Kesehatan Anak 🏷️ Manajemen Produk Baru 🏷️ Analisis Keuangan

ANALISIS INVESTASI UNIT POMPA LUMPUR BARU STUDI KASUS DI RIG DARAT (MILIK SENDIRI) PT PERTAMINA EP SUBANG FIELD

PT Pertamina EP Subang Field merupakan perusahaan penghasil minyak dan gas yang terletak di Jawa Barat. Target produksi minyak dan gas tahun 2024 adalah 3275 BOPD dan 134 MMSCFD. Untuk mempertahankan produksi minyak dan gas diperlukan sebuah unit bernama Rig darat yang berguna untuk melakukan pekerjaan operasi Workover, Well Intervention & Well Service dibawah naungan divisi WOWS (Workover & Well Services) di Pertamina EP Subang Field. Untuk meningkatkan kinerja Rig darat yang mana salah satu keterlambatan operasi disebabkan karena kurang optimalnya pompa lumpur yang ada saat ini. Dibutuhkan penambahan 1 (satu) unit pompa lumpur baru agar kinerja Rig dapat lebih cepat karena memiliki spesifikasi pompa dengan debit dan tekanan yang tinggi untuk melakukan pekerjaan killing dan circulating. Untuk menetukan opsi yang paling sesuai, PT Pertamina EP Subang Field mempertimbangkan opsi dengan membeli atau menyewa unit pompa lumpur baru. Analisis permodelan keuangan dilakukan dengan menggunakan pendapatan yang dihasilkan dari kontribusi Rig darat bernama Rig Antasena T2 dalam menyumbang penjualan minyak dan gas. Analisis kelayakan finansial menggunakan parameter seperti NPV, IRR, dan Discounted Payback Period. Opsi pembelian menunjukkan nilai ekonomis yang lebih baik dari opsi sewa. Perkiraan NPV sebesar Rp 6,080,462,814, IRR sebesar 13.25% (lebih tinggi dari discount rate 8.64%), dan Discounted Payback Period sebesar 3.5 tahun. Analisis sensitivitas juga dilakukan dengan tornado chart yang menerangkan bahwa biaya pendapatan penjualan tahunan hasil gabungan dari parameter harga dan volume kontribusi minyak & gas memiliki dampak signifikan terhadap kinerja keuangan proyek ini yang diikuti oleh pendapatan penjualan (harga minyak & gas), pendapatan penjualan (volume kontribusi minyak & gas), pendapatan penjualan (harga minyak), pendapatan penjualan (volume kontribusi minyak), dan biaya tenaga kerja. Kenaikan 20% biaya penjualan tahunan (gabungan harga + volume kontribusi minyak & gas) meningkatkan NPV menjadi Rp 40,755,845,827, sedangkan penurunan 20% menurunkan NPV menjadi -Rp 22,290,305,106. Berdasarkan business risk management melalui matriks risiko 5x5, semua kejadian risiko untuk opsi pembelian dan penyewaan memiliki nilai residual RPN sebesar 1 dengan mengalikan angka skala probability dan impact. Risiko proyek untuk menyediakan unit pompa lumpur baru berada dalam kondisi risiko sangat rendah dengan melakukan beberapa mitigasi risiko sehingga aman dan layak untuk menjalankan proyek investasi untuk kedua opsi, pembelian dan penyewaan.

2024
👤 Penulis: Rizky Achmad Luanto
🏷️ Investasi Pertambangan 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Operasional Rantai Pasok Minyak Dan Gas

PENILAIAN KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PT WASKITA KARYA TBK DALAM MENGATASI TANTANGAN UTANG

Indonesia menduduki peringkat ke-62 dari 140 negara dalam hal pembangunan infrastruktur menurut Laporan Daya Saing Global Forum Ekonomi Dunia 20152016, yang mencerminkan kinerja moderat yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang tidak memadai telah menjadi tantangan yang signifikan sejak era reformasi, sehingga mendorong pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi biaya logistik. Namun, pandemi COVID19 dan perubahan kebijakan pemerintah berdampak signifikan terhadap PT Waskita Karya Tbk, mengurangi anggaran infrastruktur dan permintaan proyek sekaligus memperburuk tekanan keuangan melalui penundaan operasional dan tingkat utang yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor eksternal, kinerja keuangan, dan kondisi kesehatan PT Waskita Karya Tbk menggunakan keputusan Kementerian BUMN No. KEP-100/MBU/2002, serta analisis DuPont dan prediksi financial distress melalui Altman Z. -Metode skor periode 2019 hingga 2023. Peringkat kesehatan keuangan PT Waskita Karya Tbk setiap tahun 2019 hingga 2023 adalah sebagai berikut: B, CC, CCC, CCC dan CC. Hasil Altman Z-Score menunjukkan adanya tren penurunan total skor dari tahun 2019 hingga tahun 2023 yang menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami financial distress. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian-penelitian sebelumnya dengan menggunakan pendekatan dan fokus yang berbeda, memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai tren penurunan industri konstruksi di Indonesia, khususnya terkait PT Waskita Karya Tbk.

2024
👤 Penulis: Vanessa Amadea
🏷️ Keuangan Perusahaan 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

MENILAI KELAYAKAN FINANSIAL UNTUK PEMBUKAAN TOKO CABANG BARU TUPKIES

Penelitian ini menilai kelayakan finansial dari ekspansi Tupkies, sebuah perusahaan makanan dan minuman terkemuka yang mengkhususkan diri dalam produksi kue kering, dengan membuka cabang baru di Bandung, Indonesia. Berdiri sejak tahun 2020, Tupkies telah berhasil mengintegrasikan penawaran produk inovatif dengan kehadiran pasar yang kuat, khususnya di Bandung, sebuah kota yang terkenal dengan keanekaragaman kuliner. Strategi ekspansi ini termasuk pendirian fasilitas produksi pusat dan implementasi model ritel grab-and-go untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan pelanggan. Kelayakan finansial dari rencana ekspansi Tupkies dinilai menggunakan beberapa metode analitis, termasuk Laporan Keuangan Pro Forma, Anggaran Modal, dan Analisis Risiko melalui Perencanaan Skenario selama proyeksi 5 tahun. Metrik finansial seperti NPV, IRR, dan Payback Period dari Investasi dihitung untuk menentukan potensi ekonomi dari ekspansi tersebut. Analisis ini mengungkapkan Payback Period dari Investasi selama 3.06 tahun, nilai NPV yang positif sebesar Rp342,523,246.13, IRR sebesar 45% yang lebih tinggi dari nilai WACC sebesar 11.31%, menunjukkan profitabilitas yang tinggi dari proyek ekspansi Tupkies.

2024
👤 Penulis: Rafi Akbar Setiadi
🏷️ Ekspansi Bisnis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan

STUDI KELAYAKAN PEMINDAHTANGANAN ASET MESIN PRODUKSI PANEL SURYA

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial pemindahtanganan aset mesin produksi panel surya dari PT LI ke PT SEI, sebagai bagian dari restrukturisasi PT LI setelah pembentukan holding BUMN DEFEND ID. Dua skenario utama analisis: skenario I mempertimbangkan pemindahtanganan aset dalam kondisi saat ini (as is), dan skenario II yang mempertimbangkan pemindahtanganan dengan melakukan penggantian mesin produksi dengan teknologi terbaru. Metodoloogi penelitian mencakup wawancara dengan manajemen dan teknisi, serta observasi langsung proses produksi. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan menghitung Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Discounted Payback Period (DPP), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Modified Internal Rate of Return (MIRR). Hasil penelitian pada skenario I, diperoleh NPV sebesar Rp 2.762.611.238, PP 2,26 tahun, DPP 2,42 tahun, BCR 1,27, dan MIRR 24,32%. Sedangkan skenario II menunjukkan hasil yang lebih menguntungkan dengan NPV sebesar Rp 16.308.004.433, PP 2,13 tahun, DPP 2,25 tahun, BCR 2,16, dan MIRR 36,76%. Simulasi Monte Carlo menunjukkan bahwa probabilitas keberhasilan proyek pada skenario II adalah 62,2%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan skenario I. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemindahtanganan aset mesin produksi lebih menguntungkan jika disertai dengan penggantian mesin produksi yang lebih modern (skenario II). Rekomendasi utama bagi PT SEI adalah memilih skenario II untuk mempercepat pengembalian investasi dan pengembangan pasar yang lebih luas, serta melakukan produk dan analisis pasar berkelanjutan guna meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan.

2024
👤 Penulis: Dhiyat Imtiyaz Yunan
🏷️ Ekonomi Sosial 🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Analisis Keuangan

STRATEGI BISNIS UNTUK MENINGKATKAN KEUNTUNGAN DARI PT BUMI ASIH JAYA MELALUI AKUISISI HOTEL HORISON BANDUNG

PT Asuransi Bumi Asih Jaya adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang asuransi yang ingin mengembangkan usahanya di luar industri asuransi dalam rangka meningkatkan profitabilitas usahanya dengan cara mengakuisisi Hotel Horison Bandung. PT Bumi Asih Jaya mempunyai dua strategi bisnis terkait dengan akuisisi Hotel Horison tersebut yaitu Hotel Horison direnovasi lalu dijual dan satu lagi pembangunan Apartement dan kantor dengan tinggi 18 lantai. PT Bumi Asih Jaya akan mengakuisisi hotel Horison dengan harga Rp 200 M (hutang : Rp 170 M & modal sendiri : 30 Milyar). Berdasarkan historical data dan data dari PHRI Jawa Barat, Tingkat hunian Hotel Horison ialah 60% weekdays dan 80% weekend. Terdapat dua alternatif yang akan digunakan pasca akuisisi yakni menjalankan hotel seperti sebelum akuisisi, yang kedua adalah melakukan renovasi hotel. Untuk langkah pertama proyek ini tidak layak sedangkan untuk langkah kedua setelah direnovasi proyek ini menjadi layak dengan NPV Rp 29,650,673,394 ; IRR 14% dan pay back period 5.84 tahun. Langkah selanjutnya yang disarankan adalah melakukan penjualan Hotel Wisanti dan mendapatkan keuntungan bersih setelah pajak Rp 432,253,743,640.61. Untuk srategi berikutnya ialah pembangunan Apartement dan Office Building dengan total investasi sebesar RP 597 M. Dimana dengan menggunakan sensitivity analisis yang optimis melalui struktur pendanaan, jumlah unit apartement yang terjual dan suku bunga pinjaman ; Semua alternative di proyek ini feasible dengan Pay Back Period pada kisaran 8.18 – 8.47 tahun. Jika menggunakan skenario yang pesismis Pay Back Period terjadi pada 8.47 – 8.78 tahun. Tetapi tidak semua alternative feasible, hanya dengan menggunakan Debt to Equity ratio 50:50, proyek ini akan Feasible. Proyek ini direncanakan akan memakan waktu selama ± 2 tahun.

2024
👤 Penulis: Willy Luqmanullahim
🏷️ Akuisisi Bisnis 🏷️ Pemanfaatan Sistem Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan
Halaman 7 dari 8
💬