📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 113 dokumenSTRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PERMAKULTUR UNTUK MENCAPAI PRAKTIK BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT
Permakultur merupakan model pertanian terpadu yang menggabungkan pola desain selaras dengan alam serta pendekatan regeneratif untuk mewujudkan kehidupan berkelanjutan. Salah satu faktor pendorong keberhasilan tersebut dipengaruhi oleh hadirnya kelembagaan yang merujuk pada struktur, kewenangan, hingga aturan main untuk mencapai tujuan yang disepakati. Namun kelembagaan permakultur belum tereksplorasi keberadaannya, baik secara lokal maupun regional, khususnya di Kabupaten Bandung Barat. Terdapat dua praktik permakultur yang terdistribusi di dua desa, yakni Desa Cisarua (Rumah Kayu Permaculture) dan Desa Padalarang (Kebun Hanif Regenerative Culture). Secara komprehensif penggambaran kelembagaan dilakukan dengan kerangka kerja Institutional Analysis and Development (IAD Framework) sebagai alat bantu untuk memetakan kondisi sekaligus menyelesaikan unit permasalahan yang dikaji. Terdapat tiga tujuan penelitian antara lain: mengidentifikasi permakultur dan menganalisis unit konseptual (Arena Aksi), menganalisis status keberlanjutan pada empat dimensi (sosial, ekologi, ekonomi, dan kelembagaan), serta penentuan strategi untuk melakukan pengembangan kelembagaan permakultur. Analisis yang digunakan untuk menjawab masing-masing tujuan antara lain perangkat MACTOR untuk meninjau unit konseptual (Arena Aksi) pada kajian aktor dan peran, MDS-Rapfarm untuk meninjau status keberlanjutan, serta SWOT IE untuk penetapan strategi. Berdasarkan hasil pengkajian diperoleh pengidentifikasian karakteristik permakultur pada lima variabel dan unit konseptual pada tinjauan aktor dengan tingkat pengaruh tertinggi berasal dari kelompok internal (pengelola, pekerja, dan volunteer permakultur). Status keberlanjutan menunjukkan kelemahan (poor) pada dimensi sosial dan dimensi kelembagaan dengan skor 49,92% dan 37,22%. Sehingga diperoleh tiga strategi prioritas yang mengarah pada pertumbuhan dan perkembangan (Grow and Build) dalam pengembangan kelembagaan lokal.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM BURUAN SAE BERKELANJUTAN DI KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
Pertumbuhan dan pertambahan penduduk di perkotaan menjadi fenomena yang terjadi secara global. Jumlah penduduk di Kota Bandung pada tahun 2023 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 0,99%, sehingga kepadatan penduduk di Kota Bandung mencapai 15200 jiwa/km2. Penggunaan lahan di Kota Bandung didominasi oleh pemukiman, industri, perdagangan, dan perkantoran. Sebesar 96% kebutuhan pangannya dipenuhi dari luar daerah Kota Bandung . Melihat fenomena tersebut, untuk memastikan ketersediaan, ketahanan, dan kemandirian pangan, Pemerintah Kota Bandung memulai urban farming terintegrasi yang disebut "Program Buruan Sae" yaitu kegiatan yang mengintegrasikan beberapa sektor di antaranya pembibitan, budidaya tanaman sayuran, tanaman buah, dan tanaman obat, peternakan, perikanan, pengolahan hasil, dan pengolahan sampah. Pelaksanaan Program Buruan Sae merupakan salah satu solusi untuk ketahanan dan ketersediaan pangan, keterbatasan lahan, dan pengolahan sampah di Kota Bandung. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Metode pengambilan sample dilakukan dengan menggunakan teknik stratified sampling, purposive sampling, dan snowball sampling. Analisis keberlanjutan menggunakan teknik ordinasi modifikasi Rap-Ur-Agri (Rapid Appraisal for Urban Agriculture) dengan metode MDS (Multidimensional Scaling). Faktor internal dan eksternal usaha diidentifikasi dengan matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation) yang kemudian dijadikan dasar dalam perumusan strategi dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Pada tahap penentuan prioritas strategi pengembangan Program Buruan Sae dilakukan analisis QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil penelitian menunjukan status keberlanjutan Program Buruan Sae di Kota Bandung termasuk kedalam kategori cukup berkelanjutan pada dimensi ekonomi (53,81%), sosial (74,40%), dan kelembagaan (53,44%). Kemudian untuk dimensi ekologi (90,20%) dan teknologi (88,21%) termasuk kedalam kategori sangat berkelanjutan. Didapatkan dua belas strategi alternatif strategi pengembangan untuk meningkatkan keberlanjutan Program Buruan Sae, dengan lima strategi prioritas, yaitu 1.) kolaborasi antar pihak dalam membuat layanan komunikasi atau platform pemasaran online untuk menghubungkan produsen dengan konsumen, 2.) membangun jaringan komunikasi antar pengelola, lembaga pendanaan, Pemerintah Kota Bandung , rukun tetangga (RT) / rukun warga (RW) dan masyarakat melalui sharing informasi secara rutin, 3.) penerapan komunikasi terbuka dan penjadwalan secara rutin antara masyarakat dan pengelola, 4.) peningkatan kapasitas pengelolaan Program Buruan Sae melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan, dan 5.) peningkatan kapasitas pengelolaan hasil olahan yang melibatkan partisipasi masyarakat.
PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PADA BIRO KEMITRAAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Biro Kemitraan Institut Teknologi Bandung bertanggung jawab untuk menyusun kebijakan, mengelola program kemitraan, mobilitas internasional, serta layanan mahasiswa internasional. Dalam kegiatan sehari-hari, Biro Kemitraan menghadapi kendala dalam penyimpanan dokumen yang masih manual dan tidak terintegrasi, sehingga mengganggu proses pemantauan kemitraan. Selain itu, biro kekurangan informasi yang diperlukan terhadap aset intelektual ITB untuk pengambilan keputusan strategis dan berdampak besar, seperti kunjungan internasional. Biro Kemitraan ingin mengembangkan sistem informasi untuk mengatasi permasalahan ini, tetapi belum mampu menyampaikan kebutuhan sistem informasi tersebut kepada Direktorat Pengembangan ITB. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan strategis sistem informasi pada Biro Kemitraan ITB. Perencanaan sistem informasi Biro Kemitraan ITB dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Pertama, analisis kondisi internal dengan memetakan objektif strategis, proses bisnis, dan kondisi aktual IS/IT. Kedua, analisis kondisi eksternal dengan menganalisis rantai nilai eksternal, PEST, dan benchmark divisi kemitraan lainnya. Ketiga analisis kebutuhan sistem informasi dengan analisis SWOT untuk merangkum posisi Biro Kemitraan dalam memenuhi tujuan objektif, analisis TOWS untuk merancang inisiatif strategis, analisis faktor kunci keberhasilan, dan pengelompokkan sistem informasi, dan prioritisasi sistem informasi dilakukan menggunakan McFarlan Grid. Hasil yang didapatkan adalah terdapat 12 objektif strategis yang ingin dicapai oleh Biro Kemitraan, lalu diturunkan menjadi 23 inisiatif strategis yang menjadi cara dalam pencapaian objektif tersebut. Lalu, didapatkan 79 faktor kunci keberhasilan yang diturunkan menjadi 88 kebutuhan sistem dan informasi. Kebutuhan sistem dan informasi dikelompokkan menjadi 17 sistem informasi yang dibutuhkan. Setelah analisis gap, Biro Kemitraan ITB perlu mengembangkan dan merancang 12 sistem informasi, dengan 9 sistem merupakan Sistem Informasi Manajemen dan 3 sistem merupakan Sistem Pendukung Keputusan.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK PADA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (STUDI KASUS: PEMPEK ANANDA)
“Pempek Ananda” merupakan usaha UMKM yang didirikan oleh Ibu Herlianti Kusumaputri dan Bapak Tri Ananda sejak Desember 2022. Usaha “Pempek Ananda” menjual makanan pempek beku dalam bentuk varian paket keluarga. Usaha ini mengalami beberapa permasalahan diantaranya tren penjualan yang menurun dalam beberapa waktu terakhir dan juga promosi digital yang belum terlalu masif dilakukan serta minimnya konten pemasaran digital yang menarik yang dibuat pada akun media sosialnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merekomendasikan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan brand awareness Pempek Ananda di Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui metode kualitatif dengan cara mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara kepada pemilik usaha. Alat analisis yang digunakan yaitu Analisis Internal dengan menggunakan Analisis STP (Segmentation, Targeting, Product) dan Marketing Mix. Selain itu, Analisis Eksternal menggunakan analisis PEST (Political, Economical, Social, Technological Aspects) dan Competitor Analysis yang bertujuan untuk memahami kondisi pasar terkini. Business Model Canvas, analisis SWOT, dan TOWS digunakan untuk menyoroti kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal dan menemukan solusi bisnis untuk masalah yang diangkat dalam penelitian. Solusi Bisnis yang diusulkan adalah, diferensiasi dari pesaing dengan membuat Pempek Instant Package, dan memaksimalkan konten dan program promosi yang menarik yang diidentifikasi sebagai strategi potensial untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa UMKM seperti Pempek Ananda dapat mencapai pertumbuhan yang signifikan melalui upaya strategi pemasaran yang memanfaatkan tren digital dan mendiversifikasi produk Pempek Instant Package. Rekomendasi meliputi inovasi berkelanjutan dalam penawaran produk, kolaborasi strategis dengan influencer, dan partisipasi dalam acara kuliner lokal untuk meningkatkan Brand Awareness.
STRATEGI BISNIS YANG DIAJUKAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI KEDAI KOPI (STUDI KASUS: BAGI KOPI DI YOGYAKARTA)
Membuka sebuah kedai kopi adalah salah satu usaha bisnis yang sedang populer di Indonesia, didorong oleh budaya kopi yang terus berkembang. Namun, pemilik kedai kopi menghadapi tantangan dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk mempertahankan bisnis mereka, memastikan pendapatan yang konsisten, umpan balik positif dari pelanggan, dan penjualan produk yang stabil. Bagi Kopi, sebuah merek kedai kopi yang didirikan di Bandung pada Years 2020, telah dengan cepat memperluas kehadirannya dengan membuka beberapa cabang di berbagai kota. Meskipun pertumbuhannya pesat, terdapat perbedaan signifikan dalam kinerja penjualan antar cabang, khususnya cabang Yogyakarta berkinerja lebih rendah dibandingkan dengan cabang di Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan strategi bisnis guna meningkatkan penjualan Bagi Kopi pada cabang-cabang di Yogyakarta. Melalui analisis akar penyebab yang komprehensif menggunakan analisis internal dan eksternal seperti SWOT, VRIN, PESTEL, dan Lima Kekuatan Porter, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perbedaan penjualan dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk menjembatani kesenjangan kinerja tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, mengintegrasikan data kuantitatif dari kuesioner pelanggan dan data kualitatif dari wawancara semiterstruktur dengan pemangku kepentingan di Bagi Kopi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis klaster, dan analisis kesenjangan untuk memahami persepsi dan perilaku konsumen. Data kualitatif memberikan wawasan berharga melalui wawancara dengan pemangku kepentingan, mengungkapkan faktor-faktor mendasar yang mempengaruhi kinerja penjualan. Temuan menunjukkan bahwa perbedaan demografi pelanggan, preferensi, dan kondisi pasar antara Yogyakarta dan Bandung secara signifikan mempengaruhi hasil penjualan. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini mengusulkan strategi yang ditargetkan untuk Bagi Kopi di Yogyakarta, dengan fokus pada peningkatan keterlibatan pelanggan, peningkatan kualitas layanan, dan pemanfaatan peluang pasar lokal. Strategi yang diusulkan mencakup tindakan spesifik seperti inisiatif pemasaran, pelatihan staf secara teratur, dan manajemen fasilitas yang efektif untuk menyelaraskan kinerja cabang Yogyakarta dengan cabang di Bandung.
MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN INSTAGRAM COMVEE
Penelitian ini mengeksplorasi strategi pemasaran digital Comvee, sebuah merek pakaian adaptif, dalam konteks industri mode yang berkembang pesat. Meskipun tantangan yang melekat dalam industri ini, seperti perubahan preferensi konsumen, kemajuan teknologi, dan persaingan ketat, Comvee memanfaatkan Instagram sebagai platform pemasaran utamanya. Studi ini mengevaluasi strategi Comvee saat ini menggunakan Teori Strategi Bisnis, yang mencakup jadwal posting yang konsisten, jenis konten yang bervariasi, dan fitur interaktif, tetapi menyoroti kesenjangan signifikan dalam pertumbuhan followers dan engagement organik. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan Comvee dalam manajemen konten dan branding, sambil menunjukkan kelemahan seperti anggaran terbatas, variasi konten yang tidak memadai, dan kurangnya wawasan strategis. Peluang seperti peningkatan penetrasi internet dan tingginya penggunaan Instagram di kalangan demografi target dikontraskan dengan ancaman seperti fluktuasi ekonomi dan kejenuhan konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja buruk Comvee disebabkan oleh penelitian pasar dan evaluasi konten yang tidak memadai. Rekomendasi termasuk melakukan penelitian pasar yang mendetail, meningkatkan perencanaan konten melalui umpan balik pelanggan dan analisis pesaing, serta meningkatkan keterampilan tim pemasaran.
STRATEGI MARKETING UNTUK PENYEDIA SERVICE OFFICE PREMIUM DI PASAR YANG KOMPETITIF DI JAKARTA. STUDI KASUS: THE EXECUTIVE CENTRE
Meningkatnya kerja jarak jauh, ekonomi gig, dan permintaan akan ruang kerja fleksibel telah berdampak signifikan pada pasar perkantoran tradisional, yang memerlukan strategi pemasaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pemasaran penyedia kantor layanan premium, dengan fokus pada The Executive Centre di Central Business District (CBD) Jakarta. Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keputusan bisnis dan preferensi pelanggan, memberikan kerangka analisis pemasaran yang komprehensif. Studi ini menggunakan segmentasi pasar, analisis kompetitif, dan analisis SWOT untuk mengembangkan strategi pemasaran yang terarah. Temuan utama menunjukkan bahwa lokasi strategis, harga yang transparan, dan syarat sewa yang fleksibel sangat penting dalam menarik dan mempertahankan klien. Rekomendasi termasuk memanfaatkan pemasaran digital, membentuk kemitraan dengan agen properti, dan menangani kebutuhan yang berkembang dari perusahaan multinasional dan pekerja modern. Studi ini juga meninjau literatur tentang strategi pemasaran, menerapkan teknikteknik terbaru yang digunakan oleh berbagai perusahaan. Dengan menggabungkan kerangka teori yang kuat, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan perspektif untuk membangun rencana pemasaran yang paling efektif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan posisi pasar The Executive Centre dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan masa depan melalui kegiatan pemasaran strategis.
FORMULASI STRATEGI BISNIS UNTUK PT SILKA TEGUH SEJAHTERA (SCIENCOM) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN
Pasar pelatihan IT di Indonesia diperkirakan memiliki Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) sebesar 5,94% dari tahun 2024 hingga 2032, seperti yang dilaporkan oleh The International Market Analysis Research and Consulting Group (IMARC) pada tahun 2023. Namun, PT Silka Teguh Sejahtera atau yang lebih dikenal sebagai Sciencom, penyedia pelatihan IT dan komputer di Indonesia, telah menghadapi tantangan dalam meningkatkan pendapatannya selama 6 tahun terakhir. Berdasarkan wawancara dengan perwakilan manajemen Sciencom, stagnasi pertumbuhan pendapatan berasal dari anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan dan pelatihan oleh institusi pemerintah, sebagai klien utama mereka, yang telah menurun. APBN lebih banyak diarahkan ke sektor-sektor seperti pembangunan infrastruktur, perawatan kesehatan, program bantuan sosial, dan pendidikan nasional (Kementerian Keuangan, 2023). Tesis ini bertujuan untuk mengembangkan strategi bisnis bagi Sciencom yang akan secara efektif meningkatkan pendapatannya dengan menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terbatasnya pertumbuhan pendapatan. Pertanyaan penelitian tesis ini akan dijawab melalui metode kualitatif untuk menganalisis faktor eksternal (ancaman dan peluang) dan internal (kekuatan dan kelemahan). Data primer dikumpulkan dari wawancara dengan tiga karyawan Sciencom dan lima mantan pelanggan Sciencom. Sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui laporan perusahaan, jurnal, buku, dan situs web. Dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternal Sciencom, penulis telah merumuskan strategi bisnis menggunakan Growth Matrix dan Porter’s Generic Strategy. Untuk mendukung strategi bisnis baru, penulis juga mengusulkan revisi model Segmentation, Targeting, dan Positioning (STP) serta Marketing Mix 7Ps. Dengan demikian, strategi yang diusulkan dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatannya.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN USAHA F&B (STUDI KASUS: KAPAU ANAK SULTAN)
Industri makanan dan minuman di Indonesia selalu dipenuhi dengan persaingan yang ketat dan inovasi yang luas. Bagi Kapau Anak Sultan, bisnis restoran yang cukup baru didirikan sejak tahun 2021, pada dua setengah tahun pertama, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mampu bertahan dalam persaingan yang ketat di industri makanan dan minuman meskipun terjadi pandemi COVID-19. Namun setelah pertengahan tahun 2023 penjualan Kapau Anak Sultan mengalami penurunan. Selain penjualan yang menurun, bisnis ini juga tidak dapat memperoleh pelanggan baru karena kurangnya kesadaran merek. Setelah melakukan eksplorasi masalah, dapat ditentukan bahwa perusahaan perlu menyesuaikan strategi pemasarannya untuk meningkatkan jumlah penjualan dan n kesadaran merek. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan Kapau Anak Sultan solusi strategi pemasaran yang tepat dan selaras dengan strategi bisnis baru yang diusulkan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan data primer dan sekunder, penelitian dimulai dengan analisis pelanggan, lingkungan internal, dan eksternal bisnis untuk memahami masalah bisnis secara keseluruhan. Untuk melakukan analisis pelanggan, kuesioner survei dibagikan kepada 224 responden. Selanjutnya, untuk mendapatkan wawasan seputar kondisi internal perusahaan, dilakukan wawancara dengan CEO, manajemen, dan karyawan outlet Kapau Anak Sultan. Informasi ini dikumpulkan untuk melakukan analisis RBV, analisis VRIO, analisis Value Chain, dan juga beberapa analisis pelanggan seperti analisis STP dan Marketing Mix. Analisis lingkungan eksternal dengan analisis General, Industri, dan Competitor juga dilakukan. Setelah dilakukan analisis tersebut, selanjutnya dilakukan analisis terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dirangkum dalam kerangka SWOT, yang akan digunakan untuk menghasilkan usulan solusi menggunakan matriks TOWS. Hasil survei pelanggan juga digunakan untuk melakukan analisis Cluster, yang kemudian menghasilkan tiga kategori segmen pasar baru. Dari ketiga kategori tersebut, kemudian ditetapkan dua kategori gabungan sebagai target pasarnya. Selain itu, melalui survei pelanggan, bisnis strategi diferensiasi ditemukan lebih cocok dibandingkan strategi tingkat bisnis saat ini. v Strategi pemasaran “Marketing Mix“ baru juga diusulkan, termasuk menambahkan variasi lauk atau porsi pada nasi campur, memperkenalkan strategi harga baru yang dapat mendukung bisnis strategi diferensiasi baru, meningkatkan pengalaman pelanggan dan pelayanan yang unggul di gerai Kapau Anak Sultan, dan menerapkan aktivitas promosi yang kuat melalui asosiasi merek seperti cobranding, pemasaran media sosial, dan promosi penjualan.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN GEL KOPI (STUDI KASUS: KOMODO ARMS COFFEE GEL)
Peningkatan kesadaran kesehatan dan kebugaran, terutama sejak pandemi tahun 2020, tidak dapat disangkal. Tren ini tercermin dalam peningkatan dramatis jumlah acara lari – pertumbuhan yang mengejutkan sebesar 70% dari 94 acara pada tahun 2022 menjadi 160 acara pada tahun 2023. Seiring dengan meningkatnya popularitas lari, permintaan untuk suplemen peningkat kinerja seperti gel energi juga meningkat. Komodo Arms Coffee Gel, produk unik dari PT Komodo Armament Indonesia, menghadirkan peluang signifikan untuk memanfaatkan tren ini. Formula kafein alami menjadikannya sumber energi alternatif yang menarik bagi pelari. Namun, meskipun memiliki potensi ini, kinerja penjualan Komodo Coffee Gel telah menurun. Data menunjukkan penurunan signifikan dalam penjualan dari Mei 2022 hingga Januari 2024, dengan tren penurunan yang drastis pada November 2022. Penurunan ini menimbulkan ancaman serius terhadap kelayakan pasar produk, yang menekankan perlunya strategi pemasaran yang kuat untuk meningkatkan penjualan dan memperkuat kehadiran pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah mendasar yang mempengaruhi kinerja pasar Komodo Arms Coffee Gel dan untuk mengusulkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kehadiran dan penjualannya di pasar. Studi ini menggunakan analisis eksternal dan internal untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang lingkungan bisnis dan tantangan internal. Analisis eksternal mencakup PEST, analisis pesaing, dan analisis konsumen, sedangkan analisis internal berfokus pada bauran pemasaran (4P), strategi STP, VRIO, dan strategi value chain. Data primer dan sekunder dikumpulkan untuk mendukung analisis ini. Temuan dirangkum menggunakan kerangka SWOT dan dianalisis lebih lanjut melalui matriks TOWS untuk menghasilkan alternatif strategis. Strategi-strategi ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang teridentifikasi dan memanfaatkan peluang pasar, pada akhirnya mendorong pertumbuhan dan loyalitas pelanggan untuk Komodo Arms Coffee Gel.
PEMILIHAN RIG UNTUK PEKERJAAN COMPLETION DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DI JATIBARANG FIELD
Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyampaikan dalam bahwa pada 2016 harga minyak mencapai US$ 26,63 per barel. Penurunan ini menyebabkan kegiatan di industri minyak mengalami kelesuan. Namun, pada tahun 2017 harga minyak dunia naik mencapai US$ 52,47 per barel. Kenaikan tersebut mendorong Pertamina (Persero) menargetkan produksi 1,9 juta BOEPD di 2025. Berdasarkan SWOT Analisis, keunggulan Jatibarang Field adalah memiliki cadangan minyak besar pada Lapangan Pengembangan Akasia Bagus dengan pemboran sumur ABG-08 yang memproduksikan 2600 BOPD. Penulis mengidentifikasi major concern dan akar permasalahan yang dihadapi menggunakan Metode Kepner Tregoe. Pengembangan Sumur Baru dengan pemboran menjadi major concern dari bisnis proses yang direncanakan dan tingginya biaya Rig pada tahap Completion Job menjadi masalah yang dihadapi. Pada 2021, PT Pertamina Hulu Rokan (Ex. CHEVRON), dan PT Pertamina EP menjadi satu dibawah Subholding Hulu PT Pertamina Hulu Energi karena Transformasi Organisasi. Pada PT PHR (Ex. CHEVRON), Proses pemboran dengan Rig Bor dilakukan sampai tahap instalasi casing produksi. Kemudian pada tahap pekerjaan Completion dilanjutkan oleh Rig Workover Kontrak. Strategi tersebut terbukti berhasil dilakukan di Lapangan PT PHR (Ex. CHEVRON). Hal ini menyulut semangat manajemen PT Pertamina EP untuk melakukan hal yang sama. Selanjutnya penulis menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk memilih Rig mana yang sesuai untuk mengatasi problem tersebut berdasarkan kriteria biaya, waktu, ketersediaan Rig, kesiapan lokasi sumur dan kapasitas Rig. Hasil AHP diperoleh bahwa penggunaan Drilling Rig masih menjadi alternative solusi terbaik dengan nilai 59 % dibanding Rig Workover Kontrak, dan Rig Workover Milik Sendiri. Sedangkan Rig Capacity menjadi kriteria terpenting dengan nilai 52 %. Sehingga pekerjaan Completion Job akan tetap dikerjakan menggunakan Drilling Rig.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS UNTUK PERUMUSAN STRATEGI PADA SEBUAH TOKO KONSTRUKSI MATERIAL: PENDEKATAN PENILAIAN MULTI-ATTRIBUT YANG SEDERHANA
TDJ Store, sebuah toko bahan bangunan terkemuka di Kendal, Jawa Tengah, telah berhasil beroperasi sebagai toko offline selama 15 tahun dan toko online selama 2 tahun. Sebagai bagian dari strategi pertumbuhannya, toko ini bertujuan untuk beralih menjadi perusahaan dan membuka toko fisik baru. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan strategi komprehensif untuk memastikan keselarasan dengan tujuan yang ditetapkan. Penelitian ini melakukan analisis terhadap kondisi internal dan lingkungan eksternal TDJ Store untuk memberikan wawasan tentang situasi perusahaan saat ini. Dengan menggunakan metode Porter’s Five Forces, Diamond Model, analisis kinerja keuangan, dan analisis SWOT, penelitian ini memeriksa faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi TDJ Store. Temuan ini kemudian digunakan untuk merumuskan strategi dengan matriks TOWS dan menentukan jenis strategi menggunakan matriks SPACE, yang mengidentifikasi strategi agresif (kuadran 1) sebagai yang paling sesuai. Akhirnya, metode SMART diterapkan untuk memprioritaskan alternatif strategi, memilih penetrasi pasar sebagai strategi yang paling tepat untuk diprioritaskan dalam implementasinya oleh TDJ Store berdasarkan kondisi saat ini.
STRATEGI PEMELIHARAAN PADA FASILITAS TUA DI PERUSAHAAN MINYAK BUMI DAN GAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi manajemen pemeliharaan fungsional yang melampaui peran tradisionalnya sebagai pusat biaya atau sekadar fungsi pendukung, dan memposisikannya sebagai sumber keuntungan dinamis bagi NSO. Strategi ini berfokus pada optimasi efisiensi, keandalan, dan umur panjang peralatan, serta mengatasi tantangan terkait penuaan aset. Dengan mengadopsi model pemeliharaan yang proaktif dan berbasis nilai, strategi ini berupaya meminimalkan waktu henti dan biaya, menurunkan kehilangan peluang produksi (loss production opportunity), meningkatkan kinerja operasional, dan pada akhirnya berkontribusi pada profitabilitas perusahaan. Metodologi penelitian melibatkan analisis eksternal dan internal yang komprehensif. Analisis eksternal mencakup PESTEL, Lima Kekuatan Porter, dan analisis konsumen, sedangkan analisis internal mencakup analisis sumber daya, kerangka Rantai Nilai Porter, analisis kompetensi inti, dan analisis VRIO. Hasil analisis ini disintesiskan ke dalam analisis SWOT, diikuti dengan matriks TOWS untuk menentukan strategi alternatif yang kemudian diterjemahkan ke dalam rencana implementasi yang dapat ditindaklanjuti. Temuan utama penelitian mengusulkan empat solusi strategis: pertama, manajemen pemeliharaan berbasis risiko menggunakan CMMS, yang meliputi perencanaan pemeliharaan, eksekusi pemeliharaan, pengendalian dan pemantauan, serta evaluasi pemeliharaan. Kedua, pengembangan organisasi pemeliharaan yang unggul melalui perkiraan beban pemeliharaan, perencanaan kapasitas, penataan organisasi (terpusat, terdesentralisasi, atau hibrid), dan identifikasi pekerjaan pemeliharaan in-house dan outsourced. Ketiga, peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pengembangan matriks keterampilan, penekanan pada keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan, pelatihan berkelanjutan dan pengembangan keterampilan, serta evaluasi rutin untuk beradaptasi dengan perubahan persyaratan. Keempat, pengembangan kemitraan strategis dengan penyedia barang dan jasa melalui sinergitas dalam pengadaan bersama dengan sesama KKKS, baik dengan entitas anak perusahaan di bawah Sub Holding Company maupun dengan KKKS lain, serta mencari peluang sinergitas dengan BUMN dan perusahaan afiliasinya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang terstruktur, berorientasi risiko, perencanaan menyeluruh, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan kolaborasi strategis dapat mengubah manajemen pemeliharaan menjadi sumber keuntungan yang berkelanjutan. Mengingat sifat industri yang dinamis, perusahaan harus secara berkala meninjau dan menyesuaikan strategi pemeliharaannya. Pendekatan ini selaras dengan sistem manajemen integritas aset berdasarkan prinsip perbaikan berkelanjutan, memastikan strategi pemeliharaan tetap optimal dan responsif terhadap tantangan yang terus berkembang. Dengan demikian, manajemen pemeliharaan tidak hanya menjadi sumber keuntungan tetapi juga merupakan pilar penting keberlanjutan operasional perusahaan.
MENENTUKAN KEPUTUSAN STRATEGIS PADA JENGGALA LESTARI MENGGUNAKAN TOWS-AHP UNTUK MENGEMBANGKAN STRATEGI PERUSAHAAN
enggala Lestari, perusahaan pariwisata yang berdiri pada tahun 2020, mengalami penurunan pendapatan yang signifikan dari Juni 2022 hingga Mei 2023, dengan penurunan paling tajam sejak Oktober 2022. Studi ini menggunakan metodologi TOWS-AHP untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan solusi strategis guna membalikkan penurunan pendapatan dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Analisis SWOT menyoroti kekuatan seperti beragam kegiatan, lokasi yang strategis, dan suaka margasatwa yang unik, beserta kelemahan seperti biaya operasional yang tinggi dan kehadiran daring yang tidak memadai. Peluang eksternal mencakup meningkatnya minat terhadap ekowisata dan potensi pemasaran digital, sementara ancaman mencakup meningkatnya persaingan dan ketidakpastian ekonomi. Dengan mengintegrasikan faktor-faktor ini ke dalam matriks TOWS, alternatif strategis dikembangkan dan diprioritaskan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Strategi optimal yang diidentifikasi adalah berinvestasi dalam pemasaran digital, termasuk mengembangkan situs web yang komprehensif, meningkatkan kesadaran merek melalui media sosial, dan bermitra dengan platform pemesanan daring. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas merek, menarik basis pelanggan yang lebih luas, dan meningkatkan pendapatan, sehingga menyediakan kerangka kerja yang berharga bagi bisnis lain di industri pariwisata.
PEMILIHAN ARTIFICIAL LIFT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DI LAPANGAN JATIBARANG
SKKMIGAS sebagai satuan khusus yang dibentuk pemerintah telah mencanangkan produksi minyak dan gas Indonesia sebesar 1 juta bopd dan 12 bscfd di tahun 2030. Sebagai bagian dari perusahaan Migas, PT Pertamina EP (PEP) ikut mendukung program tersebut, dengan berbagai rencana kerja yang berdampak pada kenaikan produksi di seluruh wilayah kerja PEP. Salahsatunya yaitu lapangan minyak Jatibarang. Lapangan Jatibarang merupakan lapangan yang sudah diproduksikan dari tahun 1971 sehingga telah mengalami penurunan produksi, sampai saat ini lapangan jatibarang dominan di produksikan dengan menggunakan Artificial Lift Gas Lift (GL). Namun seiring waktu berjalan, GL sudah tidak optimal dan berdampak pada Low & Off produksi sehingga masalah ini perlu segera ditangani supaya bisa mempertahankan produksi struktur Jatibarang. Peneliti menggunakan Analisis SWOT dan Metode Kepner Tregoe serta data-data lapangan untuk mencari akar masalahnya. Dengan kedua metode tersebut didapatkan bahwa penurunan produksi disebabkan oleh tidak optimalnya sumur-sumur Gas Lift yang disebabkan katub gas Lift sering tidak bekerja dengan baik dan supply gas Injeksi kurang optimal. Selanjutnya peneliti menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) guna memilih metode Artificial Lift yang sesuai untuk menggantikan GL, dengan berdasarkan kriteria: Cost, Production, Low Rate, Trajectory dan Time to installation dengan goal adalah untuk menambah produksi. Hasil AHP diperoleh bahwa Artificial Lift Hydraulic Pumping Unit (HPU)merupakan alternative solusi yang terbaik dengan score 57.5% di banding ESP dan Plunger Lift. Dan kriteria dengan score tertinggi yaitu Produksi dengan nilai 45.5%. Sehingga program konversi lifting ini akan terus dilakukan pada sumur-sumur Gas Lift selanjutnya.