π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 173 dokumenPEMANTAUAN SECARA KOMPREHENSIF DEFORMASI BENDUNGAN JATILUHUR, JAWA BARAT
Tidak ada deskripsi.
PEMODELAN BIM BERBASIS WEB DARI RAGAM LASER SCANNING UNTUK BANGUNAN BENDUNG GUNA MENDUKUNG MANAJEMEN ASET IRIGASI
Tidak ada deskripsi.
PEMODELAN BIM BERBASIS WEB DARI RAGAM LASER SCANNING UNTUK BANGUNAN BENDUNG GUNA MENDUKUNG MANAJEMEN ASET IRIGASI
Tidak ada deskripsi.
PEMODELAN BIM BERBASIS WEB DARI RAGAM LASER SCANNING UNTUK BANGUNAN BENDUNG GUNA MENDUKUNG MANAJEMEN ASET IRIGASI
Tidak ada deskripsi.
PEMODELAN BIM BERBASIS WEB DARI RAGAM LASER SCANNING UNTUK BANGUNAN BENDUNG GUNA MENDUKUNG MANAJEMEN ASET IRIGASI
Tidak ada deskripsi.
VISUALISASI MODEL AREA ENERGI TINGGI PANAS BUMI BERDASARKAN MANIFESTASI GEOGRAFIS DENGAN WEB MAPPING MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH (STUDI AREA : PULAU FLORES)
Pemanfaatan energi terbarukan, khususnya panas bumi, menjadi kebutuhan penting bagi Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan energi dan keterbatasan sumber daya tak terbarukan. Pulau Flores, yang ditetapkan sebagai Pulau Panas Bumi berdasarkan Keputusan Menteri ESDM, memiliki potensi panas bumi yang besar, namun pemanfaatannya belum optimal. Desain produk ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan area berpotensi panas bumi di Pulau Flores dengan memanfaatkan metode penginderaan jauh berbasis web mapping. Data penginderaan jauh digunakan untuk mengekstraksi ragam parameter, seperti elevasi, Land Surface Temperature (LST), lapse rate, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Water Indeks (NDWI), Soil Moisture Indeks (SMI), dan densitas kelurusan. Deteksi area berpotensi panas bumi berdasarkan kenampakan manifestasi permukaan dilakukan menggunakan algoritma pembelajaran mesin XGBoost pada parameter berlabel. Hasil dari pemodelan ini berupa peta area berpotensi panas bumi yang divisualisasikan dalam sistem web map. Web map yang dihasilkan akan memudahkan analisis data berbasis spasial untuk mendukung proses eksplorasi dan pengembangan energi panas bumi di wilayah Flores secara lebih efisien.
VISUALISASI MODEL AREA ENERGI TINGGI PANAS BUMI BERDASARKAN MANIFESTASI GEOGRAFIS DENGAN WEB MAPPING MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH (STUDI AREA: PULAU FLORES)
Pemanfaatan energi terbarukan, khususnya panas bumi, menjadi kebutuhan penting bagi Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan energi dan keterbatasan sumber daya tak terbarukan. Pulau Flores, yang ditetapkan sebagai Pulau Panas Bumi berdasarkan Keputusan Menteri ESDM, memiliki potensi panas bumi yang besar, namun pemanfaatannya belum optimal. Desain produk ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan area berpotensi panas bumi di Pulau Flores dengan memanfaatkan metode penginderaan jauh berbasis web mapping. Data penginderaan jauh digunakan untuk mengekstraksi ragam parameter, seperti elevasi, Land Surface Temperature (LST), lapse rate, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Water Indeks (NDWI), Soil Moisture Indeks (SMI), dan densitas kelurusan. Deteksi area berpotensi panas bumi berdasarkan kenampakan manifestasi permukaan dilakukan menggunakan algoritma pembelajaran mesin XGBoost pada parameter berlabel. Hasil dari pemodelan ini berupa peta area berpotensi panas bumi yang divisualisasikan dalam sistem web map. Web map yang dihasilkan akan memudahkan analisis data berbasis spasial untuk mendukung proses eksplorasi dan pengembangan energi panas bumi di wilayah Flores secara lebih efisien.
PEMANTAUAN SECARA KOMPREHENSIF DEFORMASI BENDUNGAN JATILUHUR
Bendungan Jatiluhur merupakan infrastruktur yang berperan dalam penyediaan air, pembangkit listrik, dan pengendalian banjir di Jawa Barat. Stabilitas struktur bendungan menjadi sangat penting untuk memastikan keamanan operasionalnya. Proyek ini bertujuan untuk melakukan pemantauan deformasi secara komprehensif di Bendungan Jatiluhur dengan menggunakan metode Interferometric Satellite Aperture Radar (InSAR), terestris, inklinometer, dan satu metode baru yang menjadi luaran dari proyek ini, yakni pemantauan dengan Global Navigation Satellite System (GNSS) berbiaya rendah. Hasil pemantauan metode-metode tersebut digunakan sebagai dasar analisis deformasi Bendungan Jatiluhur berupa besaran, kecepatan, dan arah deformasi yang disimpan dalam satu sistem Basis Data Pemantauan Deformasi Bendungan Jatiluhur tahun 2016- 2025. Basis data memuat data displacement dan settlement pada masing-masing metode pemantauan berdasarkan data-data yang telah diolah relatif terhadap posisi referensinya. Berdasarkan hasil analisis data, settlement yang terjadi berada pada rentang 0,02 β 0,84 cm/tahun menggunakan metode sipat datar dan 0,04 β 1,09 cm/tahun menggunakan metode InSAR. Displacement yang terjadi berada pada rentang 0,02 β 0,39 cm/tahun menggunakan metode terestris dan 0,009 β 0,41 cm/tahun menggunakan metode InSAR. Displacement pipa pemantauan berada pada rentang 0,23 β 2,49 cm/tahun menggunakan metode inklinometer. Displacement dan settlement yang terjadi di Bendungan Jatiluhur tergolong pada batas aman karena berada di bawah ambang batas bahaya deformasi berdasarkan standar International Commission on Large Dams (ICOLD), Clements, dan United State Bureau of Reclamation (USBR). Data displacement dan/atau settlement dikorelasikan dengan tinggi muka air dan hasilnya menunjukkan korelasi yang lemah hingga kuat. Hasil pemantauan deformasi disimpan dalam satu sistem basis data dalam format Structured Query Language (SQL) sesuai standar International Organization for Standardization (ISO) 19156 dan ISO 8601. Pembangunan sistem GNSS berbiaya rendah dimulai dengan pembuatan receiver yang terdiri dari komponen penerima sinyal GNSS, komponen daya, dan komponen penyimpanan yang diintegrasikan dalam web sebagai controller. Sebelum pemasangan sistem GNSS, dilakukan pengecekan kualitas alat untuk memastikan fungsinya. Setelah uji coba, dilakukan pemasangan GNSS berbiaya rendah pada satu titik pantau. Sistem GNSS berbiaya rendah dapat merekam data secara kontinu dan terintegrasi dengan laman web sehingga memudahkan proses pemindahan data untuk pemantauan jarak jauh. Sistem basis data deformasi dan sistem GNSS berbiaya rendah diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan bendungan secara berkelanjutan.
VISUALISASI MODEL AREA ENERGI TINGGI PANAS BUMI BERDASARKAN MANIFESTASI GEOGRAFIS DENGAN WEB MAPPING MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH (STUDI AREA: PULAU FLORES)
Pemanfaatan energi terbarukan, khususnya panas bumi, menjadi kebutuhan penting bagi Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan energi dan keterbatasan sumber daya tak terbarukan. Pulau Flores, yang ditetapkan sebagai Pulau Panas Bumi berdasarkan Keputusan Menteri ESDM, memiliki potensi panas bumi yang besar, namun pemanfaatannya belum optimal. Desain produk ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan area berpotensi panas bumi di Pulau Flores dengan memanfaatkan metode penginderaan jauh berbasis web mapping. Data penginderaan jauh digunakan untuk mengekstraksi ragam parameter, seperti elevasi, Land Surface Temperature (LST), lapse rate, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Water Indeks (NDWI), Soil Moisture Indeks (SMI), dan densitas kelurusan. Deteksi area berpotensi panas bumi berdasarkan kenampakan manifestasi permukaan dilakukan menggunakan algoritma pembelajaran mesin XGBoost pada parameter berlabel. Hasil dari pemodelan ini berupa peta area berpotensi panas bumi yang divisualisasikan dalam sistem web map. Web map yang dihasilkan akan memudahkan analisis data berbasis spasial untuk mendukung proses eksplorasi dan pengembangan energi panas bumi di wilayah Flores secara lebih efisien.
STUDI PERBAIKAN TANAH LUNAK CLAYEY SILT DENGAN RIGID INCLUSION (STUDI KASUS PADA TANAH CLAYEY SILT DENGAN KONSISTENSI VERY SOFT DAN SOFT DI DAERAH JAKARTA UTARA)
Metode perbaikan tanah yang seringkali dipilih terdiri dari dua jenis, yaitu melakukan ground improvent untuk meningatkan kekuatan tanah serta kekakuannya atau memasang konstruksi tiang hingga melewati lapisan tanah lunak. Dalam hal ini dipilih menggunakan Rigid Inclusion yaitu merupakan sebuah teknik perbaikan tanah yang instalasinya dilakukan dengan membentuk inklusi semi-kaku untuk meningkatkan kekuatan massa tanah secara keseluruhan dalam upaya menangani permasalahan-permasalahan seperti penurunan dan daya dukung. Rigid Inclusion (RI) merupakan jenis kolom beton yang metode pemasanganya dilakukan dengan cara dibor menggunakan full displacement auger (bagian dari alat bor) khusus yang membuat tanah di sekitar tiang mengalami perpindahan (displacement) dan pemadatan akibat gaya yang dihasilkan. Studi kasus tesis dilakukan di daerah Cilincing, Jakarta Utara. Kondisi tanah eksisitng kedalaman 0 β 10 m mempunyai nilai N-SPT 0 β 8 dan nilai konus 1-5 kg/cm2. Jenis tanah lanau kelempungan, nilai Cu (Kohesi) dari hasil triaxial UU adalah 37,1 kN/m2. Beban yang dimplementasikan adalah timbunan setinggi 4 m dan beban surcharge load (kendaraan + jalan rigid beton) sebesar 15 kN/m2. Tujuan dilakukan studi ini untuk mengetahui besarnya penurunan yang terjadi pada tanah serta peranan Load Transfer Platform (LTP) dengan mencoba berbagai konfigurasi jarak RI ataupun tebal LTP untuk mendapatkan desain yang optimal dengan menggunakan Software Plaxis 2D. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Rigid Inclusion dengan jarak 1,5 m dan 2 m dapat mengurangi besarnya dan lama waktu penurunan pada permukaan tanah timbunan hingga mencapai 60% dari total penurunan yang terjadi serta 45% waktu konsolidasi dibanding tanpa ada soil improvement.
STUDI PERILAKU DINDING BASEMENT AKIBAT GALIAN DALAM DENGAN METODE ELEMEN HINGGA DAN HASIL PENGUKURAN FULL SCALE LAPANGAN: STUDI KASUS GALIAN BASEMENT BALAIKOTA DKI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memvalidasi prediksi deformasi lateral dinding penahan tanah pada konstruksi galian dalam dengan menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) berbasis perangkat lunak MIDAS GTS NX. Studi dilakukan pada proyek galian basement Balaikota DKI Jakarta dengan konfigurasi geometri, tahapan konstruksi, dan parameter tanah yang mengacu pada tesis Dayu Apoji (2011). Dua model konstitutif tanah digunakan dalam simulasi, yaitu model Mohr-Coulomb (MC) dan Hardening Soil (HS), untuk mengkaji pengaruhnya terhadap hasil deformasi lateral. Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi terhadap data pengukuran lapangan dari inclinometer pada dua titik borehole. Hasil menunjukkan bahwa model Hardening Soil memberikan prediksi deformasi yang lebih mendekati kondisi aktual dibandingkan model Mohr-Coulomb. Selain itu, simulasi dengan MIDAS GTS NX mampu menghasilkan perilaku deformasi yang cukup representatif, dengan deviasi nilai yang masih berada dalam kisaran yang dapat diterima secara teknik. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pemilihan model tanah dan validasi terhadap data lapangan dalam analisis numerik geoteknik.
STUDI PERILAKU DINDING BASEMENT AKIBAT GALIAN DALAM DENGAN METODE ELEMEN HINGGA DAN HASIL PENGUKURAN FULL SCALE LAPANGAN: STUDI KASUS GALIAN BASEMENT BALAIKOTA DKI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memvalidasi prediksi deformasi lateral dinding penahan tanah pada konstruksi galian dalam dengan menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) berbasis perangkat lunak MIDAS GTS NX. Studi dilakukan pada proyek galian basement Balaikota DKI Jakarta dengan konfigurasi geometri, tahapan konstruksi, dan parameter tanah yang mengacu pada tesis Dayu Apoji (2011). Dua model konstitutif tanah digunakan dalam simulasi, yaitu model Mohr-Coulomb (MC) dan Hardening Soil (HS), untuk mengkaji pengaruhnya terhadap hasil deformasi lateral. Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi terhadap data pengukuran lapangan dari inclinometer pada dua titik borehole. Hasil menunjukkan bahwa model Hardening Soil memberikan prediksi deformasi yang lebih mendekati kondisi aktual dibandingkan model Mohr-Coulomb. Selain itu, simulasi dengan MIDAS GTS NX mampu menghasilkan perilaku deformasi yang cukup representatif, dengan deviasi nilai yang masih berada dalam kisaran yang dapat diterima secara teknik. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pemilihan model tanah dan validasi terhadap data lapangan dalam analisis numerik geoteknik.
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN TIMBUNAN TERHADAP STABILITAS TIMBUNAN DENGAN VARIASI TINGGI DI ATAS TANAH LUNAK (STUDI KASUS JALAN TOL INDRAPURA β KISARAN).
Penelitian ini mengkaji pengaruh kecepatan konstruksi dan variasi ketebalan lapisan terhadap stabilitas lereng di atas tanah lunak, khususnya di STA 112+900 proyek Jalan Tol Indrapuraβ Kisaran. Lokasi konstruksi didominasi oleh tanah lunak dengan kadar air tinggi, yang menyebabkan lereng longsor selama pembebanan awal. Dengan menggunakan pemodelan elemen hingga 2D Plaxis, serangkaian analisis parametrik dilakukan untuk menilai pengaruh kecepatan timbunan, durasi konsolidasi, dan tinggi timbunan terhadap faktor kemanan, penurunan, pergerakan lateral, dan tekanan air pori ekses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan timbunan tanpa waktu konsolidasi yang memadai secara signifikan mengurangi faktor keamanan, terutama pada tingkat timbunan yang lebih tinggi. Dalam penelitian ini konstruksi bertahap pada tanah lunak dalam pembangunan infrastruktur jalan tol sangat berpengaruh terhadap stabilitas rencana yang diharapkan. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk strategi pelaksanaan pada kondisi geoteknik yang serupa guna mengurangi keterlambatan dan menghindari kegagalan struktural konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi konstruksi pada tanah lunak.
PENGARUH VARIASI LITOLOGI TERHADAP KESTABILAN BENDUNGAN CEMPAKA AKIBAT BEBAN GEMPA SHALLOW CRUSTAL
Dalam konteks kegempaan, dibutuhkan rekayasa yang menyeluruh dan komprehensif pada setiap tahapan pembangunan infrastruktur, khususnya pada bangunan air yang memiliki risiko tinggi seperti bendungan urugan. Gempa bumi dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas dan deformasi bendungan, sehingga diperlukan pendekatan analisis yang tepat untuk mengantisipasi potensi kerusakan. Kerusakan ini dapat dipicu oleh beban gempa yang destruktif. Penelitian yang menguji aspek statis dan dinamis pada bendungan utamanya dalam mengetahui efek destruktif dari gempa hanya menggunakan satu model litologi fondasi saja. Oleh karenanya perlu dilakukan dalam lebih banyak variasi susunan litologi untuk mengetahui deformasi yang dihasilkan, karena kelak anaisis ini akan lebih baik dalam menggambarkan terhadap respons struktur terhadap beban gempa, dengan kondisi litologi baik karakteristik mekanik, geometri serta pembebanan oleh timbunannya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi litologi terhadap keamanan bendungan. Parameter yang diuji adaah nilai deformasi dan amplifikasi. Pemodelan yang dilakukan diharapkan dapat mengetahui nilai keduanya dan kedua nilai tersebut dapat dikomparasikan dalam satu dan antar model. Pemodelan dilakukan dalam kondisi statis maupun dinamis. Objek studi yang digunakan adalah Rencana Bendungan Cempaka, yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat. Analisis dilakukan terhadap tubuh bendungan dengan memodelkan kondisi in-situ berdasarkan data pengeboran sepanjang sumbu (as) bendungan. Data ini diasumsikan merepresentasikan kondisi lapangan. Bendungan Cempaka terletak di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dengan komposisi litologi secara regional adalah litologi batupasir dan batulempung karbonatan. Batulempung karbonatan memiliki karakteristik yang lebih lunak, dibuktikan dengan nilai UCS serta nilain modulus elastisitas yang lebih rendah daripada batupasir. Pemodelan diambil dari dua section melintang as berbeda, berdasrkan data pengeboran. Satu penampang memiliki batupasir dominan sedangkan penampang lainnya memiliki batulempung dominan. Selanjutnya, analisis dilakukan untuk tiga tahapan utama yaitu tahap konstruksi, tahap pengisiandan tahap operasional selama kurun waktu tertentu. Dua skenario variasi litologi diterapkan untuk memahami pengaruh perbedaan kondisi geologi terhadap perilaku struktur. Untuk analisis dinamis, digunakan tiga data gempa jenis kerak dangkal yang memiliki karakteristik berbeda. Seluruh analisis dilakukan dengan pendekatan metode elemen hingga, yang memungkinkan pemodelan detail respons deformasi dan tegangan dalam sistem bendungan Analisis respon statis dan dinamik dilakukan pada tubuh bendungan, dengan memodelkan kondisi in-situ dari fondasi, berdasarkan data pengeboran memanjang as yang dimodelkan menjadi 2 model. Analisis dilakukan pada konstruksi dan pengisian serta operasional bendungan dalam tiga tahun, pada empat skenario fondasi berbeda. Sedangkan analisis bendungan pada tubuh bendungan menggunakan data tiga data gempa shallow crustal berbreda. Analisis tersebut dilakukan dengan metode elemen hingga. Analisis masa konstruksi pada bendungan dilakukan secara bertahap dengan satu tahap kenaikan konstuksi setiap 12 m dalam waktu 480 hari. Pada akhir konstruksi didapatkan pergeseran dalam dua sumbu X-Y sebesar rerata sebesar 1.1 m. Faktor keamanan pada semua desain fondasi berkisar antara 1.7-1.8. Sedangkan pada analisis dinamis hasil deformasi semua model fondasi dengan nilai maksimal 2.116 m. Faktor keamanan dari analisis dinamis memiliki nilai minimum 1.49. Analisis yang dilakukan setelah pemodelan meliputi perbandingan nilai deformasi setelah dinormalisasi terhadap ketinggian line, serta perbandingan deformasi absolut antar model. Dari analisis tersebut, besar nilai deformasi yang dinormalisasi umumnya berbanding lurus terhadap ketebalan batulempung. Selain itu, dilakukan analisis perbandingan nilai amplifikasi terhadap rasio tebal batulempung dan deformasi. Hasilnya adalah ketiga parameter tersebut berbanding lurus, baik dari 1 dan antar model.
ANALISIS SPASI LUBANG BOR UNTUK NATURAL COKE MENGGUNAKAN GLOBAL ESTIMATED VARIANCE PADA PT. XYZ, MURUNG RAYA, KALIMANTAN TENGAH
Eksplorasi sumber daya batubara memerlukan pemahaman mendalam tentang distribusi dan ketebalan lapisan, terutama di area yang dipengaruhi oleh panas alami, sehingga batubara kokas berubah menjadi Natural Coke (NC). Studi ini bertujuan untuk menganalisis jarak spasi bor yang optimal atau Drill Hole Spacing Analysis (DHSA) untuk evaluasi sumber daya NC dengan pendekatan Global Estimation Variance (GEV) di Blok A dan Blok B, PT XYZ, Murung Raya, Kalimantan Tengah. Analisis menggunakan GEV menghasilkan nilai eror relatif pada setiap skenario spasi yaitu 100m Γ 100m, 200m Γ 200m, 300m Γ 300m, 400m Γ 400m, 500m Γ 500m, 1000m Γ 1000m, dan 1500m Γ 1500m. Hasil dari DHSA kemudian dikaitkan dengan klasifikasi sumber daya berdasarkan besaran nilai relatif error dengan asumsi tingkat keyakinan 95% sebagai berikut: sumber daya terukur dengan relatif error ????10%, sumber daya tertunjuk dengan 10%< relatif error ????20%, dan sumber daya tereka dengan 20% < eror relatif ????50%. Hasil studi di PT XYZ untuk Blok A menunjukkan spasi bor optimum untuk klasifikasi sumber daya terukur sebesar 150m, tertunjuk sebesar 350m, dan tereka sebesar 600m. Sedangkan untuk Blok B menunjukkan spasi bor optimum untuk klasifikasi sumber daya terukur sebesar 200m, tertunjuk sebesar 400m, dan tereka sebesar 1000m. Hasil optimasi spasi bor untuk setiap klasifikasi sumber daya batubara ini secara umum menunjukkan spasi yang lebih rapat jika dibandingkan dengan pedoman spasi bor pada SNI 5015 (2019) untuk kondisi geologi moderat. Studi ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam melakukan eksplorasi detil guna mendapatkan sumber daya NC dengan tingkat keyakinan tertentu.