📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4,000 dokumen

PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL UNTUK MEMPERKENALKAN INSTRUMEN INVESTASI REKSA DANA BAGI PEREMPUAN USIA 18–25 TAHUN DI INDONESIA

Meskipun tingkat literasi keuangan perempuan Indonesia mencapai 66,75% (lebih tinggi dari laki-laki), partisipasi mereka dalam pasar modal masih rendah, yakni hanya 37% dari total investor pada tahun 2025. Fenomena ini sangat terlihat pada perempuan Generasi Z usia 18-25 tahun (mahasiswa dan first-jobber) yang cenderung memiliki profil risiko konservatif, hambatan psikologis berupa rasa takut akan kerugian, serta kebiasaan konsumtif berbasis self-reward atau stress-buying. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep, strategi komunikasi, dan visual kampanye sosial yang efektif guna meningkatkan partisipasi investasi reksa dana pada kelompok tersebut. Metode perancangan yang digunakan adalah Design Thinking (Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test). Data dikumpulkan melalui studi literatur, kuesioner terhadap 45 responden, serta wawancara mendalam dengan ahli teknologi finansial, praktisi investasi, khalayak sasaran, dan ahli kreatif. Strategi komunikasi yang diterapkan dirumuskan melalui pendekatan High Involvement/Informational dengan sentuhan pesona Transformational yang diintegrasikan ke dalam model alur perilaku konsumen AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share). Perancangan ini menghasilkan sebuah kampanye sosial terintegrasi dengan gagasan utama "Your Financial Sister" (Your FinSis), sebuah perwujudan figur "kakak perempuan" yang membimbing audiens secara empatik dan peer-to-peer. Kampanye ini dieksekusi melalui integrasi media daring (Instagram, TikTok, WhatsApp, microsite) dan media luring berupa aktivasi experience-based marketing (instalasi penentu profil risiko, kustomisasi struk, stiker lantai) lewat kolaborasi strategis antara platform investasi Bibit dan gerai kecantikan Sociolla. Dengan gaya visual yang feminin, modern, dan sentuhan kontemporer budaya Indonesia, kampanye ini diharapkan dapat membangun rasa aman dan mengubah perilaku konsumtif menjadi kebiasaan investasi produktif yang berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Salma Nur Faizah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN IKLIM DAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT ALIRAN MENGGUNAKAN MODEL SOIL AND WATER ASSESSMENT TOOL (SWAT) (STUDI KASUS: SUB-DAS CISANGKUY, PROVINSI JAWA BARAT)

Sub-DAS Cisangkuy berlokasi di Kabupaten Bandung yang berperan sebagai daerah resapan air dan area penyangga untuk stabilitas lingkungan kawasan Bandung Raya. Namun, kondisi sub-DAS Cisangkuy saat ini menunjukkan penurunan fungsi yang ditandai dengan fluktuasi debit yang semakin ekstrem dan bencana hidrometeorologis yang sering terjadi. Perubahan iklim dan penggunaan lahan memperburuk kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan debit aliran sub-DAS Cisangkuy pada kondisi baseline, menganalisis perubahan debit aliran pada proyeksi masa depan, mengevaluasi pengaruh perubahan iklim dan tata guna lahan terhadap perubahan debit aliran, serta menganalisis potensi dampak hidrologi berupa banjir dan kekeringan berdasarkan perubahan karakteristik debit. Dalam penelitian ini, digunakan model hidrologi Soil and Water Assessment Tool versi terbaru (SWAT+) untuk mensimulasikan debit aliran serta menganalisis pengaruh berbagai skenario perubahan iklim dan tata guna lahan terhadap respons hidrologi DAS. Empat skenario diterapkan dalam analisis, yaitu: (1) skenario dasar (baseline) yang merepresentasikan kondisi eksisting dengan menggunakan data iklim dan tata guna lahan historis pada periode simulasi 2013-2023; (2) skenario emisi rendah yang mengombinasikan proyeksi iklim SSP1-2,6 dengan tata guna lahan hasil proyeksi; (3) skenario emisi menengah dengan proyeksi iklim SSP2-4,5 dan tata guna lahan proyeksi; serta (4) skenario emisi tinggi yang menggunakan proyeksi iklim SSP5-8,5 dan tata guna lahan proyeksi. Tata guna lahan diproyeksikan melalui pemodelan menggunakan perangkat lunak TerrSet (LiberaGIS) pada tahun 2040, sedangkan data proyeksi iklim bersumber dari kerangka Coupled Model Intercomparison Project Phase 6 (CMIP6) pada periode 2030-2050. Hasil simulasi baseline menggunakan SWAT+ menunjukkan bahwa pola debit aliran sub-DAS Cisangkuy mengikuti pola musiman, dengan debit tertinggi terjadi pada musim hujan dan debit terendah pada musim kemarau. Model menunjukkan kinerja yang memenuhi kriteria dengan nilai NSE sebesar 0,450 pada periode kalibrasi dan 0,401 pada periode validasi, serta nilai PBIAS masing-masing sebesar -2,23% dan 0,99%. Proyeksi masa depan menunjukkan peningkatan debit aliran dibandingkan kondisi baseline, dengan debit rata-rata meningkat sebesar 53,8958,84% dan debit maksimum meningkat sebesar 95,25–106,80%. Sementara itu, debit minimum meningkat sebesar 13,97% pada skenario SSP1-2,6 dan 6,75% pada SSP2-4,5, tetapi menurun sebesar 23,75% pada SSP5-8,5. Peningkatan debit tersebut dipengaruhi oleh kenaikan curah hujan pada seluruh skenario perubahan iklim yang diperkuat oleh perubahan tata guna lahan, terutama peningkatan luas sawah, lahan pertanian, dan kawasan terbangun yang cenderung meningkatkan limpasan permukaan. Berdasarkan perubahan karakteristik debit aliran, sub-DAS Cisangkuy diproyeksikan mengalami peningkatan risiko banjir akibat kenaikan debit puncak pada seluruh skenario masa depan. Selain itu, penurunan debit minimum pada SSP5-8,5 mengindikasikan adanya potensi peningkatan risiko kekeringan pada musim kemarau. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan iklim dan tata guna lahan berpotensi meningkatkan variabilitas hidrologi sub-DAS Cisangkuy pada masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Cicilia Nababan
🏷️ Hidrologi 🏷️ Model Simulasi Hidrologi 🏷️ Perubahan Iklim Dan Tata Guna Lahan

PERANCANGAN GIM MOBILE SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN KESADARAN PENGGUNAAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD) PADA GENERASI Z (18-22 TAHUN)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya frekuensi kesalahan penulisan kaidah bahasa Indonesia pada Generasi Z, khususnya mahasiswa usia 18–22 tahun, yang cenderung terpengaruh oleh pola komunikasi informal media sosial. Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) secara akurat sangat krusial bagi mahasiswa dalam menyampaikan informasi, terutama dalam konteks akademik. Namun, observasi awal menunjukkan kerentanan kesalahan pada penggunaan tanda baca koma, penulisan preposisi "di", serta peluluhan imbuhan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah serious game sebagai media interaktif untuk meningkatkan penguasaan kaidah EYD Edisi V pada mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dokumen, wawancara mendalam dengan ahli linguistik, serta survei terhadap 109 responden untuk memetakan perilaku bermain dan gaya belajar target audiens. Hasil dari perancangan ini adalah desain gim pada perangkat ponsel pintar untuk membangun retensi memori jangka panjang bagi Generasi Z

2026
👤 Penulis: Denisa Febriyanti Bagjana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

AN ACTIVITY-BASED COSTING APPROACH TO CALCULATE UNIT COST UNDER DUMPING AREA RELOCATION IN COAL MINING OPERATIONS

Penelitian ini membahas keterbatasan visibilitas pembentukan biaya pada tingkat aktivitas ketika alternatif rencana penimbunan masih dievaluasi terutama berdasarkan estimasi biaya agregat dan kebutuhan armada. Penelitian mengevaluasi implikasi biaya satuan dari rencana relokasi area penimbunan pada kegiatan pemindahan lapisan penutup di PT. XYZ selama periode perencanaan 2027–2029. Penelitian bertujuan menghitung biaya satuan pada tingkat aktivitas dan total biaya satuan pada Plan A sebagai skenario dasar dan Plan B sebagai skenario relokasi, mengidentifikasi aktivitas utama penyebab perbedaan biaya, serta menilai implikasi finansialnya. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus terapan yang didominasi oleh analisis kuantitatif. Data numerik diperoleh dari dokumen internal perusahaan yang telah disetujui, sedangkan wawancara semi-terstruktur digunakan untuk mengonfirmasi permasalahan bisnis, memvalidasi struktur aktivitas, klasifikasi biaya, cost driver, dan interpretasi hasil. Model Activity-Based Costing mengalokasikan biaya sumber daya ke dalam aktivitas OB Loading, OB Hauling, OB Dozing, OB Road Maintenance, OB Support, OB Lighting, dan OB Overhead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Plan B secara konsisten menghasilkan biaya satuan yang lebih rendah. Total biaya satuan Plan A adalah US$4,33/bcm pada 2027, US$4,21/bcm pada 2028, dan US$3,94/bcm pada 2029, sedangkan Plan B menghasilkan US$3,40/bcm, US$3,23/bcm, dan US$3,18/bcm. Pengurangan biaya masing-masing sebesar US$0,93/bcm, US$0,98/bcm, dan US$0,77/bcm, terutama berasal dari aktivitas OB Hauling akibat berkurangnya jarak angkut, cycle time, kebutuhan truk, dan operator. Dalam model perencanaan finansial terintegrasi, Plan B diproyeksikan menurunkan total biaya sekitar US$68 juta dan meningkatkan laba setelah profit sharing sekitar US$46 juta. Penelitian merekomendasikan Plan B sebagai dasar perencanaan, dengan tetap melakukan validasi terhadap asumsi teknis dan operasional sebelum implementasi.

2026
👤 Penulis: Muhammad Izhar Yusran
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN TYPEFACE DARI JANUR KUNING PERNIKAHAN DALAM BUKU EKSPERIMENTAL

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keberagaman budaya, salah satunya tercermin dalam tradisi pernikahan. Janur kuning menjadi salah satu elemen simbolik yang sering digunakan dalam prosesi pernikahan, khususnya di Jawa Barat. Selain berfungsi sebagai penanda adanya acara pernikahan, janur kuning juga memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan harapan, kesejahteraan, dan kehidupan baru bagi pasangan pengantin. Namun, di era modern saat ini, pemahaman masyarakat terhadap makna simbolik janur kuning mulai berkurang. Penelitian dan perancangan ini bertujuan mengeksplorasi potensi visual janur kuning sebagai dasar perancangan typeface dalam ranah desain komunikasi visual. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan pengrajin janur serta ahli budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk organis, modular, dan struktur anatomi janur kuning memiliki potensi untuk diadaptasi ke dalam anatomi huruf. Typeface yang dirancang kemudian diaplikasikan ke dalam buku eksperimental sebagai media presentasi dan arsip visual budaya berbasis eksplorasi tipografi modern

2026
👤 Penulis: Salma Nurul Arsy Hidayatullah
🏷️ Desain Komunikasi Visual 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS IN-PLACE DAN FATIGUE PADA ANJUNGAN LEPAS PANTAI TETAP 4 KAKI DI REPUBLIK ANGOLA, AFRIKA SELATAN

Terdapat beberapa hal yang memengaruhi perancangan struktur anjungan lepas pantai tetap, di antaranya: kondisi beban lingkungan, batimetri, target kapasitas produksi, dan aspek geoteknik setempat. Beban lingkungan, dalam hal ini adalah gelombang, secara fundamental bersifat dinamik, yang jika diinteraksikan dengan struktur anjungan lepas pantai di laut dangkal akan memicu fenomena fatik. Studi ini hendak merancang struktur anjungan lepas pantai tetap di Republik Angola dan membandingkan karakteristik fatik strukturnya terhadap beban lingkungan yang ada di Indonesia. Analisis in-place akan dilakukan terhadap suatu model numerik struktur anjungan lepas pantai tetap tipe jacket 4 kaki menggunakan perangkat lunak Bentley SACS v.12. Konfigurasi bracing yang digunakan adalah tipe diagonal bracing. Elevasi dasar laut dangkal tipikal yang digunakan adalah 48.77 m dari mean low water (MLW). Elevasi dek terendah, sub-cellar deck, sebesar 7.89 m dari MLW. Struktur didesain menggunakan metode working stress design (WSD), mengacu kepada API RP2A-WSD 22nd Edition untuk umur rencana 30 tahun pada kondisi operating dan storm. Material baja yang digunakan adalah ASTM A572 Gr. 60 untuk penampang wide flange dan API 5L X52 untuk penampang tubular. Pemeriksaan analisis in-place dilakukan terhadap beberapa kriteria perancangan, yaitu: unity check (UC) ratio elemen struktural, faktor keamanan daya dukung aksial tanah, serta defleksi tiang pancang di dasar laut dan defleksi relatif dek. Hasil perancangan terhadap beban lingkungan di Republik Angola menunjukkan bahwa seluruh elemen struktural telah memadai. UC ratio terbesar untuk penampang wide flange, jacket tubular, bracing tubular, dan tiang pancang tubular secara berturut-turut adalah 0.99, 0.16, 0.79, dan 0.39. Defleksi dek untuk kondisi storm adalah 5.13 cm, memenuhi batas yang dipersyaratkan oleh basis perancangan, yaitu: 39.18 cm. Komparasi fenomena fatik di kedua negara menunjukkan bahwa secara umum, umur rencana fatik sambungan tubular di Republik Angola lebih kecil. Untuk sambungan JA12 (sambungan jacket-bracing di bawah splash zone), umur rencana fatik untuk Republik Angola dan Indonesia secara berturut-turut adalah 72.7 ribu tahun dan 1.10 juta tahun. Tren ini ditemui pada 10 dari 15 sambungan jacket-bracing lainnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa karakteristik beban gelombang Republik Angola dengan periode panjang lebih memicu fluktuasi lonjakan tegangan pada sambungan tubular sehingga menghasilkan umur rencana fatik yang lebih buruk.

2026
👤 Penulis: Melvina Dwi Tamara
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Geoteknik Setempat 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KONEKTIVITAS HINTERLAND PELABUHAN UTAMA DI PULAU JAWA DAN ESTIMASI DEMAND TERMINAL PETI KEMAS DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK DAN PELABUHAN PATIMBAN

Konektivitas hinterland merupakan faktor penting yang memengaruhi wilayah layan dan daya saing antar pelabuhan. Cakupan hinterland tidak hanya ditentukan oleh kedekatan geografis, tetapi juga oleh aksesibilitas jaringan, waktu tempuh, dan generalised cost dari wilayah produksi atau konsumsi menuju pelabuhan. Di Pulau Jawa, kehadiran Pelabuhan Patimban sebagai entry port di wilayah utara Jawa Barat berpotensi mengubah struktur hinterland dan pembagian demand peti kemas, khususnya pada wilayah yang sebelumnya bergantung pada Pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian ini menggabungkan analisis konektivitas hinterland pelabuhan utama di Pulau Jawa dengan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap estimasi demand Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengestimasi demand Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban. Analisis dilakukan terhadap Pelabuhan Tanjung Priok, Patimban, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak dengan unit analisis kabupaten/kota melalui pendekatan deterministik dan probabilistik. Pendekatan deterministik digunakan untuk menentukan pelabuhan dengan nilai generalised cost minimum, sedangkan pendekatan probabilistik digunakan untuk menggambarkan kecenderungan pemilihan pelabuhan dan tingkat kompetisi antar pelabuhan. Estimasi demand Tanjung Priok dilakukan menggunakan regresi multilinear dengan metode stepwise berdasarkan variabel ekonomi, demografi, industri, perdagangan, nilai tukar, dan aktivitas logistik. Hasil analisis deterministik menunjukkan bahwa setelah Pelabuhan Patimban dipertimbangkan, jumlah hinterland dominan Tanjung Priok menurun dari 35 menjadi 23 kabupaten/kota. Berdasarkan perubahan tersebut, diperoleh spatial hinterland share Tanjung Priok sebesar 65,71% dan Patimban sebesar 34,29%. Di sisi lain, hasil probabilistik menunjukkan bahwa batas hinterland antar pelabuhan tidak bersifat kaku, melainkan membentuk zona kompetitif pada beberapa wilayah dengan probabilitas pemilihan pelabuhan yang relatif terbagi. Selanjutnya, Nilai share tersebut digunakan untuk mengestimasi demand Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban. Hasil estimasi menunjukkan bahwa demand Terminal Peti Kemas Patimban diperkirakan mencapai sekitar 3.11 juta TEU pada tahun 2027 dan 3.79 juta TEU pada tahun 2037. Dengan demikian, Pelabuhan Patimban berpotensi memiliki peran sebagai pelabuhan pendukung Tanjung Priok dalam sistem pelabuhan utama di Pulau Jawa.

2026
👤 Penulis: M. Daffa' Hanifaturrahman
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Logistik

PERANCANGAN GAME DENGAN TEMA SISTEM IMUN TUBUH MANUSIA UNTUK AUDIENS 18-23 TAHUN

Sistem imun tubuh manusia merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh manusia untuk menghadapi ancaman asing yang dapat membahayakan tubuh. Pengetahuan mengenai sistem imun tubuh manusia seringkali sulit dipahami oleh audiens awam karena sifatnya yang sering dianggap rumit dan membosankan. Media konvensional seringkali dirasa terlalu monoton dan tidak memiliki daya tarik yang dapat membuat dewasa muda, khususnya usia 18-23 tahun tertarik untuk mempelajari topik ini. Perancangan ini bertujuan untuk menciotakan sebuah game yang mengutamakan aspek hibutan dan kesenangan (entertain anda happiness) sebagai daya tarik utamanya, dimana pemahaman mengenai sistem imun hadir sebagai dampak dari proses bermain. Perancangan ini menerapkan strategi personifikasi, dimana aspek yang ada pada sistem imun tubuh manusia akan diterjemahkan menjadi karakter dan objek di dalam game, dengan menyeimbangkan aspek tantangan dan keseruan yang diberikan. Hasil akhir perancangan ini diharapkan berupa game yang interaktif dan imersif, dimana pemain bisa berfokus pada kemenangan dan kesenangan dari mekanik dan visual, namun secara tidak langsung memperoleh pengetahuan mengenai cara kerja sistem imun tubuh manusia.

2026
👤 Penulis: Muhammad Hilman
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENENTUAN KONTROL OPTIMAL DAN PREMI ASURANSI PADA KEAMANAN SIBER

Meningkatnya ketergantungan terhadap sistem digital menyebabkan risiko serangan siber semakin tinggi dan berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi mitigasi yang mengombinasikan penerapan kontrol keamanan dan asuransi siber. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model matematika penyebaran virus siber, menentukan strategi kontrol optimal untuk menekan penyebaran virus, serta menghitung premi asuransi siber berdasarkan tingkat risiko penyebaran virus. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan suatu kerangka pemodelan yang menghubungkan dinamika penyebaran virus siber, strategi kontrol optimal, dan penentuan premi asuransi sehingga tingkat risiko penyebaran virus yang dihasilkan model dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan premi asuransi siber. Model dikembangkan menggunakan pendekatan epidemiologi kompartemen untuk menggambarkan dinamika penyebaran virus siber. Analisis model meliputi penentuan titik kesetimbangan, analisis kestabilan, perhitungan bilangan reproduksi dasar menggunakan Next Generation Matrix, analisis sensitivitas, serta penentuan kontrol optimal menggunakan Prinsip Minimum Pontryagin yang diselesaikan dengan metode Forward-Backward Sweep. Model selanjutnya dikembangkan dengan laju transmisi yang bergantung pada tingkat proteksi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter laju infeksi merupakan faktor yang paling memengaruhi penyebaran virus. Selain itu, penerapan kontrol optimal mampu menurunkan jumlah maksimum komputer terinfeksi hingga lebih dari 12% dibandingkan kondisi tanpa kontrol, sedangkan peningkatan tingkat proteksi sistem turut menurunkan tingkat risiko penyebaran virus sehingga premi asuransi yang ditentukan berdasarkan tingkat risiko juga menjadi lebih rendah. Dengan demikian, model yang dikembangkan dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi pengendalian dan premi asuransi siber berdasarkan tingkat risiko

2026
👤 Penulis: Vania
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

OPTIMASI JARINGAN RANTAI PASOK DAN SKEMA SUBSIDI PADA PROGRAM KONVERSI MINYAK TANAH KE LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) DI 19 PROVINSI KONVERSI MENGGUNAKAN MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING DAN MULTIPLE OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING

Program konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg telah memberikan manfaat signifikan terhadap efisiensi biaya subsidi energi nasional. Namun, hingga saat ini terdapat 101 kabupaten di 19 provinsi yang belum melakukan program konversi, terutama di wilayah kepulauan dan Indonesia timur. Pelaksanaan konversi menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur distribusi serta perlunya penyeimbangan kepentingan pemerintah sebagai pemberi subsidi, PT X sebagai penyelenggara distribusi, dan masyarakat sebagai penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan merancang jaringan rantai pasok LPG dan skema alokasi subsidi yang optimal. Penelitian dilakukan dalam dua subtopik yang saling terintegrasi. Subtopik pertama menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk menentukan konfigurasi jaringan rantai pasok yang meminimalkan total biaya investasi dan operasional distribusi selama periode 2027–2036 dengan mempertimbangkan keputusan pembangunan fasilitas, pemilihan moda transportasi, dan alokasi aliran produk. Hasil biaya distribusi dari model tersebut digunakan sebagai parameter pada subtopik kedua, yaitu optimasi alokasi subsidi menggunakan Multiple Objective Linear Programming (MOLP) untuk menentukan pembagian biaya yang optimal antara pemerintah, PT X, dan masyarakat. Hasil optimasi menunjukkan total biaya sistem sebesar Rp13,49 triliun yang terdiri atas CAPEX sebesar Rp3,15 triliun dan NPV OPEX sebesar Rp10,34 triliun. Model merekomendasikan pengembangan kapasitas depot LPG eksisting tanpa pembangunan depot baru serta pembangunan 19 SPBE baru. Selanjutnya, optimasi alokasi subsidi menghasilkan skema pembagian biaya terpilih dengan menurunkan kerugian biaya PT X sebesar 92,17%, dari Rp14,69 juta/MT menjadi Rp1,15 juta/MT, serta mengurangi kesenjangan beban biaya antara Pemerintah dan Masyarakat sebesar 96,38%, dari Rp93,60 juta/MT pada metode eksisting menjadi Rp3,38 juta/MT.

2026
👤 Penulis: Filbert
🏷️ Optimasi Jaringan Rantai Pasok 🏷️ Analisis Subsidi Energi 🏷️ Hidrologi

PERENCANAAN KLASIFIKASI TENAGA KEPENDIDIKAN BERBASIS AKTIVITAS PADA UNIT KERJA PENDUKUNG INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadapi permasalahan inefisiensi komposisi sumber daya manusia, khususnya rasio dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang belum sesuai dengan kondisi ideal yang diharapkan. Hingga saat ini, belum terdapat model acuan yang mengklasifikasikan jenis tendik berdasarkan karakteristik aktivitas di setiap unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis saat ini dan proses bisnis yang seharusnya dilakukan oleh setiap unit kerja, memetakan peran pada setiap proses bisnis dengan matriks RAOSI, serta mengklasifikasikan tenaga kependidikan berbasis aktivitas pada empat Unit Kerja Pendukung (UKP) ITB, yaitu Ditmawa, DSDM, DKST, Ditkeu. Penelitian ini menggunakan kerangka workforce planning ISO 30409:2016 dengan pendekatan task-based segmentation. Pemetaan proses bisnis dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pejabat struktural di setiap direktorat yang divalidasi dengan peraturan yang berlaku serta standar acuan. Model klasifikasi dikembangkan berdasarkan empat dimensi penilaian yaitu Strategic Value, Uniqueness, Needs Private Information Access, dan Repetitiveness and Standardization of the Task. Penilaian dilakukan melalui kuesioner berskala ordinal 1–4 yang diisi oleh pejabat struktural, dengan hasil yang kemudian divalidasi kepada pimpinan masing-masing unit. Proses bisnis saat ini berjumlah 236 (Ditmawa), 261 (DSDM), 243 (DKST), dan 344 (Ditkeu). Setelah evaluasi kesesuaian, proses bisnis yang seharusnya dilakukan bertambah menjadi 347, 309, 360, dan 421 untuk masing-masing direktorat. Dari keseluruhan proses bisnis dengan operate pada level staf, hasil klasifikasi menunjukkan dominasi kategori tendik tetap di seluruh unit yaitu 162 aktivitas di Ditmawa, 84 di DSDM, 165 di DKST, dan 199 di Ditkeu. Sisanya terdistribusi pada kategori KJP/MK, dan TAD. Penelitian ini menghasilkan model klasifikasi tenaga kependidikan berbasis aktivitas yang dapat digunakan sebagai acuan oleh DSDM ITB dalam perencanaan, rekrutmen, dan penempatan tenaga kependidikan, serta menjadi landasan implementasi pada seluruh Unit Kerja Pendukung di ITB.

2026
👤 Penulis: Bashor Ahadi Rosyad
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MANAJEMEN RISIKO MALPRAKTEK SEBAGAI RISIKO PERUSAHAAN DI RUMAH SAKIT (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM PINDAD TUREN)

Pada pelaksanaan pelayanan kesehatan, hubungan antara dokter dan pasien menghasilkan suatu persetujuan dalam pemberian dan penerimaan pelayanan medis yang dapat dibenarkan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan identifikasi dan penilaian risiko malpraktik sebagai bagian dari manajemen risiko korporasi di Rumah Sakit Umum Pindad Turen sebelum terjadinya kasus malpraktik operasi katarak tahun 2024, serta faktor-faktor dalam manajemen risiko korporasi di Rumah Sakit Umum Pindad Turen menyebabkan kegagalan pencegahan risiko malpraktik pada kasus operasi katarak tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Anali sis penelitian ini dilakukan dengan pendekatan tematik deduktif yaitu menggunakan kerangka konseptual Governance, Risk and Compliance (GRC) sebagai dasar dala m menetapkan tema, kategori dan kode awal sebelum proses analisis data dimulai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan identifikasi dan penilaian risiko malpraktik sebagai bagian dari manajemen risiko korporasi di Rumah Sakit Umum Pindad Turen sebelum terjadinya kasus operasi katarak tahun 2024 menunjukkan si stem manajemen risiko telah diterapkan melalui pendekatan GRC. Pada aspek gove rnance, rumah sakit telah memiliki struktur tata kelola yang mendukung pengelolaa n risiko melalui penerapan clinical risk management yang terintegrasi dalam sistem mutu, pre-operative assessment, SOP, WHO Surgical Safety Checklist, risk register clinical audit dan sistem pelaporan insiden. Pada aspek risk management, identifika si dan penilaian risiko dilakukan melalui klasifikasi tingkat risiko sebagai dasar pen gambilan keputusan klinis dan penyusunan langkah mitigasi. Namun aspek complia nce, implementasi beberapa prosedur belum dilaksanakan secara konsisten terkait p elaksanaan skrining pra operasi yang belum didukung pemeriksaan kadar gula dara h pada tahap awal pelayanan, belum adanya standar baku mengenai batas aman kad ar gula darah sebagai dasar penundaan operasi, pelaksanaan tindak lanjut pascaoper asi yang belum optimal, serta belum seragamnya pelaporan insiden dan komunikasi antar unit. Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan pencegahan risiko malpraktik pada kas us operasi katarak tahun 2024 di Rumah Sakit Umum Pindad Turen diidentifikasi m elalui Fishbone Analysis yang menunjukkan penyebabnya berasal dari berbagai fakt or yang saling berkaitan. Pada aspek Man, kegagalan dipengaruhi oleh variasi komp etensi, pengalaman, kedisiplinan dan kepatuhan tenaga medis terhadap prosedur, se rta belum optimalnya budaya pelaporan risiko. Pada aspek Method, penyebab utama meliputi belum tersusunnya standar skrining praoperasi yang mewajibkan pemeriks aan GDS sejak kunjungan awal, belum adanya batas ambang klinis yang terstandar sebagai dasar kelayakan operasi pada pasien diabetes, serta belum optimalnya meka nisme follow-up dan pelaporan insiden. Pada aspek Equipment, faktor penyebab ber asal dari belum optimalnya pemanfaatan sistem informasi rumah sakit dan belum ter sedianya sistem peringatan dini berbasis data klinis. Pada aspek Material, kegagala n dipengaruhi oleh ketidaklengkapan informasi riwayat medis pasien serta belum te rsedianya checklist risiko praoperasi yang baku. Pada aspek Environment, tekanan b eban kerja, kondisi kegawatdaruratan dan budaya komunikasi risiko yang belum ter buka turut memengaruhi proses pengambilan keputusan klinis. Sementara aspek M anagement, kegagalan disebabkan oleh pengawasan risiko yang masih bersifat reakt if, belum optimalnya internalisasi budaya keselamatan pasien dan budaya risiko di s eluruh organisasi

2026
👤 Penulis: Nadhia Apriana
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERENCANAAN KLASIFIKASI TENAGA KEPENDIDIKAN BERBASIS AKTIVITAS PADA UNIT KERJA PENDUKUNG INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadapi permasalahan inefisiensi komposisi sumber daya manusia, khususnya rasio dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang belum sesuai dengan kondisi ideal yang diharapkan. Hingga saat ini, belum terdapat model acuan yang mengklasifikasikan jenis tendik berdasarkan karakteristik aktivitas di setiap unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis saat ini dan proses bisnis yang seharusnya dilakukan oleh setiap unit kerja, memetakan peran pada setiap proses bisnis dengan matriks RAOSI, serta mengklasifikasikan tenaga kependidikan berbasis aktivitas pada empat Unit Kerja Pendukung (UKP) ITB, yaitu Ditmawa, DSDM, DKST, Ditkeu. Penelitian ini menggunakan kerangka workforce planning ISO 30409:2016 dengan pendekatan task-based segmentation. Pemetaan proses bisnis dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pejabat struktural di setiap direktorat yang divalidasi dengan peraturan yang berlaku serta standar acuan. Model klasifikasi dikembangkan berdasarkan empat dimensi penilaian yaitu Strategic Value, Uniqueness, Needs Private Information Access, dan Repetitiveness and Standardization of the Task. Penilaian dilakukan melalui kuesioner berskala ordinal 1–4 yang diisi oleh pejabat struktural, dengan hasil yang kemudian divalidasi kepada pimpinan masing-masing unit. Proses bisnis saat ini berjumlah 236 (Ditmawa), 261 (DSDM), 243 (DKST), dan 344 (Ditkeu). Setelah evaluasi kesesuaian, proses bisnis yang seharusnya dilakukan bertambah menjadi 347, 309, 360, dan 421 untuk masing-masing direktorat. Dari keseluruhan proses bisnis dengan operate pada level staf, hasil klasifikasi menunjukkan dominasi kategori tendik tetap di seluruh unit yaitu 162 aktivitas di Ditmawa, 84 di DSDM, 165 di DKST, dan 199 di Ditkeu. Sisanya terdistribusi pada kategori KJP/MK, dan TAD. Penelitian ini menghasilkan model klasifikasi tenaga kependidikan berbasis aktivitas yang dapat digunakan sebagai acuan oleh DSDM ITB dalam perencanaan, rekrutmen, dan penempatan tenaga kependidikan, serta menjadi landasan implementasi pada seluruh Unit Kerja Pendukung di ITB.

2026
👤 Penulis: Nasywa Aqilah Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN FILM INTERAKTIF ANAK RANTAU: PROSES ADAPTASI MENUJU LINGKUNGAN BARU DENGAN MELIBATKAN PENONTON DALAM MEMILIH ALUR CERITA

Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan dalam proses adaptasi sosial dan psikologis akibat perbedaan budaya, lingkungan, serta pola pergaulan di tempat baru. Dalam proses tersebut, individu dihadapkan pada beragam pilihan hidup, baik dalam konteks sosial, akademik, maupun personal, yang masing-masing memiliki konsekuensi terhadap kondisi mental dan hubungan sosialnya. Namun, fenomena ini masih jarang diangkat secara mendalam melalui media film, khususnya dalam bentuk film interaktif yang memungkinkan keterlibatan aktif penonton. Oleh karena itu, perancangan karya ini bertujuan untuk menciptakan film interaktif berjudul ResaHana yang menampilkan konsekuensi sosial dan mental diri dalam pilihan hidup mahasiswa rantau melalui pendekatan visual dan narrative storytelling. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap mahasiswa rantau luar daerah Bandung. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengidentifikasi pengalaman adaptasi, konflik sosial, serta dampak psikologis yang muncul akibat pilihan hidup yang diambil. Hasil analisis tersebut kemudian diterapkan ke dalam bentuk narasi bercabang (branching narrative) yang memungkinkan penonton menentukan alur cerita melalui pilihan-pilihan tertentu. Film interaktif ResaHana dirancang untuk iv menghadirkan pengalaman imersif, di mana penonton berperan aktif sebagai pengambil keputusan dan secara langsung merasakan konsekuensi dari pilihan tersebut. Karya ini diharapkan dapat menjadi media reflektif bagi mahasiswa rantau serta berkontribusi pada pengembangan film interaktif sebagai medium komunikasi visual yang edukatif di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Khairunissa Angginauli
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS MANAJEMEN PROYEK PADA PENERAPAN PERLINDUNGAN PANTAI ALAMI TAMAN MANGROVE PEKALONGAN

Kawasan Taman Mangrove Pekalongan merupakan wilayah pesisir Pantai Utara Jawa yang terdampak abrasi, erosi, rob, dan penurunan muka tanah sehingga memerlukan perlindungan sementara untuk mendukung pertumbuhan mangrove sebagai pelindung pantai alami. Penelitian ini menganalisis penerapan tanggul geobag geotextile melalui penyusunan metode konstruksi, Work Breakdown Structure (WBS), estimasi volume, produktivitas, penjadwalan, biaya, stakeholder management, dan risk management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sepanjang ±1.700 m membutuhkan 8.557 unit geobag geotextile, matras kayu dan matras geotextile masing-masing 16.320 m², serta pekerjaan cut and fill/base raising sebesar 19.800 m³. Jadwal konstruksi utama disusun selama 559 hari kerja atau 668 hari kalender, dengan masa layanan struktur dua tahun dan pekerjaan demobilisasi sekitar 36 hari kalender. Total biaya proyek sebesar Rp6.500.919.890, terdiri atas fase mobilisasi Rp889.394.000 (13,68%), fase instalasi Rp5.572.802.846 (85,72%), dan fase demobilisasi Rp38.723.044 (0,60%), serta biaya mitigasi area cleaning geotextile sebesar Rp40.468.500. Analisis stakeholder mengidentifikasi 36 stakeholder yang memerlukan strategi pelibatan berbeda berdasarkan Impact of Change dan Level of Influence. Analisis risiko mengidentifikasi 35 risiko, dengan 24 risiko negatif berada di atas batas acceptable risk sebelum treatment; Degree of Centrality menunjukkan bahwa komunikasi dan koordinasi stakeholder menjadi risk driver utama, sedangkan jadwal menjadi titik akumulasi dampak. Berdasarkan hasil tersebut, tanggul geobag geotextile layak direncanakan sebagai struktur perlindungan transisi apabila didukung pengendalian teknis, biaya, jadwal, stakeholder, dan risiko secara terintegrasi.

2026
👤 Penulis: Kemaal Sayyid Zenyda
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Hidrologi 🏷️ Geotextile
Halaman 7 dari 267
💬