📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

PERANCANGAN SISTEM REKOMENDASI KECEPATAN UNIT DUMP TRUK TAMBANG HD785-7 BERDASARKAN EVALUASI KETERCAPAIAN TARGET WAKTU TEMPUH DAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR

Operasi hauling merupakan salah satu aktivitas utama dalam pertambangan yang berpengaruh langsung terhadap ketercapaian target produksi dan biaya operasional. Pada site ABC PT X, ketidaktercapaian target produksi sebesar 4,13 juta BCM pada tahun 2025 sebagian besar dipengaruhi oleh ketidaksinkronan cycle time dump truck yang memicu hanging excavator. Di sisi lain, aktivitas hauling menyumbang 87,7% konsumsi bahan bakar alat angkut, sementara perbedaan perilaku mengemudi menyebabkan disparitas konsumsi bahan bakar antar operator. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem rekomendasi kecepatan operasional dump truck untuk mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi operasi hauling. Penelitian terdiri atas dua subtopik. Subtopik pertama mengembangkan model Estimated Time of Arrival (ETA) menggunakan pendekatan base travel time yang dikombinasikan dengan akumulasi berbagai komponen delay untuk memprediksi waktu kedatangan secara real-time. Hasil ETA kemudian dimanfaatkan dalam model rekomendasi kecepatan berbasis pemrograman linear multiobjektif untuk menghasilkan rekomendasi kecepatan setiap segmen agar target waktu tempuh dapat tercapai. Subtopik kedua menganalisis pengaruh kondisi medan dan perilaku mengemudi terhadap konsumsi bahan bakar, membangun model prediksi menggunakan Gradient Boosting Decision Trees (GDBT), serta menentukan rekomendasi kecepatan dan posisi pedal gas menggunakan optimasi Dynamic Programming untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ETA memiliki Mean Absolute Error sebesar 1,85 menit sehingga layak digunakan sebagai dasar evaluasi keterlambatan perjalanan. Model rekomendasi kecepatan berbasis ETA mendukung pencapaian target waktu tempuh dan berpotensi mengurangi potential loss akibat hanging sebesar 523.012 BCM per bulan atau setara Rp14,64 miliar per bulan. Sementara itu, model GBDT berhasil memprediksi konsumsi bahan bakar dengan tingkat akurasi yang baik, dan optimasi menggunakan Dynamic Programming mampu menghasilkan rekomendasi kecepatan yang menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 20,07%, dengan potensi penghematan biaya bahan bakar sebesar Rp358,98-717,97 juta per bulan sesuai tingkat kepatuhan operator.

2026
👤 Penulis: Dayita Rafa Nalani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

DINAMIKA PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI SEKITAR STASIUN TEGALLUAR DAN PADALARANG DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN KERETA CEPAT JAKARTA BANDUNG (KCJB)

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menghadirkan intervensi fisik dan keruangan pada kawasan Stasiun Tegalluar dan Padalarang yang berada dalam sistem Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung dan telah menghadapi tekanan urbanisasi sejak sebelum KCJB dibangun, sehingga perubahan tutupan lahan di sekitarnya tidak dapat langsung dinyatakan sebagai akibat tunggal KCJB, penelitian ini menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan di kedua kawasan pada tahun 2015, 2020, dan 2025, faktor spasial yang memengaruhi peluang perubahannya, serta kesesuaian kondisi tutupan lahan eskisting terhadap arahan RTRW yang berlaku, menggunakan klasifikasi Random Forest melalui Google Earth Engine, regresi logistik biner untuk faktor pendorong, dan overlay tutupan lahan terhadap peta pola ruang RTRW untuk kesesuaian ruang. Hasil menunjukkan bahwa Tegalluar, yang pada 2015 masih didominasi sawah (80,95%) dan kehilangan 404,92 hektare sawah hingga 2025 disertai pertambahan tanah terbuka yang signifikan (260,44 hektare), sedangkan Padalarang, yang sejak 2015 telah lebih berkembang (50,69% sawah, 26,34% terbangun), mengalami pertambahan lahan terbangun (122,83 hektare) yang hampir sebanding dengan penurunan sawahnya (119,30 hektare), jarak terhadap lahan terbangun eksisting dan arahan RTRW konsisten signifikan memengaruhi peluang perubahan pada kedua kawasan sementara jarak terhadap stasiun dan jalur KCJB tidak signifikan pada keduanya, dengan pusat pelayanan menjadi faktor khusus di Tegalluar dan kemiringan lereng di Padalarang, serta Tegalluar memiliki proporsi arahan RTRW belum terealisasi jauh lebih besar (70,63%) dibandingkan Padalarang (51,81%) dan Padalarang memiliki keselarasan lebih tinggi (41,25%). Hal ini menunjukkan bahwa kedekatan terhadap KCJB bukan faktor spasial yang signifikan secara langsung terhadap perubahan tutupan lahan di kedua kawasan.

2026
👤 Penulis: Dhifa Salsabila Ramadina
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Geografi Ekonomi

PERANCANGAN SISTEM REKOMENDASI KECEPATAN UNIT DUMP TRUK TAMBANG HD785-7 BERDASARKAN EVALUASI KETERCAPAIAN TARGET WAKTU TEMPUH DAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR

Operasi hauling merupakan salah satu aktivitas utama dalam pertambangan yang berpengaruh langsung terhadap ketercapaian target produksi dan biaya operasional. Pada site ABC PT X, ketidaktercapaian target produksi sebesar 4,13 juta BCM pada tahun 2025 sebagian besar dipengaruhi oleh ketidaksinkronan cycle time dump truck yang memicu hanging excavator. Di sisi lain, aktivitas hauling menyumbang 87,7% konsumsi bahan bakar alat angkut, sementara perbedaan perilaku mengemudi menyebabkan disparitas konsumsi bahan bakar antar operator. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem rekomendasi kecepatan operasional dump truck untuk mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi operasi hauling. Penelitian terdiri atas dua subtopik. Subtopik pertama mengembangkan model Estimated Time of Arrival (ETA) menggunakan pendekatan base travel time yang dikombinasikan dengan akumulasi berbagai komponen delay untuk memprediksi waktu kedatangan secara real-time. Hasil ETA kemudian dimanfaatkan dalam model rekomendasi kecepatan berbasis pemrograman linear multiobjektif untuk menghasilkan rekomendasi kecepatan setiap segmen agar target waktu tempuh dapat tercapai. Subtopik kedua menganalisis pengaruh kondisi medan dan perilaku mengemudi terhadap konsumsi bahan bakar, membangun model prediksi menggunakan Gradient Boosting Decision Trees (GDBT), serta menentukan rekomendasi kecepatan dan posisi pedal gas menggunakan optimasi Dynamic Programming untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ETA memiliki Mean Absolute Error sebesar 1,85 menit sehingga layak digunakan sebagai dasar evaluasi keterlambatan perjalanan. Model rekomendasi kecepatan berbasis ETA mendukung pencapaian target waktu tempuh dan berpotensi mengurangi potential loss akibat hanging sebesar 523.012 BCM per bulan atau setara Rp14,64 miliar per bulan. Sementara itu, model GBDT berhasil memprediksi konsumsi bahan bakar dengan tingkat akurasi yang baik, dan optimasi menggunakan Dynamic Programming mampu menghasilkan rekomendasi kecepatan yang menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 20,07%, dengan potensi penghematan biaya bahan bakar sebesar Rp358,98-717,97 juta per bulan sesuai tingkat kepatuhan operator.

2026
👤 Penulis: Gilang Ramadika
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

PENGARUH BIOKATALIS AMPAS TAHU PADA METODE CALCITE PRECIPITATION TERHADAP KARAKTERISTIK PEMADATAN, KUAT GESER, DAN PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF

Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang mudah mengalami perubahan volume akibat variasi kadar air, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan metode stabilisasi tanah yang efektif dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah metode presipitasi kalsit berbasis ampas tahu. Ampas tahu dipilih karena merupakan limbah industri yang ketersediaannya melimpah di Indonesia, mudah diperoleh, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber biokatalis dalam proses hidrolisis urea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stabilisasi presipitasi kalsit menggunakan biokatalis ampas tahu terhadap karakteristik pemadatan, kuat geser, dan pengembangan tanah ekspansif. Sampel tanah ekspansif diuji melalui beberapa pengujian laboratorium, meliputi X-Ray Diffraction (XRD), Methylene Blue Value (MBV), index properties, pH, kompaksi standard proctor, kuat tekan bebas (UCS), serta pengembangan 1 dimensi. Variasi konsentrasi ampas tahu yang digunakan sebesar 20, 40, 60, dan 80 g/L untuk pengujian hidrolisis urea dan presipitasi kalsit. Konsentrasi dengan performa terbaik kemudian digunakan pada pengujian tanah dengan variasi waktu pemeraman 3, 7, dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 60 g/L memberikan performa terbaik dalam proses stabilisasi tanah ekspansif. Pada konsentrasi tersebut, mampu menurunkan OMC hingga 16.66%, meningkatkan MDD hingga 2.32%, meningkatkan UCS hingga 199.16%, menurunkan swelling pressure hingga 82.79%, serta menurunkan free swell hingga 57.67%, Berdasarkan variasi waktu pemeraman, curing 14 hari menghasilkan peningkatan UCS tertinggi, sedangkan curing 7 hari memberikan penurunan swelling paling optimum. Berdasarkan hasil tersebut, metode presipiasi kalsit menggunakan ampas tahu sebagai biokatalis berpotensi digunakan sebagai alternatif stabilisasi tanah ekspansif dengan memanfaatkan limbah organik yang melimpah dan bernilai guna.

2026
👤 Penulis: Galu Ayu Parwati
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS PENGARUH DAN KECUKUPAN PARAMETER MATERIAL SERTA DETAILING TERHADAP PERILAKU HUBUNGAN BALOK-KOLOM EKSTERIOR BETON BERTULANG DENGAN TULANGAN BERKEPALA

Penggunaan tulangan berkepala pada tulangan longitudinal balok untuk Hubungan Balok Kolom (HBK), salah satunya untuk HBK Eksterior dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan tulangan akibat pengangkuran kait standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku kekuatan dan daktilitas dari spesimen tinjauan melalui analisis korelasi dan analisis kecukupan. Analisis korelasi meninjau akar kuadrat dari kuat tekan beton (??????????) , tegangan leleh tulangan longitudinal (fy), dan confinement index di HBK yang ditinjau terhadap tegangan geser rata-rata maksimum di HBK (Vj,peak/Aj) dan ultimate drift (drift R80). Analisis kecukupan meninjau panjang penyaluran tulangan berkepala (ldt,prov/ldt,req) untuk ACI 318-14 dan ACI 318-25, rasio selimut bersih tulangan longitudinal (ccb/db), dan rasio luas bersih kepala angkur (Abrg/Ab) dengan batasnya sesuai ACI 318-25 yang ditinjau terhadap kecukupan kapasitas lentur (Mpeak/Mn), kecukupan kapasitas geser (Vj,peak/Vn), dan syarat drift R80 yang sebesar 3.5% berdasarkan ACI 374.1-05. Database penelitian ini disusun dari hasil eksperimental terdahulu terhadap 77 spesimen dari 16 studi yang dipublikasikan di antara tahun 1998–2020. Nilai ????????? ada di 24.3–138.8 MPa, fy sebesar 369.7–1034 MPa, ccb/db sebesar 2.2–9.8, Abrg/Ab sebesar 1.7–13.4, ldt,prov/ldt,req ACI 318-25 sehesar 0.3–1.64, serta distribusi mode kegagalan pada kondisi beam failure, beam-joint failure, dan joint failure secara berturut-turut adalah sebanyak 31, 25, dan 21 spesimen. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa parameter yang memiliki korelasi paling kuat terhadap

2026
👤 Penulis: Jovan Anthony Leonardo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KLINIS BERBASIS AI UNTUK PREDIKSI INTERAKSI OBAT DARI KELUHAN PASIEN BERBAHASA INDONESIA

Interaksi obat merupakan salah satu penyebab utama efek samping yang tidak diinginkan dalam praktik klinis. Di Indonesia, tenaga kesehatan masih menghadapi keterbatasan sistem pendukung keputusan klinis (Clinical Decision Support System/CDSS) yang mampu memproses keluhan pasien berbahasa Indonesia secara otomatis. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem CDSS hibrida yang mengintegrasikan tiga modul utama, yaitu: (1) modul Named Entity Recognition (NER) berbasis IndoBERT dengan Conditional Random Field (CRF) untuk mengekstraksi entitas medis dari teks keluhan pasien berbahasa Indonesia, (2) modul prediksi Drug-Drug Interaction (DDI) berbasis arsitektur Multi-type Feature Fusion Graph Neural Network (MFFGNN) yang menggabungkan representasi SMILES melalui Bi-GRU, graf molekul melalui GIN, dan graf interaksi melalui Fusion GCN, serta (3) modul Retrieval-Augmented Generation (RAG) menggunakan FAISS dan Gemini 2.5 Flash/Flash-Lite untuk menghasilkan laporan klinis yang informatif dan transparan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa modul NER mencapai rata-rata F1-score sebesar 0,9961 pada validasi silang 5-fold. Modul DDI memperoleh ROC-AUC sebesar 0,9539 pada dataset ChCh-Miner. Pada modul RAG, penggunaan basis pengetahuan berisi 592.122 dokumen berhasil menurunkan tingkat halusinasi konten dari 16,9% pada mode tanpa RAG menjadi 9,6% pada mode dengan RAG, atau mengalami reduksi sebesar 42,9%. Selain itu, sistem menghasilkan 365 sitasi sumber pada 78 dari 83 kasus end-to-end (94,0%), sedangkan mode tanpa RAG tidak menghasilkan sitasi sama sekali. Seluruh kebutuhan fungsional (F01–F04) berhasil dipenuhi. Dukungan terhadap 130 alias obat menghasilkan keandalan prediksi DDI sebesar 81,2% pada 96 pasangan obat dari 83 kasus uji. Pasangan obat yang tidak tersedia pada basis data ChCh-Miner ditangani secara konservatif melalui mekanisme abstain. Dari sisi non-fungsional, sistem mencapai rata-rata waktu respons sebesar 6,2 detik dan memenuhi target operasional di bawah 10 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hibrida NER-DDI-RAG memiliki potensi sebagai CDSS yang mampu memproses keluhan pasien berbahasa Indonesia untuk menghasilkan prediksi interaksi obat beserta laporan klinis pendukung secara otomatis, baik bagi tenaga kesehatan maupun pasien.

2026
👤 Penulis: Yovanka Sandrina Maharaja
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Interaksi Obat

EKSPLORASI MENGGUNAKAN EMBELLISHMENT DAN WETLOOK PADA BUSANA ART TO WEAR UNTUK MENGGAMBARKAN CERITA LEGENDA PUTRI MANDALIKA

Cerita rakyat merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai moral, identitas budaya, dan kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Salah satu cerita rakyat yang memiliki nilai budaya kuat adalah Legenda Putri Mandalika dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mentransformasikan Legenda Putri Mandalika ke dalam karya busana Art to Wear melalui penerapan teknik wetlook dan embellishment sebagai media visual untuk menyampaikan narasi budaya. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode eksperimen kriya tekstil. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi, dokumentasi, dan eksplorasi material. Proses perancangan diawali dengan analisis legenda Putri Mandalika, pengembangan konsep visual, penyusunan moodboard, eksplorasi teknik, serta pengembangan desain busana. Eksperimen dilakukan pada beberapa jenis kain dan material pelapis untuk memperoleh karakter wetlook yang sesuai dengan konsep laut sebagai elemen utama dalam legenda. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa resin polyester mampu menghasilkan efek kilap, kekakuan, dan bentuk yang mendukung visualisasi gelombang laut. Selain itu, teknik embellishment berupa sulam, manik-manik, dan mutiara digunakan untuk merepresentasikan ragam hias Lombok serta berbagai unsur biota laut yang berkaitan dengan kisah Putri Mandalika. Hasil penelitian berupa rancangan busana Art to Wear bersiluet mermaid dengan pengembangan bentuk asimetris yang merepresentasikan karakter ombak laut. Busana didominasi warna biru, hijau, dan emas yang melambangkan laut, kehidupan, serta kemegahan Putri Mandalika. Penerapan teknik wetlook dan embellishment berhasil memperkuat nilai estetis sekaligus menyampaikan narasi pengorbanan, keharmonisan, dan identitas budaya Lombok. Penelitian ini menunjukkan bahwa cerita rakyat dapat menjadi sumber inspirasi yang potensial dalam perancangan busana sekaligus menjadi media pelestarian budaya melalui karya fashion kontemporer.

2026
👤 Penulis: Wikania Marelly Caserelia Wetik
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN INDUSTRI PRODUKSI TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) KERING IRISAN DAN BUBUK

Tomat merupakan komoditas hortikultura dengan produksi tinggi di Indonesia, namun memiliki kadar air yang sangat tinggi (93–95%) sehingga mudah mengalami kerusakan dan kehilangan hasil (food loss) selama penyimpanan dan distribusi. Kondisi ini menyebabkan umur simpan tomat relatif pendek serta fluktuasi harga saat panen raya. Salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan pascapanen adalah melalui proses pengeringan yang dapat menurunkan kadar air, menghambat pertumbuhan mikroorganisme, memperpanjang umur simpan, serta meningkatkan nilai tambah tomat. Namun, untuk menghasilkan tomat kering dengan mutu yang baik, proses pengeringan perlu didukung oleh tahapan pengolahan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan perancangan proses yang terintegrasi guna menjaga kualitas produk selama pengolahan hingga penyimpanan. Perancangan industri ini bertujuan menghasilkan produk tomat kering dalam bentuk irisan dan bubuk yang berkualitas, aman, serta memiliki umur simpan yang lebih panjang. Sistem produksi dirancang secara terintegrasi mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi. Inovasi yang diterapkan meliputi pre-treatment menggunakan kalium metabisulfit (K?S?O?) dan kalsium klorida (CaCl?), pengeringan menggunakan food dehydrator, serta pengemasan vakum. Pre-treatment berfungsi untuk mempertahankan warna, tekstur, dan kandungan nutrisi, sedangkan food dehydrator akan memberikan hasil pengeringan yang lebih merata dan terkontrol. Pengemasan vakum digunakan untuk menghambat oksidasi dan pertumbuhan mikroorganisme sehingga dapat memperpanjang umur simpan tomat kering. Kapasitas produksi dirancang menggunakan 579 kg tomat segar per batch yang akan menghasilkan 248 kemasan irisan tomat kering serta 58 kemasan tomat bubuk, dengan bobot masing-masing 100 gram dan total produksi sekitar 984 kg per bulan. Sistem produksi menerapkan konsep zero waste, yaitu irisan tomat yang tidak memenuhi standar estetika diolah menjadi bubuk sehingga pemanfaatan bahan baku lebih optimal. Produk yang dihasilkan memiliki kadar air rendah, mutu mikrobiologis stabil, umur simpan lebih panjang, serta kandungan nutrisi dan antioksidan yang tetap terjaga. Analisis finansial menunjukkan bahwa industri ini layak dijalankan dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp3.016.032.531, Internal Rate of Return (IRR) 34%, Benefit Cost Ratio (BCR) 1,9, dan Payback Period (PP) selama 2 tahun 3 bulan. Analisis sensitivitas menunjukkan usaha masih layak pada kenaikan biaya bahan baku hingga 54% serta penurunan harga jual maupun volume penjualan hingga 13%.

2026
👤 Penulis: Medinna Luna Ibrahim
🏷️ Produksi Hidroponik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

USULAN PENGELOMPOKAN KOMPONEN DENGAN PERTIMBANGAN POLA REJECT MENGGUNAKAN PENDEKATAN UNSUPERVISED LEARNING PADA FAL CN-235 DI PTDI

Proses produksi pesawat pada industri manufaktur dirgantara memiliki kompleksitas yang tinggi karena melibatkan banyak komponen dan tahapan perakitan yang saling bergantung. Di PT Dirgantara Indonesia (PTDI), salah satu faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan pada proses Final Assembly Line (FAL) adalah terjadinya reject komponen yang menyebabkan aktivitas tambahan seperti rework, penggantian komponen, dan inspeksi ulang sehingga meningkatkan waktu penyelesaian work element. Sementara itu, keputusan make or buy komponen selama ini masih didasarkan pada kemampuan produksi internal. Selama komponen masih dapat diproduksi oleh PTDI, maka komponen tersebut cenderung diproduksi secara inhouse. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pengelompokan komponen yang mempertimbangkan pola reject yang digunakan sebagai dasar pertimbangan keputusan make or buy pada FAL pesawat CN-235 di PTDI. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Cross Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) hingga tahap modeling. Data penelitian terdiri atas data komponen pesawat CN-235. Tingkat risiko komponen direpresentasikan melalui tiga atribut, yaitu quantity, reject impact time, dan historical reject rate, yang kemudian diintegrasikan menjadi atribut risk score menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Selanjutnya dilakukan pengembangan dan perbandingan tiga metode unsupervised learning, yaitu Hierarchical Clustering, KMeans Clustering, dan Fuzzy C-Means Clustering. Evaluasi model dilakukan menggunakan Silhouette Index, Dunn Index, Davies-Bouldin Index, serta 5-Fold Cross Validation untuk menentukan model terbaik. Selain itu, dilakukan perturbation test terhadap atribut historical reject rate untuk mengevaluasi stabilitas model terhadap perubahan data historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hierarchical Clustering dengan metode average linkage dan tiga cluster merupakan model terbaik. Model tersebut berhasil mengelompokkan 887 komponen ke dalam tiga kategori risiko, yaitu 833 komponen (93,9%) berisiko rendah, 48 komponen (5,4%) berisiko sedang, dan 6 komponen (0,7%) berisiko tinggi. Hasil pengelompokan memberikan dasar yang lebih objektif dalam mendukung keputusan make or buy, yaitu rekomendasi untuk komponen berisiko rendah dipenuhi dengan make, komponen berisiko tinggi dipenuhi melalui buy, dan komponen berisiko sedang memerlukan evaluasi lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor lain. Pengujian stabilitas menunjukkan nilai Adjusted Rand Index (ARI) di atas 0,90 pada seluruh tingkat perturbation, sehingga model memiliki tingkat robustness yang baik terhadap perubahan data.

2026
👤 Penulis: Athaya Naja Pratiwi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

PERANCANGAN INFRASTRUKTUR PENGISIAN DAYA DC FAST CHARGER OFF-GRID BERBASIS PLTS DENGAN BATTERY ENERGY STORAGE SYSTEM (BESS) UNTUK KAPAL NELAYAN 1 GT DI PELABUHAN ATAPUPU, KABUPATEN BELU, NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

Sektor perikanan Indonesia masih bergantung pada bahan bakar fosil dan menyumbang emisi gas rumah kaca, sementara Pelabuhan Atapupu, Kabupaten Belu, NTT, berada di ujung jaringan transmisi yang lemah (weak grid) sehingga tidak andal untuk menopang pengisian daya cepat. Penelitian ini merancang sistem propulsi elektrik dan infrastruktur DC Fast Charger off-grid berbasis PLTS untuk kapal nelayan 1 GT, menggunakan analisis kebutuhan energi, sizing komponen, serta verifikasi dinamika sistem pada MATLAB/Simulink dan PVSyst. Sistem propulsi menggunakan motor PMSM 5,1 kW dan baterai LiFePO4 400 Ah (usable 16,384 kWh) yang memenuhi kebutuhan energi harian 5,316 kWh dengan otonomi sekitar 3 hari, didukung boat-mounted PV CIGS 200 Wp untuk beban auxiliary. Infrastruktur darat terdiri atas PLTS 11 kWp, konverter Buck DC-DC 11 kW berkendali CV/CC (riak arus 3,43%, riak tegangan 0,022%), dan BESS 56,32 kWh (1.100 Ah), yang mampu mengisi baterai kapal dari 20% hingga 80% dalam 1 jam 7 menit pada daya penuh. Analisis tekno-ekonomi menghasilkan LCOE PLTS Rp689,66/kWh dan LCOS BESS Rp6.304,11/kWh dibandingkan propulsi diesel setara (>Rp9.000/kWh), sistem ini berpotensi menghemat biaya energi operasional sekitar 30–92% tergantung sumber pasokan (BESS versus PLTS langsung), sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.

2026
👤 Penulis: Natanael C Pangaribuan
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepeloparan Kapal Nelayan

PERALIHAN MENTALITAS TAKUT DALAM MISI PENCARIAN ZONA NYAMAN MELALUI DIGITAL DRAWING

Saat merasa takut manusia secara aktif mencari keselamatan untuk mendapatkan rasa aman. Salah satu caranya adalah menggunakan sistem mekanisme koping untuk mencapai ketenangan meski efeknya hanya sesaat. Identifikasi mengenai pengaruh memori negatif dari kejadian traumatis yang memberi rasa takut masif dapat merangsang manusia untuk mencari kebebasan dari belenggu tersebut. Karya tugas akhir ini merupakan karya yang menggambarkan upaya penulis untuk beralih dari situasi menakutkan dengan memvisualisasikan berbagai rupa dari mekanisme koping maladaptif yang diperankan oleh figur-figur manusia dan kambing miotonik. Karya tugas akhir ini dibuat dengan tujuan sebagai ekspresi dari kritik diri; menjadi pengingat dalam pengambilan keputusan kepada umum untuk tidak mengambil keputusan yang kelak dapat memicu ketakutan bagi orang lain dan menciptakan memori negatif bahkan traumatis yang kemudian dapat memperbesar kemungkinan untuk mengakibatkan pengambilan langkah menggunakan sistem mekanisme koping maladaptif yang tidak membantu sebagai respon dari pilihan yang diambil. Menggunakan pemikiran Endel Tulving, penulis mengaplikasikan teori memori episodik yang sama dan dialami oleh beberapa individu. Penulis ingin memvisualisasikan respon dan pengambilan keputusan dalam menentukan mekanisme koping yang berbeda-beda dari individu yang berbeda atas satu kejadian traumatik yang dialami bersama. Bentuk seni rupa karya digital drawing dipilih untuk menampilkan lukisan digital yang kemudian dibuat bergerak menjadi format GIF, terinspirasi dari memori negatif yang hadir berulang tanpa suara layaknya format tersebut. Berbekal dengan intuisi dalam mengekspresikan rasa takut karya ini mengaplikasikan saturasi rendah pada pemilihan warna dan penghadiran kontras dalam karya sebagai penentuan fokus. Pembatasan instrumen alat digital seperti kuas digital yang diputuskan sebagai aturan yang diciptakan oleh penulis sendiri mewakilkan hukuman bagi diri sebagai ekspresi mekanisme koping yang secara tidak sengaja biasa penulis praktikan. Penciptaan karya ini diharapkan dapat menggugah kesadaran mendalam mengenai respon personal yang memengaruhi individu lain layaknya iklan layanan masyarakat yang memiliki tujuan untuk mengubah perilaku dalam mengaplikasikan mekanisme koping, terkhususnya dalam upaya mengakhiri hidup dan meninggalkan banyak orang dalam hidup seseorang.

2026
👤 Penulis: Valentine Vyna Gracia
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DEVELOPMENT AND CHARACTERIZATION OF A 2D GIMBALED NOZZLE FOR ATMOSPHERIC SOLID ROCKET’S THRUST VECTORING CONTROL

Pertumbuhan pesat peluncuran satelit nano selama dekade terakhir telah meningkatkan permintaan akan small launch vehicles khusus yang berbiaya rendah. Motor roket padat menawarkan solusi propulsi yang secara mekanis sederhana dan murah untuk kendaraan semacam itu. Namun, kontrol lintasan dan sikap tetap menjadi tantangan kritis, terutama ketika permukaan kontrol aerodinamis menjadi tidak efektif. Thrust Vector Control (TVC) memberikan solusi dengan memungkinkan kontrol melalui pengalihan arah vektor gaya dorong propulsi. Meskipun penerapannya sudah luas pada kendaraan peluncur modern, penelitian eksperimental mengenai sistem TVC, khususnya untuk propulsi roket padat, masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini menyajikan pengembangan dan karakterisasi eksperimental dari nosel gimbal dua dimensi yang mampu membelokkan gaya dorong pada sumbu pitch dan yaw untuk motor roket padat atmosferik skala kecil. Mekanisme gimbal dirancang sebagai four bar linkage, dibuat purwarupa melalui pencetakan 3D, dan difabrikasi sebagai produk akhir berbahan stainless steel menggunakan proses Selective Laser Melting (SLM). Sebuah tempat uji dengan tiga load cell dikembangkan khusus untuk mengukur gaya dorong aksial dan komponen gaya lateral selama static firing test. Studi pendahuluan telah dilakukan, yang melibatkan pembuatan dan pengujian motor roket padat kelas-H menggunakan propelan kalium nitrat–sorbitol (KNSB). Karakterisasi mekanis menunjukkan defleksi nozel maksimum sebesar 12,47°, melampaui persyaratan desain minimum 5°, dan menunjukkan keselarasan yang baik dengan defleksi teoretis yang diprediksi oleh model four bar linkage. Static firing test menunjukkan bahwa nozel gimbal berhasil mengalihkan arah vektor gaya dorong, dengan gaya lateral terukur sebesar sekitar 0,35 N pada defleksi 12,47°, berselisih hanya 2,4% dari prediksi teoretis sebesar 0,362 N. Hasil ini memvalidasi baik desain mekanis maupun model analitis dari sistem thrust vectoring, sekaligus mengidentifikasi keterbatasan yang berkaitan dengan karakteristik pembakaran propelan, material liner, dan keandalan instrumentasi. Hasil studi ini menyediakan data eksperimental untuk pengembangan sistem stabilisasi aktif dan kontrol tertutup di masa depan untuk roket atmosferik kecil di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Muhammad Hilmy Aryanda
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI PETIR EKSTERNAL FASILITAS INDUSTRI MINYAK DAN GAS PADA KILANG DUMAI, RIAU

Sistem proteksi petir fasilitas migas di Indonesia umumnya mengadopsi standar internasional seperti NFPA 780 dan IEC 62305. Namun, insiden kebakaran tangki tetap terjadi karena standar subtropis tersebut belum efektif mengantisipasi karakteristik petir tropis yang memiliki arus puncak dan kecuraman jauh lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem proteksi petir eksternal yang adekuat, menyimulasikan radius perlindungan berbasis parameter lokal, serta menyusun rekomendasi desain sebagai dasar standar nasional. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif-simulatif dengan menerapkan metode bola gelinding 3D menggunakan perangkat lunak Rhinoceros 3D pada 22 tangki di Kilang Dumai, Riau. Evaluasi dilakukan pada skenario Lightning Protection Level (LPL) III (10 kA) dan LPL IV (18 kA) yang dikalibrasi dengan kurva petir tropis Indonesia. Hasil menunjukkan konfigurasi terpilih secara optimal berhasil melindungi seluruh tangki melalui kombinasi FSM dan EMT yang memenuhi kriteria probabilitas perlindungan arus puncak masing-masing sebesar 95% dan 85% untuk kedua tingkat proteksi. Analisis tekno-ekonomis menunjukkan LPL IV memerlukan investasi Rp3.388.419.000, lebih efisien Rp336.719.000 dibanding LPL III yang cenderung overdesign. Parameter ini divalidasi oleh data sambaran aktual Riau (11,8 kA–28,83 kA). Sebagai kontribusi regulatif, seluruh parameter teknis ini diformulasikan menjadi Draft Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) tentang Sistem Proteksi Petir pada Tangki Penyimpanan Minyak dan Gas guna mewujudkan kemandirian standardisasi industri vital nasional.

2026
👤 Penulis: Roni Septian
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KUANTIFIKASI PERTUMBUHAN DAN HASIL BIOMASSA TANAMAN BAYAM (AMARANTHUS VIRIDIS) SEBAGAI RESPONS TERHADAP APLIKASI BIOSTIMULAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SECARA SOIL APPLICATION

Penurunan produktivitas tanaman hortikultura, khususnya bayam hijau (Amaranthus viridis), menjadi tantangan serius yang memerlukan solusi budidaya lebih efektif dan ramah lingkungan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Hortikultura (2024), terjadi penurunan produktivitas hortikultura nasional sebesar 4,34%, yaitu dari 15.270.427 ton pada tahun 2022 menjadi 14.607.750 ton pada tahun 2023. Penurunan ini juga diperparah dengan berkurangnya luas panen bayam di Indonesia dari 47.049 ha menjadi 46.810 ha dalam periode yang sama. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah penggunaan biostimulan alami dari ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) guna menunjang pertumbuhan tanaman tanpa ketergantungan pada pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi ekstrak daun kelor melalui tanah (soil application) dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan, kandungan pigmen (klorofil dan karotenoid), serta hasil biomassa tanaman bayam, sekaligus menentukan konsentrasi optimalnya. Penelitian dilaksanakan di Screenhouse Laboratorium Teknik IA, SITH ITB Jatinangor. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari empat tingkat konsentrasi: B0 (kontrol), B1 (1:10), B2 (1:20), dan B3 (1:30), dengan lima kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik menggunakan uji One-Way ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Jika terdapat pengaruh nyata, analisis dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap pertumbuhan vegetatif, kandungan pigmen, dan biomassa terutama pada fase vegetatif lanjut. Pada pengamatan 35 HST, tinggi tanaman dengan perlakuan biostimulan mencapai 36,33–37,00 cm, secara nyata lebih tinggi dibandingkan kontrol yang hanya 31,63 cm. Selain itu, jumlah daun tertinggi mencapai 18 helai dan diameter batang mencapai 11,18 mm pada perlakuan optimal. Dari sisi hasil, biomassa v segar total tertinggi diperoleh pada perlakuan B2 (1:20) sebesar 51,93 g, meningkat signifikan dibanding kontrol yang sebesar 36,89 g. Berdasarkan hasil analisis statistik, konsentrasi B2 (1:20) diidentifikasi sebagai perlakuan paling optimal karena secara konsisten memberikan pengaruh positif terbaik terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil biomassa. Penggunaan biostimulan ini terbukti efektif sebagai inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas tanaman bayam secara berkelanjutan

2026
👤 Penulis: Wynona Maisan Athaya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KUANTIFIKASI PERTUMBUHAN, HASIL BIOMASSA, DAN NERACA MASSA DAN ENERGI BUDIDAYA TANAMAN BAYAM MERAH (AMARANTHUS TRICOLOR L.) DENGAN MEDIA TANAM KOMPOS LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM (PLEUROTUS OSTREATUS)

Tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki kandungan antioksidan, vitamin, dan mineral tinggi sehingga banyak dikonsumsi masyarakat. Namun, peningkatan produksi bayam merah masih menghadapi kendala berupa penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik pertanian. Salah satu limbah organik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai media tanam alternatif adalah limbah baglog jamur tiram (Pleurotus ostreatus) karena masih mengandung bahan organik dan unsur hara yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan kompos limbah baglog jamur tiram terhadap pertumbuhan, hasil biomassa, serta neraca massa dan energi pada budidaya bayam merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (tanah + NPK), P1 (100% kompos limbah baglog), P2 (40% kompos + 60% tanah), dan P3 (60% kompos + 40% tanah) dengan enam kali pengulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, biomassa basah dan kering, rasio akar-tajuk, serta neraca massa dan energi sistem budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P0 menghasilkan pertumbuhan dan biomassa tertinggi secara keseluruhan. Namun, pada perlakuan berbasis kompos limbah baglog jamur tiram, perlakuan P3 menunjukkan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya dengan tinggi tanaman sebesar 30,46 ± 1,74 cm, jumlah daun sebanyak 12,89 ± 0,76 helai, luas daun sebesar 62,96 ± 4,72 cm2, kandungan klorofil sebesar 35,21 ± 0,66 mg/L, biomassa basah sebesar 20,13 ± 2,30 g, dan biomassa kering sebesar 1,60 ± 0,28 g. Selain itu, perlakuan P3 juga menunjukkan efisiensi neraca massa dan energi yang lebih baik dibandingkan perlakuan kompos lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi kompos limbah baglog jamur tiram dan tanah mampu memberikan hasil pertumbuhan, biomassa, serta efisiensi sistem budidaya terbaik pada perlakuan berbasis kompos sehingga berpotensi digunakan sebagai media tanam alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Kathlyn Lovina
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 7 dari 349
💬