📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

KARAKTERISASI RESERVOIR MENGGUNAKAN INVERSI EXTENDED ELASTIC IMPEDANCE (EEI), BESERTA PENDEKATAN TRIGONOMETRI ATRIBUT PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE-LITHOLOGY (PEI-L) DAN FLUID-RHO (FR), PADA FORMASI MENGGALA, LAPANGAN

Lapangan “Al-Andalus” berada di Cekungan sumatra tengah yang merupakan cekungan potensial penghasil hidrokarbon yang dimiliki oleh Indonesia. Formasi Menggala yang menjadi target penelitian didominasi oleh litologi batupasir yang menjadi target reservoir, dengan sisipan tipis berupa serpih yang terbentuk dalam lingkungan pengendapan fluvial channel (braided river). Dengan adanya perselingan tersebut menjadikan penelitian yang saya lakukan mengejar suatu objektif untuk pemisahan litologi dengan optimal, yang sulit dibedakan hanya dengan menggunakan metode kualitatif. Objektif tersebut saya jawab dengan melakukan karakterisasi reservoir mengunakan inversi seismik Linear Programming Sparse Spike (LPSS) untuk memperoleh hasil inversi deterministik dengan resolusi yang cukup baik, perhitungan log petrofisika, beserta penerapan metode Extended Elastic Impedance untuk memperoleh rotasi sudut terbaik (sensitif) untuk mengindikasi keberadaan hidrokarbon, melalui parameter elastik rasio Vp/Vs. Hasil Inversi yang saya lakukan berdasarkan analisis sensitivitas parameter elastik AI dan rasio Vp/Vs menunjukkan keterbatasan dalam memisahkan variasi litologi dan fluida secara optimal, serta adanya bias pada nilai AI dan rasio Vp/Vs yang tidak dominan. Hubungan linear hasil regresi tersebut tidak sepenuhnya merepresentasikan perilaku non-linear parameter petrofisika berdasarkan konsep rock physics template. Maka dari itu, diperlukannya pendekatan trigonometri atribut Pseudo Elastic Impedance – Lithology (PEI-L) guna menganalisis tren kompaksi batuan dan variasi litologi, dengan hasil akhir berupa volume densitas dan porositas. Atribut Fluid-Rho juga digunakan untuk mencoba memperkirakan tren dari fluida, dengan hasil akhir berupa volume saturasi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi nilai AI dan rasio Vp/Vs yang di transformasi menjadi atribut FR dan PEI-L berhasil membedakan zona Reservoir produktif dari zona non-produktif pada Lapangan “Al-Andalus”, serta berkorelasi tinggi dengan hasil perhitungan log petrofisika. Hasil akhir yang diperoleh berupa persebaran zona dengan indikasi kuat akan keberadaan Reservoir berupa shally sandstone yang porous dan terisi fluida hidrokarbon.

2026
👤 Penulis: Muhammad Aufar Al Ghiffary
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

INTEGRASI REGRESI MULTI-LINEAR DAN PARAMETER ELASTIK UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR BATUPASIR

Rock Physics Template (RPT) banyak digunakan sebagai penghubung antara parameter petrofisik dan parameter elastik dalam interpretasi seismik, khususnya untuk keperluan deteksi fluida. Penelitian sebelumnya oleh Pranatikta menunjukkan potensi RPT sebagai metode deteksi fluida, namun masih menyisakan dua celah penelitian utama, yaitu belum adanya prosedur yang jelas dalam penentuan parameter matriks batuan dan kecepatan gelombang P (Vp), serta belum tersedianya tata cara pemanfaatan RPT secara langsung pada hasil inversi seismik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kedua celah tersebut dengan mengembangkan pendekatan sistematis dalam penentuan parameter matriks batuan dan Vp sebagai dasar konstruksi RPT, serta merumuskan alur pemanfaatan RPT pada domain hasil inversi seismik. Selain itu, dilakukan perbandingan antara hasil RPT metode Pranatikta dengan beberapa metode deteksi fluida lainnya untuk mengevaluasi kinerjanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode RPT Pranatikta memberikan performa yang lebih baik dalam mengidentifikasi keberadaan fluida dibandingkan metode pembanding. Penerapan RPT pada hasil inversi seismik juga menunjukkan hasil yang konsisten dan interpretatif, yang mengindikasikan bahwa metode ini efektif sebagai pendekatan integratif antara data petrofisika dan seismik dalam karakterisasi reservoir.

2026
👤 Penulis: Muhammad Alif Fahrizi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SINTESIS RAMAH LINGKUNGAN MEMBRAN ZEOLIT CHA MELALUI METODE TRAPPED-GEL UNTUK CARBON CAPTURE

Pemanasan global akibat emisi karbon dioksida (CO2) menuntut pengembangan teknologi penangkapan karbon yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Membran zeolit CHA, khususnya SSZ-13, dikenal memiliki stabilitas tinggi dan selektivitas yang baik terhadap CO2, namun metode sintesis konvensional masih menghadapi kendala berupa konsumsi bahan baku yang besar, penggunaan organic structure-directing agents (OSDA) berbahaya, serta produksi limbah signifikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pendekatan sintesis hijau berbasis trapped-gel (TG) untuk intensifikasi proses carbon capture. Metodologi penelitian meliputi sintesis seed zeolit, deposisi seed pada penyangga alumina, fabrikasi membran dengan konfigurasi TG di lumen penyangga, serta integrasi cross-linker untuk meningkatkan keseragaman lapisan. Karakterisasi dilakukan menggunakan SEM, XRD, dan FTIR, sedangkan uji permeasi gas CO2/N2 dilakukan dengan gas permeation unit pada berbagai kondisi operasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan TG berbasis lumen yang dikombinasikan dengan cross-linker, sehingga mampu menghemat hingga 80% bahan baku, meningkatkan keseragaman lapisan zeolit, dan tetap mempertahankan kinerja permeabilitas CO2 yang kompetitif. Hasil menunjukkan membran SSZ-13 TG memiliki permeabilitas CO2 lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, meskipun selektivitas CO2/N2 menurun (3,42 vs 6,78). Diskusi menekankan adanya trade-off antara permeabilitas dan selektivitas, serta peluang optimasi melalui kontrol waktu sintesis dan pemilihan OSDA ramah lingkungan. Penelitian ini membuktikan TG sebagai jalur sintesis hijau yang hemat biaya dan berorientasi green chemistry, dengan kemanfaatan praktis berupa peluang penerapan membran CHA dalam modul CCS skala industri, khususnya di PLTU Indonesia, untuk mendukung target net zero emission.

2026
👤 Penulis: Widda Rahmah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SINTESIS DAN KARAKTERISASI FLUORESCENT CARBON DOTS BERBASIS AMPAS KOPI UNTUK DETEKSI RESIDU PESTISIDA DALAM PRODUK AGRIKULTUR

Penggunaan pestisida yang masif dalam sektor agrikultur menimbulkan kekhawatiran serius terhadap akumulasi residu berbahaya, sehingga dibutuhkan metode deteksi yang sensitif, selektif, dan ramah lingkungan. Penelitian ini mengembangkan sensor fluoresensi berbasis carbon dots (CDs) yang disintesis dari limbah ampas kopi melalui metode hidrotermal dengan dopan Tris(hydroxymethyl)aminomethane (Tris) dan cerium nitrat, serta dikombinasikan dengan nanopartikel perak (AgNPs) dan nanopartikel cerium oksida (CeNPs) sebagai quencher dalam skema turn-off/turn-on untuk deteksi glifosat. Karakterisasi menunjukkan bahwa CDs termodifikasi Tris (CDs–Tris) memiliki ukuran hidrodinamik terkecil, zeta potensial paling negatif (–21,12 mV), puncak emisi pada 435,5 nm, intensitas fluoresensi 3551 a.u., dan quantum yield 67%, lebih tinggi dibandingkan CDs tanpa dopan dan CDs terdoping Ce, serta mempertahankan 66,45% intensitas awal setelah tujuh hari. AgNPs dan CeNPs bertindak sebagai quencher efektif; pada konsentrasi 1,5% b/b, AgNPs menurunkan intensitas CDs sebesar 43,54%, sementara CeNPs menurunkannya 65,52%, menunjukkan pemadaman yang lebih kuat oleh CeNPs. Dalam sistem komposit, CDs–Tris–CeNPs memadamkan intensitas sebesar 61,30% dan, setelah penambahan glifosat (1–1000 ppm), memberikan pemulihan fluoresensi sekitar 76–77%, lebih tinggi daripada konfigurasi lain sehingga menjadi sistem paling responsif. Pada ekstrak biji kopi Liberika, CDs menunjukkan mode turn-off, sedangkan CDs–CeNPs menampilkan mode turn-on yang bergantung konsentrasi glifosat, sehingga memungkinkan kuantifikasi dalam matriks kompleks. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem CDs–Tris–CeNPs berbasis ampas kopi berpotensi sebagai nanosensor fluoresensi yang efektif untuk pendeteksian residu glifosat pada produk agrikultur.

2026
👤 Penulis: Rizal Muhammad Ramdhan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Residu Pesticida 🏷️ Hidrologi

TRAJECTORY CORRECTION SYSTEM DESIGN FOR A CANARD-BASED BALLISTIC MISSILE

Tesis ini menyajikan desain, implementasi, dan evaluasi komprehensif dari suatu sistem panduan, navigasi, dan kendali untuk misil balistik. Diawali dengan pengembangan model dinamik nonlinier enam-derajat-kebebasan (6-DOF) untuk menganalisis kinerja dasar serta pengaruh parameter peluncuran. Model linearisasi kemudian diturunkan untuk fase-fase penerbangan kunci—terbang menanjak, apogee, dan terbang menurun—yang mengungkap ketidakstabilan terutama pada modus lateral-direksional yang memerlukan stabilisasi aktif. Sebuah Sistem Penambah Kestabilan berbasis Linear Quadratic Regulator (LQR) dirancang untuk menstabilkan misil. Selanjutnya, Sistem tracking controller dirancang untuk melakukan pelacakan perintah percepatan, dengan gain scheduling yang diimplementasikan untuk menjaga kinerja konsisten di seluruh selang operasi. Sistem panduan Proportional Navigation (PN) kemudian diintegrasikan untuk membentuk pengendali pelacak lengkap guna mengoreksi lintasan. Kinerja sistem diuji secara ketat melalui simulasi sistematis, termasuk pelacakan perintah untuk target jarak jauh dan lintas-jarak, penolakan gangguan pada berbagai intensitas angin (dimodelkan dengan turbulensi Dryden), serta pengujian ketahanan terhadap kehilangan sinyal GPS sementara. Analisis stokastik dengan metode Monte Carlo mengukur kinerja statistik sistem, menunjukkan kemampuannya dalam mengurangi Circular Error Probability (CEP) dari 581 meter (tak-terkendali) hingga serendah 0,52 meter dalam kondisi terkendali. Presisi tinggi ini dipertahankan di bawah tekanan operasional gabungan, dengan CEP tetap di bawah 1 meter di semua skenario uji kegagalan GPS dan gangguan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan sinyal GPS paling berdampak pada akurasi lateral, sementara kondisi paling menantang bagi presisi terminal muncul dari gabungan tiupan angin sedang dan kehilangan GPS. Tesis ini menyimpulkan dengan mengonfirmasi validitas arsitektur GNC yang diusulkan serta menguraikan arahan penelitian lanjutan, termasuk analisis ketangguhan di bawah ketidakpastian parameter dan implementasi teknik kendali adaptif mutakhir.

2026
👤 Penulis: Azizul Hanif
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KERANGKA MANAJEMEN STRATEGIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN DESIGN THINKING UNTUK MEMBANGUN EKUITAS MEREK DAN KEPERCAYAAN TERHADAP IP BERBASIS KARAKTER DI INDONESIA

Meningkatnya tren "Healing Economy" dan "Kidult" membantu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, namun merek Kekayaan Intelektual (IP) seperti ChasingDreams masih berjuang menghadapi angka cart abandonment yang mencapai 91,4%. Angka ini menjadi indikasi nyata adanya celah (gap) antara sekadar menyukai sebuah karakter dengan benar-benar memercayai sebuah brand. Penelitian ini mengeksplorasi "Execution Gap" tersebut untuk memahami mengapa daya tarik visual saja tidak cukup untuk membangun nilai bisnis yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan Design Thinking serta metode studi kasus kualitatif yang didukung oleh triangulasi metodologi mencakup VRIO, RBV, McKinsey 7S, SLEPT, dan Customer Journey Mapping akar permasalahan berhasil diidentifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki nilai kreatif yang tinggi, brand ini masih berstatus "Unexploited Competitive Advantage" karena belum adanya sistem organisasi yang mumpuni untuk melakukan skalasi. Untuk menjembatani celah tersebut, peneliti mengembangkan Strategic Management Framework yang menempatkan Kapasitas Organisasi sebagai fondasi utamanya, guna mengubah model kerja "artisan" yang bersifat individual menjadi sistem yang lebih profesional. Di atas fondasi ini, dibangun tiga pilar Brand Equity: (1) Memperdalam Brand Meaning melalui Transmedia Storytelling untuk menciptakan kedalaman emosional; (2) Memperkuat Brand Response untuk membangun kepercayaan yang interaktif; dan (3) Menumbuhkan Brand Resonance untuk mengubah audiens biasa menjadi komunitas yang loyal. Hasil uji validasi membuktikan bahwa pilar-pilar narasi ini berfungsi sebagai "emotional anchors" yang mampu menurunkan sensitivitas harga dan mendorong keputusan pembelian. Tesis ini menyimpulkan bahwa organisasi yang profesional adalah mesin utama yang memungkinkan cerita bermakna dan berbasis kepercayaan untuk mengubah aset kreatif menjadi Brand Equity yang berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Tengku Salwa Nabila Johan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

OPTIMASI KATALIS FILM NIKEL PADA SUBSTRAT KACA MELALUI VARIASI WAKTU DEPOSISI DAN ANNEALING UNTUK PENUMBUHAN GRAFENA TEMPERATUR RENDAH DENGAN HOT WIRE-IN PLASMA-VERY HIGH FREQUENCY-PECVD

Penumbuhan material karbon berbasis sp² pada substrat dielektrik temperatur rendah menuntut rekayasa katalis yang mampu menyediakan situs aktif yang merata sekaligus menjaga kontinuitas pertumbuhan domain sp². Penelitian ini mengkaji optimasi katalis film nikel (Ni) pada substrat kaca Corning 2948 melalui variasi waktu deposisi dan perlakuan annealing untuk mendukung penumbuhan material graphene-like menggunakan metode Hot Wire-in Plasma Very High Frequency-PECVD (HW-IP-VHF-PECVD) pada temperatur substrat 170?C. Film Ni dideposisikan menggunakan evaporasi termal dengan variasi waktu deposisi 1- 7 menit, kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM (permukaan dan penampang lintang) dan EDS untuk memetakan morfologi, cakupan permukaan, serta kecenderungan ketebalan. Hasil karakterisasi awal menunjukkan bahwa lapisan Ni yang terbentuk bersifat kasar dan granular dengan heterogenitas ketebalan yang signifikan, sehingga lebih tepat dipahami sebagai lapisan granular daripada thin film planar klasik. Berdasarkan indikator cakupan permukaan dan dominasi sinyal Ni, sampel dengan deposisi 6 dan 7 menit dipilih untuk tahap annealing pada 400?C dan 500?C dengan durasi 2 dan 4 jam. Secara fisis, annealing meningkatkan mobilitas atom Ni dan mendorong restrukturisasi morfologi melalui mekanisme dewetting padat, koalesensi, serta pematangan partikel, sehingga permukaan berevolusi menuju sebaran fitur yang lebih diskret. Variasi temperatur dan durasi menghasilkan respons morfologi yang berbeda, yang menegaskan bahwa kondisi awal film berperan sebagai pengarah lintasan evolusi mikrostruktur selama perlakuan termal. Katalis Ni teroptimasi selanjutnya digunakan sebagai substrat penumbuhan menggunakan HW-IP-VHF-PECVD dengan sumber karbon CH?. Evaluasi hasil dilakukan melalui Raman sebagai indikator utama pembentukan jaringan sp², serta didukung oleh SEM-EDS dan UV-Vis. Spektrum Raman memperlihatkan kemunculan pita D, G, dan 2D pada seluruh sampel, dengan rasio intensitas yang lebih konsisten dengan material karbon sp² berkarakter graphene-like daripada grafena monolayer ideal. Keterkaitan katalis dan hasil pertumbuhan menunjukkan bahwa kualitas graphene-like tidak ditentukan semata oleh ukuran fitur dominan, tetapi terutama oleh homogenitas distribusi partikel dan minimnya aglomerasi besar yang mengendalikan pemerataan nukleasi serta koalesensi domain sp². Secara keseluruhan, optimasi deposisi dan annealing Ni terbukti memengaruhi keteraturan morfologi katalis dan, pada gilirannya, kualitas relatif material graphene-like yang ditumbuhkan pada temperatur rendah.

2026
👤 Penulis: Adinda Mahdhury Salsabillah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMANFAATAN DATA BATIMETRI DARI HAMBUR BALIK ACOUSTIC DOPPLER CURRENT PROFILER (ADCP) UNTUK ZONA PERIKANAN DI CIREBON

Penelitian dilaksanakan untuk mengkaji pemanfaatan data hambur balik Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) dalam mengidentifikasi perubahan batimetri serta keterkaitannya dengan karakteristik arus dan distribusi sumber daya perikanan di Perairan Cirebon. Kajian terdahulu umumnya masih memisahkan analisis oseanografi fisik dan perikanan, sehingga hubungan antara kedalaman perairan, dinamika arus, dan preferensi habitat spesies perikanan belum terjelaskan secara terintegrasi. Permasalahan penelitian mencakup pengaruh perubahan batimetri dan karakteristik arus terhadap distribusi spasial spesies perikanan dominan. Data yang digunakan meliputi data kedalaman dan arus hasil pengukuran ADCP tahun 2022 dan 2024 serta data perikanan, yang dianalisis menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA), Principal Component Analysis (PCA), Correspondence Analysis (CA), dan Canonical Correspondence Analysis (CCA). Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pendangkalan dan pendalaman yang bervariasi antar stasiun, dengan pendangkalan paling signifikan teridentifikasi di beberapa stasiun pesisir, mengindikasikan dinamika sedimentasi aktif. Analisis CA menunjukkan belanak berasosiasi kuat dengan perairan dangkal, peperek dan rajungan cenderung berasosiasi dengan kedalaman menengah, sedangkan udang krosok lebih dominan pada perairan lebih dalam. Hasil CCA pada tahun 2022 dan 2024 secara konsisten menunjukkan bahwa gradien kedalaman merupakan faktor utama yang mengontrol distribusi spasial spesies perikanan, sementara karakteristik arah arus berperan sebagai faktor pendukung dalam memperkuat pola sebaran antar stasiun. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi data batimetri dan arus berbasis ADCP mampu menjelaskan keterkaitan antara kondisi fisik perairan dan distribusi sumber daya perikanan di Perairan Cirebon secara lebih terstruktur.

2026
👤 Penulis: Putri Diniaty Komariah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

SEKAT: MEREPRESENTASIKAN BAYANGAN DIRI MELALUI SEKAT CAHAYA DALAM MENGGAMBARKAN KETERSENDIRIAN :

Praktik penciptaan seni rupa ini berangkat dari urgensi personal mengenai kondisi ketersendirian yang dijabarkan sebagai ruang mediatif untuk menghadapi persoalan diri. Masalah utama yang diteliti adalah visualisasi proses psikologis dalam menghadapi sisi gelap atau shadow melalui media lukis, yang berakar pada kegelisahan akan bagian kepribadian yang tertekan di alam bawah sadar. Sebagai pemantik dalam mengenali bayangan tersebut, penulis menggunakan medium film yang dipilih karena kekuatan visual dan atmosfernya mampu merefleksikan kembali ingatan atau trauma personal. Lingkup permasalahan difokuskan pada transformasi respons emosional menjadi elemen visual abstrak, dengan penekanan bahwa lukisan tidak bertujuan menceritakan narasi film, melainkan film berfungsi sebagai pemicu (trigger) yang membangkitkan getaran emosional. Dari keterpatikan visual tersebut, penulis menghadirkan subjek berupa "sebuah batas" sebagai representasi sekat psikologis antara kesadaran dan ketidaksadaran melalui permainan ruang dan kontras cahaya. Proses kreasi menggunakan metode triangulasi reflektif antara film, persoalan diri, dan teori shadow work Jungian. Secara teknis, penulis menggunakan medium cat minyak dengan teknik pewarnaan berlapis melalui konsep visual tenebrism, di mana kegelapan mendominasi ruang untuk menggambarkan bawah sadar sementara cahaya hadir sebagai simbol kesadaran. Analisis karya menunjukkan pergeseran dari sekadar persepsi visual menjadi upaya menghadirkan kembali (presence) pengalaman psikologis melalui elemen abstrak seperti sequence dan pembatasan ruang. Kesimpulannya, praktik melukis ini berfungsi sebagai instrumen teraputik yang membuktikan bahwa menghadapi bayangan diri dalam ketersendirian dapat mencapai pemahaman diri yang utuh. Hasil akhir tugas akhir ini merupakan pembuktian bahwa seni rupa mampu mengintegrasikan bagian diri yang terpecah melalui eksplorasi kontras cahaya dan bayangan.

2026
👤 Penulis: Sheilla Usa Damarty S. Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI POTENSI KARAKTERISTIK BATUBARA INDONESIA DENGAN PENAMBAHAN FE?O? UNTUK PRODUKSI DME DALAM PERSPEKTIF EKONOMI DAN LINGKUNGAN

Kebutuhan Indonesia untuk menurunkan ketergantungan LPG impor sambil Kebutuhan Indonesia untuk menurunkan ketergantungan terhadap LPG impor sambil menjaga keterjangkauan energi mendorong pengembangan hilirisasi batubara menjadi dimetil eter (DME). Namun, penilaian kelayakan sering kali terfragmentasi karena aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan dibahas secara terpisah, sehingga menyulitkan pengambilan keputusan secara terintegrasi. Penelitian ini menyajikan studi pendahuluan yang menggabungkan evaluasi proses pirolisis–gasifikasi, keekonomian berbasis perusahaan, dan emisi gas rumah kaca dalam satu kerangka analisis terpadu. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis pengaruh penambahan Fe?O? terhadap proses pirolisis dan gasifikasi batubara dalam menghasilkan syngas untuk produksi DME pada lignit dan sub-bituminous; (2) membandingkan keekonomian relatif dari keempat skenario; dan (3) menilai intensitas emisi gas rumah kaca secara komprehensif. Metode yang digunakan meliputi eksperimen pirolisis pada rentang suhu 400–900 °C, pemodelan gasifikasi uap pada 900 °C dengan pendekatan minimisasi energi Gibbs, serta estimasi sintesis DME melalui rute metanol dua tahap. Inventaris emisi disusun secara berbasis proses, mencakup CO? langsung, oksidasi CO, pembakaran CH?, dan konversi slip CH? menjadi CO?e. Analisis keekonomian menggunakan metode benefit-to-cost ratio (BCR) relative. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Fe?O? secara konsisten meningkatkan kandungan H? dan CO dalam gas hasil pirolisis, serta memperbesar potensi pembentukan DME melalui gasifikasi. Yield DME meningkat dari 0,35 menjadi 0,39 kg/kg batubara untuk lignit, dan dari 0,33 menjadi 0,40 kg/kg batubara untuk sub-bituminous. Penambahan Fe?O? juga memperbaiki keekonomian relatif, dengan BCR meningkat dari 1,91 menjadi 2,10 untuk lignit, dan dari 1,60 menjadi 1,91 untuk sub-bituminous. Dari sisi lingkungan, nilai emisi menurun pada lignit dari 3,47 kg CO2eq/ kg DME menjadi 3,11 kg CO2eq/ kg DME setelah penambahan Fe?O?, dan pada sub-bituminus dari 4,22 kg CO2eq/ kg DME menjadi 3,58 kg CO2eq/ kg DME. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi proses dengan penambahan Fe?O? mampu meningkatkan performa teknis, ekonomi, dan lingkungan secara simultan dalam konversi batubara menjadi DME.

2026
👤 Penulis: Tomi Nugroho
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERHITUNGAN DANA PENSIUN DOSEN PNS DI PERGURUAN TINGGI NEGERI DENGAN PENERAPAN IMBAL HASIL SYARIAH BERBASIS MODEL VASICEK

Penelitian ini mengkaji proyeksi kewajiban aktuaria dan pembiayaan dana pensiun dengan menilai pengaruh metode aktuaria, dasar penentuan manfaat, serta penggunaan data imbal hasil syariah terhadap besaran iuran normal, kewajiban aktuaria, dan keberlanjutan pendanaan jangka panjang. Kajian difokuskan pada pegawai tetap yang diasumsikan mulai bekerja pada usia 26–27 tahun dan pensiun pada usia 70 tahun, dengan dua skema manfaat, yaitu berbasis gaji terakhir dan berbasis rata-rata gaji sepuluh tahun terakhir (Final Average Salary/FAS). Nilai diskonto kewajiban masa depan dimodelkan menggunakan model suku bunga stokastik Vasicek yang dikalibrasi dengan data aktual imbal hasil sukuk pemerintah berakad Ijarah dan Mudharabah sebagai alternatif syariah terhadap suku bunga konvensional. Estimasi kewajiban dilakukan menggunakan Projected Unit Credit (PUC) dan Entry Age Normal (EAN). Simulasi pada horizon jangka panjang menghitung Present Value of Future Benefits (PVFB), Normal Cost (NC), Actuarial Liability (AL), dan Unfunded Actuarial Liability (UAL) dengan basis mortalitas TMI IV 2019. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi diskonto berbasis imbal hasil sukuk syariah ke dalam model Vasicek serta evaluasi aktuaria berbasis TMI IV 2019 untuk proyeksi pendanaan pensiun jangka panjang. Hasil menunjukkan skema manfaat berbasis gaji terakhir menghasilkan PVFB dan AL lebih tinggi dibandingkan FAS. Dari sisi pembiayaan, metode PUC cenderung meningkatkan iuran menjelang pensiun, sementara EAN menghasilkan profil iuran yang lebih stabil sepanjang masa kerja. Analisis UAL mengindikasikan bahwa pada periode awal sistem berpotensi mengalami overfunding, namun pada periode berikutnya UAL dapat bergerak positif yang menandakan risiko underfunding; dalam hal ini, EAN menghasilkan dinamika UAL yang relatif lebih stabil dibandingkan PUC.

2026
👤 Penulis: Hari Julian Putra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH JENIS NANOMATERIAL TERHADAP KARAKTERISTIK DAN KINERJA MEMBRAN BIPOLAR BERSTRUKTUR HETEROGEN DALAM PROSES ELEKTROLISIS NACL

Produksi hidrogen hijau melalui elektrolisis air laut berbasis membran heterogen secara langsung memberikan solusi energi terbarukan yang berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Membran bipolar (BPM) memfasilitasi disosiasi air (WD) pada antarmukanya, sehingga menghasilkan gradien pH lokal yang penting untuk proses elektrokimia seperti elektrolisis air laut. Namun, kinerja BPM di lingkungan salin masih terhambat oleh tingginya overpotensial dan rendahnya stabilitas operasional. Studi ini melaporkan fabrikasi BPM heterogen melalui hot-pressing membran penukar kation dan anion dengan penambahan lapisan antarmuka TiO2, ZnO, MXene, dan graphene oxide (GO). Karakerisasi morfologi dan struktur kimia dilakukan menggunakan FTIR dan SEM/EDS penampang. Pengujian elektrokimia dalam larutan NaCl 35.000 ppm menunjukkan bahwa keberadaan nanokatalis antarmuka secara signifikan meningkatkan efisiensi WD, yang ditunjukkan oleh oleh tegangan awal yang lebih rendah, konduktivitas yang lebih tinggi, dan perbedaan pH yang lebih besar dibandingkan BPM tanpa modifikasi. Di antara seluruh variasi, BPM dengan lapisan ZnO 0,054 wt.% menunjukkan kinerja terbaik dengan konduktivitas tertinggi (~5,7 mS.cm-1), tegangan sel yang paling stabil (~6,4 V pada 20 mA.cm-2), serta gradien pH terbesar (?pH ? 10). Temuan ini menegaskan bahwa rekayasa lapisan antarmuka berbasis nanokatalis secara efektif meningkatkan performa BPM untuk aplikasi elektrolisis simulasi air laut langsung.

2026
👤 Penulis: Tami Bachrurozy
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Membran Bipolar Heterogen 🏷️ Elektrolisis Air Laut

VALIDASI DARI APLIKASI UNTUK ESTIMASI PARAMETER-PARAMETER WEIBULL MENGGUNAKAN METODE R-SQUARED

Maintenance is crucial for industry sustainability as it directly affects cost, reliability, safety, and productivity. In aviation, unplanned aircraft downtime adds significant costs and creates safety risks. To predict aircraft component failures, the Weibull distribution is used because it models time-to-failure data accurately. The three-parameter Weibull distribution is the most used model in aviation maintenance, with three parameters: scale parameter (?), shape parameter (?), and location parameter (?). Previous research by the Engineering Design and Production research group at ITB created a Python-based application to estimate these parameters using R-squared method applied to Weibull Paper Plot transformations. Although the application succeeded, the results and method lack validation. Without validation, the application cannot be recommended for aircraft maintenance task selection, where inaccurate parameter estimates could lead to wrong maintenance intervals or wasted costs. The author undertook this research to achieve three objectives: to find a method that can validate the results of the application, to compare the parameter estimates from the Python application with estimates from Excel Solver, and to test the user experience of the developed application. To validate the application, the author created synthetic datasets from known three-parameter Weibull distributions representing three failure modes: wear-out failures (? > 1), random failures (? = 1), and infant mortality failures (? < 1). Datasets with different sample sizes were generated from histograms with 15 classes. Both the Python application and Excel Solver were applied using R-squared. Results show that both methods produce equivalent parameter estimates with location parameter errors typically less than 5%. The Python application can estimate parameters for ? ? 1 cases while Excel Solver cannot converge in these regions. Other than that, RMSE is also calculated using Excel Solver which has the same result as R-squared method. The author concludes that both methods are valid for three-parameter Weibull parameter estimation, with the Python application offering better numerical stability across all failure rate behaviours relevant to aircraft components.

2026
👤 Penulis: Gregorius Aginta Gintings
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT JAMUR ASAL LAUT PENICILLIUM CITRINUM TERHADAP BAKTERI PATOGEN

Meningkatnya resistensi antibiotik, khususnya pada bakteri patogen prioritas global seperti kelompok ESKAPE, menegaskan urgensi pengembangan antibiotik baru yang lebih efektif. Salah satu sumber yang berpotensi menghasilkan kandidat antibiotik baru adalah jamur asal laut, mengingat kondisi ekosistem laut yang bersifat ekstrem dan dinamis mendorong organisme tersebut untuk mensintesis senyawa dengan struktur molekul yang unik, yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi jamur asal laut dari perairan di Provinsi Bali, Indonesia, yang berpotensi menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen, khususnya yang termasuk dalam kelompok ESKAPE. Perairan Bali dipilih karena wilayah ini merupakan bagian dari Coral Triangle, yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut global. Penelitian ini mencakup tahapan peremajaan isolat jamur asal laut, karakterisasi morfologi makroskopis dan mikroskopis, fermentasi, ekstraksi, identifikasi spesies berbasis DNA barcoding, analisis filogenetik, fraksinasi dan subfraksinasi, penentuan aktivitas antibakteri secara kualitatif dan kuantitatif, serta analisis profil metabolit dari subfraksi terpilih. Sebanyak sepuluh isolat jamur asal laut digunakan sebagai sumber ekstrak, yang diuji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus ATCC 6538, Klebsiella pneumoniae ATCC 13883, Acinetobacter baumannii ATCC 19606, Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027, Enterobacter aerogenes, serta methicillinsensitive S. aureus (MSSA) yang berasal dari methicillin-resistant S. aureus (MRSA) ATCC BAA-44. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat (EtOAc) hasil fermentasi skala kecil dari isolat FSB 31A, khususnya yang berasal dari media fermentasi, memperlihatkan aktivitas antibakteri paling kuat. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) yang diperoleh sebesar 200 µg/mL terhadap S. aureus dan 25 µg/mL terhadap MSSA, yang masing-masing dikategorikan sebagai aktivitas sedang dan kuat, sementara nilai konsentrasi bunuh minimum (KBM) masih berada di atas 200 µg/mL. Identifikasi spesies berbasis DNA barcoding wilayah internal transcribed spacer (ITS) mengonfirmasi bahwa isolat FSB 31A merupakan Penicillium citrinum, yang konsisten dengan berbagai laporan terdahulu mengenai aktivitas antibakteri P. citrinum terhadap S. aureus dan MRSA, serta keberadaan metabolit aktif seperti penicitol D, 1-epi-citrinin H1, dan penicitrinol J. Fermentasi skala besar terhadap isolat P. citrinum menghasilkan ii penurunan aktivitas antibakteri, yang diduga berkaitan dengan penambahan media fermentasi selama proses fermentasi, sehingga kultur cenderung bertahan lebih lama pada fase eksponensial dan mengalami perubahan komposisi maupun rasio metabolit sekunder yang dihasilkan. Dugaan tersebut diperkuat oleh hasil kromatografi lapis tipis (KLT) yang menunjukkan perbedaan profil bercak senyawa antara ekstrak hasil fermentasi skala kecil dan skala besar. Meskipun demikian, proses fraksinasi dan subfraksinasi terhadap ekstrak fermentasi skala besar berhasil menghasilkan subfraksi 14–16 (S14–16) dengan nilai KHM sebesar 100 µg/mL terhadap S. aureus dan 200 µg/mL terhadap MSSA, meskipun nilai KBM pada kedua bakteri uji masih berada di atas 200 µg/mL. Analisis profil metabolit menggunakan liquid chromatography–high resolution mass spectrometry (LC– HRMS) terhadap subfraksi S14–16 mengungkap keberadaan sitrinin dan 8- hydroxyquinoline (8-HQ), dua senyawa yang berdasarkan laporan terdahulu diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Selain kedua senyawa tersebut, masih dimungkinkan adanya metabolit sekunder lain, baik yang belum terelusidasi strukturnya maupun yang belum dilaporkan aktivitas biologisnya, yang berpotensi berkontribusi terhadap aktivitas antibakteri terhadap S. aureus maupun MRSA. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa jamur asal laut P. citrinum yang berasal dari perairan di Provinsi Bali, Indonesia, mampu menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Meskipun senyawa aktif yang teridentifikasi hingga tahap ini bukan merupakan senyawa baru, temuan ini menegaskan potensi jamur laut sebagai sumber kandidat antibiotik. Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada isolasi dan karakterisasi senyawa tunggal dengan aktivitas paling kuat, sehingga kontributor utama aktivitas antibakteri dapat diidentifikasi dan tingkat kekuatan aktivitas senyawa tunggal dapat diklasifikasikan secara lebih akurat.

2026
👤 Penulis: Zahir Thoriq
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

BILANGAN TERHUBUNG SISI PELANGI LOKASI GRAF UNISIKLIK

Misalkan G suatu graf tidak trivial, sederhana, berhingga, dan terhubung. Suatu pewarnaan sisi pelangi-k dari G adalah pewarnaan c : E(G) ? {1, 2, . . . , k} sedemikian sehingga untuk setiap pasangan titik u, v ? V (G) terdapat lintasan u–v yang semua sisinya memiliki warna berbeda. Jarak antara dua sisi e1 = u1v1 dan e2 = u2v2 didefinisikan sebagai d(e1, e2) = ( min{d(u1, u2), d(u1, v2), d(v1, u2), d(v1, v2)} + 1, jika e1 ?= e2, 0, jika e1 = e2. Untuk setiap i ? {1, 2, . . . , k}, misalkan Ri menyatakan himpunan sisi berwarna i dan ? = {R1,R2, . . . ,Rk} merupakan partisi terurut dari E(G). Kode pelangi dari suatu sisi e terhadap ? didefinisikan sebagai rc?(e) = (d(e,R1), d(e,R2), . . . , d(e,Rk)) dengan d(e,Ri) = min{d(e, f) : f ? Ri}. Jika setiap sisi pada G memiliki kode pelangi yang unik, maka pewarnaan c disebut pewarnaan sisi pelangi lokasik, dan nilai k minimum yang memenuhi sifat tersebut disebut bilangan terhubung sisi pelangi lokasi dari G, dilambangkan dengan recl(G). Pada penelitian ini, ditentukan batas atas dan batas bawah yang ketat untuk bilangan terhubung sisi pelangi lokasi graf unisiklik, yaitu graf yang memuat tepat satu subgraf siklus, dan mengkarakterisasi kelas-kelas graf unisiklik yang bilangan terhubung sisi pelangi lokasinya tertentu. Selain itu, ditentukan bilangan terhubung sisi pelangi lokasi dari beberapa kelas graf unisiklik tertentu.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ahnaf Yusuf
🏷️ Teori Graf 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Sistem
Halaman 70 dari 418
💬