📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

ISOLASI DAN EVALUASI AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM ANTIKOLINESTRASE ALKALOID BUNGA KECUBUNG (BRUGMANSIA VERSICOLOR)

Latar belakang dan tujuan: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman obat, termasuk Brugmansia versicolor (kecubung) yang kaya alkaloid antikolinergik seperti skopolamin, atropin, dan hiosiamin. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi alkaloid dari ekstrak metanol bunga kecubung serta mengevaluasi aktivitas penghambatan asetilkolinesterase sebagai tahap awal pengembangan obat berbasis tanaman lokal. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan metanol, diikuti fraksinasi dan isolasi melalui ekstraksi cair–cair asam basa, flash chromatography, dan kromatografi radial. Ekstrak, fraksi, subfraksi, dan isolat diuji aktivitas penghambatan AChE dengan metode Ellman. Karakterisasi isolat dilakukan dengan spektrometri infra merah, UV-Vis dan massa. Hasil: Isolat murni dikarakterisasi memiliki gugus hidroksil/amina, karbonil, dan aromatik (FTIR) serta sistem terkonjugasi khas bis-alkaloid pada 240 dan 290. Data ESI-MS menunjukkan ion molekul m/z 949,5 dengan fragmen dimer dan gula, mengonfirmasinya sebagai alkaloid dimer aromatik terglikosilasi. Aktivitas penghambatan AChE menurun drastis seiring pemurnian: ekstrak kasar mencapai 58,16% (1000 µg/mL), sedangkan isolat hanya 2,02% (50 µg/mL). Kesimpulan: Penelitian ini berhasil mengisolasi senyawa alkaloid dimer indol terglikosilasi dari bunga B. versicolor. Hasil uji penghambatan asetilkolinesterase (AChE) menunjukkan rendahnya inhibisi AChE pada isolat murni, yang menyiratkan bahwa potensi farmakologis spesies ini lebih mungkin dimediasi melalui interaksi sinergis multikomponen atau mekanisme modulasi reseptor dibandingkan penghambatan enzim.

2026
👤 Penulis: Saskia anisah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN SIMULATOR MATERI REAKSI KIMIA BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA AJAR KIMIA DI SMA/MA

Ketersediaan bahan kimia dan penggunaan laboratorium untuk mendukung pembelajaran kimia belum merata di sekolah menengah atas di Indonesia, karena keterbatasan bahan kimia, peralatan, alokasi waktu dan sumber daya manusia dalam pengelolaan laboratorium. Solusi seperti pembelajaran berbasis web juga masih terbatas implementasinya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi eksperimen virtual berupa simulasi bahan reaksi kimia, khususnya untuk reaksi yang melibatkan pembentukan endapan, perubahan warna, dan pembentukan kompleks berwarna. Aplikasi ini diharapkan dapat sebagai salah satu fasilitas seperti melakukan eksperimen nyata di laboratorium. Aplikasi simulator reaksi kimia dibuat menggunakan Ibis Paint X dan Construct 2. Evaluasi penggunaan simulator tersebut dilakukan dengan metoda developmental research. Sampel penelitian diambil dari 8 kelas di 3 sekolah dengan subjek penelitian 224 siswa. Data penelitian diperoleh dari data pretest- posttest, angket, dan observasi aktivitas siswa saat menggunakan simulator. Pengolahan dan analisis data menggunakan microsoft excel, meliputi perhitungan N-gain dan reliabilitas KR-21. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai N- gain sebesar 0,579 (kategori sedang), menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media berbasis web cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi reaksi kimia. Hasil uji reliabilitas instrumen pretest sebesar 0,589 (kategori sedang), dan posttest sebesar 0,756 (kategori tinggi), yang menandakan instrumen tes memiliki tingkat konsistensi yang layak digunakan. Selain itu, hasil angket respon siswa menunjukkan sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap media ajar berbasis web, serta hasil observasi menunjukkan bahwa siswa mampu menggunakan media ajar dengan baik. Oleh karena itu, media ajar berbasis web yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk mendukung pemahaman siswa pada materi reaksi kimia

2026
👤 Penulis: Karina Ridzky Amelia
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP MEREK PERAWATAN KULIT INDONESIA SEBAGAI ALTERNATIF MENARIK BAGI MEREK PERAWATAN KULIT GLOBAL

Pertumbuhan pesat industri kecantikan Indonesia telah memperketat persaingan antara merek perawatan kulit global dan lokal. Meskipun popularitasnya terus meningkat, merek lokal masih menghadapi tantangan dalam bersaing dengan perusahaan global yang memiliki teknologi canggih, ekuitas merek yang kuat, dan sumber daya pemasaran yang jauh lebih besar. Di sisi lain, pergeseran sosio-politik dan perubahan nilai konsumen, telah mendorong minat yang semakin besar terhadap alternatif lokal. Namun, masih belum jelas karakteristik spesifik apa yang membuat merek perawatan kulit lokal Indonesia dianggap sebagai alternatif yang menarik dan dapat diandalkan dibandingkan dengan merek internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis faktor-faktor kunci yang membentuk persepsi konsumen terhadap merek perawatan kulit lokal. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif untuk mengumpulkan data dan menganalisis topik secara deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada konsumen Indonesia yang menggunakan produk perawatan kulit dan dapat menjawab dalam bahasa Inggris. Data kedua dikumpulkan melalui berbagai sumber akademik dan non-akademik. Temuan menunjukkan pergeseran mindset konsumen terhadap merek lokal, di mana merek lokal semakin dianggap efektif dan menawarkan nilai uang yang kuat. Responden memandang citra merek lokal secara positif dan tidak lagi menganggap merek global lebih prestisius. Kemampuan terjangkau, kualitas produk, dan ulasan jujur muncul sebagai faktor utama yang mendorong daya tarik, sementara transparansi bahan, konsistensi, dan uji klinis tetap menjadi hal yang esensial untuk membangun kepercayaan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa merek perawatan kulit lokal Indonesia telah menjadi kompetitif dan memiliki potensi yang signifikan untuk memperkuat posisi pasar mereka.

2026
👤 Penulis: Nayra Tsaaqiba Humaira
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

RENCANA PEMASARAN STRATEGIS MENGGUNAKAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK DI SEKOLAH ALAM LAMPUNG

Menurut data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk tahun 2024, Bandar Lampung memiliki 1.161 sekolah, yang terdiri dari 244 sekolah negeri dan 917 sekolah swasta. Meskipun jumlah sekolah yang banyak, data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandar Lampung menunjukkan bahwa 22,7% penduduk kota tersebut tidak bersekolah. Dengan jumlah sekolah yang semakin banyak di Bandar Lampung, lembaga pendidikan menghadapi persaingan yang meningkat untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif guna menarik dan mempertahankan siswa. Sekolah Alam Lampung, yang mayoritas siswanya berasal dari kota ini, harus memperbaiki strategi pemasarannya untuk menonjolkan keunggulan kompetitif dan proposisi penjualannya yang unik. Sekolah Alam Lampung telah mengidentifikasi tantangan dalam sistem pemasaran yang ada, yang berdampak pada rendahnya kesadaran merek. Tesis ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan sistem yang ada untuk meningkatkan jumlah pendaftaran. Oleh karena itu, Sekolah Alam Lampung menghadapi tantangan dan tujuan baru dalam upayanya untuk berkembang di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang memanfaatkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif akan menggunakan statistik deskriptif dari survei online, sementara analisis kualitatif akan menggabungkan alat pemasaran strategis seperti Analisis SWOT, Marketing Mix (7Ps), Value Proposition Canvas Customer Persona, Analisis PESTEL, Porter’s Five Forces, STP (Segmentasi, Penargetan, dan Posisi), dan Perceptual Map. Setelah menganalisis faktor internal dan eksternal, strategi Integrated Marketing Communication (IMC) akan dikembangkan. Pengumpulan data akan melibatkan data primer dan sekunder, yang kemudian akan melalui tahapan pembersihan data, transformasi, dan interpretasi. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa SAL menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran merek dan menarik orang tua calon siswa. Hasil survei dan wawancara mengungkapkan bahwa sebagian besar orang tua tidak begitu familiar dengan keunggulan SAL, dengan 59% hanya sedikit familiar dan tidak begitu familiar. Selain itu, 75% responden melaporkan bahwa mereka belum pernah melihat atau berinteraksi dengan konten pemasaran SAL. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pemasaran SAL belum optimal dalam menjangkau pasar sasaran. Namun, 53,6% responden menyatakan keterbukaan untuk mempertimbangkan SAL bagi anak-anak mereka, yang menunjukkan adanya ruang yang signifikan untuk perbaikan bagi SAL. Analisis juga menunjukkan bahwa orang tua sangat menghargai faktor-faktor seperti kurikulum, nilai-nilai agama, dan reputasi akademik ketika memilih sekolah untuk anak-anak mereka. Pendidikan berbasis bakat di SAL dianggap sangat relevan oleh responden, dengan 88,8% menilai hal tersebut sebagai penting hingga sangat penting. Faktor-faktor ini memberikan dasar yang kuat untuk memposisikan sekolah sebagai pilihan yang unggul dan holistik. IMC dapat membantu Sekolah Alam Lampung mengatasi tantangan pemasaran yang dihadapinya. Dengan menerapkan strategi IMC seperti kampanye media sosial, seri video promosi, acara open house sekolah, iklan digital yang terarah, optimasi situs web, konten interaktif, dan brosur cetak serta digital, sekolah dapat meningkatkan kesadaran mereknya dan secara konsisten menyampaikan pesan yang diinginkan. Berdasarkan hasil tesis ini, untuk meningkatkan kesadaran merek Sekolah Alam Lampung, SAL dapat menerapkan rekomendasi berikut: merujuk pada IMC untuk Kegiatan Pemasaran dan Rencana Implementasi. Sekolah Alam Lampung perlu mengimplementasikan IMC yang telah dikembangkan untuk menyampaikan pesan yang konsisten melalui berbagai saluran pemasaran. Untuk mengimplementasikan IMC yang telah dikembangkan, diperlukan tambahan personel pemasaran untuk Sekolah Alam Lampung. Dalam menyampaikan pesan kepada audiens sasaran, Sekolah Alam Lampung harus secara konsisten menyoroti kekuatannya dalam setiap konten pemasaran. Setelah diterapkan, kegiatan pemasaran juga harus dipantau dan dievaluasi untuk melihat kinerjanya.

2026
👤 Penulis: Anggo Hamidisyafiq Irfan
🏷️ Pemasaran Sekolah 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Swot

STRATEGI RANTAI PASOK ADAPTIF RUSIA DALAM MENANGGAPI SANKSI NEGARA BARAT

Setelah aneksasi Krimea pada tahun 2014, aliansi negara Barat memberlakukan sanksi yang menargetkan berbagai sektor Rusia termasuk keuangan, pertahanan, dan energi dengan tujuan membatasi kekuatan ekonomi negara tersebut. Meskipun banyak ahli memperkirakan akan terjadi destabilisasi besar, Rusia justru menunjukkan kapasitas yang signifikan dalam mengelola dan merespons tekanan sanksi tersebut. Studi ini meneliti bagaimana Federasi Rusia menyesuaikan sistem rantai pasoknya sebagai respons terhadap sanksi sanksi tersebut, dengan fokus pada strategi dan hasil yang muncul selama periode pasca sanksi awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, terutama melalui analisis kualitatif terhadap data sekunder berupa dokumen kebijakan, literatur akademik, dan laporan organisasi internasional, yang dilengkapi dengan analisis kuantitatif mengenai ketahanan sektoral menggunakan model Time to Recovery. Penelitian ini mengidentifikasi empat strategi adaptif utama: substitusi impor, pengalihan arah perdagangan, pengembangan infrastruktur keuangan alternatif, dan pemanfaatan industri yang dikendalikan negara untuk menstabilkan rantai pasok. Temuan kuantitatif utama menunjukkan bahwa sektor primer, sekunder, dan tersier Rusia memperlihatkan tingkat ketahanan yang berbeda beda, dengan sektor sekunder dan tersier pulih sepenuhnya ke tingkat output pra sanksi pada kuartal I 2018. Kesimpulan umum dari studi ini adalah bahwa meskipun Federasi Rusia belum mencapai kedaulatan ekonomi penuh, strategi strategi adaptif tersebut berhasil mengurangi ketergantungan negara terhadap sistem keuangan dan perdagangan Barat, sehingga memungkinkan terjadinya pemulihan yang terukur dari guncangan ekonomi tahun 2014

2026
👤 Penulis: Fawaz Nurazizi Bagasaldy
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi Ekonomi 🏷️ Kecerdasan Buatan

FORMULASI PENERAPAN PRINSIP MUQASAH PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK SYARIAH DI INDONESIA: STUDI KASUS BRIGHT BANK

Dalam dunia perbankan syariah di Indonesia, murabahah (akad jual-beli) merupakan salah satu akad paling popular yang digunakan oleh bank dalam menyalurkan produk-produk pembiayaan. Dalam upayanya meregulasi penggunaan akad murabahah tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Pedoman Pembiayaan Murabahah yang mengatur ketentuan dalam penyaluran pembiayaan murabahah secara komprehensif. Salah satu aturan yang dimuat dalam Pedoman tersebut adalah kewajiban pemberian potongan untuk pembiayaan yang dilunasi sebelum jatuh tempo, yang selanjutnya akan disebut sebagai muqasah. Penerapan muqasah di Bright Bank, sebuah bank syariah yang mayoritas pembiayaannya disalurkan dengan menggunakan akad murabahah, memiliki potensi dampak buruk bagi profitabilitasnya. Penelitian pada thesis ini ditujukan untuk memahami tingkat dampak finasial dari penerapan muqasah di Bright Bank secara kuantitatif. Informasi tersebut kemudian akan digunakan untuk memformulasikan sebuah skema finansial (seperti pembebanan biaya administrasi) yang dinilai berpotensi untuk menanggulangi kerugian yang dapat dialami oleh Bank. Penelitian ini juga akan mencakup pemahaman kualitatif atas persepsi nasabah terhadap pelunasan pembiayaan sebelum jatuh tempo dan rencana penerapan biaya administrasi oleh Bright Bank. Karena bank merupakan institusi keuangan sistemuk, analisa konseptual dengan menggunakan konsep Systems Thinking dan manajemen risiko juga akan dilakukan agar solusi yang diberikan dapat lebih relevan bagi bank. Dengan keluaran berupa intervensi kebijakan, proyek peneilitian ini diharapkan dapat berkontribusi sebagai salah satu referensi dini yang dapat digunakan untuk pengembangan strategi implementasi muqasah yang lebih baik pada institusi keuangan syariah, terutama yang sangat mengandalkan akad murabahah dalam bisnisnya.

2026
👤 Penulis: Ahmad Fajri Prabowo
🏷️ Manajemen Risiko 🏷️ Pembiayaan Syariah 🏷️ Kecerdasan Buatan

EFEKTIFITAS MICROLEARNING SELAMA ONBOARDING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KARYAWAN BARU DI BANK SYARIAH NASIONAL

Tingginya angka turnover karyawan baru, khususnya Community Officer (CO) pada tiga bulan pertama masa kerja di Bank Syariah Nasional (BSN) dan keluasan jangkauan operasional BSN, menuntut adanya proses onboarding yang efektif, cepat, dan mampu menjawab tantangan kerja di lapangan. Sejak tahun 2022, BSN sudah menerapkan program onboarding berbasis microlearning melalui aplikasi Learning SHARIA untuk membantu CO memperoleh kompetensi dasar dalam waktu 21 hari. Meskipun demikian, tingkat penyelesaian modul masih rendah, dan efektivitas microlearning sebagai metode pembelajaran dalam konteks pekerjaan lapangan belum terukur secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas microlearning dalam meningkatkan kompetensi CO selama masa onboarding, serta mengevaluasi peran motivasi dan dukungan manajerial sebagai faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan sampel sebanyak 392 responden, mewakili distribusi CO secara proporsional di seluruh Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Microlearning tidak secara langsung meningkatkan kompetensi CO; 2. Microlearning menjadi efektif melalui peningkatan motivasi, yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap kompetensi; 3. Dukungan manajerial memiliki pengaruh kuat terhadap motivasi, menjadikannya faktor kunci dalam keberhasilan program; 4. Indikator aktivitas microlearning seperti jumlah modul selesai atau hari belajar aktif tidak mencerminkan pencapaian kompetensi secara akurat. Dengan demikian, efektivitas microlearning pada onboarding BSN sangat bergantung pada kualitas dukungan atasan dan keterlibatan psikologis CO selama proses belajar. Rekomendasi utama dari penelitian ini meliputi penguatan budaya pendampingan bagi karyawan baru, penyempurnaan modul microlearning berdasarkan prinsip Pareto (20% modul berdampak tinggi), serta peninjauan ulang metrik efektivitas onboarding dengan mengacu pada model evaluasi Kirkpatrick.

2026
👤 Penulis: Linda Noviana Mandagie
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pendidikan Dan Pelatihan

ANALISIS PENGARUH KINERJA ESG TERHADAP NILAI DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN PADA SEKTOR PERTAMBANGAN DI INDONESIA DENGAN MODERASI SENTIMEN ESG BERBASIS DEEP LEARNING

Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi fokus utama dalam dunia bisnis dan investasi global. Di Indonesia, sektor pertambangan, dengan kontribusi fiskal dan ekonominya yang signifikan, menghadapi tekanan kuat untuk menerapkan prinsip-prinsip ESG. Namun, muncul sebuah paradoks di mana skor ESG yang tinggi tidak selalu menjamin nilai dan profitabilitas perusahaan yang juga tinggi, mengindikasikan adanya faktor lain seperti sentimen publik yang tecermin di media dalam memengaruhi persepsi investor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai ESG terhadap nilai perusahaan (diukur dengan Tobin's Q) dan profitabilitas perusahaan (diukur dengan ROA) pada sektor pertambangan di Indonesia, serta menguji peran sentimen publik sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini menggunakan data panel dari perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI selama periode 2015– 2022. Variabel sentimen publik dikuantifikasi dari artikel berita Detik.com melalui web scraping dan dianalisis menggunakan model deep learning IndoBERT. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan maupun profitabilitas. Ketika sentimen ESG dimasukkan sebagai variabel moderasi, variabel tersebut memoderasi hubungan antara kinerja ESG dan profitabilitas, tetapi tidak pada hubungan antara kinerja ESG dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja ESG saja tidak cukup untuk meningkatkan nilai perusahaan dan profitabilitas pada sektor pertambangan di Indonesia, dan bahwa sentimen publik berbasis media dapat memperkuat hubungan terhadap profitabilitas.

2026
👤 Penulis: Muhammad Elfitra Alfarizzi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENERAPAN METODE HYPER PHYSICS-INFORMED NEURAL NETWORK UNTUK PENGURANGAN NOISE PADA CITRA

Restorasi citra digital merupakan tantangan krusial dalam pengolahan citra. Beberapa metode seperti model Persamaan Diferensial Parsial (PDP) memiliki keterbatasan karena memerlukan pengaturan parameter manual, sementara metode pembelajaran mesin standar sering kali sangat bergantung pada distribusi data latih. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja Hypernetwork Physics-Informed Neural Network (HyperPINN) yang mampu mengestimasi parameter-parameter PDP secara adaptif berdasarkan fitur input citra. Penelitian ini secara spesifik mengevaluasi pengaruh pemilihan arsitektur backbone (FNN, UNet, ResUNet, DenseUNet, dan NAFNet) serta membandingkan efektivitas penggunaan Persaamaan Difusi Panas dan persamaan Perona-Malik sebagai persamaan berbasis PDP. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa arsitektur Nonlinear Activation Free Network (NAFNet) secara konsisten menunjukkan kinerja terbaik dibandingkan FNN dan UNet di hampir seluruh jenis pengujian. Sebagai contoh, pada kasus Gaussian Noise level 10, NAFNet mencapai nilai PSNR tertinggi sebesar 34.51 dB, di atas UNet (30.51 dB) dan FNN (27.40 dB). Penelitian ini juga menemukan karakteristik unik pada Feedforward Neural Network (FNN), yang gagal menangani derau jenis lain, seperti derau Speckle (PSNR 15.20 dB) namun cukup kompetitif dalam menangani gangguan intensitas murni seperti Clipped Noise. Selain itu, dalam percobaan penggunaan persamaan diferensial parsial yang berbeda, terbukti bahwa penggunaan persamaan Perona-Malik cenderung menghasilkan nilai PSNR yang lebih stabil dibandingkan dengan persamaan difusi panas. Kesimpulannya, integrasi NAFNet dalam kerangka kerja HyperPINN dengan regularisasi Perona-Malik terbukti menjadi solusi yang terbaik untuk proses image denoising.

2026
👤 Penulis: Arvin Cansius
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Pengolahan Citra Digital

ANALISIS NEUTRONIK DAN KARAKTERISTIK BURN-UP MSR MIKRO 300 KWTH BERBAHAN BAKAR GARAM FLUORIDA UNTUK PROPULSI

Kebutuhan akan densitas energi tinggi dan keselamatan inheren pada sektor maritim mendorong pengembangan teknologi Molten Salt Reactor (MSR) Mikro. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain konseptual reaktor MSR Mikro 300 kWth yang stabil secara neutronik dengan mengevaluasi variasi enam komposisi garam bahan bakar fluorida, yaitu: LiF-UF4 (72-28% mol), NaF-UF4 (72-28% mol), NaF-UF4 (44-56% mol), NaF-LiF-UF4 (60-21-19% mol), NaF-LiF- UF4 (35-37-28% mol), dan FLiNaK-UF4. Fokus utama penelitian adalah menentukan konfigurasi geometri dan komposisi bahan bakar yang mampu menjaga kondisi kritis serta efisiensi konversi bahan bakar selama masa operasional lima tahun. Metode penelitian ini menggunakan simulasi transportasi neutron stokastik berbasis Monte Carlo dengan kode OpenMC. Metode Monte Carlo digunakan sebagai mesin komputasi untuk menyelesaikan persamaan transport neutron secara eksplisit pada geometri heterogen, guna memperoleh parameter fisis dengan presisi tinggi. Tahapan penelitian dimulai dengan pemodelan geometri silinder yang diadaptasi dari desain awal 50 kWth, diikuti dengan optimasi dimensi teras dan volume bahan bakar. Analisis neutronik dilakukan dengan menghitung faktor multiplikasi efektif (keff), distribusi fluks neutron, laju reaksi (fisi dan penangkapan), serta Conversion Ratio (CR). Selanjutnya, dilakukan simulasi deplesi (burn-up) selama 1.825 hari untuk mengamati evolusi isotop dan stabilitas reaktivitas jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan daya reaktor menjadi 300 kWth memerlukan kompensasi reaktivitas melalui peningkatan volume bahan bakar yang signifikan. Hal ini dicapai dengan memperbesar dimensi teras (jari-jari teras ditingkatkan menjadi 130 cm) serta mengoptimalkan volume moderator grafit (jari-jari pin ditingkatkan menjadi 2,5 cm). Varian "FLiNaK Optimized" teridentifikasi sebagai desain terbaik dengan nilai keff awal 1,02143 dan stabilitas reaktivitas yang sangat tinggi, di mana penurunan reaktivitas (reactivity swing) hanya sebesar 0,00353 selama lima tahun. Desain ini juga menunjukkan efisiensi regenerasi bahan bakar yang unggul, ditandai dengan kenaikan CR secara konsisten dari 0,4518 menjadi 0,4642. Kebaruan penelitian ini adalah keberhasilan validasi desain teras heterogen MSR Mikro yang mampu mencapai kondisi saturasi pada akumulasi isotop U-239. Membuktikan efektivitas yang menjamin ketersediaan nuklida fisil baru. sehingga memberikan sumbangan ilmiah berupa basis data neutronik bagi pengembangan reaktor modular masa depan yang aman dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Putri Utaminingtyas
🏷️ Reaktor Nuklear Molten Salt 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Neutronik

STUDI PENGARUH GEOMETRI BATAS TEPI TERHADAP STRUKTUR ELEKTRONIK GRAPHENE NANORIBBONS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP POTENSI TERMOELEKTRIK DENGAN PENDEKATAN TEORI FUNGSIONAL KERAPATAN

Graphene nanoribbons (GNRs) mendapat perhatian luas karena sifat elektroniknya yang unik dan sangat dipengaruhi oleh geometri batas tepi, sehingga berpotensi untuk aplikasi nanoelektronika dan termoelektrik. Penelitian ini mengkaji pengaruh batas tepi armchair dan zigzag terhadap struktur elektronik GNR serta implikasinya terhadap potensi termoelektrik menggunakan pendekatan density functional theory (DFT). Struktur armchair dan zigzag GNR dipasivasi hidrogen pada atom tepi dan dibangun menggunakan atomic simulation environment (ASE). Perhitungan DFT dilakukan dalam kerangka basis gelombang bidang dengan fungsional pertukaran-korelasi GGA-PBE, energi cut-off 60 Ry, dan kisi k-point 1×1×7 sepanjang sumbu nanoribbon yang telah ditentukan melalui uji konvergensi. Sistem dimodelkan dalam supercell ortorombik dengan vakum 10 Å pada arah transversal (x dan y) serta periodisitas pada sumbu z untuk merepresentasikan nanoribbon satu dimensi yang terisolasi secara lateral. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kedua sistem bersifat semikonduktor, dengan celah pita 0,500 eV pada armchair graphene nanoribbon (AGNR) dan 0,624 eV pada zigzag graphene nannoribbon (ZGNR). Selain itu, density of states (DOS) pada kedua nanoribbons rendah di sekitar tingkat Fermi, konsisten dengan terbukanya celah pita pada struktur pita energi. Walaupun koefisien transport termoelektrik belum dihitung secara eksplisit, deskriptor elektronik yang diperoleh menyediakan dasar screening awal untuk evaluasi termoelektrik lebih lanjut melalui perhitungan koefisien Seebeck, konduktivitas listrik, dan faktor daya.

2026
👤 Penulis: Yessy Dwita Rachma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KEKUATAN ADHESI ANTARA MATERIAL AKTIF KATODE DAN CURRENT COLLECTOR PADA BATERAI ION-LITIUM

Peningkatan penggunaan baterai ion-litium (LIB) mendorong kebutuhan akan strategi daur ulang yang efisien dalam kerangka technosphere mining. Salah satu parameter kunci dalam proses pembongkaran dan pemisahan mekanis adalah kekuatan adhesi antara material aktif katode dan current collector, yang menentukan integritas elektrode selama masa pakai sekaligus kemudahan pemisahan di akhir masa pakai. Penelitian ini mengkaji karakteristik dan kekuatan adhesi antarmuka material aktif–current collector pada sel LIB 18650 baru dengan variasi jenis katode dan perlakuan perendaman larutan NaCl. Sel dikosongkan hingga aman, dibongkar secara manual, dan diuji adhesinya pada berbagai sudut pembebanan. Analisis dilakukan melalui observasi makroskopik, karakterisasi mikro, dan interpretasi mekanika kegagalan. Untuk katode NCM dan LFP pada pembebanan dengan dominasi komponen geser, kekuatan adhesi antarmuka material aktif–current collector lebih tinggi dibandingkan kekuatan kohesi antarpartikel, khususnya setelah perlakuan NaCl, sehingga kegagalan kohesi menjadi mekanisme yang dominan. Selain itu, katode yang terpapar residu elektrolit cair menunjukkan kekuatan adhesi sekitar satu orde magnitudo lebih rendah dibandingkan katode dari sel tanpa elektrolit cair. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan adhesi dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara jenis katode, residu elektrolit, perlakuan awal, sifat perekat, dan sudut pembebanan. Pemahaman ini memberikan landasan penting untuk perancangan strategi pembongkaran, pemisahan material, dan pengembangan LIB berbasis material daur ulang yang lebih efisien dan terkendali.

2026
👤 Penulis: Siti Zulaikah
🏷️ Baterai Ion-Litium 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN MATERIAL ELEKTRODA BERBASIS KOMPOSIT CUS/CNT MELALUI METODE HOT INJECTION UNTUK APLIKASI BATERAI ION ALUMINIUM DAN SUPERKAPASITOR

Peningkatan kebutuhan sistem penyimpanan energi mendorong pengembangan material elektroda yang memiliki kapasitas tinggi, konduktivitas baik, serta stabilitas elektrokimia yang unggul. Baterai ion aluminium (AIB) dan superkapacitor (SCs) merupakan dua teknologi penyimpanan energi yang saling melengkapi, di mana AIB menawarkan densitas energi tinggi, sedangkan SCs unggul dalam densitas daya dan stabilitas siklus. Tantangan utama keduanya terletak pada keterbatasan material elektroda yang mampu memberikan kinerja optimal di kedua sistem tersebut. Tembaga sulfida (CuS) memiliki potensi sebagai material aktif karena sifat redoksnya yang kuat dan kapasitas teoritis tinggi, namun rentan terhadap perubahan volume dan degradasi struktur. Oleh karena itu, penambahan carbon nanotube (CNT) diharapkan dapat meningkatkan performa CuS sebagai material elektroda multifungsi untuk aplikasi AIB dan SCs. Material CuS dan CuS/CNT disintesis melalui metode hot injection dan dikarakterisasi menggunakan X-ray Diffraction (XRD), yang mengonfirmasi terbentuknya fase CuS heksagonal tipe covellite. Pada aplikasi AIB, hasil pengujian CV dan GCD menunjukkan bahwa CuS/CNT memiliki kapasitas spesifik sebesar 51,75 mAh g-1 pada 0,2 A g-1, lebih tinggi dibandingkan CuS yaitu 49,65 mAh g-1. Pada aplikasi SCs berbasis sistem tiga elektroda, CuS/CNT menunjukkan perilaku pseudokapasitif dengan kapasitas spesifik 626,06 F g-1 sementara CuS 568,35 F g-1 pada 1 A g-1. Integrasi CNT terbukti meningkatkan kinetika transfer muatan dan reversibilitas redoks, menjadikan CuS/CNT kandidat elektroda yang menjanjikan untuk sistem penyimpanan energi.

2026
👤 Penulis: Frili Haerannisa Kris
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENINGKATAN EFEKTIVITAS INFORMASI BERBASIS ATENSI DAN BEBAN KOGNITIF PENUMPANG PADA LAYANAN KERETA FEEDER WHOOSH

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas desain informasi visual di stasiun layanan KA feeder dalam mendukung navigasi penumpang. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa 52,75% permasalahan terjadi pada segmen perjalanan KA feeder dan transisi ke Whoosh, seperti terkait pencarian akses menuju ruang tunggu dan peron keberangkatan, yang mengindikasikan belum efektifnya layanan KA feeder dalam sistem Whoosh. Selain itu, penelitian ini menganalisis perbedaan pola atensi dan tingkat beban kognitif berdasarkan karakteristik penumpang dan kondisi lingkungan selama navigasi, dengan harapan informasi visual yang ada dapat mendukung seluruh penumpang dalam berbagai kondisi. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui eksperimen simulasi navigasi menggunakan foto lingkungan stasiun untuk mengukur atensi dan beban kognitif penumpang saat navigasi. Pengukuran atensi dilakukan menggunakan eye tracker dan beban kognitif menggunakan EEG dan performansi. Beberapa variavel yang diteliti adalah variabel gender differences, familiarity, crowd level, attention, dan cognitive load dengan melibatkan 24 partisipan. Pengolahan data eksperimen dilakukan menggunakan uji perbedaan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi visual di lingkungan stasiun layanan KA feeder masih belum efektif dalam mendukung navigasi penumpang. Tidak ditemukan perbedaan pola atensi berdasarkan seluruh variabel independen, meskipun pada beberapa gambar terlihat variasi pola atensi. Beban kognitif menunjukkan perbedaan antara partisipan novice dan expert serta antara kondisi kepadatan, yang ditandai dengan peningkatan aktivitas gelombang theta dan alpha serta penurunan performansi pada kondisi high crowd dan partisipan novice. Jenis kelamin dan gelombang beta tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Hasil uji korelasi mengindikasikan bahwa hubungan antara atensi dan beban kognitif tidak bersifat linear. Berdasarkan temuan, diidentifikasi tiga permasalahan, yaitu penempatan informasi visual yang belum strategis, keterbacaan dan kejelasan informasi rendah, serta ketidaksesuaian informasi dengan kebutuhan penumpang.

2026
👤 Penulis: Safhira Aulia
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS TERMO-EKONOMI KONFIGURASI SIKLUS RANKINE ORGANIK PADA SUMUR GEOTERMAL DI WILAYAH KERJA PANAS BUMI NUSA TENGGARA TIMUR

Sebagai upaya mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060, PT PLN (Persero) melakukan strategi percepatan melalui early retirement pembangkit berbahan bakar fosil dan peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 34,3% sebagaimana direncanakan dalam RUPTL 2025-2034. Salah satu potensi EBT yang dikelola adalah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Mataloko yang memiliki karakteristik temperatur fluida rendah. Penelitian ini menganalisis pengaruh pemanfaatan Siklus Rankine Organik (SRO) pada sumur Mataloko untuk mengevaluasi potensi energi yang dihasilkan. Konfigurasi sistem divariasikan menjadi SRO sederhana, SRO-superheater, dan SRO-recuperator dengan pinch point temperature difference (PPTD) sebesar 5 °C dan 10 °C. Kelayakan masing-masing sistem dievaluasi melalui analisis termodinamika dan tekno-ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi SRO dengan superheater pada kondisi PPTD 10 °C menggunakan isopentana merupakan model paling efisien untuk diterapkan di WKP Mataloko. Dari sisi termodinamika, sistem ini mencatatkan efisiensi termal sebesar 9,80%, efisiensi pemanfaatan 14,78%, serta daya neto sebesar 9,89 kW. Secara finansial, proyek ini menunjukkan indikator kelayakan yang sangat kuat dengan nilai Capital Expenditure (CAPEX) sebesar US$ 60.223 dan Net Present Value (NPV) positif mencapai US$ 12.007. Investasi ini diproyeksikan memberikan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 13% dengan Return on Investment (ROI) 15,62%, serta mampu mencapai titik impas (payback period) dalam jangka waktu 7 tahun. Dengan nilai Levelized Cost of Electricity (LCOE) sebesar 10,9 US$\cent$/kWh, penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan sumur panas bumi suhu rendah di Mataloko tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga kompetitif dan prospektif secara ekonomi dalam mendukung kemandirian energi daerah.

2026
👤 Penulis: Mohamad Syafi'i
🏷️ Geotermia 🏷️ Analisis Tekno-Ekonomi 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 71 dari 418
💬