📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenPENGEMBANGAN MODEL DISTRIBUSI MATERIAL PASANG BARU BERBASIS INTEGRASI BIAYA TRANSPORTASI DAN SIMPAN DI PT PLN (PERSERO) UID LAMPUNG
Distribusi material pasang baru pada sektor ketenagalistrikan memerlukan sistem logistik yang efisien dan terstruktur untuk mendukung keandalan layanan kepada pelanggan. Di PT PLN (Persero) UID Lampung, distribusi material diselenggarakan melalui sistem dua eselon, yaitu aliran material dari pemasok ke gudang Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan selanjutnya ke Unit Layanan Pelanggan (ULP). Dalam praktik operasional, masih dijumpai ketidakseimbangan aliran material, yang ditunjukkan oleh rendahnya tingkat persediaan pada beberapa ULP meskipun stok di tingkat UP3 relatif tinggi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengaturan frekuensi pengiriman dan alokasi distribusi belum direncanakan secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model distribusi material dua eselon yang mengintegrasikan biaya transportasi dan biaya penyimpanan, dengan frekuensi pengiriman dan alokasi distribusi sebagai variabel keputusan utama. Permasalahan ini diformulasikan menjadi model biner integer kudratik (Biner Integer Quadratik Programming/BIQP) dan disesuaikan dengan karakteristik operasional distribusi material pasang baru di PT PLN (Persero) UID Lampung. Model dirancang untuk meminimalkan total biaya logistik tanpa mengubah struktur jaringan distribusi yang bersifat tetap. Hasil uji coba menunjukkan bahwa penerapan model optimasi mampu menurunkan total biaya logistik dibandingkan dengan kondisi baseline. Implementasi model menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp 15.423.833 atau setara dengan efisiensi 4,03% dari total biaya distribusi. Hasil uji sensitifitas stabil terhadap perubahan biaya simpan dan biaya transportasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan frekuensi pengiriman dan alokasi distribusi secara terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi distribusi material pada sistem dua eselon serta mendukung pengambilan keputusan logistik yang lebih sistematis di lingkungan PLN.
KAJIAN SIMULASI PENUMBUHAN EPITAXIAL VAN DER WAALS PADA FILM TIPIS SINGLE CRYSTAL GALLIUM NITRIDE UNTUK TRANSISTOR MENGGUNAKAN DENSITY FUNCTIONAL THEORY
Gallium nitride (GaN) merupakan semikonduktor III-V wide bandgap yang sangat potensial untuk dikembangkat sebagai perangkat elektronik. Namun demikian, penumbuhan film tipis single crystal GaN masih terkendala mismatch kisi dan strain yang memicu cacat kristal serta menurunkan performa perangkat. Epitaksi Van der Waals dapat mengatasi tantangan tersebut karena tidak memerlukan kecocokan kisi. Tetapi interaksi interlayer, sifat elektronik, dan aplikasinya ke thin film transistor (TFT) belum dipahami dengan baik. Penelitian ini mengkaji secara komputasi model heterostruktur GaN/SiO? dengan pendekatan Density Functional Theory (DFT). Struktur awal GaN wurtzite dan SiO? kristal dibangun dalam bentuk supercell. Struktur tersebut kemudian dikombinasikan dan jarak antar-lapisan divariasikan untuk memperoleh kurva energi interlayer. Kurva ini serupa dengan potensial Lennard-Jones yang mengonfirmasi bahwa interaksi yang dominan adalah interaksi Van der Waals. Setelah itu dilakukan optimasi geometri menggunakan GGA-PBE dan dilanjutkan perhitungan band structure, DOS, dan charge density menggunakan Quantum ESPRESSO. Dari dispersi E(k) di sekitar VBM dan CBM didapat massa efektif elektron dan hole. Informasi ini digunakan untuk menghitung effective density of states (???????? , ????????), konsentrasi pembawa intrinsik ???????? , serta estimasi konduktivitas dan resistivitas intrinsik pada 300 K. Hasil menunjukkan bahwa model GaN/SiO? stabil secara struktural dengan pola charge density yang terlokalisasi di dalam masingmasing lapisan. Hal ini sesuai dengan karakter Van der Waals. Band structure menampilkan indirect bandgap sekitar 3,3 ???????? dan direct bandgap sekitar 3,5 ????????. Hasil ini juga dikonfirmasi oleh adanya celah DOS yang lebar di sekitar energi fermi. Kombinasi wide bandgap dan massa efektif menghasilkan ???????? yang sangat kecil ? 10³ ?????????³, sehingga konduktivitas intrinsik ? 10?²³ ????/???????? dan resistivitas ? 10²² ???? · ????????. Artinya, dalam keadaan intrinsik sistem GaN/SiO? hasil epitaksi Van der Waals lebih cocok berperan sebagai lapisan isolator atau buffer dalam transistor dibandingkan sebagai channel aktif TFT.
PENGEMBANGAN MODEL PERUMUSAN STRATEGI MITIGASI RISIKO OPERASIONAL BERBASIS TAHAP PERTUMBUHAN ORGANISASI DAN PROSES BISNIS UMKM: STUDI KASUS HISTORIS PT AJI DAN PT SMI
Ekonomi kreatif dengan sub sektor fashion memiliki kontribusi tinggi terhadap nilai ekspor dan diproyeksikan akan terus tumbuh. Namun, kondisi UMKM fashion menunjukkan rendahnya daya saing yang berkaitan erat dengan keberhasilan proses bisnis sebagai faktor penentu keunggulan kompetitif. UMKM berada dalam tekanan tuntuan stakeholder kunci dan keterbatasan sumber daya yang membuat UMKM sulit merespon secara optimal. Tekanan tersebut memicu berbagai risiko operasional yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas usaha. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model perumusan strategi mitigasi risiko operasional berdasarkan tahap pertumbuhan organisasi dan proses bisnis UMKM dengan mempertimbangkan persepsi risiko operasional, struktur dependensi antara organisasi dan stakeholder kunci, dan ketersediaan dukungan slack resource. Penelitian dilakukan dengan melakukan eksplorasi pada dua perusahaan fashion. Metode yang digunakan adalah studi kasus historis dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, dokumen pendukung, dan observasi lapangan. Data tersebut diolah melalui metode analisis tematik dan pemetaan terhadap risiko operasional, struktur dependensi, dan ketersediaan slack resource sebagai dasar perumusan strategi mitigasi risiko operasional. Kemudian dilakukan cross-case analysis pada masing-masing tahap pertumbuhan organisasi dan variabel pengukuran. Berdasarkan hasil studi kasus, ditemukan bahwa objek yang dikaji telah melewati tahap pertumbuhan entrepreneurial, growth, expansion, dan, collaboration. Variasi risiko operasional berbeda antar organisasi seiring dengan kompleksitas proses bisnis di sepanjang tahap pertumbuhan organisasi. Perumusan strategi mitigasi risiko operasional cenderung bersifat dinamis di tiap tahap pertumbuhan organisasi. Di tahap entrepreneurial pola mitigasi risiko operasional bersifat selektif dan pasif. Mulai di tahap growth-collaboration, pola strategi mitigasi risiko operasional mengarah pada pendekatan relasional dan exploit. Selanjutnya, strategi proaktif hanya ada di tahap entrepreneurial dan collaboration, strategi reaktif cenderung ada di semua tahap pertumbuhan organisasi, dan strategi pasif hanya ada di tahap entrepreneurial.
NUMERICAL INVESTIGATION OF PURE AND BLENDED ALTERNATIVE FUELS CO-COMBUSTION IN A MULTIFUEL DIESEL ENGINE
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) memainkan peran penting dalam penyediaan sumber listrik di wilayah 3T yang memiliki keterbatasan dalam akses terhadap jaringan listrik. Namun, ketergantungan yang berkelanjutan terhadap bahan bakar diesel juga memicu kekhawatiran terkait aspek keberlanjutan dan lingkungan. Biodiesel hadir sebagai salah satu alternatif bahan bakar yang menjanjikan, namun masih memiliki keterbatasan dalam hal kinerja mesin. Dalam beberapa tahun terakhir, hidrogen mendapat banyak perhatian sebagai energi bersih masa depan. Kombinasi antara bahan bakar fosil dan alterantif dapat menjadi strategi efektif dalam mengatasi tantangan keberlanjutan dan lingkungan. Pendekatan berbasis Computation Fluid Dynamics menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk mengoptimalkan proses pembakarna bersama dari bahan bakar alternatif pada mesin diesel. Injeksi hidrogen ke dalam bahan bakar diesel maupun biodiesel terbukti dapat meningkatkan kinerja mesin dengan meningkatkan daya dan efisiensi termal, serta menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik. Peningkatan suplai energi dari hidrogen juga menyebabkan peningkatan dalam tekanan dan temperature puncak di dalam silinder, disertai dengan durasi pembakaran yang lebih singkat dan peningkatan laju pelepasan panas. Hasil simulasi juga menunjukkan penurunan yang substansial pada emisi berbasis karbon, sepeti HC, CO, dan CO2. Namun demikian, emisi nitrogen oksida menunjukkan kecenderungan meningkat. Kombinasi diesel-hidrgeon menunjukkan kinerja mesin keseluruhan paling baik. Pada HES 11%, bahar bakar campuran ini menghasilkan daya tertinggi sebesar 8,96 kW, efisiensi termal sebesar 41%, dan SFC sebesar 184,255 g/kWh. Sedangkan, biodieesel-hydrogen memberikan kinerja terbaik dalam hal reduksi emisi karbon, dengan penurunan emisi CO hingga 84.51%, HC sebesar 84.6%, dan CO2 sebesar 25%.
RANCANG BANGUN TELEMEDIKASI CLINICAL DECISION SUPPORT SYSTEM (CDSS) BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK MANAJEMEN FARMAKOTERAPI SUPRAVENTRICULAR TACHYCARDIA (SVT) JANIN
Supraventricular Tachycardia (SVT) janin merupakan kedaruratan medis yang membutuhkan penanganan presisi untuk mencegah hidrops fetalis dan kematian. Tantangan utama penanganan kasus ini di Indonesia adalah kurangnya dokter spesialis dan kompleksitas penyesuaian dosis obat transplasenta pada kondisi hidrops. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Clinical Decision Support System (CDSS) berbasis Deep Learning yang terintegrasi dengan protokol farmakokinetik klinis. Metode penelitian meliputi pembangkitan 12.000 data sintetis M-Mode menggunakan Parametric Signal Synthesis dan pengembangan model Enhanced CNN v2.0 dengan arsitektur Multi- Task Learning. Evaluasi model pada tahap pelatihan menunjukkan konvergensi optimal pada Epoch 16 dengan akurasi diagnostik mencapai 99,92% dan tingkat kesalahan estimasi detak jantung (Mean Absolute Error) sebesar 2,08 bpm (Ventrikel) dan 2,58 bpm (Atrium). Validasi klinis terbatas (Proof of Concept) menggunakan data pasien riil dari repositori Radiopaedia dan Pedecho menunjukkan bahwa sistem mampu mengoreksi kesalahan interpretasi visual pada kasus noise tinggi melalui fitur adaptif. Sistem pakar farmasi yang dibangun berhasil memberikan rekomendasi terapi yang aman, secara otomatis mengalihkan lini terapi dari Digoxin ke Flecainide atau Amiodarone pada kasus hidrops sesuai prinsip farmakokinetika. Disimpulkan bahwa sistem ini valid secara teknis dan potensial digunakan sebagai alat bantu triase serta manajemen terapi jarak jauh di fasilitas kesehatan primer.
PENGEMBANGAN FORMULASI KLARITROMISIN TABLET 500 MG LEPAS LAMBAT DAN PEMODELAN PHYSIOLOGICALLY BASED PHARMACOKINETIK (PBPK) UNTUK PREDIKSI BIOEKIVALENSI
Klaritromisin merupakan antibiotik makrolida yang banyak digunakan dalam terapi berbagai infeksi, dengan sediaan tablet lepas lambat dikembangkan untuk menurunkan fluktuasi kadar obat dan meningkatkan kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formula tablet klaritromisin lepas lambat 500 mg yang diprediksi bioekivalen dengan produk komparator (Abbotic XL) melalui pendekatan Physiologically Based Pharmacokinetic (PBPK). Tablet dikembangkan menggunakan sistem matriks hypromellose dengan variasi tipe dan konsentrasi polimer, pengisi, serta ketebalan lapisan salut. Seluruh formula dievaluasi karakteristik fisik dan profil disolusi terbanding pada media pH 1,2; 4,5; dan 6,8. Formula dengan faktor similaritas (F2) > 50 pada seluruh media disolusi dipilih untuk simulasi PBPK menggunakan perangkat lunak PK-SIM®. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula 8 dengan ketebalan coating 2% dan 4% memilik i profil disolusi serupa dengan produk komparator pada pH 4,5 dan 6,8. Simulasi PBPK memprediksi bioekivalensi pada pH 6,8, namun tidak pada pH 4,5 karena parameter farmakokinetik berada di luar rentang keberterimaan 0,80–1,25, meskipun profil disolusi in vitro serupa. Formula 8 dengan ketebalan coating 4% diproduksi pada skala pilot dan menunjukkan karakteristik yang sebanding dengan skala laboratorium, namun tetap diprediksi tidak bioekivalen pada pH 4,5. Disimpulkan bahwa keserupaan disolusi in vitro tidak selalu menjamin bioekivalensi in vivo, sehingga diperlukan reformulasi dan konfirmasi melalui uji bioekivalensi in vivo. Pemodelan PBPK terbukti menjadi pendekatan yang efektif dan efisien dalam mendukung pengembangan formula serta seleksi kandidat uji bioekivalensi.
ISOLASI SENYAWA ANTIINFLAMASI DARI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GATAL (LAPORTEA DECUMANA (ROXB.) WEED.)
Inflamasi merupakan mekanisme pertahanan tubuh ketika terdapat luka atau cedera pada jaringan, iritasi, dan infeksi. Mekanisme inflamasi dapat disimulasikan melalui proses denaturasi protein yang disebabkan oleh pemanasan. Daun gatal secara tradisional telah digunakan sebagai antinyeri dan antiradang. Pada penelitian ini, daun gatal di ekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol, selanjutnya dilakukan ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksana dan etil asetat dan dipantau aktivitas antiinflamasinya menggunakan metode denaturasi protein BSA dengan pembanding natrium diklofenak. Fraksi dengan aktivitas terbaik dilanjutkan ke tahap subfraksinasi dengan metode kromatografi kolom klasik, lalu dilakukan pemurnian dengan KLT preparatif. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antiinflamasi, identifikasi serta karakterisasi isolat dengan metode spektrofotometri UV-Sinar Tampak, dan spektroskopi Infra Merah. Dari pengujian aktivitas antiinflamasi dengan metode denaturasi protein diperoleh data IC?? ekstrak etanol 70% daun gatal 82,09 ± 1,67 ?g/mL, fraksi air 83,53 ± 0,73 ?g/mL, dan subfraksi 4 76,62 ± 074 ?g/mL. Berdasarkan hasil karakterisasi dan identifikasi, senyawa aktif dari daun gatal diduga merupakan golongan asam fenolat dan kumarin dengan persen inhibisi berturut 52,930 ± 1,98 % dan 55,735 ± 1,31 % pada konsentrasi 100 ?g/mL.
ANALISIS ALOKASI WAKTU UNTUK PEKERJAAN KEFARMASIAN PADA APOTEKER DI PUSKESMAS KOTA BANDUNG
Pelayanan kefarmasian di puskesmas menuntut peran apoteker yang semakin berorientasi pada pasien atau ke arah Cognitive Pharmaceutical Services (CPS), sehingga pengelolaan waktu kerja menjadi aspek penting dalam mendukung kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alokasi waktu pekerjaan kefarmasian pada apoteker di Puskesmas Kota Bandung serta menilai kesesuaiannya dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain time series analysis menggunakan data retrospektif dari aplikasi Mang Bagja periode Januari– Desember 2024. Subjek penelitian terdiri dari 98 apoteker puskesmas di Kota Bandung. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi alokasi waktu kerja berdasarkan jenis kegiatan, serta secara inferensial untuk menilai pengaruh faktor demografi terhadap alokasi waktu pekerjaan kefarmasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi waktu kerja apoteker didominasi oleh pelayanan farmasi klinik, terutama penyerahan obat dan pemberian informasi obat serta pengkajian resep. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia apoteker dengan alokasi waktu kegiatan manajerial, sedangkan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap alokasi waktu kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi alokasi waktu kerja apoteker masih diperlukan untuk mendukung penguatan peran farmasi klinik di puskesmas.
INKLUSI RUANG ORLICZ-MORREY DISKRET MELALUI PENGAITANNYA DENGAN RUANG ORLICZ-MORREY
Penelitian mengenai ruang fungsi dan barisan, seperti ruang Lebesgue (Lp) dan ruang ?p, telah diperluas menjadi ruang yang lebih umum contohnya ruang Orlicz dan ruang Morrey. Ruang Orlicz memperumum Lp menggunakan fungsi Young, sementara ruang Morrey memperluas Lp dengan mengukur kelokalan dan osilasi fungsi. Kombinasi kedua konsep ini melahirkan ruang Orlicz–Morrey, yang menggabungkan fleksibilitas pertumbuhan fungsi dengan sifat kelokalan. Analognya untuk barisan adalah ruang Orlicz–Morrey diskret. Penelitian ini bertujuan mengkaji sifat inklusi ruang Orlicz– Morrey diskret melalui pengaitannya dengan ruang Orlicz–Morrey. Terdapat dua fokus utama: membuktikan bahwa ruang barisan Orlicz dapat dikenali sebagai suatu subruang dari ruang Orlicz (sebagaimana ruang Morrey diskret adalah subruang dari ruang Morrey) dan memperumum hasil tersebut dengan membuktikan ruang Orlicz–Morrey diskret merupakan subruang dari ruang Orlicz–Morrey. Metodologi yang digunakan adalah kajian teoretis, diawali dengan pengaitan dan kesetaraan norma antara versi diskret dan kontinu dari ruang Orlicz (serta ruang Morrey diskret dan ruang Morrey) melalui pemetaan barisan ke fungsi sederhana. Pendekatan ini kemudian diterapkan pada ruang Orlicz–Morrey diskret dan ruang Orlicz–Morrey. Pembuktian subruang ini, yang menghasilkan kesetaraan norma antara versi diskret dan kontinu, digunakan untuk memberikan bukti alternatif sifat inklusi ruang Orlicz–Morrey diskret sebagai akibat dari sifat inklusi ruang Orlicz–Morrey yang telah diketahui. Hasil ini memperkuat pemahaman mengenai hierarki dan hubungan struktural antara ruang fungsi kontinu dan analog diskretnya dalam kerangka Orlicz–Morrey.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIBIOFILM EKSTRAK JAMUR ENDOFIT ALGA LAUT ASAL PANTAI BALANGAN, BALI TERHADAP BAKTERI PATOGEN
Resistensi bakteri terhadap antibiotik, yang diperburuk oleh pembentukan biofilm, mendesak penemuan agen antibakteri baru dari sumber alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan antibiofilm dari metabolit sekunder jamur endofit alga laut Pantai Balangan, Bali. Metabolit diekstraksi menggunakan dua metode komparatif: maserasi konvensional dan partisi Ekstraksi Cair-Cair (ECC) untuk memisahkan senyawa berdasarkan polaritas. Aktivitas ekstrak diuji terhadap Staphylococcus aureus, Enterobacter aerogenes, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii, dan Escherichia coli melalui penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), serta uji penghambatan dan eradikasi biofilm menggunakan pewarnaan kristal violet dan TTC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ECC lebih efektif dalam memekatkan senyawa bioaktif dibandingkan maserasi. Ekstrak hasil ECC memperlihatkan aktivitas spektrum luas terhadap bakteri Gram-negatif dengan kemampuan mendegradasi matriks biofilm sekaligus menurunkan viabilitas sel metabolik. Selain itu, ditemukan aktivitas penghambatan spesifik pada bakteri Gram-positif dengan nilai konsentrasi eradikasi biofilm (KEBM) yang lebih rendah dibandingkan KHM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jamur endofit laut merupakan sumber potensial antibiofilm, dan metode ECC efektif untuk isolasi senyawa aktif tersebut.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BIJI, KULIT, DAN DAUN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) SERTA FRAKSI TERPILIH MENGGUNAKAN METODE DPPH
Radikal bebas merupakan spesi molekuler sangat reaktif dengan elektron tidak berpasangan yang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif sehingga menimbulkan berbagai risiko penyakit. Antioksidan memiliki kemampuan untuk melindungi sel dengan cara menetralkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol biji, kulit buah, dan daun kakao (Theobroma cacao L.), menentukan fraksi dengan aktivitas terbaik, menentukan kadar fenol total dan kadar flavonoid total, serta mengetahui korelasi antara kadar fenol total dan flavonoid total terhadap aktivitas antioksidan secara kualitatif dan kuantitatif. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, sedangkan fraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksana dan etil asetat. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl (DPPH) dan diukur menggunakan microplate reader, kadar fenol dan flavonoid total ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-sinar tampak. Kadar fenol dan flavonoid total tertinggi terkandung pada ekstrak daun, sebesar 31,232 g GAE / 100 g dan 3,361 g QE / 100 g. Ekstrak etanol daun kakao dan fraksi air daun kakao menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat (IC50 25,144 ?g/mL dan IC50 48,672 ?g/mL). Golongan senyawa yang berperan dalam aktivitas antioksidan biji, kulit buah, dan daun kakao adalah senyawa fenolik, flavonoid, dan steroid/triterpenoid. Analisis korelasi Pearson menunjukkan korelasi kuat hingga sangat kuat antara kadar fenol dan flavonoid dengan aktivitas antioksidan ekstrak.
PENGEMBANGAN PROGRAM MANAJEMEN PENUAAN MELALUI SISTEM INFORMASI PERAWATAN REAKTOR SERBA GUNA G.A. SIWABESSY
Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) telah beroperasi sejak tahun 1987 sebagai fasilitas utama pendukung riset nuklir, produksi radioisotop, dan layanan teknologi nuklir di Indonesia. Seiring dengan usia operasi yang melampaui 35 tahun, isu penuaan struktur, sistem, dan komponen (SSK) menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap keselamatan dan keberlanjutan operasi. Sesuai dengan ketentuan IAEA SSR-3, SSG-10 (Rev 1), dan NP-T-5.5, penerapan Program Manajemen Penuaan (Ageing Management Programme/AMP) dan kesiapan Operasi Jangka Panjang (Long-Term Operation/LTO) memerlukan dokumentasi teknis yang komprehensif, keterlacakan data perawatan, serta dukungan kajian rekayasa seperti Analisis Penuaan Berbatas Waktu (Time-Limited Ageing Analysis/TLAA) dan Penilaian Keselamatan Berkala (Periodic Safety Review /PSR). Namun, sistem pengelolaan data perawatan RSG-GAS masih didominasi oleh pencatatan manual yang terfragmentasi, sehingga membatasi analisis degradasi secara sistematis dan berbasis data. Disertasi ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Perawatan (SIP) (Maintenance Information System/MIS), berbasis web untuk mendukung digitalisasi program manajemen penuaan (Aging Management Programme/AMP).. Sistem dirancang secara modular dengan basis data relasional PostgreSQL dan pengkodean Kraftwerk-Kennzeichen-System (KKS), serta dilengkapi mekanisme kontrol akses berbasis peran (Role Base Access Control/RBAC), jejak audit, dan alur persetujuan. Pengembangan sistem dilakukan mengikuti metodologi Waterfall dalam Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak hingga tahap Uji Penerimaan Pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIP meningkatkan keteraturan dokumentasi, keterlacakan data, dan konsistensi pengelolaan perawatan, sehingga memberikan dukungan teknis yang relevan bagi implementasi AMP dan kesiapan RSG-GAS menuju operasi jangka panjang.
ISOLASI SENYAWA ALKALOID CAULERPIN DARI ANGGUR LAUT (CAULERPA RACEMOSA)
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan senyawa obat berbasis bahan alam laut karena merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia. Biota laut menghasilkan metabolit sekunder yang unik serta memiliki potensi farmakologi yang jarang ditemukan pada biota darat. Hal itu disebabkan oleh kondisi lingkungan laut yang relatif lebih ekstrem. Namun, pengembangan obat berbasis sumber daya laut di Indonesia masih tergolong minim. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan sebagai upaya awal pengembangan bioprospeksi dengan sumber daya laut Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa caulerpin dari makroalga anggur laut Caulerpa racemosa yang ditemukan di pesisir lautan dangkal. Sebanyak 30 kilogram sampel di keringkan menggunakan oven pada suhu 50° C kemudian diekstraksi dengan pelarut etanol 96% menggunakan metode microwave assisted extraction (MAE). Ekstrak hasil dipantau menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan menunjukkan keberadaan caulerpin ditandai dengan bercak merah setelah penyemprotan penampak bercak Ce(SO?)?. Ekstrak selanjutnya difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut bertingkat n heksana,diklorometana,etil asetat,dan air (1:1). Hasil pemantauan KLT menunjukkan senyawa caulerpin terdapat di fraksi n heksana. Fraksi tersebut kemudian disubfraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum dan dilanjutkan kromatografi radial sehingga didapat 4 subfraksi gabungan. Subfraksi yang mengandung caulerpin dimurnikan menggunakan KLT preparatif dan menghasilkan isolat caulerpin sebanyak 13 mg. Uji kemurnian dilakukan menggunakan KLT dua dimensi (2D). Karakterisasi isolat menggunakan spektroskopi FTIR menunjukkan pola serapan khas gugus fungsi caulerpin. Identifikasi dilakukan dengan Analisis KCKT yang menunjukkan waktu retensi pada 4,621 menit, sedangkan analisis UV menunjukkan nilai panjang gelombang maksimum (?maks) pada 220,6 nm dan 313,3 nm. Hasil karakterisasi dan identifikasi tersebut mendukung isolat yang diperoleh senyawa caulerpin.
ANALISIS KEMAGNETAN BATUAN DAN GEOKIMIA UNTUK MEMAHAMI KARAKTERISTIK DANAU VULKANIK ALKALI: STUDI KASUS DANAU BATUR, BALI, INDONESIA
Danau Batur merupakan danau vulkanik tertutup bersifat alkali yang terletak di Pulau Bali, Indonesia. Sebagai sistem danau vulkanik aktif, sedimen dan air danau ini berpotensi merekam proses perubahan yang terjadi di lingkungan kaldera vulkanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara sifat kemagnetan sedimen, komposisi mineralogi, dan karakteristik hidrogeokimia Danau Batur sebagai respons terhadap proses geogenik dan antropogenik yang berlangsung pada lingkungan danau vulkanik tropis. Studi dilakukan melalui analisis kemagnetan batuan, X-ray diffraction (XRD), geokimia air dan sedimen, serta analisis statistik multivariat untuk menelusuri evolusi hidrogeokimia, sumber logam berat, dan indikasi aktivitas hidrotermal bawah permukaan. Hasil analisis kemagnetan batuan menunjukkan bahwa sedimen Danau Batur didominasi oleh magnetit dan titanomagnetit, dengan kontribusi fase minor seperti titanomaghemite dan magnesioferrite. Karakter domain magnetik berada pada rentang pseudo-single domain (PSD) hingga single domain (SD), dengan kehadiran fraksi superparamagnetik (SP). Distribusi spasial suseptibilitas magnetik memperlihatkan nilai tertinggi di bagian utara danau, yang berkorelasi dengan peningkatan kadar Fe dan Ti, mengindikasikan pengaruh pelapukan batuan vulkanik di sekitar kaldera. Analisis mineralogi mengidentifikasi mineral nonmagnetik berupa andesin, albit, augit, zeolit, aragonit, montmorilonit, kalsium klorit, dan anortit, yang mencerminkan interaksi air dan batuan serta pengaruh proses hidrotermal. Analisis hidrogeokimia menunjukkan bahwa air Danau Batur tergolong tipe natrium-klorida (Na-Cl) steam-heated dengan pH alkali (>9) dan nilai total dissolved solids (TDS) >1000 mg/L. Adanya peningkatan konsentrasi Mg²?, Na?, HCO??, dan SO?²?, serta penurunan Ca²? dan K? pada air danau, menunjukkan perubahan kimia air yang dipengaruhi oleh pelapukan silikat dan karbonat, serta kontribusi fluida hidrotermal dan gas magmatik dari sistem Gunung Batur. Keberadaan mineral aragonit (CaCO?) memperkuat indikasi reaksi karbonasi pada lapisan bawah kaldera yang berperan dalam mempertahankan sifat alkalinitas dan karakter danau vulkanik alkali.ii Analisis geokimia sedimen menunjukkan bahwa pelapukan batuan vulkanik merupakan proses utama yang memengaruhi karakteristik hidrogeokimia Danau Batur. Sementara itu, hasil analisis Enrichment Factor (EF), Geo-accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Pollution Load Index (PLI) mengindikasikan adanya pencemaran logam berat, dengan Cu, Cr, dan V sebagai polutan utama. Analisis statistik multivariat membedakan sumber litogenik (Fe, Mn, Ti) yang berkaitan dengan pelapukan batuan vulkanik dan sumber antropogenik (Cu, Cr, V) yang berasosiasi dengan aktivitas keagamaan dan pariwisata di sekitar danau. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kemagnetan dan geokimia Danau Batur dikendalikan oleh interaksi antara pelapukan batuan vulkanik, aktivitas hidrotermal bawah permukaan, dan tekanan antropogenik. Temuan ini memberikan pemahaman mengenai sistem danau vulkanik alkali di lingkungan tropis. Selain itu, hasil penelitian ini mendukung pemanfaatan parameter kemagnetan dan geokimia sebagai indikator perubahan lingkungan serta dasar pengelolaan sistem danau vulkanik alkali di wilayah tropis.
FABRIKASI SERAT NANO TALAS (COLOCASIA ESCULENTA (L.) SCHOTT) TERMUATI EKSTRAK DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA L.) MELALUI TEKNIK PEMINTALAN ELEKTRIK SERTA POTENSI APLIKASINYA SEBAGAI KEMASAN AKTIF
Kemasan pangan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik, tetapi juga berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan memperpanjang umur simpan produk. Seiring meningkatnya kebutuhan akan produk pangan segar dan bebas bahan pengawet sintetis, konsep kemasan aktif berkembang sebagai solusi inovatif. Kemasan aktif dirancang untuk berinteraksi dengan produk atau lingkungannya melalui mekanisme pelepasan atau penyerapan zat tertentu, sehingga mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap oksidasi, pertumbuhan mikroba, maupun perubahan mutu pangan. Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan dan relevan dengan tren pemanfaatan sumber daya hayati lokal. Dalam penelitian ini dikembangkan membran serat nano berbasis biopolimer pati talas (Colocasia esculenta L. Schott) yang dimodifikasi dengan ekstrak beluntas (Pluchea indica L.) sebagai kandidat kemasan pangan aktif. Fabrikasi dilakukan menggunakan metode pemintalan elektrik dengan pelarut DMSO. Kondisi optimum pemintalan untuk menghasilkan serat halus pati talas diperoleh pada tegangan 17 kV, laju alir 0,8 mL/jam, jarak jarum ke kolektor 16 cm, diameter jarum 21 G, suhu proses 65 °C, dan konsentrasi larutan pati talas 14 %b/b. Untuk meningkatkan kestabilan dan kinerja membran, dibuat komposit pati talas–selulosa asetat dengan perbandingan 60:40 dan dimuati ekstrak beluntas dengan konsentrasi 50 %b/b. Komposit ini menunjukkan morfologi serat yang lebih seragam pada pemuatan ekstrak beluntas dalam serat nano. Hasil karakterisasi fungsional menunjukkan bahwa membran serat nano dengan kandungan ekstrak beluntas memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dengan kapasitas hambat radikal DPPH mencapai 89%. Selain itu, uji anti mikroba memperlihatkan kemampuan penghambatan signifikan terhadap Bacillus subtilis ATCC 6633 sebesar 98% serta Aspergillus niger ATCC 9029 sebesar 87%. Uji aplikasi pada model pangan membuktikan bahwa membran serat nano pati talas/selulosa asetat dengan ekstrak beluntas efektif menekan pertumbuhan jamur hingga 15 hari masa penyimpanan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan potensi serat nano berbasis biopolimer pati talas yang diperkaya ekstrak beluntas sebagai material kemasan aktif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efektif memperpanjang umur simpan pangan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif kemasan hijau berbasis sumber daya lokal sekaligus mendukung pengembangan teknologi pangan berkelanjutan.