📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

PEMBUATAN, KARAKTERISASI, DAN STUDI PENCERNAAN IN VITRO KOMPLEKS INKLUSI ANTARA PATI DENGAN SENYAWA TURUNAN ASAM BUTIRAT

Pati merupakan polisakarida yang tersusun atas ?-D-glukosa yang mudah terhidrolisis pada saluran pencernaan. Pembentukan kompleks inklusi merupakan salah satu pendekatan yang diharapkan mampu menurunkan laju hidrolisis pati. Senyawa turunan asam butirat merupakan asam lemak rantai pendek yang berpotensi sebagai agen anti-obesitas. Namun, senyawa butirat memiliki kelemahan, seperti bau dan rasa yang tidak sedap serta kestabilan yang rendah. Penelitian ini bertujuan membuat kompleks inklusi antara pati dengan senyawa turunan asam butirat (etil butirat, metil butirat, butil butirat, propil butirat, sodium butirat, dan asam butirat) serta melakukan karakterisasi fisikokimia dan studi pencernaan in vitro. Kompleks pati–butirat dibuat dengan variasi konsentrasi molekul tamu sebesar 3, 5, 7, dan 9% (b/b terhadap massa pati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleks inklusi pati–butirat berhasil dibuat, yakni berdasarkan data karakterisasi Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), mikroskop polarisasi, Scanning Electron Microscopy (SEM), X-ray Diffraction (XRD), uji derajat penggembungan, dan uji degradasi enzimatis menggunakan ?-amilase. Berdasarkan spektrum FTIR, puncak dari senyawa butirat tidak muncul pada spektrum kompleks inklusi pati. Hal ini menandakan terbentuknya kompleks inklusi pati dengan senyawa butirat yang berada di dalam rongga amilosa. Hal ini didukung oleh citra mikroskop polarisasi dan SEM yang menunjukkan adanya perbedaan polarisasi dan morfologi antara pati dengan kompleks pati–butirat. Berdasarkan analisis XRD, diperoleh bahwa kompleks pati–butirat memiliki struktur yang dominan amorf. Melalui pengujian derajat penggembungan, diperoleh derajat penggembungan kompleks pati-butirat (20–25 mL/g) lebih rendah dibandingkan dengan pati (28–31 mL/g). Berdasarkan studi pencernaan in vitro melalui uji degradasi enzimatis, diperoleh bahwa kompleks pati–butirat memiliki ketahanan hidrolisis yang lebih kuat dibandingkan dengan pati. Pada waktu tak hingga, pati terhidrolisis hingga 83%, sedangkan kompleks pati-butirat hanya terhidrolisis sebesar 27–53%. Kompleks pati–butirat berhasil menunjukkan penurunan laju hidrolisis pati. Hal ini menjadikan kompleks inklusi pati–butirat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pati lambat cerna. Kata kunci: kompleks inklusi, pati, studi pencernaan

2026
👤 Penulis: Ratu Nabila Putri Firdaus
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

REKONSTRUKSI 3D DAN KARAKTERISASI STRUKTUR PORI SKALA NANO BERBASIS CITRA MIKROSKOP ELEKTRON

Dalam teknik Fisika Batuan Digital (Digital Rock Physics), karakterisasi batuan berporositas rendah memerlukan citra resolusi tinggi dengan cakupan area luas agar tetap representatif. Namun, pemanfaatan citra Field Emission Scanning Electron Microscope (FE-SEM) dalam rekonstruksi digital masih terbatas. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan citra Large Area Imaging (LAI) pada FE-SEM dengan resolusi tinggi pada perbesaran 50.000× dan ukuran piksel 5 nm. Penggunaan detektor Backscattered Electron (BSE) menghasilkan kontras densitas yang tegas antara fase pori dan matriks tanpa bias morfologi permukaan. Prosedur LAI membangun citra mosaik berukuran 30.720 × 20.480 piksel dari 400 tiles. Untuk melengkapi analisis, pemodelan struktur mikro biner berbasis teknik Geometris Stokastik dilakukan guna menghasilkan citra biner 3D melalui fitur DigitalTwin pada perangkat lunak GeoDict. Dataset biner 3D direkonstruksi dari beberapa area potensial berukuran 1.0003 voksel, menunjukkan rentang porositas total 2.4–8.5% dan permeabilitas absolut 4–2.120 nD. Analisis mikrogeometri mengungkap bahwa Radius Pori dan Specific Surface Area (SSA) merupakan faktor kontrol utama kompleksitas arsitektur pori; SSA tinggi merepresentasikan morfologi dinding pori rumit dan distribusi saluran sempit (pore throats) masif. Uji fidelitas terhadap referensi FIB-SEM mengonfirmasi kemiripan geometri dan pola anisotropi, dengan keterhubungan pori dominan pada sumbu x dan z. Kemampuan pemodelan GrainGeo terbukti reliabel dalam merekonstruksi heterogenitas mikrostruktur 3D dari citra LAI secara akurat. Proses ini berhasil mendefinisikan ambang batas konektivitas (percolation threshold) pada porositas 3–6%, di mana model di bawah ambang tersebut didominasi status tidak terhubung, sementara di atas 6% menunjukkan keterhubungan stabil. Selain itu, pendekatan ini mampu menangkap pola anisotropi pori. Integrasi citra LAI FE-SEM dan pemodelan biner 3D terbukti reliabel dan adaptif dalam menangkap heterogenitas batuan skala nano pada area luas, memberikan pemahaman mendalam mengenai kontrol geometris terhadap pergerakan fluida untuk kebutuhan kajian fisis batuan digital.

2026
👤 Penulis: Fajar Ridwan Sidik
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Mikrogeometri 🏷️ Digital Rock Physics

PENGARUH VARIASI JENIS MORDAN TERHADAP KETAHANAN CAHAYA ZAT WARNA ALAMI EKSTRAK LIMBAH PADAT TEH PADA KAIN KAPAS

Industri tekstil merupakan salah satu sektor industri yang berkontribusi signifikan terhadap pencemaran lingkungan, terutama penggunaan zat warna sintetik yang sulit terurai, bersifat toksik serta berdampak pada ekosistem perairan maupun kesehatan manusia. Pewarna alami yang berasal dari sumber hayati, bersifat biodegradable serta relatif ramah lingkungan, merupakan salah satu solusi yang banyak dipelajari kemampuannya sebagai perwarna tekstil. Beberapa tanaman diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan tanin yang dapat memberi warna pada serat tekstil. Namun, perwarna alami memiliki kekurangan diantaranya ketahanan warna terhadap cahaya, pencucian dan gosokan yang relatif rendah. Hal ini menyebabkan warna tekstil akan mudah pudar dan tidak dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Teknik pewarnaan tekstil dengan menggunaan zat warna alami menjadi tantangan pada skala besar di industri. Untuk meningkatkan interaksi zat warna alami dengan serat tekstil, beberapa jenis mordan dapat digunakan sebagai bahan perantara antara zat warna alami dan serat teksil. Dalam penelitian ini, zat warna alami yang digunakan berasal dari limbah padat teh. Adapun tujuan penelitian ini adalah mempelajari komposisi limbah padat teh dengan air, suhu, dan waktu pada proses ekstraksi agar diperoleh konsentrasi zat warna alami yang optimum serta mempelajari pengaruh jenis mordan dan teknik mordan pada proses pewarnaan tekstil. Pada proses ekstraksi, perbandingan berat LPT dan air yang digunakan yaitu 1:20; 1:30; dan 1: 40 (w/v), dengan variasi suhu air (50,70, dan 95 ?C) dan waktu ekstraksi (30,60,90, dan 120 menit). Produk ekstraksi yang optimum diperoleh pada kondisi perbandingan berat LPT dan air 1:20, suhu 70 ?C, dan waktu 120 menit. Hasil dari pengujian ini menunjukan bahwa kenaikan suhu dan waktu mempengaruhi pada banyaknya jumlah kandungan fenolik yang dapat terisolasi dalam pelarut air. Ekstrak dari LPT dikarakterisasi dengan spetrofotometer Visible untuk mengetahui kandungan fenolik total dan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) untuk mengetahui kandungan senyawa katekin. Jenis mordan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Al2(SO4)3, ZnSO4 sebagai mordan anorganik dan kitosan sebagai mordan organik. Teknik mordating yang digunakan ada tiga, yaitu premordant, metamordant, dan postmordant. Beberapa pengujian yang dilakukan terhadap hasil pewarnaan tekstil yaitu ketuaan warna (K/S), arah warna, ketahanan warna terhadap sinar (SNI ISO 105-B01-2010), ketahanan warna pencucian (SNI ISO-C06-2010), dan ketahanan warna gosokan (SNI ISO 105-X12-2016). Berdasarkan hasil pengujian tersebut, perwarnaan tekstil dengan menggunakan mordan kitosan dan teknik postmordan memiliki nilai ketuaan warna yang paling tinggi dan ketahanan cahaya yang paling baik, dengan nilai kekontrasan sama dengan nilai standar wol nomer 7. Pada pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian secara umum nilai rata – rata dari penurunan warna dan penodaan warna adalah 3/4 dan 5. Pada pengujian ketahanan luntur gosokan nilai rata – rata dari penodaan warna gosok kering dan basah adalah 4/5 dan 3.

2026
👤 Penulis: David Christian
🏷️ Ekstraksi Zat Warna Alami 🏷️ Mordansi Tekstil 🏷️ Kecerdasan Buatan

ADSORPSI ION CU(II) MENGGUNAKAN ADSORBEN KOMPOSIT SERBUK BIJI PEPAYA-ALGINAT-MAGNETIT

Ion Cu(II) merupakan polutan yang sering ditemukan dalam limbah industri pelapisan logam, pertambangan, pengolahan logam, dan industri tekstil. Paparan ion Cu(II) dalam jangka panjang dapat menimbulkan risiko kesehatan termasuk gangguan pencernaan, kerusakan hati, hingga kanker paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk membuat adsorben komposit serbuk biji pepaya-alginat-magnetit (BPAM) dan mengkarakterisasi adsorben komposit tersebut. Selain itu, ditentukan pula kondisi optimum dan model kinetika, isoterm, dan termodinamika adsorpsi ion Cu(II) oleh BPAM. Adsorben komposit BPAM telah berhasil disintesis dan dikarakterisasi dengan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy- Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDS), dan X-ray Diffraction (XRD). Variasi komposisi BPAM menghasilkan kapasitas optimum pada perbandingan 3% biji pepaya: 3% alginat: 1% magnetit (w/v). Hasil karakterisasi FTIR, menunjukkan bahwa gugus fungsi O-H dan C=O berperan dalam proses adsorpsi ion Cu(II). Berdasarkan citra SEM, diperoleh informasi adsorben komposit BPAM tidak berbentuk bulat sempurna dan permukaan menjadi lebih rata setelah proses adsorpsi dilakukan. Selain itu, hasil pemetaan EDS menunjukkan keberadaan unsur Cu pada adsorben BPAM setelah adsorpsi. Hasil optimasi adsorpsi mengonfirmasi bahwa kondisi optimum adsorpsi ion Cu(II) oleh adsorben komposit BPAM tercapai pada pH 5, massa adsorben 0,125 g, dan waktu kontak 4 jam dengan kapasitas adsorpsi maksimum (Qmaks) sebesar 42,27 mg/g. Proses adsorpsi ini mengikuti model kinetika orde satu semu, model isoterm Langmuir, dan bersifat eksotermik. Hasil studi adsorpsi-desorpsi menunjukkan bahwa adsorben berpotensi untuk digunakan berulang dengan larutan pendesorpsi paling baik adalah larutan HNO3 0,01 M.

2026
👤 Penulis: Az Zahra Faradika Fildzah K
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

POTRET ORBIT KAUSALITAS: PEMBACAAN WAJAH SEBAGAI SKEMA SEKUENSIAL

Pembacaan wajah sering kali berlangsung sebagai proses instan yang meniadakan kesempatan untuk memaknai struktur pembentuknya. Karya tugas akhir ini menerjemahkan alur persepsi manusia ke dalam penciptaan karya drawing melalui konfigurasi komponen visual wajah. Berangkat dari fenomena kecepatan pembacaan wajah, konsep Orbit Kausalitas hadir sebagai visualisasi peralihan fokus visual mengikuti lintasan orbit yang terus berubah dan membentuk hubungan sebab-akibat antar-komponen dalam sebuah skema sekuensial. Dengan dasar persepsi Gestalt, wajah anak digunakan sebagai kerangka visual yang netral untuk mewujudkan perubahan mikro antara waktu, cahaya, dan bentuk. Sistem visual yang muncul merupakan distribusi komponen melalui efek gerak yang hadir dari pergeseran sketsa, perubahan intensitas cahaya, serta repetisi melalui penekanan pada komponen alis, mata, hidung, dan bibir. Medium grafit di atas dua puluh satu lembar kertas kalkir dengan format serial diorkestrasi melalui struktur kombinatoris 2? dan bilangan prima sebagai instrumen teknis. Keseluruhan seri karya berdiri sebagai rangkaian dinamika fokus visual yang membentuk ritme perseptual; membuktikan bahwa pembacaan wajah adalah sebuah proses metakognitif yang terus bergerak melampaui identitas subjek.

2026
👤 Penulis: Zhafirah Shabrina Azatil'ismah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Persepsi Manusia 🏷️ Analisis Visual

PERANCANGAN KAPASITAS TANGKI TIMBUN, TARGET PERSEDIAAN, JUMLAH DAN JENIS KAPAL, SERTA ATURAN VOLUME KARGO DENGAN SIMULASI DINAMIKA SISTEM UNTUK PENINGKATAN NILAI PADA JARINGAN LOGISTIK SOLAR PT X

Industri migas menyumbang Rp500 triliun ke PDB Indonesia pada 2024, menjadikannya vital bagi perekonomian nasional. Salah satu produk kunci adalah BBM jenis solar dengan proyeksi permintaan meningkat hingga 45 juta kl di tahun 2040. PT X berperan penting dalam distribusi solar ke seluruh Indonesia, namun jaringan logistik yang menghubungkan kilang dan terminal menghadapi berbagai tantangan yang menurunkan mutu layanan dan inefisiensi biaya. Penelitian ini menganalisis empat proksi nilai pada jaringan logistik solar, yaitu (1) layanan pengiriman solar ke terminal PT X, (2) deviasi pelayaran, (3) waktu persiapan dan penyelesaian muat, serta (4) waktu persiapan dan penyelesaian bongkar. Tujuan penelitian adalah merancang model dinamika sistem untuk mengembangkan kebijakan kapasitas tangki timbun, target persediaan, jumlah dan jenis kapal, serta aturan volume kargo yang mampu mereduksi inefisiensi biaya logistik solar tanpa mengorbankan keterjaminan suplai solar yang tepat waktu, guna meningkatkan daya saing PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik dinamika sistem untuk merepresentasikan interaksi dan efek umpan balik antara kebijakan kapasitas tangki timbun, target persediaan, jumlah dan jenis kapal, serta aturan volume kargo secara dinamis. Model disusun berdasarkan pemetaan rantai nilai, dikembangkan dalam bentuk causal loop diagram dan stock-flow diagram, diverifikasi, divalidasi dan disimulasikan. Setelah simulasi skenario baseline, dilakukan analisis sensitivitas dan perancangan skenario intervensi kebijakan. Lima variabel keputusan yang diuji adalah Desired Parcel Size, Ship Tonnage, Available Ships, Beta in Safety Stock, dan Max Terminal Tank Capacity di Terminal C. Dari 24 skenario yang disimulasikan, skenario 16 terpilih sebagai skenario terbaik berdasarkan penilaian MCDA. Skenario 16 menerapkan kebijakan Desired Parcel Size sesuai kebijakan usulan, penggunaan kapal jenis MR berkapasitas 36.000 kl, nilai Beta in Safety Stock sebesar 0,5, jumlah armada kapal 7 unit, serta penambahan kapasitas tangki timbun Terminal C sebesar 16.000 kl. Skenario ini menghasilkan penurunan Total Terminal Shortage sekitar 69% dibandingkan baseline, penurunan Total Headroom Failure sekitar 80%, serta penurunan Total Shipments from Other Refinery sekitar 10%, dengan Total Ship Shortage sebesar 1,86. Dengan demikian, model yang dihasilkan berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan daya saing PT X.

2026
👤 Penulis: Shalihah Ramadhanty Nurhaliza
🏷️ Logistik 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Dinamika Sistem

DISTRAKSI DESTRUKTIF: VISUAL BINGKAI DAN ELEMEN ORNAMEN SEBAGAI PERALIHAN PERHATIAN

Diawali dengan observasi personal terhadap tempat tinggal dan ketertarikan masa kecil menonton film animasi fantasi, lalu menjadi inspirasi visual yang merepresentasikan pengalihan perhatian dari masalah. Karya ini merupakan bentuk renungan penulis dengan pengalihan perhatian dari masalah-masalah dalam hidup dan mekanisme koping yang tidak sehat. Visual bingkai dan kecenderungan manusia untuk membingkai potongan dari sebuah momen merupakan salah satu aspek visual yang berperan sebagai peralihan perhatian pengamat ke area-area tertentu pada bidang gambar, dalam upaya menutupi masalah atau realita yang berada dibelakangnya. Dibantu juga dengan elemen ornamen berbentuk organik dan buatan, serta pemilihan warna cerah yang dapat membuat suasana terlihat lebih ramai. Karya ini memanfaatkan medium drawing menggunakan cat air di atas kertas berukuran A2. Proses menggambar merefleksikan upaya penulis dalam mengalihkan perhatian melalui elemen ornamen yang memenuhi bidang gambar.

2026
👤 Penulis: Syahirah Alma Nadhisa
🏷️ Gambaran Ilustratif 🏷️ Perencanaan Perhatian Pengamat 🏷️ Kecerdasan Buatan

MODEL HIBRIDA DERET WAKTU MACHINE LEARNING DENGAN DEKOMPOSISI UNTUK FORECASTING KEDALAMAN MUKA AIR TANAH DI PROVINSI RIAU

Pemantauan Kedalaman Muka Air Tanah (KMA) krusial untuk mitigasi kebakaran lahan gambut, tetapi akurasinya sering terkendala oleh karakteristik data yang non-stasioner dan fluktuatif ekstrem. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model hibrida yang menggabungkan metode statistik dan Machine Learning (ML) untuk meningkatkan presisi prediksi KMA di Provinsi Riau. Tiga skenario pemodelan diuji: (1) Model Baseline (ARIMA/SARIMA), (2) Hibrida Residual, dan (3) Hibrida Dekomposisi menggunakan metode DWT, MODWT, SSA, dan STL yang dikombinasikan dengan algoritma Random Forest, XGBoost, LSTM, dan GRU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model baseline dan hibrida residual kurang optimal menangkap pola ekstrem, sedangkan pendekatan dekomposisi terbukti paling unggul. Secara spesifik, kombinasi MODWT dengan Random Forest/XGBoost menghasilkan akurasi tertinggi pada lokasi bervolatilitas rendah-menengah (NSE > 0.99), sementara SSA-XGBoost paling tangguh pada lokasi bervolatilitas ekstrem. Selain itu, kombinasi STL-LSTM teridentifikasi sebagai model paling valid secara statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan teknik dekomposisi yang adaptif terhadap kar

2026
👤 Penulis: Ghaisan Zaki Pratama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Non-Stasioner 🏷️ Manajemen Risiko Kebakaran Lahan

KAJIAN EKSPERIMENTAL PERILAKU SAMBUNGAN MOMEN END-PLATE DENGAN MENGGUNAKAN SEISMIC GRADE MATERIAL SN400B

Indonesia memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi, sehingga kinerja sambungan balok–kolom pada Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) menjadi faktor penting dalam menjamin kemampuan deformasi plastis dan disipasi energi struktur. Salah satu sambungan momen yang telah terprakualifikasi adalah Bolted Unstiffened Extended End-Plate (BUEEP) Connection sesuai SNI 7860:2020 dan SNI 7972:2020. Selain konfigurasi sambungan, mutu material baja turut mempengaruhi respons siklik sambungan, khususnya pada perbandingan antara baja seismic-grade SN400B dan baja standard SS400. Penelitian ini mengevaluasi secara eksperimental perilaku sambungan momen BUEEP dengan membandingkan kedua material tersebut melalui pengujian dua spesimen skala penuh berkonfigurasi identik berupa spesimen 1 (SS400) dan spesimen 2 (SN400B). Program pengujian meliputi uji tarik kupon, uji komposisi kimia menggunakan SEM–EDS, serta uji siklik sambungan balok–kolom. Parameter yang dianalisis mencakup kekuatan, kekakuan, perilaku histeresis, kapasitas deformasi plastis, regangan, dan disipasi energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Spesimen 2 memenuhi persyaratan sifat mekanis dan kimia material berdasarkan standar JIS, sedangkan Spesimen 1 tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan tersebut. Uji tarik kupon menunjukkan bahwa Spesimen 1 memiliki kecenderungan kekuatan yang lebih tinggi, namun dengan kapasitas deformasi plastis dan daktilitas yang lebih rendah. Hal ini didukung oleh hasil uji komposisi kimia yang menunjukkan kandungan sulfur (S) yang lebih tinggi sebagai unsur pengotor pada Spesimen 1 serta kandungan silikon (Si) yang berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan, di mana kombinasi tersebut berdampak pada penurunan daktilitas material. Pada pengujian siklik, Spesimen 1 menunjukkan kapasitas kekuatan yang relatif lebih tinggi, tetapi dengan degradasi kekakuan dan kemampuan deformasi plastis yang lebih terbatas, sedangkan Spesimen 2 menunjukkan perilaku histeresis yang lebih stabil, disipasi energi yang lebih besar, dan degradasi kekakuan yang lebih terkendali. Secara keseluruhan, hasil uji mekanis, kimia, dan siklik menunjukkan kecenderungan yang konsisten. Sambungan BUEEP dengan material SS400 memperlihatkan perilaku yang secara umum mendekati SN400B dan masih memenuhi persyaratan SNI 7860:2020 dan SNI 7972:2020, meskipun dengan tingkat daktilitas yang lebih rendah.

2026
👤 Penulis: Andi Alfian Jayusman
🏷️ Seismologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PROYEK SMARTKOS: MERANCANG PLATFORM DIGITAL UNTUK PENGELOLAAN KOS INFORMAL - ANALISIS TAM DAN LEAN STARTUP

Sebagian besar pemilik kos Jakarta masih mengelola 5–20 kamar secara konvensional: mencatat detail penyewa di buku, menagih sewa tunai, dan mengoordinasikan perbaikan melalui percakapan WhatsApp. Pola ini terasa nyaman tetapi menimbulkan inefisiensi; pemilik menghabiskan banyak jam setiap bulan merekonsiliasi catatan yang tersebar, mengejar pembayaran terlambat dari sekitar seperlima penyewa, dan menanggung biaya pemeliharaan reaktif yang terus meningkat. Platform teknologi properti yang ada terutama melayani pengelola apartemen mewah atau pasar penyewa berskala besar sehingga kebutuhan operator kos mikro tetap kurang terjawab. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pemilik informal dapat mengadopsi solusi digital melalui SmartKos sebagai contoh platform yang dirancang khusus untuk segmen ini. Metodologi mengandalkan wawancara semi-terstruktur dengan sebelas pelaku dalam ekosistem sewa kos di Jakarta (pemilik, administrator, dan penyewa) yang dikombinasikan dengan pembandingan sistematis terhadap platform sejenis. Analisis menggunakan Technology Acceptance Model untuk mengidentifikasi pendorong adopsi, dan prinsip Lean Startup untuk menstruktur siklus bangun– ukur–pelajari, yang menghasilkan Business Model Canvas untuk menjelaskan posisi SmartKos dalam lanskap PropTech Indonesia. Tiga kesulitan operasional muncul berulang dan secara agregat menguras biaya per tahun dari properti tipikal berkapasitas 15 kamar: rekaman keuangan terfragmentasi, friksi koordinasi pembayaran, serta keterbatasan visibilitas terhadap status pemeliharaan. WhatsApp menjadi kanal komunikasi utama tetapi tidak menyediakan struktur untuk mengubah percakapan sehari-hari menjadi jejak pencatatan yang dapat diaudit. Rekomendasi berfokus pada penetapan harga freemium yang selaras dengan plafon kesediaan membayar sekitar IDR 50.000 per bulan, peluncuran fitur bertahap guna menguji penerimaan perilaku sebelum perluasan fungsi, dan akuisisi pelanggan melalui iklan langsung alih-alih hanya mengandalkan rujukan antarpemilik. Implementasi diusulkan berlangsung dalam tiga tahap selama 12 bulan dan didukung kerangka analitis terintegrasi yang menegaskan bahwa konteks informal menuntut penyesuaian terhadap model penerimaan teknologi yang lazim di lingkungan formal.

2026
👤 Penulis: Esri Hestiningtyas
🏷️ Teknologi Properti 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN SISTEM ANALITIK LALU LINTAS BERBASIS TEMPORAL CAUSAL GRAPH UNTUK DETEKSI INSIDEN DAN PREDIKSI RISIKO KEMACETAN PADA PERIODE MOBILITAS TINGGI

Periode mobilitas tinggi seperti libur akhir tahun ditandai dengan lonjakan volume kendaraan hingga 40% dan pola perjalanan antarkota yang kompleks. Tantangan utama dalam manajemen lalu lintas saat ini adalah ketiadaan kerangka traffic risk analytics yang sistematis, di mana operator terpaksa memantau ratusan umpan (feed) CCTV secara manual tanpa acuan kuantitatif maupun mekanisme peringatan dini untuk mitigasi proaktif. Tesis ini mengusulkan kerangka analitik risiko berbasis CCTV yang menghasilkan Matriks Keputusan Risiko (Risk Decision Matrix) melalui tiga produk operasional: (1) Risk Baseline (profil kuantil per kamera/jam sebagai referensi kondisi normal); (2) Hotspot Rank (peringkat risiko kemacetan antar-lokasi untuk prioritas alokasi sumber daya); dan (3) Collapse Hour (estimasi waktu terjadinya kelumpuhan arus). Arsitektur sistem menerapkan pendekatan Risk Layering empat lapis: Telemetry Layer (L1) menggunakan RF-DETR dan ByteTrack untuk ekstraksi metrik real-time; Causal Diagnosis Layer (L2) berbasis Temporal Causal Graph (TCG) untuk membedakan kemacetan organik dan insiden dengan atribusi kausal yang dapat dijelaskan (explainable); Predictive Risk Layer (L3) untuk menghasilkan produk risiko; serta Operational Response Layer (L4) untuk dukungan keputusan human-in-theloop melalui dashboard, alerting, dan pelaporan. Evaluasi dilakukan dengan kerangka validitas prediktif pada deployment nyata selama periode 25 Desember 2025 – 4 Januari 2026, membandingkan prediksi pra-periode puncak dengan observasi aktual. Hasil menunjukkan korelasi Hotspot Rank yang kuat (???? = 0,72), akurasi estimasi Collapse Hour sebesar 75% (toleransi ±1 jam), dan cakupan Risk Baseline mencapai 81,1%. Pada deteksi insiden, pendekatan TCG-UIT mencatatkan F1-score 0,692 secara zero-shot pada benchmark TUMTraf.

2026
👤 Penulis: I Gusti Agung Vivekananda
🏷️ Teknologi Keputusan 🏷️ Analisis Lalu Lintas Berbasis Cctv 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN SISTEM AI AGENT GEOSPASIAL MULTIMODAL (STUDI KASUS: PEMERIKSAAN STASIUN RADIO MICROWAVE LINK)

Pemeriksaan izin stasiun radio (ISR) microwave link merupakan fungsi kritis dalam pengelolaan spektrum frekuensi radio yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monitor Spektrum Frekuensi Radio (SFR) Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Saat ini, proses pemeriksaan masih bersifat semi-manual, meliputi identifikasi anomali data izin (jarak link dan pergeseran koordinat lokasi), analisis potensi interferensi antar link, dan ekstraksi parameter teknis dari screenshot konfigurasi perangkat. Proses ini memerlukan waktu lama (rata-rata 60 menit per siklus analisis), sumber daya manusia besar, dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem multimodal artificial intelligence (AI) agent geospasial yang dapat melakukan deteksi anomali jarak link (< 20 m atau > 200 km) dan pergeseran koordinat lokasi (> 20 m), analisis potensi interferensi berbasis analisis spasial-frekuensi, ekstraksi otomatis teks konfigurasi dari screenshot menggunakan vision-language model, dan visualisasi interaktif hasil analisis pada peta digital dengan fitur filtering berdasarkan wilayah, klien, dan rentang frekuensi. Sistem dirancang menggunakan arsitektur tool-calling agent berbasis large language model (LLM) dengan beberapa modul terintegrasi: (1) modul deteksi anomali berbasis aturan (rule-based) untuk memeriksa konsistensi data izin sesuai standar operasional prosedur (SOP) Ditjen SDPPI; (2) modul analisis interferensi yang menggunakan spatial indexing (BallTree) dan frequency overlap detection untuk mengidentifikasi potensi gangguan co-channel dan adjacent-channel; (3) modul ekstraksi teks dari screenshot menggunakan vision-language model dan optical character recognition (OCR); serta (4) modul visualisasi geospasial menggunakan peta interaktif dengan fitur filter dinamis. Sistem diimplementasikan menggunakan Python dengan integrasi Telegram chatbot sebagai antarmuka pengguna berbasis bahasa natural. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem berhasil meningkatkan efisiensi waktu analisis sebesar 99,95% (dari 60 menit menjadi 2,81 detik menggunakan Gemini Flash-Lite), dengan akurasi deteksi anomali mencapai 100% dan akurasi identifikasi kandidat interferensi mencapai 95,3% dibandingkan validasi manual. Tool-calling agent mencapai akurasi rata-rata 0,95 dalam pemilihan tools dan parameter yang tepat, dengan model Claude Haiku 4.5 mencatat akurasi tertinggi sebesar 0,98 ± 0,13. Biaya operasional sistem 99,95% lebih rendah dibandingkan solusi komersial seperti Tableau (USD 0,035 vs USD 70/bulan). Evaluasi usability menunjukkan bahwa 100% responden teknisi UPT Monitor SFR menilai antarmuka Telegram mudah digunakan, dengan pencarian ISR di sekitar lokasi lapangan 75% lebih cepat dibanding metode manual (15 detik vs 60 detik). Sistem ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada solusi berbayar, meningkatkan aksesibilitas bagi institusi pemerintah dengan keterbatasan anggaran, dan mempercepat proses pemeriksaan stasiun radio melalui antarmuka yang intuitif dan mobile-friendly.

2026
👤 Penulis: Ahmad Saufi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Geospasial

PENILAIAN JAWABAN ESAI OTOMATIS MENGGUNAKAN TRANSFORMER DAN ANALISIS KESALAHAN BERBASIS GEN AI PADA KALIMAT JAWABAN

Tes esai merupakan salah satu bentuk asesmen yang mampu mengukur kemampuan berpikir kompleks siswa, seperti kebebasan mengembangkan jawaban, menyusun argumen, dan mengintegrasikan gagasan. Namun, penilaian esai memiliki kelemahan mendasar karena membutuhkan waktu koreksi yang panjang dan rentan terhadap subjektivitas antar-penilai sehingga menghasilkan skor yang tidak konsisten. Oleh karena itu, diperlukan sistem penilaian jawaban esai otomatis yang mampu membantu proses evaluasi agar lebih cepat, efisien, dan objektif. Sebagian besar penelitian pada topik penilaian jawaban esai otomatis berfokus pada peningkatan akurasi skor untuk mendekati hasil penilaian manual manusia. Dalam konteks tersebut, pendekatan berbasis transformer dapat dimanfaatkan untuk memperoleh representasi semantik yang lebih baik dibandingkan word embedding konvensional karena mampu menangkap relasi makna lintas kata, frasa, dan kalimat. Selain menghasilkan skor otomatis, penelitian ini juga mengintegrasikan analisis kesalahan berbasis GenAI untuk mendeteksi kategori kesalahan siswa, seperti kesalahan konten, penyimpangan konsep, dan ketidaktepatan struktur jawaban, sehingga sistem tidak hanya memberikan skor numerik tetapi juga umpan balik perbaikan. Penelitian ini mengusulkan pemodelan penilaian esai otomatis menggunakan transformer, yang dikombinasikan dengan modul analisis kesalahan untuk mengidentifikasi kekurangan jawaban secara terperinci. Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan kinerja prediksi dibandingkan pendekatan berbasis word embedding. Solusi yang diusulkan berhasil mencapai nilai koefisien korelasi pearson (r) sebesar 0,8432 dan nilai rata-rata kesalahan absolut (MAE) sebesar 0,6013 pada proses scoring, serta mampu menghasilkan umpan balik kesalahan yang relevan dan dapat ditindaklanjuti oleh siswa. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi transformer dan analisis kesalahan dapat meningkatkan ketepatan sistem dalam melakukan penilaian esai secara otomatis sekaligus memberikan dukungan formatif untuk meningkatkan kualitas tulisan siswa.

2026
👤 Penulis: Mohammad Mirza Qusyairi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Kesalahan 🏷️ Penilaian Esai Otomatis

SINTESIS ISOPROPIL FURFURIL ETER DARI FURFURALDEHIDA TERKATALISIS TIO@MOF-808

Furfuraldehida (FALD) merupakan senyawa turunan biomassa lignoselulosa yang dapat dikonversi menjadi berbagai bahan kimia bernilai tambah, salah satunya adalah isopropil furfuril eter (IPFE). IPFE memiliki potensi besar sebagai aditif bensin beroktan tinggi dan komponen bahan bakar terbarukan. Metode konvensional sintesis IPFE umumnya dilakukan melalui dua tahap terpisah dan membutuhkan kondisi reaksi yang sulit karena menggunakan gas hidrogen bertekanan tinggi dengan katalis logam mulia (grup platina). Penelitian ini mengembangkan metode sintesis langsung (one-pot) IPFE dari FALD melalui reaksi transfer hydrogenation-etherification (THE) menggunakan isopropanol sebagai sumber hidrogen sekaligus pelarut, yang dikatalisis oleh material heterogen berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF). MOF-808 dipilih sebagai penyangga karena stabilitas termalnya yang unggul dan keberadaan situs asam Lewis pada klaster zirkonium, yang kemudian dimodifikasi dengan pengembanan kompleks titanium(IV) [TiO(acac)?] untuk membentuk katalis TiO@MOF-808. Katalis disintesis melalui metode solvotermal dilanjutkan dengan impregnasi refluks, dan dikarakterisasi menggunakan Powder X-ray Diffraction (P-XRD) serta Fourier- Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Uji katalitik dilakukan dalam autoklaf dengan variasi temperatur, waktu reaksi, dan massa katalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TiO@MOF-808 aktif dan selektif dalam mengonversi FALD menjadi IPFE. Kondisi optimum tercapai pada penggunaan 3 mmol FALD, 75 mg katalis, dan 10 mL isopropanol pada temperatur 180 °C selama 11 jam. Pada kondisi tersebut, diperoleh konversi FALD >99% dengan rendemen IPFE maksimum sebesar 69%. Studi mekanisme menunjukkan reaksi berlangsung secara berurutan, dimulai dengan transfer hidrogen FALD menjadi furfuril alkohol (FOL), diikuti oleh eterifikasi FOL dengan isopropanol menjadi IPFE. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pendekatan alternatif yang efisien dan berkelanjutan untuk sintesis IPFE langsung dari FALD melalui pemanfaatan katalis heterogen berbasis MOF

2026
👤 Penulis: Lewi Axel Badia Sitorus
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

SINTESIS ISOPROPIL FURFURIL ETER DARI FURFURALDEHIDA TERKATALISIS TIO@MOF-808

Furfuraldehida (FALD) merupakan senyawa turunan biomassa lignoselulosa yang dapat dikonversi menjadi berbagai bahan kimia bernilai tambah, salah satunya adalah isopropil furfuril eter (IPFE). IPFE memiliki potensi besar sebagai aditif bensin beroktan tinggi dan komponen bahan bakar terbarukan. Metode konvensional sintesis IPFE umumnya dilakukan melalui dua tahap terpisah dan membutuhkan kondisi reaksi yang sulit karena menggunakan gas hidrogen bertekanan tinggi dengan katalis logam mulia (grup platina). Penelitian ini mengembangkan metode sintesis langsung (one-pot) IPFE dari FALD melalui reaksi transfer hydrogenation-etherification (THE) menggunakan isopropanol sebagai sumber hidrogen sekaligus pelarut, yang dikatalisis oleh material heterogen berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF). MOF-808 dipilih sebagai penyangga karena stabilitas termalnya yang unggul dan keberadaan situs asam Lewis pada klaster zirkonium, yang kemudian dimodifikasi dengan pengembanan kompleks titanium(IV) [TiO(acac)?] untuk membentuk katalis TiO@MOF-808. Katalis disintesis melalui metode solvotermal dilanjutkan dengan impregnasi refluks, dan dikarakterisasi menggunakan Powder X-ray Diffraction (P-XRD) serta Fourier- Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Uji katalitik dilakukan dalam autoklaf dengan variasi temperatur, waktu reaksi, dan massa katalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TiO@MOF-808 aktif dan selektif dalam mengonversi FALD menjadi IPFE. Kondisi optimum tercapai pada penggunaan 3 mmol FALD, 75 mg katalis, dan 10 mL isopropanol pada temperatur 180 °C selama 11 jam. Pada kondisi tersebut, diperoleh konversi FALD >99% dengan rendemen IPFE maksimum sebesar 69%. Studi mekanisme menunjukkan reaksi berlangsung secara berurutan, dimulai dengan transfer hidrogen FALD menjadi furfuril alkohol (FOL), diikuti oleh eterifikasi FOL dengan isopropanol menjadi IPFE. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pendekatan alternatif yang efisien dan berkelanjutan untuk sintesis IPFE langsung dari FALD melalui pemanfaatan katalis heterogen berbasis MOF

2026
👤 Penulis: Lewi Axel Badia Sitorus
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi
Halaman 75 dari 418
💬