📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 109 dokumen

METHOD OF UTILIZING PHOTOVOLTAIC CURTAILMENT WITHOUT ENERGY STORAGE AS A FAST FREQUENCY RESPONSE CASE STUDY OF THE MINAHASA SYSTEM

Indonesia has set a target of achieving Net Zero Emission (NZE) by 2060 as part of global efforts to reduce greenhouse gas emissions. To reach this target, increasing the use of renewable energy sources is crucial. However, many renewable energy sources, such as wind and Photovoltaic (PV) power plants, exhibit high levels of intermittency. This intermittency can negatively impact the frequency stability of the power grid, especially in systems with low inertia. One solution to address this intermittency is the utilization of battery energy storage systems. Additionally, imposing limitations on power generated by high intermittency sources is another potential solution. Through the process of curtailment, the influence of intermittency on frequency stability can be significantly reduced. This study focuses on the case of the North Sulawesi and Gorontalo systems, examining the method of PV curtailment and its utilization as a fast frequency response (FFR) using the Event Triggering Virtual Inertia (ETVI) method. The curtailment process and the utilization of curtailment energy as FFR are supported by data mining and machine learning processes to facilitate calculation and forecasting. In addition to contributing to the operational stability of the system frequency, utilizing PV curtailment as FFR also offers financial benefits. The study also conducts financial calculations to illustrate the potential avoided costs achievable through the implementation of PV curtailment as FFR.

2024
👤 Penulis: Arif Majiid Nusa Pratama
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Stabilitas Frekuensi Grid 🏷️ Optimisasi Penggunaan Sumber Energi

STUDI PEMERINGKATAN BIOMASSA LIMBAH PADAT DAN PENGARUH RASIO MASSA TERHADAP KARAKTERISTIK BAHAN BAKAR PADA CO-FIRING BERBASIS ASPEK ENERGI, SLAGGING, FOULING, DAN EMISI

Dalam rangka meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi emisi GRK, Indonesia terdorong untuk menerapkan co-firing biomassa. Ditinjau dari segi operasional, co-firing dapat menimbulkan slagging dan fouling pada boiler. Fenomena ini dapat diprediksi dengan AFT serta indikator slagging dan fouling. Energi, slagging, fouling, dan emisi merupakan aspek co-firing yang dipengaruhi oleh jenis dan rasio biomassa. Akan dilakukan pemeringkatan biomassa limbah padat terbaik berdasarkan keempat aspek tersebut untuk dikombinasikan dengan batu bara. Pemeringkatan biomassa dilakukan dengan metode AHP dalam 2 tahap, di mana tahap pertama berupa screening data sekunder 5% biomassa (kriteria: LHV, supply, indikator slagging, dan indikator fouling) dan data pada tahap kedua melalui simulasi pembakaran 1 kg/s bahan bakar (5% biomassa) menggunakan Cycle-Tempo (kriteria: efisiensi boiler, steam generation, selisih temperatur gas buang terhadap AFT, dan emisi). Penelitian dilanjutkan dengan analisis rasio massa untuk memperoleh pengaruh rasio biomassa terhadap karakteristik bahan bakar pada co-firing. Pemeringkatan Tahap I dengan data sekunder menghasilkan 7 biomassa dari 17 yaitu P-J (Padi – Jerami), KS-P (Kelapa Sawit – Pelepah), K (Karet), P-S (Padi - Sekam), RDF (Refuse Derived Fuel), KS-F (Kelapa Sawit - Fiber), dan J-BD (Jagung – Batang dan Daun). Pemeringkatan selanjutnya menemukan P-S, KS-F, dan J-BD sebagai biomassa rekomendasi. Penambahan rasio biomassa secara umum memiliki dampak positif seperti menurunkan potensi slagging berdasarkan 5 dari 6 indikator, meningkatkan AFT, menurunkan ?TFGT,ST, menurunkan potensi fouling berdasarkan 3 dari 3 indikator, serta menurunkan emisi CO2 batu bara hingga di bawah cap emisi. Adapun dampak negatif yang dihasilkan yaitu menurunkan HHV, steam generation, dan efisiensi boiler serta meningkatkan emisi SO2 hingga di atas baku mutu. J-BD memiliki nilai kalor tertinggi dan emisi SO2 paling rendah. P-S memiliki potensi fouling paling rendah pada rasio massa yang sama (20%) dan memiliki supply terbesar. Apabila dikehendaki penurunan efisiensi boiler tidak melebihi 25%, maka rasio massa optimum P-S <48%, KS-F <48%, dan J-BD <74%. Apabila dikehendaki potensi slagging rendah berdasarkan AFT, maka rasio massa optimum P-S >15%, KS-F >60%, dan J-BD >55%. Apabila dikehendaki potensi slagging rendah berdasarkan indikator slagging, maka rasio massa optimum P- S <15% dan >35%, KS-F >47%, dan J-BD >53% dengan catatan potensi tinggi pada indikator Fe2O3/CaO untuk P-S. Apabila dikehendaki potensi fouling rendah, maka rasio massa optimum P-S >15%, KS-F >20%, dan J-BD >40% dengan catatan potensi sedang pada indikator indeks fouling untuk KS-F. Terakhir, Apabila dikehendaki emisi CO2 batu bara di bawah cap, maka rasio massa optimum P-S >20%, KS-F >19%, dan J-BD >14% dengan catatan emisi SO2 berada di atas baku mutu untuk ketiga biomassa. Hasil rekomendasi biomassa diharapkan dapat memberi insight kepada praktisi co-firing terutama seputar slagging dan fouling. Analisis kriteria tekno ekonomi, penambahan sumber data batu bara dan biomassa, analisis pengaruh lokal excess air terhadap slagging dan fouling, serta pengaruh abu terhadap perpindahan panas menjadi saran untuk pengembangan Tugas Sarjana ini.

2024
👤 Penulis: Louis Leonardo
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Co-Firing 🏷️ Slagging Dan Fouling

ANALISIS HASIL ENERGI LISTRIK SISTEM ENERGY CONVERTER TIPE WAVE-ACTIVATED BUOY DI WILAYAH TATAR, SUMBAWA BARAT

Pemanfaatan energi terbarukan untuk penyediaan kebutuhan listrik dan upaya mengurangi emisi karbon di Indonesia memiliki kendala berupa biaya investasi yang tinggi. Teknologi wave-activated buoy menjadi kesempatan untuk memanfaatkan energi terbarukan gelombang laut dikarenakan biaya investasinya yang lebih rendah. Rencana penerapan teknologi ini di Tatar, Sumbawa Barat, NTB dilakukan untuk menurunkan nilai BPP dan menyeimbangkan keuntungan investasi. Tugas Akhir bertujuan untuk mengetahui luaran produksi energi listrik dari suatu sistem wave-activated buoy pada berbagai kondisi gelombang reguler dengan meninjau kondisi lingkungan di wilayah Tatar. Hal ini dicapai melalui peninjauan data lingkungan wilayah Tatar dan pemodelan hidrodinamika berdasarkan parameter gelombang di daerah tersebut. Kemudian, perilaku sistem yang dilengkapi mooring dimodelkan dengan menentukan parameter mooring yang memenuhi nilai tegangan mooring maksimum yang terdapat pada artikel ilmiah dari Nam, Sung, dan Cho (2021). Parameter mooring, perpindahan dan kecepatan dari sistem, serta probabilitas kejadian gelombang reguler kemudian digunakan untuk menentukan daya dan energi yang ditimbulkan oleh sistem. Dari seluruh kasus, didapat energi tahunan gelombang yang besar dihasilkan pada gelombang reguler dengan ???? = 1 ? 3 ???? dan ???? = 4 ? 13 ???? dan nilai energi terbesar adalah ???????????????????????????? = 5.047 ???????????? yang dihasilkan oleh gelombang dengan ???? = 2 ???? , ???? = 9 ???? dengan total energi tahunan mencapai 94.1 ????????????. Diketahui juga bahwa efisiensi sistem rata-rata adalah sebesar 3.475% dengan capacity factor sistem sebesar 0.711%.

2024
👤 Penulis: Achmad Aditya Pratama
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Wave-Activated Buoy 🏷️ Analisis Hidrodinamika

STUDI EVALUASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN PULAU SIPURA, KEPULAUAN MENTAWAI, SUMATERA BARAT.

abstrak bisa dilihat difilenya

2024
👤 Penulis: Muhammad Faris Winawan
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Geologi Laut 🏷️ Analisis Manajemen Sumber Daya Energi
Halaman 8 dari 8
💬