📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenEVALUASI POTENSI NIRA NIPAH (NYPA FRUTICANS) SEBAGAI SUMBER KARBON ALTERNATIF MOLASE UNTUK BIOSTIMULASI DALAM TEKNOLOGI MEOR (MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY)
MEOR adalah teknologi recovery minyak bumi yang memanfaatkan aktivitas mikroba. Salah satu metode pendekatan MEOR adalah biostimulasi, yaitu penambahan nutrisi optimum berupa karbon sederhana, nitrogen, dan fosfor ke dalam reservoir minyak untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang berperan dalam peningkatan perolehan minyak. Molase menjadi sumber karbon yang umum digunakan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir harganya terus meningkat dan terjadi persaingan ketat dengan bahan baku industri lain. Sementara itu, nira nipah adalah sumber karbon potensial yang tersedia melimpah dan mengandung gula yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas nira nipah sebagai sumber karbon alternatif molase untuk biostimulasi dalam teknologi MEOR. Eksperimen dilakukan di laboratorium dengan cara menginkubasi medium yang berisi nutrisi steril (molase/nira nipah, NPK, DAP), crude oil, dan brine water selama lima hari, pada suhu 50°C. Selanjutnya diamati pertumbuhan bakteri menggunakan metode TPC, komunitas bakteri menggunakan sekuensing ONT, dan produksi biosurfaktan menggunakan liquid-liquid extraction. Karakteristik minyak dievaluasi berdasarkan perubahan pH medium, indeks emulsifikasi, viskositas minyak, dan fraksi SARA (Saturated, Aromatic, Resin, Asphaltene). Hasil pengamatan menunjukkan penambahan molase dan nira nipah menghasilkan jumlah sel bakteri tertinggi sebesar 5,59 log CFU/mL dan 6,07 log CFU/mL, berat kering biosurfaktan tertinggi sebesar 387 mg/L dan 483 mg/L, dan komunitas bakteri yang didominansi oleh genus Amphibacillus dan Bacillus pada perlakuan molase, dan genus Bacillus pada perlakuan nira nipah. Karakteristik minyak berubah dengan pH medium terendah sebesar 5,9 dan 6,3, indeks emulsifikasi +11,65% dan +12,47%, viskositas minyak ?30,2% dan ?37,7%, konsentrasi saturate +47,42% dan +41,02%, konsentrasi aromatic ?11,26% dan ?5,65%, konsentrasi resin ?1,22% dan ?1,60%, serta konsentrasi asphaltane ?34,94% dan ?33,77%. Berdasarkan hasil pengamatan, nira nipah dapat menjadi sumber karbon alternatif molase yang efektif untuk biostimulasi dalam teknologi MEOR.
PENGEMBANGAN MODEL MATURITAS MANAJEMEN STRATEGIS KEBERLANGSUNGAN USAHA UNTUK UMKM KREATIF BANDUNG
UMKM kreatif berbasis produk di Indonesia menghadapi tantangan keberlangsungan usaha jangka panjang di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Model Corporate Sustainable Longevity (CSL) yang ada hanya menilai faktor internal melalui Resource-Based View (RBV) dan belum memperhitungkan faktor eksternal. Penelitian ini melengkapi kesenjangan tersebut dengan mengintegrasikan Market-Based View (MBV) dan Institutional Theory, lalu mengoperasionalisasikannya menjadi model maturitas Manajemen Strategis Keberlangsungan Usaha (MSKU) sebagai alat self-assessment. Model dikembangkan melalui lima tahap kerangka de Bruin dkk. (2005), dengan identifikasi indikator melalui systematic literature review serta pengujian content validity dan face validity, kemudian diterapkan pada tiga UMKM kreatif berbasis produk di Bandung, yaitu Pepper Suite Decorations, Elni Printing, dan KNK Garment. Model MSKU yang dihasilkan terdiri atas 56 indikator pada tujuh dimensi dan lima level maturitas mengikuti Capability Maturity Model (CMM), serta mencakup ketiga sudut pandang teori sehingga memberikan gambaran maturitas yang lebih menyeluruh dibandingkan model sebelumnya. Penerapan pada ketiga kasus menunjukkan seluruh perusahaan berada pada Level 3 (Defined) berdasarkan median nilai maturitas seluruh indikator, meskipun profil per dimensi menunjukkan perbedaan kematangan yang tidak tertangkap oleh level keseluruhan. Ketiga perusahaan konsisten lebih kuat pada dimensi yang berorientasi ke dalam dan lebih lemah pada dimensi yang berorientasi ke luar. Kapabilitas adaptif ketiganya cenderung bersifat person-bound dan belum terlembagakan dalam sistem organisasi sehingga suksesi kepemimpinan menjadi titik rentan bagi keberlangsungan usaha jangka panjang.
KUANTIFIKASI LAJU INFILTRASI PADA KEJADIAN LONGSOR CISARUA, GUNUNG BURANGRANG, JAWA BARAT
Longsor yang dipicu oleh curah hujan merupakan bencana yang erat kaitannya dengan proses infiltrasi air ke dalam lereng, termasuk pada lereng stratovolkano yang tersusun atas material vulkanik. Besarnya air yang benar-benar meresap ke dalam tanah menentukan kondisi hidrologi lereng, namun kuantifikasi infiltrasi aktual sering kali belum mempertimbangkan pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng secara bersamaan. Selain itu, pengukuran infiltrasi di lapangan umumnya dilakukan dengan asumsi permukaan datar dan tanpa memperhitungkan tutupan kanopi. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya infiltrasi aktual pada kejadian longsor Cisarua di Kabupaten Bandung Barat, dengan mempertimbangkan pola curah hujan serta mengoreksi pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng. Data infiltrasi diperoleh dari pengukuran lapangan menggunakan Mini Disk Infiltrometer pada 25 titik, yang digunakan untuk menghitung laju infiltrasi dan konduktivitas hidraulik dengan metode Zhang. Estimasi infiltrasi aktual dilakukan dengan menggunakan model Horton yang dimodifikasi oleh Xue dan Gavin, dengan curah hujan dikoreksi terhadap tutupan kanopi berdasarkan partisi hujan dan kapasitas infiltrasi dikoreksi terhadap kemiringan lereng menggunakan faktor kosinus. Sebaran spasial infiltrasi diperoleh melalui interpolasi Inverse Distance Weighting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infiltrasi aktual pada bagian mahkota longsor hingga saat kejadian diperkirakan sebesar 200,06 mm atau 83,4% dari curah hujan efektif, yang lebih kecil dibandingkan estimasi tanpa koreksi sebesar 230,78 mm. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng menurunkan besarnya air yang benar-benar terinfiltrasi. Nilai infiltrasi antarlokasi bervariasi seiring heterogenitas sifat tanah, meskipun sebagian besar air hujan meresap ke dalam lereng menjelang kejadian. Analisis infiltrasi aktual ini dapat menjadi dasar bagi kajian selanjutnya mengenai proses hidrologi yang mendahului terjadinya longsor.
PEMODELAN ELEMEN HINGGA UNTUK ANALISIS RESPON DINAMIK FONDASI TANGKI MINYAK AKIBAT GEMPA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN INTERAKSI FLUIDA-STRUKTUR-TANAH (FSSI)
Tangki penyimpanan minyak merupakan infrastruktur vital yang harus tetap beroperasi setelah gempa bumi. Pada wilayah pesisir seperti Cilacap, kondisi tanah aluvial jenuh air serta keberadaan fluida di dalam tangki menyebabkan respons fondasi menjadi kompleks. API 650 Annex E masih menggunakan asumsi fixedbase sehingga belum mempertimbangkan interaksi fluida–struktur–tanah (Fluid– Structure–Soil Interaction, FSSI) secara simultan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh FSSI terhadap respons dinamik fondasi tiang, menganalisis potensi likuefaksi, membandingkan respons fondasi pada kondisi statis, Soil– Structure Interaction (SSI), dan FSSI, serta menghasilkan desain fondasi yang memenuhi API 650 dan SNI. Penelitian dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan PLAXIS 3D. Analisis potensi likuefaksi dilakukan menggunakan metode simplified NCEER berbasis data SPT, sedangkan pemodelan FSSI menggunakan pendekatan mekanik ekuivalen Housner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi studi tidak mengalami likuefaksi signifikan dengan nilai maksimum excess pore water pressure ratio (????????) sebesar 0,0565. Dibandingkan SSI, kondisi FSSI meningkatkan gaya geser maksimum pada tiang tepi sekitar 5 kali lipat (353,41 kN menjadi 1766,13 kN) dan momen lentur sekitar 26%. Analisis dinamik juga meningkatkan penurunan fondasi dari 14,89 mm pada
STUDI EKSPERIMENTAL KONVERSI LIMBAH BAN MOTOR MENJADI BAHAN BAKAR CAIR MENGGUNAKAN PROSES PIROLISIS
dilakukan evaluasi mengenai kemandirian energi pada proses pirolisis yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter optimal dari variasi ukuran sampel dan temperatur proses yang digunakan berada pada temperatur 500 °C dengan ukuran sampel 4x4 cm yang menghasilkan produk cair dengan massa tertinggi, yaitu sebesar 47 % dari total massa limbah ban motor. Produk cair yang dihasilkan memiliki nilai kalor sebesar 47,7 MJ/kg, nilai viskositas kinematik sebesar 4,04 cSt yang memenuhi spesifikasi dari bahan bakar diesel, angka setana yang kurang dari 20,6 dan densitas sebesar 923 kg/m3 masih belum memenuhi spesifikasi. Meski demikian, proses pirolisis dengan parameter optimal telah mencapai kemandirian energi dengan kebutuhan energi sebesar 79,3% dari total energi yang dihasilkan pada produk cair. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses pirolisis dapat digunakan sebagai metode pengolahan limbah ban motor sekaligus menjadi sumber energi alternatif, meskipun diperlukan proses lanjutan untuk meningkatkan kualitas dari produk cair agar memenuhi spesifikasi bahan bakar cair yang berlaku.
PERANCANGAN SISTEM REKOMENDASI KECEPATAN UNIT DUMP TRUK TAMBANG HD785-7 BERDASARKAN EVALUASI KETERCAPAIAN TARGET WAKTU TEMPUH DAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR
Operasi hauling merupakan salah satu aktivitas utama dalam pertambangan yang berpengaruh langsung terhadap ketercapaian target produksi dan biaya operasional. Pada site ABC PT X, ketidaktercapaian target produksi sebesar 4,13 juta BCM pada tahun 2025 sebagian besar dipengaruhi oleh ketidaksinkronan cycle time dump truck yang memicu hanging excavator. Di sisi lain, aktivitas hauling menyumbang 87,7% konsumsi bahan bakar alat angkut, sementara perbedaan perilaku mengemudi menyebabkan disparitas konsumsi bahan bakar antar operator. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem rekomendasi kecepatan operasional dump truck untuk mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi operasi hauling. Penelitian terdiri atas dua subtopik. Subtopik pertama mengembangkan model Estimated Time of Arrival (ETA) menggunakan pendekatan base travel time yang dikombinasikan dengan akumulasi berbagai komponen delay untuk memprediksi waktu kedatangan secara real-time. Hasil ETA kemudian dimanfaatkan dalam model rekomendasi kecepatan berbasis pemrograman linear multiobjektif untuk menghasilkan rekomendasi kecepatan setiap segmen agar target waktu tempuh dapat tercapai. Subtopik kedua menganalisis pengaruh kondisi medan dan perilaku mengemudi terhadap konsumsi bahan bakar, membangun model prediksi menggunakan Gradient Boosting Decision Trees (GDBT), serta menentukan rekomendasi kecepatan dan posisi pedal gas menggunakan optimasi Dynamic Programming untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ETA memiliki Mean Absolute Error sebesar 1,85 menit sehingga layak digunakan sebagai dasar evaluasi keterlambatan perjalanan. Model rekomendasi kecepatan berbasis ETA mendukung pencapaian target waktu tempuh dan berpotensi mengurangi potential loss akibat hanging sebesar 523.012 BCM per bulan atau setara Rp14,64 miliar per bulan. Sementara itu, model GBDT berhasil memprediksi konsumsi bahan bakar dengan tingkat akurasi yang baik, dan optimasi menggunakan Dynamic Programming mampu menghasilkan rekomendasi kecepatan yang menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 20,07%, dengan potensi penghematan biaya bahan bakar sebesar Rp358,98-717,97 juta per bulan sesuai tingkat kepatuhan operator.
PERANCANGAN SISTEM REKOMENDASI KECEPATAN UNIT DUMP TRUK TAMBANG HD785-7 BERDASARKAN EVALUASI KETERCAPAIAN TARGET WAKTU TEMPUH DAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR
Operasi hauling merupakan salah satu aktivitas utama dalam pertambangan yang berpengaruh langsung terhadap ketercapaian target produksi dan biaya operasional. Pada site ABC PT X, ketidaktercapaian target produksi sebesar 4,13 juta BCM pada tahun 2025 sebagian besar dipengaruhi oleh ketidaksinkronan cycle time dump truck yang memicu hanging excavator. Di sisi lain, aktivitas hauling menyumbang 87,7% konsumsi bahan bakar alat angkut, sementara perbedaan perilaku mengemudi menyebabkan disparitas konsumsi bahan bakar antar operator. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem rekomendasi kecepatan operasional dump truck untuk mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi operasi hauling. Penelitian terdiri atas dua subtopik. Subtopik pertama mengembangkan model Estimated Time of Arrival (ETA) menggunakan pendekatan base travel time yang dikombinasikan dengan akumulasi berbagai komponen delay untuk memprediksi waktu kedatangan secara real-time. Hasil ETA kemudian dimanfaatkan dalam model rekomendasi kecepatan berbasis pemrograman linear multiobjektif untuk menghasilkan rekomendasi kecepatan setiap segmen agar target waktu tempuh dapat tercapai. Subtopik kedua menganalisis pengaruh kondisi medan dan perilaku mengemudi terhadap konsumsi bahan bakar, membangun model prediksi menggunakan Gradient Boosting Decision Trees (GDBT), serta menentukan rekomendasi kecepatan dan posisi pedal gas menggunakan optimasi Dynamic Programming untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ETA memiliki Mean Absolute Error sebesar 1,85 menit sehingga layak digunakan sebagai dasar evaluasi keterlambatan perjalanan. Model rekomendasi kecepatan berbasis ETA mendukung pencapaian target waktu tempuh dan berpotensi mengurangi potential loss akibat hanging sebesar 523.012 BCM per bulan atau setara Rp14,64 miliar per bulan. Sementara itu, model GBDT berhasil memprediksi konsumsi bahan bakar dengan tingkat akurasi yang baik, dan optimasi menggunakan Dynamic Programming mampu menghasilkan rekomendasi kecepatan yang menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 20,07%, dengan potensi penghematan biaya bahan bakar sebesar Rp358,98-717,97 juta per bulan sesuai tingkat kepatuhan operator.
PENGARUH BIOKATALIS AMPAS TAHU PADA METODE CALCITE PRECIPITATION TERHADAP KARAKTERISTIK PEMADATAN, KUAT GESER, DAN PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF
Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang mudah mengalami perubahan volume akibat variasi kadar air, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan metode stabilisasi tanah yang efektif dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah metode presipitasi kalsit berbasis ampas tahu. Ampas tahu dipilih karena merupakan limbah industri yang ketersediaannya melimpah di Indonesia, mudah diperoleh, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber biokatalis dalam proses hidrolisis urea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stabilisasi presipitasi kalsit menggunakan biokatalis ampas tahu terhadap karakteristik pemadatan, kuat geser, dan pengembangan tanah ekspansif. Sampel tanah ekspansif diuji melalui beberapa pengujian laboratorium, meliputi X-Ray Diffraction (XRD), Methylene Blue Value (MBV), index properties, pH, kompaksi standard proctor, kuat tekan bebas (UCS), serta pengembangan 1 dimensi. Variasi konsentrasi ampas tahu yang digunakan sebesar 20, 40, 60, dan 80 g/L untuk pengujian hidrolisis urea dan presipitasi kalsit. Konsentrasi dengan performa terbaik kemudian digunakan pada pengujian tanah dengan variasi waktu pemeraman 3, 7, dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 60 g/L memberikan performa terbaik dalam proses stabilisasi tanah ekspansif. Pada konsentrasi tersebut, mampu menurunkan OMC hingga 16.66%, meningkatkan MDD hingga 2.32%, meningkatkan UCS hingga 199.16%, menurunkan swelling pressure hingga 82.79%, serta menurunkan free swell hingga 57.67%, Berdasarkan variasi waktu pemeraman, curing 14 hari menghasilkan peningkatan UCS tertinggi, sedangkan curing 7 hari memberikan penurunan swelling paling optimum. Berdasarkan hasil tersebut, metode presipiasi kalsit menggunakan ampas tahu sebagai biokatalis berpotensi digunakan sebagai alternatif stabilisasi tanah ekspansif dengan memanfaatkan limbah organik yang melimpah dan bernilai guna.
ANALISIS PENGARUH DAN KECUKUPAN PARAMETER MATERIAL SERTA DETAILING TERHADAP PERILAKU HUBUNGAN BALOK-KOLOM EKSTERIOR BETON BERTULANG DENGAN TULANGAN BERKEPALA
Penggunaan tulangan berkepala pada tulangan longitudinal balok untuk Hubungan Balok Kolom (HBK), salah satunya untuk HBK Eksterior dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan tulangan akibat pengangkuran kait standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku kekuatan dan daktilitas dari spesimen tinjauan melalui analisis korelasi dan analisis kecukupan. Analisis korelasi meninjau akar kuadrat dari kuat tekan beton (??????????) , tegangan leleh tulangan longitudinal (fy), dan confinement index di HBK yang ditinjau terhadap tegangan geser rata-rata maksimum di HBK (Vj,peak/Aj) dan ultimate drift (drift R80). Analisis kecukupan meninjau panjang penyaluran tulangan berkepala (ldt,prov/ldt,req) untuk ACI 318-14 dan ACI 318-25, rasio selimut bersih tulangan longitudinal (ccb/db), dan rasio luas bersih kepala angkur (Abrg/Ab) dengan batasnya sesuai ACI 318-25 yang ditinjau terhadap kecukupan kapasitas lentur (Mpeak/Mn), kecukupan kapasitas geser (Vj,peak/Vn), dan syarat drift R80 yang sebesar 3.5% berdasarkan ACI 374.1-05. Database penelitian ini disusun dari hasil eksperimental terdahulu terhadap 77 spesimen dari 16 studi yang dipublikasikan di antara tahun 1998–2020. Nilai ????????? ada di 24.3–138.8 MPa, fy sebesar 369.7–1034 MPa, ccb/db sebesar 2.2–9.8, Abrg/Ab sebesar 1.7–13.4, ldt,prov/ldt,req ACI 318-25 sehesar 0.3–1.64, serta distribusi mode kegagalan pada kondisi beam failure, beam-joint failure, dan joint failure secara berturut-turut adalah sebanyak 31, 25, dan 21 spesimen. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa parameter yang memiliki korelasi paling kuat terhadap
RESPONS MUKA AIR TANAH TERHADAP VARIABILITAS CURAH HUJAN: STUDI KASUS DUA SUMUR PANTAU DI CEKUNGAN BANDUNG
Air tanah merupakan sumber daya vital di Cekungan Bandung yang menghadapi tekanan akibat eksploitasi intensif. Pemahaman tentang hubungan antara variabilitas curah hujan dan respons muka air tanah menjadi kunci dalam pengelolaan sumber daya air tanah yang berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis karakteristik respons muka air tanah terhadap curah hujan menggunakan data muka air tanah (MAT) dan curah hujan beresolusi tinggi dari dua sumur pantau (Sumur Ganesha dan Sumur Jatinangor) yang memiliki karakteristik berbeda. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deret waktu yang mencakup fungsi autokorelasi (ACF) untuk waktu memori, fungsi silang-korelasi (CCF) untuk waktu respons, gain function Tukey-Hanning untuk karakteristik transmisi aliran, serta metode Water Table Fluctuation (WTF) untuk estimasi volume dan efisiensi imbuhan. Variabilitas hujan dikuantifikasi menggunakan 17 indeks yang mencakup jumlah hujan, frekuensi, durasi, intensitas, dan distribusi statistik kejadian hujan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sumur Ganesha memiliki waktu memori lebih panjang (42,6 hari) dibandingkan Sumur Jatinangor (30 hari), mencerminkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Waktu respons terhadap hujan berkisar antara 13–29 jam di Ganesha dan 14 jam di Jatinangor. Analisis gain function mengidentifikasi komponen aliran konduit pada periode kurang dari 43–107 jam, aliran rekahan pada periode 43–480 jam, dan aliran difus pada periode lebih panjang. Estimasi WTF menghasilkan total imbuhan sebesar 98–147 mm untuk Ganesha dengan efisiensi 40–53%, dan 678 mm untuk Jatinangor dengan efisiensi 55%. Analisis korelasi Pearson mengungkapkan bahwa efisiensi imbuhan berkorelasi negatif signifikan dengan total curah hujan di kedua lokasi (r = ?0,79 di Ganesha dan r = ?0,78 di Jatinangor), mengkonfirmasi hipotesis bahwa curah hujan lebih besar tidak selalu menghasilkan efisiensi imbuhan lebih tinggi. Indeks variabilitas hujan yang paling berpengaruh adalah frekuensi hari hujan (RD10, RD25) dan kondisi hujan anteseden (ATR), bukan semata-mata total curah hujan bulanan. Hujan intensitas sedang yang terdistribusi merata terbukti lebih efektif menghasilkan imbuhan dibandingkan hujan yang terkonsentrasi dalam kejadian ekstrem.
PERANCANGAN MATERIAL PELAPIS BERBASIS KOMPOSIT SIO?–AL?O?–BN UNTUK PENINGKATAN KINERJA ARUS BOCOR DAN STABILITAS TERMAL ISOLATOR TEGANGAN TINGGI PASANGAN LUAR
Isolator tegangan tinggi pasangan luar rentan mengalami peningkatan arus bocor akibat kontaminasi dan kondisi lingkungan yang dapat mempercepat degradasi material serta menurunkan keandalan sistem tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengkarakterisasi material pelapis RTV SiR berbasis komposit hibrida nAl?O?, nBN, dan nSiO? untuk meningkatkan kinerja isolator tegangan tinggi pasangan luar. Material pelapis difabrikasi dengan komposisi 2 wt% nAl?O? + 1 wt% nBN dan variasi penambahan nSiO? sebesar 2 wt% dan 2,5 wt%. Evaluasi dilakukan melalui pengujian arus bocor pada kondisi kering, kabut bersih, dan kabut garam, baik tanpa maupun dengan polutan, serta karakterisasi termal menggunakan TGA/DTA dan pengukuran konduktivitas termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi RTV SiR + 2 wt% nAl?O? + 1 wt% nBN + 2 wt% nSiO? merupakan komposisi optimum. Pelapis ini mampu menurunkan arus bocor hingga 65,9% dibandingkan isolator tanpa pelapis dan menghasilkan nilai cross product terendah pada sebagian besar kondisi pengujian. Penambahan nSiO? menjadi 2,5 wt% tidak memberikan peningkatan performa yang signifikan akibat kecenderungan aglomerasi nanopartikel. Hasil TGA menunjukkan massa sisa sebesar 34,85%, lebih tinggi dibandingkan material acuan sebesar 31%, sedangkan hasil DTA menunjukkan karakteristik endotermik yang mendukung peningkatan kestabilan termal. Selain itu, konduktivitas termal meningkat dari 0,520 W/mK menjadi 0,749 W/mK atau sekitar 44%. Hasil penelitian membuktikan bahwa kombinasi nAl?O?, nBN, dan nSiO? mampu meningkatkan kinerja listrik dan termal pelapis RTV SiR untuk aplikasi isolator pasangan luar tegangan tinggi.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN LOGISTIK BERBASIS DJANGO DENGAN PELACAKAN GNSS REAL-TIME DAN PEMBUATAN SHIPPING INSTRUCTION OTOMATIS
Industri logistik kargo berperan penting dalam perdagangan global, di mana efisiensi operasional dan visibilitas pengiriman menjadi faktor utama kualitas layanan. Namun, operasi logistik masih menghadapi tantangan berupa kurangnya pemantauan pengiriman secara real-time serta proses pembuatan dokumen Shipping Instruction (SI) yang masih manual, sehingga meningkatkan ketidakpastian operasional dan risiko human error. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi manajemen logistik berbasis web yang mengintegrasikan sistem pelacakan real-time dan generator dokumen SI otomatis. Sistem dikembangkan menggunakan framework Django pada backend dan Vue.js pada frontend untuk antarmuka yang responsif. Subsistem pelacakan memanfaatkan perangkat berbasis GNSS yang terhubung dengan mikrokontroler Arduino Uno untuk memperoleh data lokasi, yang kemudian divisualisasikan melalui peta interaktif berbasis Leaflet. Sementara itu, subsistem generator otomatis mengubah data pengiriman menjadi dokumen PDF siap ekspor menggunakan ReportLab. Evaluasi sistem dilakukan melalui pengujian fungsional dan performa untuk mengukur waktu respons, latensi, serta stabilitas di bawah akses pengguna simultan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi mampu menangani beberapa jalur pelacakan secara bersamaan dengan latensi yang aman serta performa pembuatan dokumen yang cepat. Sistem yang diusulkan terbukti mampu mengurangi beban administrasi manual, meminimalkan kesalahan dokumen, serta meningkatkan transparansi pemantauan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional perusahaan logistik.
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KLINIS BERBASIS AI UNTUK PREDIKSI INTERAKSI OBAT DARI KELUHAN PASIEN BERBAHASA INDONESIA
Interaksi obat merupakan salah satu penyebab utama efek samping yang tidak diinginkan dalam praktik klinis. Di Indonesia, tenaga kesehatan masih menghadapi keterbatasan sistem pendukung keputusan klinis (Clinical Decision Support System/CDSS) yang mampu memproses keluhan pasien berbahasa Indonesia secara otomatis. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem CDSS hibrida yang mengintegrasikan tiga modul utama, yaitu: (1) modul Named Entity Recognition (NER) berbasis IndoBERT dengan Conditional Random Field (CRF) untuk mengekstraksi entitas medis dari teks keluhan pasien berbahasa Indonesia, (2) modul prediksi Drug-Drug Interaction (DDI) berbasis arsitektur Multi-type Feature Fusion Graph Neural Network (MFFGNN) yang menggabungkan representasi SMILES melalui Bi-GRU, graf molekul melalui GIN, dan graf interaksi melalui Fusion GCN, serta (3) modul Retrieval-Augmented Generation (RAG) menggunakan FAISS dan Gemini 2.5 Flash/Flash-Lite untuk menghasilkan laporan klinis yang informatif dan transparan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa modul NER mencapai rata-rata F1-score sebesar 0,9961 pada validasi silang 5-fold. Modul DDI memperoleh ROC-AUC sebesar 0,9539 pada dataset ChCh-Miner. Pada modul RAG, penggunaan basis pengetahuan berisi 592.122 dokumen berhasil menurunkan tingkat halusinasi konten dari 16,9% pada mode tanpa RAG menjadi 9,6% pada mode dengan RAG, atau mengalami reduksi sebesar 42,9%. Selain itu, sistem menghasilkan 365 sitasi sumber pada 78 dari 83 kasus end-to-end (94,0%), sedangkan mode tanpa RAG tidak menghasilkan sitasi sama sekali. Seluruh kebutuhan fungsional (F01–F04) berhasil dipenuhi. Dukungan terhadap 130 alias obat menghasilkan keandalan prediksi DDI sebesar 81,2% pada 96 pasangan obat dari 83 kasus uji. Pasangan obat yang tidak tersedia pada basis data ChCh-Miner ditangani secara konservatif melalui mekanisme abstain. Dari sisi non-fungsional, sistem mencapai rata-rata waktu respons sebesar 6,2 detik dan memenuhi target operasional di bawah 10 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hibrida NER-DDI-RAG memiliki potensi sebagai CDSS yang mampu memproses keluhan pasien berbahasa Indonesia untuk menghasilkan prediksi interaksi obat beserta laporan klinis pendukung secara otomatis, baik bagi tenaga kesehatan maupun pasien.
EVALUASI PENERAPAN BIM 4D PADA PROYEK GEDUNG DAN POTENSI AUTOMASI TERHADAP PENJADWALAN BERDASARKAN PERSEPSI PRAKTISI KONTRAKTOR
Keterlambatan proyek konstruksi masih menjadi masalah kronis di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh keterbatasan metode penjadwalan konvensional yang tidak mampu mendeteksi konflik ruang dan waktu antar elemen pekerjaan secara visual. Di sisi lain, kajian mengenai penerapan BIM 4D sebagai instrumen penjadwalan konstruksi di Indonesia, beserta potensi automasinya, masih terbatas, padahal pemerintah telah mewajibkan penggunaan BIM pada proyek gedung berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan BIM 4D pada proyek gedung serta mengidentifikasi tingkat potensi penerapan automasi penjadwalan konstruksi berdasarkan persepsi praktisi kontraktor. Simulasi BIM 4D dibangun menggunakan Autodesk Revit dan Navisworks Manage pada sebuah proyek gedung sebagai objek simulasi, kemudian dievaluasi oleh praktisi kontraktor berpengalaman melalui kuesioner dan wawancara. Efektivitas simulasi dinilai menggunakan metode Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART), sedangkan potensi automasi penjadwalan pada beberapa skenario teknologi dianalisis menggunakan metode Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM 4D dinilai efektif oleh para praktisi, terutama sebagai media komunikasi lintas disiplin dan alat deteksi dini konflik pekerjaan, meskipun kemampuannya mendeteksi keterlambatan secara real-time masih terbatas karena pembaruan model yang belum dilakukan secara rutin. Penelitian ini juga menemukan bahwa persepsi praktisi yang berpengalaman dan yang minim pengalaman menggunakan software BIM 4D menunjukkan kecenderungan berbeda, di mana kelompok berpengalaman lebih menuntut akurasi teknis sementara kelompok minim pengalaman lebih menitikberatkan pada kemudahan visualisasi. Pada aspek automasi, skenario Multi-Objective Visualization diidentifikasi sebagai yang paling berpotensi diterapkan karena kemudahan penerapannya, meski dengan hambatan utama berupa keterbatasan data historis, biaya implementasi, dan kesiapan budaya industri konstruksi, bukan pada kesiapan teknologinya.
LSTM DENGAN ATTENTION MECHANISM UNTUK MODEL PREDIKSI BANJIR SERTA PENCARIAN REKOMENDASI TITIK LOKASI EVAKUASI MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY DIJKSTRA
Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia dan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta infrastruktur, terutama di wilayah metropolitan seperti Jakarta. Tingginya intensitas curah hujan, perubahan tata guna lahan, serta pengaruh pasang air laut menyebabkan peningkatan risiko banjir yang memerlukan sistem peringatan dini yang akurat dan adaptif. Model deep learning berbasis Long Short-Term Memory (LSTM) telah banyak digunakan dalam prediksi deret waktu hidrologi karena kemampuannya dalam mempelajari ketergantungan jangka panjang. Namun, model LSTM masih memiliki keterbatasan dalam mengidentifikasi informasi temporal yang paling relevan terhadap perubahan tinggi muka air. Penelitian ini mengusulkan integrasi Attention Mechanism ke dalam arsitektur LSTM (LSTM-Attention) untuk meningkatkan akurasi prediksi Tinggi Muka Air (TMA) serta mendukung sistem mitigasi banjir yang lebih komprehensif. Metodologi penelitian mengikuti kerangka Cross Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) yang meliputi pemahaman bisnis, eksplorasi data, pra-pemrosesan, pemodelan, evaluasi, dan implementasi. Data yang digunakan berupa deret waktu tinggi muka air yang diperkaya dengan variabel meteorologi, yaitu curah hujan, suhu, kelembapan, tekanan udara, dan kecepatan angin. Tahap pra-pemrosesan mencakup pembersihan data, penanganan nilai hilang, normalisasi, dan transformasi data ke dalam format supervised time-series. Kinerja model dievaluasi menggunakan metrik Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Symmetric Mean Absolute Percentage Error (sMAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model LSTM-Attention mampu meningkatkan performa prediksi dibandingkan model LSTM standar. Model terbaik menghasilkan nilai MAE sebesar 0,0112, RMSE sebesar 0,0340, dan sMAPE sebesar 7,8491%, yang menunjukkan tingkat akurasi prediksi sebesar 92,15%. Mekanisme attention terbukti mampu memberikan bobot yang lebih besar pada informasi temporal yang relevan sehingga menghasilkan prediksi yang lebih akurat dan stabil. Selain modul prediksi, penelitian ini mengembangkan sistem rekomendasi titik evakuasi menggunakan algoritma Fuzzy Dijkstra yang memodelkan bobot ruas jalan menggunakan trapezoidal fuzzy number dan mengonversinya menjadi nilai crisp untuk menentukan jalur terpendek menuju lokasi aman. Integrasi kedua modul menghasilkan sistem mitigasi banjir terintegrasi yang tidak hanya mampu memprediksi tinggi muka air secara akurat, tetapi juga menyediakan rekomendasi titik dan rute evakuasi adaptif berbasis risiko guna mendukung pengambilan keputusan dalam penanggulangan bencana banjir.