📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 172 dokumen

FORMULASI STRATEGI PEMASARAN PADA BISNIS FURNITURE STUDI KASUS EMBET FURNITURE LTD.

Embet Furniture Ltd. adalah perusahaan furnitur asal Indonesia yang menyediakan produk furnitur kayu jati berkualitas tinggi melalui jalur penjualan ritel maupun online, Embet Furniture Ltd. didirikan pada tahun 2000 dan telah berkembang dengan menawarkan berbagai produk furnitur, meliputi produk standar sesuai katalog (dari kayu jati dan kayu solid lainnya), furnitur kustom (menggunakan material kayu solid, multiplex HPL, dan baja), serta layanan perbaikan furnitur, setelah beroperasi selama bertahun-tahun, Embet Furniture Ltd. telah bekerja sama dengan beberapa klien ternama, seperti hotel butik, arsitek, dan firma desain interior, namun perusahaan menghadapi tantangan dalam performa penjualan yang cenderung tidak mencapai target, terutama akibat meningkatnya persaingan dari produk impor dan strategi pemasaran digital yang belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi terkini Embet Furniture Ltd., mengevaluasi model bisnis yang saat ini diterapkan, serta merumuskan strategi pemasaran baru untuk implementasi di masa depan, penelitian ini menggunakan metode analisis eksternal seperti analisis PESTEL, analisis pesaing melalui Porter’s 5 Forces, dan analisis persepsi pelanggan, secara internal, penelitian ini menerapkan analisis STP, analisis IRO, Business Model Canvas, serta evaluasi Marketing Mix, hasil dari analisis tersebut digunakan untuk menilai model bisnis yang ada dan mengembangkannya kembali dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perusahaan, strategi pemasaran baru kemudian diusulkan untuk meningkatkan brand awareness, memperbaiki performa penjualan, serta memperluas segmen pasar B2C dan B2B melalui inisiatif pemasaran digital yang lebih efektif untuk mendorong peningkatan pendapatan, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Embet Furniture Ltd. maupun perusahaan lain di industri furnitur, khususnya yang bergerak di bidang ritel dan furnitur kustom, guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Muhammad Haikal Mahdi
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Analisis Swot Perusahaan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN NIAT KUNJUNGAN KEMBALI PELANGGAN : STUDI KASUS KEDAI MALABAR

Pendapatan Kedai Malabar di Cabang 1 dan 2, Jakarta Timur pada tahun 2024 mengalami penunuran dibandingkan tahun 2023. Penurunan sebesar 5% dari pendapatan tahun sebelumnya. Menurunnya pendapatan Kedai Malabar diprediksi karena munculnya kafe dengan konsep yang sama dilokasi dekat Kedai Malabar.Penurunan revisit Intention Kedai Malabar diasumsikan akibat dari muncul nya pesaing tersebut. Meningkatkan tingkat kunjungan ulang menjadi usaha Kedai Malabar meningkatkan revenue. Temuan dari penelitian ini digunakan untuk mengetahui internal dan eksternal faktor yang menentukan strategi untuk meningkatkan tingkat kunjungan ulang. Analisis internal mengungkapkan beberapa faktor yang mendukung didirikanya strategi marketing untuk revisit Intention menggunakan buaran pemasaran 7P, menunjukkan variable produk, tempat, harga, promosi, tampilan fisik, karyawan, dan proses dapat meningkatkan niat kunjungan ulang pelanggan melalui kepuasan pelanggan sebagai variable mediasi. Kedai Malabar memiliki berbagai sumber daya yang dapat menunjang keberhasilan bisnis kafe, antara lain sumber daya keuangan, transportasi dan aset lain yang dimiliki, latar belakang pendidikan dan pengalaman pemilik, citra merek bisnis grosir, dan hubungan positif bisnis dengan pemasok, pelanggan, dan intansi pemerintah. Analisis eksternal mengidentifikasi beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan Kedai Malabar untuk meningkatkan retensi kunjungan ulang, seperti faktor digital yangsudah diterapkan oleh pesaing. Kehadiran pesaing menjadi bukti berkembangnya industri cafe mengikuti perkembangan teknologi dan keinginan pasar. Proses validasi analisis pelanggan menghasilkan tujuh penerimaan hipotesis dan satu penolakan hipotesis. Dengan menggunakan analisis SEM-PLS pada data survei temuan menunjukkan enam faktor buaran pemasaran yaitu, produk, tempat, promosi, tampilan fisik, karyawan, dan harga berpengaruh signifikan terhadap kunjungan ulang pelanggan. Kedai Malabar dapat melakukan perbaikan terhadap elemen dengan performa dibawah ekspektasi pelanggan serta melakukan perubahan strategi bisnis kearah digital.

2025
👤 Penulis: Rahmadila Alif Madia Putri
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Pemilihan Strategi

USULAN STRATEGI PEMASARAN BAGI APOTEK MULYANI UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI PASAR YANG KOMPETITIF

Peningkatan kompetisi pada industri ritel farmasi telah menyebabkan dampak peningkatan persaingan yang semakin ketat seiiring berjalannya waktu. Apotek Mulyani yang merupakan apotek lokal di Depok, menghadapi masalah yang sama dengan ditandai dengan terjadi stagnansi serta penurunan penjualan. Dalam mengatasi masalah tersebut, Apotek memerlukan strategi marketing yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi yang tepat dengan melakukan analisis internal (STP, bauran pemasaran 7Ps, VRIO, dan rantai nilai) dan analisis eksternal (PESTEL, lima kekuatan porter, pelanggan, dan pesaing). Pendekatan metode gabungan digunakan pada studi ini dengan melibatkan kuesioner yang disebar kepada 74 responden untuk mendapatkan prefensi pelanggan dan wawancara untuk mendapatkan perspektif internal. Model SERVQUAL dan analisis klaster digunakan untuk mengidentifikasi gap pada kualitas layanan dan segmen pelanggan Apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Apotek Mulyani memiliki beberapa keunggulan kompetitif seperti lokasi strategis, layanan pegawai yang ramah, dan kelengkapan produk, namun masih diperlukan beberapa perbaikan dalam kualitas layanan yang diberikan. Untuk itu, strategi pemasaran melalui STP dan bauran pemasaran 7Ps diusulkan untuk Apotek Mulyani. Strategi pemasaran dan rencana implementasi difokuskan pada peningkatan beberapa aspek termasuk peningkatan kegiatan promosi, perluasan akses digital, dan peningkatan pengalaman layanan pada pelanggan. Pada akhirnya, inisitiatif ini dapat meningkatkan pertumbuhan penjualan dan memperkuat posisi Apotek Mulyani di pasar yang semakin kompetitif.

2025
👤 Penulis: Dwi Asih Kurniati
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Swot

ANALISIS DAMPAK ADAPTASI AKSI LANGSUNG TERHADAP KEPUTUSAN MENONTON PEMIRSA PADA ANIME ONE PIECE

Penelitian ini mengkaji paradoks dari franchise media yang telah berjalan lama, dengan menganalisis bagaimana adaptasi live-action One Piece mengatasi “episode anxiety”, hambatan psikologis yang disebabkan oleh jumlah episode anime yang melebihi 1.000, dapat memengaruhi keputusan penonton Indonesia menonton seri aslinya. Desain kuantitatif eksplanatori digunakan, dengan data dari 138 responden Indonesia dianalisis melalui PLS-SEM untuk menguji 13 hipotesis yang mengintegrasikan Teori Konfirmasi Harapan dan Teori Kognitif Sosial. Temuan menunjukkan bahwa kepuasan penonton merupakan prasyarat dasar, yang secara signifikan meningkatkan kualitas yang dirasakan, keterlibatan emosional, dan pengaruh sosial. Secara kritis, rasa ingin tahu naratif muncul sebagai prediktor langsung terkuat dalam intensi menonton, suatu kondisi yang tidak dipicu oleh kualitas yang dirasakan tetapi dimediasi oleh keterlibatan emosional dan pengaruh sosial. Bukti perilaku mengonfirmasi dampak langsung adaptasi, dengan 68,8% responden mulai menonton anime dalam satu minggu. Secara teoritis, studi ini mengembangkan teori konsumsi media dengan memvalidasi rasa ingin tahu naratif sebagai mekanisme inti dalam mengatasi hambatan terhadap konten berdurasi panjang. Secara praktis dan strategis, studi ini menyediakan kerangka kerja yang dapat direplikasi untuk manajemen waralaba korporat, menunjukkan bagaimana adaptasi dapat berfungsi sebagai aset bernilai tinggi untuk revitalisasi IP dan menawarkan wawasan berbasis data untuk pemasaran tertarget, guna menciptakan siklus konten sinergis yang meningkatkan nilai ekosistem jangka panjang.

2025
👤 Penulis: Cynthia Bonita
🏷️ Anime One Piece 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PERAN TRACEABILITY DALAM MENJAMIN KEAMANAN PANGAN DI RANTAI PASOKAN UNGGAS INDONESIA (STUDI KASUS: PT WIDODO MAKMUR UNGGAS)

Unggas merupakan sumber protein bagi dunia dan Indonesia merupakan konsumen produk unggas terbanyak dan salah satu bahan baku yang perlu dijaga kestabilannya dalam ketahanan pangan nasional. Keamanan pangan dan ketertelusuran dalam rantai pasok produk unggas membantu menjaga produk tetap aman dan berkualitas baik dari peternakan hingga konsumen dengan menelusuri setiap alur dalam proses produksi hingga eceran. Karena banyaknya peternak unggas kecil dan menengah yang membuat sulitnya standarisasi dan infrastruktur teknologi serta deteksi kontaminasi insiden keamanan pangan. PT Widodo Makmur Unggas Tbk (PT WMUU), perusahaan unggas terkemuka, menghadapi masalah ini dengan bergantung pada sistem berbasis kertas dan entri data manual yang menyebabkan ketidakakuratan dan inefisiensi Penelitian ini memfokuskan pada PT WMUU sebagai studi kasus untuk menilai praktik ketertelusuran saat ini dan mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi seperti IoT, RFID, dan blockchain dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan pelacakan secara langsung, meminimalkan kesalahan manusia, meningkatkan keamanan keseluruhan produk unggas, yang juga berpotensi untuk meningkatnya kepuasan konsumen dan keunggulan daya saing. Dengan menggunakan sistem keterlacakan berbasis cloud yang menggunakan kode QR dan pita kaki plastik pada unggas, penelitian ini menyarankan penerapan teknologi baru di PT WMUU. Metode ini akan memungkinkan PT WMUU untuk memulai dan menangani masalah yang mungkin dihadapinya saat mengadopsi teknologi ini, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan tenaga kerja, dan biaya transisi dan membuat rantai pasokan unggas yang lebih andal dan berkelanjutan dengan menggunakan teknologi ini di PT Widodo Makmur Unggas untuk meningkatkan keamanan pangan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memenuhi permintaan konsumen untuk transparansi dalam jangka panjang juga untuk mengatasi sistem manual perusahaan saat ini.

2025
👤 Penulis: Arafah Dira Prameswari Basri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Hidrologi

PUSAT AKTIVITAS KOMUNITAS NELAYAN MUARA ANGKE

Muara Angke, Jakarta Utara merupakan pusat perikanan terbesar di Jakarta sejak 1977, kawasan ini menjadi tempat tinggal nelayan-nelayan yang sangat bergantung pada sektor perikanan. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Muara Angke adalah nelayan kecil dengan pendapatan rendah Rp80.000 – Rp100.000 per hari per keluarga, membuat mereka rentan secara ekonomi. Kawasan ini juga memiliki potensi wisata bahari, seperti keberadaan Pelabuhan Kali Adem yang mendukung wisata Kepulauan Seribu dan kawasan mangrove yang dilestarikan oleh Komunitas Mangrove Muara Angke (KOMMA). Namun, pengembangan wisata di Muara Angke masih terhambat oleh isu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Proyek ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas nelayan Muara Angke melalui pengembangan wisata. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat tiga persoalan perancangan yang perlu direspons, yaitu menciptakan suasana tempat yang dapat meningkatkan pengalaman wisatawan untuk menciptakan keterikatan emosional (sense of place), ruang inklusif yang mendukung pemberdayaan komunitas nelayan untuk memperkuat rasa memiliki (sense of belonging), dan strategi arsitektur yang responsif terhadap tantangan kawasan pesisir. Dalam menciptakan sense of place dan sense of belonging terdapat empat kriteria utama yang digunakan (PPS, 2018), acces and linkages, comfort & images, uses and activites, dan sociability. Sedangkan, strategi yang digunakan untuk merespon kondisi pesisir adalah elevasi, drainase, material, orientasi bangunan, ventilasi, penataan dan jenis vegetasi, dan pengendalian matahari

2025
👤 Penulis: Marceline Claudya Teguh
🏷️ Komunitas Nelayan 🏷️ Pengembangan Wisata 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PENGARUH BELANJA DAERAH TERHADAP KEMANTAPAN JALAN KABUPATEN DAN KOTA DI INDONESIA SERTA KAITANNYA DENGAN KINERJA EKONOMI DAERAH

Belanja pemerintah pada infrastruktur publik bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Salah satu infrastruktur yang berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi menurut penelitian David Alan Aschauer pada tahun 1989 adalah infrastruktur jalan. Di Indonesia, 82% jalan merupakan jalan kewenangan kabupaten dan kota pada tahun 2023. Akan tetapi, hanya 59% jalan kabupaten dan kota yang memiliki kualitas jalan baik dan sedang atau disebut jalan mantap. Kesenjangan kemantapan jalan juga terjadi di Indonesia dikarenakan kabupaten dan kota di Pulau Jawa-Bali memiliki persentase kemantapan jalan yang tinggi jika dibandingkan dengan pulau lainnya. Kemudian, laju pertumbuhan panjang jalan mantap juga di bawah laju pertumbuhan kendaraan dan PDRB. Karenanya penelitian mengenai hubungan kausalitas antara belanja daerah terhadap kemantapan jalan perlu dilakukan mengingat minimnya studi pada topik ini. Adapun kompleksitas hubungan antara infrastruktur jalan dengan ekonomi wilayah perlu diidentifikasi polanya melalui data yang lebih spesifik seperti kemantapan jalan. Hasilnya adalah terdapat hubungan kausalitas antara belanja daerah dengan proksi persentase belanja modal fungsi perumahan dan fasilitas umum yang berpengaruh positif terhadap panjang jalan mantap. Sehingga jika pemerintah daerah kabupaten dan kota meningkatkan alokasi belanja modal fungsi perumahan dan fasilitas umum, maka panjang jalan mantap pada satu tahun berikutnya akan bertambah. Kemudian, hasil identifikasi pola hubungan kemantapan jalan dengan kinerja ekonomi daerah menunjukkan bahwa kabupaten dan kota di Pulau Bali, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara cenderung memiliki pola jika kemantapan tinggi maka kinerja ekonomi juga tinggi serta sebaliknya. Akan tetapi, Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan memiliki pola yang cenderung variatif yang menandakan kompleksitas hubungan antara infrastruktur jalan dengan ekonomi.

2025
👤 Penulis: Muhammad Farhan Adam
🏷️ Kepemimpinan Publik 🏷️ Analisis Hidrologi Ekonomi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

ANALISIS SPATIAL SPILLOVER: DAMPAK EKSPANSI INDUSTRI NIKEL TERHADAP PEMBANGUNAN WILAYAH DI SULAWESI TENGGARA

Kebijakan hilirisasi yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia telah mendorong ekspansi industri nikel secara masif, khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun demikian, ekspansi industri nikel dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko ancaman resource curse yang akan menghambat pembangunan wilayah di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekspansi industri nikel terhadap pembangunan wilayah di Sulawesi Tenggara dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui model ekonometrika spasial. Pendekatan ini digunakan untuk mengungkapkan pola spasial serta efek lintas wilayah (interregional spillover) dari sektor pertambangan dan industri pengolahan nikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi sektor industri pengolahan berkontribusi positif dan memiliki efek limpahan terhadap pembangunan wilayah sebesar 7%. Sebaliknya, sektor pertambangan menunjukkan efek limpahan negative sebesar -25% terhadap pertumbuhan ekonomi antarwilayah, yang mengindikasikan terdapat risiko resource curse di wilayah Sulawesi Tenggara akibat sektor pertambangan.

2025
👤 Penulis: Faradilla Ardia Putri
🏷️ Analisis Spillover 🏷️ Pertambangan Dan Industri Pengolahan Nikel 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

DESIGN AND PROTOTYPING OF A WHEELED MICRO-QUADROTOR FOR CONFINED-SPACE INSPECTION

The development of drone technology in recent years has seen widespread adoption in both commercial and governmental sectors, supporting operations in firefighting, agriculture, climate monitoring, and infrastructure surveillance. This growth has driven advancements in onboard sensors, positioning drones as valuable tools for building inspection, especially through Non- Destructive Testing (NDT) methods such as General Visual Inspection (GVI). However, traditional GVI often faces challenges in confined or elevated environments, where cranes or scaffolding increase cost and risk. Drones offer a safer and more efficient alternative, yet most current systems are designed for outdoor use and perform poorly in confined spaces due to exposed propellers, GNSS reliance, and bulkiness. This research focuses on the deisgn and prototyping of Zeke03, a novel wheeled quadrotor drone engineered specifically for confined-space indoor inspection in GPS-denied environments. A comprehensive Concept of Operations (ConOps) and Design Requirements and Objectives (DRO) were established to support flight and crawling inspection tasks. Zeke03 features a sub-2 kg frame, HD camera on gimbal, passive wheels, and at least 5 minutes of untethered flight time. The quadrotor was bench marked towards the Flyability Elios 3. The prototype was fabricated using 3D printing, CNC milling, and laser cutting, followed by detailed surface finishing. Laboratory tests confirmed proper system integration and provided moment of inertia data for both wheeled and wheel-less modes, enabling precise PID tuning. Zeke03 achieved stable flight in proofof- concept tests conducted in three relevant environments and successfully met the 5-minute flight endurance target. Crawling functionality significantly extended operational duration, particularly during horizontal inspection. However, vertical crawling proved more power-intensive and reduced endurance, suggesting the need for a higher thrust-to-weight ratio and larger propellers. The onboard camera captured usable inspection data and supported 2D/3D photogrammetry, although motion blur from continuous video recording indicated the need for still-image capture functionality. Tests also revealed vulnerability to gusts and backdrafts near walls, underlining the potential benefit of SLAM-based localization to support stability and precise hovering. This research confirms the feasibility of a wheeled quadrotor for confined-space inspection and highlights pathways for optimization in thrust efficiency, autonomy, and environmental robustness.

2025
👤 Penulis: Zeke Denver Woutersz De Zilva
🏷️ Teknologi Drone 🏷️ Inspeksi Ruang Terbatas 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PENGELOLAAN INVENTORI OLEH VENDOR UNTUK RANTAI PASOKAN STRATEGIS PADA BAHAN PELEDAK DI OPERASI PERTAMBANGAN BATU BARA

Penelitian ini mengamati Rantai Pasokan (SC) Amonium nitrat (AN), bahan peledak bernilai tinggi dan kritikal, penting untuk operasi pertambangan batu bara, yang saat ini mengalami gangguan karena fluktuasi permintaan batu bara global dan domestik, yang berdampak pada produksi dan volatilitas permintaan AN. Proses yang panjang, kompleks, ketergantungan kepada supplier, tidak terintegrasi, ditambah dengan kondisi dan regulasi pertambangan yang ketat, menyebabkan waktu pengadaan lama dan biaya inventaris yang tinggi. Penelitian ini menggunakan Kepner-Tregoe Analysis (KTA), Business Process Engineering (BPE), Business Process Model and Notation (BPMN), Vendor Managed Inventory (VMI), dan Economic Order Quantity (EOQ), untuk menilai situasi SC yang kompleks, mengevaluasi proses bisnis, membangun model manajemen inventaris yang efektif dan efisien, serta melakukan analisa biaya. Desain VMI diharapkan memperbaiki proses SC dengan pembagian tanggung jawab: operasional harian pengadaan dan inventory dikelola vendor, sementara perusahaan lebih kepada fungsi kontrol. Ini juga meminimalkan waktu pengiriman yang sulit diprediksi, mengatasi kekurangan stok melalui optimasi stok oleh vendor, menjaga stabilitas naik dan turun harga melalui kerjasama jangka panjang, perbaikan arus kas dengan mekanisme penagihan bulanan, dan rekonsiliasi berbasis penggunaan, serta pengurangan signifikan dalam biaya pemesanan dan penyimpanan inventaris. Pada akhirnya penelitian ini memberikan keuntungan kepada Perusahaan, vendor dan panduan bagi praktisi SC untuk membangun manajmene SC yang strategis melalui implementasi VMI.

2025
👤 Penulis: Sadarmadi Sapardiman
🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Hidrologi Pertambangan 🏷️ Kepner-Tregoe Analysis

ANALISIS CFD DISTRIBUSI PM2.5 HASIL PEMBAKARAN BIOFUEL KAYU DALAM RUANGAN RUMAH TANGGA TERTUTUP

In 2007, the Indonesian government launched a major kerosene-to-Liquefied Petroleum Gas (LPG) conversion program, aiming to provide a cleaner fuel alternative for its citizens. Despite this effort, many households in suburban and rural areas continue to rely on wood as cooking fuel due to its accessibility and cultural preferences. The combustion of wood emits various air pollutants, including particulate matter (PM), which can disperse in the indoor environment and be inhaled by the occupants. Prolonged exposure to fine particulate matter (PM2.5) poses significant health risks, including acute respiratory infection (ARI), chronic obstructive pulmonary disease (COPD) and lung cancer – especially among the vulnerable populations who typically spend more time indoors, such as women, children and the elderly. Understanding the behaviour of indoor air pollutants is therefore critical for mitigation and exposure risk reduction. This study investigates the distribution of PM2.5 in several indoor household environments resulting from wood stove combustion using computational fluid dynamics (CFD) simulations. A steady-state simulation coupled with an unsteady discrete phase model (DPM) was conducted in ANSYS Fluent software to evaluate PM2.5 dispersion in two households located in Suntenjaya Village in West Java. The simulations revealed average PM2.5 concentrations of 2.81?g/m3 and 3.73 ?g/m3 after a 30-minute emission period. However, certain localized zones within the domain showed concentrations approaching the national air quality limit. Further simulations incorporating the effect of passive natural ventilation showed concentration reductions of 27.29% and 19.93%, highlighting the viability of utilizing passive ventilation strategies in improving indoor air quality.

2025
👤 Penulis: Raffee Fakih Gyasi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi Lingkungan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PEMANFAATAN TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK MENGATASI TANTANGAN KOMPETITIF BAGI PENDATANG BARU: PENDEKATAN STRATEGIS UNTUK BANK DIGITAL UMKM (STUDI KASUS: HARAPAN BANK)

Studi ini tentang upaya Bank Harapan dalam bertransformasi menjadi bank digital. Penelitian ini berfokus pada masalah operaional yang tidak efisien, jumlah produk digital yang terbatas, dan tantangan kompetitif di sektor keuangan Indonesia yang terus berkembang. Penelitian ini menemukan bahwa proses yang ketinggalan zaman bersama dengan inovasi produk yang minim merupakan hambatan utama yang mencegah pertumbuhan digital di Harapan Bank dan mengurangi daya tariknya terhadap pasar UMKM. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengumpulkan data survei kuantitatif dari para pemangku kepentingan UMKM dan melakukan wawancara kualitatif dengan para pemimpin untuk menemukan inefisiensi operasional dan kurangnya produk digital sebagai hambatan kompetitif utama. UMKM memutuskan untuk mengadopsi teknologi dengan mengevaluasi kegunaannya melalui kecepatan administratif dan perolehan wawasan komersial sedangkan kemudahan adopsi terutama berkaitan dengan pengalaman pengguna selama proses onboarding versus format antarmuka menurut Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini mempertahankan prinsip-prinsip TAM dan mengungkapkan bagaimana fitur operasional sistem menentukan pilihan adopsi pengguna melalui kemampuan organisasi yang menghubungkan variabel psikologis dengan kebutuhan operasional. Penelitian menunjukkan bahwa UMKM menghargai akses akun yang mudah bersama dengan transaksi cepat dan sumber daya pembiayaan pendidikan sementara perbankan seluler berfungsi sebagai pilihan utama mereka. Kerangka Transformasi Digital MIT berfungsi sebagai dasar untuk desain transformasi digital strategis yang direkomendasikan yang menggabungkan otomatisasi titik akhir dengan peningkatan infrastruktur di samping layanan personalisasi yang digerakkan oleh AI dan pendekatan layanan hibrida serta inisiatif pengembangan budaya. Rekomendasi tersebut berfungsi sebagai metode yang dapat ditindaklanjuti yang dapat digunakan Harapan Bank untuk peningkatan operasional dan inovasi produk digital dalam upayanya untuk memantapkan diri sebagai bank digital yang tangguh bagi UMKM.

2025
👤 Penulis: Tri Kurniawan Latif
🏷️ Transformasi Digital 🏷️ Bank Digital Ukm 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PENGEMBANGAN DESAIN FITTING MENGGUNAKAN PENCETAKAN 3D UNTUK FURNITUR KARDUS MODULAR

Furnitur kardus modular semakin populer sebagai solusi praktis, ekonomis, dan efisien untuk penggunaan sementara. Namun, furnitur kardus modular yang tersedia saat ini umumnya hanya mengandalkan sistem tumpuk tanpa mekanisme penguncian yang kuat, sehingga kurang stabil dalam berbagai konfigurasi. Fitting sebagai komponen penghubung berperan krusial dalam menunjang sambungan antar modul furnitur kardus. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan fitting berbasis pencetakan 3D yang dapat mengoptimalkan modularitas dan stabilitas furnitur kardus. Dalam penelitian ini, material kardus single-wall flute C digunakan untuk mengembangkan modul rak kardus berbentuk kubus dengan dimensi 35 × 35 × 35 cm, di mana setiap sudut modul diberikan lubang sebagai titik pemasangan fitting. Pengujian kekuatan struktural menunjukkan bahwa modul mampu menahan beban hingga 18 kg sebelum mengalami tekukan pada bidang yang menerima tekanan. Pengembangan fitting dilakukan menggunakan teknologi pencetakan 3D metode Fused Deposition Modeling (FDM) dengan mesin MakerBot Replicator 2 dan filamen PLA MakerBot. Metode Finite Element Analysis (FEA) digunakan untuk menganalisis kekuatan struktural fitting, menunjukkan bahwa ultimate tensile strength sebesar 62 MPa tercapai pada gaya tarik 46 N. Pengembangan desain fitting menghasilkan 17 varian, yang terdiri dari modul sambungan tepi dan sambungan sudut, dengan konfigurasi yang beragam. Dengan adanya fitting ini, konfigurasi furnitur kardus menjadi lebih fleksibel, stabil, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem sambungan berbasis pencetakan 3D untuk furnitur kardus, yang lebih optimal dibandingkan metode konvensional.

2025
👤 Penulis: Abdul Gafur Maulana Achmad
🏷️ Desain Produk 🏷️ Pencetakan 3D 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK LOKASI PENJUALAN DURIAN YANG OPTIMAL DAN STRATEGI INTEGRASI KE DEPAN UNTUK SAMBENG FARM

Industri durian Indonesia menghadapi ketidakefisienan signifikan dalam rantai pasokan karena adanya perantara, yang menyebabkan kenaikan harga dan mengurangi keuntungan bagi petani. Sambeng Farm, sebuah perkebunan durian yang didirikan pada akhir 2023, bertujuan untuk mengoptimalkan strategi penjualannya dengan memilih lokasi kota yang paling tepat untuk toko musiman dan menerapkan strategi integrasi ke depan untuk menghilangkan perantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, mengintegrasikan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk menentukan lokasi penjualan durian yang optimal menggunakan metode Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART). Kriteria pemilihan utama meliputi biaya distribusi, biaya operasional, potensi pasar, daya beli konsumen, dan positioning merek. Analisis membandingkan tiga lokasi potensial—Pemalang, Semarang, dan Jakarta—di mana Jakarta muncul sebagai lokasi yang paling optimal karena daya beli yang tinggi, jangkauan pasar yang luas, dan visibilitas merek meskipun biaya operasional lebih tinggi. Selanjutnya, analisis kelayakan keuangan mengevaluasi profitabilitas dari strategi integrasi ke depan dengan membandingkan penjualan langsung ke konsumen versus menjual melalui perantara. Temuan menunjukkan bahwa penjualan langsung menghasilkan margin keuntungan yang lebih tinggi, memperkuat keputusan strategis untuk menerapkan integrasi ke depan. Studi ini menyimpulkan bahwa Jakarta adalah lokasi optimal untuk toko musiman Sambeng Farm, dan integrasi ke depan merupakan strategi yang layak untuk meningkatkan profitabilitas. Sebuah rencana implementasi selama empat tahun diusulkan untuk mendukung transisi, mencakup riset pasar, pengembangan infrastruktur, logistik distribusi, dan inisiatif pembangunan merek.

2025
👤 Penulis: Hedyana Bunga Prastami
🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Keuangan

SUSTAINABLE VERTICAL LIVING : PERANCANGAN APARTEMEN BERKELANJUTAN DENGAN PENDEKATAN NEARLY ZERO ENERGY BUILDING

Tingkat konsumsi energi yang tinggi oleh bangunan residensial menghasilkan sebuah siklus permasalahan yang tidak akan berhenti. Tingkat konsumsi energi yang tinggi tersebut memiliki korelasi dengan tingkat emisi karbon di Indonesia. Hubungan tersebut terjadi karena bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan energi di Indonesia adalah bahan bakar fosil, batu bakar dan minyak. Pembakaran bahan bakar fosil tersebut melepaskan senyawa gas polutan udara serta CO? ke atmosfer. Kadar polutan gas tersebut kian meningkat dan menumpuk di atmosfer yang pada akhirnya menghasilkan efek yang berbahaya seperti hujan asam, perubahan iklim, dan global warming dan mempengaruhi kesehatan manusia pada umumnya. Fenomena Global warming memberikan beban yang lebih pada bangunan untuk menjaga temperatur dalam bangunan tetap nyaman untuk penggunanya. Beban cooling load yang meningkat tersebut membuat sistem HVAC mengonsumsi lebih banyak energi untuk mengeluarkan energi panas dari dalam ruang, sehingga tingkat konsumsi energi bangunan menjadi meningkat. Oleh karena itu, sebagai upaya merespon permasalahan konsumsi energi beserta dampaknya pada lingkungan dan kesehatan masyarakat di Indonesia, kontribusi yang dapat diberikan oleh arsitektur adalah menghadirkan proyek dengan visi menciptakan rancangan lingkungan hunian vertikal dengan efisiensi energi yang tinggi dan mampu memanfaatkan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbahan bakar fosil dan mencegah serta menanggungulangi dampak buruk yang dapat dialami oleh lingkungan dan masyarakat akibat polusi udara. Pendekatan yang akan dihadirkan pada proyek ini didasarkan pada konsep Nearly Zero Energy Building, yaitu sebuah konsep yang bertujuan untuk merancang bangunan yang mampu memiliki efisiensi energi yang sangat tinggi sehingga energi yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan operasional bangunan hampir mendekati nol dan sisa energi yang dibutuhkan dapat seluruhnya didapatkan melalui sumber energi terbarukan seperti angin dan matahari. Selain itu proyek juga dirancang untuk menanggungulangi kadar polusi udara yang sudah terlalu tinggi dan memiliki dampak yang berbahaya untuk kesehatan penghuni. Dalam jangka panjang visi dari proyek ini adalah untuk mendorong perubahan dari gaya hidup masyarakat yang selalu bergantung pada solusi-solusi mekanikal dengan menghiraukan dampaknya secara luas dan meyeluruh. Proyek terdiri atas tipologi apartemen dengan fungsi hunian, fungsi komersial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni, dan ruang terbuka hijau yang luas sebagai ruang interaksi sosial dan budaya masyarakat sekitar. Lokasi tapak terletak di Kecamatan Cilandak, kota Jakarta Selatan dan berada pada kawasan perumahan dan berbatasan langsung dengan Hutan Kota Sangga buana. Pemilihan lokasi tapak didasari pada kawasan hijau yang rindang memiliki potensi kuat untuk membantu performa proyek dalam meningkatkan efisiensi energi serta mereduksi konsentrasi polusi udara yang dapat ditangani. Melalui analisis pengguna, tapak, konteks, dan isu proyek, diperoleh rumusan persoalan perancangan. Persoalan pertama adalah implementasi pendekatan Nearly Zero Energy Building dengan sub-persoalan mengurangi ketergantungan pada sistem mekanikal untuk menciptakan kondisi lingkungan artifisial, pemanfaatan strategi desain pasif, studi iklim mikro dan kondisi tapak. Persoalan kedua adalah mitigasi polusi udara untuk lingkungan hunian yang sehat dengan sub-persoalan pemanfaatan teknologi berkelanjutan dalam melakukan filtrasi udara. Persoalan terakhir berupa pendekatan ekologis dalam pengolahan topografi tapak yang curam dengan sub-persoalan upaya konservasi fungsi ekologis tapak dan tidak merusak kawasan hijau Hutan Kota Sangga Buana yang berada di samping tapak. Persoalan-persoalan tersebut berlandaskan pada strategi Nearly Zero Energy Building dan teori desain biofilik. Seluruh teori tersebut kemudian digabungkan untuk merumuskan kriteri-kriteria desain yang dirasa paling optimal untuk menjawab persoalan perancangan. Selanjutnya diikuti dengan perumusan ide-ide alternatif konsep desain berdasarkan rumusan kriteria desain yang sudah dijabarkan.

2025
👤 Penulis: Sean Clementius Widjaja
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Hidrologi
Halaman 8 dari 12
💬