📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 109 dokumen

ANALISIS PREFERENSI MASYRAKAT NATUNA TERHADAP PEMASARAN DIGITAL PRODUK PERIKANAN (STUDI KASUS KELURAHAN RANAI)

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi hasil laut yang besar, namun kontribusi sektor perikanan dan hasil laut terhadap PDB dan kesejahteraan masyarakat pesisir masih rendah. Nelayan tradisional masih terikat dengan tingkat kemiskinan dan keterbelakangan. Para nelayan tradisional menghadapi berbagai masalah, termasuk kurangnya keterampilan, fasilitas terbatas, dan persaingan yang sangat ketat. Dalam hal pemasaran hasil tangkapan, nelayan di lapangan menghadapi keterbatasan teknologi dan opsi pasar yang pada akhirnya menyebabkan tingkat penghasilan nelayan cenderung rendah. Belum adanya kesadaran masyarakat dalam memasarkan produk secara digital. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran yang tepat dalam memasarkan produk perikanan di Kabupaten Natuna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Importance Performance Analysis. Penelitian ini didukung oleh 100 responden yang terdiri dari mayarakat nelayan di Kabupaten Natuna khususnya di kecamatan Ranai. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Penelitian ini menggunakan 20 variabel dalam analisis preferensi konsumen. Hasil penelitian ini menjunjukkan bahwa Masyarakat menilai atribut yang dianggap penting dan memiliki performa yang baik dalam pemasaran digital produk perikanan di Kabupaten Natuna yaitu dengan prioritas utama adalah harga, pengetahuan menggunakan aplikasi digital, ketersediaan produk dan infrastruktur akses internet.

2024
👤 Penulis: Juspri Ginting
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Perikanan 🏷️ Analisis Preferensi Konsumen

MENGKLIK CERITA: APAKAH FUNGSI BERCERITA MEMPENGARUHI NIAT GEN Z UNTUK MENGKLIK LINK AFILIASI?

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas bercerita dalam pemasaran afiliasi di YouTube, dengan fokus pada interaksi dan niat klik Generasi Z. Penelitian ini mencari tahu bagaimana fungsi bercerita – yaitu memberi informasi, mengikat, dan membujuk – mempengaruhi kepercayaan dan manfaat yang dirasakan Gen Z, sehingga mempengaruhi sikap dan niat mereka untuk mengeklik tautan afiliasi. Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini dilakukan kepada 400 peserta Gen Z Indonesia yang akrab dengan pemasaran afiliasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental kuantitatif. Metode ini melibatkan dua tahap: menilai niat klik dasar dengan konten tekstual dan kemudian memaparkan peserta pada video bercerita. Respons dikumpulkan melalui kuesioner melalui Google Forms, dan analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 3.2.9. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan dampak signifikan dari penyampaian cerita, terutama melalui ikatan dan persuasi, dalam membangun kepercayaan dan manfaat yang dirasakan, yang mengarah pada peningkatan niat klik. Menariknya, fungsi menginformasikan tidak secara langsung meningkatkan manfaat yang dirasakan, hal ini menunjukkan bahwa pemasar afiliasi perlu lebih fokus pada narasi yang mengikat dan persuasif ketika menargetkan Gen Z di YouTube. Orisinalitas: Penelitian ini menekankan peran spesifik cerita dalam pemasaran afiliasi YouTube dan pengaruhnya terhadap interaksi sosial Generasi Z. Laporan ini memberikan wawasan tentang cara mengoptimalkan strategi bercerita untuk meningkatkan niat gen Z untuk mengklik, serta memberikan kontribusi informasi berharga pada bidang pemasaran digital.

2024
👤 Penulis: Safira Fabilia
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Generasi Z 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMODELAN IKLAN ONLINE UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN (STUDI KASUS: LO TEXTILE BANDUNG)

Industri tekstil di Indonesia terus berkembang dengan pesat, dipengaruhi oleh tren fashion, perubahan gaya hidup, kesadaran akan kualitas produk, dan pengaruh media sosial. Dalam persaingan sengit di industri ini, perusahaan-perusahaan berusaha memenangkan pangsa pasar dengan berbagai strategi pemasaran, salah satunya adalah melalui iklan online. Iklan online telah menjadi elemen kunci dalam strategi pemasaran industri tekstil di Indonesia yang dinamis ini. Dalam lingkungan yang kompetitif, perusahaan seperti Lo Textile Bandung, salah satu pemain di ritel tekstil Indonesia, menghadapi tantangan untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan. Salah satu strategi yang digunakan oleh Lo Textile Bandung untuk mencapai pertumbuhan penjualan adalah dengan iklan online, khususnya iklan pencarian kata kunci. Untuk mencapai target penjualan yang diinginkan, Lo Textile Bandung memerlukan model prediksi iklan online yang dapat membantu dalam memproyeksikan penjualan dan mengidentifikasi variabel yang krusial untuk mencapai target tersebut. Penelitian ini memanfaatkan data historis dari iklan Lo Textile Bandung di platform online marketplace Shopee untuk mengembangkan sebuah model prediksi menggunakan metode Regresi Linear Berganda. Regresi Linear Berganda adalah metode statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua atau lebih variabel independen (prediktor) dengan satu variabel dependen untuk memprediksi hasil yang akan datang. Untuk membangun model prediktif iklan online, penulis melakukan empat tahapan yaitu pengumpulan data, pre-processing data, pengembangan model dan melakukan evaluasi terhadap hasil model. Proses pemodelan iklan online menggunakan Regresi Linear Berganda dibantu dengan aplikasi Orange, sebuah aplikasi open-source visualisasi data, machine learning, dan data-mining. Dengan aplikasi ini proses kalkulasi seperti gradient descent dilakukan secara otomatis. Model ini memungkinkan analisis korelasi antara variabel seperti Impresi, Rasio Klik Tayang, Rasio Konversi dan Omzet Penjualan. Hasil pengembangan model prediksi ini digunakan untuk memproyeksikan konversi penjualan dan merekomendasikan kata kunci dengan kinerja konversi yang baik. Kata kunci seperti “diamond premium”, “wollycrepe caltri”, dan “toyobo deluxe” merupakan beberapa kata kunci teratas yang direkomendasikan untuk ditingkatkan budget iklannya.

2024
👤 Penulis: Mohamad Reza Rayasa
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Analisis Data 🏷️ Regresi Linear Berganda

PROPOSAL STRATEGI PERBAIKAN PEMASARAN KONTEN UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS LEAP-TELKOM DIGITAL

Dengan perpindahan IndiHome sebagai produk utama dari Telkom Indonesia ke Telkomsel, saat ini Telkom Indonesia sedang berupaya untuk meningkatkan kinerja produk digital mereka. Telkom menerapkan transformasi dari telekomunikasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital milik negara. Dengan itu, Telkom ingin fokus pada peningkatan produk digital mereka. Produk digital Telkom dikelola oleh Leap-Telkom Digital. Leap berfokus mengelola 10 produk digital utama Telkom, seperti: Pijar Sekolah, BigBox Netmonk, OCA, Antares, Tomps, indibizPAY, Logee, Agree, dan PaDi UMKM. Namun, dalam implementasinya, Leap menghadapi kesulitan dalam meningkatkan brand awareness-nya. Berdasarkan analisi penulis melalui survei pendahuluan, potensi klien dari Leap masih belum familiar dengan Leap maupun produk digital Telkom. Selain itu, masalah ini juga didukung oleh performa dari website Leap melalui total user dan engagement-nya. Total user dari website Leap mengalami penurunan berdasarkan trendline-nya. Sementara itu, meskipun trendline engagement website Leap meningkat, peningkatannya hanya sebesar y = 0,0009x + 0,3116. Penyebaran tentang produk digital Telkom kepada karyawan internal Telkom juga tidak tersebar secara merata. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan brand awareness Leap-Telkom Digital. Penelitian ini menggunakan analisis Gap, Brand Building Blocks, piramida Customer-Based Brand Equity (CBBE), dan wawancara internal untuk mengetahui akar masalah yang menyebabkan performa brand awareness Leap. Leap menerapkan strategi pemasaran digitalnya menggunakan tiga channel, yaitu: Search Engine Optimization (SEO), Media Sosial, dan Pemasaran Email. Dengan menggunakan teori Integrated Marketing Communication (IMC) serta metode bobot dan rating, penulis mengusulkan strategi pemasaran konten untuk membantu Leap meningkatkan performa traffic dan impression websitenya. Dengan hasil dari IMC dan metode bobot rating, penulis mengusulkan rencana implementasi pemasaran konten untuk Search Engine Optimization (SEO), Media Sosial, dan Pemasaran Email.

2024
👤 Penulis: Vietra Shauma Ranabilla
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Brand Building 🏷️ Customer-Based Brand Equity
Halaman 8 dari 8
💬