📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

SINTESIS IN SITU GRAFENA MULTILAPIS PADA SUHU RENDAH DENGAN METODE HW IP–VHF–PECVD SEBAGAI LAPISAN JENDELA PADA SEL SURYA SILIKON POLIKRISTALIN TIPE P–I–N

Grafena multilapis (multilayer graphene/MLG) merupakan salah satu material karbon dua dimensi yang paling menjanjikan dalam pengembangan perangkat elektronik dan optoelektronik modern. Kombinasi sifat khasnya seperti transparansi optik yang tinggi, konduktivitas listrik yang kuat, mobilitas pembawa muatan yang besar, serta struktur pita energi yang unik, menjadikannya kandidat ideal untuk menggantikan material elektroda transparan konvensional (transparent conducting electrodes, TCEs) seperti transparent conductive oxide (TCO) dan indium tin oxide (ITO) dalam sel surya film tipis. Selain itu, kemampuan MLG untuk berfungsi sebagai lapisan jendela memperkuat potensinya dalam memperbaiki proses penyerapan cahaya dan transportasi muatan pada struktur fotovoltaik. Berbagai metode sintesis grafena, termasuk MLG telah dikembangkan, dengan CVD dan PECVD menjadi pendekatan dominan. Namun, sebagian besar teknik ini masih memerlukan suhu tinggi dan proses transfer MLG yang kompleks, sehingga meningkatkan biaya dan menurunkan kompatibilitas proses. Keterbatasan tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam realisasi MLG sebagai komponen elektroda transparan dalam sel surya skala besar. Pada saat yang sama, pemanfaatan silikon polikristalin sebagai material aktif menawarkan keseimbangan yang menarik antara efisiensi fotovoltaik dan biaya produksi dibandingkan silikon amorf atau silikon kristalin tunggal. Integrasi MLG dengan silikon polikristalin, terutama dalam konfigurasi p–i–n, menawarkan jalur pengembangan sel surya murah, efisien, dan kompatibel dengan proses suhu rendah. Penelitian ini mengkaji penumbuhan MLG pada suhu rendah menggunakan teknik Hot Wire Cell in Plasma Very High Frequency PECVD (HW IP–VHF–PECVD) pada frekuensi plasma 70 MHz. MLG ditumbuhkan secara in situ di atas katalis Ni dengan kondisi optimum: suhu sekitar 185 °C, tekanan 350 mTorr, laju alir CH4 15 sccm, dan daya plasma 30 W, yang menghasilkan MLG nanokristalin dengan jumlah lapisan 3–7, resistansi lembar ~35,6 ?/sq, dan transmitansi optik hingga ~82%. Kemudian, lapisan Si tipe–i ditumbuhkan pada suhu 185 °C dengan durasi optimumnya 75 menit, menghasilkan struktur mikrokristalin–polikristalin yang stabil, halus (Ra ~6–10 nm), dan memiliki sifat optik yang mendukung absorpsi cahaya yang efektif pada perangkat p–i–n. MLG yang telah dioptimasi kemudian diintegrasikan secara langsung ke dalam struktur perangkat sel surya p–i–n berbasis silikon polikristalin pada tiga jenis substrat: kaca (CG), kaca berlapis TCO, dan kaca berlapis ITO. Integrasi dilakukan tanpa proses transfer MLG, sehingga antarmuka MLG/Si tipe-p terbentuk secara bersih tanpa kontaminasi residu, yang umumnya ditemukan dalam metode transfer berbasis polimer. Pengujian karakteristik I–V menunjukkan bahwa MLG memberikan peningkatan performa yang konsisten pada seluruh perangkat. Pada substrat kaca Corning (CG), efisiensi meningkat dari 3,89 % (perangkat referensi) menjadi 6,10 % dengan MLG. Pada substrat CG+TCO, efisiensi meningkat dari 4,21 % menjadi 8,52 %. Peningkatan terbesar terjadi pada substrat CG+ITO, di mana efisiensi meningkat dari 4,44 % menjadi 8,95 %, dengan JSC mencapai 17,12 mA/cm² dan FF sebesar 58,09 %. Peningkatan VOC, JSC, dan FF pada seluruh substrat menunjukkan bahwa MLG berfungsi secara simultan sebagai TCE dan window layer, meningkatkan transparansi optik, homogenitas antarmuka, dan konduktivitas permukaan. Jika dibandingkan dengan penelitian MLG–Si sebelumnya, seperti sel Schottky grafena–Si (efisiensi 1–6%), graphene nanomeshes pada porous–Si (?7%), atau grafena pada struktur amorf dengan efisiensi <0,1%—maka capaian efisiensi 6–9% pada penelitian ini menempati posisi kompetitif dalam kategori penelitian MLG suhu rendah tanpa proses transfer. Keunggulan utama pendekatan HW IP–VHF– PECVD terletak pada kemampuannya menumbuhkan MLG dan seluruh lapisan silikon p–i–n secara berurutan dalam satu reaktor, pada suhu <300 °C, sehingga sepenuhnya kompatibel dengan teknologi sel surya film tipis generasi berikutnya. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi MLG nanokristalin sebagai TCE sekaligus berfungsi sebagai window layer dalam sel surya p–i–n berbasis silikon polikristalin yang difabrikasi secara in situ menggunakan proses PECVD berfrekuensi sangat tinggi dan suhu rendah. Pendekatan ini menghilangkan keperluan proses transfer MLG, mengurangi kompleksitas fabrikasi, dan meningkatkan kualitas antarmuka. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah penting terhadap pengembangan elektroda transparan berbasis MLG serta mekanisme integrasinya dengan lapisan silikon polikristalin. Selain itu, penelitian ini membuka peluang bagi pemanfaatan MLG dalam teknologi fotovoltaik murah dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Abd Wahidin Nuayi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PRODUKSI BERSIH BERBASIS PEMANFAATANLIMBAH SERBUK BESI DARI AKTIVITAS PANDAI BESI DESA MEKARMAJU UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL

Limbah serbuk besi dari aktivitas pandai besi berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai katalis alternatif pada proses Fenton dalam degradasi zat warna sintetis pada limbah tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik serbuk besi hasil aktivitas pandai besi sebagai katalis, mengevaluasi efektivitas katalis tersebut dalam degradasi Methyl Orange, dan menilai pengaruh parameter operasional terhadap efisiensi degradasi melalui pendekatan kinetika dan analisis statistik. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan sistem batch dengan variasi pH (2;3; dan 4), konsentrasi katalis (1;2; dan 3 g/L), konsentrasi Methyl Orange (10; 25; dan 75 mg/L), dan konsentrasi H?O? (3,3; 6,6; dan 13,2 mM). Karakterisasi katalis dilakukan dengan uji SEM-EDX, XRD, dan metode 1,10-fenantrolin untuk menentukan morfologi, komposisi mineral, serta kandungan besi total. Hasil menunjukkan bahwa limbah serbuk besi memiliki komposisi utama Fe?O? dan Fe?O? dengan morfologi berpori dan ukuran partikel rata-rata 8,579 µm, yang mendukung pembentukan radikal hidroksil (•OH). Kondisi optimum diperoleh pada pH 2, suhu 30°C, konsentrasi katalis serbuk besi 1 g/L, H?O? 3,3 mM, dan konsentrasi Methyl Orange 10 mg/L dengan efisiensi degradasi mencapai lebih dari 90% dalam waktu 15 menit. Analisis kinetika menunjukkan bahwa proses degradasi mengikuti model orde dua dengan nilai R² tertinggi 0,9645, yang menandakan laju reaksi dikendalikan oleh interaksi antara radikal hidroksil dan molekul Methyl Orange. Uji ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi katalis berpengaruh signifikan terhadap efisiensi degradasi, sedangkan interaksi antara serbuk besi dengan H?O? dan Methyl Orange juga menunjukkan pengaruh yang signifikan. Uji aplikasi pada limbah tekstil asli menghasilkan efisiensi degradasi sebesar 69% dalam waktu 15 menit, menandakan efektivitas katalis pada kondisi nyata. Pemanfaatan limbah serbuk besi sebagai katalis mendukung prinsip produksi bersih dengan mengurangi timbulan limbah serbuk besi dan menekan penggunaan bahan kimia baru dalam pengolahan limbah cair tekstil.

2026
👤 Penulis: Selly Aurelia Rahma
🏷️ Degradasi Zat Warna Sintetis 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI MODEL DATA SPASIAL TOPOLOGI DAN NON-TOPOLOGI (SPAGHETTI) DALAM PEMELIHARAAN KUALITAS DATA BATAS WILAYAH ADMINISTRASI

Batas wilayah merupakan unsur informasi geospasial dasar yang berperan sebagai data rujukan nasional dalam mendukung perencanaan wilayah, pengelolaan sumber daya, serta integrasi data geospasial lintas sektor. Dalam konteks tata kelola data nasional, kualitas dan konsistensi data batas wilayah menjadi aspek krusial karena inkonsistensi spasial dapat berdampak pada perbedaan luas wilayah, ketidaksinkronan data sektoral, serta permasalahan administratif. Pengelolaan batas wilayah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan tingkat administrasi menuntut mekanisme penyimpanan data yang mampu menjaga konsistensi geometri dan relasi spasial secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja model data topologi dan model data spaghetti dalam pengelolaan batas wilayah administrasi, dengan fokus pada efisiensi alur kerja dan dukungannya terhadap tata kelola data yang berorientasi dalam pemeliharaan kualitas data. Penelitian dilakukan melalui implementasi model data topologi pada basis data spasial PostgreSQL/PostGIS menggunakan tipe data TopoGeometry. Evaluasi dilakukan melalui beberapa skenario pengujian yang mencakup evaluasi kinerja operasional model data, pengaruh nilai toleransi terhadap kualitas geometri, kebutuhan kapasitas penyimpanan, serta implementasi versioning data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model data topologi hierarki memiliki kinerja yang lebih unggul pada sebagian besar operasi pengelolaan batas wilayah, khususnya pada proses pemutakhiran batas bersama yang melibatkan berbagai tingkat administrasi. Pemanfaatan kueri relasional berbasis topologi juga terbukti efektif dalam mendukung integrasi data garis batas, termasuk automasi segmentasi batas, pengisian atribut wilayah berbatasan, dan klasifikasi segmen batas. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan model data merupakan bagian penting dari mekanisme tata kelola data batas wilayah. Model data topologi direkomendasikan sebagai model utama dalam pengelolaan batas wilayah nasional karena kemampuannya dalam menjaga konsistensi geometri dan relasi hierarkis secara terstruktur, meningkatkan efisiensi alur kerja pemutakhiran, serta mendukung integrasi data lintas tingkat administrasi secara berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Ririn Threesiana
🏷️ Geospasial 🏷️ Data Batas Wilayah Administrasi 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS SEBARAN KONEKTIVITAS EKOLOGI DAN MENENTUKAN JARINGAN EKOLOGI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) MENGGUNAKAN METODE MORPHOLOGICAL SPATIAL PATTERN ANALYSIS (MSPA) DAN MINIMUM CUMULATIVE RESISTANCE (MCR) DI JAKARTA PUSAT

Urbanisasi mendesak keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sehingga menurunkan nilai konektivitas ekologis yang berperan penting dalam menjaga stabilitas fungsi ekosistem perkotaan. Jakarta Pusat merupakan salah satu wilayah dengan proporsi RTH yang sangat rendah dan pola sebaran RTH yang kecil, menyebar, dan terisolasi memerlukan perencanaan jaringan ekologi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran konektivitas ekologi dan menentukan jaringan ekologi RTH di Jakarta Pusat menggunakan metode Morphological Spatial Pattern Analysis (MSPA), Graph Theory Network (GTN), dan Minimum Cumulative Resistance (MCR). Data yang digunakan berupa peta penggunaan lahan tahun 2021, jaringan jalan dan sungai, serta batas administrasi wilayah. Analisis MSPA digunakan untuk mengidentifikasi struktur morfologi lanskap, kemudian GTN diterapkan untuk menentukan patch sumber ekologi berdasarkan nilai delta Probability of Connectivity (dPC). Selanjutnya, metode MCR digunakan untuk membangun jaringan ekologi dengan mempertimbangkan resistensi lanskap. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 37 patch sebagai primary source (dPC > 1) dan 8 patch sebagai secondary source (0,5 ? dPC ? 1). Jaringan ekologi yang dihasilkan terdiri atas primary link, secondary link, primary water link, secondary water link, serta koridor ekologis dengan optimalisasi melalui 142 stepping stone. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar kebijakan perencanaan jaringan ekologi RTH yang efektif untuk meningkatkan konektivitas ekologis dan mendukung keberlanjutan lingkungan perkotaan di Jakarta Pusat.

2026
👤 Penulis: Aflah Ramma Indallah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

APLIKASI KLASIFIKASI GAMBAR MAKANAN MENGGUNAKAN CNN UNTUK REKOMENDASI KALORI HARIAN

Pentingnya nutrisi bagi manusia membutuhkan kesadaran untuk memenuhi kebutuhan nutrisi setiap harinya. Parameter cukup atau tidaknya nutrisi setiap individu bergantung pada jumlah makanan yang dikonsumsi dalam satuan kalori. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memudahkan dalam mengetahui seberapa banyak kalori yang dikonsumsi dalam 1 hari serta makanan apa saja yang dapat dikonsumsi agar kebutuhan kalori tersebut terpenuhi. Untuk mengetahui makanan apa saja yang dimakan, sistem yang dirancang dalam penelitian ini dibuat untuk dapat mendeteksi gambar makanan kemasan maupun non kemasan yang dimasukan oleh orang sebagai user. Deteksi gambar dilakukan dengan salah satu metode supervised machine learning yaitu CNN dan untuk mengetahui batas kalori harian minimum digunakan perhitungan BMR. Rekomendasi makanan ditampilkan dalam bentuk list makanan yang memiliki jumlah kalori yang dapat memenuhi defisit kalori pada hari tertentu. Selain itu rekomendasi makanan yang diberikan dipersonalisasi dengan melihat histori makanan user, dengan melihat frekuensi makan makanan tertentu. Model machine learning diterapkan pada sistem berbasis website dengan harapan dapat digunakan secara fleksibel oleh user dimanapun dan kapanpun.

2026
👤 Penulis: Marco Sutisna Putra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Rekomendasi Makanan 🏷️ Analisis Nutrisi

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PT LUNARAY CAHYA ABADI

PT LCA merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi produk kecantikan berdasarkan pesanan pelanggan. Konsumen utama dari PT LCA merupakan brand kecantikan dan klinik kecantikan. Produk yang dihasilkan saat ini terdapat 4 (empat) varian yaitu produk sediaan padat, setengah padat, cair, dan bubuk. PT LCA memiliki 2 (dua) tingkat lantai produksi. Saat ini, permasalahan utama PT LCA adalah dari material flow dan material handling yang belum optimal. Material flow belum optimal dikarenakan proses perpindahan material yang berulang sehingga memiliki OMH yang tinggi. Sedangkan material handling yang belum optimal dikarenakan material handling yang digunakan masih menggunakan man power. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak pabrik PT LCA yang optimal dengan pertimbangan luas yang tersedia. Perancangan tata letak fasilitas PT LCA menggunakan pendekatan systemic layout planning (SLP) dengan metode perancangan dengan algoritma CRAFT. Metodologi penelitian yang digunakan merujuk pada pendekatan desain dan rekayasa ulang operasi yang diperkenalkan oleh PES LLC. Proses pembangkitan rancangan awal dan alternatif rancangan tata letak menggunakan perangkat lunak Excel yang menggunakan algoritma CRAFT dengan melakukan pertukaran dua atau tiga departemen (2/3 Opt). Perubahan tata letak terdapat pada ruang mixing dan filling setengah padat di pindahkan ke lantai satu serta ruang simpan dan cuci alat dan ruang staging di pindahkan ke lantai dua. Perubahan tersebut mengurangi, penggunaan lift dan mengurangi OMH Rancangan tata letak usulan menghasilkan total OMH sebesar Rp. 16.130,10 untuk lantai satu dan Rp. 27,00 untuk lantai dua. Jika dibandingkan dengan penggunaan tata letak sebelumnya yang memiliki nilai Rp. 12.135,10 untuk lantai satu dan Rp. 35,00 untuk lantai dua, nilai OMH pada tata letak usulan mengalami penurunan sebesar 24,54% untuk lantai satu dan 23% untuk lantai dua.

2026
👤 Penulis: Dhiandra Aziz Farrel
🏷️ Desain Operasional 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN KAWASAN PUSAT KOTA ALUN-ALUN BANDUNG DENGAN KONSEP ACTIVE MOBILITY DESIGN

Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat di Kota Bandung telah memicu peningkatan dominasi kendaraan pribadi yang berdampak pada kemacetan dan penurunan kualitas lingkungan. Kondisi ini secara tidak langsung mendegradasi fungsi moda transportasi non-motor (non-motorized transport), seperti berjalan kaki dan bersepeda yang seharusnya menjadi fondasi bagi kota yang berkelanjutan. Studi ini berfokus pada perancangan kawasan Pusat Kota Alun-Alun Bandung dengan pendekatan Active Mobility Design. Persoalan utama yang diidentifikasi dalam studi ini adalah kondisi fisik fasilitas pendukung pejalan kaki dan pesepeda yang belum memadai, mencakup jalur yang terputus, penyalahgunaan fungsi trotoar, serta minimnya amenitas seperti peneduh dan tempat duduk. Selain itu, kawasan ini menghadapi masalah kurangnya magnet aktivitas yang kuat pada jalur-jalur penghubung, sehingga tercipta ruang-ruang pasif (blank spots) yang belum dapat menstimulasi pengguna untuk melakukan perjalanan kaki secara menerus (continuous walking). Prosedur perancangan yang digunakan metode desain terfragmen (fragmental method) dengan metode analisis deskriptif kualitatif untuk memetakan kesenjangan antara kondisi saat ini dengan prinsip normatif. Sebagai respons terhadap persoalan tersebut, perancangan ini mengusulkan konsep "ACCESS" (Active Connectivity, Comfort, & Equity for Safe and Social Spaces). Strategi desain difokuskan pada perbaikan fisik koridor untuk menciptakan jaringan pejalan kaki yang aman dan nyaman, serta intervensi program aktivitas (facility programming) untuk menghidupkan kembali ruang-ruang mati menjadi destinasi yang lebih aktif. Hasil perancangan disimulasikan pada koridor prioritas seperti Jalan Dalem Kaum, Pasar Kota Kembang, dan Jalan Alkateri dengan tujuan mengubah kawasan menjadi lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, terintegrasi, dan mampu menstimulasi gaya hidup aktif masyarakat kota.

2026
👤 Penulis: Alfi Amalia Ahmad
🏷️ Desain Urban 🏷️ Transportasi Non-Motor 🏷️ Kecerdasan Buatan

INTEGRASI DEEP LEARNING DAN ANALISIS GEOSPASIAL UNTUK PEMETAAN RISIKO DEMAM BERDARAH

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan besar di banyak negara tropis, termasuk Indonesia. Selama puluhan tahun, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan beban dengue tertinggi di dunia. Di Jakarta pada tahun 2019 dilaporkan lebih dari 8.700 kasus, dan Jakarta Timur mencatat hampir seribu kasus pada tahun 2021 dengan kecenderungan peningkatan di sejumlah kecamatan. Gambaran ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang ada belum cukup, sehingga dibutuhkan sistem peringatan dini yang lebih kuat, akurat, dan berbasis data. Penelitian ini mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan menggabungkan dua pendekatan yang saling melengkapi. Pertama, model matematika digunakan untuk memahami dinamika populasi nyamuk Aedes aegypti dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suhu, curah hujan, dan kelembapan. Model ini juga menyoroti peran penting fase telur nyamuk yang dapat bertahan dalam kondisi kering dalam menurunkan angka reproduksi dasar (R0). Kedua, hasil dari model matematika ini digunakan sebagai masukan utama dalam pelatihan model deep learning LSTM, bersama data historis kasus DBD dan indeks ONI sebagai indikator kondisi iklim global. Pendekatan ini menghasilkan performa prediksi yang kuat, dengan nilai R2 mencapai sekitar 0.75 pada beberapa wilayah. Prediksi untuk tahun 2026 menunjukkan pola musiman yang jelas: risiko DBD meningkat pada musim hujan dan menurun pada musim kemarau. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi antara pemodelan matematika dan kecerdasan buatan memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk membangun Early Warning System DBD yang lebih adaptif dan tepat sasaran. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pencegahan dan pengendalian dengue yang lebih efektif, khususnya di wilayah perkotaan padat seperti Jakarta.

2026
👤 Penulis: Diki Fernandi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Model Matematika 🏷️ Pemanfaatan Data Geografis

SINTESIS DAN KARAKTERISASI KAIN KATUN TERCANGKOK POLI(GLISIDIL METAKRILAT-MERAH KONGO)-KO-POLI (KALIUM 3-SULFOPROPIL METAKRILAT) UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN WARNA DAN SIFAT ANTIBAKTERI

Katun merupakan bahan tekstil yang tersusun dari serat selulosa bersifat hidrofilik sehingga mudah menyerap air, namun rentan terhadap pertumbuhan mikroorganisme dan memiliki interaksi lemah terhadap zat warna. Pewarna azo seperti merah kongo yang tergolong pewarna langsung sering digunakan pada katun, tetapi memiliki daya afinitas rendah terhadap serat selulosa. Untuk meningkatkan ketahanan warna dan memberikan sifat antibakteri pada katun, dilakukan sintesis dan pencangkokan poli(glisidil metakrilat-merah kongo)-ko-poli(kalium 3-sulfopropil metakrilat). Tahap pertama, merah kongo direaksikan dengan glisidil metakrilat melalui reaksi pembukaan cincin epoksida dengan katalis asam lewis untuk menghasilkan makromonomer glisidil metakrilat-merah kongo (GMA-MK). Pencangkokan monomer dilakukan ke kain katun dengan tiga pendekatan, yaitu (1) pencangkokan (GMA-merah kongo) terlebih dahulu kemudian diikuti dengan kalium 3- sulfopropil metakrilat (KSPM) menghasilkan katun-g-[poli(glisidil metakrilat-merah kongo)-b-poli(KSPM)], (2) pencangkokan (KSPM) terlebih dahulu kemudian diikuti dengan (GMA-merah kongo) menghasilkan katun-g-[poli(KSPM)-b-poli(glisidil metakrilat-merah kongo)], dan (3) pencangkokan (GMA-merah kongo) dan KSPM secara bersamaan menghasilkan katun-g-[poli(glisidil metakrilat-merah kongo)-random- poli(KSPM)]. KSPM berperan sebagai monomer hidrofilik yang mengandung gugus sulfonat sehingga berpotensi sebagai agen antibakteri. Hasil karakterisasi FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) menunjukkan adanya puncak serapan pada 2932 cm-1 (vibrasi C-H) dan 1734 cm-1 (vibrasi C=O) yang menandakan terbentuknya ikatan antara glisidil metakrilat dan merah kongo. Uji ketahanan warna menunjukkan penurunan nilai absorbansi larutan hasil pencucian pada kain katun termodifikasi dibandingkan katun tanpa perlakuan. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa kain katun hasil pencangkokan dengan poli(glisidil metakrilat-merah kongo)-b-poli(KSPM) menghasilkan nilai penurunan jumlah bakteri sebesar 97,6%, sedangkan pencangkokan dengan poli(KSPM)-b- poli(glisidil metakrilat-merah kongo) menghasilkan nilai penurunan jumlah bakteri sebesar 61,3%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pencangkokan bertahap monomer (GMA-merah kongo) dan KSPM pada katun berhasil dilakukan, serta mampu meningkatkan ketahanan warna dan memberikan efek antibakteri pada kain katun

2026
👤 Penulis: Naufal Ariq
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

USULAN STRATEGI PEMASARAN BUSINESS TO BUSINESS (B2B) UNTUK PERUSAHAAN MATERIAL HANDLING, PT.VAKAMINDO MITRA PRIMA (PT.VMP)

Sebuah perusahaan penanganan material lokal bernama PT. VMP menghadapi stagnasi pendapatan, dan selama tiga tahun terakhir, perusahaan tersebut mengalami kesulitan dalam mendapatkan klien baru, terutama karena ketergantungannya pada strategi pemasaran lama seperti pemasaran dari mulut ke mulut dan jaringan pemilik. Studi yang diusulkan ini bertujuan untuk memahami perilaku pembeli bisnis dari calon klien PT. VMP untuk menciptakan strategi pemasaran B2B yang efektif guna mengatasi tantangan ini. Pengumpulan data dilakukan dalam bentuk studi kasus kualitatif dan menggunakan metode wawancara semi-terstruktur. Data dikumpulkan dengan bantuan 29 partisipan yang terdiri dari manajemen internal perusahaan dan calon klien dari industri konstruksi, manufaktur baja, dan fabrikasi baja. Hasil menunjukkan bahwa terdapat proses pengambilan keputusan konsultatif yang stabil dalam situasi pembelian tugas baru di semua segmen dengan perbedaan utama terletak pada pemicu pengenalan masalah. Rekomendasi bisnis dan pencarian online adalah cara utama klien menemukan pemasok, memilih vendor berdasarkan harga kompetitif dan reputasi. Analisis eksternal dan internal mengungkapkan bahwa kekuatan PT. Keunggulan VMP terletak pada lokakarya dan harga yang kompetitif, sedangkan kelemahan utamanya adalah kehadiran digital. Kesimpulan studi ini mencakup saran baru berupa rencana pemasaran dua bagian (industri berbasis baja dan konstruksi) dan rencana detail implementasi pemasaran digital (meningkatkan kehadiran online dengan mengoptimalkan situs web, menggunakan SEO, menargetkan konten, dll.) untuk menarik pelanggan baru.

2026
👤 Penulis: Chesira Rizki Agreatia
🏷️ Manajemen Pemasaran Bisnis 🏷️ Analisis Pasar 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERENCANAAN SKENARIO UNTUK KLINIK PRATAMA BAHAGIA DALAM MENGHADAPI KETIDAKPASTIAN DI MASA DEPAN DI INDUSTRI KESEHATAN

Di industri kesehatan, klinik fasilitas kesehatan tingkat pertama menghadapi tantangan dari ketidakpastian masa depan yang memengaruhi kemampuan operasional klinik. Klinik Pratama Bahagia adalah usaha keluarga yang telah beroperasi lebih dari 40 tahun. Klinik ini ingin diteruskan ke generasi berikutnya, namun saat ini klinik tidak memiliki rencana jangka panjang, yang menimbulkan kontradiksi dan celah dalam visinya untuk menjadi usaha keluarga yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam menghadapi situasi dan lingkungan saat ini, penelitian ini mengkaji bagaimana klinik pratama lokal dapat menjadi tangguh dalam menghadapi ketidakpastian dan berkembang selama 5 tahun ke depan. Dalam membantu Klinik Pratama Bahagia mencapai tujuannya, penelitian ini menggunakan metode perencanaan skenario untuk membantu klinik mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian di masa depan dengan mengidentifikasi isu-isu kunci, faktor pendorong, menciptakan skenario, dan menyiapkan solusi bisnis berdasarkan sinyal peringatan dini. Dalam pengumpulan dan analisis data, metode wawancara dan analisis konten digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema kunci. Analisis PESTEL, Analisis Lima Kekuatan Porter, dan Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi lingkungan eksternal dan internal industri klinik pratama. Dari temuan dua belas faktor pendorong, dua faktor pendorong yang paling berdampak dan tidak pasti dipilih dalam pembuatan matriks 2x2. Dua faktor pendorong tersebut adalah kebijakan dan regulasi pemerintah serta sumber daya manusia (SDM) dan manajemen internal. Dari dua faktor pendorong ini, empat skenario telah dibuat untuk menggambarkan lima tahun ke depan. Skenario-skenario tersebut adalah Tim yang Tangguh di Laut yang Bergelora, Titanic, Angin Belakang yang Tenang, dan Angin Belakang yang Terlewat. Setiap skenario memiliki implikasi, opsi, dan sinyal peringatan dini tersendiri. Berdasarkan sinyal peringatan dini, solusi bisnis dibuat untuk setiap skenario dan satu solusi umum untuk membimbing Klinik Pratama Bahagia. Hasilnya, untuk tetap kompetitif dan terus berkembang, Klinik Pratama Bahagia harus berinvestasi secara bijaksana dalam digitalisasi, kemampuan sumber daya manusia, dan layanan yang lebih baik untuk meningkatkan reputasi merek dan memperluas basis pasien. Rencana implementasi dalam studi ini diharapkan dapat memandu Klinik Pratama Bahagia dalam menghadapi ketidakpastian masa depan selama lima tahun ke depan.

2026
👤 Penulis: James Daniel Susanto
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Swot

MENAVIGASI KETIDAKPASTIAN PASAR ISP MELALUI PERENCANAAN SKENARIO

Tingkat penetrasi internet di Indonesia terus meningkat, menciptakan peluang bagi perusahaan untuk bergabung dengan industri Penyedia Layanan Internet (ISP). Namun, industri ini menghadapi persaingan ketat karena hambatan masuk yang rendah, gangguan teknologi, seperti Starlink, dan keberadaan ISP ilegal, yang juga mendorong perang harga yang tidak sehat. PT Sinyal Global Nusantara (PT SGN) adalah perusahaan ISP baru yang sebelumnya beroperasi sebagai kontraktor ISP. Perusahaan ini memiliki kemampuan operasional ujung-ke-ujung, memberikan kontrol kualitas layanan yang lebih baik menggunakan SLA daripada pesaing, dan berfokus pada layanan purna jual premium. Untuk memastikan keberlanjutan perusahaan, PT SGN harus mengembangkan strategi yang tangguh dan adaptif. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Perencanaan Skenario untuk mengidentifikasi dan menganalisis kekuatan pendorong utama yang memengaruhi industri ISP selama lima tahun ke depan; mengembangkan skenario masa depan berdasarkan ketidakpastian eksternal; menentukan Sinyal Peringatan Dini (EWS) untuk memantau perubahan lingkungan; dan merumuskan respons strategis dan opsi operasional untuk setiap skenario, sambil menggunakan PESTEL, Lima Kekuatan Porter, dan analisis SWOT untuk menemukan dua ketidakpastian kritis guna menentukan faktor-faktor yang memiliki dampak terbesar dan paling tidak pasti pada bisnis PT SGN, yaitu Kebijakan dan Regulasi Pemerintah serta Permintaan Pasar untuk Diversifikasi Produk. Kombinasi dari dua ketidakpastian kritis ini menciptakan empat skenario masa depan selama lima tahun ke depan: "Perintah Kelelawar," yang melibatkan permintaan tinggi untuk diversifikasi produk dan regulasi yang ketat; "Segel Gotham," yang melibatkan permintaan rendah untuk diversifikasi dan regulasi yang ketat; "Arkham yang Dilepaskan," yang melibatkan permintaan tinggi untuk diversifikasi dan regulasi yang longgar; dan "Kesatria Gelap Jatuh," yang melibatkan permintaan rendah untuk diversifikasi produk dan regulasi yang longgar. Untuk setiap skenario, Sinyal Peringatan Dini (EWS) dikembangkan, termasuk Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) pasar Rumah Pintar, peraturan Kominfo terbaru tentang peraturan Jaringan RT-RW, program "Internet Rakyat", dan harga yang ditawarkan oleh pesaing di setiap area operasional. PT SGN disarankan untuk memantau EWS ini secara berkala guna mengidentifikasi skenario mana yang akan terjadi.

2026
👤 Penulis: Nabilla Rohadhatul Aisy
🏷️ Perencanaan Skenario 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Regulasi Pemerintah

KEPUTUSAN STRATEGIS UNTUK MEMPERLUAS PASAR PT KAZEE DIGITAL INDONESIA DARI BISNIS- BISNIS (B2B) KE BISNIS-KONSUMEN (B2C)

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) serta analisis big data kini menjadi fokus utama dalam cara organisasi menciptakan wawasan dan nilai, terutama di ekonomi digital baru seperti Indonesia. PT Kazee Digital Indonesia adalah perusahaan analisis berbasis kecerdasan buatan yang telah mengembangkan model bisnisnya selama lebih dari delapan tahun dengan basis Business-to-Business (B2B) dan melayani lembaga pemerintah, lembaga keuangan, perusahaan media, serta korporasi besar. Namun, perkembangan pesat media sosial, meningkatnya peran segmen individu para pembuat konten, dan jenuhnya segmen Business to Business (B2B) telah mendorong Kazee untuk mempertimbangkan pertumbuhan segmen Business to Customer (B2C). Perubahan taktis ini menimbulkan beberapa pertanyaan mendasar tentang bagaimana perusahaan dengan kehadiran historis yang kuat di pasar institusional dapat menyesuaikan produk, kemampuan, dan strategi pemasaran untuk merespons pengguna individu yang dinamis dan berorientasi pada pengalaman. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Kazee selama ekspansi B2B-B2C dan mengembangkan strategi ekspansi yang efektif yang akan mengarahkan perusahaan menuju transformasinya. Studi ini berasumsi bahwa pengembangan B2C dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan Kazee asalkan kesiapan internal, penyesuaian produk, analisis SWOT, Lima Kekuatan Porter, dan analisis pesaing terpenuhi. Desain campuran (mixed-methods) digunakan secara metodologis. Untuk menyelidiki motivasi strategis, risiko yang dirasakan, dan ekspektasi pasar B2C, pertama-tama dilakukan wawancara mendalam dengan Wakil Presiden Kazee dan ahli internal, disertai dengan Diskusi Kelompok Fokus (FGD) internal. Langkah-langkah kualitatif ini akan memberikan wawasan mendalam tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan, serta kriteria dan opsi strategis yang dapat diterapkan saat memperluas ke B2C. Kedua, kriteria dan alternatif diorganisir dalam format Model Proses Hierarki Analitis (AHP), dan kuesioner perbandingan berpasangan diberikan kepada sepuluh peserta internal yang bekerja di berbagai fungsi seperti manajemen produk, data, penjualan, keuangan, dan sumber daya manusia. Analisis AHP yang dilakukan dengan perangkat lunak SuperDecisions menghasilkan prioritas opsi strategis secara kuantitatif. Menurut hasil AHP, pilihan strategis yang paling penting adalah Pengembangan Situs Web dan Pengalaman Pengguna (UX), dengan skor prioritas ideal tertinggi di antara tiga pilihan strategis, yaitu Kolaborasi dengan Influencer/KOL dan Program Pendidikan Digital dan Komunitas. Hal ini berarti kesuksesan inisiatif B2C yang ditawarkan oleh Kazee akan sangat bergantung pada perancangan ulang platform Fastra.AI menjadi antarmuka yang transparan, berbasis freemium, intuitif, dan ramah mobile, dengan kemampuan memberikan nilai yang jelas dalam hitungan menit, didukung oleh model freemium yang transparan, proses onboarding yang lancar, dan sistem pembayaran yang tanpa hambatan. Kemitraan dengan influencer dan program pendidikan tetap penting tetapi menjadi sekunder dibandingkan dengan meningkatkan kesadaran dan mempercepat adopsi setelah dasar produk telah terbentuk. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan B2C dalam kasus Kazee feasible tetapi memerlukan pendekatan bertahap yang awalnya fokus pada kesiapan internal dan utilitas produk, dan baru kemudian pada iklan eksternal dan kolaborasi. Secara teoritis, penelitian ini mengenai transisi dari B2B ke B2C di perusahaan yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan bagaimana pemahaman kualitatif dan pengambilan keputusan multi-kriteria dapat digabungkan untuk mengembangkan strategi ekspansi pasar. Pada tingkat manajerial, studi ini menyediakan peta jalan sistematis yang mengarahkan Kazee dan perusahaan lain untuk fokus pada penyempurnaan pengalaman pengguna berbasis web, pengembangan kemampuan internal.

2026
👤 Penulis: Tamara Cornelia Siallagan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Pasar Digital 🏷️ Analisis Swot

USULAN STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS UNTUK MENINGKATKAN PROFITABILITAS CV. KHARISMA SATRIA LESTARI

Industi tekstil di Indonesia merupakan salah satu industri yang banyak mendapat perhatian karena kondisi industi yang sedang lesu. Hal ini ditandai dengan banyaknya perusahaan tekstil yang bangkrut, terjadi PHK besar-besaran, dan tingkat utilisasi pabrik tekstil yang hanya sebesar 45%. Kondisi ini tidak terlepas dari berbagai faktor seperti regulasi yang mempermudah akses impor produk tekstil yang memberikan ancaman nyata bagi produser domestik karena mampu memberikan harga yang lebih murah dengan kualitas yang baik. Hal ini juga diperparah oleh ketidakstabilan geopolitik global, faktor makroekonomi, perubahan tren pakaian yang cepat, serta keterlambatan adopsi teknologi, yang membuat perusahaan tekstil domestik menjadi kurang kompetitif baik di pasar dalam maupun di luar negeri. Penurunan permintaan terhadap produk tekstil berdampak erat pada penurunan permintaan suku cadang (spare parts) mesin yang menjadi bagian krusial dalam produksi. Sebagai salah satu supplier suku cadang mesin tekstil, CV. Kharisma Satria Lestari (KSL) menjadi salah satu perusahaan yang ikut terdampak. CV. KSL merupakan perusahaan keluarga yang sudah berdiri sejak tahun 1990 dan berdomisili di Kota Bandung. Selama beberapa tahun terakhir, CV. KSL mengalami penurunan jumlah klien sebesar 37% dan penurunan pendapatan mencapai 37.5%. Oleh karena itu, di dalam studi ini akan dibahas bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan performa CV. KSL dan merumuskan startegi bisnis yang tepat untuk dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif di dalam proses pengumpulan dan analisis data. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi partisipan dan wawancara semi-terstruktur. Sementara, pengumpulan data sekunder dilakukan melalui tinjauan pustaka yang melibatkan beberapa sumber, seperti laporan perusahaan, laporan industri, buku, jurnal, artikel, dan berita. Dari data yang telah terkumpul dilakukan analisis tematik dan triangulasi data dan metodologi untuk memastikan validitas dan reliabilitas penelitian. Perusahaan dianalisis dari sudut pandang eksternal perusahaan ataupun internal dengan menggunakan sejumlah kerangka analisis, seperti STP (Segmenting, Targeting, Positioning), Porter's Five Forces, VRIN, SWOT, dan TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV. KSL hanya melayani satu segmen saja, yaitu perusahaan-perusahaan tekstil berskala sedang hingga besar yang melakukan sejumlah tahapan produksi terintegrasi dari spinning hingga finishing. Meskipun segmen ini memiliki kebutuhan suku cadang yang besar dari segi kuantitas maupun variasi, namun karena hanya mengandalkan satu segmen dari satu industri saja, CV. KSL sangat rentan terhadap fluktuasi permintaan. Hal ini diperparah oleh kondisi internal perusahaan yang masih belum optimal, seperti keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan mesin produksi, dan pengambilan keputusan yang terpusat sehingga menyebabkan perusahaan kurang responsif terhadap ancaman dari luar dan membatasi perusahaan dalam berinovasi. Berdasarkan kondisi internal dan eksternal perusahaan, strategi bisnis yang direkomendasikan adalah diferensiasi luas, dimana CV. KSL sebaiknya berfokus dalam upaya akuisisi klien baru, baik di segmen yang saat ini sudah dilayani maupun di segmen lain, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan tekstil berskala kecil. Meskipun skala perusahaan kecil, namun jumlah perusahaan lebih besar sehingga ukuran jumlah pembeli yang potensial lebih besar. Meski begitu, pendekatan untuk segmen ini berbeda dimana CV. KSL sebaiknya memposisikan diri sebagai mitra reparasi suku cadang alih-alih produsen spare part karena keterbatasan calon pelanggan serta perusahaan pesaing di dalam kapabilitas teknis. Untuk mewujudkan strategi bisnis ini, CV. Kharisma Satria Lestari harus memperkuat kapabilitas digital marketing, membangun jaringan yang lebih luas, serta meningkatkan kapabilitas R&D yang berkaitan dengan peningkatan kualitas produk serta fitur produk yang membuat CV. KSL lebih unggul, baik dalam hal produk ataupun layanan, dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan pesaing, yang pada akhirnya dapat mewujudkan tujuan perusahaan di dalam peningkatkan profitabilitas.

2026
👤 Penulis: Maria Ambalika Setiadi
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

STUDI APLIKASI SENYAWA AZOBENZENA SEBAGAI SAKELAR MOLEKULER: PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS PROYEK MELALUI PENDEKATAN STEAM UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

Penelitian ini mengangkat konteks kimia modern azobenzena sebagai sakelar molekuler (photoswitch) untuk memperkuat pembelajaran abad ke-21 melalui Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) pada jenjang SMA. Secara kimia, kajian berfokus pada fotoisomerisasi trans ? cis turunan azobenzena dengan metil kuning (4-dimetilaminoazobenzena) sebagai model, serta pewarna makanan berbasis azo sebagai pembanding. Secara pendidikan, penelitian mengembangkan dan menguji modul STEAM–PjBL yang mengintegrasikan perancangan alat (fotoreaktor sederhana), eksperimen, analisis data, dan komunikasi ilmiah melalui poster. Metode penelitian meliputi pemurnian metil kuning, karakterisasi (FT-IR, ¹H NMR, ¹³C NMR), serta uji fotoisomerisasi melalui iradiasi UV–Vis (? = 400 nm) yang dipantau menggunakan spektrofotometri UV–Vis. Modul STEAM–PjBL diimplementasikan pada 28 siswa kelas XII selama empat pertemuan. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui desain pretest–posttest, kuesioner motivasi Intrinsic Motivation Inventory (IMI), rubrik penilaian proyek fotoreaktor, eksperimen, dan poster, serta kuesioner uji modul pembelajaran dengan analisis Rasch. Hasil kajian kimia menunjukkan bahwa metil kuning berhasil dimurnikan dan terkonfirmasi sebagai senyawa target melalui triangulasi data karakterisasi. Uji fotoisomerisasi memperlihatkan perubahan spektrum UV–Vis yang mengindikasikan proses trans ? cis, ditandai pergeseran hipsokromik (blue shift), disertai perubahan warna yang dipantau menggunakan aplikasi color meter dan munculnya noda baru yang lebih polar pada KLT. Laju trans ? cis bergantung pada pelarut: etanol (1 s) > isopropanol (5 s) > asetonitril (30 s). Relaksasi termal cis ? trans juga bervariasi, yaitu etanol (6 menit), isopropanol (30 menit), dan asetonitril (1 menit), yang menegaskan peran medium pelarut (kepolaran, ikatan hidrogen, dan dinamika medium) terhadap efisiensi fotosakelar. Sebaliknya, pewarna makanan berbasis azo yang diuji pada iradiasi ? = 400–500 nm tidak menunjukkan fotoisomerisasi teramati pada kondisi pengujian, baik melalui spektrum maupun indikator pendukung. Pada aspek pendidikan, seluruh kelompok berhasil merancang fotoreaktor sederhana yang berfungsi untuk uji fotoisomerisasi metil kuning. Reliabilitas penilaian proyek fotoreaktor tergolong tinggi (? ? 0,84), penilaian eksperimen rendah–sedang (? ? 0,52), dan penilaian poster sedang (? ? 0,64). Analisis Rasch pada pretest (25 butir; n = 28) menunjukkan kualitas instrumen yang baik (pemisahan item 2,48, reliabilitas item 0,86, KR-20 0,88) dengan rerata kemampuan siswa 0,27 logit. Setelah implementasi modul, posttest menunjukkan peningkatan kemampuan (rerata 2,18 logit), meskipun kualitas instrumen berada pada kategori sedang (pemisahan item 1,33, reliabilitas item 0,64, KR-20 0,71). Hasil IMI juga menunjukkan respons positif terhadap pengalaman pembelajaran, dengan skor Interest/Enjoyment ? 4,42 (tinggi), Perceived Competence ? 3,50 (cukup tinggi), dan Pressure/Tension-Reverse ? 3,30 (sedang). Secara keseluruhan, data mendukung adanya peningkatan kemampuan siswa setelah pembelajaran menggunakan modul STEAM–PjBL bertema sakelar molekuler azobenzena. Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) metil kuning layak digunakan sebagai model sakelar molekuler azobenzena pada konteks sekolah berdasarkan indikator spektrum dan uji pendukung, sedangkan pewarna makanan azo yang diuji tidak menunjukkan fotoisomerisasi teramati pada kondisi pengujian, dan (2) modul STEAM–PjBL yang dikembangkan layak diterapkan serta berpotensi meningkatkan capaian kognitif dan motivasi belajar, sekaligus memfasilitasi keterampilan abad ke-21.

2026
👤 Penulis: Fujia Rubbianti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 81 dari 418
💬