📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

MENGOPTIMALKAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL BERBASIS INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK BETTER BLOOM

Industri florist telah lama dikaitkan dengan ekspresi budaya dan makna simbolis, di mana bunga tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai pembawa emosi, apresiasi, dan perayaan. Di Indonesia, tradisi memberikan bunga tetap mendalam dalam praktik sosial dan pribadi, mulai dari upacara kelulusan dan ulang tahun hingga momen simpati dan perawatan diri. Industri ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital, dengan platform seperti Instagram memberikan florist peluang baru untuk menjangkau audiens yang lebih luas, menampilkan daya tarik visual produk mereka, dan membangun identitas merek. Meskipun demikian, banyak florist kecil masih menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan digital, terutama dalam membangun kesadaran merek dan mempertahankan visibilitas di pasar yang kompetitif. Better Bloom, sebuah usaha florist kecil yang berbasis di Bandung, juga menghadapi tantangan serupa. Meskipun telah mencapai penjualan awal melalui rekomendasi mulut ke mulut dan eksposur organik di Instagram, sebagian besar pelanggannya masih berasal dari jaringan pribadi pendirinya. Ketergantungan pada koneksi pribadi ini menjadi hambatan dalam mengembangkan bisnis dan membangun merek yang dikenal. Analisis awal terhadap akun Instagram perusahaan menunjukkan frekuensi posting yang rendah (sekitar sekali sebulan), keragaman konten yang terbatas, dan interaktivitas yang minim, yang secara bersama-sama membatasi visibilitas merek dalam lingkungan algoritma Instagram yang cepat berubah. Gejala-gejala ini menyoroti pentingnya mengembangkan strategi pemasaran digital yang terstruktur dan berbasis data untuk memperkuat kesadaran merek dan mengurangi ketergantungan pada jaringan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pemasaran berbasis Instagram yang meningkatkan kesadaran merek Better Bloom dengan mengintegrasikan wawasan dari perilaku konsumen, perbandingan dengan pesaing, dan analisis kuantitatif. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek pemasaran media sosial yang paling kuat mempengaruhi kesadaran merek dalam konteks bisnis florist kecil. Untuk mencapai hal ini, desain penelitian kuantitatif diterapkan. Data dikumpulkan melalui survei online yang dibagikan kepada 292 responden yang mewakili pasar sasaran Better Bloom: dewasa muda berusia 18–35 tahun yang tinggal di Bandung, pengguna Instagram aktif, dan individu yang tertarik dengan pemberian buket bunga sebagai hadiah. Tanggapan responden dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda (MLR), dilengkapi dengan analisis konten akun Instagram Better Bloom dan perbandingan dengan florist pesaing di Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua dimensi pemasaran media sosial memiliki tingkat pengaruh yang sama terhadap kesadaran merek. Analisis regresi mengungkapkan bahwa hiburan, penyesuaian, dan mulut ke mulut elektronik (eWOM) secara signifikan berkontribusi dalam memperkuat kesadaran merek, dengan eWOM muncul sebagai prediktor paling berpengaruh. Di sisi lain, interaksi dan tren tidak menunjukkan efek yang signifikan. Hal ini menyarankan bahwa, bagi Better Bloom, membangun kesadaran merek memerlukan lebih dari sekadar mengikuti tren atau mendorong interaksi langsung; sebaliknya, perusahaan harus fokus pada konten yang secara emosional resonan, estetis menarik, dan dapat dibagikan, yang memotivasi pengguna untuk memperluas kesadaran merek melalui jaringan mereka sendiri. Analisis kluster tambahan lebih lanjut menyoroti perbedaan di antara responden: mereka yang memiliki kesadaran merek Better Bloom yang lebih tinggi cenderung menjadi pengguna Instagram yang lebih aktif dan konsumen perempuan, sejalan dengan pola perilaku pemberian hadiah yang lebih luas di industri florist. Kontribusi penelitian ini bersifat praktis dan akademis. Bagi Better Bloom, penelitian ini menyediakan peta jalan untuk beralih dari posting secara acak dan penjualan berbasis jaringan pribadi menuju strategi pemasaran yang terencana, skalabel, dan berorientasi pada konsumen. Bagi usaha kecil secara umum, studi ini menunjukkan bagaimana Instagram dapat dimanfaatkan secara strategis, bahkan dengan sumber daya terbatas, untuk meningkatkan kesadaran merek dan daya saing. Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur pemasaran media sosial dengan menguji pengaruh relatif hiburan, kustomisasi, interaksi, eWOM, dan tren dalam konteks usaha kecil florist di Indonesia, pasar di mana studi empiris masih terbatas. Penelitian ini menekankan bahwa membangun kesadaran merek di era digital memerlukan penyelarasan strategi pemasaran dengan pola perilaku konsumen serta memanfaatkan keunggulan unik platform media sosial. Dengan menerapkan perencanaan konten yang terstruktur, melibatkan pelanggan sebagai duta merek, dan mengadopsi praktik evaluasi berkelanjutan, Better Bloom dapat melampaui ketergantungannya pada jaringan pendiri. Hal ini akan memungkinkan bisnis untuk memperkuat identitasnya, menarik pelanggan baru, dan mengejar pertumbuhan berkelanjutan di pasar florist yang kompetitif di Bandung.

2026
👤 Penulis: Kayla Nadhira Permana Putri
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Media Sosial 🏷️ Kecerdasan Buatan

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK ZAMRA BACKYARD

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penurunan kinerja penjualan Zamra Backyard Coffee Shop dan merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan kinerja bisnisnya. Dalam penelitian ini, pendekatan penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data berdasarkan wawancara mendalam dengan pemilik, manajer operasional, lima pelanggan tetap dan lima calon pelanggan, serta observasi lapangan dan dokumen pendukung lainnya. Analisis dilakukan menggunakan VRIO, Porter's Five Forces, SWOT, TOWS Matrix, dan kerangka kerja Marketing Mix (7P), yang didukung oleh analisis tematik data wawancara. Temuan menunjukkan bahwa penurunan penjualan terutama didorong oleh kelemahan internal, terutama kualitas "biasa" dan terbatasnya variasi makanan, lokasi kafe yang kurang mudah diakses, dan fasilitas parkir yang tidak memadai. Dari perspektif eksternal, tekanan persaingan yang tinggi, daya tawar pelanggan yang kuat, dan kecenderungan pelanggan untuk memilih kafe dengan akses yang lebih mudah semakin memperparah tantangan yang dihadapi Zamra. Berdasarkan analisis TOWS dan hasil tematik, sejumlah strategi pemasaran disarankan, seperti peningkatan kualitas makanan dan pengembangan menu, strategi harga, aksesibilitas dan parkir, konsistensi promosi digital, keandalan layanan, pelatihan staf, alur layanan selama jam sibuk, dan bukti fisik. Strategi-strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, memperkuat diferensiasi, dan memulihkan kinerja penjualan Zamra Backyard secara berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fariz Albouni
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

AKTIVITAS FOSFATASE SUBFAMILI HALOASAM DEHALOGENASE DARI KLEBSIELLA PNEUMONIAE

Senyawa organofosfat sering digunakan dalam agrikultur sebagai pestisida atau insektisida untuk menghindari adanya hama dan meningkatkan produktivitas. Penggunaan organofosfat memiliki resiko yang tinggi karena sifatnya yang beracun. Organofosfat dapat bereaksi dengan sebuah enzirn yang berperan penting dalam sistem saraf, yaitu asetilkolinesterase. Asetilkolinesterase memiliki peran untuk menghidrolisis senyawa neurotransmiter bemarna asetilkolin sehingga sel­ sel otot dapat berelaksasi. Organofosfat dapat bereaksi secara ireversibel dengan residu katalitik asetilkolinesterase, sehingga enzim tersebut tidak lagi aktif. Salah satu cara untuk mengurangi residu organofosfat adalah bioremediasi menggunakan fosfatase, salah satunya dari subfamili haloasam dehalogenase. Haloasam dehalogenase (HAD) adalah kelompok enzim terbesar yang terdiri dari subfamili dehalogenase dan fosfatase. Meskipun namanya dehalogenase, sebagian besar enzim dalam famili HAD merupakan fosfatase. Enzim-enzim HAD sudah sering digunakan dalam bioremediasi, khususnya senyawa organohalogen. Klebsiella pneurnoniae sudah dilaporkan memiliki enzim HAD yang memiliki aktivitas dehalogenase. Namun, hasil pensejajaran urutan asam amino menunjukkan HAD milik K. pneumoniae memiliki motif yang dimiliki subfarnili fosfatase. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi kinetika dari enzim HAD yang dimiliki K. pneurnoniae. Koloni K. pneumoniae dikonfirmasi spesiesnya dengan ribosomal DNA typing. Gen 16S rRNA diamplifikasi dari DNA kromosom yang diisolasi dan dilakukan sequencing. Gen pengkode HAD dari K. pneumoniae (hakp2) diisolasi menggunakan PCR. Arnplifikasi hakp2 dilakukan menggunakan primer forward (5'-GAATTCATGATCCGCGCCATCGTG-3') dan reverse (5'­ AAGCTTTCATGCTGGGATCTGCTCC-3'). Fragrnen hasil PCR diklon ke pGEM-T dan ditransformasikan ke E. coli TOP 10 untuk diperbanyak dan disubklon ke pET-30a untuk diekspresikan menggunakan sistem ekspresi E. coli BL2 l(DE3). Plasmid pE T-hakp2 diisolasi dan dilakukan sequencing. Urutan nukleotida hakp2 digunakan untuk mendeduksi urutan asam amino Hakp2 dan memodelkan struktur 3Dnya. Hakp2 yang diproduksi dimurnikan menggunakan kromatografi afinitas Ni­ NTA. Ni-NTA dapat digunakan untuk pemumian Hakp2 karena adanya his-tag yang dibawa. Residu-residu histidin akan terikat oleh ion Ni2+ yang ada pada resin NTA. Hakp2 yang telah dimumikan digunakan untuk menentukan parameter kinetika fosfatasenya. Hakp2 direaksikan dengan substrat p-nitrofenil fosfat (p­ NPP). Produk reaksi p-nitrofenol (p-NP) dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-vis dengan /... 405 nm. Struktur 3D yang dimodelkan berdasarkan urutan asam amino hasil deduksi digunakan untuk melakukan studi komputasi. Studi komputasi dilakukan untuk menguji stabilitas substrat di dalam situs katalitik Hakp2. Molekul p-NPP ditambatkan (docking) ke dalam situs katalitik Hakp2 dan dilakukan simulasi dinamika molekul (MD). Hasil analisis spesies menggunakan ribosomal typing menunjukkan koloni memiliki kedekatan yang sangat tinggi dengan Klebsiella pneumoniae dengan persen identitas sebesar 99,41%. Penentuan urutan nukleotida hakp2 menunjukkan ukuran gen tersebut adalah 690 pasang basa. Hakp2 memiliki berat molekul 31,21 kDa berdasarkan deduksi dari urutan nukleotida. Hakp2 membawa his-tag, S-tag, enterokinase site, dan thrombin site. Hakp2 memiliki KM sebesar 3,7128 mM, Vmax sebesar 8,42 nM/detik, dan kcat sebesar 0,01315 detik1 Sebagai perbandingan fosfatase dari Arthrobacter sp. dan A=ohydromonas australica memiliki kcat sebesar 4.540 detik-1 dan 4,6 detik 1 Mekanisme defosforilasi membutuhkan dua residu aspartat, sedangkan Hakp2 memiliki residu aspartat dan glutamat. Studi komputasi dari mutan Hakp2 ElOD yang mengubah glutamat tersebut menjadi aspartat menunjukkan perbedaan struktur pada saat adanya substrat pada situs katalitik. Berubahnya glutamat menjadi aspartat juga menurunkan nilai energi bebas pengikatan substrat (MM­ GBSA) yang menunjukkan pengikatan substrat yang lebih kuat.

2026
👤 Penulis: Dio Jordy
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Bioremediasi

POTENSI REPELENSI EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI L.

Iklim Indonesia yang merupakan iklim tropis mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penyakit DBD. Berbagai macam metode pencegahan dilakukan untuk mengurangi penyebaran penyakit DBD melalui nyamuk Aedes aegypti. Salah satu metode pencegahan DBD yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan repellent alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimal ekstrak kulit jeruk nipis sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti, menentukan ED50 dan ED99 ekstrak kulit jeruk nipis sebagai repellent, serta mengidentifikasi senyawa aktif yang berpotensi sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti pada kulit jeruk nipis dengan menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode arm in cage sedangkan ekstraksi kulit jeruk nipis dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Data diolah menggunakan perangkat lunak Rstudio dan SPSS dengan nilai selang kepercayaan 95%. Dosis ekstrak yang digunakan untuk pengujian adalah sebesar 0.17 mg/cm2, 0.5 mg/cm2, 0.83 mg/cm2, 1.17 mg/cm2 dan 1.5 mg/cm2. Daya proteksi yang diperoleh untuk tiap dosis perlakuan secara berurutan adalah 76.2 ± 8.27%, 85.1 ± 4.35%, 90.9 ± 0.83%, 100%, dan 100%. Ekstrak kulit jeruk nipis memiliki ED50 sebesar 0.07 mg/cm2 dan ED99 sebesar 2.183 mg/cm2. Hasil GC-MS menunjukkan adanya keberadaan senyawa yang diduga berpotensi sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti yaitu geraniol dan (-)-caryophyllene oxide serta beberapa golongan seskuiterpen yang memiliki manfaat sebagai antimikroba, antiinflamasi, antikanker dan antivirus.

2026
👤 Penulis: Ezra P.Y Silitonga
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

IDENTIFIKASI EFEKTIVITAS GREEN ROOF DAN GREEN WALL PADA KAWASAN PERUMAHAN PADAT DALAM UPAYA MITIGASI URBAN HEAT ISLAND

Peningkatan temperatur udara di kawasan perkotaan akibat urbanisasi atau dikenal dengan Urban Heat Island (UHI) merupakan akumulasi kalor pada kawasan perkotaan padat seperti area perumahan, perkampungan, perdagangan, dan lainnya. Akumulasi kalor tersebut berakibat dari dominasi pemakaian material berat seperti beton dan bata merah pada bangunan yang menyerap serta melepaskan kalor ke udaa secara lambat. Salah satu teknologi mitigasi UHI adalah atap hijau (green roof) dan dinding hijau (green wall) yang dilaporkan mampu mengelola energi dari sinar matahari untuk kebutuhan evapotranspirasi dan fotosintesis. Penggunaan tanaman pada atap dan dinding bangunan berfungsi tidak hanya sebagai pelapis, tetapi juga sebagai penyerap energi dari matahari sehingga tidak terbaurkan ke udara. Namun, efektivitas penerapan dinding dan atap hijau untuk menurunkan intensitas UHI di kawasan permukiman perlu banyak kajian. Penelitian ini bertujuan mempelajari efektivitas atap dan dinding hijau untuk mengurangi intensitas Urban Heat Island Intensity (UHII) secara spasial dan temporal pada penggunaan tanaman Brekele (Philodendron burle-marxii) dan Pakis Pedang (Nephrolepis exaltata). Metode penelitian meliputi tiga tahap utama yaitu, (1) identifikasi kondisi lingkungan termal Kawasan Perumahan pada empat periode waktu (pagi, siang, sore, malam), (2) eksperimen efek penerapan atap dan dinding hijau berorientasi Timur dan Barat dengan pengukuran variabel temperatur udara (Ta), temperatur permukaan daun (Tls), temperatur radiasi (GT), kelembapan relatif (RH), kecepatan angin (v), dan radiasi matahari (SI), serta (3) simulasi spasial menggunakan ENVI-met 5.7.1 untuk memetakan distribusi panas dan keseimbangan energi kawasan secara tiga dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atap hijau memiliki kemampuan signifikan dalam menurunkan temperatur permukaan hingga 13,39°C dibandingkan atap beton (kontrol), meskipun menunjukkan kecenderungan memanaskan udara pada pagi hari. Sebaliknya, dinding hijau menunjukkan variasi kinerja berdasarkan orientasi dinding. Dinding Timur efektif menurunkan temperatur udara sebesar 1,19–2,54°C dengan penundaan puncak suhu (delay) hingga 37–68 menit dibandingkan dinding bata (kontrol), sedangkan penerapan dinding hijau pada dinding Barat menurunkan temperatur udara lebih besar hingga 2,04–2,82°C lebih dingin pada sore hari dengan fluktuasi kelembapan relatif 5–8% lebih tinggi dibandingkan kontrol. Perbedaan ini dipengaruhi oleh karakter tanaman dimana Pakis Pedang (Nephrolepis exaltata) dengan daun yang relatif tipis (0,2–0,4 mm), tinggi batang sekitar 40–90 cm, dan kerapatan daun yang renggang mampu menurunkan suhu dengan cepat namun menghasilkan pola penurunan lebih fluktuatif. Sebaliknya, Brekele (Philodendron burle-marxii) dengan daun yang lebih tebal (0,6–1,0 mm), tinggi tanaman sekitar 40–60 cm, serta daun yang lebih rapat lebih efektif dalam meredam penetrasi radiasi matahari dan menghasilkan penurunan yang lebih stabil. Simulasi spasial pada ENVI-met di mana sistem selubung tanaman dimodelkan dengan modifikasi parameter seperti Leaf Area Index (LAI) serta properti substrat dan media tanam, menunjukkan bahwa kombinasi atap dan dinding hijau secara bersamaan mampu menurunkan temperatur udara maksimum kawasan dari 34,94°C menjadi 34,54°C serta mengurangi area panas ekstrem (>34°C) sebesar 688 m² atau 19,6% dari total tapak. Distribusi panas kawasan menunjukkan pergeseran area panas tinggi menjadi kategori panas ringan (31–32°C), menandakan efek sinergis tanaman terhadap homogenisasi termal lingkungan. Secara konseptual, kombinasi tanaman horizontal dan vertikal membentuk mekanisme pendinginan dua lapis, yaitu atap hijau sebagai peredam panas vertikal dan dinding hijau sebagai penyebar panas horizontal yang bersama-sama memperkuat aliran udara sejuk antarpermukaan dan menurunkan puncak suhu harian. Hasil analisis juga mengindikasikan bahwa pengaruh kondisi cuaca juga terbukti berpengaruh, di mana peningkatan tutupan awan (cloud cover) hingga 60% ke atas menurunkan kapasistas evapotranspirasi harian. Temuan ini dapat dipahami karena tanaman tropis membutuhkan asupan radiasi matahari yang optimal terutama pada kondisi di atas 350 W/m² untuk mencapai proses evapotrapotranspirasi terbaik. Secara keseluruhan, dinding dan atap hijau merupakan teknologi mitigasi UHII untuk kawasan perumahan padat dengan iklim tropis lembap.

2026
👤 Penulis: Farhan Ramadhan
🏷️ Urban Heat Island 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI DATA ANOMALI GAYABERAT BERDASAR PENGAMATAN GAYABERAT AIRBORNE RAGAM PERIODE DI WILAYAH KALIMANTAN

Perkembangan teknologi memungkinkan pengukuran gayaberat menggunakan wahana pesawat terbang atau dikenal sebagai survei gayaberat airborne. Teknologi ini menjadi solusi atas keterbatasan survei gayaberat secara terestris. Teknologi ini menjadi angin segar untuk mengatasi keterbatasan pengukuran gayaberat secara terestris. Wilayah Kalimantan menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang memiliki dua periode survei gayaberat airborne. Pengukuran Data A dilakukan tahun 2009-2010 mencakup seluruh Kalimantan menggunakan gravimeter Air/Sea S99 LaCoste & Romberg dengan jarak antar jalur terbang sekitar 18 km. Pengukuran berikutnya yaitu Data B dilakukan pada periode 2021-2022 menggunakan gravimeter Canadian Micro Gravity GT-2A mengisi celah antar jalur sebelumnya sehingga jarak antar jalur terbang menjadi sekitar 9 km. Beberapa jalur terbang dibuat bertampalan antara periode pertama dan kedua. Evaluasi performa dilakukan pada data anomali free-air (FAA) gayaberat airborne pulau Kalimantan pada waktu pengukuran yang berbeda di mana masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Evaluasi mencakup uji kualitas internal masing-masing data melalui cross-over analysis, uji kualitas pada pertampalan jalur terbang dibandingkan dengan data EGM2008, serta analisis spasial dan spektrum masing-masing data. Data B memiliki konsistensi internal MAE = 2,944 mGal dan STD = 4,412 mGal lebih baik dari Data A MAE = 5,628 mGal dan STD 7,322 mGal. Kombinasi kedua data (Data C) menunjukkan nilai pertengahan antara kedua data dengan MAE = 4,343 mGal dan STD = 6,044 mGal. Cross-over adjustment dilakukan menggunakan metode orde-0 dan orde-1. Cross-over adjustment Data A, B dan C orde 1 menunjukkan MAE 2,391 mGal STD 4,630 mGal, MAE 1,604 mGal STD 2,689 mGal, dan MAE 2,489 mGal STD 3,727 mGal. Nilai ini lebih baik dari penggunaan orde 0 dengan hasil MAE 2,927 mGal STD 4,262 mGal, MAE 1,779 mGal STD 2,712 mGal, dan MAE 2,599 mGal STD 3,759 mGal. Akan tetapi, penggunaan orde 1 menunjukkan potensi perubahan pola spasial pada beberapa jalur terbang secara ekstrem. Hal ini dikarenakan kondisi sebaran cross-line yang tidak ideal. Hasil analisis 30 pasangan pertampalan jalur terbang ditambah dengan perbandingan dengan EGM2008 menunjukkan dengan jelas adanya perbedaan referensi antar data. Hal ini ditunjukkan dengan adannya shifting antara Data A dan B di beberapa pasangan jalur terbang. Perbedaan FAA Data A dan B pada pertampalan jalur terbang menghasilkan rentang MAE 0,757 mGal hingga 12,792 mGal. Dengan melakukan kombinasi antara Data A dan B kemudian dilakukan cross-over adjustment bersama memperbaiki masalah ini. Perbedaan FAA Data A dan B pada pertampalan jalur terbang mengecil menghasilkan rentang MAE 0,986 mGal hingga 6,868 mGal. Sementara itu, analisis spektrum menunjukkan bahwa Data B memiliki amplitudo yang lebih tinggi dibandingkan Data A dan EGM2008 pada rentang panjang gelombang menengah hingga pendek. Data B juga menunjukkan peluruhan spektrum yang lebih lambat, yang konsisten dengan tingkat derau yang lebih rendah dan kemampuan yang lebih baik dalam mempertahankan sinyal dinamis. Secara keseluruhan, integrasi dataset gayaberat airborne wilayah Kalimantan meningkatkan koherensi spasial dan spektrum, serta memberikan landasan yang lebih kuat untuk penyempurnaan geoid maupun berbagai aplikasi geosains lainnya, termasuk analisis struktur kerak, interpretasi cekungan, dan eksplorasi sumber daya alam.

2026
👤 Penulis: Harka Amrossalma
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Data Anomali Gayaberat 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN UNTUK ADAPTASI STRATEGI PEMASARAN DI INDUSTRI TEMBAKAU

Industri tembakau di Indonesia merupakan industri yang berada di bawah peraturan dan pengawasan yang sangat ketat. Saat ini, industri tersebut sedang mengalami tantangan besar yang disebabkan oleh beberapa faktor dan berpengaruh terhadap kinerja bisnis mereka terutama pada menurunnya profitabilitas dan volume penjualan rokok. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah regulasi yang terus berubah dan semakin ketat seperti kenaikan cukai. Faktor lain yang berkontribusi adalah meningkatnya trend penggunaan rokok alternatif (dari 0.3% di 2011 ke 3% di tahun 2021) dan juga maraknya penjualan rokok illegal seperti yang dilaporkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada tahun 2023. Selain itu, di Oktober 2024, Pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah no 28 yang mengatur pemasaran rokok secara lebih ketat. Perusahaan-perusahaan rokok di Indonesia sedang berada dalam fase krusial dimana inovasi dalam strategi pemasaran sangat diperlukan untuk mempertahankan bisnis. Perusahaan-perusahaan tersebut ditantang untuk beradaptasi untuk memastikan keberlanjutan bisinis dalam jangka panjang. Hal ini dianggap sangat penting karena faktor eksternal berubah sangat cepat dalam waktu yang singkat. Berdasarkan tantangan-tangtangan tersebut, analisis konsumen menjadi sangat penting dilakukan oleh perushaan karena akan sangat membantu mereka dalam memahami dan mengantisipasi perubahan preferensi konsumen. Dengan memahami preferensi konsumen, Perusahaan dapat membuat produk yang sesuai dan responsive dengan permintaan pasar. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi penurunan konsumsi rokok, menentukan prioritas faktor yang harus ditingkatkan yang paling berpengaruh pada niat pembelian rokok konvensional, serta merumuskan startegi marketing yang paling sesuai untuk berdadaptasi dan menyasar pada permasalahan utama mengenai perubahan perilaku konsumen. Studi ini menganalisis delapan faktor yang mungkin berpengaruh terhadap niat pembelian rokok konvensional, seperti faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis serta faktor stimuli pemasaran seperti produk, lokasi, harga, dan promosi. Hipotesis yang disusun berdasarkan studi literatur memprediksi bahwa kedelapan faktor tersebut berpengaruh positif terhadap niat pembelian. Dalam mengevaluasi potensi pengaruh dari kedelapan faktor tersebut terhadap niat pembelian, penulis mengadakan survey dengan 236 sampel dan melakukan analisis data menggunakan model PLS-SEM. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada 5 faktor utama yang menyebabkan penurunan konsumsi rokok seperti meningkatnya kesadaran tentang kesehatan atau dampak kesehatan dari merokok, kondisi ekonomi yang tidak mencukupi, tidak dapat merokok karena alasan kesehatan atau fisik yang tidak memungkinkan dan meningkatnya trend rokok alternatif. Terkait faktor yang mempengaruhi niat pembelian, hasil PLS-SEM analisis menunjukkan bahwa tuhuh dari delapan faktor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat pembelian. Faktor yang paling tidka berpengaruh adalah faktor budaya. Faktor yang yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap niat pembelian adalah faktor personal (koefisien 0.183) diikuti oleh faktor lokasi (koefisien 0.181), faktor social (koefisien 0.175) dan faktor promosi (koefisien 0.157). Untuk merumuskan startegi pemasaran yang adaptive, penulis menggunakan IPMA (Importance-Performance) analisis yang menggabungkan hasil path koefisien dan rata-rata data survey utnuk menghasilkan list prioritas strategi. Hasil menunjukkan bahwa prioritas pertama yang harus ditingkatkan dalam penyusunan startegi adalah faktor personal dan promosi karena memiliki nilai path koefisien tinggi namun masih kurang secara performa atau nilai rata-rata survey. Oleh karena itu, sangat penting bagi Perusahaan untuk menargetkan persona konsumen seperti umur (PER1), pekerjaan (PER2), aktivitas (PER3), pendapatan (PER4), gaya hidup (PER7) dan perlu juga memprioritaskan support banner toko (PRM5) yang memiliki skor paling tinggi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam kepada praktisi industri untuk keperluan manajemen bisnis yang bertanggung jawab serta berkontribusi terhadap pengembangan ilmu ppengetahuan dalamanalisis perilaku konsumen dan adaptasi strategi pemasaran di industri tembakau.

2026
👤 Penulis: Margareta Ninda Arlita
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS PRODUKSI RADIOISOTOP MO-99 DARI MOO3 PADA REAKTOR RISET IAEA 10 MW

Molibdenum-99 (Mo-99) merupakan radioisotop penting yang banyak digunakan dalam kedokteran nuklir sebagai prekursor Teknesium-99m (Tc-99m), yang berperan signifikan dalam pencitraan dan diagnosis medis. Studi ini menganalisis potensi MoO? sebagai material target untuk produksi Mo-99 menggunakan reaktor acuan 10 MW yang dikembangkan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA). Simulasi Monte Carlo dilakukan menggunakan kode OpenMC, dengan data nuklir ENDF/B-VIII.0 untuk menghitung aktivitas Mo-99 yang dihasilkan sekaligus mengevaluasi karakteristik local heating dalam target. Analisis dilakukan untuk Mo alami serta Mo-98 yang diperkaya dalam bentuk target MoO3, dengan tingkat pengayaan antara 25% hingga 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengayaan Mo-98 menghasilkan aktivitas Mo-99 yang lebih tinggi, sementara distribusi pemanasan pada target MoO? menunjukkan pola daya yang konsisten di semua tingkat pengayaan, yang mengindikasikan bahwa pengayaan yang lebih tinggi tidak secara signifikan memengaruhi beban termal target. Dengan demikian, sistem pendingin yang ada tidak perlu mengalami modifikasi besar untuk mendukung target Mo dengan pengayaan tinggi. Di sisi lain, durasi iradiasi optimal ditemukan antara 7 hingga 10 hari, dengan aktivitas Mo-99 mendekati titik jenuh setelah sekitar 12 hari. Temuan ini dapat dipertimbangkan untuk mempersiapkan jadwal operasi reaktor sekaligus mengoptimalkan produksi Mo-99 di dalam teras reaktor.

2026
👤 Penulis: Dhiya Salma Salsabila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERENCANAAN SKENARIO UNTUK INDUSTRI HUBUNGAN MASYARAKAT INDONESIA: MENJAGA PERTUMBUHAN STRATEGIS INKE MARIS & ASSOCIATES

Industri hubungan masyarakat (PR) di Indonesia mengalami transformasi pesat akibat disrupsi digital, perubahan perilaku audiens, serta meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam praktik komunikasi. Dinamika ini menciptakan ketidakpastian yang dapat memengaruhi arah strategis dan daya saing jangka panjang perusahaan PR. Inke Maris & Associates (IM&A), sebagai salah satu konsultan PR terkemuka di Indonesia, perlu secara proaktif mengantisipasi perkembangan masa depan untuk mempertahankan relevansi di tengah lingkungan yang kompetitif dan tidak pasti. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode perencanaan skenario untuk mengeksplorasi kemungkinan masa depan industri PR Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner, serta diperkaya dengan data sekunder dari laporan industri dan regulasi nasional. Melalui proses analisis yang sistematis, penelitian ini mengidentifikasi dua ketidakpastian utama: (1) tingkat integrasi AI dalam layanan PR dan (2) laju perubahan permintaan klien. Berdasarkan kedua poros ini, dikembangkan empat skenario masa depan: Evolusi Bertahap, Digitalisasi Selektif, Disrupsi Terkelola, dan Transformasi Radikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IM&A perlu meningkatkan kapabilitas digital dan berbasis data, berinvestasi dalam pengembangan talenta yang lincah, serta membangun kapasitas foresight strategis. Strategi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi layanan di luar PR tradisional, penguatan perencanaan berbasis skenario, dan pembentukan jaringan kolaboratif dengan mitra teknologi dan riset. Studi ini memberikan kontribusi dalam penerapan perencanaan skenario di sektor komunikasi Indonesia dan menyediakan kerangka kerja untuk formulasi strategi adaptif di tengah ketidakpastian.

2026
👤 Penulis: Armand Erlangga Maris
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Strategis Perusahaan Pr 🏷️ Analisis Risiko Industri

BILANGAN RAMSEY UNTUK GRAF POHON VERSUS GRAF YANG MEMUAT TITIK DOMINASI

Bilangan Ramsey R(a, b) untuk bilangan asli a, b ? 2 didefinisikan sebagai bilangan bulat terkecil r sedemikian sehingga setiap pewarnaan-2 pada graf lengkap Kr memuat subgraf monokromatik Ka atau Kb. Karena kompleksitas dalam menentukan nilai eksak bilangan Ramsey klasik, para peneliti memperkenalkan konsep bilangan Ramsey graf untuk graf sebarang. Diberikan dua graf sederhana G dan H, bilangan Ramsey R(G,H) adalah bilangan bulat terkecil r sedemikian sehingga setiap graf F berorde r memenuhi kondisi F ? G atau F ? H. Batas bawah bilangan Ramsey telah ditetapkan menggunakan bilangan kromatik ?(H) dan surplus kromatik s(H), yaitu R(G,H) ? (?(H) ? 1)(n ? 1) + s(H). Penelitian ini memfokuskan kajian pada penentuan bilangan Ramsey R(Tn,H) untuk pohon Tn berorde n versus graf H yang memuat titik dominasi, yaitu titik yang bertetangga dengan seluruh titik lainnya. Kelas graf H ini meliputi graf roda Wn, graf kipas F1,n, dan graf kupu-kupu diperumum B(k, n ? k). Meskipun nilai bilangan Ramsey untuk graf pohon yang berbentuk bintang versus graf roda berorde kecil telah diketahui, akan tetapi untuk graf pohon secara umum versus graf roda atau graf dengan titik dominasi lainnya seperti graf kipas dan graf kupu-kupu diperumum masih menjadi permasalahan. Dalam studi ini, kami telah menentukan nilai eksak R(Tn,H) di mana H merupakan graf kipas atau graf kupu-kupu diperumum dengan orde tertentu, khususnya dengan meninjau pohon Tn yang memiliki derajat maksimum tertentu. Lebih lanjut, pekerjaan ini telah menetapkan batas bawah yang lebih ketat untuk bilangan Ramsey graf pohon terhadap graf roda, R(Tn,Wm), dan graf pohon terhadap graf kipas, R(Tn, F1,m), untuk nilai m dan n tertentu. Selain itu, pada penelitian ini juga telah diturunkan hubungan antara R(G1,H) dan R(G2,H) untuk suatu graf G1,G2, dan H apabila G1 dan G2 memenuhi kondisi tertentu berdasarkan keterkandungan atau derajat maksimum dari G1 dan G2. Hasil-hasil ini berkontribusi pada teori Ramsey dalam hal menambahkan nilai eksak bilangan Ramsey yang diketahui, mempertajam batas bawah bilangan Ramsey untuk graf roda dan graf kipas tertentu, serta mengetahui hubungan antara dua bilangan Ramsey yang memenuhi kondisi tersebut di atas.

2026
👤 Penulis: Intan Sherlin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

MENINGKATKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN OPERASI PENGAPALAN PADA PERUSAHAAN PUPUK MELALUI DASHBOARD DINAMIS: SEBUAH ANALISIS KUALITATIF

Proyek akhir ini mempelajari bagaimana para pemangku kepentingan di PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil keputusan selama fase pelaksanaan distribusi kapal melalui kapal di Lini I ke II dan mengidentifikasi kebutuhan dukungan pengambilan Keputusan yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas manajerial. Alih-alih membangun system operasional lengkap, studi ini mengambil pendekatan yang lebih praktis dan berorientasi pada pengambilan Keputusan dengan mengumpulkan informasi tentang tantangan operasional harian, memeriksa sistem informasi saat ini, dan mengidentifikasi kesenjangan dukungan pengambilan keputusan yang akan menentukan fitur dari system tersebut. Fokus proyek akhir ini adalah memahami bagaimana informasi yang ada dimanfaatkan untuk pengambilan Keputusan dan bagaimana informasi tersebut dapat disusun ulang dengan lebih baik untuk mendukung intervensi manajerial yang lebih cepat dan proaktif. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, penulis melakukan tiga wawancara semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan utama di Kompartemen Distribusi yang bertanggung jawab atas perencanaan dan perutean operasional pengiriman. Transkrip wawancara mereka diproses dengan pengodean dua siklus dari Saldaña (2009) untuk mengidentifikasi masalah pada pola yang berulang. Analisis kualitatif menerjemahkan tantangan operasional ke kriteria pengambilan Keputusan terstruktur yang mewakili kebutuhan informasi dari pemangku kepentingan.selama proses pelaksanaan distribusi. Temuan dari proyek akhir ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan saat ini bergantung pada sumber informasi yang terfragmentasi, seperti laporan terpisah, grup WhatsApp, dan spreadsheet. Fragmentasi ini memperlambat respons manajerial dalam situasi operasional seperti keterlambatan kapal, kekurangan stok, atau deviasi pelaksanaan. Sistem digital saat ini menyediakan fungsi transaksional dan pelaporan dasar tetapi kurang memiliki visibilitas operasional untuk mendukung pengambilan keputusan yang efektif. Pastisipan juga menyoroti tidak adanya Key Performance Indocator (KPI) operasional yang terstandardisasi untuk kontrol pelaksanaan. Studi ini mengusulkan dasbor pendukung Keputusan sebagai Solusi bisnis. Desain dasbor didasarkan pada kriteria pengambilan Keputusan dari analisis kualitatif dan turunan dari House of Quality (HOQ). Adapun solusi yang ditawarkan meningkatkan visibilitas operasional, deteksi resiko dini, dan rensponsivitas pengambilan keputusan.

2026
👤 Penulis: Edwin Octoriza
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Kualitatif

SINYAL SEMG UNTUK KLASIFIKASI PENILAIAN FUNGSI MOTORIK EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN STROKE MENGGUNAKAN MODEL RANDOM FOREST

Stroke masih menjadi salah satu penyebab disabilitas jangka panjang dengan 77% penyintas mengalami gangguan pada fungsi motorik ekstremitas atas. Penilaian klinis seperti Muscle Manual Testing (MMT) dilakukan untuk menilai kondisi kekuatan motorik penyintas. Kelemahan dari penilaian ini adalah sulit untuk membedakan perubahan kekuatan yang kecil sehingga dibutuhkan metode kuantifikasi untuk menjawab tantangan ini. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk proses kuantifikasi adalah dengan menggunakan sinyal sEMG (surface-electromyography). Sinyal sEMG memberikan gambaran mengenai kondisi otot melalui fitur-fitur yang ada di dalamnya, sehingga sinyal sEMG memiliki potensi untuk kuantifikasi kekuatan. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai fitur pada sEMG untuk kuantifikasi kekuatan otot dan mengklasifikasikan fitur-fitur tersebut menjadi kategori penilaian MMT menggunakan random forest. Studi ini melibatkan partisipasi 14 pasien stroke akut yang diperoleh melalui kerja sama dengan Prodi Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Rumah Sakit Hasan Sadikin, subjek penelitian dipilih dengan metode consecutive sampling dengan kriteria tertentu. Pengukuran sEMG dilakukan di lima otot besar pada area bahu, lengan dan tangan dengan pengukuran dilakukan sebanyak 5 kali sejak 3 hari – 3 bulan pasca stroke. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sinyal sEMG dapat menunjukkan progres pemulihan motorik subjek secara objektif. Berdasarkan pada tren pada fitur RMS tiap sesi menunjukkan pemulihan paling signifikan terdapat pada grup MMT < 3 sebesar 3,82 kali lebih besar relatif terhadap sesi pertama. Selanjutnya, hasil klasifikasi dari model random forest menunjukkan bahwa fitur power bin 50-75 Hz, power bin 75-100 Hz, power bin 100-125 Hz, power bin 125-150 Hz dan coefficient of variation (ZC) merupakan fitur yang paling efektif dalam mengklasifikasikan kekuatan otot ke dalam kategori penilaian MMT.

2026
👤 Penulis: Iqbal Aidina Arridho
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KONTROL STRUKTUR DAN INTERAKSI FLUIDA-BATUAN PADA MINERALISASI BESI-TIMAH DI WILAYAH BATUBESI, KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Cebakan skarn Fe-Sn polimetalik merupakan salah satu cebakan timah primer yang cukup penting karena banyak timah terkandung dalam tipe cebakan tersebut. Cebakan skarn tersebut secara umum mirip dengan cebakan tipe skarn lainnya, yaitu adanya penggantian batuan asal menjadi batuan lain melalui proses ubahan hidrotermal. Cebakan Batubesi yang terletak di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka dan Belitung merupakan salah satu cebakan tipe Fe-Sn polimetalik. Meskipun sudah ditemukan dalam waktu yang lama, penelitian mengenai cebakan tersebut masih sangat terbatas. Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian komperhensif untuk mengetaui karakteristik cebakan tersebut, khususnya kontrol struktur dan interaksi fluida-batuan pada saat pembentukan cebakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pemetaan struktur di lapangan, pengamatan komposisi mineral dan unsur, serta inklusi fluida untuk mengetahui pola struktur rekahan yang berkembang pembentukan cebakan skarn Fe-Sn pol imetalik. Data inti bor terorientasi dan pengamatan singkapan di lapangan digunakan sebagai pendekatan dalam memahami pola struktur rekahan dan urat yang berkembang di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola struktur sesar normal dan sesar mendatar di wilayah penelitian. Sesar normal berperan sebagaijalan masuk magma di wilayah penelitian. Selain itu, ditemukan juga beberapa domain berbeda pada cebakan, diantaranya adalah domain batuan sedimen, magnetit-klorit, magnetit, batutanduk, dan granit. Mineralisasi urat yang terjadi di wilayah penelitian terdiri dari tiga episode, yaitu skarn prograde, skarn retrograde I, retrograde II. Rekahan pada skarn prograde dinggantikan oleh mineral-mineral dari skarn retrograde II. Selanjutnya, kedua tahap mineralisasi skarn tersebut dipotong oleh tahap retrograde II. Selain itu, ditemukanjuga indikasi mineralisasi greisen yang ditandai batuan kaya kuarsa-muskovit pada rekahan-rekahan sekitar granit.

2026
👤 Penulis: Aryo Dwi Handoko
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN SISTEM PENGONTROL PENGONDISI UDARA TIPE VARIABLE REFRIGERANT FLOW (VRF) BERBASIS EDGE DEVICE PADA LABTEK XIX ITB

Pemanfaatan fitur dari pengondisi udara tipe variable refrigerant flow atau VRF perlu didalami lebih lanjut agar memungkinkan adanya penjadwalan yang lebih efektif dari yang sebelumnya masih dijadwalkan menurut penggunaan ruangan dan terkadang tidak sesuai dengan kondisi aktual yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan energi akibat dari energi yang terbuang sia-sia. Oleh karena itu, pada penelitian ini telah dikembangkan sistem pemantauan dan pengontrolan (supervisory control) dengan menggunakan sensor suhu dan kelembapan untuk menghasilkan keluaran berupa rekomendasi kontrol suhu setpoint yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh operator sebagai bentuk respon. Tahapan awal penelitian dilakukan dengan perancangan sistem pemantauan dengan menggunakan data dari sensor edge device yang mengukur besaran suhu dan kelembapan yang kemudian diakuisisi datanya ke tampilan antarmuka. Dalam tahapan ini, mikrokontroler digunakan untuk menampilkan visualisasi dari akuisisi data yang ada ke dalam monitor eksternal. Tahapan selanjutnya dilakukan perancangan sistem pengontrol pengondisi udara menggunakan modul yang dipasang pada AC VRF. Dari akuisisi data sensor yang didapat, kemudian dilakukan pembuatan supervisory control dengan acuan data tersebut. Dalam hal ini, data suhu dapat digunakan dalam feedback loop pada supervisory control yang dibuat. Untuk sistem pemantauan dilakukan di setiap lorong atau ruangan dan untuk sistem pengontrol dilakukan melalui ruang kontrol dengan metode pengendalian jarak jauh atau remote. Hasil perancangan sistem pemantauan dan pengontrolan pengondisi udara menggunakan data suhu edge device yang memiliki coefficient of variation (CV) di bawah 5% didapat mendekati suhu setpoint dengan selisih sebesar 1,5 ?, 1,75 ?, dan 2,89 ? serta menggunakan perangkat pengontrolan yang andal dengan rata-rata latensi di bawah 5 ms dan data loss mendekati 0%.

2026
👤 Penulis: Thariqullah Adhiguna
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

RANCANG BANGUN SISTEM AKUISISI DATA QCM MULTI-CHANNEL UNTUK DETEKSI SENYAWA ORGANIK VOLATIL

Quartz Crystal Microbalance (QCM) merupakan sensor berbasis perubahan massa yang memiliki potensi besar dalam aplikasi pemantauan gas polutan karena sensitivitasnya yang tinggi. Namun, tantangan utama dalam implementasinya meliputi kebutuhan sistem akuisisi data yang mampu membaca banyak kanal secara simultan serta peningkatan selektivitas sensor terhadap gas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem akuisisi data QCM multi-channel berbasis mikrokontroler Teensy 3.2 yang terintegrasi dengan perangkat lunak antarmuka berbasis C# untuk pemantauan frekuensi dan suhu secara real-time. Untuk meningkatkan kinerja sensor, permukaan kristal QCM dimodifikasi dengan lapisan nanofiber Polyacrylonitrile (PAN) dan Polyvinylpyrrolidone (PVP) konsentrasi 10% (w/w) menggunakan metode electrospinning. Pengujian dilakukan dengan memaparkan sensor terhadap variasi analit Volatile Organic Compounds (metanol, etanol, aseton), uap air, dan campuran gas dengan variasi volume injeksi (50 ? 150 ?L). Hasil karakterisasi SEM menunjukkan bahwa nanofiber PVP memiliki morfologi serat yang seragam, sedangkan PAN didominasi oleh struktur beads. Data respons frekuensi menunjukkan bahwa sensor berbasis PVP memiliki sensitivitas tertinggi terhadap analit alkohol dan uap air, didorong oleh mekanisme ikatan hidrogen dan luas permukaan efektif yang besar. Sebaliknya, sensor berbasis PAN menunjukkan respons yang lebih rendah akibat morfologi beads dan sifat hidrofobik yang menghambat adsorpsi uap air, bahkan menghasilkan respons di bawah sensor tanpa lapisan (blank).

2026
👤 Penulis: Kian Imanur Razan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Sensor Berbasis Massa 🏷️ Analisis Data Real-Time
Halaman 82 dari 418
💬