📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 124 dokumenASESMEN RISIKO NEOBANK DI INDONESIA: SEBUAH STUDI KASUS PADA BANK GEMBIRA INDONESIA
Penelitian ini melakukan analisis secara komprehensif terhadap risiko-risiko bisnis yang dihadapi oleh Bank Gembira, yakni salah satu neobank yang terkemuka di Indonesia. Melalui penggabungan metode kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai jenis risiko, antara lain risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, dan risiko operasional. Untuk memudahkan proses penentuan prioritas, penelitian ini menggunakan pendekatan Matriks Risiko dan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang digagas oleh Saaty sebagai instrumennya. Studi ini menyoroti pentingnya memahami perilaku nasabah dalam memitigasi risiko bagi neobank dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut mengenai penilaian risiko di sektor neobanking. Analisis tersebut menekankan pentingnya peran risiko kredit dan risiko operasional bagi Bank Gembira sebagai neobank. Melalui penggabungan perhitungan Matriks Risiko dan AHP, gagal bayar kredit dan serangan siber diidentifikasi sebagai risiko dengan prioritas tertinggi, sehingga menggarisbawahi perlunya rencana penanganan risiko yang kuat untuk mengatasi risiko tingkat tinggi ini secara efektif. Rekomendasi diusulkan untuk mengatasi risiko-risiko ini, seperti meningkatkan penilaian kredit untuk mitra P2P lending, meningkatkan langkah-langkah keamanan siber, berkolaborasi dengan regulator, melacak pembaruan teknologi, bermitra dengan platform ecommerce, menawarkan program promosi, mengembangkan program talenta digital, dan menarik pelanggan UMKM. Penelitian lebih lanjut mengenai penilaian risiko di sektor neobanking disarankan untuk meningkatkan praktik manajemen risiko dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan bagi bank baru seperti Bank Gembira.
KESIAPSIAGAAN PETANI DALAM MENGHADAPI BANJIR DI LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN JABUNG LAMPUNG TIMUR
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan tingginya produktifitas padi di Kabupaten Lampung Timur khususnya di Kecamatan Jabung yaitu Desa Asahan dan Desa Mekarjaya, namun potensi tersebut juga diimbangi dengan tingginya risiko banjir pertanian yang sering melanda kedua desa tersebut. Kesiapsiagaan petani dalam menghadapi banjir di lahan pertanian dianggap sebagai sebuah hal yang penting, hal ini guna mengurangi kerugian yang ditimbulkan akibat adanya banjir di lahan pertanian, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesiapsiagaan petani dalam menghadapi banjir di lahan pertanian. Kesiapsiagaan dilihat dari bagaimana risiko banjir lahan pertanian yang terdapat di wilayah studi lalu mengaitkannya dengan bagaimana mekanisme respon petani ketika sebelum, saat, dan setelah terjadi banjir terhadap fase penanaman padi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif ini menunjukkan bahwa bahaya banjir lahan pertanian di wilayah studi berada pada kelas sedang dan tinggi pada kedua desa wilayah studi, tingkat kerentanan petani dan lahan pertanian yang teridentifikasi pada kedua desa di wilayah studi adalah tinggi, begitupun dengan tingkat kapasitas petani yang tinggi pada kedua desa di wilayah studi. Tingkat risiko yang teridentifikasi pada wilayah studi berada pada kelas rendah hingga sedang. Mekanisme respon yang terbentuk terhadap banjir lahan pertanian teridentifikasi baik pada fase tanam dan pasca-tanam, sedangkan mekanisme respon rendah teridentifikasi pada fase pra-tanam. Hasil studi menunjukkan kesiapsiagaan pada fase pra-tanam dinilai kurang, sedangkan kesiapsiagaan pada fase tanam dan pratanam dinilai baik, hal ini berkaitan dengan mekanisme respon yang terbentuk pada kelompok tani.
ANALISIS RISIKO PEMERINTAH PADA TAHAP TRANSAKSI DALAM PROYEK KPBU TPPAS LEGOK NANGKA
Persampahan di wilayah Bandung Raya, memang masih menjadi polemik terutama untuk Kota Bandung dan Kota Cimahi. Setelah terjadinya insiden meledaknya TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah yang menyebabkan TPA tersebut tidak dapat lagi digunakan. TPK (Tempat Pengolahan Kompos) Sarimukti menjadi tempat pembuangan akhir sementara. TPK Sarimukti yang pada tahun 2017 seharusnya sudah tutup karena sudah overcapacity dan perlu dilakukan pemindahan TPPAS yang baru. Hal itu yang membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan proyek pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) di daerah Legok Nangka dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Setiap proyek KPBU pasti memiliki risiko, oleh karena itu diperlukan analisis risiko yang akan dihadapi oleh pemerintah. Selain itu, perlu diidentifikasi pada tahapan transaksi mana potensi kegagalan mungkin terjadi dan faktor-faktor risiko apa yang memengaruhi situasi tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis isi dan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai metode penelitian. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pada tahap transaksi dalam KPBU TPPAS Legok Nangka, terdapat 11 faktor risiko yang berpotensi terhadap kegagalan KPBU TPPAS Legok Nangka dengan faktor risiko paling signifikan berpotensi memicu kegagalan adalah Risiko pengambilan keputusan pemerintah. Selain itu, langkah dalam tahap transaksi yang paling berisiko adalah pada saat dilaksanakannya pengadaan badan usaha. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pemerintah dalam mengelola risiko dan memastikan kesuksesan proyek TPPAS Legok Nangka. Dengan memahami faktor-faktor risiko dan mengambil tindakan yang tepat, diharapkan proyek ini dapat berjalan dengan efisien dan berkelanjutan.
VALUASI MERGER PERUSAHAAN BADAN USAHA MILIK NEGARA: CITILINK DAN PELITA AIR
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah entitas bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah suatu negara. BUMN memainkan peran penting dalam ekonomi suatu negara karena mereka beroperasi di sektor-sektor yang strategis. Pada Juni 2023, Menteri BUMN mengumumkan penggabungan Citilink dan Pelita Air untuk meningkatkan jumlah pesawat di Indonesia dan menurunkan biaya logistik. Penggabungan merupakan salah satu cara tercepat untuk menumbuhkan perusahaan karena adanya sinergi, namun 70% hingga 90% kasus penggabungan dan akuisisi gagal karena biaya akuisisi yang terlalu tinggi dan perusahaan gagal mengidentifikasi biaya dalam proses integrasi. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis lingkungan bisnis, valuasi arus kas terdiskonto, dan analisis risiko melalui analisis sensitivitas, analisis skenario, dan simulasi Monte Carlo. Citilink dikenal karena keselamatan, tiket terjangkau, dan layanan standar. Namun, operasinya terbatas di dalam negeri. Dengan pulihnya perjalanan pasca-pandemi, ada potensi pertumbuhan, tetapi harga bahan bakar dan regulasi harga tiket atas membatasi potensi pertumbuhan tersebut. Penggabungan Citilink dan Pelita Air diperkirakan akan meningkatkan nilai Citilink sebesar 15%, dari $2,4 juta menjadi $2,7 juta. Proyek ini dianggap berisiko dengan probabilitas 40% untuk mengurangi nilai perusahaan, namun jika para pemimpin mampu mengendalikan biaya pendapatan, biaya modal, pertumbuhan pendapatan, biaya operasional, perubahan modal kerja, sinergi, dan pendapatan lainnya, probabilitas kesuksesan akan meningkat secara signifikan.