📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 124 dokumen

STUDI PERUBAHAN RESPON ANOMALI GAYABERAT MIKRO AKIBAT INJEKSI CO2 MELALUI SIMULASI RESERVOIR PADA KEDALAMAN 620 M

Dalam proyek CCS (Carbon Capture Storage), monitoring bawah permukaan perlu dilakukan dengan baik agar CO2 yang diinjeksikan dapat tersimpan dengan aman di dalam reservoir. Salah satu metode geofisika yang dapat digunakan untuk monitoring bawah permukaan adalah metode gayaberat. Dalam pengaplikasiannya, dibuat model sintetik yang memperhitungkan kedalaman hingga 620 meter menggunakan model homogen dengan parameter simulasi reservoir yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Pemodelan simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak CMG (Computer Modelling Group) 2021. 10. Berdasarkan hasil pemodelan simulasi reservoir dengan kapasitas reservoir menampung CO2 adalah 218,428,236 ????3 dan kecepatan injeksi adalah 4013,4 ????3/day, waktu injeksi pada penelitian ini membutuhkan 18 tahun lagi setelah dilakukan 20 tahun injeksi agar CO2 dapat tersimpan penuh. Respon anomali gayaberat mikro yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan seiring bertambahnya volume injeksi CO2. Pembuatan peta anomali gayaberat mikro selang waktu untuk mengetahui anomali gayaberat mikro pada titik injeksi CO2 setelah 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun dengan kedalaman reservoir 620 m. Nilai anomali gayaberat selang waktu periode 2000- 2003 Januari, dengan nilai minimum 0,01241 ???????????????? dan maksimum 2,711 ????????????????. Nilai anomali gayaberat selang waktu periode 2000-2005 Januari, dengan nilai minimum 0,04587 ???????????????? dan maksimum 4,528 ????????????????. Nilai anomali gayaberat selang waktu periode 2000-2010 Januari, dengan nilai minimum 2,003 ???????????????? dan maksimum 48,97 ????????????????. Nilai anomali gayaberat selang waktu periode 2000-2020 Januari, dengan nilai minimum 5,317 ???????????????? dan maksimum 64,75 ????????????????. Berdasarkan analisis pola kurva, usulan interval stasiun survei gravitasi untuk monitoring penyebaran CO2 pada gelombang anomali pada periode 2000-2003 Januari bernilai 700 m dan pada periode 2000-2020 Januari bernilai 1600 m.

2024
👤 Penulis: Fatimah Az Zahra
🏷️ Geofisika 🏷️ Monitoring Co2 Injeksi 🏷️ Simulasi Reservoir

SEQUENTIAL INVERSION METODE GEOLISTRIK DAN GRAVITASI MENGGUNAKAN SIFAT FISIS BATUAN UNTUK STUDI AIR TANAH DI DESA TUGUMUKTI, KEC. CISARUA, KAB. BANDUNG BARAT

Pemetaan zona jenuh air dan tak jenuh air sangat penting mengingat pentingnya air bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Sifat fisis batuan, densitas dan resistivitas, dapat dimanfaatkan untuk studi pemodelan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan batas zona jenuh air (akuifer) dan zona tak jenuh air di Cisarua, Lembang, dengan melakukan dua metode inversi geofisika, yaitu metode gravitasi dan metode geolistrik, secara berurutan. Model inversi yang diterima merupakan model terbaik yang memenuhi parameter fisis batuan antara nilai batas minimum dan maksimum, baik inversi gravitasi maupun inversi geolistrik, serta model konseptual sistem air tanah. Sifat fisis batuan antara dua batas nilai sebagai model awal dari kedua inversi, memungkinkan terbentuknya proses inversi untuk menghasilkan model yang mendekati model konseptual sistem air tanah dan informasi geologi daerah tersebut. Dengan demikian mekanisme penggabungan kedua metode geofisika inversi ini dapat mengurangi ambiguitas model. Hasil inversi menunjukkan ketebalan akuifer rata-rata 20 meter dengan kontras densitas antara -0,3 dan 0,15 gr/cc dan resistivitas kurang dari 60 ohm meter. Zona tak jenuh air (vadose zone) terdapat dengan ketebalan rata-rata 5-10 meter pada jarak 0 – 240 m dan ketebalan 20 meter pada jarak 250 – 550 m. Zona vadose ini memiliki nilai kontras densitas berkisar antara -0,8 hingga -0,3 gr/cc dan resistivitas antara 60 - 300 ohm meter. Dengan demikian, mekanisme ini dapat digunakan sebagai ide awal untuk pengembangan inversi gabungan dua metode atau lebih.

2024
👤 Penulis: Na'ila Yuni Azhari
🏷️ Geofisika 🏷️ Manajemen Air Tanah 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN DATA MAGNETIK DAN DATA GRAVITASI DI DAERAH GUNUNG LAWU, KABUPATEN KARANGANYAR DAN KABUPATEN MAGETAN

Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati jalur cincin api pasifik atau yang biasa disebut dengan ring of fire. Hal ini mengakibatkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Salah satu gunung yang menjadi daerah prospek panas bumi di Pulau Jawa adalah Gunung Lawu. Gunung ini terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Gunung ini memiliki sumber daya terduga 195 MW dan sumber daya hipotesis 137 MW. Akan tetapi, data pada penelitian sebelumnya belum diolah secara baik. Selain itu, pemodelan yang dilakukan hanya terbatas di setiap metode. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi data observasi magnetik dan gravitasi serta memodelkan struktur bawah permukaan yang berkaitan dengan letak reservoir panas bumi. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode magnetik dan gravitasi. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode magnetik dan gravitasi. Data magnetik dan gravitasi yang digunakan didapat dari Laporan Tim Survei Geofisika Terpadu Gunung Lawu tahun 2009. Sebelum dilakukan pemodelan, data gravitasi dikoreksi ulang terlebih dahulu. Koreksi ini terdiri dari koreksi apungan, koreksi udara bebas, koreksi Bouguer, dan koreksi medan. Kemudian, pemodelan kedepan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Oasis Montaj. Pada penelitian ini nilai suseptibilitas yang digunakan memiliki rentang nilai 000034 - 0.049 ????????3/????, sedangkan untuk nilai densitas memiliki rentang nilai 1.6 - 2.82 ????/????????3. Pemodelan dilakukan dengan membuat tiga lintasan dengan rentang error metode magnetik berkisar 11.597 – 16.712% dan metode gravitasi berkisar 1.587 – 2.909%. Dari pemodelan yang telah dilakukan, menghasilkan struktur bawah permukaan yang sesuai dengan kondisi geologinya. Batuan reservoir panas bumi terindentifikasi di daerah sekitar Fumarol Candradimuka dengan kedalaman 1500 m dari permukaan dan berada pada satuan Lava Jobolarangan 1.

2024
👤 Penulis: Octaviano Brilliandi
🏷️ Geofisika 🏷️ Struktur Bawah Permukaan 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN BAWAH PERMUKAAN DI DAERAH JAWA TIMUR MENGGUNAKAN DATA GRAVITASI DAN MAGNETIK : STUDI KASUS GUNUNG API LAMONGAN

Gunung Api Lamongan merupakan salah satu gunung api yang unik di dunia. Dari berbagai penelitian yang telah dipublikasikan, gunung api ini termasuk ke dalam tipe Monogenetic Volcanic Field (MVF) berdasarkan kompleksitas magma, batuan, dan titik letusannya. Sebuah MVF umumnya membutuhkan fenomena penipisan kerak bumi, sehingga magma dari mantel bumi yang umumnya bersifat basa dapat menembus dan meletus di permukaan. Penelitian ini menggunakan data satelit magnetik-gravitasi yang bertujuan untuk memodelkan bawah permukaan Gunungapi Lamongan dan sekitarnya untuk mengetahui kedalaman fenomena penipisan kerak bumi. Pemodelan vertikal dari kedua metode tersebut memberikan informasi ketebalan kerak bumi sebesar 20-30 km dengan suseptibilitas dan densitas kerak bumi masing-masing sebesar 0,00081 dan 2,7 gr/cc. Sementara itu, suseptibilitas dan densitas mantel bumi adalah 0,00054 dan 2,9 gr/cc. Jadi, kedalaman diskontinuitas Mohorovic di bawah LVF yang dianggap sebagai penipisan kerak bumi adalah 20 km.

2024
👤 Penulis: Thomas Andre Maris Widagdo
🏷️ Hidrologi 🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Data Satelit
Halaman 9 dari 9
💬