📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 173 dokumen

INTEGRASI PETA 3D DARI PUTA DENGAN PETA UTILITAS BAWAH TANAH DARI GPR STUDI KASUS ASRAMA ITB JATINANGOR

Pembangunan infrastrukur bawah tanah di Indonesia saat ini mulai meningkat, seperti telah dibangunnya kereta bawah tanah atau MRT. Pembangunan bawah tanah ini membutuhkan informasi tentang keadaan tanah dalam bentuk peta utilitas bawah tanah. Ketidak tersediannya peta utilitas bawah tanah ini dapat menghambat pembangunan, bahkan dapat menimbulkan bahaya. Pembangunan bawah tanah akan berhubungan dengan informasi di atas tanah, tidak hanya secara fisik tapi juga kepemilikan. Integrasi keduanya diperlukan terlebih dalam bentuk 3D dengan sistem Building Information Model atau BIM tentunya akan lebih bermanfaat. Pembuatan peta 3D di atas tanah dapat dilakukan dengan berbagai macam metode, diantaranya dengan menggunakan foto dari pesawat udara tanpa awak atau PUTA. Sedangkan pembuatan peta utilitas bawah tanah dapat dilakukan dengan metode Ground Penetrating Radar atau GPR. Pada penelitian ini dilakukan uji akurasi dari integrasi kedua metode tersebut dalam bentuk 3D dengan mengambil studi area Asrama ITB-Jatinangor. Hasil penelitian, Peta 3D PUTA selaras dengan Peta Utilitas dari GPR pada skala 1:1000 dengan akurasi horisontal < 0.2 m dan akurasi vertikal < 0.06 m. Integrasi dalam sistem BIM ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengelola aset dan juga perencanaan pembangunan berkelanjutan di Asrama ITB-Jatinangor.

2024
👤 Penulis: Bowo Rahmanto Wifajar
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Aset Infrastruktur 🏷️ Analisis Geofisika

ANALISIS DAN EVALUASI PENGARUH AMBLESAN TANAH AKIBAT FAKTOR KONSOLIDASI ALAMIAH PADA JALUR TEROWONGAN MRT CP201

Kemacetan lalu lintas di Kota Administrasi Jakarta Pusat menghambat mobilitas, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Pada tahun 2019, pemerintah melakukan pembangunan jalur MRT Jakarta Fase 2A dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga Stasiun Kota yang merupakan proyek strategi nasional. Pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) CP201 diharapkan dapat mengatasi masalah ini, namun pembangunan tersebut menghadapi tantangan karena kondisi tanah lunak dapat menyebabkan amblesan tanah dan berpotensi memengaruhi deformasi pada terowongan bawah tanah. Desain terowongan MRTCP201 dibangun untuk waktu 100 tahun. Pemantauan amblesan tanah dengan InSAR (Interferometric Synthetic Aperture Radar) di Kota Administrasi Jakarta Pusat menunjukkan kecepatan rata-rata sebesar 1-10 cm/tahun. Pemantauan amblesan tanah terus dilakukan untuk mengetahui kondisi amblesan yang terjadi sepanjang waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi faktor konsolidasi alamiah terhadap amblesan tanah pada jalur terowongan MRT CP201. Metode yang digunakan yaitu metode analitik menggunakan teori konsolidasi satu dimensi dan metode numerik berupa finite element. Hasil penelitian dengan metode analitik menunjukkan bahwa amblesan tanah akibat konsolidasi alamiah diprediksi berkisar antara 0,2-3,6 m dan berlangsung hingga rentang waktu maksimum amblesan yaitu 220-1983 tahun. Pada tahun ke-100, laju amblesan tanah yang terjadi mencapai sebesar 0,08-2,91 cm/tahun. Hasil analisis metode analitik dengan metode numerik memiliki korelasi yang positif dengan perbedaan kurang dari 15%. Nilai amblesan tanah pada masing-masing titik bor bervariasi dan memiliki perbedaan amblesan pada setiap titik, sehingga dapat memengaruhi deformasi pada terowongan. Analisis amblesan tanah menunjukkan perbedaan amblesan tanah di lokasi penelitian tidak memberikan dampak signifikan terhadap terowongan MRT CP201. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan wawasan terhadap bahaya tersebut dan berkontribusi pada perkembangan kondisi geoteknik yang mendatang. Adaptasi perlu dilakukan untuk meminimalkan dampak yang dapat terjadi, seperti penataan ruang, sistem peringatan dini, pemantauan karakteristik amblesan, dan laju amblesan tanah.

2024
👤 Penulis: Muhammad Adi Naufal
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Amblesan Tanah 🏷️ Pembangunan Jalan Lintas

PENGARUH PERBEDAAN JUMLAH GCP PADA PENGUKURAN VOLUME STOCKPILE MENGGUNAKAN FIXED-WING UAV (WINGTRA) STUDI KASUS: STOCKPILE GREENBELT 2 BANKO BARAT

Kerja praktik di PT Bukit Asam Tbk bertujuan untuk menerapkan ilmu dan keterampilan dari kegiatan di perkuliahan dalam pengukuran volume stockpile batu bara menggunakan teknologi Terrestrial Laser Scanner (TLS) dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Lokasi kerja praktik ada pada Satuan Kerja Pemetaan dengan akuisisi data di stockpile Greenbelt 2, Banko Barat, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Dalam kegiatan ini, jumlah Ground Control Point (GCP) divariasikan (5, 6, dan 9 GCP) untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap akurasi pengukuran volume menggunakan UAV. Data foto udara yang diperoleh dari UAV diolah menjadi Dense Cloud dan Digital Terrain Model (DTM) untuk menghitung volume, dengan hasil dari TLS dijadikan sebagai data referensi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa jumlah GCP yang lebih banyak cenderung menghasilkan volume yang lebih akurat, mendekati hasil perhitungan menggunakan data TLS. Pada pemakaian 9 GCP, selisih volume yang diperoleh dengan data TLS sebesar 571.051 m³ dengan perbedaan sebesar 2,957%, yang merupakan selisih terkecil dibandingkan dengan pemakaian 5 dan 6 GCP. Selisih ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya jumlah GCP, akurasi perhitungan volume meningkat. Walau begitu, setiap jumlah GCP yang diuji tetap memberikan hasil dengan selisih volume yang berada di atas toleransi standar ASTM D6172- 98 sebesar 2%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penggunaan UAV memberikan hasil yang mendekati data referensi, tetap ada batasan akurasi yang dipengaruhi oleh jumlah dan konfigurasi GCP yang digunakan, serta pengolahan yang dilakukan. Penggunaan UAV juga lebih efisien dalam waktu dan tenaga kerja, namun membutuhkan perencanaan matang dalam hal teknis seperti penempatan GCP dan pemrosessan data yang lebih baik untuk mencapai akurasi setara TLS. Selain itu, visualisasi profil memanjang dan melintang yang dihasilkan dari DTM menunjukkan adanya perbedaan kecil namun signifikan pada ketinggian yang mempengaruhi hasil akhir perhitungan volume. Anomali juga ditemukan pada area yang terdapat obstruksi seperti alat berat (excavator) yang dapat mengganggu proses akuisisi data. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah bahwa penggunaan UAV dalam pengukuran volume stockpile dapat menjadi alternatif yang efisien dan fleksibel dibandingkan dengan TLS, namun akurasi hasil sangat bergantung pada penempatan dan jumlah GCP. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil yang optimal, perlu dilakukan perencanaan yang matang dari tahap akuisisi data, pengolahan data, hingga penyajian data.

2024
👤 Penulis: Adela Dwi Mutiara
🏷️ Geoteknik 🏷️ Teknologi Pengukuran Batu Bara 🏷️ Analisis Data Uav

PERANCANGAN SARANA PENYALIRAN PADA TIMBUNAN BATUAN PENUTUP TAMBANG TERBUKA BATUBARA PT XYZ

PT XYZ merupakan perusahaan tambang batubara terbuka yang beroperasi di Kecamatan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu kegiatan penambangan adalah melakukan penimbunan overburden yang ditempatkan pada area terbuka sehingga, sistem penyaliran tambang terbuka memegang peranan penting dalam mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan menjaga kelancaran operasional penambangan. Penanganan limpasan air hujan di area timbunan menjadi tantangan utama yang dihadapi. Sistem penyaliran yang dirancang mencakup saluran terbuka, drop structure, gorong-gorong (culvert), bench drainage, perimeter drainage, dan paritan jalan. Perancangan sarana penyaliran dimulai dengan melakukan analisis data hujan pada stasiun C-North selama 10 tahun (2013–2022) menggunakan distribusi Log Pearson III sehingga didapat sebesar 133,3 mm dengan intensitas hujan pada periode 20 tahun didapat sebesar 46,21 mm/jam. Selain itu, dilakukan pemetaan catchment area seluas 230 H dan perhitungan debit limpasan dengan metode rasional. Penelitian ini mengabaikan aspek geoteknik, ekonomi, kualitas air, evaporasi, dan infiltrasi. Rancangan sistem penyaliran disesuaikan dengan kapasitas debit limpasan. Saluran terbuka dibagi menjadi 4 (empat) kategori dimana saluran berbentuk trapesium dengan sudut 60 derajat dan dimensi lebar bawah × lebar atas × tinggi (1 × 2,5 × 1,4) m; (0,7 × 1,2 × 1,4) m; (1 × 3 × 1,7) m; (0,5 × 0,9 × 1,2) m; yang akan digunakan pada saluran utama, bench drainage, perimeter drainage, dan paritan jalan. Dibuat 4 buah rancangan drop pada saluran utama sebagai dari penanganan kerusan pada dinding saluran utama. Dibuat gorong-gorong sepanjang 50 m, 60 m, 63 m, dengan dimensi 1 m terdapat 3 barel, 1 m terdapat 2 barel, 0,5 m terdapat 2 barel.

2024
👤 Penulis: Adithiya Firmansyah Husaeni
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS INTERAKSI TANAH STRUKTUR UNTUK STABILITAS DERMAGA, STUDI KASUS: LOKASI JAKARTA UTARA

Pada Tugas Akhir ini akan Menganalisis upgrade desain struktur dermaga, yang pada kondisi awal merupakan kondisi deck on pile dilakukan upgrade menjadi Sheet Pile Quaywall. Proyek upgrade Dermaga Studi Kasus Jakarta ini merupakan proyek yang berlokasi di Jakarta Utara. Pembangunan proyek ini dilakukan diatas kondisi tanah lunak. Hal ini menjadi tantangan dikarenakan perlunya perlakuan khusus kepada tanah lunak. Laporan tugas akhir ini meliputi interpretasi data tanah hasil penyelidikan tanah, upgrade dermaga yang awalnya menggunakan slab on pile menjadi sheetpile quaywall dan juga, penentuan panjang penetrasi, pengecekan stabilitas, pengecekan batas defleksi lateral, pengecekan profil Sheetpile. Selain itum pada pengerjaan tugas ini akan dianalisis pada kondisi drain dan undrain Pemodelan dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS 2D dengan menggunakan beberapa kondisi, diantaranya kondisi gempa, kondisi layan, kondisi saat sebelum dan setelah soil improvemebt dan juga kondisi drain dan undrain. Berdasarkan hasil pengecekan treatment rigid inclusion yang dilakukan mampu untuk memperkuat tanah, dengan pilihan spasi rigid inclusion 4 meter dengan LTP setebal 0,4 meter.

2024
👤 Penulis: Andri Andriansyah
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktur

ANALISIS INTERAKSI TANAH STRUKTUR UNTUK STABILITAS DERMAGA, STUDI KASUS: LOKASI JAKARTA UTARA

Pada Tugas Akhir ini akan Menganalisis upgrade desain struktur dermaga, yang pada kondisi awal merupakan kondisi deck on pile dilakukan upgrade menjadi Sheet Pile Quaywall. Proyek upgrade Dermaga Studi Kasus Jakarta ini merupakan proyek yang berlokasi di Jakarta Utara. Pembangunan proyek ini dilakukan diatas kondisi tanah lunak. Hal ini menjadi tantangan dikarenakan perlunya perlakuan khusus kepada tanah lunak. Laporan tugas akhir ini meliputi interpretasi data tanah hasil penyelidikan tanah, upgrade dermaga yang awalnya menggunakan slab on pile menjadi sheetpile quaywall dan juga, penentuan panjang penetrasi, pengecekan stabilitas, pengecekan batas defleksi lateral, pengecekan profil Sheetpile. Selain itum pada pengerjaan tugas ini akan dianalisis pada kondisi drain dan undrain Pemodelan dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS 2D dengan menggunakan beberapa kondisi, diantaranya kondisi gempa, kondisi layan, kondisi saat sebelum dan setelah soil improvemebt dan juga kondisi drain dan undrain. Berdasarkan hasil pengecekan treatment rigid inclusion yang dilakukan mampu untuk memperkuat tanah, dengan pilihan spasi rigid inclusion 4 meter dengan LTP setebal 0,4 meter.

2024
👤 Penulis: Andri Andriansyah
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Hidrologi

ANALISIS INTERAKSI TANAH STRUKTUR UNTUK STABILITAS DERMAGA, STUDI KASUS: LOKASI JAKARTA UTARA

Pada Tugas Akhir ini akan Menganalisis upgrade desain struktur dermaga, yang pada kondisi awal merupakan kondisi deck on pile dilakukan upgrade menjadi Sheet Pile Quaywall. Proyek upgrade Dermaga Studi Kasus Jakarta ini merupakan proyek yang berlokasi di Jakarta Utara. Pembangunan proyek ini dilakukan diatas kondisi tanah lunak. Hal ini menjadi tantangan dikarenakan perlunya perlakuan khusus kepada tanah lunak. Laporan tugas akhir ini meliputi interpretasi data tanah hasil penyelidikan tanah, upgrade dermaga yang awalnya menggunakan slab on pile menjadi sheetpile quaywall dan juga, penentuan panjang penetrasi, pengecekan stabilitas, pengecekan batas defleksi lateral, pengecekan profil Sheetpile. Selain itum pada pengerjaan tugas ini akan dianalisis pada kondisi drain dan undrain Pemodelan dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS 2D dengan menggunakan beberapa kondisi, diantaranya kondisi gempa, kondisi layan, kondisi saat sebelum dan setelah soil improvemebt dan juga kondisi drain dan undrain. Berdasarkan hasil pengecekan treatment rigid inclusion yang dilakukan mampu untuk memperkuat tanah, dengan pilihan spasi rigid inclusion 4 meter dengan LTP setebal 0,4 meter.

2024
👤 Penulis: Andri Andriansyah
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Struktur

STUDI STABILISASI TANAH EKSPANSIF DENGAN MENGGUNAKAN MIGHTY CS-1

Stabilisasi tanah ekspansif merupakan suatu metode untuk memperbaiki karakteristik tanah sehingga cocok untuk pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai teknik stabilisasi tanah ekspansif salah satunya adalah dengan menambahkan bahan kimia. Penelitian ini adalah bentuk kerjasama dengan industri kimia yaitu PT Kao Chemical Indonesia yang memproduksi bahan stabilisator pada penelitian ini, bahan tersebut diberi nama Mighty CS-1. Penelitian ini menggunakan tanah yang berasal dari daerah Sukabungah, Tol Jakarta-Cikampek STA 28 dengan tingkat ekspansivitas yang sangat tinggi. Stabilisasi tanah menggunakan Mighty CS-1 dengan variasi 1.5%, 3%, 4.5% dan 6%, dan dengan perlakuan pemeraman 0,7,14 dan 21 hari, pengujian yang dilakukan berupa uji kompaksi, metilen biru, kuat tekan bebas, CBR dan pengujian swelling. Penambahan Mighty CS-1 terhadap tanah ekspansif memberikan dampak positif berupa kenaikan nilai kuat geser tanah dan nilai CBR tanah dengan penambahan yang optimal berada pada 1.5%, kemudian Mighty CS-1 juga mampu menurunkan nilai metilen biru pada tanah dan tekanan pengembangan tanah dengan penambahan yang optimal pada 3%. Berdasarkan hasil yang didapatkan tersebut penambahan Mighty CS-1 lebih dari 3% dinilai kurang efektif dalam menstabilisasi tanah ekspansif yang digunakan pada penelitian ini.

2024
👤 Penulis: Indah Fajria Muharani
🏷️ Geoteknik 🏷️ Stabilitas Tanah 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERENCANAAN GEOTEKNIK GEDUNG MULTIFUNGSI B INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG KAMPUS CIREBON

Salah satu pengembangan utama yang dilakukan Institut Teknologi Bandung yaitu Gedung Multifungsi B di Kampus Cirebon. Gedung ini merupakan salah satu gedung utama yang ada di Institut Teknoogi Bandung Kampus Cirebon. Gedung ini dibangun di atas lapisan tanah lempung lunak, tetepi pada bagian dalamnya terdapat beberapa apisan tanah yang sangat keras. Pada proyek pengerjaan bangunan ini akan dilakukan proses penyamarataan tinggi tanah setingkat tanah asli yang ada pada lingkungan proyek itu sendiri. Sehingga dibutuhkan dinding penhan tanah yang akan menahan beban massa tanah timbunan yang akan dilakukan nanti. Kondisi tanah lunak yang ada, menjadi salah satu masalah yang harus diselesaikan. Pada proyek ini akan dilakukan perbaikan tanah dengan menggunakan preloading dengan bantuan Prefabrecatef Vertical Drain (PVD) untuk mempercepat waktu konsolidasi tanah. Pada saat inilah akan dilakukannya penyamarataan tinggi permukaan tanah lokasi dengan yang diinginkan. Pondasi gedung yang direncanakan awalnya akan menggunakan pondasi tiang dalam berupa pondasi tiang pancang. Perencanaan yang dilakukan harus memperhatikan daya dukung, defleksi, dan penuruunan dari tiang tersebut. Namun, nantinya perencanaan tersebut akan diubah menjadi tiang bor dikarenakan tidak memenuhi standar yang digunakan. Dalam perencanaan ini akan memperhatikan konfigurasi pondasi, kedalaman tiang, dimensi tiang dan pilecap, dan penulangan tiang dan pilecap. Dinding penahan tanah yang sudah disebutkan sebelumnya menjadi bagian utama pada perencanaan ini. Dinding penahan tanah yang digunakan yaitu sheetpile terutama berjenis steel sheetpile. Perhatian yang perlu diberikan yaitu ketanahan dari sheetpile itu sendiri menhan beban-beban tanah yang ada.

2024
👤 Penulis: M. Faruq Amir
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pengolahan Tanah

PREDIKSI NILAI KONVERGEN PADA TEROWONGAN DANGKAL DENGAN VARIASI SISTEM PENYANGGA UNTUK KELAS MASSA BATUAN BAIK (RMR = 61-80)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku deformasi terowongan, khususnya displacement horizontal yang terjadi akibat proses penggalian. Dengan menggunakan metode elemen hingga, penelitian ini mengevaluasi besaran konvergensi horizontal dan regangan horizontal yang terjadi di dinding kiri dan kanan terowongan. Data perpindahan horizontal diambil dari titik pemantauan yang terletak 1 meter di atas garis spring line, di mana pergerakan batuan dan distribusi tegangan paling signifikan diperkirakan terjadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terowongan mengalami konvergensi horizontal yang signifikan pada beberapa titik, dengan nilai konvergen terbesar sebelum penyanggaan sebesar 5,86 cm dan setelah penyanggaan sebesar 3,29 cm yaitu pada kedalaman 60 meter. Serta berdasarkan analisis kurva diagram support capacity Eurocode 2 (1992) dapat direkomendasikan penggunaan sistem penyangga support tipe 4 untuk kedalaman hingga 60 m pada terowongan dangkal.

2024
👤 Penulis: Aulia Adityo Avicena
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur Terowongan 🏷️ Kondisi Batuan Dan Tegangan

GAP ANALYSIS DAN PENGEMBANGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN GEOTEKNIK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL DI PT XYZ

Tugas akhir ini membahas pengembangan Sistem Informasi Manajemen Geoteknik untuk PT XYZ, yang melibatkan integrasi platform Geotechnical All in One Dashboard Monitoring dan Geotechnical Information Mobile Apps. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung transformasi digital dalam sektor pertambangan. Berdasarkan analisis historis, ditemukan bahwa Golden Time Emergency Response Team memiliki waktu respon 7-8 menit, sementara tindak lanjut laporan hazard hingga evakuasi memerlukan 9.5 menit. Ketidakselarasan ini menekankan perlunya perbaikan dalam tindak lanjut hazard geoteknik, terutama dalam hal digitalisasi, yang saat ini menunjukkan kesenjangan. Platform Geotechnical All in One Dashboard Monitoring dirancang untuk memberikan visualisasi cepat dan navigasi data monitoring, yang memfasilitasi proses pembuatan laporan hazard. Di sisi lain, Geotechnical Information Mobile Apps memfokuskan pada penerimaan laporan hazard oleh tim lapangan, lengkap dengan fitur notifikasi signifikan dan pelacakan posisi. Penerapan teknologi interaktif dan integrasi sistem diharapkan dapat mempercepat proses validasi data dan koordinasi antara geotechnical engineer dan operasi tambang. Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar proses dalam sistem ini masih memiliki tingkat kesenjangan yang signifikan dan memerlukan perbaikan kecuali proses pengiriman informasi tidak memiliki kesenjangan. Kesimpulannya, pemanfaatan teknologi yang efektif dalam sistem informasi manajemen geoteknik dapat meningkatkan kinerja operasional secara keseluruhan.

2024
👤 Penulis: Khairul Ashfiya
🏷️ Geoteknik 🏷️ Digitalisasi Rantai Pasok Pertambangan 🏷️ Manajemen Informasi Teknologi

ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA LONGSORAN LOW WALL PIT A PT XYZ DI KALIMANTAN TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS

Berhubungan dengan kejadian longsoran pada area low wall pit A PT XYZ, maka dilakukan kajian geoteknik yang utamanya bertujuan untuk mencari properti kekuatan material lemah yang menjadi penyebab utama dari longsoran dan menganalisis rekomendasi langkah dan geometri lereng remediasi serta geometri lereng low wall LOM yang aman dan stabil untuk diterapkan. Seluruh analisis geoteknik dilakukan dengan menggunakan metode kesetimbangan batas pada perangkat lunak Rocscience Slide 6.0, dengan mendefinisikan letak bidang longsoran pada lereng low wall pada perhitungan nilai faktor keamanan (FK). Berdasarkan analisis pada hasil pengeboran eksplorasi, pengamatan dan data historis perusahaan, ditemukan bahwa material pembentuk lereng pada pit A PT XYZ antara lain adalah material topsoil, material tumpukan overburden (OB), material rawa, batu pasir, batu lanau, batu lempung, batubara, dan lapisan material tipis lainnya dengan kondisi kekuatan pada rentang sangat-sangat rendah hingga sangat rendah. Kemudian, dari hasil Back Analysis diperoleh properti kekuatan material weak layer, kohesi (c) sebesar 90 kPa dan sudut geser dalam sebesar (?) 28,5°. Hasil evaluasi pun menujukan bahwa perlu adanya suatu rekomendasi langkah remediasi dan geomteri lereng yang baru pasca kejadian longsoran. Selain itu adapun analisis opsi rekomendiasi geomteri lereng low wall LOM Pit A, dimana rekomendasi dua menjadi rekomendasi yang paling baik untuk diterapkan, dengan FK = 1,157.

2024
👤 Penulis: Johanes Apraditu De Oliveira
🏷️ Longsoran 🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Kesetimbangan

STUDI PENGARUH STRIKE LAPISAN YANG HAMPIR PARALEL DENGAN MUKA LERENG TERHADAP KESTABILAN LERENG LOW-WALL

Analisis lereng dilakukan untuk memastikan lereng dalam keadaan aman. Secara umum, analisis kestabilan lereng dilakukan secara 2 dimensi, namun jika kondisi di lapangan menunjukkan bahwa lereng tidak simetris dari sisi satu ke sisi lereng lainnya, analisis kestabilan lereng secara 2 dimensi dinilai kurang mewakili. Pada penelitian ini dilakukan beberapa kali pemodelan untuk analisis kestabilan lereng dengan metode kesetimbangan batas (limit equilibrium method) dan metode elemen hingga (finite element method) secara 3 dimensi (3D) terkait lereng lowwall yang dimiliki oleh PT XYZ dengan perbedaan sudut strike material pembentuk lereng terhadap strike muka lereng sebesar ???? (0°, 5°, 10°, 15°, 20° dan 30°). Pemodelan untuk analisis LEM dilakukan menggunakan slide3 memberikan hasil berupa gambaran dari ukuran dan lokasi longsoran serta hasil berupa nilai dari faktor keamanan (FK), tinggi longsoran, dan volume longsoran. Sedangkan pemodelan untuk FEM dilakukan menggunakan RS3 memberikan hasil berupa gambaran dari deformasi pada lereng yang dilihat dari atas dan tiga penampang melintang, dan juga nilai displacement yang terukur dari 8 titik pantau yang sudah ditentukan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, terdapat pengaruh sudut ???? terhadap nilai faktor keamanan lereng low-wall dimana nilai FK akan cenderung menurun hingga sudut ???? paling kritis lalu akan meningkat kembali. Kemudian, sudut ???? juga mempengaruhi nilai deformasi lereng low-wall dimana nilai deformasi lereng akan lebih kritis di salah satu sisi lereng dibandingkan sisi lereng lainnya. Diusulkan metode stabilisasi yang dapat digunakan terhadap kasus lereng, yaitu menyisakan material lereng di depan perpotongan lapisan material dengan crest lereng pada tiap jenjangnya yang terbukti dapat menaikkan nilai faktor keamanan.

2024
👤 Penulis: M. Ikhsan Pradana
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Kestabilan Loker 🏷️ Modeling Geologi

ANALISIS KESTABILAN LERENG OPERASIONAL PENAMBANGAN BATUBARA BERDASARKAN DESAIN LIFE OF MINE (LOM) PT XYZ, KALIMANTAN TIMUR

PT XYZ merupakan perusahaan pertambangan batubara di Kalimantan Timur. Saat ini, PT XYZ ingin mengembangkan wilayah penambangannya untuk memaksimalkan perolehan cadangan, sehingga dirancang desain Life of Mine (LOM) untuk pit baru di PT XYZ. Namun, desain LOM tersebut belum diuji keamanannya secara aspek geoteknik. Lereng dalam desain LOM tersebut terdiri dari low wall, high wall, side wall, dan waste dump. Kemudian, dibuat lima penampang dari desain LOM untuk dilakukan analisis kestabilan lereng dengan terlebih dahulu mengorelasikan lapisan litologi yang ada dengan data-data log bor yang tersedia di sekitar lima penampang tersebut. Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan dengan menentukan nilai Faktor Keamanan (FK) secara statis dan dinamis serta nilai Probabilitas Kelongsoran (PK) yang telah sesuai berdasarkan batas minimum pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018. Analisis kestabilan lereng dilakukan dengan perangkat lunak Slide2 dimana pada low wall dilakukan perhitungan dengan metode Janbu dan lereng lainnya dilakukan perhitungan dengan metode Bishop. Material properties yang digunakan untuk perhitungan FK merupakan data hasil uji lab pada sampel yang diperoleh dari bor geoteknik dengan faktor pembebanan 0,05 g. Untuk perhitungan PK, data hasil uji lab diolah terlebih dahulu dengan metode Kolmogorov-Smirnov untuk pengujian normalitas. Dari hasil analisis, dari kelima penampang pada desain LOM disimpulkan 1 penampang (low wall) tidak aman dan 4 penampang aman berdasarkan peraturan yang ada. Maka dari itu, perlu dilakukan redesain pada LOM bagian low wall dengan tinggi lereng tunggal 12,5 meter, lebar bench 20 meter, dan kemiringan 23????.

2024
👤 Penulis: Reza Putra Cahyadi
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kestabilan Lereng

STUDI KEAMANAN GEOTEKNIK TANGGUL LAUT TIPE CAISSON KOMPOSIT VERTIKAL TANPA ISIAN TANAH DENGAN METODE PERBAIKAN TANAH PVD, PRELOADING, DAN DEEP CEMENT MIXING DI LOKASI TELUK JAKARTA

Pembangunan tanggul laut di Teluk Jakarta merupakan salah satu upaya menyelesaikan permasalahan banjir rob di Pesisir Utara Jakarta akibat elevasi tanah di daratan Jakarta yang terus turun dan naiknya elevasi muka air laut. Pembangunan tanggul laut di Teluk Jakarta dahulu termasuk dalam program strategis nasional, yaitu NCICD : National Capital Integrated Coastal Development. Selama ini, tanggul laut yang banyak diterapkan di Indonesia adalah tipe tiang pancang dan tumpukan batu. Studi mengenai tanggul laut tipe caisson di Indonesia masih sedikit dan belum pernah diterapkan di Indonesia untuk tanggul laut. Padahal tipe caisson potensial untuk diterapkan di Indonesia sebagai alternatif tipe tiang pancang dan tumpukan batu. Salah satu variasi tanggul laut tipe caisson adalah caisson komposit vertikal yang mengombinasikan caisson dengan tumpukan batu di bawah caisson. Kelebihan tipe caisson komposit vertikal dibandingkan tipe tiang pancang adalah pengerjaannya lebih mudah dan lebih murah untuk laut yang dalam dan tanah lunak yang tebal. Kelebihan tipe caisson komposit vertikal dibandingkan ..

2024
👤 Penulis: Derpris Folmen
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Pembangunan Lingkungan
Halaman 9 dari 12
💬