📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4,000 dokumen

PERENCANAAN KLASIFIKASI TENAGA KEPENDIDIKAN BERBASIS AKTIVITAS PADA UNIT KERJA PENDUKUNG INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadapi permasalahan inefisiensi komposisi sumber daya manusia, khususnya rasio dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang belum sesuai dengan kondisi ideal yang diharapkan. Hingga saat ini, belum terdapat model acuan yang mengklasifikasikan jenis tendik berdasarkan karakteristik aktivitas di setiap unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis saat ini dan proses bisnis yang seharusnya dilakukan oleh setiap unit kerja, memetakan peran pada setiap proses bisnis dengan matriks RAOSI, serta mengklasifikasikan tenaga kependidikan berbasis aktivitas pada empat Unit Kerja Pendukung (UKP) ITB, yaitu Ditmawa, DSDM, DKST, Ditkeu. Penelitian ini menggunakan kerangka workforce planning ISO 30409:2016 dengan pendekatan task-based segmentation. Pemetaan proses bisnis dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pejabat struktural di setiap direktorat yang divalidasi dengan peraturan yang berlaku serta standar acuan. Model klasifikasi dikembangkan berdasarkan empat dimensi penilaian yaitu Strategic Value, Uniqueness, Needs Private Information Access, dan Repetitiveness and Standardization of the Task. Penilaian dilakukan melalui kuesioner berskala ordinal 1–4 yang diisi oleh pejabat struktural, dengan hasil yang kemudian divalidasi kepada pimpinan masing-masing unit. Proses bisnis saat ini berjumlah 236 (Ditmawa), 261 (DSDM), 243 (DKST), dan 344 (Ditkeu). Setelah evaluasi kesesuaian, proses bisnis yang seharusnya dilakukan bertambah menjadi 347, 309, 360, dan 421 untuk masing-masing direktorat. Dari keseluruhan proses bisnis dengan operate pada level staf, hasil klasifikasi menunjukkan dominasi kategori tendik tetap di seluruh unit yaitu 162 aktivitas di Ditmawa, 84 di DSDM, 165 di DKST, dan 199 di Ditkeu. Sisanya terdistribusi pada kategori KJP/MK, dan TAD. Penelitian ini menghasilkan model klasifikasi tenaga kependidikan berbasis aktivitas yang dapat digunakan sebagai acuan oleh DSDM ITB dalam perencanaan, rekrutmen, dan penempatan tenaga kependidikan, serta menjadi landasan implementasi pada seluruh Unit Kerja Pendukung di ITB.

2026
👤 Penulis: Yohanes Satria
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERENCANAAN KLASIFIKASI TENAGA KEPENDIDIKAN BERBASIS AKTIVITAS PADA UNIT KERJA PENDUKUNG INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadapi permasalahan inefisiensi komposisi sumber daya manusia, khususnya rasio dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang belum sesuai dengan kondisi ideal yang diharapkan. Hingga saat ini, belum terdapat model acuan yang mengklasifikasikan jenis tendik berdasarkan karakteristik aktivitas di setiap unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis saat ini dan proses bisnis yang seharusnya dilakukan oleh setiap unit kerja, memetakan peran pada setiap proses bisnis dengan matriks RAOSI, serta mengklasifikasikan tenaga kependidikan berbasis aktivitas pada empat Unit Kerja Pendukung (UKP) ITB, yaitu Ditmawa, DSDM, DKST, Ditkeu. Penelitian ini menggunakan kerangka workforce planning ISO 30409:2016 dengan pendekatan task-based segmentation. Pemetaan proses bisnis dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pejabat struktural di setiap direktorat yang divalidasi dengan peraturan yang berlaku serta standar acuan. Model klasifikasi dikembangkan berdasarkan empat dimensi penilaian yaitu Strategic Value, Uniqueness, Needs Private Information Access, dan Repetitiveness and Standardization of the Task. Penilaian dilakukan melalui kuesioner berskala ordinal 1–4 yang diisi oleh pejabat struktural, dengan hasil yang kemudian divalidasi kepada pimpinan masing-masing unit. Proses bisnis saat ini berjumlah 236 (Ditmawa), 261 (DSDM), 243 (DKST), dan 344 (Ditkeu). Setelah evaluasi kesesuaian, proses bisnis yang seharusnya dilakukan bertambah menjadi 347, 309, 360, dan 421 untuk masing-masing direktorat. Dari keseluruhan proses bisnis dengan operate pada level staf, hasil klasifikasi menunjukkan dominasi kategori tendik tetap di seluruh unit yaitu 162 aktivitas di Ditmawa, 84 di DSDM, 165 di DKST, dan 199 di Ditkeu. Sisanya terdistribusi pada kategori KJP/MK, dan TAD. Penelitian ini menghasilkan model klasifikasi tenaga kependidikan berbasis aktivitas yang dapat digunakan sebagai acuan oleh DSDM ITB dalam perencanaan, rekrutmen, dan penempatan tenaga kependidikan, serta menjadi landasan implementasi pada seluruh Unit Kerja Pendukung di ITB.

2026
👤 Penulis: Raditya Aryatama Wiradisuria
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

REKAYASA SUBSTRAT SURFACE-ENHANCED RAMAN SCATTERING (SERS) AG/SIO2 BERMORFOLOGI BICONTINUOUS CONCENTRIC LAMELLAR (BCL) UNTUK DETEKSI RHODAMIN B

Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetik yang berbahaya bagi kesehatan, sehingga diperlukan metode deteksi yang sensitif, cepat, dan akurat. Metode analisis konvensional dengan akurasi tinggi umumnya membutuhkan instrumen yang mahal, preparasi sampel yang relatif kompleks, serta waktu analisis yang lama. Metode Surface-Enhanced Raman Spectroscopy (SERS) menjadi alternatif yang potensial karena memanfaatkan penguatan hamburan Raman untuk mendeteksi analit pada konsentrasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memfabrikasi substrat SERS berbasis Ag/SiO2-bcl. Morfologi bcl pada silika berfungsi sebagai tempat pembentukan hotspot dan situs adsorpsi Rhodamin B, sehingga diharapkan menghasilkan substrat dengan homogenitas dan performa deteksi yang baik. Fabrikasi substrat dilakukan melalui deposisi film tipis SiO2-bcl, dilanjutkan dengan deposisi Ag dengan reduksi kimia. Karakteristik plasmonik substrat SERS dikonfirmasi melalui munculnya puncak plasmonik pada 420 nm, dengan konsentrasi AgNO3 optimum sebesar 200 mM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa substrat Ag/SiO2-bcl mampu mendeteksi Rhodamin B hingga konsentrasi 10?12 M menggunakan laser pengeksitasi 488 nm, 10-9 M menggunakan laser pengeksitasi 532 nm, dan 10-3 M menggunakan laser pengeksitasi 785 nm. Puncak-puncak Raman yang teramati sesuai dengan mode vibrasi Rhodamin B yang dilaporkan dalam literatur yang menunjukkan bahwa substrat Ag/SiO2-bcl memiliki potensi sebagai platform SERS untuk deteksi Rhodamin B pada konsentrasi rendah.

2026
👤 Penulis: Masrurotul Alfiah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN STRATEGI RETENSI PELANGGAN BERDASARKAN PERILAKU PELANGGAN DI KURASU KISSATEN

Industri kopi merupakan industri yang saat ini berkembang pesat di Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta dengan 7.583 coffee shop yang beroperasi aktif. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi pelaku usaha coffee shop. Salah satu usaha yang ada di industri ini adalah Kurasu Kissaten yang beroperasi sejak Agustus 2023. Pada awal pembukaannya, Kurasu Kissaten mengalami kunjungan yang sangat ramai, namun terdapat masalah terkait penurunan kunjungan ulang pelanggan seiring berjalannya waktu. Masalah ini didukung dengan temuan nilai customer retention rate (CRR) Kurasu Kissaten yang rendah (24,16%) dan tren CRR yang relatif menurun setiap periodenya, jika dibandingkan dengan CRR global untuk industri food and beverage (55%). Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi retensi pelanggan berdasarkan pemahaman terhadap perilaku pelanggan. Model utama yang digunakan yaitu Theory of Planned Behavior, dan model-model lainnya sebagai pendukung yang relevan dengan perilaku kunjungan atau pembelian ulang di coffee shop. Data dikumpulkan melalui semi-structured interview kepada 12 pelanggan dengan teknik judgemental dan snowball sampling. Pelanggan yang diwawancara akan dibagi menjadi empat kelompok pelanggan berdasarkan teori recency, frequency, dan monetary (RFM) dan hasil wawancara akan dianalisis menggunakan metode analisis tematik secara induktif dan deduktif. Hasil analisis digunakan untuk menyusun daftar kebutuhan pelanggan yang diklasifikasikan dengan model Kano. Daftar kebutuhan akan menjadi dasar dalam perumusan strategi retensi pelanggan menggunakan kerangka marketing mix 7P. Pemilihan strategi dipilih menggunakan ICE score matrix untuk mendapatkan strategi yang paling relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan terhadap faktor yang memengaruhi kunjungan atau pembelian ulang pada setiap kelompok pelanggan yang berbeda, seperti kebutuhan eksklusivitas bagi pelanggan loyal, insentif sosial bagi pelanggan tidak aktif, dan kesan awal yang baik bagi pelanggan baru.

2026
👤 Penulis: Naaila Putri Saniyyah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DESAIN IN SILICO DAN EKSPRESI PROTEIN BINDER PENGHAMBAT INTERAKSI PVRBP2B-TFR1 PADA PLASMODIUM VIVAX DENGAN PENDEKATAN BINDCRAFT

Malaria merupakan penyakit infeksi mematikan yang masih menjadi tantangan kesehatan global, terutama di wilayah tropis dan subtropis, dan disebabkan oleh parasit Plasmodium. Di antara lima spesies yang menginfeksi manusia, Plasmodium vivax mendominasi kasus di Indonesia bersama Plasmodium falciparum, dan sulit dieliminasi karena kemampuannya membentuk hipnozoit dorman di hati yang dapat memicu relaps. Pada tahap darah, keberhasilan infeksi bergantung pada invasi retikulosit yang dimediasi interaksi spesifik antara Plasmodium vivax Reticulocyte Binding Protein 2b (PvRBP2b) dan Transferrin Receptor 1 (TfR1) pada sel inang. Pendekatan pencegahan berbasis vaksin dan antibodi monoklonal memiliki keterbatasan masing-masing, seperti respons imun yang lambat dan poliklonal pada vaksin, serta biaya produksi tinggi pada antibodi monoklonal, sehingga protein binder, molekul kecil dengan spesifisitas tinggi yang dapat dirancang secara komputasional, menjadi alternatif inhibitor yang menjanjikan untuk menghambat interaksi PvRBP2b–TfR1. Penelitian ini bertujuan merancang kandidat protein binder secara in silico dan memproduksi kandidat terpilih menggunakan sistem ekspresi Escherichia coli. Struktur kompleks PvRBP2b–TfR1 dimodelkan menggunakan AlphaFold dan ClusPro, dilanjutkan analisis antarmuka residu dengan PyMOL dan PDBsum untuk menentukan rentang serta residu target interaksi. Berdasarkan residu target tersebut (rentang residu 175– 276, 12 residu target), BindCraft digunakan untuk mendesain kandidat protein binder, menghasilkan 51 model kandidat yang kemudian diseleksi berdasarkan nilai ipTM, pTM, dan energi ikatan (?G) hingga diperoleh dua kandidat terbaik, yaitu peringkat 11 (ipTM 0,89; pTM 0,91; ?G ?10,9 kkal/mol) dan peringkat 39 (ipTM 0,90; pTM 0,92; ?G ?11,7 kkal/mol). Residu permukaan di luar daerah pengikatan dimodifikasi menjadi aspartat untuk meningkatkan stabilitas protein, dengan evaluasi superimposisi model wild-type dan mutan menunjukkan nilai RMSD rendah sehingga modifikasi tidak mengubah konformasi secara signifikan. Kedua kandidat berhasil dikonstruksi ke dalam plasmid rekombinan dan ditransformasikan ke E. coli BL21. Hasil karakterisasi menunjukkan kandidat peringkat 11 (19,5 kDa) berhasil terekspresi dan terverifikasi melalui SDS-PAGE dan western blot, sedangkan kandidat peringkat 39 (17,2 kDa) memerlukan optimasi lebih lanjut sebelum ekspresi dapat dikonfirmasi.

2026
👤 Penulis: Rachma Ayu Widiasanti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI KELAYAKAN AWAL DAN PENERIMAAN PENGGUNA KANA: SEBUAH LAYANAN DUKUNGAN PERKEMBANGAN BERBASIS ORANG TUA SECARA DIGITAL DI INDONESIA

Keluarga di Indonesia yang membesarkan anak-anak dengan kondisi gangguan perkembangan saraf seperti gangguan spektrum autisme atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) menghadapi tantangan yang besar dan berlipat ganda. Bagi banyak rumah tangga berpenghasilan menengah, akses berkelanjutan terhadap dukungan spesialis secara finansial masih sulit dijangkau. Situasi ini dibentuk oleh terbatasnya ketersediaan psikolog klinis dan distribusi geografis mereka yang tidak merata di seluruh negeri, di samping biaya terapi yang tidak dapat dipertahankan oleh sebagian besar keluarga seiring berjalannya waktu. Orang tua diharapkan dapat mendukung perkembangan anak mereka di rumah di antara jadwal kunjungan klinis, tetapi sebagian besar tidak menerima panduan yang terstruktur, berkelanjutan, atau selaras secara profesional tentang bagaimana melakukan hal tersebut. Penelitian ini menyoroti kesenjangan struktural antara perawatan profesional di klinik dan praktik sehari hari di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan awal dan penerimaan pengguna terhadap KANA, sebuah usulan layanan dukungan perkembangan digital yang dipandu oleh orang tua (parent-led) yang dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan, intervensi profesional. Penelitian ini secara eksplisit bersifat eksploratif dan bertujuan untuk menentukan apakah konsep layanan tersebut dibutuhkan, dipahami, realistis secara perilaku, layak dieksplorasi secara finansial pada tingkat konsep, dan berpotensi menjadi pelengkap dalam ekosistem perkembangan anak di Indonesia. Tidak ada hasil klinis (clinical outcomes) yang diukur atau diklaim. Lima pertanyaan penelitian memberikan struktur pada studi ini, di mana masing masing mewakili satu dimensi kelayakan: pasar, layanan, perilaku, finansial, dan strategis. Untuk menguji bagaimana orang tua memandang dan merespons layanan tersebut, penelitian ini menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) dan model COM-B sebagai lensa analisis utamanya. Kelayakan layanan dievaluasi dengan menggunakan cetak biru layanan (service blueprint) sebagai unit analisis utama. Penelitian ini menerapkan desain metode campuran (mixed-methods) empat tahap. Tahap 1 terdiri dari wawancara semi-terstruktur dengan delapan orang tua dari anak-anak neurodivergen berusia lima hingga delapan tahun dan tiga psikolog perkembangan anak berlisensi, yang dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif. Tahap 2 adalah pengujian interaksi prototipe. Tahap 3 adalah uji coba penggunaan nyata selama satu minggu dengan delapan orang tua yang sama, dilengkapi dengan validasi pakar terstruktur terhadap lima komponen keluaran prototipe. Tahap 4 adalah survei pasca-uji coba yang mengukur konstruk UTAUT2 dan COM-B menggunakan item skala Likert. Di seluruh lima dimensi kelayakan, penelitian ini menemukan sinyal-sinyal awal yang bervariasi dalam kekuatannya. Kelayakan pasar didukung oleh bukti kualitatif yang konsisten mengenai kebutuhan yang dapat ditangani dan belum terlayani secara memadai (underserved need) pada kedelapan informan orang tua. Kelayakan layanan didukung oleh penilaian validasi pakar yang positif di seluruh lima komponen keluaran prototipe. Kelayakan perilaku diindikasikan oleh niat jangka pendek yang tinggi untuk melanjutkan penggunaan setelah uji coba satu minggu, meskipun hal ini mencerminkan niat yang dinyatakan (stated intention), bukan retensi yang diamati. Kelayakan finansial diindikasikan oleh toleransi harga yang dinyatakan secara luas dan sinyal nilai yang dirasakan (perceived-value) secara positif di dalam sampel, dengan tunduk pada bias hipotesis. Kelayakan strategis diindikasikan oleh penerimaan awal dari pakar mengenai penempatan layanan sebagai pelengkap dari satu institusi, bukan dukungan dari ekosistem yang lebih luas. Secara kolektif, penelitian ini menunjukkan bahwa KANA layak untuk pengembangan dan validasi bertahap lebih lanjut. Penelitian ini tidak mendemonstrasikan keamanan klinis, adopsi berkelanjutan, kelayakan kelangsungan finansial, atau skalabilitas, yang masing-masing memerlukan validasi lebih lanjut seperti yang dijelaskan pada Bagian V.2. Penelitian ini mengusulkan pendekatan metode campuran yang terstruktur untuk mengevaluasi layanan kesehatan digital yang dipandu orang tua dalam lingkungan dengan sumber daya terbatas, dan mengilustrasikan bagaimana teori penerimaan teknologi dan metodologi desain layanan dapat diintegrasikan untuk menilai kesiapan pengguna dan kelangsungan layanan pada tahap konsep.

2026
👤 Penulis: Debora Marpaung
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SINTESIS HIJAU DAN EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANOPARTIKEL EMAS BERBASIS ALGINAT DARI RUMPUT LAUT UNTUK APLIKASI ANTI-AGING

Indonesia merupakan salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia yang berpotensi sebagai sumber polimer alginat. Namun, pemanfaatan rumput laut sebagai biomaterial bernilai tambah untuk aplikasi kesehatan dan kosmetik masih sangat terbatas. Paparan radiasi ultraviolet dan polusi lingkungan meningkatkan pembentukan radikal bebas yang menyebabkan photoaging melalui degradasi kolagen kulit. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode ekstraksi asam dan enzim untuk memperoleh alginat dari Sargassum sp. sebagai prekursor sintesis hijau nanopartikel emas (AuNPs), serta mengevaluasi aktivitas antioksidan nanokomposit yang dihasilkan sebagai kandidat material anti-aging. Metode ekstraksi asam menghasilkan rendemen alginat yang lebih tinggi (31,41–62,63%) dibandingkan metode enzim (9,04–12,55%). Keberhasilan isolasi alginat dikonfirmasi melalui spektrum FTIR yang menunjukkan keberadaan gugus karboksilat dan ikatan glikosidik khas, sedangkan analisis 1H-NMR mengonfirmasi struktur polimer dengan rasio M/G sebesar 0,96 dan 1,51. Sintesis hijau AuNPs berhasil dilakukan, ditandai oleh puncak resonansi plasmon permukaan pada 535 nm dan 543 nm. Analisis TEM menunjukkan nanopartikel berbentuk sferis dengan ukuran 20,10–111,90 nm, yang dipengaruhi oleh kondisi pH sintesis. Uji aktivitas antioksidan menggunakan ABTS menunjukkan bahwa nanokomposit berbasis alginat hasil ekstraksi asam memiliki persen inhibisi 28,75–75,76%, jauh lebih tinggi dibandingkan nanokomposit hasil ekstraksi enzim (7,94–17,67%). Alginat dan nanokomposit menunjukkan aktivitas perlindungan UVB yang tinggi dan setara (79,92–81,35%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi asam menghasilkan rendemen dan aktivitas antioksidan nanokomposit yang lebih tinggi, sedangkan metode enzim menghasilkan alginat dengan kemurnian struktural dan kestabilan koloid yang lebih baik, sehingga pemilihan metode bergantung pada karakteristik yang diprioritaskan. Temuan ini menunjukkan potensi nanokomposit alginat–AuNPs sebagai biomaterial ramah lingkungan untuk pengembangan produk anti-aging. Kajian biokompatibilitas dan toksisitas seluler masih diperlukan untuk mengonfirmasi keamanan material sebelum pengembangan lebih lanjut.

2026
👤 Penulis: Marsya Pancaniti N R
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENINGKATAN STRATEGI KONTRAK UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN BISNIS PENGANGKUTAN MINYAK MELALUI PIPA PADA SEGMEN TS

Bisnis pengangkutan minyak melalui pipa menghadapi tantangan struktural yang semakin meningkat karena penurunan produksi hulu secara alami, biaya operasi dan pemeliharaan (O&M) yang lebih tinggi akibat aset yang menua, dan fluktuasi harga minyak internasional yang berdampak pada perolehan pendapatan. Dalam situasi ini, model bisnis yang tidak sesuai dengan struktur biaya bisnis, yang memiliki komponen biaya tetap yang signifikan, dapat berisiko terhadap volatilitas arus kas dan keberlanjutan bisnis. Masalah ini menjadi semakin penting di Segmen TS karena kontrak Oil Transportation Agreement (OTA) berakhir pada tahun 2026, yang membutuhkan peningkatan strategi kontrak yang lebih fleksibel dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan strategi kontrak untuk mendukung keberlanjutan transportasi minyak melalui pipa di Segmen TS. Metode yang diadopsi adalah studi kasus dengan desain kualitatif dan analisis kuantitatif terintegrasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal perusahaan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari data historis perusahaan, dokumen kontrak, dan publikasi akademis tentang bisnis energi midstream. Pendekatan ini melibatkan beberapa tahapan analisis, termasuk analisis tematik untuk menentukan isu-isu, analisis strategis melalui kerangka kerja VRIO, PESTLE dan pemetaan pemangku kepentingan, serta penilaian kinerja historis untuk menentukan tren kinerja operasional dan keuangan. Selanjutnya dilakukan analisis keuangan melalui Discounted Cash Flow (DCF) untuk menilai dampak skenario tarif terhadap kinerja keuangan, serta analisis berbagai strategi menggunakan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan metode Kepner-Tregoe. Hasil analisis menunjukkan bahwa model komersial yang ada belum sepenuhnya selaras dengan sifat ekonomi bisnis pipa. Ketergantungan pada skema tarif yang diindeks harga minyak mengakibatkan variabilitas pendapatan yang signifikan dan paparan risiko pasar yang lebih besar. Pada saat yang sama, kurangnya pengaturan kapasitas untuk jangka panjang menyebabkan ketidakpastian volume, sehingga menghasilkan variabilitas arus kas. Meskipun mekanisme perlindungan minimum telah diterapkan, mekanisme tersebut masih belum efektif dalam memberikan keberlanjutan jangka panjang kecuali dilengkapi dengan struktur kontrak yang lebih kuat. Berdasarkan analisis keuangan, struktur tarif tetap per volume terbukti menawarkan karakteristik keuangan yang paling konsisten dan kuat di antara alternatif lainnya, dan berpotensi menghasilkan nilai sekarang bersih (NPV) dan tingkat pengembalian internal (IRR) positif di atas biaya modal pada berbagai skenario. Selain itu, peningkatan desain kontrak dengan menerapkan komitmen kapasitas jangka panjang dengan beberapa fleksibilitas, dan juga peningkatan mekanisme pembayaran minimum, terbukti memiliki dampak signifikan pada stabilitas pendapatan dan risiko volume. Penilaian strategi lain menunjukkan bahwa kombinasi desain tarif yang kuat dan peningkatan mekanisme kontrak adalah strategi yang paling efisien dalam meningkatkan keberlanjutan bisnis pipa minyak. Penelitian ini menyoroti perlunya mempertimbangkan sensitivitas tarif, kontrak, dan biaya dalam pengembangan model bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan dalam menciptakan desain kontrak yang berkelanjutan dan fleksibel serta dapat digunakan sebagai panduan untuk manajemen strategis di industri infrastruktur energi.

2026
👤 Penulis: Syaftiria Elvadatika Siregar
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

PREDIKSI TEGANGAN REGANGAN DAN RASIO RONGGA PADA TANAH LUNAK MENGGUNAKAN PENDEKATAN AI

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi kurva stress–strain dan void ratio pada tanah lempung lunak (soft clay) berbasis Backpropagation Neural Network (BPNN), sebagai alternatif model konstitutif konvensional seperti Soft Soil Model (SSM) yang membutuhkan kalibrasi parameter yang kompleks. Dalam studi ini, digunakan skema dua model paralel yang dilatih menggunakan data hasil uji triaksial CU dan konsolidasi dari Proyek Jalan Tol Padaleunyi–Jawa (52 sampel), yaitu ANN1 untuk memprediksi deviatoric stress dan mean principal stress, serta ANN2 untuk memprediksi void ratio berbasis fitur path-dependent. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model BPNN mampu menghasilkan prediksi yang akurat, dengan nilai R² pada data uji berkisar antara 0,8252 hingga 0,9933, serta performa yang secara konsisten lebih baik dibandingkan SSM pada seluruh metrik evaluasi, khususnya dalam menangkap pola pengerasan bertahap (strain hardening) tanah lunak.

2026
👤 Penulis: Kent Gunadharma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Stress Strain 🏷️ Hidrologi

OPTIMASI  KONDISI HIDROLISIS ENZIMATIK SUBSTRAT C-FIKOSIANIN DARI EKSTRAK  SPIRULINA PLATENSIS  UNTUK PRODUKSI PEPTIDA ANTIOKSIDAN

C-Fikosianin (C-PC) merupakan pigmen fikobiliprotein utama dari Spirulina platensis yang memiliki aktivitas antioksidan. Peningkatan aktivitas antioksidan umumnya dalam bentuk peptida bioaktif yang dihasilkan dari proses hidrolisis enzimatis C-PC yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi kondisi hidrolisis enzimatis C-PC untuk menghasilkan peptida dengan potensi antioksidan tinggi. C-PC diekstraksi dari biomassa Spirulina platensis, dimurnikan menggunakan metode Aqueous Two-Phase System (ATPS) dan dialisis, kemudian dikarakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan metode BCA. Optimasi hidrolisis dilakukan menggunakan enzim papain, alkaline protease, dan tripsin dengan variasi rasio enzim terhadap substrat (E/S) 5, 7, dan 10 U/mg serta waktu hidrolisis 1–5 jam. Derajat hidrolisis (DH) ditentukan dengan metode LowryHartree, aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, dan hidrolisat optimum dikarakterisasi dengan SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis enzim, rasio E/S, dan waktu hidrolisis memengaruhi nilai DH secara signifikan (p-value<0,05). Hasil DH tertinggi setiap enzim, yaitu hidrolisat tripsin pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam dengan nilai DH tertinggi sebesar 45,69%, kemudian diikuti hidrolisat hasil papain pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam pula sebesar 34,97%, dan hidrolisat alkaline protease pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam dengan nilai DH sebesar 20,20%. Uji aktivitas antioksidan DPPH dilakukan pada 3 kandidat DH tertinggi untuk setiap enzim sebagai bahan evaluasi bioaktivitas hidrolisat. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa hidrolisat papain pada rasio E/S 5 U/mg selama 2 jam menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi, yaitu 44,69%. Sementara aktivitas hidrolisat terendah diperoleh menggunakan hidrolisat tripsin pada rasio 5U/mg selama 5 jam. Hasil penelitian kondisi optimum berdasarkan parameter derajat hidrolisis diperoleh menggunakan enzim tripsin pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam dengan nilai DH sebesar 45,69%, sedangkan aktivitas antioksidan hidrolisat tidak menunjukkan hubungan yang berbanding lurus dengan nilai DH.

2026
👤 Penulis: Naurah Shafarasty Lubis
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

POTENSI ADIKTIF MITRAGININ DARI KRATOM (MITRAGYNA SPECIOSA KORTH.) PADA MENCIT JANTAN MENGGUNAKAN METODE CONDITIONED PLACE PREFERENCE

Mitraginin, senyawa alkaloid utama dari daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.), diketahui memiliki interaksi dengan reseptor opioid di otak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek ketergantungan mitraginin dosis tinggi menggunakan metode Conditioned Place Preference (CPP). Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur Swiss Webster dibagi menjadi lima kelompok: kelompok negatif (2% Tween 20 dalam NaCl 0,9%), kontrol positif (morfin 10 mg/kg), dan tiga kelompok uji mitraginin (5, 15, dan 25 mg/kg). Proses pengujian meliputi fase prapengondisian (T0), pengondisian selama delapan hari, uji CPP (T1), serta masa abstinensia selama tujuh hari yang diakhiri dengan uji retensi (T2). Analisis statistik menunjukkan bahwa mitraginin dosis 25 mg/kg memberikan efek penghargaan yang signifikan dan mirip dengan morfin 10 mg/kg pada T1, dan efeknya bertahan hingga pengujian T2. Sebaliknya, dosis 5 dan 15 mg/kg tidak menunjukkan preferensi yang signifikan pada T1. Namun, pada pengujian T2, kedua kelompok dosis yang relatif rendah tersebut menunjukkan penurunan skor preferensi secara signifikan yang mengindikasikan munculnya efek aversi.

2026
👤 Penulis: Farhan Harsya Syaputra Rizal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

ANALISIS TERMODINAMIKA DAN STUDI TEKNO-EKONOMI CO-FIRING GAS ALAM DENGAN HIDROGEN STUDI KASUS PLTGU CILEGON

Jumlah emisi CO? global dari sektor energi terus meningkat setiap tahun. Gas alam dan batubara masih menjadi kontributor terbesar terhadap emisi karbon, sehingga keduanya menjadi sorotan utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Tren kenaikan emisi ini telah terbukti menjadi salah satu faktor utama pemicu perubahan iklim di berbagai negara, dengan dampak yang meluas terhadap lingkungan, kesehatan, dan perekonomian. Oleh karena itu, langkah yang harus ditempuh adalah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Hidrogen muncul sebagai salah satu opsi strategis karena sifatnya yang bebas karbon, sehingga dapat menjadi solusi transisi energi untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emissions. Implementasi co-firing hidrogen dengan gas alam pada PLTGU tidak hanya mendukung program transisi energi di Indonesia, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya global menuju sistem energi yang berkelanjutan. Dalam penelitian ini, simulasi termodinamika terkait co-firing hidrogen dengan gas alam dilakukan menggunakan perangkat lunak Aspen Hysys. Model yang digunakan merepresentasikan PLTGU Cilegon dengan konfigurasi 1-on-1, berkapasitas total sekitar 370 MW, dan berbasis turbin Mitsubishi M701F. Variasi rasio hidrogen dalam campuran bahan bakar ditetapkan antara 0% hingga 30% basis volume, dengan mempertimbangkan keterbatasan tipe combustor dry low NOx (DLN) premixed. Temperatur keluaran combustor dijaga konstan pada 1.400 °C untuk memastikan stabilitas operasi dan menjaga keandalan sistem. Selain analisis teknis, dilakukan pula kajian tekno-ekonomi untuk menghitung total biaya pemanfaatan hidrogen dengan asumsi sistem penyimpanan bertipe compressed gas. Perhitungan biaya pokok produksi (BPP) digunakan sebagai dasar evaluasi kelayakan penggunaan hidrogen dalam skema co-firing pada PLTGU. Hasil analisis termodinamika menunjukkan bahwa ketika rasio hidrogen meningkat hingga 30%, daya total PLTGU naik dari 378.632 MW menjadi 379.461 MW. Perubahan total daya ini setara dengan peningkatan sekitar 0,22%. Efisiensi pembangkit juga mengalami kenaikan dari 58,19% menjadi 58,32%, atau meningkat sekitar 0,22%. Sementara itu, co-firing dengan hidrogen terbukti mampu menurunkan laju emisi CO? dari 139.213 kg/jam menjadi 124.750 kg/jam, dengan penurunan sekitar 10,39%. Temuan ini menegaskan bahwa hidrogen memiliki potensi nyata untuk mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi sistem pembangkit. Dari sisi tekno-ekonomi, hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya investasi sistem penyimpanan hidrogen bertipe compressed gas mencapai USD 770 juta. Nilai Levelized Cost of Hydrogen Storage (LCHS) diperkirakan sekitar 8,98 USD/kg, dengan proyeksi total biaya utilisasi pada tahun 2026 sebesar 15,47 USD/kg. Berdasarkan hasil perhitungan ini, biaya pokok produksi listrik (BPP) mengalami kenaikan signifikan, yakni 3,61 kali lipat. Harga BPP naik dari Rp 1.042,99/kWh menjadi Rp 3.764,68/kWh. Analisis sensitivitas lebih lanjut menunjukkan bahwa biaya Inside Battery Limits (ISBL) merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap total biaya utilisasi hidrogen, karena menyumbang porsi terbesar dari capital expenditure cost (CapEx) untuk peralatan utama. Penerapan co-firing hidrogen pada PLTGU memang memberikan keuntungan dari sisi teknis berupa peningkatan efisiensi dan penurunan emisi, namun di sisi lain menimbulkan tantangan ekonomi yang cukup besar. Kenaikan biaya pokok produksi berpotensi memangkas keuntungan atau laba perusahaan, sehingga diperlukan strategi kebijakan yang mendukung agar hidrogen menjadi lebih kompetitif dibandingkan dengan gas alam maupun bahan bakar fosil lainnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian insentif ekonomi, seperti subsidi harga hidrogen hijau, bantuan investasi untuk sistem penyimpanan hidrogen, maupun skema kredit karbon. Dengan adanya dukungan kebijakan dan inovasi teknologi, diharapkan penggunaan hidrogen di masa depan dapat menjadi lebih ekonomis dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Ilham Pramadika
🏷️ Hidrologi 🏷️ Teknologi Energi Renenables 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi

PERANCANGAN KEY PERFORMANCE INDICATORS BERBASIS BALANCED SCORECARD DI PEXA MEDIKA

Pexa Medika merupakan lembaga bimbingan belajar daring yang bergerak di bidang persiapan seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Seiring pertumbuhan perusahaan, Pexa Medika menghadapi dua permasalahan utama yakni belum adanya perumusan dan pemetaan strategi secara terstruktur, serta belum tersedianya sistem pengukuran kinerja yang komprehensif dan sistematis. Kondisi ini menyebabkan arah inisiatif perusahaan masih bertumpu pada intuisi Chief Executive Officer (CEO) dan evaluasi kinerja hanya bergantung pada indikator finansial tunggal berupa pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang peta strategi berbasis Balanced Scorecard (BSC) serta Key Performance Indicators (KPI) yang selaras dengan strategi Pexa Medika sebagai fondasi sistem manajemen kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara komplementer. Pengumpulan data dilakukan melalui unstructured interview dan in-depth interview bersama CEO dan CFO Pexa Medika, focus group discussion (FGD), kuesioner evaluasi KPI, studi literatur, dan studi dokumentasi. Identifikasi strategi perusahaan dilakukan secara induktif menggunakan pendekatan affinity-based grouping terhadap hasil wawancara untuk menghasilkan strategi yang tervalidasi. Strategi tersebut kemudian diturunkan menjadi objektif strategis yang dipetakan ke dalam kerangka BSC melalui empat perspektif: Financial, Customer, Internal Business Process, serta Learning & Growth. Perancangan KPI dilakukan melalui penyusunan KPI usulan berbasis studi literatur, seleksi KPI melalui FGD dengan CEO, evaluasi oleh CEO dan COO, serta penetapan target dan pembobotan KPI melalui FGD bersama CEO. Penelitian menghasilkan peta strategi yang memuat 16 objektif strategis dari keempat perspektif BSC, yaitu 5 objektif di perspektif Financial, 5 objektif di perspektif Customer, 3 objektif di perspektif Internal Business Process, dan 3 objektif di perspektif Learning & Growth. Peta strategi menggambarkan hubungan sebab-akibat antar objektif dari perspektif Learning & Growth sebagai fondasi hingga perspektif Financial sebagai puncak pencapaian strategis, dan telah divalidasi oleh CEO melalui metode face validity. Dari proses perancangan KPI, dihasilkan 29 KPI final dari keempat perspektif BSC, dilengkapi dengan kamus data yang mendefinisikan setiap KPI secara operasional serta formulir pelaporan kinerja sebagai instrumen pemantauan pencapaian KPI secara berkala.

2026
👤 Penulis: Aditia Muhammad Rafael
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN AGEN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK RISET HUKUM PIDANA INDONESIA BERBASIS RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATION DAN KNOWLEDGE GRAPH

Volume putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang mencapai 30.908 perkara pada tingkat kasasi pada tahun 2024 menyulitkan praktisi hukum dalam menemukan preseden pidana yang relevan secara cepat dan akurat. Platform teknologi hukum yang tersedia di Indonesia umumnya bersifat tertutup, tidak fokus pada hukum pidana, dan rentan terhadap halusinasi karena hanya bergantung pada Large Language Model (LLM) tanpa landasan dokumen yang tepercaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem agen Artificial Intelligence (AI) yang mengintegrasikan Retrieval-Augmented Generation (RAG, basis data vektor Milvus Lite) dan knowledge graph (basis data graf Neo4j) untuk membantu riset hukum pidana di Indonesia. Sistem dibangun di atas korpus Indo-Law yang berisi 22.630 putusan pidana tingkat pertama, dengan alur agen empat tahap yang mencakup penerimaan narasi, inferensi kategori melalui pemungutan suara tiga sinyal (LLM, vektor, dan kata kunci), pencarian hibrida dua tahap pada Milvus Lite dan Neo4j, serta penyusunan ringkasan faktual dengan dua LLM pembanding yaitu Gemini Flash Lite dan Llama 3.1 8B Instant. Evaluasi dilakukan pada 116 kasus uji yang terdiri atas 114 kasus stratified sampling dan dua kasus reliabilitas penanganan kondisi di luar cakupan korpus. Hasil pengujian menunjukkan akurasi pencarian Precision@5 sebesar 0,8070 dan NDCG@5 sebesar 0,8227 pada konfigurasi dengan Gemini Flash Lite sebagai pengindeks kategori, dengan faithfulness pasal sempurna sebesar 1,0000 dan waktu tanggap rata-rata tercepat 17,15 detik per kueri pada konfigurasi dengan Llama 3.1 8B Instant sebagai pengindeks kategori dan Gemini Flash Lite sebagai penyusun ringkasan. Pendekatan RAG dengan dukungan knowledge graph terbukti menekan halusinasi pasal dari 100% pada baseline LLM-only menjadi 0% pada konfigurasi terbaik, sekaligus menurunkan halusinasi nomor putusan dari rentang 57,89–97,37% menjadi 0,57–4,75%. Kesimpulannya, integrasi RAG dengan knowledge graph efektif menjadi landasan teknis bagi pembangunan asisten riset hukum pidana Indonesia yang andal, dapat dipertanggungjawabkan, dan responsif untuk skenario kerja praktisi.

2026
👤 Penulis: Tamara Mayranda Lubis
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

STUDI KOMPARATIF POLA OPERASI EQUAL SHARING DAN NON-EQUAL SHARING PADA SISTEM WADUK KASKADE DALAM BERBAGAI KONDISI HIDROLOGI (STUDI KASUS WADUK KASKADE CITARUM)

Sistem Waduk Kaskade Citarum yang terdiri atas Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur memiliki peran penting dalam mendukung pembangkitan tenaga listrik, penyediaan air baku, dan irigasi di Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini mengevaluasi kinerja strategi operasi Equal Sharing (ES) dan Non-Equal Sharing (N-ES) pada berbagai kondisi hidrologi menggunakan model simulasi operasi waduk. Pada kondisi sangat kering diterapkan prinsip hedging untuk mengelola keterbatasan ketersediaan air. Data historis debit masuk dianalisis menggunakan metode probabilitas Weibull untuk mengidentifikasi tahun representatif dengan kondisi sangat basah (2010), normal (2005), dan sangat kering (2006). Model simulasi menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam merepresentasikan elevasi muka air waduk berdasarkan indikator NSE, RMSE, dan PBIAS, sehingga layak digunakan untuk mengevaluasi berbagai skenario operasi waduk kaskade. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi kering ekstrem, pemenuhan kebutuhan air secara penuh menyebabkan penyusutan tampungan efektif dan penurunan elevasi muka air waduk hingga di bawah batas operasi minimum. Adaptasi prinsip hedging meningkatkan keberlanjutan operasi sistem, sedangkan strategi N-ES memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan ES dengan meningkatkan produksi energi listrik sebesar 2,87% serta menurunkan defisit air dari 34,35% menjadi 29,86%. Pada kondisi normal dan basah, kedua strategi menunjukkan kinerja yang memadai, namun N-ES tetap menghasilkan energi listrik masing-masing 2,65% dan 3,39% lebih tinggi dibandingkan ES. Strategi N-ES memberikan manfaat terbesar pada kondisi kekeringan, sedangkan perbedaan kinerja kedua strategi relatif kecil pada kondisi normal dan basah.

2026
👤 Penulis: Adhyatma Taufik A.
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 9 dari 267
💬