📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

MANY ME : KERAGUAN IDENTITAS DALAM PROSES MEWUJUD MELALUI MEDIUM SENI GRAFIS

Seri karya Many Me (2026) adalah karya tugas akhir yang berangkat dari keresahan personal atas keraguan mengenai identitas yang mendua. Identitas yang tidak dibangun oleh unsur tunggal, tetapi dibentuk melalui fragmen yang menegosiasi sifat feminin dan maskulin yang dimiliki. Ungkapan sebagai bagian dari seni sebagai ekspresi pada keraguan yang perlu menyelaraskan kedua kondisi tersebut dalam mencari identitas. Identitas sebagai bagian dari proses mewujud dalam teori being and becoming adalah proses yang tidak hanya dilihat dari masa kini, tetapi memiliki sifat yang maju dan mundur dan dalam teori multiplisitas dapat hadir dan didapatkan dalam berbagai wujud. Identitas yang dibentuk kemudian berelasi dengan konstruksi sosial yang dimetaforkan melalui asosiasi pada objek dalam teori Object Oriented. Penciptaan karya meliputi eksplorasi material dan perluasan wujud yang menggunakan seni grafis sebagai medium karena adanya kesamaan dalam pengalaman dan proses berkarya melalui medium tersebut. Karya yang dihasilkan terdiri dari 56 cetakan tunggal yang unik dalam memperlihatkan jejak, poster pengajaran berukuran A2 dengan 16 edisi sebagai bagian dari konsep mengenai reproduksi dan usaha mengulang, dan matriks yang dijadikan bentuk tiga dimensional sebagai respon atas wujud diri yang dapat hadir dalm dimensi lain dengan pengalaman perseptif yang berbeda. Dihadirkan dalam satu warna untuk menunjukan satu tubuh dan keleluasaan apresiator pada ruang untuk menggali dan menelusuri kualitas cetak yang baru dapat terlihat saat mendekat dan merasakan komposisi penuh saat menjauh. Penulis menyadari bahwa keraguan tersebut bukanlan ancaman, tetapi harmoni yang mampu diselaraskan.

2026
👤 Penulis: Achmad Moersyid Soejiwo
🏷️ Kebijaksanaan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PREMI ASURANSI PRODUKSI KELAPA SAWTI BERBASIS VARIABEL AGROKLIMAT

Asuransi indeks cuaca merupakan instrumen mitigasi risiko iklim yang semakin relevan bagi perkebunan kelapa sawit, tetapi pengembangannya di Indonesia belum mengakomodasi heterogenitas kondisi agroklimat antarwilayah dan antarmusim. Penelitian ini mengembangkan kerangka penentuan premi asuransi indeks cuaca kelapa sawit melalui penjabaran matematis model PalmSim, dengan kebaruan utama berupa segmentasi simultan menurut wilayah (Sumatra dan Kalimantan) dan musim (hujan dan kemarau). Kerangka pemodelan disusun dalam lima tahap: penentuan musim secara deterministik berdasarkan pola curah hujan aktual, disagregasi produktivitas tahunan ke resolusi bulanan dengan metode Chow-Lin multivariat (indikator dipilih per pulau berdasarkan korelasi empiris atau relevansi agronomis, tanpa reduksi dimensi), estimasi regresi panel ordinary least squares dengan koreksi Newey-West HAC, penetapan distribusi Normal sebagai konsekuensi langsung asumsi galat regresi, dan perhitungan premi analitik disertai selang kepercayaan bootstrap. Data mencakup 21 kota di Sumatra dan Kalimantan periode 2012–2016, dengan produktivitas bersumber dari Ditjenbun serta variabel agroklimat dari NASA POWER. Regresi panel diestimasi langsung pada level kota-bulan (n = 250–385 observasi per segmen), dan keempat segmen dinyatakan sesuai pada uji-F (? = 0,10), dengan R2 berkisar 3–22%. Premi kotor untuk keempat segmen berkisar antara Rp 338.691 hingga Rp 997.974/ha/musim, berada 25–270% di atas premi Asuransi Usaha Tani Padi (Rp 45.000/bulan) sebagai konsekuensi variabilitas produksi yang lebih tinggi pada resolusi kota-bulan dibanding estimasi agregat. Analisis sensitivitas menunjukkan premi murni menurun 57–72% ketika ambang trigger dinaikkan dari rata-rata historis ke persentil ke-80. Kerangka ini menyediakan dasar kuantitatif bagi perancangan produk asuransi indeks cuaca kelapa sawit yang tersegmentasi.

2026
👤 Penulis: Nabiilah Galuh Janisa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KUANTIFIKASI NITROGEN PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DENGAN SISTEM RESIRKULASI BERBASIS DARAT

Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia dengan produksi mencapai 10,8 juta ton pada tahun 2024. Eucheuma cottonii merupakan komoditas rumput laut paling dominan karena kandungan kappa-karagenan yang tinggi sebagai bahan baku industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Namun, sistem budidaya konvensional di laut terbuka seperti long line dan rakit apung menghadapi tantangan berupa fluktuasi suhu, serangan penyakit ice-ice, biofouling epifit, serta cuaca ekstrem akibat perubahan iklim yang menyebabkan fluktuasi produksi dan penurunan kualitas hasil budidaya. Kondisi ini mendorong pengembangan budidaya menggunakan sistem resirkulasi berbasis darat sebagai alternatif yang mampu mengendalikan parameter lingkungan secara real-time, meningkatkan biosekuriti, dan mengurangi ketergantungan pada kondisi iklim dan lokasi budidaya. Dalam sistem tersebut, nitrogen merupakan unsur hara pembatas yang secara langsung menentukan pertumbuhan biomassa, sintesis klorofil, dan kandungan fikobiliprotein pada E. cottonii sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara tepat dan terukur. Meskipun demikian, kajian kuantitatif mengenai dinamika aliran nitrogen dan neraca massa pada budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan kadar nitrogen dan menentukan neraca massa nitrogen pada budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat. Penelitian dilaksanakan di Screen House B3 dan Laboratorium Teknik 1A ITB Kampus Jatinangor pada September 2025–Februari 2026. Sistem budidaya menggunakan dua ulangan sistem yang masing-masing terdiri dari tiga tangki dalam konfigurasi resirkulasi yang dilengkapi filtrasi, sterilisasi UV, dan aerasi. Sebanyak 96 sampel E. cottonii yang terdiri dari 64 sampel destruktif dan 32 sampel non destruktif berbobot awal seragam 50 gram dibudidayakan pada media air laut dengan konsentrasi NO3-N terkontrol sebesar 0,1–0,5 mg L ?1 melalui pemupukan NaNO3 . Parameter yang diamati meliputi konsentrasi NO3?-N pada media budidaya, kandungan nitrogen jaringan rumput laut, kualitas air, kelimpahan mikroba total, dan bakteri penambat nitrogen. Konsentrasi nitrat ditentukan menggunakan metode kolorimetri brusin, kandungan nitrogen jaringan dianalisis menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan kelimpahan mikroba total dan bakteri penambat nitrogen dikuantifikasi menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Neraca massa nitrogen disusun berdasarkan kesetimbangan kuantitatif antara total nitrogen masukan, akumulasi nitrogen pada biomassa, nitrogen tersisa dalam media air, dan nitrogen yang tidak terukur dari sistem budidaya. Seluruh data dinyatakan sebagai rerata ± simpangan baku dan dianalisis secara deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat selama 64 hari memiliki laju laju rata-rata perubahan nitrogen tersedia dalam media air sebesar 242,56 ± 63,57 mg hari?1, laju akumulasi nitrogen pada jaringan E. cottonii sebesar 0,29 ± 0,27 mg-N g DW?1 hari?1, dan rata-rata kelimpahan bakteri pemfiksasi nitrogen sebesar 1.922,96 ± 260,53 CFU mL?1. Neraca massa nitrogen menunjukkan total input nitrogen sebesar 16.301,25 mg NO3-N yang berasal dari stok awal media air laut sebesar 4.245,0 mg NO3-N dan penambahan pupuk NaNO3 sebesar 12.056,25 mg NO3-N. Dari total masukan tersebut, 6.793,8 mg-N (41,68%) terasimilasi ke dalam jaringan E. cottonii, 777,5 mg NO3-N (4,77%) tersisa dalam media air, dan 8.729,95 mg NO3-N (53,55%) merupakan nitrogen tidak terukur. Budidaya E. cottonii dalam sistem resirkulasi berbasis darat menunjukkan peningkatan penyerapan nitrogen jaringan seiring pertambahan biomassa. Namun, sebagian besar nitrogen masukan belum termanfaatkan menjadi biomassa. Oleh karena itu, optimalisasi manajemen nutrien dan pengendalian epifit diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nutrien. Temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan sistem budidaya makroalga berbasis darat yang lebih efisien dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Tania Sofiani
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PERSEPSI RISIKO KESEHATAN MASYARAKAT DAN FAKTOR PENENTUNYA TERHADAP AKTIVITAS PERTAMBANGAN NIKEL DI KECAMATAN BAHODOPI, KABUPATEN MOROWALI

Ekspansi industri nikel global yang didorong oleh transisi energi telah mempercepat intensifikasi aktivitas pertambangan di Indonesia, khususnya di Morowali. Meskipun memberikan kontribusi ekonomi signifikan, aktivitas ini menimbulkan dampak kesehatan dan lingkungan yang kompleks, sementara kajian mengenai persepsi risiko masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi risiko kesehatan dan lingkungan masyarakat, variasinya secara spasial dan demografis, serta faktor-faktor yang membentuk persepsi dan respons masyarakat di kawasan industri nikel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis survei terhadap 384 responden di Kecamatan Bahodopi, Morowali. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang dikembangkan dari integrasi place attachment theory, classical risk perception theory, dan political ecology of health, serta dianalisis menggunakan CB-SEM, uji t, dan ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi risiko yang relatif tinggi, terutama terhadap paparan debu dan penurunan kualitas udara. Persepsi risiko bervariasi signifikan berdasarkan kedekatan spasial terhadap sumber industri, lama tinggal, status lokalitas, dan pengalaman kesehatan, namun tidak dipengaruhi secara signifikan oleh karakteristik demografis umum. Secara struktural, kepercayaan terhadap institusi terbukti menurunkan persepsi risiko dan meredam respons masyarakat, sementara keterikatan tempat meningkatkan persepsi risiko dan mendorong respons yang lebih aktif. Ketergantungan ekonomi tidak berpengaruh signifikan, sedangkan ekologi politik kesehatan berperan secara tidak langsung melalui mekanisme struktural. Persepsi risiko juga berfungsi sebagai mediator utama yang mendorong respons psikososial dan perilaku masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi risiko di kawasan industri ekstraktif bersifat multidimensional dan tidak dapat dijelaskan oleh pendekatan ekonomi semata. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui integrasi perspektif psikologis, sosial, dan politik dalam memahami persepsi risiko.

2026
👤 Penulis: Shintya Firna Ningsih
🏷️ Kesehatan Masyarakat 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN PAKET LAYANAN CRISIS MANAGEMENT BERTINGKAT UNTUK PT SONAR ANALITIKA INDONESIA: STUDI SOLUSI BISNIS DAN IMPLEMENTASI BERBASIS SIMULASI

Layanan Crisis Management PT Sonar Analitika Indonesia saat ini bergantung pada mekanisme alert generik bervolume tinggi yang membutuhkan triase manual secara ekstensif, menciptakan kendala kapasitas yang mengikat pertumbuhan klien secara langsung terhadap jumlah tenaga analis dan membuat perusahaan belum memiliki penawaran komersial bertingkat yang terdiferensiasi. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi business case untuk memposisikan ulang kapabilitas crisis-ready alert perusahaan, yang secara internal dikenal sebagai Smart Alert, menjadi penawaran layanan bertingkat yang terdiri dari paket Standard, Premium, dan High-Sensitivity, masing-masing dipetakan ke profil risiko dan kebutuhan pemantauan klien yang berbeda. Menggunakan simulasi backtesting pada episode krisis historis dan survei praktisi mengenai faktor pendorong adopsi serta preferensi performa, penelitian ini mengukur trade-off antara performa deteksi dan biaya operasional pada sembilan konfigurasi alert, serta mengintegrasikan temuan tersebut menggunakan Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dan analisis Pareto frontier untuk merekomendasikan struktur paket yang menyeimbangkan performa, biaya, dan kesesuaian segmen klien. Selain rekomendasi paket, penelitian ini mengusulkan rencana implementasi yang mencakup roadmap peluncuran bertahap, pembagian tanggung jawab lintas departemen, dan kerangka key performance indicator pasca-peluncuran yang membedakan komitmen layanan kontraktual dari target tata kelola kualitas internal. Temuan penelitian ini dimaksudkan untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen terkait pengemasan komersial, penetapan harga, dan kesiapan organisasi untuk menskalakan lini layanan Crisis Management, sekaligus memberikan kontribusi metodologis dalam menerjemahkan evaluasi teknis berbasis simulasi menjadi strategi produk dan implementasi yang siap bisnis.

2026
👤 Penulis: M. Ridwan Agustiawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keputusan

STUDI PENGARUH METODE EKSTRAKSI DAN PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN SEREH DAPUR (CYMBOPOGON CITRATUS (DC.) STAPF)

Cymbopogon citratus (sereh dapur) memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan untuk mengatasi penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan pengaruh metode ekstraksi dan pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun C. citratus. Penelitian ini juga mengukur kandungan total fenol, flavonoid total, dan kadar senyawa flavonoid dalam ekstrak terpilih. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH, CUPRAC, FRAP, dan ABTS menggunakan spektrofotometer UV-sinar tampak. Penentuan kadar senyawa flavonoid dalam ekstrak terpilih dilakukan menggunakan High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Ekstrak etanol daun sereh dapur menunjukkan nilai TPC tertinggi sebesar 15,211 ± 0,760 mg GAE/g, sedangkan nilai TFC tertinggi sebesar 10,195 ± 0,469 mg QE/g. Hasil menunjukkan nilai aktivitas antioksidan tertinggi pada uji DPPH (R96 = 15,395 ± 0,263 mg AEAC/g), CUPRAC (R70 = 25,297 ± 0,937 mg AEAC/g), FRAP (R96 = 23,823 ± 1,902 mg AEAC/g), dan ABTS (M96 = 16,706 ± 1,984). Kadar kuersetin yang dianalisis menggunakan HPLC sebagai senyawa flavonoid dominan dalam ekstrak terpilih diperoleh sebesar 1,726 ± 0,304 mg/g. Studi ini menyoroti metode refluks dengan pelarut etanol 96% sebagai teknik ekstraksi yang lebih efektif untuk menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi pada ekstrak etanol daun C. citratus, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami untuk aplikasi industri.

2026
👤 Penulis: Fatimah Nur Rahmi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KUANTIFIKASI FOSFOR PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DENGAN SISTEM RESIRKULASI BERBASIS DARAT

Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia dengan produksi mencapai 9,85 juta ton pada tahun 2024 dengan sekitar 6,12 juta ton (62%) di antaranya berasal dari Eucheuma cottonii. Meskipun memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai bahan baku utama karagenan, produktivitas budidaya E. cottonii di perairan terbuka masih menghadapi berbagai kendala akibat fluktuasi kualitas air, perubahan iklim, serangan penyakit, dan organisme pengganggu. Sistem budidaya resirkulasi berbasis darat menawarkan kondisi lingkungan budidaya yang lebih terkontrol. Namun, keberhasilan sistem tersebut ditentukan oleh pengelolaan nutrien dengan fosfor sebagai salah satu unsur pembatas pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan kadar fosfor serta menentukan neraca massa fosfor pada budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat. Penelitian dilaksanakan menggunakan sistem budidaya E. cottonii berbasis darat selama 64 hari. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi PO?-P pada media budidaya, kandungan fosfor jaringan rumput laut, kualitas air, serta total mikroba dan mikroba pelarut fosfat. Konsentrasi fosfat dianalisis menggunakan metode kolorimetri asam askorbat, kandungan fosfor jaringan ditentukan melalui destruksi basah dan analisis spektrofotometri, serta mikroba menggunakan metode Angka lempeng total pada media selektif. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengevaluasi dinamika fosfor dan menyusun neraca massa fosfor pada sistem budidaya. Dinamika fosfor menunjukkan rata-rata laju perubahan konsentrasi PO?-P di media budidaya sebesar 49,22 ± 13,25 mg hari?¹, laju akumulasi fosfor jaringan rumput laut sebesar (9,45 ± 9,58) × 10?³ mg-P g dw?¹ hari?¹, serta rata-rata total bakteri pelarut fosfat sebesar 634,44 ± 133,67 CFU mL?¹. Neraca massa fosfor menunjukkan total input fosfor sebesar 3.582,80 mg P, yang berasal dari penambahan pupuk KH?PO? sebesar 2.885,00 mg P, fosfat awal dalam media air sebesar 562,50 mg P, dan fosfor awal pada jaringan rumput laut sebesar 135,30 mg P. Dari total input tersebut, 226,06 mg P (6,56%) terasimilasi ke dalam jaringan E. cottonii, sedangkan 3.043,94 mg P (88,29%) tidak diserap oleh rumput laut. Kuantifikasi dan neraca massa fosfor menunjukkan bahwa sebagian besar fosfor yang diberikan tidak terasimilasi ke dalam biomassa E. cottonii. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan fosfor diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrien dan produktivitas budidaya pada sistem resirkulasi berbasis darat.

2026
👤 Penulis: Muhammad Zaky Muthahhari
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS FLOW ASSURANCE DALAM PERANCANGAN SISTEM PIPA PENYALUR WAXY LIGHT CRUDE OIL DI WILAYAH KERJA COASTAL PLAIN PEKANBARU

Transportasi waxy light crude oil dari Gathering Station (GS) Zamrud menuju North Booster Station (NBS) Minas di Wilayah Kerja Coastal Plain Pekanbaru menghadapi tantangan akibat kandungan wax yang tinggi (15,71 %wt.), dengan Wax Appearance Temperature (WAT) sebesar 58 °C dan Pour Point Temperature (PPT) sebesar 36 °C. Karakteristik tersebut menyebabkan fluida rentan mengalami deposisi wax dan congealing akibat penurunan temperatur selama transportasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pipa penyalur baru sepanjang 87 km yang layak secara teknis dan operasional, menentukan batas operasi aman pada kondisi tunak dan transien, serta mengevaluasi kebutuhan sistem pemanas untuk menjamin keteraliran fluida selama operasi. Karakterisasi fluida dilakukan menggunakan Multiflash untuk memperoleh model Pressure-Volume-Temperature (PVT) dan karakteristik pembentukan wax, kemudian dikembangkan model termohidrolik sistem pipa menggunakan OLGA yang diverifikasi terhadap perhitungan analitik. Simulasi dilakukan pada tiga variasi laju alir (17.850, 8.000, dan 3.887 BOPD) dan tiga alternatif diameter pipa (Nominal Pipe Size (NPS) 8, 10, dan 12 inci), serta mencakup analisis deposisi wax, kinerja sistem pemanas, kegagalan pemanas, shutdown, restart, dan surging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa pemanas, temperatur fluida pada seluruh kandidat diameter turun di bawah WAT sebelum mencapai NBS Minas, dengan viskositas efektif meningkat hingga 85.796 cP dan kebutuhan tekanan meningkat lebih dari satu orde di atas batas operasi, sehingga sistem tidak layak dioperasikan tanpa pemanas. Risiko dominan adalah hilangnya kemampuan alir akibat lonjakan viskositas, bukan hanya penyempitan penampang aliran, karena tebal deposit wax selama satu bulan operasi hanya berkisar 1,09–2,78 mm. Dengan penerapan sistem Skin Effect Current Tracing (SECT) yang terbagi menjadi sembilan segmen dengan masukan kalor desain 20 W/m, temperatur fluida terjaga di atas WAT sehingga viskositas efektif turun menjadi 6–9 cP. Pada kondisi tersebut, pipa NPS 12 API 5L Grade B Schedule 20 yang mampu memenuhi batas Maximum Operating Pressure (MOP) sebesar 300 psig pada seluruh variasi laju alir, dengan tekanan maksimum sebesar 247 psig. Batas operasi aman yang diperoleh meliputi Maximum Allowable Downtime pemanas selama 4 hari apabila lebih dari tiga segmen pemanas tidak beroperasi, serta durasi shutdown pompa maksimum 8 hari apabila maksimal tiga segmen pemanas tidak beroperasi. Apabila seluruh pemanas tetap menyala, shutdown aman hingga lebih dari 30 hari dengan tekanan restart sebesar 157 psig. Pada skenario isolasi river crossing, tekanan puncak surging sebesar 320,78 psig masih berada di bawah batas tekanan transien 330 psig (110% internal design pressure). Dengan demikian, rancangan sistem pipa memenuhi aspek hidraulik, termal, dan operasional sehingga layak diterapkan sebagai alternatif penyaluran minyak mentah menggantikan moda trucking.

2026
👤 Penulis: Sandrina Agatha Sinaga
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN BOARD GAME TEKNOLOGI ANTARIKSA BERBASIS DISEMINASI STEAM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI TEKNOLOGI SISWA SMA GENERASI Z

Pesatnya perkembangan teknologi belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan literasi teknologi pada generasi muda. Meskipun Generasi Z, khususnya siswa SMA, merupakan pengguna aktif teknologi digital, pemahaman mereka terhadap prinsip kerja, fungsi, serta implikasi teknologi secara konseptual masih terbatas, termasuk dalam bidang teknologi antariksa yang memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan modern. Perancangan ini bertujuan mengembangkan board game bertema teknologi antariksa berbasis diseminasi STEAM sebagai media pembelajaran alternatif untuk meningkatkan literasi teknologi siswa SMA Generasi Z. Metode perancangan meliputi studi literatur, observasi, wawancara dengan ahli teknologi antariksa, praktisi board game, dan siswa SMA, serta proses perancangan dan playtesting. Board game dirancang dengan menggabungkan mekanik worker placement, technology development, spacecraft development, dan mission progression yang mengadaptasi konsep sistem wahana antariksa serta fenomena Kessler Syndrome sebagai representasi pentingnya keberlanjutan aktivitas antariksa. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konsep dan peran strategis teknologi antariksa dapat disampaikan melalui pendekatan subliminal education dan experiential learning, sehingga pemain memperoleh pemahaman mengenai pengembangan teknologi, pembangunan wahana antariksa, serta dampak space debris melalui pengalaman bermain yang interaktif. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi media diseminasi STEAM yang menarik sekaligus meningkatkan literasi teknologi dan kesadaran siswa terhadap pentingnya keberlanjutan eksplorasi antariksa.

2026
👤 Penulis: Hana Kaori Salsabila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

VALUASI INVESTASI BATTERY ENERGY STORAGE SYSTEM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FLEKSIBILITAS STRATEGIS: BUKTI DARI PENDEKATAN REAL OPTIONS PADA SISTEM KELISTRIKAN SUMATRA, INDONESIA

Battery Energy Storage System (BESS) semakin penting dalam mendukung integrasi energi terbarukan, pengelolaan beban puncak, keandalan pasokan, dan fleksibilitas sistem tenaga listrik di Indonesia. Namun, nilai investasinya masih sulit diukur karena berbagai manfaat penyimpanan energi belum sepenuhnya dikonversi menjadi aliran pendapatan yang eksplisit dan bankable dalam sektor ketenagalistrikan yang teregulasi. Isu ini relevan di Aceh, yang berada di ujung sistem tenaga listrik Sumatra dan menghadapi karakteristik saluran transmisi yang panjang, jaringan radial, serta kendala keandalan. Meskipun BESS dapat mendukung pergeseran energi, penghematan biaya pembangkitan pada periode beban puncak, potensi layanan ancillary, dan peningkatan ketahanan sistem, pendekatan Discounted Cash Flow (DCF) konvensional dapat menurunkan nilai strategis proyek apabila ketidakpastian dan fleksibilitas manajerial tidak diperhitungkan. Tesis ini mengevaluasi kelayakan ekonomi dan nilai investasi strategis dari proyek BESS berkapasitas 50 MW di Aceh dengan membandingkan skenario durasi penyimpanan 2 jam, 4 jam, dan 6 jam. Penelitian ini menilai bagaimana durasi penyimpanan, CAPEX, WACC, penghematan biaya pembangkitan, degradasi baterai, dukungan kebijakan, dan fleksibilitas manajerial memengaruhi keputusan investasi. Penelitian ini juga menguji apakah Expanded Net Present Value (ENPV) dapat menjadi indikator strategis yang lebih kuat dibandingkan static Net Present Value (NPV) untuk investasi penyimpanan energi yang padat modal dan berada dalam kondisi ketidakpastian. Kerangka penelitian ini dibangun dari literatur DCF, Monte Carlo simulation (MCS), real options valuation (ROV), dan ENPV, serta memperluas penerapannya pada BESS skala utilitas dalam konteks sistem ketenagalistrikan Indonesia yang teregulasi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kuantitatif dengan proses valuasi yang saling berkesinambungan. Analisis dimulai dari definisi kasus dan perencanaan skenario, kemudian dilanjutkan dengan valuasi DCF statis, analisis sensitivitas, MCS, pemetaan input ROV, valuasi opsi berbasis binomial lattice, perhitungan ENPV, perbandingan skenario, pengujian robustness, dan rekomendasi investasi. DCF digunakan untuk mengestimasi static NPV, Internal Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Levelized Energy Generation Cost (LEGC). Analisis sensitivitas mengidentifikasi faktor utama pembentuk nilai, MCS mengestimasi risiko investasi secara probabilistik, dan ROV mengevaluasi defer option, expand option, dan staged investment option. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh skenario belum layak secara finansial berdasarkan asumsi dasar DCF statis, meskipun kinerja membaik seiring peningkatan durasi penyimpanan. BESS 6 jam memberikan hasil statis terbaik, dengan Static NPV sebesar -Rp 174,78 miliar, IRR sebesar 5,98%, BCR sebesar 0,91, dan LEGC sebesar 15,33 cUSD/kWh. Analisis sensitivitas menegaskan bahwa CAPEX, WACC, penghematan biaya pembangkitan, degradasi baterai, dan dukungan kebijakan merupakan faktor utama yang memengaruhi kelayakan. MCS memperkuat preferensi terhadap BESS 6 jam, dengan mean NPV sebesar -Rp 146,07 miliar, P90 NPV sebesar Rp 223,10 miliar, dan probabilitas NPV positif sebesar 30,63%. ROV mengubah interpretasi investasi dengan menunjukkan bahwa fleksibilitas manajerial menciptakan nilai strategis. Defer option menghasilkan real option value tertinggi pada seluruh durasi, dan skenario BESS 6 jam dengan defer option menghasilkan ENPV tertinggi sebesar Rp 144,74 miliar. Alternatif terbaik berikutnya adalah BESS 6 jam dengan staged investment option yang menghasilkan ENPV sebesar Rp 76,51 miliar, sedangkan BESS 4 jam hanya menjadi positif melalui defer option dengan ENPV sebesar Rp 13,11 miliar. Expand option tetap lebih lemah karena nilai keekonomian proyek pada kondisi statis belum cukup kuat untuk memberikan nilai ekspansi tambahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan BESS secara langsung dan tanpa pertimbangan di Aceh belum dapat dibenarkan secara ekonomi. Namun, BESS 6 jam dengan strategi defer-to-invest merupakan opsi yang paling dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomi karena memberikan kombinasi terkuat antara kinerja DCF statis, potensi kenaikan nilai dalam kondisi ketidakpastian, real option value, ENPV, dan robustness. Secara ilmiah, tesis ini berkontribusi melalui kerangka terintegrasi DCF, analisis sensitivitas, MCS, ROV, dan ENPV untuk valuasi BESS skala utilitas di bawah ketidakpastian. Secara praktis, penelitian ini mendukung utilitas dan pembuat kebijakan dalam menyelaraskan waktu investasi BESS dengan pertimbangan nilai fleksibilitas yang lebih jelas, monetisasi layanan ancillary yang lebih baik, dan biaya modal yang lebih rendah.

2026
👤 Penulis: Ammar Syahid Rabbani
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan Strategis

PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL UNTUK MEMPERKENALKAN INSTRUMEN INVESTASI REKSA DANA BAGI PEREMPUAN USIA 18–25 TAHUN DI INDONESIA

Meskipun tingkat literasi keuangan perempuan Indonesia mencapai 66,75% (lebih tinggi dari laki-laki), partisipasi mereka dalam pasar modal masih rendah, yakni hanya 37% dari total investor pada tahun 2025. Fenomena ini sangat terlihat pada perempuan Generasi Z usia 18-25 tahun (mahasiswa dan first-jobber) yang cenderung memiliki profil risiko konservatif, hambatan psikologis berupa rasa takut akan kerugian, serta kebiasaan konsumtif berbasis self-reward atau stress-buying. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep, strategi komunikasi, dan visual kampanye sosial yang efektif guna meningkatkan partisipasi investasi reksa dana pada kelompok tersebut. Metode perancangan yang digunakan adalah Design Thinking (Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test). Data dikumpulkan melalui studi literatur, kuesioner terhadap 45 responden, serta wawancara mendalam dengan ahli teknologi finansial, praktisi investasi, khalayak sasaran, dan ahli kreatif. Strategi komunikasi yang diterapkan dirumuskan melalui pendekatan High Involvement/Informational dengan sentuhan pesona Transformational yang diintegrasikan ke dalam model alur perilaku konsumen AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share). Perancangan ini menghasilkan sebuah kampanye sosial terintegrasi dengan gagasan utama "Your Financial Sister" (Your FinSis), sebuah perwujudan figur "kakak perempuan" yang membimbing audiens secara empatik dan peer-to-peer. Kampanye ini dieksekusi melalui integrasi media daring (Instagram, TikTok, WhatsApp, microsite) dan media luring berupa aktivasi experience-based marketing (instalasi penentu profil risiko, kustomisasi struk, stiker lantai) lewat kolaborasi strategis antara platform investasi Bibit dan gerai kecantikan Sociolla. Dengan gaya visual yang feminin, modern, dan sentuhan kontemporer budaya Indonesia, kampanye ini diharapkan dapat membangun rasa aman dan mengubah perilaku konsumtif menjadi kebiasaan investasi produktif yang berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Salma Nur Faizah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

USULAN KERANGKA PENGUKURAN RISIKO ARUS KAS KOMPENSASI BBM Z DENGAN INTEGRASI VAR, MONTE CARLO, DAN CASH FLOW AT RISK BERBASIS EKSPOSUR PADA DEPARTEMEN Y DI PT X

PT X menanggung risiko arus kas dari kesenjangan antara Harga Ekonomis (HE) dan Harga Jual Eceran (HJE) BBM Z yang diatur Peraturan Menteri ESDM No. 20 Tahun 2021. Segmen BBM Z mencatat kerugian bersih pada 20 dari 24 bulan periode 2024–2025, dengan keterlambatan pembayaran kompensasi meningkat dari rata-rata 4,8 bulan pada 2024 menjadi 7,1 bulan pada 2025. Risiko ini masih diakui secara kualitatif melalui klasifikasi skenario dalam register risiko, tanpa ukuran probabilistik atas besarannya. Penelitian ini bertujuan merancang kerangka pengukuran risiko arus kas kompensasi BBM Z yang mengintegrasikan Vector Autoregression (VAR), simulasi Monte Carlo, dan Cash Flow at Risk (CFaR) berbasis eksposur untuk mengukur ketidakpastian gabungan atas besaran dan waktu penerimaan piutang kompensasi. Penelitian dilaksanakan mengikuti kerangka CRISP-DM dengan Exposure-Based CfaR sebagai acuan metodologis utama. Tahapan pelaksanaan mencakup estimasi VAR(2) atas tiga variabel makroekonomi pembentuk formula HE (harga Brent, kurs IDR/USD, inflasi tahunan), simulasi Monte Carlo distribusi Student-t (N=10.000 lintasan, cakrawala 24 bulan), pemodelan eksposur struktural HE-HJE, rekonstruksi arus kas melalui distribusi payment lag empiris, serta kalkulasi CFaR pada berbagai tingkat kepercayaan. Parameter biaya non-MOPS terkalibrasi (? = Rp464/liter) diverifikasi melalui historical replay terhadap akrual aktual 2024 sebesar Rp41,28 triliun. Model VAR(2) yang dihasilkan stabil (AIC = -23,86). Simulasi menghasilkan CFaR total kumulatif rata-rata Rp145,57 triliun (P5 Rp27,97 triliun; P95 Rp358,78 triliun) dengan eksposur CFaR 95% dasar sebesar Rp179,42 triliun. Dekomposisi risiko menunjukkan harga Brent dan kurs IDR/USD menyumbang 60–78% variasi gap kompensasi, sementara komponen kalibrasi hanya berkontribusi sekitar 3%, menunjukkan PT X tidak dapat memitigasi besaran gap dan perlu mengarahkan mitigasi pada manajemen waktu dan likuiditas. Kerangka ini menyediakan dasar kuantitatif bagi Departemen Y untuk memantau eksposur secara berkala, serta bagi Direksi dalam pengambilan keputusan likuiditas dan negosiasi linimasa pembayaran kompensasi dengan Pemerintah RI.

2026
👤 Penulis: Dikasatria Ramadhani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

PERANCANGAN ANIMASI 2D MENGENAI DAMPAK PENINGKATAN COST OF LIVING BAGI MAHASISWA SARJANA

Peningkatan cost of living atau biaya hidup merupakan fenomena sosial-ekonomi yang semakin dirasakan oleh mahasiswa, khususnya mereka yang menempuh pendidikan sarjana sambil hidup mandiri. Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya tempat tinggal, transportasi, serta kebutuhan akademik memunculkan tekanan finansial yang berdampak pada kondisi ekonomi, psikologis, sosial, dan akademik mahasiswa, namun persoalan ini kerap dipandang sebagai masalah personal semata sehingga belum banyak mendapat perhatian sebagai isu struktural dalam keberlanjutan pendidikan tinggi. Tugas akhir ini bertujuan mengidentifikasi dampak peningkatan cost of living di kalangan mahasiswa Bandung dan menghasilkan karya animasi 2D yang mampu merepresentasikan realitas sosial tersebut secara komunikatif dan emosional. Metode perancangan yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif melalui studi literatur, kuesioner, serta wawancara terbatas dengan mahasiswa dan praktisi animasi, yang hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi pola tekanan finansial, perubahan gaya hidup, beban psikologis, serta strategi adaptasi mahasiswa. Hasil perancangan berupa animasi 2D berdurasi 3–5 menit tanpa dialog, yang mengandalkan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan simbolisasi visual sebagai elemen utama pembangun empati penonton. Konsep elemen fantasi berupa dunia mimpi dan representasi diri yang terkurung dihadirkan sebagai visualisasi konflik internal karakter utama, memperkuat aspek dramatik sekaligus membedakan karya ini dari media penyampaian konvensional. Melalui pendekatan desain komunikasi visual ini, animasi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai medium refleksi yang membangun kesadaran dan empati sosial terhadap ketimpangan ekonomi dalam dunia pendidikan tinggi..

2026
👤 Penulis: Ahmad Fadhlan Sirojudin
🏷️ Sosial Ekonomi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

INVESTIGASI EKSPERIMENTAL DAN NUMERIK TERHADAP PERILAKU IMPAK CHARPY PADA KOMPOSIT CETAK 3D YANG DIPERKUAT SERAT KONTINU

Penelitian ini mengkaji perilaku impak Charpy komposit serat kontinu hasil cetak 3D melalui pendekatan eksperimental dan numerik. Spesimen CF, KV, dan HY bermatriks nylon dibuat menggunakan Markforged® Mark Two. Kompresi panas diterapkan pada CF dan KV untuk meningkatkan konsolidasi laminat dan mengurangi diskontinuitas terkait void, yang diindikasikan secara tidak langsung oleh pemadatan dimensi dan peningkatan respons impak; sedangkan HY diberi hibridisasi termal untuk integrasi arsitektur CF/KV. Pengujian Charpy berdasarkan ISO 179 digunakan untuk menentukan energi impak spesifik, dan SEM digunakan untuk mengidentifikasi mekanisme kegagalan. Hasil menunjukkan KV memiliki penyerapan energi tertinggi, CF terendah, dan HY berada di tengah karena kombinasi kekakuan CF dan mekanisme disipasi energi KV. Model mesomekanik terkalibrasi berbasis Abaqus/Explicit dengan kriteria Hashin dan CZM mampu mereproduksi tren respons impak dengan kesesuaian yang dapat diterima. Secara keseluruhan, arsitektur penguat dan perlakuan pascaproses berperan penting dalam mengontrol penyerapan energi dan mekanisme kegagalan komposit serat kontinu hasil cetak.

2026
👤 Penulis: Muhammad Gibran Fahrezzi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN GIM MOBILE SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN KESADARAN PENGGUNAAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD) PADA GENERASI Z (18-22 TAHUN)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya frekuensi kesalahan penulisan kaidah bahasa Indonesia pada Generasi Z, khususnya mahasiswa usia 18–22 tahun, yang cenderung terpengaruh oleh pola komunikasi informal media sosial. Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) secara akurat sangat krusial bagi mahasiswa dalam menyampaikan informasi, terutama dalam konteks akademik. Namun, observasi awal menunjukkan kerentanan kesalahan pada penggunaan tanda baca koma, penulisan preposisi "di", serta peluluhan imbuhan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah serious game sebagai media interaktif untuk meningkatkan penguasaan kaidah EYD Edisi V pada mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dokumen, wawancara mendalam dengan ahli linguistik, serta survei terhadap 109 responden untuk memetakan perilaku bermain dan gaya belajar target audiens. Hasil dari perancangan ini adalah desain gim pada perangkat ponsel pintar untuk membangun retensi memori jangka panjang bagi Generasi Z

2026
👤 Penulis: Denisa Febriyanti Bagjana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 9 dari 349
💬