πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 172 dokumen

PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK LAYANAN LOGISTIK INTERNAL DI KAWASAN INDUSTRI: STUDI KASUS DI PT. SIER

Penyediaan layanan logistik oleh pengelola kawasan industri merupakan tren yang semakin banyak terlihat. Hal ini dikarenakan adanya keinginan pengelola kawasan untuk memberikan layanan yang terpadu dan menyeluruh. Salah satu perusahaan kawasan industri yang menyediakan layanan logistik adalah PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Namun, ditemukan permasalahan pemanfaatan layanan logistik internal yang masih kurang dan penggunaan layanan eksternal oleh penyewa. Meskipun telah menawarkan solusi logistik yang terpadu, penyewa semakin bergantung pada penyedia eksternal, sehingga menghambat visi PT. SIER untuk menjadi one-stop service bagi penyewanya. Penelitian ini berupaya mencari akar permasalahan tersebut dan mengusulkan strategi pemasaran yang secara khusus dirancang untuk menangani kebutuhan dan permasalahan penyewa dengan lebih baik. Dengan menggunakan data kualitatif dan kuantitatif, termasuk survei kepuasan pelanggan dan wawancara dengan penyewa dan karyawan, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor utama seperti ketidaksesuaian harga, kesadaran yang terbatas, dan kesenjangan kualitas layanan. Temuan penelitian ini menyoroti pentingnya menyelaraskan penawaran logistik dengan nilai-nilai penyewa, seperti efisiensi biaya, keandalan, dan keberlanjutan, untuk meningkatkan pemanfaatan layanan dan mendukung pertumbuhan PT. SIER sebagai penyedia logistik yang tepercaya.

2025
πŸ‘€ Penulis: Adel Balqis Nayla
🏷️ Logistik Intern 🏷️ Pemasaran Khusus 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

STRATEGI BISNIS UNTUK PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN PERUSAHAAN ENERGI TERBARUKAN JEPANG DALAM ANGGARAN MODAL DAN STRUKTUR MODAL (STUDI KASUS: ERENA ENGINEERING CO., LTD., OSAKA, JAPANG)

Makalah ini menyajikan analisis menyeluruh tentang strategi bisnis untuk pemilihan proyek yang bertujuan membangun rantai pasokan bahan bakar biomassa yang kuat dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan, menggunakan kasus Serena Engineering Co., Ltd., sebuah perusahaan energi terbarukan Jepang yang pionir. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi masalah bisnis inti dari Serena Engineering Co., Ltd. dan mengusulkan strategi untuk memilih proyek yang sesuai yang mengatasi masalah ini. Untuk mengusulkan strategi yang efektif, penulis melakukan dua langkah analitis: pertama, analisis internal dan eksternal untuk mengidentifikasi proyek potensial yang selaras dengan strategi dasar yang diinginkan; kedua, analisis keuangan dari laporan keuangan keseluruhan Serena Engineering Co., Ltd. dan proyeksi arus kas untuk setiap proyek potensial guna merumuskan strategi bisnis untuk pemilihan proyek. Serena Engineering Co., Ltd. memiliki empat proyek potensial: - Proyek A: Pabrik Terpadu Pelet Hijau & Tenaga Listrik - Proyek B: Akuisisi Vertikal Pabrik Pengolahan Minyak Sawit - Proyek C: Ekspansi Geografis: Membangun Tumpukan PKS Tambahan - Proyek D: Ekspansi Khusus: Memperbesar Kapasitas Inventaris dari Tumpukan yang Ada Analisis menunjukkan bahwa Proyek A mungkin menawarkan kontribusi tertinggi untuk menyelesaikan masalah bisnis perusahaan. Pemeriksaan menyeluruh tentang struktur modal dan pemilihan mitra ekuitas untuk Proyek A dilakukan untuk merumuskan rencana implementasi proyek.

2025
πŸ‘€ Penulis: Sho Iwaki
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Keuangan

STRATEGI PEMASARAN YANG DIUSULKAN UNTUK PRODUK DI NICHE MARKET (STUDI KASUS: 3KURMA)

Kurma, buah yang secara alami manis dan kaya akan nutrisi, terutama tumbuh di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, telah mengalami peningkatan konsumsi yang signifikan di seluruh dunia, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, negara dengan populasi Muslim yang besar, kurma secara tradisional dikonsumsi selama Ramadan untuk berbuka puasa, yang menyebabkan lonjakan permintaan musiman. Meskipun kurma memiliki makna budaya dan religius yang penting, konsumsi kurma di Indonesia masih terbatas pada periode Ramadan. Pola musiman ini menimbulkan beberapa tantangan bagi bisnis impor kurma, khususnya dalam mengelola persediaan, logistik, dan fluktuasi permintaan pasar. Salah satu bisnis tersebut, 3Kurma, menghadapi kesulitan dalam memperluas jangkauan pasarnya karena bergantung pada pemasaran dari mulut ke mulut dan basis pelanggan yang terbatas. Meskipun merek ini dapat memenuhi target keuntungan tahunan melalui metode ini, potensi pertumbuhannya terbatas oleh kurangnya kesadaran akan manfaat kesehatan dan kegunaan kuliner kurma, yang menyebabkan produk mereka tidak dimanfaatkan sepenuhnya di luar musim puncak. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi pemasaran inovatif yang dapat merangsang permintaan sepanjang tahun untuk produk berbasis kurma di Indonesia, serta memahami pola konsumsi dan hambatan yang menghalangi konsumen Indonesia untuk mengonsumsi kurma iv secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana mengubah persepsi konsumen tentang kurma dari makanan yang terkait dengan agama menjadi camilan sehat, serbaguna, dan praktis. Selain itu, studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, seperti kualitas produk, persepsi merek, dan kemasan, yang dapat berkontribusi pada keberlanjutan jangka panjang bagi bisnis seperti 3Kurma di pasar kurma yang sangat kompetitif. Pendekatan metode campuran diterapkan dalam penelitian ini, menggabungkan metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner daring, yang dianalisis menggunakan SPSS dan analisis klaster untuk mengidentifikasi segmen konsumen berdasarkan sikap, perilaku, dan preferensi mereka terhadap kurma. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, yang memberikan wawasan lebih dalam mengenai motivasi, persepsi, dan sikap konsumen terhadap kurma. Data kualitatif dianalisis menggunakan NVivo, dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema dan pola utama di seluruh tanggapan. Penggunaan triangulasi dalam pengumpulan data memastikan validitas dan keandalan temuan, memberikan pemahaman yang komprehensif tentang perilaku konsumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsumen semakin peduli dengan kualitas dan asal produk yang mereka beli. Faktor-faktor seperti transparansi mengenai asal-usul kurma, penggunaan praktik pertanian organik atau premium, dan keterlibatan merek melalui media sosial ditemukan memengaruhi keputusan pembelian. Banyak responden menyatakan kesediaannya untuk membayar lebih untuk kurma yang dipasarkan sebagai organik atau bersumber secara etis. Selain itu, studi ini mengidentifikasi dua klaster konsumen yang berbeda: Klaster 1, yang terdiri dari konsumen yang sangat terlibat dan menunjukkan loyalitas merek yang kuat serta perilaku pembelian yang konsisten, dan Klaster 2, yang terdiri dari konsumen yang kurang terlibat dan membutuhkan lebih banyak edukasi tentang manfaat kurma sebagai makanan sehat dan camilan sepanjang tahun. v Temuan kualitatif menyoroti potensi kurma untuk dipasarkan sebagai camilan sehat yang serbaguna dan bergizi yang tidak hanya dikonsumsi saat Ramadan. Konsumen semakin melihat kurma sebagai alternatif sehat untuk camilan olahan, menghargai rasa manis alami dan kualitas bebas pengawetnya. Namun, mengubah persepsi konsumen yang mengaitkan kurma hanya dengan penggunaan religius menjadi pengakuan atas manfaat kesehatannya yang lebih luas tetap menjadi tantangan yang signifikan. Strategi pemasaran yang efektif harus fokus pada edukasi konsumen tentang manfaat kesehatan kurma, menggunakan kombinasi pemasaran online dan offline, termasuk kolaborasi dengan influencer, kampanye media sosial, dan promosi di toko. Selain itu, transparansi merek, jaminan kualitas, dan kemasan produk yang inovatif menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan pembelian berulang. Sebagai kesimpulan, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman perilaku konsumen dalam pasar barang yang mudah rusak, khususnya dalam konteks di mana musiman dan persepsi budaya memengaruhi permintaan. Temuan ini menunjukkan bahwa 3Kurma dapat memperluas pasarnya dengan menerapkan strategi pemasaran inovatif yang fokus pada kualitas, transparansi, dan edukasi konsumen. Dengan memposisikan kurma sebagai camilan bergizi sepanjang tahun, bisnis dapat meningkatkan keterlibatan konsumen dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di pasar Indonesia.

2025
πŸ‘€ Penulis: Yolanda Gabrita Kamal
🏷️ Pemasaran Produk Berbasis Buah 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Kesehatan Masyarakat

USULAN STRATEGI PEMASARAN TALANOA KOPI AND SPACE

The food and beverage sector in Cibubur menghadirkan tantangan yang cukup besar untuk Talanoa Kopi and Space, particularly focusing on increasing customer traffic and purchase intention through an effective marketing strategy. Agar berhasil dalam lanskap persaingan ini, Talanoa Kopi and Space harus merancang rencana pemasaran yang disesuaikan dengan karakteristik pasar Cibubur yang unik. Studi ini memadukan metodelogi kualitatif dan kuantatif untuk mengevaluasi secara komprehensif berbagai masalah internal dan eksternal yang memengaruhi perusahaan. Penelitian yang dilakukan dalam cakupan internal meliputi analisis Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP) dan analisis terhadap bauran pemasaran 7P yang dimiliki Talanoa Kopi and Spaceyang dilakukan dengan cara observasi. Sedangkan dalam cakupan eksternal, beberapa analisis juga perlu dikalukan termasuk analisis PESTLE dan analisis pesaing yang dilakukan dengan observasi, dan analisis konsumen yang dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner. Analisis konsumen menjadi salah satu aspek yang penting untuk dilakukan untuk dapat memvalidasi penilaian preferensi pelanggan. Dalam penelitian ini, aspek-aspek yang diuji adalah tentang bauran pemasaran 7P dan kesadaran merek Talanoa Kopi and Space. Terdapat lima hipotesis utama dalam mengujibauran pemasaran 7P dan kesadaran merek Talanoa Kopi and Space yang berhubungan dengan sikap pelanggan dan niat pembelian. Berdasarkan hasil analisis pelanggan, dibuktikan bahwa bauran pemasaran tidak signifikan mempengaruhi sikap pelanggan dan minat pembelian, sedangkan kesadaran merek menjadi salah satu factor yang signifikan mempengaruuhi sikap pelanggan dan minat pembelian pelanggan Talanoa Kopi and Space. Dengan mempertimbangkan hasil dari analisis- analisis tersebut, strategi yang diusulkan adalah untuk meningkatkan bauran promosi Talanoa Kopi and Space, meningkatkan keterlibatan dan keterhubungan dengan pelanggan Talanoa Kopi and Space saat ini dan calon pelanggan, dan mengoptimalkan dan mempertahankan aset Talanoa Kopi and Space saat ini dan menciptakan inovasi terkait pelayanan. Indikator kesuksesan dalam mengimplementasikan strategi-strategi tersebut diukur melalui Objective and Key Result (OKR) yang mencakup peningkatan bauran pemasaran 7P dan Brand Awareness yang akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan. Strategi-strategi tersebut yang direncanakan akan diimplementasikan dalam jangka waktu empat kuartal. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah untuk dapat memfokuskan psikologis pelanggan terkait preferensi konsumen dan keputusan pembelian dalam konteks kopi setelah menganalisis hasil yang didapat dari strategi yang diusulkan sehingga dapat menjajaki strategi pemasaran potensial

2025
πŸ‘€ Penulis: Nadila Estelita Putri G
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Segmentasi

RENCANA BISNIS STRATEGIS UNTUK EKSPANSI LANTAI BUMI KE JAKARTA: MENCAPAI PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DALAM INDUSTRI KOPI.

Lantai Bumi Coffee telah sukses menjadi salah satu merek kopi spesial yang dikenal luas di Yogyakarta selama sembilan tahun terakhir, Kini, perusahaan merencanakan ekspansi ke Kemang, Jakarta, dengan tujuan memperluas jangkauan pasar dan memanfaatkan peluang di kawasan yang dikenal sebagai pusat gaya hidup modern, Jakarta, khususnya Kemang, menawarkan prospek pasar yang menjanjikan berkat populasi urban yang besar, tren konsumsi kopi yang meningkat, serta kebutuhan akan ruang sosial yang nyaman, Ekspansi ini dirancang untuk mengkombinasikan pengalaman minum kopi berkualitas dengan konsep eco-urban, menghadirkan suasana alami yang harmonis dengan nuansa modern, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang berfokus pada pengembangan bisnis Lantai Bumi Coffee di Jakarta, Data diperoleh melalui Focus Group Discussions (FGDs) dan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi kebutuhan konsumen serta mengevaluasi potensi dan tantangan pasar, Analisis lingkungan eksternal dilakukan menggunakan kerangka kerja PESTEL dan Porter’s Five Forces, sementara strategi internal dirumuskan melalui Business Model Canvas dan Balanced Scorecard, Kombinasi metode ini bertujuan untuk memastikan rencana ekspansi yang terintegrasi dan berkelanjutan, Penelitian menemukan bahwa Kemang memiliki potensi pasar yang besar, didukung oleh populasi muda yang dinamis, daya beli yang kuat, serta kebutuhan akan ruang sosial yang mendukung produktivitas dan interaksi, Namun, tantangan seperti persaingan ketat di industri kopi, fluktuasi harga bahan baku, dan kebutuhan untuk menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan harus diantisipasi, Dengan menerapkan strategi diferensiasi melalui inovasi produk, pemasaran digital, dan penguatan identitas merek, Lantai Bumi Coffee diproyeksikan dapat menarik perhatian konsumen serta meningkatkan peluang investasi untuk ekspansi lebih lanjut di masa depan,

2025
πŸ‘€ Penulis: Dedy Apriady
🏷️ Ekonomi Informal 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Pemasaran Digital

PERANCANGAN LANSKAP KAWASAN SPORT JABAR ARCAMANIK DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING

SPORT Jabar Arcamanik merupakan kawasan sportipolis di Kota Bandung yang memiliki peran vital sebagai pusat pembinaan atlet Jawa Barat sekaligus ruang rekreasi masyarakat. Awalnya, kawasan ini adalah lapangan pacuan kuda yang menjadi pusat hiburan dengan suasana meriah bagi warga Bandung. Namun, pembangunan kawasan olahraga ini sejak 2010 untuk mendukung penyelenggaraan PON XIX 2016 menyebabkan hilangnya aktivitas pacuan kuda yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam sejarah dan identitas kawasan tersebut. Saat ini, SPORT Jabar Arcamanik menjadi tempat yang ramai dikunjungi untuk berbagai aktivitas olahraga, meskipun masih menyisakan permasalahan negative space di beberapa area yang belum terbangun, seperti wisma atlet, hall of fame, SMA olahraga, dan masjid. Ruang-ruang kosong ini kurang dimanfaatkan dan memiliki kualitas visual yang rendah, sehingga mengurangi daya tarik kawasan secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan solusi desain yang mampu menghidupkan kembali area ini dengan memperhatikan nilai historis dan kebutuhan pengguna. Pendekatan placemaking diusulkan dalam perancangan lanskap kawasan SPORT Jabar Arcamanik dengan visi "SPORT Jabar Arcamanik as a great sport edu-tourism place". Pendekatan ini bertujuan untuk mengubah negative space menjadi area multifungsi yang menarik, menghadirkan kembali aktivitas olahraga berkuda dengan arena berkuda yang sesuai standar, serta meningkatkan kualitas desain ruang publik. Dengan menciptakan sense of place yang positif, diharapkan kawasan ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melestarikan nilai historis, dan memperkuat daya saing ekonomi lokal.

2025
πŸ‘€ Penulis: Ahmad Sinan
🏷️ Desain Urban 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGUKURAN RESISTIVITAS TERMAL TANAH BERKAITAN DENGAN PEMILIHAN JENIS KABEL LISTRIK YANG DITANAM DIBAWAH PERMUKAAN TANAH

Aliran arus yang mengalir pada suatu konduktor akan menghasilkan energi panas. Setiap resistivitas arus panas antara kabel dan lingkungan akan menyebabkan kenaikan temperatur. Dalam kabel yang terkubur di bawah permukaan tanah berarti tanah tersebut akan menjadi bagian dari resistivitas termalnya dan resistivitas termal tersebut akan menjadi bagian yang penting dalam instalasi kabel di bawah permukaan tanah. Resistivitas termal dalam Nasional Kode Listrik (2014) diartikan sebagai seberapa besar kemampuan suatu benda untuk menghantarkan panas melalui substansi dengan konduksi. Resistivitas termal juga akan berkaitan dengan hokum Fourier yang mengatakan bahwa, β€œLaju perpindahan panas konduksi pada suatu plat sebanding dengan gradien negative pada suhu di antara dua sisi plat dan luas perpindahan panas, tetapi berbanding terbalik dengan tebal plat.”. Resistivitas termal pada tanah menjadi faktor yang sangat esensial dalam perhitungan untuk memprediksi sifat dari kabel yang akan digunakan pada instalasi kabel tersebut. Pada penelitian ini ruang lingkup kerja surveinya adalah untuk mengukur resistivitas termal tanah pada titik yang dipilih. Jarum termal akan digunakan untuk menentukan resistivitas termal dari tanah dengan memakai alat thermal resistivity meter. Resistivitas termal akan ditentukan dengan memasukkan jarum termal ke tanah lalu jarum akan mengeluarkan arus listrik melalui kawat pemanas dengan asumsi bahwa jarum sebagai sumper panas yang akan membuang panas ke medium disekitarnya.

2025
πŸ‘€ Penulis: Jefka Dhammananda
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

ANALISIS KOEFISIEN GESEKAN STATIS DAN KINETIS BERBAGAI BAHAN PASANGAN PERMUKAAN

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien gesekan statis (????????) dan koefisien gesekan kinetis (????????) beberapa jenis bahan pasangan permukaan dengan parameter yang mempengaruhinya. Sistem utama yang digunakan dalam eksperimen meliputi benda berbentuk balok yang meluncur pada bidang miring dengan sudut kemiringan bidang yang dapat diatur. Penelitian dikaji melalui eksperimen gerak balok pada bidang miring untuk menentukan ???????? dengan cara mencari sudut kemiringan bidang ketika benda tepat akan bergerak. Sedangkan untuk menentukan ???????? dengan cara mengamati luncuran benda dari puncak bidang miring yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk video. Selanjutnya dianalisa menggunakan video tracker untuk memperoleh grafik kecepatan benda terhadap waktu dengan berbagai variasi sudut. Kesimpulan yang didapatkan adalah koefisien gesekan statis dan kinetis merupakan nilai produk pasangan dari bahan balok dan landasan yang bergesekan. Portable box sebagai media pembelajaran yang dibuat peneliti, mampu membuktikan bahwa massa dan luas permukaan benda tidak mempengaruhi nilai koefisien gesekan statis dan kinetis suatu bahan. Selain itu, suatu bahan dengan skala kekerasan Mohs yang lebih kecil, yaitu aluminium < tembaga < kuningan < kaca < baja, akan berkorelasi dengan hasil koefisien gesekan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Dhia Hana Mufida
🏷️ Kinetika Geseakan 🏷️ Analisis Video Tracker 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

VALUASI NILAI EKONOMI PEMANFAATAN SUMBERDAYA TIMAH DARAT DENGAN PENDEKATAN TOTAL ECONOMIC VALUE DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Timah merupakan salah satu komoditas mineral utama yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun, pemanfaatannya sering menimbulkan konflik seperti tumpang tindih lahan, degradasi lingkungan, dan penolakan dari masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif untuk menilai pemanfaatan lahan yang mencakup potensi sumber daya bawah permukaan serta manfaat dari ekosistem di atasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Total Economic Value untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dari pertambangan timah dan perkebunan yang berpotensi tumpang tindih. Analisis dilakukan di Area Kerja Tambang Besar (TB) Site Pemali, Kabupaten Bangka, dengan evaluasi manfaat dan dampaknya pada periode 2010–2037. Metode extended Cost Benefit Analysis digunakan untuk menghitung nilai ekonomi total dari kedua sumber daya tersebut. Penilaian manfaat ekonomi Area Kerja TB Site Pemali dalam periode tahun 2010-2037. Manfaat yang diperhitungkan berupa nilai ekonomi logam timah dari penambangan dan pengolahan serta pengolahan Sisa Hasil Pengolahan, hasil hutan kayu dan nonkayu, nilai fiskal, nilai jasa ekosistem lingkungan, serta nilai pilihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan di area tersebut memberikan manfaat ekonomi agregat yang positif, dengan nilai manfaat langsung sebesar Rp 95.167.604.668,64, manfaat tidak langsung Rp 66.697.578.027,51, dan nilai pilihan Rp 156.832.821.124,15. Namun, terdapat degradasi jasa lingkungan yang bernilai negatif, mengindikasikan perlunya strategi pemanfaatan lahan yang lebih berkelanjutan.

2024
πŸ‘€ Penulis: I Gede Dion Pramana Utama
🏷️ Ekonomi Mineral 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Hidrologi

STUDI PENERAPAN SINGLE POLE AUTO-RECLOSE (SPAR) DAN THREE POLE AUTO-RECLOSE (TPAR) TERHADAP STABILITAS SISTEM PADA OUTLET PLTU

Saluran udara tegangan tinggi rentan terhadap gangguan, terutama gangguan sementara yang dapat mengganggu pasokan listrik. Ketika gangguan terjadi, pemutus sirkuit pada saluran akan terbuka untuk melindungi sistem. Implementasi skema Auto-reclose (AR) menjadi solusi penting untuk memungkinkan saluran secara otomatis menutup kembali setelah gangguan sementara. Namun, untuk generator turbin besar seperti yang digunakan di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), operasi reclose yang tidak tepat dapat membawa risiko serius. Gangguan dua fasa atau tiga fasa lebih berbahaya dibandingkan gangguan satu fasa karena menghasilkan transien yang lebih kuat dan lebih sulit dikelola. Operasi reclose yang tidak tepat pada kondisi ini dapat memperburuk keadaan. Penelitian ini menganalisis dan mengimplementasikan skema Single Pole Autoreclose (SPAR) dan Three Pole Auto-reclose (TPAR) pada saluran transmisi tegangan tinggi yang terhubung ke outlet PLTU Labuan. Berdasarkan hasil simulasi, generator mampu mempertahankan sinkronisasi baik dalam kondisi operasi normal maupun ketika salah satu saluran tidak beroperasi karena pemeliharaan. Bahkan ketika gangguan terjadi pada saluran lain selama pemeliharaan, generator tetap sinkron setelah gangguan diatasi. Skema ini telah diimplementasikan dan diuji pada penghantar Labuan-Saketi dan Labuan-Menes. Hasil pengujian menunjukkan bahwa skema auto-reclose yang dirancang mampu beroperasi secara andal, mendukung pemulihan sistem secara otomatis, dan meningkatkan keandalan sistem transmisi PLTU Labuan.

2024
πŸ‘€ Penulis: Setyawan Edi Santoso
🏷️ Tekanan Pasokan Listrik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Hidrologi Elektromekanis

STRATEGI PEMASARAN ZARA CAFE UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK

Era globalisasi yang berkembang saat ini mempengaruhi semua sektor ekonomi termasuk industri kuliner. Di Indonesia, industri kuliner mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga ditunjuk sebagai salah satu sektor unggulan negara. Hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dan upaya untuk pengembangan di sektor regional. Zara Cafe, sebagai salah satu bisnis yang fokus di industri kuliner di Sukabumi, menghadapi tantangan adanya penurunan pendapatan yang terjadi selama satu tahun ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut dengan mengusulkan strategi pemasaran yang komprehensif dalam rangka meningkatkan eksposur kesadaran brand untuk peningkatan pendapatan terhadap Zara Cafe. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Studi dimulai dengan menganalisis karakteristik konsumen dengan menggunakan alat segmentasi, penargetan, dan positioning (STP) untuk menentukan segmen konsumen utama perusahaan. Analisis selanjutnya mengidentifikasi lingkungan eksternal dan internal untuk menilai faktor-faktor mana yang mempengaruhi keberlangsungan Zara Cafe, termasuk peluang dan ancaman dari lingkungan umum dan industri terkait, serta kekuatan dan kelemahan yang berasal dari sumber daya perusahaan. Analisis SWOT dilakukan identifikasi terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari Zara Cafe dilanjutkan pengembangan ke matriks TOWS dimana pilihan strategi dikembangkan berdasarkan penggabungan antara kekuatan dan kelemahan internal dengan peluang dan ancaman eksternal. Temuan penelitian ini menekankan pada diversifikasi produk, keterjangkauan harga, kelengkapan fasilitas, dan promosi yang ditergetkan dalam meningkatkan hubungan dan kepercayaan dengan konsumen.Sebagai hasil, strategi bisnis yang diterapkan terdiri atas peningkatan pengalaman konsumen, diversifikasi pemasok bahan baku, penggunaan teknologi untuk personalisasi konsumen, efisiensi pengeluaran, pelatihan keberlanjutan, dan kemitraan dengan komunitas lokal untuk memenuhi kebetuhan spesifik generasi milenial dan Gen Z. Dalam hal ini, strategi pemasaran yang diusulkan melalui marketing mix 4PS yaitu produk, harga, tempat, dan promosi mencakup pengembangan produk, efisiensi operasional, manajemen biaya, peningkatan pengalaman pelanggan, kampanye pemasaran, pelatihan dan pengembangan staf, serta keterlibatan komunitas dalam masyarakat. Strategi ini dirancang untuk memposisikan Zara Cafe sebagai alat dalam meningkatkan kesadaran atas brand Zara Cafe sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan yaitu salah satu fokus intinya adalah peningkatan pendapatan.

2024
πŸ‘€ Penulis: Zahra Pitaloka Prasloranti
🏷️ Pemasaran 🏷️ Kuliner 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

KAJIAN MORFOLOGI SUNGAI AKIBAT BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN DAN RIVER IMPROVEMENT DI SUNGAI NAMO KABUPATEN SIGI

Banjir bandang terjadi pada 13 Agustus 2019 menerjang Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah menyebabkan banyak kerugian seperti rumah hanyut dan putusnya jalan akses Palu-Kulawi. Banjir bandang disebabkan curah hujan tinggi dengan durasi 3 jam, sehingga membawa material longsoran berupa batu dan kayu dari hulu. Untuk mengatasi hasl tersebut, dilakukan penangan berupa pembangunan bangunan pengendali sedimen yang terdiri atas 3 (tiga) buah sabo dam, 1 (satu) buah jembatan box culvert, 2 (dua) buah groundsill, dan channel work berupa tanggul beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi morfologi Sungai Namo sebelum adanya penanganan dan setelah adanya penanganan serta jika dimungkinkan adanya alternatif penanganan lainnya. Metode yang digunakan adalah dengan pemodelan numerik aliran debris dengan perangkat lunak HEC-RAS 2D. Simulasi aliran debris mengacu pada debit banjir kala ulang 2 tan 100 tahun (Q2 dan Q100). Berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting pada area yang terpengaruh bangunan pengendali sedimen didominasi terjadi degradasi, sedangkan pada area hilir mengalami agradasi. Setelah dilakukan penanganan, pada area yang terpengaruh bangunan pengendali sedimen mengalami peningkatan erosi sebesar 16.397,61 m3 sampai dengan 48.948,98 m3 dibandingkan kondisi eksisting. Sedangkan pada area hilir mengalami peningkatan sedimentasi sebesar 18.521,24 m3 sampai dengan 92.906,02 m3 dibandingkan kondisi eksisting. Masih adanya peningkatan erosi pada area pengaruh bangunan pengendali sedimen diatasi dengan penanganan alternatif melalui penambahan bangunan 4 (empat) buah groundsill. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penanganan tersebut dapat mengurangi erosi pada daerah pengaruh bangunan pengendali sedimen dengan perubahan relatif sebesar 61,51% sampai dengan 62,51% dibandingkan kondisi desain terbangun. Sedangkan pada bagian hilir juga terjadi penurunan agradasi sebesar 72,59% sampai dengan 79,60% dibandingkan kondisi desain terbangun. Efektivitas tampungan sabo dam dihitung dengan membandingkan volume sedimen yang tertampung dan volume tampungan penuh bangunan. Secara keseluruhan, efektivitas tampungan sabo dam adalah 25,90% pada kondisi pelaksanaan. Efektivitas paling besar terjadi pada sabo dam 1 sebesar 35,73% dan paling kecil di sabo dam 3 sebesar 20,39%. Untuk penelitian selanjutnya, efektivitas tampungan perlu dihitung dengan memperhatikan faktor lainnya selain nilai tampungan bangunan sabo dam. Karakteristik Sungai Namo yang berada di pegunungan dengan kemiringan curam mempunyai kecepatan aliran tinggi dan daya erosi yang besar. Hal ini terbukti dengan adanya material sedimen yang terbawa di badan sungai merupakan batuan besar hasil reruntuhan material hulu sungai karena aktivitas tektonik pada 2018. Setelah adanya bangunan pengendali sedimen dan river improvement, karakteristik sungai berubah lebih dalam karena terjadi erosi dan dasar sungai lebih landai karena sedimentasi di beberapa titik khususnya pada bangunan pengendali sedimen. Sedangkan pada bagian hilir, lebar penampang menjadi lebih sempit karena dibatasi adanya channel work berupa tanggul beton. Dibandingkan dengan penelitian sebelumnya (Ismail, 2024), pada area pengaruh bangunan pengendali sedimen mengalami penurunan erosi, sedangkan pada bagian hilir mengalami peningkatan erosi. Sedangkan pada kajian kali ini pada area pengaruh bangunan pengendali sedimen mengalami kenaikan erosi dan pada bagian hilir terjadi peningkatan sedimentasi. Hal ini membuktikan bahwa penggantian desain consolidation dam menjadi jembatan box culvert sangat berpengaruh terhadap kemampuan bangunan dalam mengendalikan erosi. Sebaliknya, dengan adanya penambahan groundsill pada bagian hilir mampu mengurangi potensi terjadinya erosi.

2024
πŸ‘€ Penulis: Hannah Nuril Layaliya
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Kecerdasan Buatan

STRATEGI PEMASARAN YANG BERTUJUAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBELI HOLA KOFFIE

Industri kedai kopi yang sedang berkembang pesat di Bandung, Indonesia, memberikan peluang dan tantangan besar bagi Hola Koffie, merek kopi khas yang bertujuan untuk memperkuat pengenalan merek dan penetrasi pasarnya. Tesis ini mengeksplorasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi Hola Koffie dan merancang strategi pemasaran yang disesuaikan untuk meningkatkan niat pembelian dan kehadiran pasarnya. Studi ini didorong oleh berbagai tantangan perusahaan, termasuk keterlibatan digital yang terbatas, interaksi pelanggan yang kurang optimal, dan lanskap persaingan yang didominasi oleh jaringan yang lebih besar. Penelitian dimulai dengan analisis terperinci tentang perilaku konsumen, kapabilitas internal, dan dinamika pasar eksternal. Analisis konsumen dilakukan melalui segmentasi yang luas, menggunakan pendekatan demografis, psikografis, dan perilaku. Analisis internal meneliti sumber daya, kapabilitas, dan upaya inovasi Hola Koffie, mengidentifikasi kekuatan utama dan area yang perlu ditingkatkan. Analisis eksternal menggunakan Lima Kekuatan Porter dan pembandingan pesaing untuk melihat ancaman dan peluang pasar. Analisis SWOT integratif kemudian mensintesis wawasan ini, yang menguraikan posisi strategis Hola Koffie dalam pasar kopi yang kompetitif. Data primer dikumpulkan melalui survei terhadap 250 responden yang mewakili target demografi Hola Koffie di Bandung. Hasilnya menggarisbawahi pentingnya kualitas, keterjangkauan, dan pengalaman menikmati kopi yang khas dalam memengaruhi preferensi konsumen. Selain itu, studi ini menekankan perlunya strategi pemasaran digital yang kuat, termasuk peningkatan keterlibatan media sosial dan kolaborasi dengan influencer, untuk memperkuat visibilitas Hola Koffie. Studi ini mengusulkan kerangka kerja strategis TOWS dari wawasan SWOT untuk memandu inisiatif pemasaran yang dapat ditindaklanjuti. Strategi yang direkomendasikan untuk Hola Koffie meliputi pengoptimalan interaksi digital, pemanfaatan elemen budaya lokal dalam kampanye pemasaran, dan peningkatan program loyalitas pelanggan melalui penawaran dan pengalaman yang dipersonalisasi.

2024
πŸ‘€ Penulis: Zalfa Aliyya
🏷️ Kepatuhanan Pasar 🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

ANALISIS SPASIAL FRAGMENTASI VEGETASI PADA HABITAT DAN KETERKAITANNYA DENGAN POPULASI OWA JAWA (HYLOBATES MOLOCH)

Di seluruh dunia terdapat 14 jenis owa dan semuanya hanya hidup di Asia. Dari 6 jenis owa yang hidup di Indonesia (di Pulau Sumatera dan Mentawai, Jawa dan Kalimantan) hanya Owa Jawa (Hylobates moloch) yang termasuk dalam daftar IUCN Red List of Threatened Species. Identifikasi wilayah hutan yang berpotensi untuk mendukung populasi Owa Jawa menjadi salah satu kegiatan penting dalam usaha pelestarian Owa Jawa. Teknik yang umumnya dilakukan adalah dengan melakukan pengukuran langsung di lapangan. Teknik ini dianggap tidak efisien jika dilakukan untuk wilayah yang luas. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan pendekatan analisis data spasial berbasis teknologi penginderaan jauh (inderaja). Analisis data inderaja dapat menghasilkan informasi untuk wilayah dengan cakupan yang lebih luas. Selain itu, teknik ini juga dapat memberikan informasi mengenai tingkat fragmentasi habitat. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah algoritma proses pengolahan data inderaja untuk mengidentifikasi habitat Owa Jawa dan peta klasifikasi habitat Owa Jawa berdasarkan tingkat fragmentasinya. Dengan adanya informasi ini maka akan dapat dibangun sebuah strategi konservasi Owa Jawa berdasarkan skala prioritas dengan mempertimbangkan kelimpahan Owa Jawa dan tingkat ancaman setiap habitat (fragmentasi). Hasil penelitian juga dapat berguna dalam menentukan habitat yang tepat untuk pelepasliaran kembali Owa Jawa hasil sitaan yang telah direhabilitasi di penangkaran satwa. Dari 93 titik kelompok Owa Jawa yang dikumpulkan, 72% kelompok Owa Jawa hidup di ketinggian antara 1000 - 1500 meter di atas permukaan laut (dpl.). Model prediksi sebaran Owa Jawa dengan menggunakan Maximum Entropy (Maxent) memperlihatkan bahwa sebaran Owa Jawa dipengaruhi oleh elevasi dan jarak dari jalan. Kehadiran Owa Jawa memiliki peluang terbesar pada ketinggian antara 1000 - 1250 meter dpl., dan dengan jarak sekitar 800 - 900 meter dari jalan. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perbedaan beberapa variabel struktur vegetasi dari daerah sekitar kelompok Owa Jawa (daerah Owa) dan daerah di luar kelompok Owa Jawa (daerah tanpaowa). Rerata tinggi pohon untuk daerah Owa adalah 11,72 meter sedangkan untuk daerah tanpaowa adalah 7,73 meter. Rerata tutupan tajuk untuk daerah Owa adalah 75 persen, dan untuk daerah tanpa Owa adalah 65 persen. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal keragaman ukuran pohon antara daerah Owa dan tanpa Owa. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa populasi Owa Jawa terancam oleh berkurangnya luas hutan serta fragmentasi hutan dan habitat. Analisis spasial dengan menggunakan citra Landsat MSS/TM/ETM+ dari tahun 1976, 1989/1991 dan 1999/2001 memperlihatkan terjadinya penurunan luas hutan dari 325.930 hektar pada tahun 1976, menjadi 289.608 hektar pada tahun 1991 dan pada tahun 2001 hanya tersisa seluas 174.808. Fragmentasi hutan dibuktikan dengan berkurangnya panjang tepi hutan, rerata luas dan berkurangnya konektivitas antarpetak hutan. Panjang tepi hutan berkurang dari 10.620,1 kilometer pada tahun 1976 menjadi 5.786,3 kilometer pada tahun 2001. Rerata luas peta hutan berkurang dari 760 m2 pada tahun 1976 menjadi 418 m2 pada tahun 2001. Analisis konektivitas dengan menggunakan model Probability of Connectivity memperlihatkan perubahan nilai indeks pada beberapa petak hutan di Jawa Barat. Indeks PC yang dihasilkan juga memperlihatkan bahwa petak hutan Cagar Alam Gunung Simpang - Tilu dan sekitarnya merupakan petak hutan terpenting bagi populasi Owa Jawa di Jawa Barat. Citra tekstur GLCM Entropi dari Band 3 Citra SPOT 5 terbukti dapat memodelkan variabel tutupan tajuk dan tinggi pohon. Dengan menggunakan model yang telah dibuat, dapat dibuktikan bahwa habitat Owa Jawa di Cagar Alam Tangkuban Parahu mengalami fragmentasi. Variabel tutupan tajuk yang didapatkan melalui penerapan Model FCD pada citra Landsat ETM+ dapat digunakan untuk menghitung metrik rerata bentuk petak (SHAPE_AM). Variabel SHAPE_AM memiliki keterkaitan dengan kelimpahan Owa Jawa dan dapat dijadikan sebagai parameter untuk memperkirakan kualitas habitat Owa Jawa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa populasi Owa Jawa di Jawa Barat mengalami ancaman fragmentasi hutan dan habitat. Fragmentasi hutan menyebabkan berkurangnya variabilitas gen populasi Owa Jawa sebagai akibat tidak adanya perkawinan individu Owa Jawa antarpopulasi. Rendahnya konektivitas antarpetak hutan berakibat pada meningkatnya peluang kepunahan populasi Owa Jawa dalam waktu yang lama. Fragmentasi habitat menyebabkan berkurangnya sumber daya yang dapat digunakan secara langsung oleh populasi Owa Jawa. Fragmentasi habitat akan menyebabkan kepunahan Owa Jawa dalam waktu yang lebih cepat

2024
πŸ‘€ Penulis: Firman Hadi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

ANALISIS INTERAKSI TANAH STRUKTUR UNTUK STABILITAS DERMAGA, STUDI KASUS: LOKASI JAKARTA UTARA

Pada Tugas Akhir ini akan Menganalisis upgrade desain struktur dermaga, yang pada kondisi awal merupakan kondisi deck on pile dilakukan upgrade menjadi Sheet Pile Quaywall. Proyek upgrade Dermaga Studi Kasus Jakarta ini merupakan proyek yang berlokasi di Jakarta Utara. Pembangunan proyek ini dilakukan diatas kondisi tanah lunak. Hal ini menjadi tantangan dikarenakan perlunya perlakuan khusus kepada tanah lunak. Laporan tugas akhir ini meliputi interpretasi data tanah hasil penyelidikan tanah, upgrade dermaga yang awalnya menggunakan slab on pile menjadi sheetpile quaywall dan juga, penentuan panjang penetrasi, pengecekan stabilitas, pengecekan batas defleksi lateral, pengecekan profil Sheetpile. Selain itum pada pengerjaan tugas ini akan dianalisis pada kondisi drain dan undrain Pemodelan dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS 2D dengan menggunakan beberapa kondisi, diantaranya kondisi gempa, kondisi layan, kondisi saat sebelum dan setelah soil improvemebt dan juga kondisi drain dan undrain. Berdasarkan hasil pengecekan treatment rigid inclusion yang dilakukan mampu untuk memperkuat tanah, dengan pilihan spasi rigid inclusion 4 meter dengan LTP setebal 0,4 meter.

2024
πŸ‘€ Penulis: Andri Andriansyah
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Analisis Struktur
Halaman 9 dari 12
πŸ’¬