📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

USULAN RANCANGAN KEBIJAKAN UNTUK MEREVITALISASI PARTISIPASI PEMUDA DI SEKTOR PERTANIAN JAWA BARAT DENGAN MENDEKATAN DINAMIKA SISTEM

Sektor pertanian di Indonesia memainkan peran yang sangat penting dalam memastikan ketahanan pangan, pembangunan pedesaan, dan stabilitas ekonomi. Namun, sektor ini menghadapi tantangan yang mendesak: populasi petani yang menua dan berkurangnya minat generasi muda untuk menekuni pertanian sebagai karier. Di Jawa Barat, salah satu wilayah pertanian paling produktif di Indonesia, usia rata-rata petani terus meningkat, sementara partisipasi generasi muda tetap minim. Tren ini mengancam keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor sistemik yang mempengaruhi regenerasi petani dan merancang rekomendasi kebijakan yang dapat secara efektif menarik generasi muda ke sektor pertanian. Melalui pendekatan Dinamika Sistem, penelitian ini berusaha memahami interaksi kompleks tersebut dan mengidentifikasi titik leverage untuk intervensi yang efektif. Metodologi kualitatif digunakan, dengan memanfaatkan Diagram Lingkaran Penyebab (CLDs) untuk memvisualisasikan struktur umpan balik dan hubungan dinamis antar variabel kunci. Data diperoleh dari literatur sekunder dan diverifikasi melalui Diskusi Kelompok Terfokus dengan pemangku kepentingan provinsi untuk memastikan relevansi praktis. Temuan utama menunjukkan bahwa “Minat Menjadi Petani” merupakan variabel kunci yang mendorong regenerasi, yang erat terkait dengan stabilitas pendapatan, pengembangan keterampilan, dan hambatan masuk. Analisis menyoroti lingkaran penguat yang memperkuat dinamika positif dan lingkaran penyeimbang yang membatasi kemajuan. Berdasarkan wawasan ini, lima intervensi strategis diusulkan: branding pekerjaan petani, adopsi teknologi, program pengembangan keterampilan, skema akses keuangan, dan model kerja sama investor-petani. Strategi-strategi ini bertujuan untuk menempatkan pertanian sebagai karier yang layak dan modern, memastikan keberlanjutan jangka panjang.

2025
👤 Penulis: Nanda Cahya Ramadhanti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MENINGKATKAN EFEKTIVITAS SISTEM MANAJEMEN KINERJA MELALUI ANALISIS MANAJEMEN PERUBAHAN BERBASIS ADKAR: STUDI KASUS PT KERETA API INDONESIA (PERSERO)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini menjalankan transformasi besar yang mencakup digitalisasi proses bisnis dan penguatan sistem pengelolaan kinerja. Dalam konteks tersebut, Key Performance Indicators (KPI) berperan sebagai instrumen utama dalam Performance Management System (PMS) untuk memastikan keselarasan antara strategi perusahaan dan pelaksanaan kinerja di tingkat unit maupun individu. Namun, efektivitas perencanaan KPI tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sistem, melainkan sangat bergantung pada bagaimana perubahan tersebut dipahami, dijalankan, dan diperkuat secara berkelanjutan dalam organisasi. Penelitian ini menganalisis efektivitas tahapan manajemen perubahan dalam proses perencanaan KPI menggunakan model ADKAR dengan pendekatan mixed-methods, melalui survei kuantitatif terhadap 220 manajer BOD-3 dan wawancara kualitatif mendalam dengan enam narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Awareness, Desire, dan Ability berada pada tingkat yang relatif tinggi, sementara tantangan utama ditemukan pada dimensi Knowledge dan Reinforcement. Rendahnya pemahaman teknis perencanaan KPI dipengaruhi oleh kesenjangan transfer pengetahuan, metode sosialisasi massal di tengah beban kerja tinggi, serta keterbatasan pemahaman terhadap logika indikator dan mekanisme penetapan target, sementara mekanisme reinforcement masih cenderung bersifat administratif dengan umpan balik yang belum terstruktur. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan dua strategi utama, yaitu integrasi transfer knowledge perencanaan KPI ke dalam siklus kerja manajerial dan pelembagaan mekanisme feedback serta validasi kualitas KPI melalui proses evaluasi berkala, guna menggeser perencanaan KPI dari kepatuhan administratif menuju instrumen strategis yang mendorong perubahan perilaku kinerja secara berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Refinna Fortunata N.L
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Perubahan Organisasi

INOVASI MODEL BISNIS DAN STRATEGI BERBASIS PENGALAMAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DALAM ACARA MUSIK LIVE INDEPENDEN: STUDI KASUS DEWANDARU

Studi ini menganalisis tantangan bisnis yang dihadapi Dewandaru, sebuah penyelenggara acara musik independen di Bandung, yang acara musik live pertamanya tidak mencapai target keuangan meskipun mendapat tanggapan positif dari penonton. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung oleh wawancara, dan validasi, penelitian ini mengkaji model bisnis Dewandaru saat ini melalui Kanvas Model Bisnis, Desain Proposisi Nilai, analisis pesaing, dan Diagram Tulang Ikan. Dipandu oleh kerangka kerja Inovasi Model Bisnis, Kerangka Nilai Inovasi Terpadu, Ekonomi Pengalaman, dan Perilaku Konsumen, temuan-temuan ini mengungkapkan bahwa masalah inti Dewandaru terletak pada ketidakselarasan antara proposisi nilainya dan harapan penonton musik rock berusia 18–35 tahun. Ketidakselarasan ini diperkuat oleh promosi digital yang lemah, integrasi teknologi yang terbatas, dan desain pengalaman yang tidak memadai. Studi ini mengusulkan strategi yang berfokus pada peningkatan promosi berbasis digital, penguatan kemampuan inovasi, dan peningkatan pengalaman acara yang berpusat pada penonton untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang Dewandaru dalam industri musik independen Indonesia.

2025
👤 Penulis: Panglima Muhammad Ikraam
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PAJANAN NO2 DAN GANGGUAN PERNAPASAN DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

Nitrogen dioksida (NO2) diketahui berperan dalam meningkatkan gangguan pernapasan pada anak hingga dapat menyebabkan kematian. Untuk memperoleh ukuran risiko yang lebih akurat, diperlukan pendekatan epidemiologi berbasis studi prospective cohort yang dirancang secara kontekstual. Kebutuhan ini muncul karena studi sebelumnya masih menghadapi sejumlah keterbatasan, seperti minimnya stasiun pemantauan kualitas udara, belum tersedianya basis data kesehatan yang memadai, potensi bias akibat variabel perancu yang tidak dikendalikan, serta ketiadaan sistem pemantauan kesehatan yang berkelanjutan di tingkat komunitas. Pendekatan cohort yang kuat dan terintegrasi dengan pemantauan pajanan NO2 secara spasial-temporal akan memungkinkan estimasi risiko kesehatan yang lebih presisi pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi NO2 dan kejadian gangguan pernapasan anak selama satu tahun di dua wilayah dengan karakteristik berbeda, yaitu daerah perkotaan (Kecamatan Cibeunying Kidul dan Kiaracondong, Kota Bandung) serta daerah pedesaan (Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung), Provinsi Jawa Barat. Pengukuran konsentrasi NO2 dilakukan dengan menggunakan diffusion tube passive sampler. Penggunaan passive sampler memiliki keunggulan karena memungkinkan pemetaan distribusi spasial pajanan NO2 secara lebih representatif selama periode pengukuran tertentu, sehingga memberikan informasi yang lebih relevan untuk evaluasi dampak kesehatan. Pemantauan dilakukan pada 43 titik di wilayah perkotaan dan 30 titik di wilayah pedesaan. Setiap sampel mewakili pajanan selama tujuh hari, dan pengambilan sampel dilakukan setiap minggu selama satu tahun. Data kesehatan dikumpulkan dari 1.717 anak sekolah dasar (842 anak perkotaan dan 875 anak pedesaan) melalui pemantauan mingguan gejala serangan asma dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) oleh guru kelas dan guru UKS yang telah dilatih, menggunakan pendekatan community-based surveillance. Data konsentrasi NO2 dianalisis secara spasial menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW) pada resolusi 30 m × 30 m dengan perangkat lunak QGIS untuk memetakan distribusi pajanan. Analisis statistik dilakukan untuk menguji signifikansi hubungan antara pajanan NO2 dan serangan asma pada anak. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan konsentrasi NO2 yang signifikan antara wilayah perkotaan (113,53 ± 6,98 ?g/m3 ) dan pedesaan (59,14 ± 12,34 ?g/m3 ). Wilayah perkotaan memiliki konsentrasi NO2 yang lebih tinggi, terutama pada musim kemarau yang dipengaruhi oleh fenomena El Niño, sementara di wilayah pedesaan konsentrasi cenderung lebih rendah meskipun terdapat pembakaran jerami musiman. Kebiasaan membuka jendela saat cuaca panas meningkatkan pajanan anak terhadap udara luar. Korelasi antara pajanan NO2 dan kejadian ISPA ditemukan lebih kuat di wilayah perkotaan, khususnya pada minggu kedua setelah pajanan, sedangkan di pedesaan korelasi lebih menonjol pada minggu pertama. Di wilayah perkotaan, analisis menunjukkan Relative Risk (RR) serangan asma sebesar 1,059, sedangkan analisis survival menghasilkan Hazard Ratio (HR) sebesar 1,007 per peningkatan 1 ?g/m3 . Di wilayah pedesaan, HR tercatat sebesar 1,002. Meskipun nilai HR relatif kecil, temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan peningkatan risiko serangan asma secara konsisten seiring meningkatnya pajanan NO2. Selain itu, RR ISPA di wilayah perkotaan tercatat sebesar 1,31. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendekatan pemantauan gangguan pernapasan berbasis komunitas melalui pelibatan sekolah dasar, serta mengisi kekosongan data longitudinal tentang pajanan NO2 dan kesehatan anak di negara berkembang. Kebaruan dari studi ini terletak pada integrasi antara metode passive sampling yang dimodelkan secara spasial dengan resolusi tinggi, pemantauan kesehatan berbasis komunitas (community-based surveillance), dan pemetaan spasial risiko pajanan NO2 secara mingguan mempertimbangkan keterwakilan alamat. Selain itu, penelitian ini membangun basis data cohort yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sistem peringatan dini penyakit terkait polusi udara. Secara keseluruhan, hasil studi ini menyumbang pada penguatan kajian hubungan antara kualitas udara ambien dan kesehatan anak di wilayah tropis serta menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan pengendalian kualitas udara yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan.

2025
👤 Penulis: Putri Nilam Sari
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

TRANSISI STRATEGIS DARI PERBANKAN BERSUKU BUNGA TINGGI KE “LIFESTYLE BANKING”: KERANGKA PRIORITAS FITUR BERBASIS DATA UNTUK KROM BANK

Riset ini membahas tantangan strategis yang dihadapi Krom Bank dalam transisi dari model tabungan berimbal hasil tinggi ke ekosistem perbankan gaya hidup yang komprehensif di lanskap perbankan digital Indonesia yang kompetitif. Dengan menggunakan desain riset kuantitatif, studi ini mensurvei 281 responden (100 pengguna KROM dan 181 non-pengguna KROM) untuk mengidentifikasi preferensi konsumen dan memprioritaskan pengembangan fitur guna mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Kerangka kerja riset ini mengintegrasikan konstruk UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology) dengan analisis kesenjangan, analisis labalaba, pemetaan persepsi, dan penilaian strategis di 12 dimensi. Semua konstruk pengukuran menunjukkan reliabilitas yang dapat diterima hingga baik, dengan kecukupan sampel yang mengonfirmasi. Riset ini memvalidasi transisi strategis Krom Bank dari ceruk berimbal hasil tinggi ke ekosistem gaya hidup yang komprehensif. Solusi utamanya mengidentifikasi Integrasi Pembayaran Transportasi sebagai "Jangkar Harian" yang optimal untuk mengubah penabung pasif menjadi pelaku transaksi aktif. Bersamaan dengan itu, analisis kesenjangan mengamanatkan solusi sekunder yang krusial: merombak infrastruktur Layanan Pelanggan dan Keamanan untuk menutup defisit kepercayaan yang fundamental. Disintesis melalui kerangka Strategi Berlian, peta jalan ini memprioritaskan stabilisasi kepercayaan sebelum menguatkan kebiasaan sehari-hari, yang pada akhirnya mengembangkan logika ekonomi Krom dari ketergantungan simpanan berbiaya tinggi menjadi model berkelanjutan yang dipimpin oleh transaksi.

2025
👤 Penulis: Andi Hendra Putra Ganesha
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN KEMBARAN DIGITAL SISTEM BATERAI PENYIMPAN ENERGI UNTUK APLIKASI UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY

Transisi energi menuju sumber terbarukan menuntut keandalan tinggi dari Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) dalam menjaga stabilitas jaringan smart microgrid. Namun, operasional baterai Lithium-ion memiliki risiko degradasi dan keselamatan signifikan jika tidak dikelola dengan presisi. Tantangan utama saat ini adalah penyajian data mentah yang kompleks, menyulitkan interpretasi cepat oleh operator dan meningkatkan risiko kegagalan sistem akibat keterlambatan deteksi anomali. Tugas akhir ini bertujuan mengembangkan sistem pemantauan kondisi berbasis Internet of Things (IoT) yang mentransformasi data teknis menjadi wawasan operasional intuitif dan dapat ditindaklanjuti. Metodologi Tugas Akhir mengadopsi kerangka kerja Smart Grid Architecture Model (SGAM) untuk menjamin interoperabilitas sistem. Sistem mengintegrasikan akuisisi data beresolusi tinggi dari sensor mikrokontroler ESP32 dan hybrid inverter melalui protokol komunikasi digital. Data diproses melalui mekanisme Extract, Transform, Load (ETL) dan disimpan dalam basis data terstruktur. Perancangan antarmuka (Human-Machine Interface) menerapkan prinsip High Performance HMI (HPHMI) yang memprioritaskan kesadaran situasional dengan menyajikan informasi dalam konteks batas operasional aman. Hasil tugas akhir menunjukkan keberhasilan integrasi 43 parameter unik yang mencakup aspek elektrikal dan status operasional. Evaluasi kinerja sistem berdasarkan karakteristik Big Data (5V) menunjukkan hasil yang andal: Volume data aktual efisien (7,93 byte/detik); Velocity dengan latensi rata-rata 2,4 detik; Veracity mencapai validitas data 99,97%; Variety mencakup keragaman tipe data; serta Value terbukti tinggi dengan skor kebermanfaatan 81/100. Kontribusi tugas akhir ini terletak pada implementasi deteksi ketidaknormalan ganda (aturan ambang batas dan status perangkat) serta fitur pencatatan kejadian otomatis berbasis webhook. Kontribusi utama tugas akhir ini adalah penyediaan alat bantu analisis yang mendukung transisi strategi pemeliharaan dari reaktif menjadi proaktif, serta memperkaya perancangan arsitektur pengawasan energi yang efektif.

2025
👤 Penulis: Timothy Taro Tarigan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Iot

PENGARUH INISIATIF KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN TERHADAP NIAT BELI PADA KOSMETIK INDUSTRI

Industri kosmetik Indonesia yang tumbuh pesat menghadapi tekanan lingkungan yang mendesak akibat tingginya ketergantungan pada kemasan plastik, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap sampah plastik nasional. Tantangan ini sangat relevan mengingat konsumen utama industri, Gen Z dan Millennial, semakin sadar lingkungan dan menuntut merek untuk menerapkan praktik yang lebih bertanggung jawab. Namun, banyak merek kosmetik belum menangani keberlanjutan kemasan secara memadai, sebagaimana ditunjukkan oleh data yang menyatakan bahwa banyak limbah kemasan kosmetik masih tidak dikelola dengan baik di Indonesia, sehingga menciptakan kesenjangan antara ekspektasi konsumen dan praktik industri. Penelitian ini menganalisis bagaimana kemasan ramah lingkungan mempengaruhi niat beli terhadap produk kosmetik di kalangan konsumen kosmetik Indonesia, dengan fokus utama pada Pulau Jawa, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui persepsi konsumen. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data dari konsumen kosmetik Indonesia yang sesuai dengan segmen demografis utama industri. Hubungan antara kemasan ramah lingkungan, persepsi konsumen, dan niat beli dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil menunjukkan bahwa kemasan ramah lingkungan memberikan pengaruh positif yang berarti terhadap niat beli, baik secara langsung maupun melalui mediasi persepsi konsumen. Kemasan ramah lingkungan terbukti menjadi faktor penting yang membentuk niat beli konsumen, sementara persepsi konsumen berperan sebagai mediator pelengkap. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa bukti empiris bahwa penerapan kemasan ramah lingkungan merupakan peluang strategis bagi merek kosmetik untuk memenuhi ekspektasi konsumen yang peduli lingkungan serta meningkatkan daya saing di pasar kecantikan Indonesia.

2025
👤 Penulis: Lintang Wuri Safitri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN YANG DIMEDIASI OLEH MOTIVASI KERJA DI CV MUTIF CORPORATION BANDUNG

Produktivitas karyawan adalah faktor kunci dalam mencapai keberhasilan organisasi, termasuk bagi perusahaan yang berbasis budaya Islam seperti CV Mutif Corporation. Meskipun perusahaan menerapkan pelatihan kerja dan nilai-nilai budaya Islam, peningkatan produktivitas yang signifikan tidak selalu tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan budaya organisasi terhadap produktivitas karyawan, baik secara langsung maupun melalui mediasi motivasi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian terdiri dari semua 36 karyawan CV Mutif Corporation, yang juga berfungsi sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS dan pengujian mediasi menggunakan Uji Sobel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja berdampak signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan budaya organisasi tidak berdampak signifikan terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja terbukti memengaruhi produktivitas karyawan, sedangkan dampak langsung pelatihan kerja atau budaya organisasi terhadap produktivitas karyawan tidak signifikan. Analisis mediasi menunjukkan bahwa pelatihan kerja meningkatkan produktivitas karyawan melalui motivasi kerja, sedangkan budaya organisasi tidak memengaruhi produktivitas karyawan melalui motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan kerja adalah kunci utama untuk meningkatkan produktivitas melalui motivasi kerja, sementara budaya Islam yang diterapkan di CV Mutif Corporation tidak memiliki pengaruh signifikan karena nilai-nilai ini sudah menjadi rutinitas bagi karyawan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya fokus pada program pelatihan yang relevan dan strategi peningkatan motivasi, seperti pembinaan, penghargaan, dan evaluasi berkala. Secara teoritis, temuan ini mengkonfirmasi bahwa pengaruh budaya organisasi bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh homogenitas nilai dan karakteristik karyawan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memasukkan variabel tambahan, seperti keterlibatan karyawan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, atau keseimbangan kehidupan kerja, untuk memahami produktivitas secara lebih komprehensif.

2025
👤 Penulis: Karina Rachma Dewi
🏷️ Motivasi Kerja 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

REDESAIN SISTEM PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA UNTUK PARTIKULAT PADA RAWMILL PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK, PLANT 7, CITEUREUP, BOGOR

PT Indocement Tunggal Prakarsa adalah industri yang bergerak pada bidang produksi semen di Indonesia. plant / pabrik PT Indocement Tunggal Prakarsa tersebar di tiga daerah yaitu Palimanan (Cirebon), Citeureup (Bogor), dan Tarjun (Kalimantan Selatan) yang menghasilkan kurang lebih 20,5 juta ton semen per tahun dan menjadi penghasil semen di Indonesia terbanyak kedua setelah PT Semen Indonesia Tbk sebagai pemasok semen untuk skala Nasional Indonesia. Pada tahun 2017, total dari seluruh produksi semen adalah sekitar 102 juta ton semen. PT Indocement menghasilkan sekitar 20,1% dari total produksi semen di Indonesia pada tahun 2017. Sementara pada tahun 2017 total kebutuhan semen di Indonesia adalah sekitar 70 juta ton. Bahan baku utama proses produksi (material utama) adalah batu kapur (CaCO3). Pada proses produksinya material batuan tersebut perlu dihancurkan terlebih dahulu pada unit rawmill. Pada proses penghacuran tersebut dihasilkan produk samping yaitu partikulat. Apabila partikulat-partikulat tersebut tidak dikelola dengan baik maka dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk berupaya agar tidak terjadi pencemaran udara salah satu upayanya adalah program atau project penurunan emisi partikulat. Salah satu perwujudan dari program tersebut adalah mengganti alat pengendali penemaran udara (partikulat) yang sebelumnya adalah electrostatic presipitator menjadi baghouse filter. Penggantian alat pengendali pencemaran udara (partikulat) tersebut bertujuan agar emisi partikulat yang dikeluarkan pada proses rawmill tidak melebihi dari baku emisi yang telah ditetapkan yaitu Lampiran V Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 19 Tahun 2017 Tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Industri Semen yang Melakukan Pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun yang mewajibkan emisi paritikulat untuk unit pencampuran (milling) dan/atau penggilingan (grinding) adalah sebesar 75 mg/Nm3 (katergori industri A).

2025
👤 Penulis: Andi Andreas Hartono
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGARUH LOGAM FE, ZN, DAN NI TERHADAP PEMBENTUKAN ETANOL DALAM PROSES ANAEROB DARI PENGOLAHAN PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) MENGGUNAKAN METODE STATISTIK FAKTORIAL2N

Industri minyak kelapa sawit merupakan salah satu industri yang baik untuk dikembangkan di negera beriklim tropis seperti Indonesia. Prospek perkembangan minyak kelapa sawit sangat pesat hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan rata-rata komoditi 8% per tahun dan Indonesia mampu menguasai 37% pasar dunia untuk industri ini. Namun dalam proses pengolahan minyak kelapa sawit, akan dihasilkan limbah cair dari proses penjernihan minyak kelapa sawit yang sering diistilahkan palm oil mill effluen (POME). POME memiliki kandungan organik dalam bentuk chemical oxygen demand (COD) terlarut hingga mencapai >2.000 mg/L. Penyisihan COD terlarut tersebut dapat diolah menggunakan pengolahan anaerob. Pengolahan anaerob pada tahap asidogenesis menghasilkan asam-asam volatil, etanol, gas CO2, dan H2. Penyisihan COD terlarut dapat dipengaruhi oleh kehadiran penambahan logam Fe, Zn, dan Ni. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kehadiran logam-logam tersebut diyakini dapat berfungsi sebagai kofaktor enzim di dalam proses anaerob baik dalam penyisihan materi organik atau pembentukan produk lainnya. Pada penelitian ini digunakan limbah cair artifisial dengan nilai COD ±6.000 mg/L. Pengoperasian reaktor dilakukan secara batch dengan waktu reaksi selama 48 jam dan setiap variasi dilakukan duplo reaktor. Penurunan COD yang diperoleh dapat mencapai 40-65%. Penambahan logam Zn dan kombinasi logam Zn-Ni memiliki efesiensi penyisihan COD terlarut hingga mencapai 63%. Pada penelitian ini hasil analisa laboraturium akan diuji dengan analisa statistik faktorial 2n. Dari hasil analisa statistik, diperoleh hasil bahwa kombinasi penambahan logam Fe-Zn serta kondisi tanpa adanya penambahan logam ke dalam reaktor memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyisihan COD terlarut.

2025
👤 Penulis: Rahmi Deswita
🏷️ Analisis Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN DETERMINISTIK ALIRAN DEBRIS MENGGUNAKAN PERILAKU PERUBAHAN VOLUME, STUDI KASUS DI CEKUNGAN BENTARSARI, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH

Cekungan Bentarsari berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Cekungan ini dibatasi oleh perbukitan yang tersusun oleh breksi volkanik Formasi Kumbang (Tpk) dan di dasar cekungan didominasi oleh batuan sedimen. Breksi volkanik memiliki umur yang relatif tua dan terlihat telah mengalami proses pelapukan yang intensif sehingga lebih rawan untuk terjadi longsoran yang dapat berkembang menjadi aliran debris. Simulasi numerik untuk memodelkan aliran debris dalam penelitian disertasi ini menggunakan smoothed particle hydrodynamics (SPH) dari persamaan momentum dan energi. Proses yang digunakan untuk memodelkan perubahan volume pada aliran debris menggunakan konsep diagram Hjulstrom dan dimodelkan menggunakan plugin Chrono. Implementasi SPH menggunakan kode sumber terbuka (open-source code) DualSPHysics yang dapat dikembangkan lagi sesuai kebutuhan dengan bahasa pemrogaman C++ dan compute unified device architecture (CUDA). Penelitian ini menggunakan perangkat keras NVIDIA GeForce 4090 dengan waktu pemrosesan 42 jam untuk memodelkan 1,2 milyar partikel. Hasil dari pemodelan menggunakan perilaku perubahan volume menghasilkan pola-pola yang saling berhubungan antara kecepatan rata-rata, gaya rata-rata, tekanan rata-rata, ketebalan rata-rata, dan erosi rata-rata. Hubungan dari seluruh pola tersebut digunakan untuk menghitung volume erosi final dan menghasilkan volume erosi final (?e) sebesar 32.748 m3. Hasil validasi dari pemodelan aliran debris menggunakan perilaku perubahan volume dinilai dari akurasi user dan akurasi producer. Akurasi user menghasilkan nilai 88,8% dan akurasi producer menghasilkan nilai 96% menggambarkan bahwa model dapat disetujui sebagai hasil dari validasi, karena batasan nilai validasi adalah 70%. Seluruh delineasi distribusi aliran debris hasil pemodelan termasuk dalam kelas bahaya aliran debris tinggi karena memiliki ketebalan aliran debris >4,5 m sehingga definisi dari kelas bahaya rendah dan sedang perlu disesuaikan dengan kondisi aliran debris aktual.

2025
👤 Penulis: Indra Andra Dinata
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KERANGKA KERJA ADAPTIF BERBASIS DEEP REINFORCEMENT LEARNING (DRL) UNTUK OPTIMASI TASK OFFLOADING DAN PENGIRIMAN DATA PADA SISTEM MULTIMEDIA INTERNET OF THINGS (M-IOT)

Percepatan transformasi digital telah mendorong evolusi Internet of Things (IoT) menjadi paradigma Multimedia Internet of Things (M-IoT), yang ditandai dengan ledakan volume data visual dan audio. Karakteristik data multimedia yang berukuran masif dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap latensi menghadirkan tantangan fundamental dalam penjaminan Quality of Service (QoS), terutama dalam menjaga keseimbangan dinamis antara latensi rendah, throughput tinggi, dan efisiensi sumber daya komputasi. Untuk mengatasi keterbatasan komputasi pada perangkat, arsitektur hibrida Edge-Cloud diadopsi secara luas. Namun, tinjauan literatur mengungkap sebuah kesenjangan penelitian yang mendasar yaitu sebagian besar studi yang ada cenderung menangani strategi optimasi komputasi (Task Offloading) dan strategi optimasi jaringan (Pengiriman Data Adaptif) sebagai dua domain masalah yang terisolasi. Pendekatan parsial ini mengabaikan ketergantungan lintas-domain (cross-domain dependency) yang inheren dalam sistem M-IoT, sehingga keputusan offloading menjadi tidak efektif jika jaringan mengalami kongesti, dan sebaliknya, pengiriman data berkualitas tinggi menjadi tidak berguna jika server tujuan mengalami kelebihan beban. Akibatnya, sistem seringkali menghasilkan solusi sub-optimal yang bersifat reaktif dan rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan merancang, mengembangkan, dan memvalidasi Kerangka Kerja JATO (Joint Adaptive Task- offloading and Transmission Optimization). Penelitian dilakukan mengikuti paradigma Design Science Research (DSR), dengan artefak utama berupa sebuah mekanisme orkestrasi cerdas berbasis algoritma Deep Reinforcement Learning (DRL), secara spesifik menggunakan arsitektur Deep Q-Network (DQN). Kebaruan utama dari penelitian ini terletak pada kemampuan agen JATO untuk mempelajari sebuah kebijakan terpadu (unified policy) yang mampu membuat keputusan gabungan (joint action) secara simultan. Kebijakan ini menjawab pertanyaan "di mana" sebuah tugas harus diproses (lokasi komputasi) dan "bagaimana" data harus dikirimkan (resolusi pengiriman) dalam satu langkah inferensi, berdasarkan observasi vektor keadaan (state vector) yang komprehensif mencakup kondisi latensi jaringan, bandwidth, dan utilisasi CPU edge. ii Validasi penelitian dilakukan melalui dua tahap eksperimental yang rigor. Tahap pertama melibatkan simulasi komputasional ekstensif untuk membuktikan konvergensi algoritma dan perilaku adaptif agen. Tahap kedua melibatkan implementasi prototipe fisik (proof-of-concept) menggunakan perangkat Gateway berbasis Raspberry Pi untuk memverifikasi kelayakan teknis dalam kondisi dunia nyata. Evaluasi kinerja dilakukan secara komparatif terhadap tiga kebijakan baseline yang terdiri dari Edge-Only (strategi greedy), Cloud-Only (strategi konservatif), dan Reactive (strategi berbasis aturan statis). Pengujian mencakup skenario operasional normal serta uji ketahanan (stress testing) di bawah kondisi kemacetan jaringan dan kelebihan beban komputasi. Hasil analisis kuantitatif pada lingkungan prototipe fisik menunjukkan bahwa Kerangka Kerja JATO mampu memberikan utilitas sistem terbaik meskipun dihadapkan pada saturasi bandwidth fisik. JATO berhasil mempertahankan Kualitas Layanan Rata-rata (Average Service Quality - ASQ) maksimal pada skor 8,00, jauh mengungguli kebijakan Reactive (3,01) yang mengalami degradasi kualitas visual signifikan. Meskipun prioritas terhadap kualitas ini menghasilkan konsekuensi pada latensi rata-rata (618,94 ms) akibat batasan fisik jaringan, JATO terbukti paling efisien dalam manajemen sumber daya dengan menjaga utilisasi CPU Edge tetap rendah dan menghindari kemacetan komputasi yang dialami oleh Edge-Only. Analisis perilaku mengonfirmasi kecerdasan adaptif JATO yang secara proaktif mengalihkan beban ke Cloud saat mendeteksi lonjakan beban komputasi pada Edge. Puncak dari evaluasi ini adalah Penilaian Kinerja Holistik menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), dengan hasil JATO meraih peringkat pertama dengan skor 0,9321, mengungguli Edge-Only (0,8994) dan Cloud-Only (0,6000). Temuan ini secara empiris menyimpulkan bahwa pendekatan optimasi gabungan berbasis AI memberikan solusi manajemen sumber daya yang paling tangguh dan seimbang untuk ekosistem M-IoT.

2025
👤 Penulis: Gina Purnama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Komputasi

OPTIMASI RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATION (RAG) UNTUK MITIGASI HALUSINASI PADA SISTEM TANYA JAWAB AL-QUR'AN TERJEMAH BAHASA INDONESIA: PENDEKATAN STEP-BACK PROMPTING DAN HYDE

Transformasi digital telah mendorong fenomena mediatisasi sumber keagamaan, yang ditandai dengan semakin diandalkannya sistem tanya jawab berbasis kecerdasan buatan sebagai sarana akses informasi interaktif. Namun, penggunaan model bahasa dalam domain keagamaan sangat sensitif terhadap halusinasi generatif yang berpotensi bias dan memberikan tafsir yang tampak logis tetapi tidak didukung sumber yang valid (misleading interpretations). Penelitian ini berfokus pada mitigasi risiko halusinasi dengan mengimplementasikan arsitektur Retrieval- Augmented Generation (RAG) yang diperkuat pada tahapan query dan retrieval dari arsitektur RAG. Optimalisasi dual query, mencakup teknik step-back prompting untuk mengabstraksi pertanyaan kompleks menjadi prinsip dasar serta hypothetical document embedding (HyDE) menghasilkan dokumen jawaban hipotetis yang kemudian digunakan sebagai basis pencarian representasi vektor yang lebih relevan. Selain itu, hybrid retrieval dan reranking dipilih untuk menggabungkan pencarian semantik dan leksikal, memurnikan konteks (noise- free), dan memastikan dokumen yang bersifat otoritatif. Selanjutnya, tahap generation diatur melalui pendekatan restrictive prompting. Prompting ini memaksa LLM bergantung secara eksklusif pada konteks yang disediakan dan menyertakan referensi metadata spesifik sebagai dasar strategi kebaruan untuk mekanisme siklus umpan balik yang memungkinkan validasi kegagalan retrieval atau generation. Koreksi umpan balik yang didasarkan pada referensi metadata otoritatif digunakan sebagai pembaruan dinamis (retraining) sistem, sehingga meningkatkan akurasi dan fidelitas jawaban yang dihasilkan. Efektivitas sistem dievaluasi menggunakan metrik BERTScore untuk mengukur kesamaan semantik (semantic similarity) antara respons sistem dengan ground truth. Pengujian dilakukan menggunakan model Llama-3.1 dan meta-Llama-4 yang telah dilatih pada tugas tanya jawab. Hasil pengujian menunjukan peningkatan F1- Score antara model sistem dengan atau tanpa teknik optimasi dari 0.6887 menjadi 0.7261. Setelah dilakukan pembersihan data dan perbaikan konfigurasi optimasi, kinerja F1-Score meningkat mencapai 0.7521. Pengujian lanjutan dengan pengaturan hybrid retrieval (semantik dan kata kunci) mampu meningkatkan kinerja F1-Score hingga 0.8837. Nilai Precision dan Recall yang tinggi pada hasil pengujian memvalidasi kemampuan sistem menyampaikan semua informasi penting dari referensi sehingga prompting dalam pengaturan strict grounding secara efektif memitigasi halusinasi. Evaluasi halusinasi diuji dengan parameter faithfulness, factuality, dan semantic grounding dengan hasil penilaian menunjukkan model sistem mampu mempertahankan integritas informasi yang membuktikan bahwa rujukan referensi yang disajikan sepenuhnya akurat dan fokus pembahasan tetap konsisten tanpa mengalami pergeseran makna.

2025
👤 Penulis: Uut Uswatun Hasanah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Optimisasi Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Keagamaan

PERANCANGAN TEKNIK CHANNEL CODING PADA SISTEMKOMUNIKASI FREE-SPACE OPTICS (FSO) UNTUKTEKNOLOGI MASA DEPAN DAN NON-TERRESTRIAL NETWORKS (NTN)

Disertasi inimengusulkanrancanganbaruskemakodepolaruntuktransmisi rateless denganmemanfaatkan extendedparity (EP). Pendekataniniditujukanun- tuk meningkatkankinerjatransmisiadaptifpadakanalpitalebar,termasukkanal free-spaceoptics (FSO) yangmemilikikarakteristik fading dinamis. Rancangan yang diusulkanmenerapkanprinsiprepetisimenggunakanoperasiXORsederhana yang tidakhanyamemberikanperlindungantambahanterhadapterjadinyaeror, tetapi jugamemperkuatprosespolarisasikanalsertamempertegassifat rateless pada kodepolar. Skemakodeyangdiusulkandievaluasipadaberbagaimodelkanal,mencakup kanal Rayleigh fading, lingkungan fully interleaved, kanal additive whiteGaus- sian noise (AWGN),sertakanalFSOpadasistemkomunikasi non-terrestrialnet- work (NTN) untukskenario downlink antara high-altitude platformstation (HAPS) dan stasiunbumi.Padakanal fully interleaved, skemayangdiusulkanmeman- faatkankeragamankanalsecaraoptimalsehinggamenghasilkankinerjayanglebih baik dibandingkankoderepetisikonvensional.Padaskenariokomunikasi downlink melalui link FSO, pemodelankanalmempertimbangkanberbagaikarakteristik penting yangmemengaruhikualitas link optik berkecepatantinggi,termasuktur- bulensiatmosfer,rugi-rugi pointing, dandeviasiorientasi.Integrasifaktor-faktor tersebutmenghasilkankarakterisasikanalyanglebihrealistisdanmemungkinkan evaluasiyanglebihkomprehensifterhadapkemampuanadaptasisertaketahanan skemakodeyangdiusulkan. Evaluasikinerjamenunjukkanbahwaskemakodepolar rateless menggunakan EPsecarakonsistenmemberikanperforma bit errorrate (BER) dan frame errorrate (FER) yanglebihbaikdibandingkankode fixed-rate pada kanalFSO, termasuk padakondisiturbulensiatmosferdan pointing error yang bervariasi.Pen- ingkatan initerutamaberasaldarikemampuanpenambahanparitasadaptifyang memungkinkan sistemmenyesuaikanredundansiterhadapfluktuasikapasitaskanal secara dinamis,sehinggamempertahankanreliabilitastransmisimeskipunkanal mengalamidegradasiyangsignifikan. Berdasarkan hasilsimulasiBERuntukstrukturdenganlajukode(code rate) R = 4 16 , skemayangdiusulkanmencapai coding gain sekitar 7dBpadakanal Rayleigh fading, yangterdiriataspeningkatansekitar4.5dBdarikodepolar fixedrate serta tambahansekitar2.5dBdarimekanismeEP.Selainitu,untukparameter kinerja FER,skemayangdiusulkanmemerlukanSNRyanglebihrendahdaripada kode fixed-rate, sehinggamenghasilkan coding gain tambahan sekitar3.5dB. Kinerja skemakodepolar rateless turut dianalisismenggunakanpendekatan extrinsicinformationtransfer (EXIT) denganformulasipersamaantertutup.Anal- isis inimenunjukkanbahwapenambahanEPmampumempercepatkonvergensi proses decoding, sehinggamemberikandasarteoretisyangkonsistendenganpen- ingkatan kinerjayangdiperolehmelaluisimulasi.Selanjutnya,hasilanalisiskom- pleksitas komputasimengindikasikanbahwa overhead akibat penambahanEPtetap minimal. Kompleksitaskomputasimeningkatdari N logN menjadi N logN + 2e untuk setiappenambahan e bit EP,tanpamenimbulkanbebankomputasiyangsig- nifikan. Di sampingitu,strukturkodeyangdiusulkanbersifatskalabel.Rancangan ini dapatdiperluasuntukberbagainilai block-length N yang lebihbesartanpamen- gubah prinsipdasaroperasimaupunkompleksitasutamanya.Dengandemikian, rancanganinimenawarkankeseimbanganyangbaikantarapeningkatankinerja, ketahananterhadapvariasikanal,efisiensikomputasi,danfleksibilitaspenggunaan pada block-length yang lebihbesar.Denganberbagaikelebihantersebut,kodepolar rateless layakdipertimbangkansebagaikandidatteknik channelcoding untuk sis- tem komunikasipitalebardanskenariokanaloptikNTNpadagenerasimendatang.

2025
👤 Penulis: Yuyun Siti Rohmah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

IMPLEMENTASI OTOMASI KONFIGURASI ROUTING BORDER GATEWAY PROTOCOL (BGP) PADA PERANGKAT MIKROTIK DENGAN LIBRARY PARAMIKO

Sistem otomasi untuk konfigurasi BGP pada perangkat Mikrotik menggunakan library Paramiko merupakan sistem terintegrasi yang terdiri atas dua subsistem, yaitu subsistem database dan template konfigurasi serta subsistem otomasi konfigurasi. Pada Buku Tugas Akhir ini, dilakukan perancangan, pengimplementasian, dan pengujian sistem otomasi yang melakukan konfigurasi interface, IP address, dan routing BGP pada seluruh perangkat agar berhasil terhubung satu sama lain. Sistem otomasi utamanya terbentuk menggunakan bahasa pemograman Python karena banyaknya library yang dapat digunakan, salah satunya adalah Paramiko. Sistem file YAML digunakan untuk tempat penyimpanan data parameter konfigurasi perangkat. Semua tools yang dipilih untuk membentuk sistem otomasi merupakan tools yang bersifat open-source sehingga dapat memenuhi persyaratan deployment untuk desain. Dari hasil pengujian, disimpulkan bahwa sistem terintegrasi dan subsistem dapat melakukan konfigurasi terhadap jaringan yang telah dibuat, yaitu 3 jaringan berbeda dengan masing-masing jaringan berisi 3-4 router melalui konfigurasi interface dan protokol routing BGP. Dari segi pemanggilan database dan template konfigurasi, subsistem dapat menghasilkan keluaran command yang diinginkan untuk konfigurasi jaringan. Dalam analisis konfigurasi perangkat menggunakan sistem terintegrasi, subsistem otomasi konfigurasi dapat mengirimkan command konfigurasi pada setiap perangkat yang terhubung dengan automation server. Hasil konfigurasi perangkat melalui penggunaan sistem terintegrasi menunjukkan tidak adanya error pada konfigurasi perangkat, serta seluruh perangkat baik router maupun client dapat berkomunikasi satu sama lain dengan delay yang wajar. Konfigurasi dengan menggunakan sistem terintegrasi membutuhkan waktu paling lambat 32,924 detik, dan hasil ini lebih cepat jika dibandingkan dengan konfigurasi yang pernah dilakukan yang membutuhkan waktu sebesar 55,403 detik.

2025
👤 Penulis: Muhammad Algi Fachrian
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Jaringan Mikrotik 🏷️ Analisis Konfigurasi Sistem
Halaman 93 dari 418
💬