📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

DISTRIBUSI MIKROPLASTIK PADA AIR DAN SEDIMEN SUNGAI CIWALENGKE, MAJALAYA

Mikroplastik berukuran 50-2000 µm ditemukan berada di Sungai Ciwalengke, Majalaya. Rata-rata sekitar 5,85 ± 3,28 partikel per liter dan 3,03 ± 1,59 partikel mikroplastik per 100 gram sedimen kering ditemukan pada air dan sedimen Sungai Ciwalengke berturut-turut. Bentuk partikel mikroplastik yang dominan ditemukan adalah fiber, 65% di air dan 91% di sedimen, dengan bentuk lain seperti fragmen atau granul. Jumlah mikroplastik ditemukan terbanyak berada pada titik industri baik pada sampel air maupun sedimen. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan jumlah partikel mikroplastik terhadap lokasi sampling pada sampel sedimen (p-value < 0,05), tetapi tidak signifikan pada sampel air (p-value > 0,05). Segmen lokasi dengan jumlah industri lebih dominan memberikan perbedaan median jumlah mikroplastik paling signifikan dibandingkan dengan segmen lokasi lain pada sampel sedimen (Two sample Wilcoxon test, p-value < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa lokasi industri memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsentrasi mikroplastik di Sungai Ciwalengke. Hal ini dibuktikan pula dengan pengujian Raman terhadap beberapa sampel mikroplastik yang mengindikasikan jenis mikroplastik poliester yang ditemukan. Jenis polimer plastik tersebut dominan berasal dari pencucian kain pada industri maupun domestik.

2025
👤 Penulis: Firdha Cahya Alam
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS PENGARUH TATA GUNA LAHAN TERHADAP SEDIMENTASI DENGAN MODEL QSWAT STUDI KASUS: SUNGAI CIKAO, PURWAKARTA

Tata guna lahan DAS Citarum Hulu untuk tahun 1994 dan 2001, terjadi perubahan ekstrem di bagian selatan Jawa Barat (sekitar hulu sungai Citarum) berupa konversi hutan menjadi tanah terbuka (semak, belukar atau lahan kering). Konversi hutan menjadi lahan terbuka dengan luas yang memiliki dampak spasial yang berarti berada pada wilayah tersebut menyebabkan peningkatan laju ekspor sedimen tahunan yang melebihi 100 ton/km2 . Penumpukan sedimen ini dapat menyebabkan debit sungai akan menurun dan penumpukan sedimen yang semakin tinggi ini sangat berpotensi dalam mengurangi kapasitas tampung sungai terhadap air hujan yang berintensitas besar, terutama pada saat musim hujan. Penelitian ini memanfaatkan model hidrologi SWAT (Soil and Water Assessment Tool) yang merupakan model terdistribusi yang terhubung dengan SIG (Sistem Informasi Geografis) dan mengintegrasikan dengan DSS (Decision Support System). Lokasi Penelitian berada di Sungai Cikao, Kabupaten Purwakarta. Tahapan penelitian yang digunakan dalam pelaksanaan studi ini adalah pengumpulan data, delineasi DAS, pendefinisian tata guna lahan dan jenis tanah, pengeditan basis data model, pendefinisian stasiun cuaca, parameterisasi dan pengeditan input, menjalankan model, membaca dan memplot hasil, kalibrasi hasil dan parameter, analisis data. Data yang digunakan adalah peta dasar DAS Cikao, peta Sungai Cikao, data curah hujan pada stasiun cuaca terdekat. Pada skenario eksisting pada tahun 2016, didapat rata-rata nilai TSS sebesar 178 mg/l. Untuk skenario 1 dengan penggunaan lahan berupa perkebunan, didapat hasil rata-rata TSS pada model ini adalah 183 mg/l. Sementara skenario 2 dengan penggunaan lahan berupa hutan menunjukkan rata-rata nilai TSS sebesar 75 mg/l. Pada skenario ke 3, dengan penambahan hutan selebar 50 m di sekitar daerah kritis dan sungai, menunjukkan terjadi peningkatan kualitas sungai. Tetapi skenario yang paling baik dan mungkin untuk dilakukan adalah skenario 4, yaitu dengan menambahkan reservoir pada daerah pertemuan antara 3 anak sungai, yang dapat menurunkan nilai TSS sebesar 20%, yaitu menjadi 142 mg/l.

2025
👤 Penulis: Manggala Anindyaguna
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGUKURAN TINGGI SUNGAI SEBAGAI PERINGATAN DINI BANJIR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling merusak di Indonesia. Salah satu faktor penyebab banjir adalah curah hujan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengawasan dan pengiriman data tinggi air sungai dan curah hujan untuk memprediksi terjadinya banjir. Pengawasan tinggi air sungai menggunakan model computer vision yang membaca angka pada meteran tinggi air yang dipasang pada sisi sungai. Data tinggi air sungai dan curah hujan kemudian dikirim menggunakan LoRa. Sementara itu, sistem menggunakan panel surya sebagai sumber energi sehingga penempatan sistem lebih leluasa. Dari hasil pengambilan data, didapat model computer vision yang dapat membaca angka dengan akurasi keseluruhan sebesar 0.809, namun tidak dapat membaca meteran tinggi air. Modul LoRa yang digunakan dapat mengirim sinyal yang cukup baik dengan batasan jarak yang bergantung kondisi sekitar, mulai dari 50 meter di kawasan dengan banyak gedung dan pohon hingga 175 meter di lapangan terbuka. Daya yang dihasilkan panel surya yang digunakan terukur dapat mencapai 6 watt saat intensitas sinar matahari di atas 30 ribu lux.

2025
👤 Penulis: Hafiz Arshad Ramadan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KEBERLANJUTAN PENYEDIAAN AIR BERSIH TERPUSAT (STUDI KASUS : KABUPATEN BANDUNG)

Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, penyediaan air bersih harus menjamin aspek ketersediaan, kualitas, dan keterjangkauan bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan. Kabupaten Bandung sebagai wilayah dengan pertumbuhan penduduk tinggi menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan sistem penyediaan air bersih terpusat, baik dari sisi sumber daya maupun manajemen layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keberlanjutan penyediaan air bersih terpusat di Kabupaten Bandung berdasarkan aspek kuantitas, kualitas, kontinuitas, serta tata kelola dan kelembagaan. Pendekatan yang digunakan adalah deduktif-kuantitatif dengan penerapan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot dan prioritas setiap kriteria keberlanjutan. Data diperoleh melalui studi pustaka, survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD), serta penyebaran kuesioner kepada pakar dan pemangku kepentingan. Hasil penelitian mengidentifikasi 8 kategori dan 20 kriteria keberlanjutan, dengan kategori kebijakan menjadi prioritas tertinggi (37,1%), diikuti oleh infrastruktur (18,9%) dan tata kelola (12,9%). Kriteria prioritas meliputi dukungan pemerintah (30,90%), diikuti Kinerja ketahan jaringan air (9,45%) serta teknologi pengolahan distribusi (9,45%). Secara umum, sistem SPAM di Kabupaten Bandung telah memenuhi standar mutu, namun masih menghadapi keterbatasan sumber air baku, kehilangan air yang tinggi, dan ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan. Rekomendasi utama penelitian mencakup penguatan kebijakan dan regulasi, optimalisasi sistem eksisting, serta modernisasi teknologi dan digitalisasi pelayanan untuk mendukung pencapaian target SDGs dan meningkatkan keberlanjutan penyediaan air bersih di masa mendatang.

2025
👤 Penulis: Imam Abdullah Bashir
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

KAJIAN AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK BULBUS ALLIUM SATIVUM DAN RIMPANG CURCUMA DOMESTICA SERTA KOMBINASINYA PADA MENCIT DIABETES YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN

Abstrak dapat dilihat di file

2025
👤 Penulis: HADI SUNARYO
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENINGKATAN PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS KUOTA: MODEL TATA KELOLA KOLABORATIF UNTUK MENGATASI TANTANGAN IMPLEMENTASI

Penerapan Manajemen Perikanan Berbasis Kuota (QBFM) merupakan pendekatan strategis untuk mendorong keberlanjutan ekologi dan ketahanan ekonomi dalam perikanan tangkap. Namun, tantangan seperti tata kelola yang terdesentralisasi, koordinasi pemangku kepentingan yang terfragmentasi, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan dalam literasi digital menghambat pelaksanaannya yang efektif. Studi ini menggunakan Soft System Methodology (SSM) untuk menganalisis kompleksitas tata kelola dengan mengumpulkan data melalui wawancara, FGD, dan observasi lapangan di area implementasi percontohan. Temuan penelitian ini menyoroti hambatan utama, termasuk inefisiensi birokrasi, penegakan kebijakan yang tidak konsisten, kendala ekonomi, dan resistensi terhadap adopsi teknologi. Sebagai upaya mengatasi masalah- masalah tersebut, penelitian ini mengusulkan model tata kelola kolaboratif yang mengintegrasikan sistem pengelolaan bersama digital untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan kapasitas, investasi dalam infrastruktur digital, dan peningkatan keterlibatan pemangku kepentingan untuk memperkuat mekanisme tata kelola. Dengan menawarkan kerangka kerja tata kelola yang terstruktur, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi para pembuat kebijakan dan praktisi yang ingin meningkatkan implementasi QBFM dalam konteks pengelolaan perikanan yang terdesentralisasi, untuk memastikan pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan dan manfaat ekonomi yang adil.

2025
👤 Penulis: Laisa Runggu Yerike Aritonang
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

INTEGRASI BUDAYA PASCA-MERGER DAN PENGALAMAN PELANGGAN: ANALISIS NLP ATAS ULASAN BANDARA INDONESIA

Integrasi pasca-merger dalam industri kebandarudaraan tidak hanya mencakup harmonisasi operasional, tetapi juga penyelarasan budaya, yang secara signifikan dapat memengaruhi pengalaman pelanggan. Meskipun pentingnya umpan balik pelanggan dalam evaluasi layanan semakin meningkat, studi yang memanfaatkan ulasan digital berskala besar untuk mengeksplorasi hasil integrasi budaya masih terbatas. Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara artefak budaya dan pengalaman pelanggan (Customer Experience/CX) dalam konteks merger bandara di Indonesia dengan menganalisis 1.290 ulasan Google Maps menggunakan pendekatan metode campuran. Teknik Natural Language Processing (NLP) digunakan untuk mengklasifikasi ulasan berdasarkan sentimen dan dimensi CX, dilanjutkan dengan analisis statistik inferensial termasuk ANOVA, chi-square, dan regresi logistik untuk mengidentifikasi pola signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen negatif kuat berkorelasi dengan artefak yang mencerminkan koordinasi tim yang buruk, terutama dalam dimensi CX seperti waktu tunggu dan arus penumpang. Sebaliknya, artefak simbolik yang berkaitan dengan citra nasionalisme dan branding menunjukkan keterkaitan dengan sentimen positif, khususnya dalam dimensi kualitas layanan dan loyalitas pelanggan. Analisis naratif terhadap ulasan pilihan memperkuat temuan ini dengan menampilkan pengalaman nyata pelanggan. Temuan ini menekankan pentingnya simbol budaya dalam membentuk persepsi publik pasca-merger dan menunjukkan potensi data digital sebagai alat diagnosis organisasi. Studi ini berkontribusi pada wacana teoritis tentang budaya organisasi dengan mengintegrasikan analisis artefak dan kerangka CX, serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen bandara dalam memantau hasil integrasi melalui analitik suara pelanggan.

2025
👤 Penulis: Luthfi Octafian
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Sentimen

MODIFIKASI DAN KONFIRMASI MODEL PAF (BIAYA PENCEGAHAN, BIAYA PENILAIAN, DAN BIAYA KEGAGALAN) BERDASARKAN TEORI BIAYA KUALITAS

Perusahaan manufaktur sering menghadapi kesulitan dalam menyeimbangkan efisiensi biaya dan kualitas, dengan biaya kualitas menyerap sumber daya yang signifikan namun seringkali tidak dikelola secara efektif. Penelitian ini menanggapi kesenjangan antara teori dan praktik dalam model Prevention–Appraisal–Failure (PAF) yang banyak digunakan dengan menerapkan pendekatan campuran berbasis abduktif, mencakup tinjauan literatur sistematis, eksperimen action research, serta Analytic Hierarchy Process (AHP). Studi dilakukan pada perusahaan manufaktur elektronik milik Jepang di Indonesia dan menunjukkan bahwa strategi berbasis appraisal memang menurunkan tingkat cacat, tetapi justru meningkatkan total biaya kualitas. Sebaliknya, investasi pencegahan menghasilkan penurunan total biaya sebesar 84,1% dan terbukti lebih berkelanjutan. Temuan ini menghasilkan modifikasi model PAF dengan menempatkan pencegahan sebagai variabel independen utama, yang divalidasi melalui analisis sensitivitas serta uji robustnes dengan metode TOPSIS. Dari sisi manajerial, analisis AHP menegaskan bahwa pelatihan karyawan dan program perbaikan proses merupakan strategi pencegahan yang paling efektif. Meskipun penelitian ini terbatas pada konteks satu perusahaan, hasilnya memberikan wawasan praktis bagi industri manufaktur produk diskret serta menekankan perlunya validasi lebih luas secara lintas industri dan longitudinal untuk memperkuat generalisasi model.

2025
👤 Penulis: Indra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DESAIN DAN SIMULASI MICROFLUIDA UNTUK PEMBUATAN ALAT FRAKSINASI ALIRAN TERJEPIT ASIMETRIS SEBAGAI ALAT UNTUK PEMISAHAN PARTIKEL

Teknologi mikrofluida menawarkan keunggulan dalam manipulasi fluida berskala mikroliter hingga nanoliter, salah satunya untuk pemisahan partikel. Salah satu metode yang banyak dikembangkan adalah Pinched Flow Fractionation (PFF), yang bekerja berdasarkan aliran fluida pada saluran penyempit. Pada penelitian ini dikaji variasinya, yaitu Asymmetric Pinched Flow Fractionation (APFF), yang memiliki fleksibilitas lebih baik melalui modifikasi outlet asimetris. Penelitian dilakukan dengan metode simulasi numerik menggunakan perangkat lunak COMSOL Multiphysics dan didukung uji eksperimen skala laboratorium. Variasi parameter meliputi ukuran, massa jenis, volume partikel, serta perbandingan laju aliran pada inlet. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pemisahan partikel dipengaruhi oleh massa dan ukuran partikel, di mana partikel dengan massa lebih kecil terdorong menuju outlet awal, sedangkan partikel lebih berat cenderung menuju outlet tengah. Simulasi pewarna menunjukkan dominasi aliran dengan kecepatan lebih tinggi, yang konsisten dengan hasil eksperimen. Keselarasaan antara simulasi dan eksperimen membuktikan bahwa simulasi numerik dapat digunakan sebagai prediksi awal sebelum eksperimen nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi pada desain sistem APFF yang lebih efisien untuk aplikasi biomedis dan lingkungan, khususnya dalam pemisahan partikel dan sel.

2025
👤 Penulis: Zaky Rayadhi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Microfluidika 🏷️ Pemisahan Partikel

LIFE CYCLE ASSESSMENT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (STUDI KASUS: STAR ENERGY GEOTHERMAL WAYANG WINDU, LTD)

Kandungan panas bumi di Indonesia diperkirakan dapat menghasilkan sumber daya terbarukan sebesar 29 GW, dan baru termanfaatkan sekitar 5% atau sekitar 1643 MW hingga 2016, dari jumlah tersebut sekitar 227 MW diproduksi dari pembangkit listrik Wayang Windu. Masukan berupa bahan baku, energi dan air akan menghasilkan keluaran berupa produk, co-product, emisi, limbah padat dan limbah cair dalam proses operasionalnya. Seluruh proses operasional industri harus dapat memenuhi standar lingkungan, dan bahkan lebih dari memenuhi standar serta melakukan perbaikan berkelanjutan. Metoda yang dipilih untuk perbaikan ini adalah Life Cycle Assessment (Penilaian Daur Hidup) berdasarkan ISO 14040. Penelitian ini menggunakan metoda cradle to gate dengan unit fungsional MegaWatt Hours. Analisis inventarisasi menunjukkan secara detail seluruh input dan output pada setiap unit proses dan menunjukkan bahwa subsistem penghasil gas-gas yang tidak terkondensasi dan kondensat memiliki dampak lingkungan terbesar. Setiap MWh produksi Listrik yang dihasilkan membutuhkan 6,87 ton uap kering atau 8,16 ton cairan panas bumi. Kategori dampak yang dilakukan pada penilaian potensi dampak adalah potensi pemanasan global (Global Warming Potential), Potensi Asidifikasi (Acidification Potential), dan potensi Eutrofikasi (Eutrophication Potential) untuk tingkatan midpoint dan penggunaan lahan untuk tingkatan endpoint. Nilai GWP adalah 0,155 Ton CO2eq./MWh, AP 1,69 kg SO2eq./MWh, EP 5,36 gPO4eq./MWh dan penggunaan lahan 0,000024 PDF/m2. Hasil normalisasi menunjukkan bahwa potensi asidifikasi memiliki potensi dampak terbesar yakni 78% dari seluruh dampak dan 98% diantaranya berasal dari H2S gas-gas yang tidak terkondensasi. Pada perbandingan nilai GWP dan AP beberapa PLTP dry steam lain, nilai potensi dampak berada pada posisi yang baik. Analisis biaya manfaat menunjukkan industri ini masih layak.

2025
👤 Penulis: RINA ANNISA
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMODELAN SISTEM FISIS TRANSFER PANAS BAHAN BAKAR NUKLIR PADA KEADAAN STEADY STATE MENGGUNAKAN METODE FINITE VOLUME

Prediksi distribusi temperatur yang akurat pada bahan bakar nuklir sangat penting untuk operasi reaktor nuklir yang aman dan efisien. Akan tetapi, pengukuran temperatur secara langsung di dalam teras reaktor sangat sulit dilakukan, sehingga diperlukan model komputasi untuk memahami perilaku temperaturnya. Penelitian ini memodelkan transfer panas pada kondisi steady-state dalam penampang 2D dari pelet bahan bakar pressurized water reactor (PWR) menggunakan dua pendekatan: solusi analitik teoretis dan simulasi numerik berbasis metode finite volume (FVM) pada kisi berukuran 500 × 100. Hasil numerik FVM diverifikasi terhadap solusi analitik dan menunjukkan akurasi yang tinggi, dengan rata-rata eror persentase hanya sebesar 1.3959%; eror ini dikarenakan oleh eror diskritisasi yang wajar dari metode numerik. Namun, saat dievaluasi terhadap kode fidelitas tinggi seperti CTFFRAPCON dan CTF-BISON, model yang dikembangkan memprediksi temperatur yang jauh lebih tinggi. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa meskipun model transfer panas tidak terkopel ini akurat dalam lingkupnya, simulasi yang sepenuhnya memprediksi distribusi temperatur dalam teras reaktor harus menyertakan kerangka multi-fisis terkopel (neutronik-termal-mekanik-hidrolik) untuk menangkap efek umpan balik yang ada pada kode fidelitas tinggi.

2025
👤 Penulis: Hanz Hamzah Kusumah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DETERMINATION OF HYDRODYNAMIC PARAMETERS OF OFFSHORE FLOATING SOLAR POWER PLANTS USING THE DMB NUMERICAL MODEL AND LABORATORY TEST RESULTS

Floating photovoltaic (FPV) systems are a promising offshore renewable energy solution, but their performance depends on accurately predicting hydroelastic responses under wave loading. This study investigates the dynamic behavior of an FPV island through laboratory experiments and numerical modeling. A scaled FPV model was tested at the ITB Wave Laboratory, with Inertial Motion Units (IMUs) measuring acceleration, angular velocity, and pitch. The numerical model was developed in OrcaFlex using the Discrete Modular Beam (DMB) method, with hydrodynamic data obtained from OrcaWave. Baseline comparisons showed large discrepancies between experiment and simulation, particularly in acceleration responses. Through iterative tuning of equivalent beam stiffness, drag coefficients, and structural damping, the numerical model was significantly improved. The final calibrated parameters reduced errors and provided validated input for FPV hydroelastic simulations. This study highlights the DMB method as an efficient tool for FPV analysis, bridging physical and numerical approaches.

2025
👤 Penulis: Audric Hubert, Lie
🏷️ Hydrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN SALURAN TERBUKA DENGAN OPTIMALISASI ALIRAN AIR TAMBANG DI TIMBUNAN SELATAN SJS PIT 3 BANKO TENGAH BLOK B PT. BUKIT ASAM, TBK.

PT Bukit Asam Tbk adalah perusahaan tambang batubara terbuka di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang mengoperasikan Pit 3 di wilayah IUP Banko Barat dan Banko Tengah B. Intensitas kegiatan penambangan di area Pit 3 menuntut optimalisasi sistem drainase untuk mengantisipasi permasalahan limpasan air hujan dari Timbunan Selatan SJS yang masuk ke Pit 3 dan mengganggu produksi. Penelitian ini merancang saluran terbuka berbasis evaluasi hidrologi untuk mengalirkan limpasan air hujan menuju Kolam Pengendapan Lumpur (KPL) secara efisien. Perencanaan ini dimulai dengan analisa data hujan selama periode Januari 2000 hingga Juni 2025 menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III sehingga didapatkan curah hujan rencana sebesar 149,72 mm dan intensitas hujan rencana sebesar 26,77 mm/jam untuk periode ulang 10 tahun. Debit limpasan yang mengalir menuju Pit 3 dari Timbunan Selatan SJS dengan daerah tangkapan hujan seluas 6,48 km2 adalah sebesar 33,79 m3/s. Proses recontouring topografi dilakukan agar limpasan air terekayasa tidak masuk ke dalam Pit 3. Saluran berbentuk trapesium dirancang dalam dua tipe dimensi (3×9×3 m dan 2×7×2m) dengan kemiringan 1,04% menuju KPL BTB 02 dan 1,52% menuju KPL BB 08 serta tetap mempertahankan aliran dalam bentuk subcritial flow. Hasil perancangan menunjukkan efektivitas dalam menurunkan debit limpasan sebesar 34,8% dan mempercepat proses dewatering hingga 18,6% dari kondisi aktual dengan kebutuhan volume galian mencapai 384.300 BCM untuk merealisasikan rancangan saluran terbuka ini.

2025
👤 Penulis: Dzaudan Faaris
🏷️ Optimalisasi Sistem Drainase 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

KAJIAN PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SERTA KESESUAIANNYA DENGAN RENCANA TATA RUANG KOTA JAKARTA SELATAN

Kota Jakarta Selatan berada di bawah tekanan pembangunan masif yang berisiko memicu perubahan fungsi lahan secara tidak terkendali. Kondisi ini tidak hanya membahayakan peran ekologis vitalnya sebagai kawasan resapan air, tetapi juga menyebabkan kesenjangan dengan arahan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan memprediksi perubahan penggunaan lahan di masa depan dan menganalisis tingkat kesesuaiannya terhadap RDTR. Sebagai sebuah kebaruan, studi ini menerapkan model Cellular Automata-Artificial Neural Network (CA-ANN) pada data penggunaan lahan yang terperinci, bukan sekadar tutupan lahan, sehingga analisisnya lebih tajam dan relevan dengan kebijakan tata ruang. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor pendorong utama perubahan lahan melalui analisis regresi logistik biner yang menemukan bahwa jarak dari jalan dan permukiman adalah variabel paling berpengaruh. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar bagi model prediksi spasial yang telah divalidasi dan terbukti memiliki akurasi sangat tinggi untuk memproyeksikan kondisi di masa mendatang. Proyeksi hasil penelitian mengindikasikan adanya potensi ketidaksesuaian dengan RDTR. Sebesar 32,66% dari keseluruhan wilayah diprediksi akan mengalami perkembangan yang menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan. Penyimpangan yang terjadi mencakup perluasan kawasan perumahan dan perkantoran yang cenderung tidak terencana, serta pada saat yang sama terjadi penyusutan drastis pada zona perdagangan dan jasa yang seharusnya menjadi prioritas RDTR. Tren ini juga mengidentifikasi risiko keberlanjutan ekologis kota melalui potensi pengurangan luas zona badan air dan kawasan perlindungan setempat. Temuan ini menegaskan bahwa dinamika penggunaan lahan belum sepenuhnya selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menyumbangkan alat bantu prediksi spasial yang valid bagi pemerintah untuk mendeteksi potensi penyimpangan pemanfaatan ruang secara proaktif dan mengarahkan pembangunan agar selaras dengan visi tata ruang yang telah ditetapkan.

2025
👤 Penulis: Exell Ibrahim Widihartanto
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

THE EFFECTS OF DIMPLES AND SEAMS ON THE DRAG COEFFICIENT OF SPORTS BALLS USING VOLUMETRIC RATIO OF SURFACE ROUGHNESS

Parameter koefisien drag, yang dipengaruhi oleh kekasaran permukaan, merupakan parameter penentu jarak dan stabilitas terbang bola olahraga. Nilai koefisien drag yang rendah dapat menghasilkan jarak terbang yang jauh, namun nilai yang terlalu kecil juga dapat menghasilkan ketidakstabilan terbang bola. Sebaliknya, nilai koefisien drag yang sedikit lebih tinggi dapat menghasilkan stabilitas terbang yang lebih baik, dengan konsekuensi jarak terbang bola yang lebih pendek. Studi ini mengusulkan parameter kekasaran permukaan berbasis rasio volumetrik untuk memprediksi koefisien drag dari suatu bola olahraga yang kasar namun belum diuji. Parameter tersebut terdiri dari dua variabel independen berupa kekasaran dimple (Hd) dan kekasaran seam (Hs), yang dikorelasikan dengan bilangan Reynolds kritik (Rec) melalui model regresi linier multivariabel. Berdasarkan sampel 32 bola sepak dan bola golf, model regresi menghasilkan persamaan Rec = 278730/exp (117,1Hd + 118,0Hs) dengan R2 = 0,7285. Koefisien regresi menunjukkan bahwa dimple dan seam memberikan pengaruh yang setara terhadap bilangan Reynolds kritik. Nilai Rec dari persamaan korelasi berperan sebagai basis interpolasi nilai CD dari suatu bola kasar (yang belum diuji) pada grafik CD vs Re. Grafik tersebut memuat beberapa kurva bola kasar yang telah diuji sebelumnya. Dengan demikian, koefisien drag dapat diestimasi pada suatu nilai bilangan Reynolds (di luar Rec), khususnya di rezim aliran kritikal, superkritikal, dan transkritikal.

2025
👤 Penulis: Muhammad Fauzan Khairul Iman
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Statistik 🏷️ Hidrologi
Halaman 99 dari 418
💬