📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR TERHADAP ALTERASI DAN MINERALISASI DI DAERAH SUMBERMANJING WETAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan sekitarnya, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geologi, zona alterasi dan mineralisasi, serta peran kontrol struktur geologi terhadap distribusi alterasi dan mineralisasi. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi lapangan permukaan, analisis petrografi, mineragrafi, Analytical Spectral Device (ASD), dan Assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian didominasi oleh batuan hasil proses vulkanisme berumur Oligosen–Miosen yang tersusun atas Satuan Breksi Vulkanik, Andesit Hornblende, Tuf Kristal, Breksi Hidrotermal, dan Batupasir Gampingan dengan tipe alterasi termasuk ke dalam sistem epitermal. Kondisi geologi daerah penelitian dikontrol oleh empat sistem sesar, yaitu sesar geser mengiri berarah Timurlaut – Baratdaya, sesar geser menganan berarah Baratlaut – Tenggara, sesar turun berarah Utara – Selatan, dan sesar turun berarah Timur – Barat. Zona alterasi yang berkembang terdiri dari zona dangkal berupa zona klorit ± smektit ± kuarsa dan zona silisifikasi, serta zona yang lebih dalam meliputi zona klorit ± epidot ± kuarsa, zona ilit ± kaolinit ± kuarsa, zona pirofilit ± alunit ± kuarsa, dan zona dikit ± kaolinit ± kuarsa. Satuan Batupasir Gampingan tidak ditemukan alterasi diduga karena pembentukannya lebih muda dari periode aktif sistem hidrotermal. Mineralisasi yang berkembang berupa pirit, kalkosit, kalkopirit, kovelit, dan enargit dengan tekstur diseminasi, setempat, serta pengisian pada rekahan. Analisis kontrol struktur menunjukkan bahwa alterasi dan mineralisasi dikontrol oleh kombinasi struktur geologi dan litologi. Sesar geser mengiri berarah Timurlaut – Baratdaya, sesar geser menganan berarah Baratlaut – Tenggara, dan sesar turun berarah Utara – Selatan yang membentuk sistem conjugate berperan sebagai sesar syn-mineralisasi, sedangkan sesar turun berarah Timur – Barat yang berumur relatif paling muda merupakan sesar post-mineralisasi.

2026
👤 Penulis: Muh. Alfan Sakti Hidayat
🏷️ Geologi 🏷️ Alterasi Mineralisasi 🏷️ Struktur Geologi

STUDI GEOLOGI, ALTERASI, DAN MINERALISASI DI DAERAH TIRTOYUDO DAN SEKITARNYA, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR

Daerah Malang Selatan merupakan salah satu wilayah dengan kerangka tektonik margin aktif dan litologi batuan volkanik yang mendukung terbentuknya endapan logam bijih melalui aktivitas fluida hidrotermal. Penelitian ini membahas kondisi geologi, struktur, alterasi, dan mineralisasi di daerah Tirtoyudo dan sekitarnya, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Daerah ini berada pada Pegunungan Selatan yang merupakan bagian dari busur magmatik Sunda–Banda dan dipengaruhi oleh proses subduksi Lempeng Samudra Hindia serta kolisi Roo Rise pada kala Miosen. Penelitian dilakukan melalui pemetaan geologi, analisis petrografi dan mineragrafi, serta identifikasi mineral alterasi menggunakan ASD (Analytical Spectral Device). Hasil penelitian menunjukkan empat satuan batuan utama, yaitu Breksi Volkanik, Intrusi Andesit Porfiritik, Tuf Gelas, dan Breksi Hidrotermal. Struktur geologi yang berkembang didominasi oleh sesar geser mengiri berarah NE (northeast) – SW (southwest) yang berperan sebagai jalur utama migrasi fluida hidrotermal. Alterasi hidrotermal membentuk enam zona, yaitu zona silika; pirofilit ± dikit ± kuarsa; dikit ± kaolinit ± kuarsa; ilit ± kaolinit ± kuarsa; klorit ± smektit ± epidot ± kuarsa; serta smektit ± klorit ± karbonat. Mineralisasi ditemukan dalam bentuk diseminasi pirit, kalkopirit, dan kovelit, dengan asosiasi mineral yang menandakan sistem epitermal sulfidasi tinggi. Secara keseluruhan, geologi, pola alterasi, dan mineralisasi menunjukkan bahwa daerah penelitian berada pada lingkungan epitermal sulfidasi tinggi kedalaman dangkal hingga sedang yang dikontrol oleh struktur sesar geser berarah NE–SW.

2026
👤 Penulis: Adrian Ksatria Boediman
🏷️ Geologi 🏷️ Alterasi Mineralisasi 🏷️ Hidrologi

STUDI GEOLOGI, ALTERASO, DAN MINERALISASI DAERAH TEMPURSASI DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LUMAJANG, PROVINSI JAWA TIMUR

Minimnya studi terkait kondisi geologi, alterasi, dan mineralisasi pada Zona Pegunungan Selatan pada Pulau Jawa bagian timur menjadi suatu hal yang harus diperhatikan karena banyak ditemukan endapan mineral yang ada pada zona ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah memetakan kondisi geologi, alterasi, dan mineralisasi serta merekonstruksi sejarah geologi dan pembentukan endapan mineral di daerah Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi dengan skala 1:25.000 dan skala 1:1000 (detail), analisis petrografi dan mineragrafi, serta interpretasi data sekunder berupa lokasi pengamatan geologi, struktur geologi, dan data spektral hasil pembacaan analytical spectral device (ASD). Hasil penelitian menunjukkan tiga satuan geomorfologi berupa Dataran Aluvial Tempursari, Dataran Kaki Gunung Semeru, dan Perbukitan Sisa-Gunung-Api Lumajang. Satuan batuan yang tersusun di daerah penelitian, dari yang tertua, meliputi Lava Andesit Mandalika, Intrusi Andesit Hornblenda, Intrusi Andesit Piroksen, dan Breksi Tuf Wuni. Struktur geologi berupa dua sesar geser mengiri dengan orientasi timur laut–barat daya dan dua sesar geser menganan orientasi barat laut–tenggara. Zona alterasi yang teridentifikasi antara lain zona klorit, zona epidot-klorit, zona serisit, dan silisifikasi, yang mengindikasikan adanya aktivitas hidrotermal. Mineralisasi yang ditemukan berupa pirit yang tersebar, bintik-bintik kalkopirit, bintik-bintik kovelit, noda malakit, besi oksida, serta urat kuarsa-pirit dan pirit. Mineralisasi paling intens ditemukan pada Intrusi Andesit Hornblenda. Satuan batuan yang ada pada daerah penelitian terbentuk pada rentang umur Oligosen Akhir hingga Miosen Tengah, begitupun dengan perkembangan struktur geologinya. Jika dilihat dari zona alterasi dan mineralisasinya, indikasi endapan mineral yang terbentuk diinterpretasikan merupakan bagian atas dari sistem porfiri yang berasosiasi dengan fluida hidrotermal dan berkembang pada umur Oligosen Akhir hingga Miosen Awal.

2025
👤 Penulis: Daud Al Amin Rahmatulloh
🏷️ Geologi 🏷️ Alterasi Mineralisasi 🏷️ Hidrologi

GEOLOGI, ALTERASI, DAN MINERALISASI AREA SORI PANDA, DESA TOLO' OI, KABUPATEN SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT

Daerah penelitian terdapat di Desa Tolo’ Oi, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan hanya berjarak ±20 km dari Kecamatan Hu’u yang dipisahkan oleh Teluk Gempi. Penelitian dilakukan berdasarkan kemenerusan Busur Sunda–Banda yang menghasilkan sumber daya yang besar, seperti Batu Hijau, Elang–Dodo, Rintih, Hu’u dan diharapkan adanya potensi mineralisasi di Desa Tolo’ Oi, khususnya Daerah Sori Panda. Penelitian dilakukan dengan metode pemetaan geologi dengan skala 1:15000 pada daerah dengan luas 6,9 km2. Metode analisis yang digunakan berupa analisis petrografi dan mineragrafi serta analisis spektral. Daerah penelitian terdiri dari empat satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Aliran Lava Riwo, Satuan Punggungan Volkanik Riwo, Satuan Perbukitan Aliran Lava Panobu, dan Satuan Dataran Aluvial Panobu. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda, yaitu Satuan Breksi Piroklastik, Satuan Lava Andesit Hornblenda, Satuan Lava Andesit Piroksen, Satuan Breksi Hidrotermal, dan Satuan Endapan Aluvial. Sistem alterasi yang terdapat pada daerah penelitian adalah sistem epitermal sulfidasi tinggi yang terdiri dari empat zona alterasi, yaitu Zona Silisifikasi, Zona Kuarsa ± Pirofilit ± Dikit, Zona Kuarsa ± Kaolinit ± Dikit ± Monmorilonit ± Ilit, dan Zona Klorit ± Kalsit ± Monmorilonit. Proses alterasi tersebut dikontrol oleh adanya sesar berarah timur laut–barat daya dan litologi breksi piroklastik yang bersifat permeabel.

2024
👤 Penulis: Hunter Rajagukguk
🏷️ Geologi 🏷️ Alterasi Mineralisasi 🏷️ Hidrologi

GEOLOGI DAERAH MANGOLI TENGAH BAGIAN SELATAN, PULAU MANGOLI, KABUPATEN KEPULAUAN SULA, PROVINSI MALUKU UTARA

Pulau Mangoli sebagai area penelitian merupakan bagian dari mikrokontinen Banggai-Sula yang berasal dari Benua Australia dan telah mengalami proses tektonik yang kompleks hingga sampai pada keadaan geologi saat ini. Terjadinya proses geologi yang kompleks menjadikan area penelitian menarik untuk diteliti secara lebih mendalam, khususnya terkait studi pemetaan geologi lebih detail, alterasi, dan mineralisasi. Penelitian ini dilakukan sebagai studi awal dalam eksplorasi regional untuk menentukan karakteristik dan genesa dari kondisi geologi daerah Mangoli Tengah bagian selatan, serta kondisi alterasi dan mineralisasi yang berkembang di area penelitian yang lebih detail. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pemetaan lapangan dengan luas area 52 km2 untuk studi geologi dan 13 km2 untuk studi alterasi dan mineralisasi sebagai penelitian detail pada area Desa Paslal - Capalulu. Metode lain yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis petrografi, analisis mineragrafi, dan analisis kinematika struktur geologi sekunder. Daerah penelitian tersusun atas delapan satuan batuan berdasarkan persebaran litologi dan analisis geomorfologi, yaitu satuan batuan metamorf, granitoid biotit, granit pegmatit, lava riolit, serpih, intrusi diabas, intrusi andesit, dan aluvium. Pada area Desa Paslal – Capalulu ditemukan zona alterasi pada satuan batuan lava riolit, serpih, granitoid biotit, dan batuan metamorf. Zona alterasi terdiri dari zona kuarsa + klorit + serisit ± epidot dengan mineralisasi pirit, serisit + kuarsa + klorit ± kalsit dengan mineralisasi pirit dan kemungkinan sfalerit, kuarsa + illit + serisit, dan kuarsa + kalsit dengan mineralisasi pirit. Mineral bijih hadir dengan tekstur diseminasi dan setempat mengisi urat. Pada zona alterasi ini, ditemukan juga kehadiran mineral bijih lain berupa magnetit sebagai mineral logam serta hematit, goetit, dan limonit sebagai mineral hasil pelapukan.

2024
👤 Penulis: Ikhtiar Gympasca Rosali
🏷️ Geologi 🏷️ Alterasi Mineralisasi 🏷️ Banggai-Sula
💬