📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenDINAMIKA PERUBAHAN INSTITUSIONAL PADA MEGAPROYEK DALAM DIMENSI SKALA DAN WAKTU: STUDI KASUS GIANT SEA WALL (GSW) JAKARTA
Megaproyek adalah usaha berskala besar yang melibatkan banyak aktor dengan kepentingan berbeda, sehingga aspek institusional menentukan keberlangsungannya, dan megaproyek Giant Sea Wall (GSW) di pesisir utara Jakarta memuat dinamika ini, namun studi terdahulu cenderung parsial dan belum menempatkan GSW sebagai entitas institusional yang terus berubah. Penelitian ini menjelaskan bagaimana determinasi sosial, ekonomi, dan politik membentuk perubahan institusional serta konfigurasi peran aktor dalam GSW dari dimensi skala dan waktu. Penelitian ini juga menguji apakah dinamika tersebut menggeser tata kelola dari ketergantungan jalur (path dependence) menuju pembangunan yang lebih adaptif. Perubahan institusional yang merujuk pada ketergantungan jalur berpotensi pada kegagalan fungsi utama megaproyek infrastruktur yang direncanakan dengan mengabaikan opsi solusi lainnya. Penelitian bersifat kualitatif eksploratif dengan pendekatan longitudinal. Data sekunder berupa enam dokumen rencana, regulasi, dan arsip berita dilengkapi wawancara mendalam dengan aktor pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil. Analisis dilakukan dengan tiga metode. Analisis isi kualitatif longitudinal membaca perubahan pada enam aspek melalui empat mekanisme gradual. Process tracing merekonstruksi peristiwa eksogen dalam tiga fase dengan konsep critical junctures dan path dependence. Analisis aktor membaca distribusi kuasa melalui tiga dimensi kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan institusional GSW berlangsung empat belas tahun melalui akumulasi keputusan inkremental yang secara kolektif membentuk ulang kerangka institusional proyek tanpa satu reformasi tunggal yang mengganti kerangka lama. Kemudian, respons institusional terhadap peristiwa eksogen, baik itu sosial, ekonomi, dan politik, secara konsisten memperkuat jalur yang sudah terbentuk, menggerakkan proyek dari pilihan yang masih terbuka menuju lock-in. Dari sudut pandang tiga dimensi kekuasaan, pemerintah pusat memiliki otoritas paling besar yang dapat memengaruhi keputusan aktor oposisi, mengkonsolidasikan framing yang dibangun, serta memperkuat otoritasnya dengan membentuk lembaga yang memiliki mandat langsung dari presiden.