📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenDEALCOHOLIZATION OF FERMENTED GRAPE (VITIS VINIFERA) BEVERAGE USING MEMBRANE TECHNOLOGY FOR FUNCTIONAL BEVERAGE PRODUCTION
Minuman fermentasi anggur (Vitis vinifera) diketahui mengandung senyawa bioaktif dengan potensi sifat fungsional yang mendukung kesehatan. Namun, keberadaan etanol masih menjadi keterbatasan utama, khususnya di wilayah dengan regulasi konsumsi alkohol yang ketat dan meningkatnya permintaan terhadap minuman rendah alkohol. Dealkoholisasi muncul sebagai solusi untuk menghasilkan minuman fermentasi rendah alkohol. Penelitian ini mengevaluasi dealkoholisasi berbasis teknologi membran menggunakan vacuum membrane distillation (VMD) dan forward osmosis (FO) untuk menurunkan kadar etanol sekaligus mempertahankan senyawa volatil dan fungsional. VMD diterapkan sebagai tahap pra-perlakuan untuk pemulihan senyawa volatil pada suhu 30°C dan 40°C menggunakan membran hollow-fiber polypropylene (PP), sedangkan FO dilakukan menggunakan membran thin-film composite (TFC) dengan draw solution 1 M CaCl?, sukrosa 65% b/v, dan campuran CaCl?–sukrosa pada 25°C dan 15°C. Konsentrasi etanol, senyawa volatil, sifat fisikokimia, total phenols content (TPC), aktivitas antioksidan, dan morfologi permukaan membran dievaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VMD mampu memulihkan beberapa senyawa volatil, termasuk etil asetat, pentana, 3-metil-1-butanol, dan 2-metil-1-butanol. Operasi VMD pada suhu 30°C dinilai lebih menguntungkan karena membutuhkan energi yang lebih rendah. Dealkoholisasi dengan CaCl? mampu menurunkan konsentrasi etanol hingga 3,21%v/v dengan penurunan sebesar 69,6%, sedangkan proses terintegrasi VMD–FO menggunakan CaCl? mencapai penurunan etanol tertinggi sebesar 77,4%, menghasilkan minuman dengan kadar etanol 2,21%v/v. Total phenolic content sebagian besar tetap terjaga pada kisaran 213–400 mg GAE/L, sementara aktivitas antioksidan menunjukkan variasi yang bergantung pada perlakuan. Analisis SEM–EDS menunjukkan adanya deposit unsur kalsium (Ca) pada membran yang menggunakan CaCl?, mengindikasikan potensi reverse solute transport. Secara keseluruhan, VMD–FO merupakan pendekatan yang efektif untuk dealkoholisasi minuman fermentasi anggur karena memberikan penurunan etanol tertinggi sekaligus mempertahankan atribut mutu utama.
ELEKTRODA PASTA KARBON YANG DIMODIFIKASI TIO2 DAN POLIPIROL BERCETAKAN MOLEKUL UNTUK ANALISIS TBHQ SECARA VOLTAMMETRI
Tert-butilhidrokuinon (TBHQ) adalah senyawa antioksidan yang sering digunakan dalam industri makanan dan minuman untuk memperpanjang masa simpan dan mencegah oksidasi. Batas wajar penggunaan antioksidan TBHQ yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI 01-0222-1995) yaitu tidak lebih dari 200 mg/kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan elektroda pasta karbon (EPK) yang dimodifikasi dengan TiO2 dan polipirol bercetakan molekul untuk mendeteksi TBHQ secara voltammetri. TiO2 digunakan untuk meningkatkan sensitivitas elektroda sementara polipirol secara Molecularly Imprinted Polymer (MIP) digunakan sebagai elemen selektif untuk mengenali dan memperbaiki kinerja elektroda untuk deteksi TBHQ. Berdasarkan penelitian, EPK yang dimodifikasi dengan TiO2 melalui metode tetes pada permukaan EPK dengan konsentrasi 15 mg/mL TiO2 dan komposisi TBHQ:Ppy 1:3 dengan jumlah siklus elektropolimerisasi sebanyak 15 siklus merupakan komposisi optimum yang mampu meningkatkan sensitivitas dan selektivitas EPK terhadap TBHQ berdasarkan arus puncak oksidasi tertinggi yang dihasilkan. Kondisi optimum pengukuran TBHQ adalah TBHQ dalam PBS pH 7 menggunakan teknik voltammetri gelombang persegi. Penentuan kinerja elektroda dilihat dari keberulangan pengukuran TBHQ menggunakan 1 EPK (standar deviasi relatif 2,127) dan kebolehulangan pembuatan 3 EPK (standar deviasi relatif 3,111). Analisis laju pindai menunjukkan bahwa proses yang terjadi pada permukaan elektroda dikontrol oleh proses difusi. EPK termodifikasi ini memilikki tiga rentang kerja konsentrasim yaitu, 0,001-0,01mM (R2=0,995), 0,01-0,1 mM (R2=0,991), dan 0,1-1 mM (R2=0,991), dengan limit deteksi sebesar 0,455 ?M. Sementara untuk pengukuran TBHQ di dalam sampel minyak bumbu mie instan memberikan hasil 86,21 mg/kg dan 91,07 mg/kg berturut-turut untuk metode voltammetri dan HPLC. Dengan demikian, EPK termodifikasi TiO2 dan polipirol bercetakan molekul dapat digunakan untuk menganalisis TBHQ secara voltammetri dengan kinerja yang baik.