📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

KARAKTERISASI ZONA DAN JENIS TUTUPAN DASAR PERAIRAN TERUMBU KARANG PULAU SEMAK DAUN, KEPULAUAN SERIBU.

Tugas akhir ini bertujuan untuk mendapatkan profil zona morfologi dan jenis tutupan dasar perairan pada ekosistem terumbu karang. Metode yang digunakan adalah dengan mengkombinasikan informasi dari data batimetri, foto udara, citra satelit dan data hasil inspeksi bawah air. Daerah penelitian terletak di Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu yang dikelilingi dataran karang seluas 12 km2. Penelitian secara mendetail dilakukan pada jalur sepanjang 5.2 km. Interpretasi dengan melihat kesamaan secara visual pada foto udara beresolusi 0.25 m x 0.25 m digunakan untuk mengklasifikasi jenis tutupan dasar perairan dan dihasilkan sebanyak 58% berupa pasir, 22% berupa karang serta kombinasi karang dan pasir sebanyak 20%. Persentase kesesuaian hasil interpretasi foto udara dengan kondisi nyata di lapangan adalah sebesar 63%. Hasil klasifikasi ini digabungkan dengan data batimetri serta rekaman radiometrik citra satelit SPOT (Satellite Pour l’Observation de la Terre) beresolusi 10 m x 10 m untuk mengestimasi kedalaman. Pada penelitian ini digunakan true colour hijau yang merupakan kombinasi 0.25 band hijau dan 0.75 band near infrared dengan asumsi densitas atmosfer, permukaan air dan kolom air bersifat homogen. Nilai laju pelemahan total memegang peranan penting dalam mengestimasi kedalaman pada masing-masing jenis tutupan dasar perairan. Dari hasil perhitungan diperoleh profil kedalaman dengan tutupan dasar perairan berupa karang dengan akurasi sebesar 2.032 m dan pasir dengan akurasi sebesar 3.225 m. Profil kedalaman pada jalur penelitian berguna untuk mengklasifikasi zona morfologi dan dihasilkan bentukan berupa reef slope, reef flat, laguna dan moat.

2026
👤 Penulis: Fineza Ilova
🏷️ Terumbu Karang 🏷️ Analisis Batimetri 🏷️ Klasifikasi Tutupan Dasar Perairan

PEMANAFAATAN INFORMASI BATIMETRI UNTUK KEPERLUAN PELETAKAN PIPA BAWAH LAUT

Survei batimetri merupakan bagian dari survei hidrografi dimana dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satu manfaat survei batimetri adalah untuk peletakan pipa bawah laut. Untuk melakukan survei batimetri dalam keperluan peletakan pipa sangat dibutuhkan ketelitian yang tinggi agar tidak terjadi kesalahan pemberian informasi pada pengguna. Studi kasus dalam tugas akhir ini dilakukan di Perairan Tanjung Priok. Dalam survei ini data yang diperoleh meliputi data kedalaman dan posisi titik fiks perum serta data pengamatan pasut Pulau Damar. Kualitas dari survei ini memenuhi ketelitian yang disyaratkan dimana dari data pengecekan kedalaman pada jalur utama dan jalur silang memenuhi kesalahan maksimum (?) = . Jalur pipa yang akan ditentukan sedapat mungkin aman, memudahkan proses pemasangan pipanya, dan mempunyai jarak terpendek. Jalur pipa yang ditentukan pada survei ini merupakan jalur pipa yang dianalisis dari data batimetri dimana diperoleh jalur pipa yang melewati tengah-tengah koridor survei yang sesuai dengan yang direncanakan.

2026
👤 Penulis: Hendri Yanto
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Batimetri 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

APLIKASI MULTIBEAM ECHOSOUNDER UNTUK IDENTIFIKASI BANGKAI KAPAL

Berbagai kegiatan survei hidrografi dapat dilakukan di wilayah perairan Indonesia yang begitu luas. Salah satu kegiatan survei hidrografi adalah survei batimetri. Survei batimetri merupakan kegiatan pengukuran kedalaman pada suatu wilayah lautan. Survei batimetri dapat menunjukan informasi tentang kedalaman dan informasi tentang dasar laut. Survei batimetri dapat dilakukan dengan menggunakan multibeam echosounder yang memiliki berbagai aplikasi yang menunjang kegiatan survei di laut. Multibeam echosounder dapat menghasilkan data batimetri dengan resolusi tinggi. Dengan mendapatkan titik-titik kedalaman, multibeam echosounder dapat mendeteksi keberadaan objek yang berada di bawah permukaan laut. Salah satu objek yang dapat di deteksi oleh multibeam echosounder adalah bangkai kapal. Keberadaan bangkai kapal dapat mempengaruhi penentuan jalur pelayaran serta kegiatan pembangunan infrastruktur dibawah laut. Dengan menggunakan multibeam echosounder dapat dilakukan identifikasi lokasi keberadaan bangkai kapal dan dimensi dari bangkai kapal.

2026
👤 Penulis: RAMA OZRINDO (NIM: 15109071); Pembimbing: Ir. Samsul Bachri, M.Eng. Ph.D
🏷️ Multibeam Echosounder 🏷️ Analisis Batimetri 🏷️ Geologi Laut
💬