📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenPERANCANGAN PERENCANAAN KEBUTUHAN PEGAWAI DSDM, DKST, DITMAWA, DAN BIRO ADUM ITB BERDASARKAN ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE WORK SAMPLING
Tenaga kependidikan dan dosen adalah komponen yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan kependidikan dan menghasilkan mutu lulusan perguruan tinggi yang baik. Maka dari itu, perencanaan pegawai di ITB merupakan hal penting, salah satunya di Unit Kerja Pendukung (UKP). Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) mengalami kesulitan untuk menentukan kebutuhan pegawai karena belum memiliki kebijakan perencanaan pegawai. Kebijakan perencanaan pegawai perlu mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya adalah beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja sehingga dapat memetakan usulan perencanaan kebutuhan pegawai di Direktorat Sumber Daya Manusia, Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi, Direktorat Kemahasiswaan, dan Biro Administrasi Umum ITB. Keempat direktorat tersebut terpilih karena perbedaan karakteristik pekerjaan dan tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode pengukuran waktu kerja langsung (direct time study) melalui work sampling yang divalidasi dengan pencatatan aktivitas melalui logbook dan Focus Group Discussion (FGD). Pengamatan dilakukan secara acak selama jam kerja operasional untuk memperoleh proporsi aktivitas produktif dan nonproduktif. Data hasil pengamatan kemudian diuji keseragamannya dan disesuaikan menggunakan faktor performance rating, allowance, indeks lembur, serta fluktuasi beban kerja tahunan. Selanjutnya, kebutuhan pegawai dihitung berdasarkan beban kerja pada masing-masing seksi maupun subdirektorat. Identifikasi beban kerja dilakukan pada 24 seksi atau subdirektorat yang tersebar di 4 UKP. Sebanyak 18 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja (BK) normal, 5 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja underload, dan 1 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja overload. Penelitian ini menghasilkan 8 seksi atau subdirektorat dengan skenario tidak lembur (0,9 < BK ? 1) dan 6 seksi atau subdirektorat dengan skenario lembur (1 < BK ? 1,26) yang mendominasi. Sebanyak 10 seksi atau subdirektorat tidak menghasilkan skenario yang mendominasi sehingga terdapat skenario tidak lembur atau lembur yang dapat diusulkan. Usulan kebutuhan pegawai yang dirancang mempertimbangkan target beban kerja dan kondisi operasional organisasi. Penelitian ini juga mengusulkan redistribusi pekerjaan, penerapan cross functioning pada periode sibuk, serta pemanfaatan teknologi sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia.
PERANCANGAN PERENCANAAN KEBUTUHAN PEGAWAI DSDM, DKST, DITMAWA, DAN BIRO ADUM ITB BERDASARKAN ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE WORK SAMPLING
Tenaga kependidikan dan dosen adalah komponen yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan kependidikan dan menghasilkan mutu lulusan perguruan tinggi yang baik. Maka dari itu, perencanaan pegawai di ITB merupakan hal penting, salah satunya di Unit Kerja Pendukung (UKP). Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) mengalami kesulitan untuk menentukan kebutuhan pegawai karena belum memiliki kebijakan perencanaan pegawai. Kebijakan perencanaan pegawai perlu mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya adalah beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja sehingga dapat memetakan usulan perencanaan kebutuhan pegawai di Direktorat Sumber Daya Manusia, Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi, Direktorat Kemahasiswaan, dan Biro Administrasi Umum ITB. Keempat direktorat tersebut terpilih karena perbedaan karakteristik pekerjaan dan tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode pengukuran waktu kerja langsung (direct time study) melalui work sampling yang divalidasi dengan pencatatan aktivitas melalui logbook dan Focus Group Discussion (FGD). Pengamatan dilakukan secara acak selama jam kerja operasional untuk memperoleh proporsi aktivitas produktif dan nonproduktif. Data hasil pengamatan kemudian diuji keseragamannya dan disesuaikan menggunakan faktor performance rating, allowance, indeks lembur, serta fluktuasi beban kerja tahunan. Selanjutnya, kebutuhan pegawai dihitung berdasarkan beban kerja pada masing-masing seksi maupun subdirektorat. Identifikasi beban kerja dilakukan pada 24 seksi atau subdirektorat yang tersebar di 4 UKP. Sebanyak 18 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja (BK) normal, 5 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja underload, dan 1 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja overload. Penelitian ini menghasilkan 8 seksi atau subdirektorat dengan skenario tidak lembur (0,9 < BK ? 1) dan 6 seksi atau subdirektorat dengan skenario lembur (1 < BK ? 1,26) yang mendominasi. Sebanyak 10 seksi atau subdirektorat tidak menghasilkan skenario yang mendominasi sehingga terdapat skenario tidak lembur atau lembur yang dapat diusulkan. Usulan kebutuhan pegawai yang dirancang mempertimbangkan target beban kerja dan kondisi operasional organisasi. Penelitian ini juga mengusulkan redistribusi pekerjaan, penerapan cross functioning pada periode sibuk, serta pemanfaatan teknologi sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia.
PERANCANGAN PERENCANAAN KEBUTUHAN PEGAWAI DSDM, DKST, DITMAWA, DAN BIRO ADUM ITB BERDASARKAN ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE WORK SAMPLING
Tenaga kependidikan dan dosen adalah komponen yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan kependidikan dan menghasilkan mutu lulusan perguruan tinggi yang baik. Maka dari itu, perencanaan pegawai di ITB merupakan hal penting, salah satunya di Unit Kerja Pendukung (UKP). Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) mengalami kesulitan untuk menentukan kebutuhan pegawai karena belum memiliki kebijakan perencanaan pegawai. Kebijakan perencanaan pegawai perlu mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya adalah beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja sehingga dapat memetakan usulan perencanaan kebutuhan pegawai di Direktorat Sumber Daya Manusia, Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi, Direktorat Kemahasiswaan, dan Biro Administrasi Umum ITB. Keempat direktorat tersebut terpilih karena perbedaan karakteristik pekerjaan dan tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode pengukuran waktu kerja langsung (direct time study) melalui work sampling yang divalidasi dengan pencatatan aktivitas melalui logbook dan Focus Group Discussion (FGD). Pengamatan dilakukan secara acak selama jam kerja operasional untuk memperoleh proporsi aktivitas produktif dan nonproduktif. Data hasil pengamatan kemudian diuji keseragamannya dan disesuaikan menggunakan faktor performance rating, allowance, indeks lembur, serta fluktuasi beban kerja tahunan. Selanjutnya, kebutuhan pegawai dihitung berdasarkan beban kerja pada masing-masing seksi maupun subdirektorat. Identifikasi beban kerja dilakukan pada 24 seksi atau subdirektorat yang tersebar di 4 UKP. Sebanyak 18 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja (BK) normal, 5 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja underload, dan 1 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja overload. Penelitian ini menghasilkan 8 seksi atau subdirektorat dengan skenario tidak lembur (0,9 < BK ? 1) dan 6 seksi atau subdirektorat dengan skenario lembur (1 < BK ? 1,26). Sebanyak 14 seksi atau subdirektorat tersebut tidak memiliki skenario yang mendominasi antara skenario tanpa lembur dan lembur. Sebanyak 10 seksi atau subdirektorat menghasilkan skenario tidak lembur atau lembur. Usulan kebutuhan pegawai yang dirancang mempertimbangkan target beban kerja dan kondisi operasional organisasi. Penelitian ini juga mengusulkan redistribusi pekerjaan, penerapan cross functioning pada periode sibuk, serta pemanfaatan teknologi sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia.
OPTIMASI JUMLAH KEPEGAWAIAN DAN PENGANGGARAN PERSONEL MELALUI DESKRIPSI JABATAN YANG TERSTANDAR DAN ANALISIS BEBAN KERJA: STUDI KASUS PROYEK-PROYEK DIREKTUR OPERASI 1 DI PT WIJAYA KARYA (PERSERO) TBK
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah bisnis yang krusial dalam mengoptimalkan tingkat kepegawaian dan merampingkan penganggaran personel di PT Wijaya Karya (Persero) TBK, melalui standarisasi deskripsi pekerjaan dan penentuan jumlah personel yang optimal. Penelitian ini didorong oleh tiga pertanyaan penelitian utama: bagaimana menstandardisasi deskripsi pekerjaan turunan untuk klasifikasi proyek menengah, bagaimana menentukan jumlah karyawan kontrak yang optimal untuk setiap proyek, dan bagaimana mengestimasi standar anggaran yang tepat untuk biaya personel. Metodologi ini melibatkan penggunaan perangkat Lean Office, khususnya format "Standardize Work" dan Workload Analysis (WLA), yang diterapkan pada data yang dikumpulkan dari 26 proyek skala menengah. Analisis menyeluruh terhadap deskripsi pekerjaan yang ada menghasilkan daftar peran dan tanggung jawab yang disederhanakan, yang divalidasi oleh para ahli dari departemen Komersial, Teknik, dan Keuangan & Sumber Daya Manusia. Proses standardisasi ini menghasilkan pengurangan turunan deskripsi pekerjaan yang berulang dan tumpang tindih, dengan bagian Komersial mengurangi deskripsi pekerjaan dari 81 menjadi 74, Teknik dari 37 menjadi 21, dan Keuangan & HC dari 34 menjadi 24. Pengurangan ini meningkatkan kejelasan peran dan efisiensi di seluruh bagian. Tingkat kepegawaian yang optimal ditentukan dengan menganalisis waktu kerja rata-rata dan memvalidasi angka-angka ini melalui penilaian ahli. Di bagian Keuangan & SDM, ukuran tim dioptimalkan dari 6 menjadi 5 karyawan, meningkatkan waktu kerja individu dari 430 menjadi 516 menit per hari. Pada divisi Teknik, jumlah karyawan dikurangi dari 9 menjadi 8 orang, sehingga waktu kerja harian meningkat dari 445,60 menjadi 500,63 menit per orang. Pada bagian Komersial, jumlah karyawan dikurangi dari 6 menjadi 5 orang, dengan waktu kerja meningkat dari 444 menjadi 532,80 menit per hari. Penyesuaian ini memastikan keselarasan dengan kebutuhan praktis dan operasional, mencegah kekurangan maupun kelebihan staf, sehingga alokasi sumber daya menjadi lebih efisien. Standar anggaran yang tepat untuk biaya personel dikembangkan dengan membandingkan data historis dan terkini, mengidentifikasi tren dan perbedaan. Biaya personel pada bagian Keuangan & SDM dikurangi sebesar Rp 243,69 juta agar sesuai dengan standar. Pada bagian Teknik, pengurangan sebesar Rp 213,91 juta, dan pada bagian Komersial sebesar Rp 127,02 juta. Penyesuaian ini memfasilitasi terciptanya tolok ukur anggaran yang akurat, sehingga perencanaan keuangan dan pengendalian pengeluaran personel menjadi lebih baik. Kata kunci: optimasi staf, standarisasi deskripsi pekerjaan, penganggaran personel, analisis beban kerja, alat Lean Office, efisiensi operasional, industri konstruksi