📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

STUDI PENURUNAN MUKA TANAH SERTA IDENTIFIKASI KERUGIANAKIBAT PENURUNAN MUKA TANAH DI CEKUNGAN BANDUNG

Penurunan muka tanah merupakan fenomena yang banyak terjadi di kota – kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Penurunan muka tanah di Cekungan Bandung diduga disebabkan oleh pengambilan airtanah secara berlebihan, kompaksi alamiah, beban bangunan dan pengaruh tektonik. Penurunan muka tanah di Cekungan Bandung juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi seperti kerusakan pada bangunan, infrastruktur, dan memperparah genangan banjir. Pemantauan penurunan muka tanah di Cekungan Bandung telah dilakukan dengan metode survey GPS dari tahun 2000 sampai 2010 di beberapa daerah yang diduga mengalami penurunan muka tanah dan penurunan muka airtanah yang relatif besar. Survey lapangan juga dilakukan di Cekungan Bandung untuk mengidentifikasi kerugian ekonomi yang mungkin timbul akibat penurunan muka tanah. Hasil pengolahan data GPS menunjukkan pada periode tahun 2000 sampai 2010 beberapa daerah di Cekungan Bandung telah mengalami penurunan muka tanah sebesar 1 sampai 16 cm pertahun yang bervariasi baik secara spasial maupun temporal. Hal ini disebabkan oleh pengambilan airtanah yang berlebihan dan juga proses kompaksi alamiah. Penurunan muka tanah yang paling besar dialami oleh daerah - daerah yang mengalami penurunan muka airtanah yang besar pula seperti Cimahi, Dayeuhkolot, Rancaekek dan Majalaya. Kerugian ekonomi telah teridentifikasi di wilayah terdampak seperti retakan pada dinding bangunan dan jalan tol, biaya untuk menaikkan halaman rumah, dan memperparah genangan banjir. Pemantauan terhadap penurunan muka tanah ini berguna untuk pengaturan pengambilan airtanah, pengendalian banjir, konservasi lingkungan, serta pengambilan keputusan dalam pembangunan infrastruktur.

2026
👤 Penulis: Edward
🏷️ Geologi 🏷️ Manajemen Lingkungan 🏷️ Analisis Data Geospasial

PENGEMBANGAN APLIKASI DETEKSI KERUSAKAN JALAN BERBASIS UAV DENGAN MODEL ALGORITMA YOLO

Infrastruktur jalan memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang aktivitas mobilitas masyarakat dan distribusi barang, namun kondisi infrastruktur jalan yang sering mengalami kerusakan memerlukan pemantauan rutin. Metode inspeksi manual yang umum digunakan memiliki beberapa keterbatasan seperti waktu pemeriksaan yang lama, biaya operasional yang tinggi, tingkat akurasi yang rendah, serta risiko keselamatan bagi petugas inspeksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi deteksi kerusakan jalan berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UA V) menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once), yang merupakan metode deteksi objek berbasis Deep Learning. Penelitian ini mencakup persiapan dataset melalui pengumpulan data, anotasi, augmentasi data untuk memperkaya variasi dataset, serta pelatihan berbagai konfigurasi model YOLO untuk mendapatkan performa terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terpilih, yaitu YOLOv8n dengan augmentasi brightness, berhasil mencapai tingkat precision sebesar 76% dan mean Average Precision (mAP50) sebesar 72.1 %. Pengujian terhadap data lapangan yang beragam berhasil membuktikan hipotesis dengan menunjukkan precision sebesar 71.5% dan mAP50 sebesar 64. 7%, yang melampaui target minimal yang telah ditetapkan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian algoritma YOLO dengan teknologi UA V untuk aplikasi deteksi kerusakan jalan secara efisien dan akurat. Hasil penelitian berupa data hasil deteksi yang tersinkronisasi dengan koordinat GPS disimpan dalam cloud storage Microsoft Azure, dan ditampilkan melalui antarmuka website yang informatif dan interaktif. Evaluasi terhadap antarmuka pengguna menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata sebesar 95, yang menunjukkan bahwa sistem ini memberikan kontribusi positif terhadap kemudahan penggunaan dan kepuasan pengguna secara umum.

2025
👤 Penulis: Dennys Yudhystira Hutapea
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Geospasial 🏷️ Manajemen Infrastruktur Jalan

ANALISIS KUALITAS DATA GEOSPASIAL AWAN TITIK PADA INTEGRASI METODE TRANSFORMASI KONFORMASL 3 DIMENSI

Tidak ada deskripsi.

2025
👤 Penulis: Resy Meilani
🏷️ Geofisika 🏷️ Transformasi Geometri 🏷️ Analisis Data Geospasial

ANALISIS REGANGAN PULAU JAWA BERDASARKAN DATA GPS TAHUN 2010-2022

Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak gugusan pulau, salah satu pulau terbesarnya adalah Pulau Jawa. Pulau Jawa saat ini menjadi pulau terpadat di Indonesia dengan tingkat kepadatan mencapai 1.015,9 jiwa per km2. Berdasarkan pada beberapa catatan gempa seperti gempa Yogyakarta pada tahun 2006, gempa Tasikmalaya pada tahun 2009, dan gempa Pangandaran pada tahun 2006, Pulau Jawa termasuk daerah yang sering dilanda gempa bumi. Hal ini berkaitan erat dengan keberadaan zona tumbukan Lempeng Australia dan Lempeng Eurasia. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis kecepatan regangan di Pulau Jawa menggunakan Global Positioning System (GPS). Data yang digunakan merupakan data primer yang telah terkonversi dalam bentuk solusi harian yang berasal dari 71 titik stasiun milik Badan Informasi Geospasial (BIG) di Pulau Jawa. Hasil perhitungan kecepatan deformasi menunjukkan bahwa untuk wilayah Jawa bagian timur, pergerakan rata-rata mengarah ke arah timur laut. Untuk wilayah Jawa bagian tengah dan Jawa bagian barat, memiliki arah kecepatan deformasi yang bervariasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa besaran deformasi di wilayah Jawa bagian timur memiliki variasi antara 0.08 cm/tahun hingga 0.48 cm/tahun. Kemudian, untuk wilayah Jawa bagian tengah dan Jawa bagian barat memiliki variasi besaran deformasi antara 0.11 cm/tahun hingga 0.64 cm/tahun dan 0.04 cm/tahun hingga 0.56 cm/tahun. Perhitungan kecepatan regangan utama di Pulau Jawa menunjukkan bahwa regangan utama bernilai >11 microstrain/tahun dan nilai regangan utama bernilai <1 microstrain/tahun. Hasil perhitungan kecepatan dilatasi didapatkan bahwa terdapat wilayah yang mengalami kompresi <-3 microstrain/tahun. Berdasarkan hasil perhitungan regangan geser maksimum didapatkan bahwa secara umum, nilai regangan geser maksimum di Pulau Jawa adalah >1 microstrain/tahun.

2024
👤 Penulis: Andrea Zalfa Waloyo
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Data Geospasial 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PETA KADASTER KELAUTAN INDONESIA

Hingga kini, penyelenggaraan kelautan Indonesia mengacu pada peraturan seperti UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3, UU No. 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-pulau Kecil, dan UU No. 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan. Namun, belum ada peraturan yang secara menyeluruh mengatur Kadaster Kelautan, sehingga perencanaan, pengelolaan, dan pengambilan keputusan terkait dengan sumber daya di laut dan wilayah pesisir masih belum optimal, seperti di Sumatera Barat. Permasalahan utama dalam Kadaster Kelautan adalah ketiadaan spesifikasi teknis baku untuk pembuatan Peta Kadaster Kelautan, terutama di wilayah pesisir yang memiliki masalah seperti alih fungsi lahan hutan bakau. Diperlukan pengolahan data geospasial dan analisis melalui Peta Kadaster Kelautan untuk mendukung pengambilan keputusan dan pemenuhan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait dengan sumber daya di laut dan wilayah pesisir masih belum optimal, seperti di Sumatera Barat. Permasalahan utama dalam Kadaster Kelautan adalah ketiadaan spesifikasi teknis baku untuk pembuatan Peta Kadaster Kelautan, terutama di wilayah pesisir yang memiliki masalah seperti alih fungsi lahan hutan bakau. Diperlukan pengolahan data geospasial dan analisis melalui Peta Kadaster Kelautan untuk mendukung pengambilan keputusan dan pemenuhan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait penjagaan ekosistem laut.

2024
👤 Penulis: Amira Khairunissa
🏷️ Geospasial 🏷️ Kadaster Kelautan 🏷️ Analisis Data Geospasial
💬