📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 10 dokumenEVALUASI PEMANFAATAN RUANG PUBLIK ALUN-ALUN CIAMIS PASCA REVITALISASI BERDASARKAN PERSEPSI PENGUNJUNG DENGAN KONSEP PLACEMAKING
Revitalisasi Alun-Alun Ciamis bertujuan untuk menambah RTH dan RTP, relokasi PKL, penataan parkir, dan penambahan fasilitas lain agar ruang lebih inklusif. Di tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan revitalisasi di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menggabungkan Alun-Alun Ciamis Wetan dan Alun-Alun Ciamis Kulon serta menambah sarana prasarana. Tahun 2024, pemerintah kembali merevitalisasi dengan menyediakan gedung parkir dan kuliner agar ruang publik bertambah dan tetap memenuhi kebutuhan fasilitas pengunjung. Meskipun sudah lengkap dan menarik secara visual, penambahan fasilitas baru memengaruhi kualitas dan pola aktivitas pemanfaatan ruang. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi Alun-Alun Ciamis pasca revitalisasi berdasarkan persepsi pengunjung dengan konsep placemaking, teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, observasi, wawancara, dan studi literatur, serta metode analisis data berupa analisis konten, deskriptif kuantitatif, dan deskriptif kualitatif. Penelitian membandingkan kondisi sebelum dan setelah revitalisasi ditinjau dari fasilitas dan pemanfaatan ruang, dengan kesimpulan menunjukkan bahwa pasca revitalisasi berdasarkan persepsi, Alun-Alun Ciamis terdapat peningkatan dibanding sebelum revitalisasi dan sudah sesuai dengan keempat komponen placemaking. Meskipun masih perlu adanya perbaikan dalam aksesibilitas, keterhubungan, kebersihan, dan kenyamanan. Rekomendasi mencakup aksesibilitas, keterhubungan, kebersihan, dan kenyamanan yang harus ditingkatkan agar ruang tercipta lebih inklusif.
KAJIAN ASUPAN NATRIUM MELALUI POLA KONSUMSI HARIAN PADA MAHASISWA DI KOTA BANDUNG
Asupan natrium yang berlebih dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Di berbagai negara, asupan natrium secara umum telah melebihi batas rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data asupan natrium harian pada mahasiswa di Kota Bandung dibandingkan terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai kelompok usia dan jenis kelamin serta batas asupan harian natrium menurut WHO. Pada penelitian ini, 436 responden mahasiswa dari 23 perguruan tinggi di Kota Bandung ikut berperan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode food recall 24 jam yang disampaikan secara online. Konversi asupan makanan menjadi satuan gram dilakukan menggunakan acuan literatur. Kuantifikasi natrium dalam sampel mengacu pada Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) dan website Fat Secret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata 62,4% responden mengalami kelebihan asupan natrium. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden belum memiliki pola asupan natrium yang sesuai AKG sehingga perlu dipertimbangkan upaya korektif, misalnya reformulasi produk pangan tinggi natrium, pemberian edukasi, serta rekomendasi perbaikan pola makan sebagai upaya mitigasi risiko kesehatan akibat asupan natrium berlebih.
ANALISIS DESKRIPTIF KECUKUPAN ASUPAN NATRIUM DAN KALIUM PADA USIA 40 TAHUN KE ATAS DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN METODE FOOD RECALL 24 JAM
Latar Belakang: Asupan natrium dan kalium yang tidak seimbang dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan, khususnya pada populasi dewasa. Ketidakcukupan asupan kalium dan kelebihan asupan natrium seringkali menjadi masalah gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data asupan natrium dan kalium pada kelompok usia 40 tahun ke atas di Kota Bandung untuk penilaian kecukupan asupan kedua mineral tersebut. Metode: Penelitian deskriptif observasional menggunakan pendekatan potong lintang yang melibatkan penduduk Kota Bandung berusia ?40 tahun serta besaran ukuran sampel menggunakan rumus Slovin. Data asupan makanan dikumpulkan melalui wawancara food recall 24 jam menggunakan pendekatan multi-tahap. Kuantifikasi natrium dan kalium dalam masing-masing sampel mengacu pada Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) dan website Fat Secret. Tingkat kecukupan gizi dikaji dari perbandingan asupan individu terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG). Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk asupan natrium dan kalium, serta pola makan tertentu. Hasil: Rata-rata total asupan harian natrium adalah 1874,67 ± 887,65 mg/hari pada hari kerja dan 1937,88 ± 880,42 mg/hari pada akhir pekan. Rata-rata total asupan harian kalium adalah 1918,32 ± 733,26 mg/hari pada hari kerja dan 2009,22 ± 769,16 mg/hari pada akhir pekan. Pada hari kerja, proporsi pemenuhan natrium berlebih (?120 %AKG) 54,59 %, cukup (90–119 %AKG) 19,27 %, defisit ringan (80–89 %AKG) 6,42 %, defisit sedang (70–79 %AKG) 6,65 %, dan defisit berat (<70 %AKG) 13,07 %; sedangkan pada akhir pekan masingmasing 55,40 %, 23,22 %, 6,21 %, 7,13 %, dan 8,05 %. Sementara itu, seluruh responden (baik hari kerja maupun akhir pekan) tidak ada yang memenuhi kecukupan %AKG kalium yang direkomendasikan. Pola makan memengaruhi asupan natrium dan kalium; responden yang tidak makan pagi memiliki asupan natrium dan kalium paling rendah. Kesimpulan: Lebih dari 50% responden usia 40 tahun ke atas di Kota Bandung mengalami kelebihan asupan natrium, sedangkan yang mengalami defisit sedang dan berat, kurang dari 20%. Hal tersebut, dapat menjadi indikasi awal perlunya upaya pengendalian asupan natrium, mengingat kelebihan asupan natrium merupakan salah satu faktor risiko penyebab hipertensi. Sebaliknya, inikasi defisiensi kalium yang dialami oleh seluruh responden, perlu menjadi perhatian dan ada upaya korektif, misalnya melalui suplementasi.
TEKNIK PENYEIMBANGAN KELAS DENGAN METODE SMOTE DAN ADASYN PADA SINYAL EEG SATU KANAL UNTUK PROSES KLASIFIKASI TAHAPAN TIDUR
Ketidakseimbangan data pada klasifikasi tahapan tidur menggunakan sinyal EEG satu kanal dapat menyebabkan model cenderung bias terhadap kelas mayoritas, sehingga menurunkan akurasi prediksi kelas minoritas. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas teknik oversampling, yaitu SMOTE dan ADASYN, dalam meningkatkan keseimbangan prediksi pada model machine learning (Random Forest, Decision Tree) dan deep learning (AttnSleep). Dataset yang digunakan adalah Sleep-EDF-20 dan Sleep-EDF-78 dengan rasio oversampling 1:1, 1:2, dan 1:3. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada model machine learning, metode SMOTE dengan rasio 1:3 memberikan performa terbaik dalam meningkatkan keseimbangan prediksi. Pada Random Forest dengan dataset Sleep-EDF-20, SMOTE (1:3) meningkatkan Macro F1-Score (MF1) dari 66,51% menjadi 68,19% (+1,68%), Macro-Averaged G-Mean (MGm) dari 76,14% menjadi 79,19% (+3,05%), dengan penurunan akurasi yang minimal dari 77,75% menjadi 77,07% (-0,68%). Hasil serupa terlihat pada model Decision Tree dengan MF1 meningkat dari 63,24% menjadi 65,51% (+2,27%) dan MGm dari 74,06% menjadi 77,84% (+3,78%), dengan penurunan akurasi sebesar 0,90%. Teknik ADASYN (1:3) juga memberikan hasil yang kompetitif, meskipun sedikit di bawah SMOTE (1:3). Sebaliknya, pada model deep learning AttnSleep, penerapan teknik oversampling justru menurunkan performa secara keseluruhan. Pada dataset Sleep-EDF-20, SMOTE (1:3) menurunkan MF1 dari 78,68% menjadi 78,11% dan MGm dari 86,89% menjadi 85,73%, meskipun akurasi sedikit meningkat dari 84,11% menjadi 84,61% (+0,50%). ADASYN (1:3) memberikan pola serupa, dengan MF1 turun menjadi 78,44% dan MGm menjadi 86,23%. Dengan demikian, peningkatan jumlah sampel kelas minoritas yang tidak terlalu agresif, seperti SMOTE (1:3) direkomendasikan untuk meningkatkan keseimbangan prediksi pada model machine learning, sedangkan teknik oversampling tidak efektif pada model deep learning.
PEMANTAUAN DENYUT JANTUNG SECARA NIRKONTAK BERBASIS APLIKASI SMARTPHONE
Penyakit jantung adalah penyebab kematian utama di dunia, terutama di kalangan usia lanjut, yang sering kali diakibatkan oleh kurangnya pemantauan sejak usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pemantauan denyut jantung yang ditargetkan pada kalangan muda, dengan tujuan mencegah penyakit jantung di masa depan. Alat ini dikembangkan dalam bentuk aplikasi smartphone yang menggunakan video selfie, metode yang familiar bagi generasi muda. Aplikasi ini menggunakan kamera RGB dan metode remote Photoplethysmography (rPPG) berdasarkan teknik Plane-Orthogonal-to-Skin (POS), dan diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman Java dan Python, terintegrasi melalui framework Chaquopy. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi sensitivitas terhadap kondisi pencahayaan, pengaruh variabilitas, dan durasi pemrosesan pada 10 subjek, sebagai tantangan utama dari pengukuran nirkontak. Evaluasi dan analisis menggunakan uji statistik ANOVA dan nilai p-value, menunjukkan bahwa untuk kondisi pencahayaan, nilai p-value lebih dari 0,05, yang menandakan tidak ada perbedaan signifikan antar kondisi pencahayaan. Namun, aplikasi ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam mengukur variabilitas sebelum dan setelah aktivitas fisik, dengan nilai p sangat rendah (0,008), menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Selain itu, durasi pemrosesan juga diukur menggunakan dua algoritma, ML Kit dan GMS Vision, dengan ML Kit menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, mengurangi waktu dari 1,5 jam menjadi hanya 15 menit.
BRANDING PERSONAL PEMILIK MEREK SEBAGAI PROPOSAL STRATEGI PEMASARAN YANG EFISIEN BIAYA (STUDI KASUS SKIN GAME)
Di tengah maraknya industry kecantikan lokal, Skin Game sebagai salah satu merek kecantikan lokal yang diluncurkan pada tahun 2020 menghadapi situasi yang sulit dimana hal ini disebabkan oleh kompetisi yang sengit antar merek kecantikan lokal yang terus merajalela. Hal ini juga menyebabkan keuntungan perusahaan yang terus menerus turun setiap tahunnya. Keuntungan turun disebabkan oleh meningkatnya biaya pemasaran, untuk bisa bertahan dan konsumen tidak melupakan merek Skin Game, perusahaan melakukan berbagai aktivitas pemasaran yang agresif dan mahal sehingga menyebabkan keuntungan Skin Game terus menurun. Dengan adanya faktor ekonomi yang tidak stabil, perusahaan harus menemukan cara untuk mengembalikan profitabilitas perussahaan. Apabila keuntungan perusahaan terlalu rendah, dikhawatirkan perusahaan akan mengalami kerugian saat terjadinya ketidakpastian ekonomi. Riset ini melakukan pengumpulan data kualitatif melalui proses wawancara dan diskusi kelompok terarah. Wawancara dilakukan bersama dengan tim internal perusahaan yang menyangkut manajer dan akuntan. Sedangkan, diskusi kelompok terarah dilakukan bersama dengan konsumen produk Skin Game. Sebagai hasil dari riset ini, diketahui bahwa Skin Game wajib menemukan strategi pemasaran hemat biaya dan dapat membantu meningkatkan kembali profit perusahaan. Strategi yang diberikan harus memberikan keuntungan yang kompetitif terhadap perusahaan
KLASTERISASI DATA KESEHATAN IBU DAN ANAK BERDASARKAN FAKTOR SOSIOEKONOMI
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah kondisi kesehatan yang mencakup kesehatan ibu selama kehamilan, persalinan, dan periode postpartum, serta kesehatan anak sejak kelahiran hingga usia lima tahun. KIA dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya kondisi sosioekonomi, akses layanan kesehatan, dan kesehatan ibu selama kehamilan dan setelah melahirkan. Berdasarkan survei demografi dan kesehatan Indonesia tahun 2022/2023, angka kematian ibu di Indonesia masih berada di kisaran 305 per 100.000 kelahiran. Selain itu, menurut data WHO pada tahun 2024, sekitar 2.3 juta bayi baru lahir meninggal di seluruh dunia dalam bulan pertama kehidupan mereka, menyumbang hampir 47% dari seluruh kematian anak di bawah usia 5 tahun pada tahun 2022. Beberapa studi sebelumnya telah mencoba melakukan prediksi pada faktor-faktor individu seperti risiko lahir prematur, BBLR, dan status gizi anak. Namun, belum banyak analisis terhadap pola interaksi antar variabel sosioekonomi serta kesehatan ibu dan anak. Ini dibutuhkan untuk mengidentifikasi intervensi spesifik yang tepat sasaran guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan dataset Indonesia Demographic and Health Survey tahun 2017. Metode ini diawali dengan data preprocessing yang meliputi data cleansing, feature optimization, imputation, dan normalization. Selanjutnya, dilakukan reduksi imensi dengan PCA, t-SNE, dan UMAP, serta clustering menggunakan model K-Means, DBSCAN, dan GMM. Evaluasi model dilakukan melalui Silhouette Score, Davies-Bouldin Index, dan Calinski-Harabasz Index. Dari hasil evaluasi, metode yang paling optimal menunjukkan nilai masing-masing 0.706, 0.4, dan 25207. Hasil penelitian mengungkapkan adanya tiga cluster utama yang ditandai dengan fitur-fitur signifikan seperti pekerjaan ibu, metode persalinan caesarean, kemudahan akses ke fasilitas kesehatan, dan indeks kekayaan.
KARAKTERISTIK GENDERLESS FASHION DARI PERSPEKTIF PENGGUNA BERUSIA DEWASA AWAL DI INDONESIA
Perkembangan teknologi dan arus informasi yang terus berkembang telah mengubah pergeseran yang signifikan dalam dinamika kehidupan, termasuk dalam perubahan budaya, nilai-nilai, dan norma-norma sosial di era saat ini. Transformasi ini demikian memengaruhi industri fesyen sebagai bagian integral dari penampilan dan gaya hidup masyarakat. Salah satu fenomena yang menonjol adalah tren genderless fashion yang mencerminkan perubahan signifikan dalam lanskap mode kontemporer. Genderless fashion memperluas pandangan tentang gender dan membuka ruang bagi ekspresi individu tanpa batasan gender yang kaku. Keterbukaan kalangan dewasa awal terhadap konsep ini menunjukkan perubahan sikap yang lebih progresif, yang pada gilirannya mendorong adopsi dan perkembangan tren ini. Melalui pendekatan penelitian kualitatif fenomenologi, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana tren genderless fashion berkembang dalam konteks budaya Indonesia yang unik, serta melihat bagaimana perspektif pengguna dewasa awal memahami dan mengekspresikan identitas mereka melalui mode ini. Penelitian ini menganalisis serta menggambarkan karakteristik nyata yang hadir dalam tren genderless fashion di Indonesia, berdasarkan preferensi dan pemahaman pengguna dewasa awal. Dengan menggunakan metode triangulasi data yang mencakup studi komparasi, wawancara, dan kuesioner, penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai dinamika antara preferensi personal, nilai budaya, dan penerimaan sosial dalam konteks genderless fashion di kalangan dewasa awal di Indonesia. Hasil penelitian ini juga menghasilkan 3 (tiga) rancangan busana genderless fashion yang responsif dan relevan berdasarkan hasil analisis data. Rancangan-rancangan ini secara khusus mencerminkan karakteristik-karakteristik yang diidentifikasi dalam memenuhi kebutuhan, preferensi, serta persepsi pengguna dewasa awal. Temuan ini diharapkan menjadi panduan berharga bagi desainer, akademisi, dan pelaku industri fesyen dalam menciptakan busana yang sesuai dengan tren mode saat ini, khususnya dalam lingkup genderless fashion. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memperluas pemahaman dan penerimaan terhadap konsep genderless fashion di Indonesia, serta mendorong inovasi dalam perancangan busana yang relevan dengan perkembangan sosial dan budaya yang terus berlangsung.
ANALISIS TINGKAT AKTIVITAS FISIK, STATUS EKONOMI DAN GEJALA DEPRESI PADA PENGIDAP DIABETES MELITUS DI KOTA BANDUNG
Aktivitas fisik yang kurang dapat beresiko menyebabkan penyakit tambahan lainnya pada pengidap diabetes mellitus salah satunya yakni depresi, selain itu juga banyak bukti yang menunjukkan hubungan antara status sosial ekonomi dan prevalensi diabetes. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dan bagaimana hubungan tingkat aktivitas fisik, status ekonomi dan depresi pada pengidap diabetes mellitus di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan yakni, deskriptif kuantitatif, dengan analisa data korelasi uji Chi-Square, yang berjumlah 166 subjek yang aktif mengikuti prolanis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat aktivitas fisik pada pengidap diabetes mellitus di Kota Bandung cenderung sedang, dengan status ekonomi yang rendah dan tingkat gejala depresi nomal. Berdasarkan hasil analisa data dengan uji Chi-square didapatkan nilai significancy antara aktivitas fisik dengan status ekonomi yakni 0.272 (P>0,05), artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan. Antara aktivitas fisik dan gejala depresi didapatkan nilai significancy 0.273 (P>0,05), artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan. Status ekonomi dengan gejala depresi didapatkan nilai significancy 0,085 (P>0,05), artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi dan depresi pada pengidap diabetes mellitus di Kota Bandung. Kesimpulan yang didapat yakni pada pengidap diabetes mellitus di Kota Bandung yang mengikuti program layanan kronis diabetes tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik, status ekonomi dan gejala depresi, karena berdasarkan fakta dilapangan para pengidap aktif dalam melakukan kegiatan prolanis yang dapat membantu penyembuhannya.
DETEKSI PENIPUAN (FRAUD DETECTION) PADA TRANSAKSI KEUANGAN PERBANKAN MENGGUNAKAN SVM DENGAN PENERAPAN KOMBINASI METODE SAMPLING SMOTE DAN TOMEK LINKS
Pertumbuhan dunia teknologi informasi serta perkembangan laju kegiatan masyarakat khususnya dalam bidang finansial dengan bantuan alat elektronik dinilai dapat memudahkan namun juga di satu sisi dapat berpotensi memunculkan penipuan transaksi keuangan sehingga secara tidak langsung meningkatkan kasus penipuan. Pelaku penipuan terus menemukan celah dalam transaksi keuangan dan dengan menggunakan teknologi, mereka dapat melakukan kejahatan tersebut. Satu dari sekian cara untuk mendeteksi tindakan fraud dengan lebih cepat dan akurat adalah pendeteksian fraud dengan menerapkan machine learning yang diungkapkan dari sejumlah riset terdahulu. Masalah utama dalam deteksi penipuan adalah data yang sangat tidak seimbang dimana transaksi asli lebih mendominasi daripada transaksi penipuan. Model machine learning belajar dari data dan membuat pola, sehingga apabila datanya tidak seimbang maka model tersebut tidak dapat mengidentifikasi penipuan dengan benar. Penelitian ini menggunakan kombinasi metode sampling SMOTE dan Tomek Links untuk mengatasi permasalahan ketidakseimbangan data dan kemudian menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan kombinasi metode sampling SMOTE dan Tomek Links dapat meningkatkan kinerja algoritma SVM. Hal ini dapat ditunjukan pada tingginya nilai akurasi sebelum melakukan teknik resampling yaitu 94% untuk X Bank Dataset dan 95% untuk Banksim Dataset, akan tetapi model ini tidak berhasil dalam mendeteksi fraud karena ketidakseimbangan kelas pada kedua dataset ini. Setelah melakukan resampling dan hyperparameter tuning menunjukan bahwa Nilai Akurasi, Recall, Precision dan F1-Score yang dihasilkan adalah sebesar 0.91, 0.48, 0.36, 0.41 untuk X Bank Dataset dan 0.96, 0.96, 0.53, 0.68 untuk Banksim dataset.