📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

ANALISIS HASIL SURVEI MAGNETOMETER UNTUK PELETAKAN PIPA GAS BAWAH LAUT (Studi Kasus : Survei Re-Route Pipa PGN di Perairan Tanjung Priok)

Dalam kegiatan pemasangan pipa bawah laut dibutuhkan informasi tentang keadaan dasar laut yang akan dilewati oleh jalur pipa. Kondisi dasar laut dapat diketahui melalui survei kelautan. Salah satu teknologi yang digunakan dalam survei kelautan adalah magnometer. Survei dengan menggunakan magnometer dilakukan untuk mendeteksi adanya objek-objek yang bersifat logam dasar laut yang dapat membahayakan dalam proses pemasangan pipa. Bahaya tersebut dapat berupa bangkai kapal, pipa, dan kabel, maupun bahaya lain yang terdapat diarea survei peletakan pipa.Tujuan utama dari survei magnometer ini adalah untuk mendapatkan nilai anomali intensitas medan magnet yang menunjukkan adanya objek yang bersifat logam di daerah survei. Anomali intensitas medan mangnet dihasilkan dengan pengoreksian data medan magnet lokal dari hasil pengamatan dengan , koreksi harian, dan koreksi IGRF. Hasil dari koreksi harian ini di dapat dari pengukuran medan magnet di base station darat, dan koreksi IGRF yang didapat dari IGRF yang telah ditetapkan.Produk yang dihasilkan dari survei magnometer adalah peta anomali intensitas medan megnet. Peta anomali ini menunjukkan posisi objek yang bersifat logam yang terdapat pada daerah survei, terutama objek logam yang berada dibawah laut.

2026
👤 Penulis: HERIANTO KAROSEKALI (NIM 15106048); Pembimbing: Dr. Ir. Eka Djunarsjah, MT., dan Ir. Catur Purwanto,
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Data Magnetik 🏷️ Manajemen Proses Pemasangan Pipa Bawah Laut

PEMODELAN DATA MAGNETIK UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH PROSPEK PANAS BUMI (STUDI KASUS DI DAERAH X)

Indonesia merupakan negara yang memiliki kandungan panas bumi terbesar di dunia sebesar 40% dari panas bumi yang ada di dunia. Pasokan sumber daya panas bumi yang dimiliki Indonesia menguntungkan bagi Indonesia sendiri mengingat peningkatan populasi dan kebutuhan penduduk Indoneia dalam penggunaan energi listrik. Panas bumi merupakan sumber daya energi terbarukan yang perlu dikembangkan oleh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi listrik negara. Maka dari itu, diperlukan eksplorasi lanjut dalam observasi sumber panas bumi. Geofisika merupakan salah satu ilmu yang menerapkan prinsip fisika dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan bumi. Salah satu metode geofisika adalah metode magnetik yang mana metode ni merupakan metode yang menggunakan dasar pengukuran berdasarkan medan magnett di permukaan bumi karena adanya anomali benda yang termagnetisasi di bawah permukaan bumi. Pada Tugas Akhir ini akan dianalisis magnetisasi pada permukaan bumi dengan mengetahui susunan batuan pada struktur bawah permukaan bumi. Batuan pada umumnya memiliki nilai medan yang terbilang sangat kecil dan temperatur memengaruhi nilainya. Semakin tinggi temperatur, maka benda akan mengalami demagnetisasi. Untuk mengetahui struktur bawah permukaan bumi, dapat digunakan software Mag2DC. Perangkat ini menggunakan metode trial and error untuk melakukan pemodelan nilai kontras suseptibilitas magnetik yang dialami oleh batuan. Jika kontras suseptibilitas bernilai negatif, maka terdapat anomali magnetik yang mana terdapat sumber panas bumi. Pada langkah awal pemodelan, daerah yang dipilih adalah daerah yang memiliki anomali magnetik dengan kontras suseptibilitas magnetik sedang hingga rendah. Pada pemodelan diperoleh terdapat kontras suseptibilitas magnetik yang bernilai negatif dan terdapat pada kedalaman yang mendekati inti bumi. Daerah ini mengindikasikan adanya sumber panas bumi. Adapun untuk memperoleh pemodelan struktur permukaan bawah bumi ini diperlukan analisis pada daerah penelitian bahwa dominasi batuan yang ada untuk dapat menentukan secara akurat batuan penyusun struktur permukaan bawah tanah. Pada pemodelan, diperoleh terdapat empat jenis batuan yang menyusun struktur bawah permukaan bumi, yaitu batuan tufa, batuan breksi tufaan, piroklastik, dan batuan lapuk.

2025
👤 Penulis: Yolanda Raintina
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Data Magnetik 🏷️ Manajemen Sumber Daya Panas Bumi
💬