๐ Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6 dokumenMODEL PERSAMAAN DIFERENSIAL TUNDA DISKRET UNTUK INFLASI DAN PENGANGGURAN DI BRITANIA RAYA
Penelitian ini menganalisis hubungan antara inflasi dan tingkat pengangguran di Inggris menggunakan model Persamaan Diferensial Tunda (PDT) dari Veronika Novotnยดa (2013). Tujuan utama adalah mengestimasi parameter-parameter model dengan data CPIH dan tingkat pengangguran UK dari Tahun 2008-2024. Berbagai pendekatan diuji, termasuk penggunaan data mentah dan data yang dihaluskan (smoothing), dengan estimasi parameter melalui regresi linear dan kuadratik, serta prediksi numerik menggunakan metode Euler dan RK4. Hasilnya menunjukkan bahwa model regresi linear lebih stabil dan akurat daripada regresi kuadratik. Menariknya, metode numerik Euler dan RK4 menghasilkan metrik evaluasi yang identik atau sangat mirip, sementara variasi waktu tunda (? ) tidak memiliki dampak signifikan terhadap akurasi model. Secara keseluruhan, model yang dihaluskan (smoothing) dengan jendela data yang lebih pendek cenderung memberikan kinerja prediksi terbaik, menunjukkan bahwa laju perubahan inflasi dan pengangguran dalam model ini sebagian besar didorong oleh konstanta.
PENENTUAN VARIABEL-VARIABEL SIGNIFIKAN INDEKS KERENTANAN PULAU-PULAU KECIL TERHADAP PEMANASAN GLOBAL DENGAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA)
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau yang sebagian besar merupakan pulau-pulau kecil. Terkait dengan fenomena pemanasan global, pulau-pulau kecil memiliki tingkat kerentanan yang sangat tinggi terhadap kenaikan muka laut. Gornitz (1994) mengembangkan formulasi untuk menentukan indeks kerentanan kenaikan muka laut untuk wilayah pesisir Negara Amerika Serikat. Pemodelan indeks kerentanan pulau-pulau kecil untuk Negara Indonesia didasarkan pada formulasi Gornitz tersebut. Permasalahannya terkait dalam penentuan variabel-variabel yang digunakan untuk mengukur tingkat kerentanan. Pada tugas akhir ini, metode Principal Component Analysis (PCA) diaplikasikan untuk mendukung dalam menentukan variabel-variabel yang tepat. Sebagai hasil akhir, terdapat 3 cluster variabel signifikan. Dari 3 cluster tersebut kemudian dipilih 3 variabel yaitu 1 variabel untuk tiap cluster.
ANALISIS KONSUMSI LISTRIK RUMAH TANGGA BERDASARKAN COMFORT INDEX
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Temperature Humidity Index (THI) sebagai indikator kenyamanan termal dengan konsumsi listrik rumah tangga di wilayah Bandung dan Karawang selama periode 2012-2024. Data THI diperoleh dari reanalisis iklim ERA5, sedangkan data konsumsi listrik dikumpulkan dari sistem pelanggan rumah tangga PLN (AP2T). Metode korelasi Pearson dan Spearman digunakan untuk mengevaluasi hubungan statistik antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Bandung, hubungan antara THI dan konsumsi listrik bersifat positif tetapi sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik, baik secara tahunan maupun khusus pada musim kemarau (r = 0,102; p = 0,3921). Di Karawang, hubungan tersebut bahkan cenderung negatif (r = -0,041; p = 0,7301), dan tetap tidak signifikan meskipun dilakukan pemangkasan data pada THI di atas 24ยฐC (r = 0,101; p = 0,2263). Analisis ini diperkuat dengan survei terhadap 267 responden yang menunjukkan bahwa ketidaknyamanan suhu dan kelembapan memang berkorelasi dengan kecenderungan penggunaan AC, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan konsumsi energi. Temuan ini mengindikasikan bahwa THI tidak dapat secara mandiri menjelaskan variasi konsumsi listrik rumah tangga, sehingga diperlukan pendekatan multidimensi yang mempertimbangkan faktor-faktor non-klimatis seperti kondisi sosial ekonomi, perilaku penggunaan alat elektronik, serta persepsi kenyamanan individu. Kajian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi perencanaan energi yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan berbasis pada realitas konsumsi masyarakat tropis.
PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP LOYALITAS MEREK DENGAN CITRA MEREK DAN KEPUASAN MEREK SEBAGAI VARIABEL MEDIASI: STUDI PADA KONSUMEN WARDAH BEAUTY
Pasar kosmetik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang pesat, sehingga persaingan antar merek menjadi semakin ketat. Untuk tetap bersaing, banyak perusahaan mulai menggunakan experiential marketing sebagai strategi untuk menjangkau konsumen secara lebih personal dibandingkan dengan promosi tradisional. Strategi ini berfokus pada menciptakan pengalaman yang interaktif dan emosional agar konsumen merasa lebih terhubung dengan merek. Wardah, sebagai salah satu merek kecantikan lokal ternama, telah menerapkan pendekatan ini melalui berbagai acara offline yang bertujuan memberikan pengalaman berkesan bagi konsumennya. Namun, meskipun acara-acara ini memberikan pengalaman yang positif, masih ditemukan adanya kesenjangan antara pengalaman tersebut dan terbentuknya loyalitas merek dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh experiential marketing terhadap loyalitas merek pada konsumen Wardah. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 222 responden yang pernah mengikuti acara offline Wardah dan menggunakan produknya dalam enam bulan terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa experiential marketing berpengaruh langsung terhadap loyalitas merek melalui hubungan emosional, serta berpengaruh tidak langsung melalui citra merek dan kepuasan merek. Temuan ini menunjukkan bahwa experiential marketing tidak hanya berperan secara langsung, tetapi juga memengaruhi persepsi konsumen terhadap merek secara keseluruhan. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar Wardah terus mengembangkan strategi acara yang lebih personal, mengaitkan pengalaman acara dengan penggunaan produk, serta rutin mengumpulkan umpan balik setelah acara untuk memperkuat loyalitas konsumen di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN LIVE SELLING SEBAGAI ALAT UTAMA UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI BISNIS FASHION(STUDI KASUS BRAND SAINE.CLO)
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran live selling dalam meningkatkan penjualan untuk Saine Clothing, sebuah merek fashion. Metode penelitian meliputi pengumpulan data melalui survei kuesioner yang didistribusikan melalui platform media sosial Instagram Saine.clo dan analisis statistik menggunakan Smart PLS untuk menilai hubungan antara berbagai variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran melalui live selling memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan keterlibatan pelanggan, tingkat konversi penjualan, dan loyalitas merek. Analisis model luar mengidentifikasi validitas dan reliabilitas konstruk melalui pengukuran reflektif dan formatif, menunjukkan bahwa model yang diusulkan sesuai dengan data empiris. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap keberhasilan strategi live selling serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk mengoptimalkan strategi live selling dalam industri fashion, khususnya untuk Saine Clothing. Meskipun temuan penelitian ini terbatas pada konteks Saine Clothing, temuan ini dapat memberikan wawasan berharga bagi merek fashion lainnya yang ingin mengadopsi strategi serupa.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR PERSONAL, MANAJEMEN, DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG TINGGI KOTA BANDA ACEH
Pembangunan infrastruktur tidak terlepas dari potensi bahaya atau resiko yang memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja yang disebabkan oleh perilaku tidak aman dan kondisi tidak aman. Perilaku tidak aman terbentuk dari 3 (tiga) fase yaitu manajemen, lingkungan kerja, dan individu. Salah satu upaya yang dilakukan PT.X dalam meningkatkan keselamatan dalam bekerja adalah rutin dilakukan safety talk dan toolbox meeting kepada pekerja. Namun, kegiatan rutin tersebut tidak menunjukkan hubungan yang berarti dari perilaku pekerja itu sendiri, dimana masih terdapat beberapa pekerja yang tidak patuh akan keselamatan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku keselamatan pada pekerja konstruksi Gedung Tinggi Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif untuk mengetahui pengaruh faktor personal, manajemen, dan dukungan sosial terhadap perilaku keselamatan. Metode penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner terhadap 122 pekerja konstruksi menggunakan teknik Convenience Sampling. Metode analisis data menggunakan Structural Equation Modeling - Partial Least Squared (SEM-PLS) dan diolah menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara faktor personal dengan perilaku keselamatan (sig. = 0,002 < 0,05; t-statistik = 3,130 > 1,96), praktik manajemen dengan perilaku keselamatan (sig. = 0,046 < 0,05; tstatistik = 1,998 > 1,96), dan dukungan sosial terhadap perilaku keselamatan (sig. = 0,006 < 0,05; t-statistik = 2,761 > 1,96). Namun, tidak terdapat efek mediasi antara praktik manajemen keselamatan dan dukungan sosial terhadap perilaku keselamatan. Rekomendasi peningkatkan perilaku keselamatan bagi manajemen adalah meningkatkan motivasi melalui penghargaan atau pemberian hadiah, meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan rutin, dan meningkatkan praktikpraktik manajemen keselamatan sehingga dapat meningkatkan safety culture dan mengurangi kecelakaan kerja.