📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPEMANTAUAN DEFORMASI BENDUNGAN DARMA (KUNINGAN, JABAR) DENGAN METODE SURVEY GPS
Bendungan Darma terletak di Desa Darma, Kecamatan Kadu Gede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, merupakan bendungan tipe kombinasi timbunan batu (rockfill) dan timbunan tanah homogen. Bendungan ini termasuk bendungan besar di Indonesia yang cukup berperan dalam pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat sekitar. Besarnya volume bendungan yang dapat menampung air pastinya diikuti juga dengan besarnya resiko bahaya yang dihadapi apabila runtuhnya bendungan ini. Bendungan Darma jika runtuh pasti akan membawa bahaya besar mengingat bendungan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan Bendungan Situ Gintung yang belum lama ini runtuh dan mengakibatkan kerugian material dan nonmaterial sangat besar. Jebolnya bendungan terjadi akibat adanya deformasi di bendungan. Puncak Bendungan Darma yang dijadikan jalan raya, struktur bendungan, lokasi bendungan yang berada di lokasi gempa adalah beberapa faktor terjadinya deformasi pada bendungan. Dari fenomena deformasi bendungan dan dampak yang ditimbulkan, deformasi Bendungan Darma perlu dipantau secara periodik. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam memantau deformasi adalah metode survey GPS. Dengan mengetahui besarnya deformasi bendungan yang ditunjukan oleh perubahan titik – titik koordinat pada pengamatan satu ke pengamatan berikutnya, maka karakteristik dari deformasi bendungan ini dapat dipelajari lebih lanjut. Pada bulan Mei dan September 2009, telah dilakukan pemantauan deformasi bendungan dengan metode survey GPS. Hasil pemantauan selama Mei – September 2009 menunjukan besarnya deformasi horizontal dan vertikal Bendungan Darma yang terjadi dalam orde mm. Deformasi bendungan berkorelasi dengan struktur bendungan, puncak bendungan yang dipakai sebagai jalan raya, tekanan air.
STUDI EFEK DEFORMASI LATERAL AKIBAT PEKERJAAN PVD PRELOADING TERHADAP FONDASI ABUTMEN PILE SLAB
Tanah lempung lunak sering menjadi tantangan dalam konstruksi infrastruktur karena sifatnya yang sangat kompresibel dan rendah kuat geser. Pada proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, metode perbaikan tanah dengan preloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) digunakan untuk mempercepat proses konsolidasi guna mengurangi risiko deformasi berlebih. Namun, deformasi lateral akibat preloading dapat memengaruhi struktur yang berdekatan, termasuk fondasi abutmen pile slab. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh parameter kedalaman tanah terkonsolidasi (hc), jarak timbunan ke abutmen (x), laju penimbunan (fill rate, FR), dan momen yang terjadi pada fondasi abutmen pile slab akibat deformasi lateral selama proses konsolidasi. Simulasi numeris berbasis metode elemen hingga 2D menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D dilakukan untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut terhadap deformasi lateral pada ujung timbunan (?s), defleksi lateral fondasi (?f), serta momen pada fondasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin besar kedalaman tanah terkonsolidasi (hc), semakin signifikan deformasi lateral yang terjadi pada ujung timbunan dan fondasi abutmen. Laju penimbunan (FR) yang lebih tinggi mempercepat waktu konsolidasi, namun meningkatkan deformasi lateral. Jarak timbunan ke abutmen (x) berbanding terbalik dengan deformasi lateral fondasi, di mana peningkatan jarak secara signifikan mengurangi deformasi lateral. Selain itu, momen maksimum yang terjadi pada fondasi abutmen masih berada dalam batas aman material konstruksi. Perbandingan dengan penelitian sebelumnya, seperti studi Ladd (1991), Ong dan Chai (2011) dan Wang et al. (2019), mengonfirmasi bahwa deformasi lateral sangat berkaitan dengan parameter laju penimbunan dan penurunan yang terjadi. Deviasi hasil yang terjadi dari penelitian sebelumnya banyak dipengaruhi oleh geoteknik dan geometri timbunan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk melaksanakan pekerjaan preloading sebelum pembangunan abutmen guna meminimalkan dampak deformasi lateral pada fondasi. Selain itu, pemasangan instrumentasi seperti inklinometer dan settlement plate disarankan untuk memantau stabilitas selama proses konstruksi. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi penyusunan standar pekerjaan penimbunan yang berdekatan dengan struktur eksisting khususnya pada lokasi oprit jembatan atau pile slab.