📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6 dokumenPEMODELAN HARGA KOMODITAS PANGAN DENGAN MODEL KOBAYASHI YANG DIMODIFIKASI DAN ANALISIS DERETWAKTU
Harga komoditas pangan dipengaruhi oleh interaksi permintaan dan penawaran yang tidak bersifat seketika sehingga perlu dipertimbangkan adanya jeda waktu dalam respons pasar. Penelitian ini memodifikasi model Kobayashi. Persamaan diferensial waktu tunda yang memodelkan dinamika harga melalui interaksi permintaan dan penawaran dimodifikasi dengan menambahkan fungsi input yang bergantung pada waktu agar model dapat merepresentasikan faktor temporal yang memengaruhi pasar. Fungsi input diperoleh melalui regresi polinomial terhadap data permintaan dan penawaran. Fungsi histori dibangun dari data harga periode sebelumnya dan parameter diestimasi menggunakan Particle Swarm Optimization. Sebagai pembanding, model analisis deret waktu berbasis ARIMA juga dibangun. Kedua model diterapkan pada data harga bulanan cabai rawit merah dan bawang merah dari Badan Pangan Nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model persamaan diferensial waktu tunda memberikan prediksi yang lebih baik pada cabai rawit merah dengan waktu tunda terbaik tiga bulan yang selaras dengan siklus produksi komoditas tersebut di lapangan. Pada bawang merah, model analisis deret waktu lebih unggul. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa performa model persamaan diferensial waktu tunda dipengaruhi oleh kesesuaian tingkat harga antara periode histori dan estimasi. Temuan ini dikonfirmasi melalui analisis korelasi pada lima skenario komoditas.
ANALISIS DERET WAKTU DARI DATA PENGAMATAN DEFORMASI KERAK BUMI MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE MOVING AVERAGE (ARMA)
Secara umum data deret waktu GPS mempunyai bentuk pola berupa pola linier, musiman, dan irregular (tidak beraturan). Pola musiman dan irregular tersebut harus dieliminasi sehingga data yang dihitung hanya merupakan pola dari pergerakan lempeng bumi. Metoda Autoregressive moving average (ARMA) diaplikasikan untuk memodelkan pola irregular deret waktu koordinat stasiun GPS. Sebelum proses ARMA, perlu dilakukan reduksi terhadap komponen linier (trend) dan musiman (seasonal). Reduksi komponen trend menggunakan regresi linier sederhana, sedangkan reduksi komponen seasonal menggunakan polinomial trigonometri. Dari hasil hitungan vektor kecepatan horizontal menggunakan data mentah dan improved ARMA diperoleh selisih pergeseran antara 0,0006 m sampai 0,0023 m, kecuali untuk stasiun JAMB selisih mencapai 0,008 m dan mengalami penurunan simpangan baku sebesar 0,0035 m sampai 0,0044 m. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode ARMA berpengaruh signifikan dalam pereduksian noise dan tidak berpengaruh signifikan dalam hitungan vektor kecepatan horizontal.
ANALISIS DERET WAKTU DATA PENGAMATAN GPS KONTINU DI JAWA BARAT
Daerah Jawa Barat sebenarnya memiliki karakteristik seismik yang unik. Tidak seperti daerah-daerah di Pulau Sumatra yang merupakan daerah rawan gempa, karena sering terjadi gempa dengan magnitude yang besar, daerah Jawa Barat ini jarang terjadi gempa. Gempa yang terjadi pun biasanya dalam magnitude yang lebih kecil dibandingkan dengan gempa bumi di Sumatra. Tetapi, di Jawa Barat juga pernah terjadi gempa dengan skala kerusakan yang besar, seperti Gempa Tasikmalaya (2 September 2009) dan Gempa Pangandaran (17 Juli 2006). Untuk itu masih perlu diselidiki lebih lanjut pola deformasi pada Blok Sunda (Sunda Block) ini, khususnya di Jawa Barat. Saat ini, berbagai studi dan penelitian geodinamika sudah dilakukan. Salah satunya adalah pemasangan (instalasi) jaring GPS kontinu di Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk meneliti bagaimana pergerakan titik-titik pengamatan GPS kontinu tersebut sehingga untuk selanjutnya dapat dianalisis bagaimana pola deformasinya. Data hasil pengamatan GPS ini kemudian diolah dengan software ilmiah Bernese, lalu dilakukan plotting deret waktunya, sehingga dapat dilakukan analisis deret waktu. Tahap selanjutnya yaitu melakukan analisis pergeseran dan regangan titik-titik pengamatan GPS di Jawa Barat. Analisis deret waktu dalam Tugas Akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pola pergeseran dan regangan di Jawa Barat. Hasil pengolahan data yang diperoleh menunjukkan bahwa Blok Sunda mengalami pergerakan horisontal ke arah tenggara relatif terhadap jaring ITRF-05 dengan kecepatan 2-3 cm/tahun. Sedangkan untuk pergerakan vertikalnya terdapat variasi dalam pergerakannya. Selain itu, diketahui bahwa wilayah Jawa Barat ini didominasi oleh fenomena kompresi (tekanan ke dalam) dengan arah N-S. Sedangkan fenomena dilatasi terdapat di beberapa area Jawa Barat di sekitar sesar Cimandiri.
ANALISIS DERET WAKTU DATA PENGAMATAN GPS KONTINU DI JAWA BARAT
Daerah Jawa Barat sebenarnya memiliki karakteristik seismik yang unik. Tidak seperti daerah-daerah di Pulau Sumatra yang merupakan daerah rawan gempa, karena sering terjadi gempa dengan magnitude yang besar, daerah Jawa Barat ini jarang terjadi gempa. Gempa yang terjadi pun biasanya dalam magnitude yang lebih kecil dibandingkan dengan gempa bumi di Sumatra. Tetapi, di Jawa Barat juga pernah terjadi gempa dengan skala kerusakan yang besar, seperti Gempa Tasikmalaya (2 September 2009) dan Gempa Pangandaran (17 Juli 2006). Untuk itu masih perlu diselidiki lebih lanjut pola deformasi pada Blok Sunda (Sunda Block) ini, khususnya di Jawa Barat. Saat ini, berbagai studi dan penelitian geodinamika sudah dilakukan. Salah satunya adalah pemasangan (instalasi) jaring GPS kontinu di Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk meneliti bagaimana pergerakan titik-titik pengamatan GPS kontinu tersebut sehingga untuk selanjutnya dapat dianalisis bagaimana pola deformasinya. Data hasil pengamatan GPS ini kemudian diolah dengan software ilmiah Bernese, lalu dilakukan plotting deret waktunya, sehingga dapat dilakukan analisis deret waktu. Tahap selanjutnya yaitu melakukan analisis pergeseran dan regangan titik-titik pengamatan GPS di Jawa Barat. Analisis deret waktu dalam Tugas Akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pola pergeseran dan regangan di Jawa Barat. Hasil pengolahan data yang diperoleh menunjukkan bahwa Blok Sunda mengalami pergerakan horisontal ke arah tenggara relatif terhadap jaring ITRF-05 dengan kecepatan 2-3 cm/tahun. Sedangkan untuk pergerakan vertikalnya terdapat variasi dalam pergerakannya. Selain itu, diketahui bahwa wilayah Jawa Barat ini didominasi oleh fenomena kompresi (tekanan ke dalam) dengan arah N-S. Sedangkan fenomena dilatasi terdapat di beberapa area Jawa Barat di sekitar sesar Cimandiri.
PERENCANAAN PRODUKSI STRATEGIS UNTUK SILV CATERING: INTEGRASI TIME SERIES DEMAND FORECASTING DAN AGGREGATE PLANNING
SILV Catering merupakan bisnis katering berskala menengah yang belakangan ini mengalami peningkatan permintaan pelanggan secara signifikan, terutama selama musim pernikahan. Seperti banyak usaha kecil dan menengah lainnya, perusahaan menghadapi tantangan dalam menyesuaikan kapasitas produksinya terhadap fluktuasi pesanan. Keterbatasan tenaga kerja, jadwal produksi yang kaku, serta tidak adanya perencanaan jangka menengah menyebabkan ketidakefisienan operasional, khususnya saat terjadi lonjakan permintaan. Kondisi ini menegaskan pentingnya pendekatan perencanaan produksi berbasis data yang memungkinkan fleksibilitas dan responsivitas operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana produksi selama enam bulan bagi SILV Catering guna mengantisipasi peningkatan permintaan pada periode Juli hingga Desember 2025. Penelitian ini menggunakan data historis jumlah proyek katering bulanan dari Juli 2023 hingga Juni 2025. Analisis deret waktu, khususnya metode Holt-Winters exponential smoothing, digunakan untuk mengidentifikasi tren dan pola musiman dalam permintaan pelanggan. Hasil peramalan ini menjadi dasar bagi tahap perencanaan penjualan dan operasional, yang kemudian dikembangkan menjadi perencanaan agregat dengan menggunakan strategi pengejaran (chase strategy), termasuk estimasi kebutuhan tenaga kerja, lembur, serta potensi penggunaan pekerja paruh waktu selama periode sibuk. Hasil akhir dari penelitian ini adalah jadwal produksi enam bulan yang merinci beban kerja, kebutuhan tenaga kerja, dan penyesuaian operasional setiap bulannya. Rencana ini menjadi alat praktis bagi manajemen untuk membuat keputusan yang tepat terkait penjadwalan, perekrutan, dan pengadaan. Kerangka perencanaan yang diusulkan dalam penelitian ini juga dapat diterapkan oleh bisnis katering lain yang menghadapi keterbatasan serupa. Meskipun metode seperti peramalan deret waktu dan perencanaan agregat umumnya diterapkan dalam industri skala besar, penelitian ini menunjukkan bahwa metode tersebut dapat diadaptasi secara efektif untuk operasional berskala kecil hingga menengah, dengan memberikan pendekatan yang terstruktur dalam meningkatkan efisiensi, stabilitas, dan kualitas layanan.
PREDIKSI HARGA SAHAM BBRI MENGGUNAKAN MODEL ARIMA DAN TEKNIK KORELASI SILANG TERHADAP SAHAM BANK BUMN
Analisis deret waktu adalah metode statistik yang digunakan untuk memahami karakteristik data sepanjang waktu. Dalam analisis deret waktu keuangan, terdapat beberapa pendekatan seperti model ARIMA dan analisis korelasi silang yang dapat membantu dalam prediksi harga saham. Tugas akhir bertujuan untuk memodelkan harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menggunakan analisis deret waktu dan teknik korelasi silang. Metode awal yang akan digunakan melibatkan prediksi harga saham BBRI dengan model ARIMA dan model terbaik yang diidentifikasi adalah ARIMA(4,1,4). Pemilihan model terbaik tersebut didasarkan pada prinsip parsimoni model, hasil uji diagnostik, dan nilai MAPE yang paling rendah. Nilai MAPE menjadi kriteria pemilihan model karena nilai MAPE dapat menyatakan performa model dalam prediksi. Selain analisis deret waktu, tugas akhir ini juga memanfaatkan analisis korelasi silang untuk mengeksplorasi hubungan antara harga saham BBRI dengan saham bank lainnya pada indeks yang sama, yaitu BMRI, BBNI, dan BBTN. Analisis korelasi silang menunjukkan bahwa hubungan linear dan sebab akibat harga saham BBRI dengan harga saham bank lainnya dapat ditinjau dalam bentuk persamaan regresi linear darab. Terdapat beberapa asumsi yang digunakan dalam regresi linear darab, yaitu linearitas, normalitas residual, independensi residual, homoskedastisitas residual, dan signifikansi model. Asumsi tersebut akan diuji dengan plot residual, plot normal QQ, uji Durbin-Watson, uji Breush-Pagan, dan Uji F. Melalui analisis korelasi silang, diharapkan diperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang korelasi antar saham tersebut sehingga dapat menambah wawasan bagi investor dalam pengambilan keputusan berinvestasi. Tugas akhir ini berfokus pada pentingnya pemodelan dan analisis statistik dalam memahami dinamika pasar saham dan menghasilkan strategi investasi yang lebih efektif.